cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Cold-Formed Steel-Concrete Beams Ade Lisantono; Haryanto Yoso Wigroho; Meita Ratna Sari
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.2.3

Abstract

Abstract. Light weight material usually be chosen as a material for earthquake resistant building in order to reduce inertia force of the building. In comparison with others section, a cold-formed steel section is a lighter section and makes this section is categorized as a light weight material. During reconstruction of Yogyakarta earthquake of 27th May 2006 some housings were constructed by using cold-formed steel sections. However, investigation on the utility of cold-formed steel section for structural elements was very limited. Two experimental programs of coldformed steel-concrete beams were carried out. One of the experiment used normal weight concrete and the other used light weight concrete. In the experimental programs, the normal weight concrete had the compressive strength of 23.53 MPa, while the light weight concrete had the compressive strength of 12.91 MPa. This paper tried to analyze and compare those experimental programs. The comparison showed that the cold-formed steel beam with normal weight concrete gave higher load capacity than the cold-formed steel beam with light weight concrete. However, if the comparison was taken with respect to the ratio of compressive strength to density, the cold-formed steel beam with light weight concrete might give more promising bending elements for earthquake resistant building.Abstrak. Bahan yang ringan biasanya dipilih sebagai bahan untuk bangunan tahan gempa, dengan tujuan untuk mengurangi gaya inersia akibat gempa pada bangunan tersebut. Dibandingkan dengan profil lainnya, profil baja dengan bentukan-dingin merupakan profil yang lebih ringan sehingga membuat profil ini dapat dikategorikan sebagai bahan yang ringan. Pada rekonstruksi rumah-rumah akibat gempa Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006, beberapa diantaranya dibuat dengan menggunakan profil yang ringan yaitu profil baja bentukan-dingin sebagai elemen strukturnya. Meski banyak digunakan sebagai elemen struktur, tetapi penelitian elemen struktur yang menggunakan profil baja bentukan-dingin sangatlah terbatas. Dua program eksperimental balok yang menggunakan profil baja bentukan-dingin dengan pengisi beton telah dilakukan. Yang satu menggunakan pengisi beton normal dan yang lainnya menggunakan pengisi beton ringan. Pada program eksperimental tersebut, beton normal yang dipakai mempunyai kuat tekan 23,53 MPa, sedangkan beton ringan mempunyai kuat tekan 12,91 MPa. Makalah ini mencoba untuk menganalisis serta membandingkan kedua program eksperimental tersebut. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa balok profil baja bentukan-dingin yang berpengisi beton normal memberikan kapasitas beban yang lebih tinggi dari pada balok profil baja bentukan-dingin yang berpengisi beton ringan. Akan tetapi apabila perbandingan didasarkan pada rasio kuat tekan terhadap berat jenisnya, maka balok profil baja bentukan-dingin dengan pengisi beton ringan merupakan elemen lentur yang  lebih menjanjikan untuk digunakan sebagai elemen struktur pada bangunan tahan gempa.
Pengaruh Pemakaian Baut Mutu Tinggi dan Baut Biasa terhadap Kinerja Sistem Sambungan dengan Ring-Khusus-Beralur Wiryanto Dewobroto; Hendrik Wijaya
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.2.4

Abstract

Abstrak. Penggantian ring dengan ring-khusus-beralur akan meningkatkan kinerja sambungan baut pada pelat baja tipis, ditinjau di sisi kekuatan, kekakuan, dan daktilitasnya (Dewobroto, 2009). Untuk pemasangan sistem tersebut diperlukan gaya tekan awal agar pada pelat baja tipis terbentuk alur yang berkesesuaian dengan ring-khususberalur. Bagian tersebut dianggap sebagai mekanisme kunci dari sistem. Dari bagian pelat yang rusak, yang dianggap menentukan kekuatan sistem, terjadi di bagian pelat yang beralur (Dewobroto, 2009), yang letaknya jauh dari lubang baut. Kondisi itu memberi kesan, bahwa baut mutu tinggi yang ada, tidak berperan. Keberadaannya hanya untuk membentuk dan mempertahankan alur bersama-sama dengan ring-khusus-beralur. Jika demikian, apakah baut mutu tinggi masih diperlukan. Jika dapat diganti baut biasa tentu sistem sambungan akan lebih ekonomis. Untuk menjawab, dibuatlah penelitian empiris pengaruh pemakaian jenis baut : (AISC, 2010) baut mutu tinggi berprategang, dan (Dewobroto, 2009) baut biasa, terhadap kinerja sistem sambungan. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian prategang dengan pengencangan baut adalah sangat penting. Itu hanya  efektif jika digunakan baut mutu tinggi.Abstract. The washer replacement with a specially-grooved-washer will increase performance of steel sheets bolted connection system, in terms of strength, stiffness, and ductility (Dewobroto, 2009). To install the connection system, it needs an initial pressure to create a groove on the steel sheet that match with the special-groovedwasher. The grooved is regarded as a key mechanism of the system. According to the experimental data, the failure location of steel sheet, that is considered determining the connection strength, occurs in the grooved region (Dewobroto, 2009), that is far from the hole of the bolt. Therefore, the bolt does not appear to contribute directly to the collapse of the system. It looks only to establish and maintain the groove in the steel sheet.  herefore, it raises the question, why the system should use high strength bolts. If it can be changed with the ordinary bolt, then the system will be more economical. To answer it, then made an experimental test to study the influence of : (AISC, 2010) pretension high strength bolt, and (Dewobroto, 2009) ordinary bolts, to the performance of the bolted connection system with a special-grooved-washer. The results show, a pretension is very important, and it can only be effective if used a high strength bolt.
Prediksi Penurunan Tanah Menggunakan Prosedur Observasi Asaoka Studi Kasus: Timbunan di Bontang, Kalimantan Timur Hasbullah Nawir; Dayu Apoji; Rahmatyar Fatimatuzahro; M. Dwi Pamudji
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.2.5

Abstract

Abstrak. Penurunan konsolidasi tanah merupakan masalah geoteknik yang sering ditemukan pada kasus timbunan, terutama pada tanah lunak. Penurunan konsolidasi disebabkan oleh keluarnya air pori dari dalam tanah yang disebabkan oleh peningkatan tegangan pada massa tanah. Untuk memprediksi besar penurunan serta lama waktu konsolidasi umumnya digunakan teori konsolidasi satu dimensi Terzaghi. Prediksi penurunan konsolidasi dengan teori ini, pada banyak kasus, memberikan hasil yang lebih besar dari penurunan aktual. Hal ini, salah satunya, disebabkan adanya pengabaian fenomena perkuatan tanah yang mungkin terjadi akibat proses penimbunan secara bertahap. Selain teori tersebut terdapat pula prediksi penurunan tanah dengan metode elemen hingga yang sudah menganalisis penurunan secara dua dimensi bahkan tiga dimensi. Namun untuk metode ini prediksi penurunan terhadap waktu, terutama untuk kasus perbaikan tanah dengan drainase vertikal, metode ini tidak memberikan hasil yang baik. Observasi Asaoka. Melalui prosedur ini, besarnya penurunan akhir dapat diprediksi dengan menggunakan data observasi penurunan akibat timbunan dengan menggunakan metoda curve fitting. Studi ini juga membahas perbandingan metode perhitungan penurunan dengan menggunakan teori konsolidasi Terzaghi, metode elemen hingga dan metode observasi Asaoka.Abstract. Consolidation settlement is a general geotechnical problem found embankment, particularly those founded on soft soil. Consolidation settlement is caused by the discharge of soil pore water induced by the increas of stress in soil mass. Terzaghi one dimensional theory was used to predict the settlement and time rate of consolidation. In many cases, the settlement prediction from this theory provides results much greater than the observed value due to many factors including the neglection of soil strength gain that may occur during consolidation process. In addition, there is also settlement prediction by using observed settlement data from the site using curve fitting method. This study presents settlement prediction method using Terzaghi consolidation theory, finite element method and Asaoka observational method.
Pemodelan Gelombang dengan Menggunakan Tekanan Hidrodinamis yang Dirumuskan dari Persamaan Kontinuitas untuk Fluida Berakselerasi Syawaluddin Hutahean
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.2.6

Abstract

Abstrak. Pada paper ini dikembangkan persamaan tekanan hidrodinamik pada persamaan momentum dari Euler dengan menggunakan persamaan kontinuitas untuk fluida beraselerasi. Model numeris yang dikembangkan dengan persamaan momentum tersebut dapat mensimulasikan wave set down pada perairan dalam, wave setup pada perairan dangkal, dispersi dan gelombang pecah, dimana pada perairan yang sangat dangkal peristiwa wave setup mendeformasikan gelombang sinusoidal menjadi gelombang knoidal. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model gelombang air dapat dikembangkan dengan mengerjakan persamaan gaya hidrodinamik yang dikembangkan pada penelitian ini pada persamaan Euler. Abstract. In this paper hydrodynamic force in Euler's momentum equation is developed using continuity equation for accelerated fluid. The numerical model developed using this momentum equation can simulate wave set down in deep water, wave setup in shallow water, wave dispersion and breaking, where in very shallow water wave setup deform sinusoidal wave to cnoidal wave. The summary of the research is that water wave model can be developed by working hydrodynamic force developed in this research into Euler equation.
Analisis Dampak Beban Overloading Kendaraan pada Struktur Rigid Pavement Terhadap Umur Rencana Perkerasan (Studi Kasus Ruas Jalan Simp Lago – Sorek Km 77 S/D 78) Leo Sentosa; Asri Awal Roza
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.2.7

Abstract

Abstrak. Sebagai salah satu jalan negara, Jalan Lintas Timur Sumatera memiliki peran penting dalam pengembangan perekonomian nasional. Terutama pada ruas Lago - Sorek, ada beberapa daerah industri seperti pabrik pulp dan kertas, serta minyak sawit mentah (CPO). Masalah yang berulang kali terjadi adalah kerusakan jalan dan pengurangan umur layan perkerasan jalan, hal ini sering disebabkan oleh kelebihan beban kendaraan. Evaluasi perkerasan kaku dilakukan pada ruas jalan Lago - Sorek di Km 77-78. Untuk mengevaluasi struktur perkerasan kaku digunakan metode AASHTO 1993. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumbu beban kendaraan lebih dari 17,98% melebihi beban gandar maksimum. Jika dihitung dengan kondisi overload maka terjadi penurunan umur layan sebesar 8 tahun dari 20 tahun umur rencana. Jika dihitung menggunakan persamaan kehidupan Sisa dari, AASHTO 1993 penurunan dalam kehidupan pelayanan usia 25,94%. Jika di hitung menggunakan persamaan Remaining life dari AASHTO 1993, terjadi pengurangan umur layan sebesar 25,94%. Abstract. As one of the state road, Jalan Lintas Timur Sumatra have an important role in the development of national economy. Primarily on Lago - Sorek section, there are several industrial areas such as pulp and paper mills, and Crude Palm Oil (CPO). A recurring problem is the damage to roads and reduction of age service life, this is often caused by overloaded vehicles. Rigid pavement evaluation conducted at Lago - Sorek road section at Km 77-78. AASHTO 1993 method used to evaluate the structure of rigid pavement on the road. The results showed that the load axis is more than 17.98% vehicles exceeding the maximum axle load. Based on the cumulative ESAL overload conditions the decline in the age of 8 years of service life of 20 year design life. If calculated using the equation Remaining life of the AASHTO 1993, a reduction in service life of the age of 25.94%.
Analisis Pengaruh Gradasi pada Campuran Split Mastic Asphalt (SMA) yang Menggunakan Aditif ASBUTON Murni untuk Perkerasan Bandara Harmein Rahman; Bambang Sugeng Subagio; Agung Hari Widianto
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.2.8

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh gradasi pada campuran Split Mastic Asphalt (SMA) yang menggunakan Aspal Batu Buton (ASBUTON) sebagai aditif yang diharapkan mampu memperbaiki kualitas aspal dan kinerja dari campuran perkerasan runway. ASBUTON murni yang digunakan sebagai aditif diambil dari deposit Lawele. Gradasi yang digunakan dalam campuran diambil menurut peraturan British Standard yaitu D5, D12 dan D22. Pada masing masing gradasi tersebut digunakan aspal pen 60/70 yang mengandung ASBUTON sebesar 0%, 2% dan 6%. Hasil pengujian sifat fisik aspal menunjukkan bahwa nilai penetrasi semakin turun seiring dengan bertambahnya kadar ASBUTON tetapi memiliki nilai titik lembek yang semakin tinggi. Kinerja campuran hasil uji perendaman Marshall menunjukkan bahwa campuran D12 memiliki ketahanan terhadap air dan suhu yang lebih baik (IKS = 93,0%) dibandingkan dengan campuran lainnya. Dari hasil uji UMATTA pada suhu 32°C dan 45°C, sesuai peraturan FAA 2009, diperoleh dua campuran yang masuk kedalam syarat minimal yang ditetapkan yaitu D12 ASBUTON 6% dan D5 ASBUTON 6%. Secara umum, dari hasil pengujian yang dilakukan,  penggunaan ASBUTON sebagai aditif dapat dijadikan alternatif dalam struktur perkerasan aspal runway bandara, terutama pada campuran gradasi D12 dan gradasi D5 dengan ASBUTON 6%.Abstract. The objective of this research is to identify the effect of gradation type on Split Mastic Asphalt (SMA) mixtures that used Buton Rock Asphalt (ASBUTON) as additives which is expected to improve asphalt quality and performance of runway pavement mixtures. Fully extracted ASBUTON that used as additive was taken from Lawele deposit. Gradation used in this research was adopted from British Standard regulation, which are D5, D12 and D22. Pen 60/70 Bitumen with 0%, 2% dan 6% proportion of ASBUTON was used on each variation of gradation. The properties test of asphalt shown the declining of penetration value along with the increasing of ASBUTON proportion. This also follows with the increasing of Softening Point. The result of Marshall Immersion of D12 shown better resistance to water and suhue (IKS=93%) compare the others. The results of UMATTA test at 32° C and 45° C, according to FAA regulations, shown that there were two mixtures that could reach the  minimum standardized level and they were D12 with 6% ASBUTON and D5 with 6% ASBUTON. In general, all test results indicating that using fully extracted ASBUTON as additive could be an alternative for pavement structure Bitumen Material for the airport runway, especially the D12 and D5 grading with 6% ASBUTON.
Studi Kelakuan Dinamis Struktur Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Akibat Beban Individual Manusia Bergerak Endah Wahyuni
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.1

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh beban manusia bergerak pada struktur JPO beton dan baja. Manusia sebagai beban dinamis sangat mempengaruhi dalam merencanakan jenis struktur tertentu, seperti stadion, lantai gedung olahraga, atau JPO. Apabila beban manusia tersebut tidak dipertimbangkan sebagai beban dinamis maka dapat menjadi penyebab kegagalan struktur. Dalam studi ini dilakukan pemilihan model beban akibat manusia bergerak dari literature yang ada. Dalam penelitian ini dibatasi hanya pada model beban manusia individu. Dengan menggunakan software SAP2000, pembebanan ini akan dihitung secara dinamis, sehingga akibat orang yang bergerak akan menghasilkan reaksi vertikal dan horisontal serta berubah terhadap waktu. Selanjutnya dilakukan pengujian nilai frequensi alami dari jembatan yaitu pada uji kasus dilakukan JPO beton dan JPO baja di Surabaya. Untuk mode pertama, bentuk getaran dari struktur JPO beton didominasi oleh arah horizontal dengan frekuensi alami 2.75 Hz. Sedangkan untuk struktur JPO baja didominasi oleh arah vertikal dengan frekuensi alami 7.675 Hz. Kedua struktur memiliki nilai frekuensi alami yang memenuhi ketentuan British Standard dan diketahui pula bahwa tidak terjadi resonansi pada struktur JPO akibat beban manusia berjalan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan kelakuan dinamis struktur jembatan penyeberangan orang akibat beban manusia yang bergerak bisa lebih dipahami.Abstract. This study aimed to investigate the effect of human-induced dynamic loads on steel and concrete footbridges. The dynamic loads would greatly affect to design of certain types of structures such as stadium, floor for dance or sport, or footbridge. If the kind of loads was not considered in the design as dynamic loads that could be the cause of structural failure. The model of the dynamic loads was found from the existing literature. The human loads were limited to individual model in this study. The dynamic responses of footbridge structures were investigated using SAP2000 and showed that the concrete bridge is less stiff than the steel bridge based on the natural frequencies. The results also showed that the first mode of the concrete footbridge was  dominated by horizontal direction with the natural frequency of 2.75 Hz. While the first mode of the steel footbridge was dominated by the vertical direction with natural frequency of 7.675 Hz. Both structures had the natural frequencies which complied with the British Standard and also found that there was no resonance on both footbridges due to human-induced dynamic loads. From the acquisition of some of the above conclusions, it was expected that the dynamic behavior of the footbridge due to the human dynamic loads could be better understood.
Studi Eksperimental Perilaku Hubungan Pelat-Kolom terhadap Kombinasi Beban Gravitasi dan Lateral Siklis Riawan Gunadi; Bambang Budiono; Iswandi Imran; Ananta Sofwan
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.2

Abstract

Abstrak. Struktur flat slab digunakan secara luas pada bangunan gedung karena beberapa kelebihan dalam aspek struktural maupun arsitektural. Disamping kelebihan tersebut, terdapat kelemahan yang mengakibatkan perilaku yang tidak ideal pada saat struktur menerima kombinasi beban gravitasi dan lateral. Kelemahan tersebut terdapat pada hubungan pelat-kolom, dimana tegangan lentur dan geser terakumulasi sebagai resultan dari beban gravitasi dan momen tak imbang yang disebabkan oleh beban lateral seperti halnya gempa. Untuk mengatasi masalah tersebut, terutama di daerah gempa potensial seperti halnya sebagian besar wilayah Indonesia, perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan perilaku hubungan pelat-kolom. Tulisan ini melaporkan hasil penelitian yang dilaksanakan dengan tiga benda uji berskala 1:2 dari model hubungan pelat-kolom interior yang dirancang dengan ukuran, material, dan detail yang sama, kecuali detail tulangan gesernya. Benda uji pertama, yang digunakan sebagai spesimen kontrol, menggunakan stud rail standar yang dirancang dengan mengacu standar ACI. Benda uji kedua dan ketiga menggunakan stud rail dengan modifikasi detail. Semua benda uji diujidengan beban gravitasi konstan yang dimodelkan dengan blok-blok beton dan simpangan lateral siklis yang mencakup respon elastis sampai inelastis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi stud rail secara signifikan meningkatkan perilaku hubungan pelat-kolom khususnya dalam hal kekakuan dan disipasi energi. Abstract. Flat slab structures are widely used for buildings because of its advantages both in structural and architectural aspects. Besides its advantages, there is a weakness leads to a poor structural behavior under combined gravity and lateral load. The weakness is concentrated in slab-column connections, where flexural and shear stresses are accumulated as a resultant of gravity load and unbalanced moment caused by lateral load such as earthquake. To solve the problem, especially in potential earthquake zone such as most of the Indonesia region, it is necessary to conduct researches to improve slab-column connections behavior. This paper reports the result of research conducted using three specimens of half scaled interior slab-column connection sub-assemblages designed using simillar dimensions, materials, and details, except the shear reinforcement details. The first specimen, constructed as a control specimen, used standard stud rails designed to comply with ACI codes. The second and third specimens used modified stud rail details. All specimens were subjected to a constant gravity load simulated by concrete blocks and cyclic lateral displacements ranging from elastic to inelastic responses. The experimental results show that modification of the stud rails significantly improves the specimen behavior especially the stiffness and energy dissipation.
Keruntuhan Jembatan Gantung Kartanegara Tragedi dalam Proses Rancang Bangun Infrastruktur Sindur P. Mangkoesoebroto
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.3

Abstract

Abstrak. Keruntuhan Jembatan Gantung Kartanegara "“ Tenggarong "“ Kalimantan Timur pada hari Sabtu 26 November 2011 sekira pukul 16:15 WITA telah banyak diulas. Pada makalah ini disampaikan suatu analisis keadaan jembatan menjelang keruntuhannya. Berdasarkan observasi lapangan, data primer dan sekunder, dibangun suatu hipotesa kegagalan yang realistis. Hipotesa tersebut diuji secara kuantitatif menggunakan solusi tertutup maupun metode elemen hingga. Pemodelan dilakukan dengan mempertimbangkan sifat nonlinier material dan geometri untuk perpindahan berhingga sesuai komponen struktur dan konfigurasi terpasang. Integrasi persamaan gerak dilakukan secara tahap-demi-tahap dan fenomena transien diantisipasi melalui step waktu yang cukup rapat. Kesimpulan adalah bahwa ada dua penyebab primer kegagalan jembatan secara berturutan sesuai tingkat keutamaannya yaitu keberadaan tower strap dan kegagalan pondasi blok angkur sisi Tenggarong. Kedua penyebab primer tersebut menunjukkan kelalaian pada tahapan perancangan dan pembangunan jembatan, dan telah menyebabkan tragedi yang dapat dihindarkan. Penyebab sekunder berupa tahanan rangka jembatan yang tidak direncanakan secara memadai menimbang keberadaan tower strap dan decambering rangka jembatan yang merupakan akibat dari salah satu atau kombinasi penyebab tersebut sebelumnya, juga telah menjadi penyebab keruntuhan jembatan.Abstract. The collapse of Kartanegara Suspension Bridge "“ Tenggarong "“ East Kalimantan on Saturday, November 26, 2011, at 16:15, was covered widely. The paper attempted to asses the condition of the bridge prior to the event. Based upon observation and primary as well as secondary data collected, a realistic hypothesis was developed. The hypothesis was exercised by means of closed form solution as well as the finite element method. A computer model was generated by considering both material and geometry nonlinearity for finite displacement based on the actual structural component and configuration. A nonlinear step-by-step direct integration of the equation of motion considering transient phenomena was carried out. The time step was maintained sufficiently fine. The  onclusions pointed out that there were two primary factors responsible for the bridge collapse, i.e. by the order of severity, the existence of tower strap and the creep due to foundation failure of the anchor block on Tenggarong side. The flaws originated during design and construction and had caused an avoidable tragedy. The strength inadequacy of the stiffening girder in the presence of tower straps and the decambering of stiffening girder, which also caused the collapse, was the result of one of the factors, or combination thereof.
Rasio Modulus Penampang Elastik Balok Kayu Laminasi-Baut Yosafat Aji Pranata; Bambang Suryoatmono; Johannes Adhijoso Tjondro
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 3 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2012.19.3.4

Abstract

Abstrak. Balok laminasi dapat menjadi alternatif pengganti kayu utuh, karena memberikan keuntungan yaitu dapat difabrikasi dengan bentang sesuai kebutuhan dan membuat penampang kayu yang lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah menemukan persamaan empiris rasio modulus penampang elastik balok kayu laminasi-baut. Rasio modulus penampang elastik yaitu rasio antara modulus penampang elastik balok laminasi terhadap balok utuh. Ruang lingkup penelitian yaitu sistem laminasi secara horisontal, kayu Indonesia dengan berat jenis berkisar 0,4-0,8 yaitu meranti merah (shorea spp), keruing (dipterocarpus spp), dan akasia mangium, penampang balok prismatis, penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dan numerikal metode elemen hingga nonlinier. Parameter yang dibahas adalah jenis kayu, ukuran baut, jumlah baris baut, dan jarak baut. Balok mempunyai bentang 3 meter dan disusun oleh 4 lamina. Model tegangan-regangan kayu untuk simulasi numerikal berdasarkan kriteria plastisitas Hill, model tegangan-regangan baut menggunakan model elastoplastik. Kesimpulan yang diperoleh yaitu tren kurva hubungan beban-lendutan balok kayu laminasi-baut adalah berbentuk bilinier, persamaan empiris rasio modulus penampang elastik merupakan fungsi dari jenis kayu, diameter baut, dan rasio jumlah baris terhadap jarak baut. Rasio modulus penampang elastik dapat digunakan untuk memprediksi kuat lentur balok laminasi pada beban batas proporsional. Abstract. Laminated beam can be an alternative for solid timber, because it provides the advantage that it can be fabricated with a needed-span and a bigger cross section. The purpose of this research is to obtain an empirical equation of the bolt-laminated timber beam elastic section modulus ratio. Elastic section modulus ratio is elastic section modulus ratio between laminated and solid beams. Scope of this research are horizontally laminated system, Indonesian timber with specific grafity ranged 0.4-0.8 which are red meranti (shorea spp), keruing (dipterocarpus spp), and acacia mangium, prismatic beam section, experimental test in laboratorium and numerical simulation using nonlinear finite element method. The parameters discussed are timber type, bolt diameter, number of row, and spacing. Beam has a 3-meter span and arranged by 4 laminae. Timber stress-strain model for numerical simulation based on Hill plasticity, bolt stress-strain model is elasto-plastic. Results obtained are beam load-displacement curve trend is bilinear, the elastic section modulus ratio equation are the fuction of timber type, bolt diameter, and number of row against bolt spacing ratio. The elastic section modulus ratio can be used to predict the bending strength at the proportional limit.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue