cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Model Simulasi Interaksi Gelombang dan Arus di Perairan Dangkal Sujantoko Sujantoko; Dantje Kardana Natakusumah
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 3 (2003)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2003.10.3.3

Abstract

Abstrak. Persamaan mild-slope yang diturunkan Kirby (1986) dapat diterapkan untuk simulasi transformasi gelombang dari perairan dalam menuju pantai. Pada paper ini dikembangkan model Kirby dengan memperhatikan factor arus. Pengaruh arus pada transformasi gelombang tersebut diselesaikan dengan metode selisih hingga. Berdasarkan verifikasi model numerik dengan analitik menunjukkan bahwa perbedaan kecepatan rata-rata arus longhsore kurang dari 5%, artinya model numerik ini dapat mensimulasikan arus akibat induksi gelombang dengan baik. Verifikasi model gelombang dengan hasil penelitian Johnson (1952), Wiegel (1962) dan Wei (1998) menunjukkan adanya kemiripan, sedangkan perbedaan yang ada karena pada model mempertimbangkanfaktor arus.Abstract. Mild-slope equations have been derived by Kirby (1986) can be applied on simulation of wave transformation from deep water to coastal. This paper's developed Kirby's model with considering current factor. The effect of current on wave transformation have been modeled with finite difference methods. According to verification of numerical models and analytical model, the difference of mean longshore current velocity less than 5%, it means that this numerical model  provide good simulation of current caused by wave induction. Verification of wave model on Johnson (1952), Wiegel (1962) and Wei (1998) result similarity, but there's still any difference thismodel considering current factor. 
Analisis Struktur Perkerasan Multi-Layer Menggunakan Program Komputer ELMOD Studi Kasus: Jalan Tol Jakarta - Cikampek Bambang Sugeng Subagio; Rudy Hermawan Karsaman; Ika Wahyu Nurwaida
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 3 (2003)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2003.10.3.4

Abstract

Abstrak. Metoda analitis dalam perencanaan tebal overlay mempunyai beberapa keuntungan yaitu dapat digunakan untuk menganalisis berbagai variasi pembebanan untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti dan akurat, dan lainnya. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur perkerasan jalan tol Jakarta-Cikampek, untuk periode analisis tahun 1990-1999, dan enghitung umur sisa serta tebal overlay yang diperlukan, berdasarkan data lendutan memakai alat Falling Weight Deflectometer dan dianalisis memakai program komputer ELMOD, kemudian hasilnya dibandingkan dengan metoda empiris perhitungan tebal overlay yaitu metoda Bina Marga. Metoda Overlay Bina Marga memberikan hasil untuk arah Jakarta-Cikampek terdapat 8 titik kritis dengan mur sisa kurang dari 1 tahun dan tebal overlay yang diperlukan 7,0 cm. Untuk arah Cikampek-Jakarta tidak terdapat titik kritis, umur sisa titik-titik pengukuran tersebut adalah lebih besar dari 10 tahun dan tebal overlay yang diperlukan adalah 3,0 cm. Hasil yang diperoleh dari program ELMOD untuk arah Jakarta-Cikampek terdapat 2 titik kritis yang tidak mempunyai umur sisa dan 1 titik kritis yang mempunyai umur sisa 1 tahun, tebal overlay yang diperlukan adalah 7,2 cm. Untuk arah Cikampek-Jakarta, tidak terdapat titik kritis dan umur sisa dari titik-titik tersebut adalah lebih dari 20 tahun sehingga tidak membutuhkan overlay.Abstract. An analytical method of overlay design has some advantages such as to take into account the variation of loading types which will give more exact and accurate results. The purpose of this research is to analyze the pavement structure of Jakarta-Cikampek toll road,for analysis period between 1990-1999 and to calculate the residual life and overlay thickness required, based on the deflection data using FWD equipment and analyzed by ELMOD computer program.The results then were compared with the empirical method i.e. Bina Marga method. The result of Bina Marga method show that for Jakarta-Cikampek direction there were eight critical points which have residual life less than one year and 7,0 cm overlay thickness required. For Cikampek-Jakarta direction, there was no critical point, their residual life was more than 10 years, and overlay thickness required is 3,0 cm. The ELMOD program gives the result for Jakarta-Cikampek direction that there are two critical points which have zero residual life and one critical point which has residual life less than one year, the overlay thickness required was 7,2 cm. For Cikampek-Jakarta direction, there was no critical point, the residual life was more than 20 years and no overlay required.
Experimental Investigation on the Effect of Web Opening Dimension on the Behavior of R/C Hybrid Deep T-Beam Subjected to Pure Torsion Ade Lisantono; Mohamad Sahari Besari; Ridwan Suhud; Biemo W Soemardi
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.1.1

Abstract

Abstract. An experimental study was conducted to investigate the effect of web opening dimension on the behavior of reinforced concrete hybrid deep T-beam subjected to pure torsion. Four reinforced concrete hybrid deep T-beams were tested under pure torsion, where the three beams with different dimension of circular web opening and the other beam without opening as a reference beam. The testing program and experimental results are presented. The results show that dimension of circular web opening with diameter more than 100 mm significantly reduces the cracking and ultimate torque. It is also shown that the angle of crack inclination with respect to the longitudinal axis of the beam increases with the increase of web opening dimension. Abstrak. Suatu studi eksperimental telah dilakukan untuk meneliti pengaruh dimensi bukaan pada perilaku balok tinggi-T hybrid beton bertulang yang dikenai torsi murni. Empat balok diuji dibawah beban torsi murni, dimana tiga balok mempunyai dimensi bukaan yang berbeda dan satu balok tanpa bukaan sebagai tolok ukur. Program pengujian dan hasil-hasilnya disajikan dalam makalah ini. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa dimensi bukaan dengan diameter lebih dari 100 mm secara signifikan mengurangi kekuatan torsi pada saat retak dan saat maksimum. Hasil eksperimental juga menunjukkan bahwa sudut kemiringan retak terhadap sumbu memanjang balok meningkat dengan meningkatnya dimensi bukaan.
Simulasi Perhitungan Tebal Selimut Beton Minimum terhadap Perubahan Jarak Bangunan dari Garis Pantai Agus Santosa Sudjono
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.1.2

Abstract

Abstrak. Masalah serangan dari klorida biasanya muncul ketika ion klorida dari luar masuk ke beton. Pada umumnya, sumber dari ion klorida adalah air laut yang bersetuhan dengan beton. Tetapi, klorida juga dapat berada di permukaan beton dalam bentuk tetesan uap air laut yang sangat halus (berasal dari penguapan yang terjadi di laut dan dibawa oleh angin) atau dalam bentuk debu yang kemudian menjadi basah karena embun. Klorida dalam bentuk itu dapat terbang sampai lebih 2km dari garis pantai. Karena itu, studi analisis ini bertujuan untuk mengetahui tebal selimut beton dan W/C yang optimal terhadap perubahan jarak bangunan dari garis pantai.Abstract. The problem of chloride attack arises usually when chloride ion ingress from outside to concrete. Generally, the source of chloride ions is sea water in contact with concrete. However, chloride can also be deposited on the surface of concrete in the form of air borne very fine droplets of sea water (rose from the sea by evaporation and carried by wind) or of air borne dust which subsequently become wetted by dew. The air borne chloride can travel greater than 2km from beach line. Therefore, the purpose of this analysis study is to know optimal concrete cover and W/C minimum toward change of the distance of building from beach line.
Pengaruh Beban Berulang terhadap Lebar Retak Pelat Beton Satu Arah dengan Pendekatan Mekanika Retakan Agoes Soehardjono Moesono Djojoatmodjo; I Gusti Putu Raka; Priyo Suprobo
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.1.3

Abstract

Abstrak. Masalah lebar retak merupakan hal yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Rumusan yang ada masih menunjukkan penyebaran yang lebar dan pengaruh beban berulang terhadap lebar retak dianggap belum memuaskan. Hal ini telah diungkapkan oleh beberapa peraturan internasional seperti Eurocode 2 dan ACI 318. Analisis tentang pengaruh beban berulang terhadap lebar retak pelat beton satu arah dengan pendekatan mekanika retakan akan mengamati pengaruh variasi tegangan baja, angka tulangan, dan beban berulang. Analisis tinggi retak awal (ξi ) dan laju perambatan retak (ξi = f(fs,N)) pada material komposit (beton bertulang) akan dibahas dalam menentukan lebar retak. Perhitungan lebar retak merupakan pengembangan rumusan hasil eksperimen (A. Carpinteri) dan peneliti lain dalam menentukan rumusan usulan. Studi parameter dilakukan terhadap pelat beton dengan memperhitungkan faktor intensitas tegangan KIC akibat kombinasi beban aksial / momen, dan hasilnya menunjukkan bahwa parameter tegangan baja dan beban berulang merupakan parameter yang penting. Ternyata pada tegangan baja tertentu (fs/fy = 0,6) dan beban berulang diatas nilai tertentu (N >8.560.000 kali), beban berulang (N) mempengaruhi lebar retak dengan fungsi logaritma pangkat (w = 0,1267 log 0,2495) sampai kondisi batas lelah (N = 10.000.000 kali).Abstract. The problem of crack width is the case that must be observed further. The formula available still shows wide scatter and the effect of repeated loading to crack width regarded that it has not satisfied yet. This case has been expressed by some international rules such as Euro code 2 and ACI 318. The analyze about the effect of repeated loading to crack width on one-way slab with fracture mechanic approach will observe the effect of the variation of the steel stress, the reinforcement ratio and the repeated loading. The analyze of the initial crack depth (ξi) and the crack growth rate (ξi = f(fs,N)) on composite material (reinforced concrete) will be discussed to determine the crack width. The crack width calculation is the development of the result of experiment (A.Carpinteri) and other observer to determine proposed formula Parameter study is done to the concrete slab by calculating the stress intensity factor KIC due to the axial / moment load combination, and the result shows that the steel stress and the repeated loading parameter are the important parameter. In fact in the steel stress (fs/fy= 0,6) and the repeated loading above certain value (N > 8.560.000 times), the repeated loading effect the crack width with power logarithmic function (w = 0,1267 log 0,2495) until fatigue limit state (N = 10.000.000 times).
Simulasi Dampak Peningkatan Demand terhadap Energi Listrik dalam Pemodelan Pengoperasian Waduk Kaskade Iwan Kridasantausa Hadihardaja; Eva Vannya Martha; Indratmo Soekarno
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2004)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2004.11.1.4

Abstract

Abstrak. Peningkatan kebutuhan (demand) terutama air baku non irigasi pada dewasa ini relatif tidak dapat terkendali secara sistemik dalam kerangka tata ruang. Hal ini antara lain disebabkan oleh pertumbuhan kegiatan ekonomi yang mendorong arus urbanisasi yang sangat cepat dan terpusat pada suatu wilayah tertentu. Daerah Aliran Sungai (DAS) yang merupakan wilayah hidrologis yang mendukung keberlanjutan sumber air relatif tetap dan bahkan berkurang dari waktu ke waktu akibat pengembangan DAS yang tidak berwawasan lingkungan. Oleh karena itu, dalam rangka pemanfaatan sumber air secara optimal pada suatu DAS berkaitan dengan sistem pengoperasian waduk untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dan air baku perlu diwaspadai dampak peningkatan kebutuhan tersebut terhadap keberlanjutan layanan energi listrik sesuai dengan target perencanaan pembangunan suatu waduk. Dalam pemodelan ini dilakukan penelitian apakah dampak tersebut sangat signifikan terutama selama periode musim kering. Disamping itu, juga dilakukan simulasi analisa trade off antara kepentingan produksi energi listrik dan pemenuhan kebutuhan air baku dan irigasi untuk periode musim kering, normal dan basah untuk mengetahui tingkat layanan masing-masing kepentingan. Studi kasus penelitian ini dilakukan di Waduk Kaskade Citarum (Saguling, Cirata dan Jatiluhur), Jawa Barat. Analisa ini akan menghasilkan keluaran prioritas tingkat layanan masing-masing kepentingan berkaitan dengan produksi energi listrik dan pemenuhan kebutuhan berdasarkan target masing-masing energi dan kebutuhan tersebut. Model tersebut diselesaikan dengan Programa Non Linier (PNL) dengan metode Generlized Reduced Gradient (GRG) berdasarkan skenario memaksimalkan energi dengan perubahan prosentasi total kebutuhan air baku (20%D, 40%D, 60%D, 80%D, 100%D, 110%D) dan irigasi dengan pola (pattern) kebutuhan yang sama yang harus dipenuhi. Hasil simulasi dan pemodelan menunjukkan bahwa peningkatan kebutuhan dihilir akan dapat memberikan penurunan energi yang relatif signifikan terutama pada musim kering.Abstract. Increase of demand especially for raw water of non irrigation at this time is relatively uncontrollable systematically in spatial framework. This is becuase of the economic growth that stimulates urbanization rapicly and centralized in certain region. River basin as the hidrology region that support the sustainability of water resource is relatively constant and decrease from time to time affected by the river basin development without considering environmental aspect. Therefore, in order to utilize water resource for meeting energy and water demand, it is necessary to consider both interests in which the demand increase may affect the energy production and influence the sustainability of services for both interests based on the targets of the reservoir development. In this research, the model is developed in order to see the effect and the livel of significancy especially during dry period. On the other hand, the simulation has been carried out to analyze the trade off between energy production and water demand (irrigation and non irrigation) during dry period. This study is carried out in Cascade Citarum Reservoir (Saguling, Cirata dan Jatiluhur) in Citarum River Basin, West Java. Level of service will be the output of the trade off analysis between the interests of the energy production and water demand based on the each target. The model is solved by using Non Linear Programming (NLP) with Generalized Reduced Gradient (GRG) Method based on the the scenario of maximizing energy within different water demand (20%D, 40%D, 60%D, 80%D, 100%D, 110%D). The result of simulation model shows that the demand increase would affect the decrease of energy production and it is relatively significant especially during the dry period.
Bonding at Particle Contacts Suyud Rusai Karyasuparta
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 4 (2003)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2003.10.4.1

Abstract

Abstract. This investigation deals with the behavior of cohesive bonding at particle contacts in soil. Direct measurement of cohesive strength at sliding contacts between particles of soil has not been accomplished. An indirect method is used in this study to estimate average contact cohesion from measurement of total strength of soil specimens. Two types of materials were tested; Ottawa sand and crushed quartz, with two different relative densities, 25 and 75 percents; each material was tested with four different cement contents, 0, 2, 4, and 6 percents of cement by weight. Adding cement was to create controlled cohesion to the contacts between particles. The results of 118 Consolidated Drained Triaxial compression tests on sand-cement specimens were analyzed, and the model by Hardin (1985) was used to isolate cohesive and frictional bonding in cohesive materials. This model considers two basic mechanism of strength of soils, by considering bonding at particle contacts and kinematics of particle movement within an element of deforming soil. The result shows that the dimensionless contact cohesion is linearly related to cement content for sand with relative density 25 percent, and is nonlinear for sand with relative density 75 percent. Dimensionless contact cohesion decreases with increasing relative density for cement content 2 and 4 percents, but it increases with increasing relative density for 6 percent cement content. Dimensionless contact cohesion is larger in rounded material compared with in angular material.Abstrak. Penelitian ini adalah mengenai perilaku dari ikatan kohesif pada kontak antar butir tanah. Pengukuran langsung kohesi pada bidang geser kontak antara butir-butir tanah, belum pernah dilakukan. Suatu cara tidak langsung dipakai dalam studi ini, untuk memprakirakan kohesi kontak (pada bidang geser antara 2 butir) ratarata, dari pengukuran tegangan-tegangan total pada benda uji tanah. Dua jenis material pasir diuji; yaitu pasir Ottawa dan crushed quatz (quartz tumbuk), dengan 2 nilai relative density yaitu 25% dan 75%; tiap material diuji dengan 4 kadar semen yang berbeda yaitu 0%, 2%, 4% dan 6% berat semen. Penambahan semen pada pasir tersebut, adalah untuk menciptakan kohesi yang dapat diatur, pada bidang kontak. Hasil uji Consolidated Drained Tiaxial compression pada 118 benda uji pasir bersemen diatas, dianalisis, dan sebuah model dari Hardin (1985), dipakai untuk mengisolasi ikatan kohesi dan ikatan geser pada material kohesif. Model tersebut  memperhatikan dua mekanisme dasar dari kekuatan tanah, dengan memperhatikan ikatan pada kontak antara butir dan kinematik dari pergerakan partikel dalam sebuah elemen dari tanah yang berdeformasi. Hasilnya memperlihatkan bahwa kohesi kontak tak berdimensi berhubungan linier terhadap kadar semen, untuk pasir dengan relative density 25%, dan tidak linier untuk pasir dengan relative density 75%. Kohesi kontak tak berdimensi berkurang dengan bertambahnya relative density, untuk kadar semen 2 dan 4%, tetapi bertambah besar dengan naiknya relative density, untuk kadar semen 6%. Kontak kohesi tak berdimensi lebih besar pada pasir yang rounded dibanding dengan pada pasir yang angular. Wurbs, Ralph A., 1996, "Modeling & Analysis of Reservoir System Operations", PTR Prentice Hall.
Studi Eksperimental terhadap Parameter Daktilitas Struktur Baja Yurisman Yurisman; Muslinang Moestopo
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 4 (2003)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2003.10.4.2

Abstract

Abstrak. Makalah ini menyajikan studi eksperimental terhadap daktilitas struktur baja berupa portal sederhana dengan tujuan meneliti parameter-parameter yang berpengaruh terhadap daktilitas struktur baja, dan melakukan validasi terhadap usulan formula daktilitas struktur yang sedang dikembangkan melalui studi numerik. Sebelum dilakukan pengujian di Laboratorium terlebih dahulu dilakukan penelusuran teori-teori serta data-data dari hasil-hasil penelitian sebelumnya. Selanjutnya dilakukan simulasi komputer dengan menggunakan paket program analisis nonlinier MSC/NASTRAN untuk mengetahui parameter-parameter yang berpengaruh secara signifikan terhadap daktilitas struktur portal baja sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa properti penampang (bf/2tf, h/bf), perbandingan tinggi kolom struktur dengan tinggi profil (H/h), serta tinggi kolom dengan lebar bentang struktur (H/L) merupakan parameter yang sangat berpengaruh terhadap nilai daktilitas. Validasi terhadap formula daktilitas yang diusulkan melalui studi numerik menunjukkan bahwa hasil numerik lebih bersifat konservatif, namun hasil analisis numerik dan eksperimen menunjukkan pola kurva daktilitas yang sama.Abstract. This paper presents experimental study of ductility parametric of steel structure. The purpose of this research to investigate the parametric influencing ductility of steel structure and to validate ductility formula obtained from numerical study. For this purpose, experimental data and modeling of specimen obtained from previous study and through simulation by nonlinear program MSC/NASTRAN. The result of investigation shows that: behavior of cross section (bf/2tf, h/bf), ratio height and width of structure (H/L) have great influence on the available ductility of steel structure. Validation of ductility formula show that the ductility the ductility value by experimental study is higher than numerical study, but the curve of ductility ratio shows the same behavior between experimental and numerical result.
Analisis Kolom Langsing Beton Mutu Tinggi Terkekang terhadap Beban Aksial Tekan Eksentris Bambang Budiono
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 4 (2003)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2003.10.4.3

Abstract

Abstrak. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perilaku mekanik dari kolom langsing beton mutu tinggi terkekang yaitu beban kritis, lendutan di tengah kolom, daktilitas perpindahan, serta faktor pembesaran momen. Untuk menentukan faktor-faktor di atas maka dilakukan proses analisis yang dikenal dengan analisis P-Δ atau analisis orde kedua dengan memperhitungkan efek stabilitas kolom. Analisis menggunakan penampang kolom langsing beton bertulang mutu tinggi terkekang dengan metoda numerik. Kolom langsing dibebani oleh kombinasi beban aksial tekan dan momen lentur. Variabel yang digunakan adalah nilai kelangsingan kolom, nilai kekangan tulangan transversal, nilai eksentrisitas beban dan luas tulangan longitudinal. Mekanisme keruntuhan kolom dibatasi pada nilai  kelangsingan yang menghasilkan keruntuhan pada material bukan pada keruntuhan geometri. Nilai faktor pembesaran momen dari hasil studi ini dibandingkan dengan perhitungan menurut standar Indonesia SKSNI "“ 91. Hasil analisis pada studi ini menunjukkan bahwa variabel yang digunakan, kecuali kekangan, berpengaruh terhadap perilaku kolom langsing, sedangkan peraturan SKSNI "“ 91 pada umumnya menghasilkan nilai faktor pembesaran momen yang konservatif untuk kolom langsing beton mutu tinggi.Abstract. The objective of the study is to investigate the mechanical behavior of slender columns of reinforced confined high strength concrete namely critical load, middle column deflection, displacement ductility and the moment magnification factor. To determine the factors mentioned above the analysis of the slender columns are carried out using P-Δ analysis known as second order analysis where the stability effect of the column is taken into acccount. Sectional analysis of the reinforced confined high strength concrete column is implemented using numerical method. The slender column is subjected to the combination of axial and flexural loads. Variables used are slenderness ratio, confinement factor of transverse reinforcement, load eccentricity, and area of thelongitudinal reinforcement. Failure mechanism of the slender column is constraint only at the material failure not the failure due to geometry. The value of the moment magnification factor analyzed in the study is compared to the formula complying with the Indonesian Building Code of SKSNI-91. The results of the analysis shows that the variables used except the confinement factor influence the behavior of the slender column while values of the moment magnification factor of the Indonesian Building Code of SKSNI-91 in general result in conservative figures for the slender column of the reinforced confined high strength concrete.
Modulus Kekakuan Campuran Beraspal yang Mengandung Butiran Ban Bekas Sebagai Agregat Pengganti Sebagian Fauna Adibroto; Bambang Ismanto Siswosoebrotho
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 4 (2003)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2003.10.4.4

Abstract

Abstrak. Selama dua dekade terakhir, metoda untuk perencanaan perkerasan lentur dikembangkan berdasarkan metoda analitik, dimana dalam pemakaian metoda ini sangat diperlukan untuk mengetahui modulus kekakuan dari material perkerasan. Tujuan utama dari penelitian yang diuraikan dalam tesis ini adalah untuk menentukan dan membandingkan nilai modulus kekakuan dari campuran beraspal yang mengandung butiran ban bekas sebagai agregat pengganti sebagian dengan campuran beraspal Konvensional. Campuran Hot Rolled Asphalt (HRA) tipe C (BS594.1992) dipilih dalam penelitian ini, dan pengaruh butiran ban bekas pada campuran selanjutnya diselidiki dalam penelitian ini dan nilai kadar aspal optimum untuk masing-masing campuran tersebut ditentukan dengan analisa Marshall. Abstract. During last two decade method of flexible pavement design developed based on analytical method, by which the use of this method stiffness is strongly required modulus of pavement material. The main research objective described in this thesis is to predict and compare stiffness modulus of bituminous mixtures containing scrap rubber tire as partially aggregate replacement with the conventional bituminous mixtures. A Hot Rolled Asphalt (HRA) type C (BS 594.1992) was selected for investigation and the influences of scrap rubber tire as partially aggregate replacement in the mixture were investigated and the optimum bitumen content was determined.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue