cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Tanah Gambut Melalui Uji Triaksial Consolidated Undrained dan Unconsolidated Undrained Wiwik Rahayu; Puspita Lisdiyanti; Rendy Eka Pratama
Jurnal Teknik Sipil Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2015.22.3.4

Abstract

Abstrak. Semakin berkembangnya zaman, membuat pembangunan infrastruktur harus dapat dilakukan di berbagai tempat, begitu juga pada tanah gambut. Akan tetapi, tanah gambut merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki kekuatan yang buruk dan kurang baik sebagai dasar konstruksi sipil. Oleh karena itu, diperlukan sebuah usaha untuk stabilisasi atau meningkatkan daya dukung tanah gambut, yaitu pada penelitian ini akan dilakukan dengan penambahan mikroorganisme selulolitik pada tanah gambut. Tujuannya adalah untuk menguraikan atau mendekomposisi senyawa organik berupa serat dan selulosa menjadi senyawa anorganik yang lebih sederhana dan padat. Mikroorganisme yang digunakan adalah jenis bakteri, jamur, dan aktinomiset. Volume mikroorganisme yang ditambahkan adalah sebesar 10% dari volume tanah dalam wadah per tahap dari total 2 tahap injeksi dan masa fermentasi selama 65 hari. Pengujian kekuatan tanah yang dilakukan adalah uji triaksial Consolidated Undrained (CU) dan Unconsolidated Undrained (UU). Setelah dilakukan injeksi mikroorganisme dan fermentasi, didapatkan hasil peningkatan parameter kuat geser tanah gambut yaitu, nilai kohesi dan sudut geser. Abstract. As the time goes by, developing of infrastructure must be able to do in various places, even on the peat soil area. However, peat soil is a type of soil that have a poor strength and not good enough to use as base of civil construction. According to that condition, it takes an effort to stabilize or increase the bearing capacity of peat soil, in this study will be use the addition of cellulolytic microorganisms in peat soil. That aims to decompose the fiber and cellulose into solid and simpler organic compounds. The kind of microorganism is bacteria, fungi, and  actinomycetes. Volume of microorganisms that are added is equal to 10% of the total volume of soil in the container per stage of total 2 stages and with fermentation period for 65 days. The soil strength test which is conducted in this experiment is Consolidated Undrained (CU) and Unconsolidated Undrained (UU) triaxial tests. After the injection of microorganisms and 65 days fermentation, the result showed an increasing in shear strength of peat soil parameters, the value of cohesion and friction angle.
Analisis Perilaku Banjir Bandang Akibat Keruntuhan Bendungan Alam pada Daerah Aliran Sungai Krueng Teungku Provinsi Aceh Azmeri Azmeri; Alfiansyah Yulianur; Vina Listia
Jurnal Teknik Sipil Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2015.22.3.5

Abstract

Abstrak. Selama lima belas tahun terakhir telah terjadi tiga kejadian bencana banjir bandang (Tahun 1987, 2000, dan 2013) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Teungku. Kejadian tanggal 2 Januari 2013 menimbulkan dampak besar pada Desa Beureuneut Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku banjir bandang akibat keruntuhan bendungan alam dengan melakukan simulasi permodelan keruntuhan bendungan. Metodologi penelitian meliputi analisis hidrologi berdasarkan hujan ekstrim pada tanggal kejadian sebesar 125 mm yang menghasilkan debit puncak banjir sebesar 334,83 m3/dt. Analisis hidraulika dilakukan terhadap geometrik sungai, bendungan alam dengan pendekatan topografi dan mengestimasi koefisien kekasaran manning. Simulasi pemodelan banjir bandang akibat keruntuhan bendungan alam ini menggunakan software HECRAS 4.1.0 yang diakibatkan oleh overtopping dan piping. Berdasarkan validasi elevasi banjir antara pemodelandan observasi di lapangan, keruntuhan bendungan alam di Sungai Krueng Teungku akibat overtopping. Dari hasil simulasi diperoleh waktu tiba banjir dari hulu ke hilir adalah sebesar 1,104 jam. Volume pembendungan alam sebesar 13.110,32 m3 yang menyebabkan ketinggian genangan banjir di hilir antara 1 sampai 2 meter. Kejadian ini menimbulkan kerugian di wilayah pemukiman, perkebunan masyarakat dan tambak. Dengan adanya informasi perilaku banjir bandang ini berguna untuk meningkatkan kapasitas untuk meminimalisir dampak bencana banjir bandang.Abstract. In the period of the last fifteen years, there has occurred three times of the flood disasters (in the year of 1987, 2000, and 2013) at the watershed of Krueng Teungku. Incident on January 2nd, 2013 gave a big impact on Beureuneut village at Seulimeum sub-district of Aceh Besar regency. This study aims to analyze flash flood behavior due to the collapse of the natural dam by performing the dam-break simulation model. The research methodology includes analysis of hydrological based on extreme rainfall on the date of occurrence about 125 mm which produced discharge flood peak as high as 334.83 m3/sec. Hydraulics analysis conducted on the geometry of the river, natural dam with topographical and manning's roughness coefficient estimate approaches. The flash floods  modeling simulation as result of the natural dam break caused by overtopping and piping uses HEC-RAS 4.1.0 software. Based on the validation of the flood elevation between modeling and field observations, natural dam of Krueng Tengku was collapsed due to overtopping. The result of simulation obtains the arrival time of the flood from upstream to downstream about 1,104 hours. Volume damming about 13.110,32 m3 resulted in inundation height between 1 to 2 meters. These losses are in residential areas, plantations and farm communities. Flood behavior information is useful to enhance the capacity to minimize the impact of flash flood disasters.
Pengembangan Peta Bahaya Banjir Berdasarkan Model Matematik Quasi 2 Dimensi Segel Ginting; M. Farid; Syahril Badri Kusuma
Jurnal Teknik Sipil Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2015.22.3.6

Abstract

Abstrak. Jakarta selalu mengalami banjir di setiap tahun pada saat musim penghujan. Permasalahan ini sudah seharusnya menjadi perhatian dan pembelajaran agar dapat membantu masyarakat yang terkena banjir. Untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap banjir perlu dikembangkan peta bahaya banjir sehingga masyarakat mengetahui daerah yang rawan banjir. Pengembangan peta bahaya banjir dilakukan berdasarkan model matematik quasi 2 dimensi dengan menerapkan program Sobek 1D2D. Berdasarkan hasil pengembangan tersebut telah dihasilkan bahwa genganan banjir yang dihasilkan sekitar 9.901 Ha untuk periode ulang 2 tahunan, 10.736 Ha untuk periode ulang 5 tahun, 11.369 Ha untuk periode ulang 10 tahun, 12.151 Ha untuk periode ulang 25 tahun, 12.799 Ha untuk periode ulang 50 tahun dan 13.810 Ha untuk periode ulang 100 tahun. Selain itu peta bahaya banjir ini juga dibandingkan dengan hasil monitoring di lapangan untuk kejadian banjir 2013 dan 2014 dan menujukkan hasilyang cukup memuaskan.Abstract. Jakarta was experienced flooding in every year during the rainy season. This problem should be attention and learning in order to help people affected by the floods. To increase community resilience to flooding and people know the flood-prone areas, so that flood hazard maps should be developed. Development of flood hazard maps was done based on a quasi two-dimensional mathematical model. Results of the study was produced that inundation area approximately 9 901 hectares (2 year return period), 10 736 hectares (5 years return period), 11 369 hectares (10 years return period), 12 151 hectares (25 years return period), 12 799 hectares (50 years return period) and 13 810 ha (100 years return period). In addition, the flood hazard map was also compared with the results in the field monitoring of flood events in 2013 and 2014 and showed satisfactory.
Analisis Volume Sedimen yang Mengendap Setelah T-Tahun Waduk Beroperasi (Studi Kasus: Waduk Cirata) Welstien Herma Tatipata; Indratmo Soekarno; Arwin Sabar; Sri Legowo
Jurnal Teknik Sipil Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2015.22.3.7

Abstract

Abstrak. Indonesia mempunyai dua musim dalam satu tahun yaitu musim hujan dan musim kemarau, Agar persediaan air dapat dimanfaatkan secara optimal baik di musim penghujan maupun di musim kemarau, dilakukan sistem pengoperasian waduk, Waduk dapat juga dimanfaatkan untuk pengairan, pembangkit tenaga listrik, pariwisata, pengendali sungai dan banjir, Dalam melestarikan waduk, masalah erosi dan sedimentasi yang akan memenuhinya, dikhawatirkan tidak akan mencapai umur waduk yang direncanakan.Penelitian dilakukan di Waduk Cirata yang berada pada dalam Wilayah Sungai Citarum, Provinsi Jawa Barat yang meliputi sebagian dari tiga wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Bandung, Purwakarta dan Cianjur. Metode pengumpulan data meliputi data Primer dan data sekunder yang dikumpulkan dari PT Pembangkitan Jawa Bali Badan Pengelola Waduk Cirata Cirata, Hasil Kesimpulan adalah dengan masuknya sedimentasi ke dalam waduk akan mengakibatkan pengendapan dan pendangkalan yang akan mempengaruhi kapasitas tampung waduk juga semakin lama waduk beroperasi, maka semakin banyak sedimen yang mengendap didalam waduk, perbandingan antara volume sedimen yang mengendap setelah 10 tahun dan setelah 200 tahun adalah 10215287,18 m3 dan 193953499,6 m3, setelah menganalisis volume sedimen yang mengendap setelah T-tahun pada waduk yang beroperasi maka akan dipikirkan rencana umur wadukselanjutnya.Abstract. Indonesia has two seasons of the year: the rainy season and the dry season, So that the water supply can be optimally used both in the rainy season and dry season, made the operating system of reservoirs. Reservoirs can also be used for irrigation, power generation, tourism, controllers rivers and floods, in preserving the reservoir, the problem of erosion and sedimentation will comply, it is feared will not reach the age of the planned reservoir. The study was conducted in Cirata located on the CRB, West Java Province that covers most of the three districts namely Regency Bandung, Purwakarta and Cianjur. Methods of data collection includes data Primary and secondary data collected from PT Generation Java Bali Cirata Cirata Basin Management Board, Results The conclusion is by the entry of sediment into the reservoir will result in sedimentation and silting that would affect the capacities of reservoirs also the longer the dam operates, the more sediment that settles in the reservoir, the ratio between the volume of sediment that settles after 10 years and after 200 years was 10215287,18 m3 and 193953499,6 m3, after analyzing the volume of sediment that settles after T years at the reservoir operating plan will be considered next dam age.
Aplikasi Model Shoaling dan Breaking pada Perencanaan Perlindungan Pantai dengan Metoda Headland Control Syawaluddin Hutahean
Jurnal Teknik Sipil Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2015.22.3.8

Abstract

Abstrak. Perencanaan perlindungan pantai dengan metoda headland control, memerlukan informasi mengenai orientasi pantai stabil yang diperoleh dengan melakukan analisis transportasi sedimen oleh gelombang breaking. Analisis transportasi sedimen ini memerlukan input tinggi gelombang, kedalaman perairan dan arah gelombang pada saat breaking. Pada paper ini tinggi gelombang breaking dan kedalaman perairan dimana gelombang tersebut breaking diperoleh dengan menggunakan model shoaling dan breaking. Selanjutnya dengan informasi tersebut dilakukan analisis transportasi sedimen dan orientasi pantai stabil. Dengan informasi orientasi pantai stabil ini, dilakukan perencanaan perlindungan pantai dengan metoda headland control. Abstract. A planning of a coastal protection using headland control method, needs informations about orientation of stabil coastline. The orientation of stabil coastline is obtained by analyzing sediment transportation due to breaking wave Sediment transportation analysis needs informations of wave height, water depth and wave direction of breaking wave. In this paper the breaking wave height and the water depth where the wave is breaking is obtained by using wave shoaling and breaking model. Using those informations sediment transportation and the stabil coastline orientationare calculated. Finally, coastal protection by headland control method is designed using the information of stabil coastline orientation information.
The Use of Waste Plastic as a Partial Substitution Aggregate in Asphalt Concrete Pavement Imam Aschuri; Anwar Yamin; Yoseba Dani Widyasih
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.1.1

Abstract

Abstract. As a developing country, Indonesia faces serious problems managing solid waste such as plastic. Annually, Indonesia produces approximately 5.4 million tons of waste plastic, accounting for 14% of the country's total solid waste production. Using waste plastic as a partial substitution aggregate in asphalt concrete pavement would be one of solutions for reducing environmental problems from the high volume of waste plastic. Previous studies show that it may be possible to use waste plastic in road pavement to improve the engineering performance of road pavement and increase its service life. This study investigates the performance of asphalt concrete mixtures containing varying amounts of waste plastic as a partial aggregate substitution as compared to that of conventional mixtures. The waste plastic used in this study was chopped into small pieces of approximately passing sieve number 30 and retained sieve number 40, which would replace (by weight) a portion of the mineral aggregates. All mixtures were prepared using 5.82% optimum bitumen content. The performance of asphalt concrete characteristics was studied using the Marshall test, The Indirect Tensile Strength (ITS) test, The Indirect Tensile Stiffness Modulus (ITSM) test, and the Cantabro Loss (CL) test in terms of strength, stiffness modulus, and durability characteristics. In general, laboratory results showed that asphalt concrete mixtures containing waste plastic have higher performance than conventional asphalt concrete mixtures.Abstrak. Sebagai negara berkembang, Indonesia menghadapi masalah serius dalam mengelola sampah padat seperti plastik. Setiap tahun, Indonesia memproduksi sekitar 5,4 juta ton sampah plastik, akuntansi untuk 14% dari total produksi sampah negara. Pemanfaatan sampah plastik sebagai pengganti agregat sebagian di campuran perkerasan aspal beton akan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi masalah lingkungan dari tingginya volume sampah plastik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk menggunakan sampah plastik di perkerasan jalan untuk meningkatkan kinerja perkerasan jalan dan umur pelayanan jalan. Studi ini mengkaji kinerja campuran aspal beton yang mengandung berbagai variasi jumlah sampah plastik sebagai pengganti agregat sebagian yang dibandingkan dengan yang campuran konvensional. Sampah plastik yang digunakan dalam penelitian ini berukuran kecil yang lolos saringan nomor 30 dan tertahan di saringan nomor 40, yang akan menggantikan (berat) sebagian dari agregat mineral. Semua campuran disiapkan menggunakan 5,82% kadar aspal optimum. Kinerja karakteristik aspal beton dikaji menggunakan uji Marshall, uji kekuatan  tarik tak langsung (ITS), uji modulus kekakuan tarik tak langsung (ITSM), dan uji Cantabro Loss (CL) yang dikaitkan dengan kekuatan, modulus kekakuan, dan karakteristik durabilitas. Secara umum, hasil laboratorium menunjukkan bahwa campuran aspal beton yang mengandung limbah plastik memiliki kinerja lebih tinggi dari campuran beton aspal konvensional.
Kuantifikasi Besaran dan Distribusi Tegangan Sisa Daerah Pertemuan Pengaku-Badan-Sayap pada Elemen Link Struktur Rangka Baja Berpengaku Eksentrik (SRBE) dengan Metode Difraksi Neutron Kurdi Kurdi; Bambang Budiono; Muslinang Moestopo; Dyah Kusumastuti; M. Refai Muslih
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.1.2

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menfokuskan kajian secara eksperimental terhadap besaran dan distribusi tegangan sisa yang dihasilkan dari proses pengelasan di dan sekitar daerah k dari elemen link. Pengukuran dilakukan dengan Metode Difraksi Neutron menggunakan alat Difraktometer Neutron DN1-M PSTBM BATAN. Sebanyak 15 titik dengan 45 arah pengukuran dilakukan di daerah k dalam arah normal, transversal maupun longitudinal. Hasil eksperimen menunjukkan besaran tegangan sisa tarik sebesar 185 Mpa dan 160 Mpa dalam arah longitudinal dan transversal searah weld toe pengelasan antara badan dan sayap dengan luasan daerah tarik 8 kali dari tebal flange. Untuk pengelasan tegak lurus weld toe diperoleh tegangan sisa tarik sebesar 162 Mpa dan 145 Mpa dalam arah longitudinal dan transversal dengan luas daerah tarik 4 kali dari tebal flange. Besarnya tegangan sisa tarik dan lebarnya daerah tarik mengindikasi daerah k merupakan daerah rawan terjadinya awal dari crack yang dapat menurunkan kinerja dari link. Membuat gap pengelasan antara pengaku dengan flange selebar 4 s/d 5 kali tebal flange dapat meningkatkan kinerja dari link karena dapat meminimalkan besaran dan distribusi tegangan sisa tarik. Abstract. This research focused on the experimental study on the residual stress magnitude and distribution resulted from the welding process in and around the k area of the link element. The measurement was done with the Neutron Diffraction Method using the Neutron Diffractometer DN1-M PSTBM BATAN. A number of 15 points with 45 measurement directions were conducted on the k area in normal, transversal and longitudinal directions. The result of the experiment showed 185 Mpa and 160 Mpa residual stress magnitude in longitudinal and transversal directions in the same directions with the weld toe welding between the web and flange with the extent of the stress area 8 times of the flange thickness. The perpendicular welding of the weld toe resulted in 162 Mpa and 145 Mpa residual stresses in longitudinal and transversal directions with 4 times stress area extent from the flange thickness. The residual stress magnitude and the width of stress area indicated the k area as a vulnerable area to the initial crack occurrence, which may decrease the link performance. Making a welding gap 4 to 5 times of the flange thickness between the stiffeners and the flange may increase the link performance because it may minimize the residual stress magnitude and distribution.
Metoda Evaluasi Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Eksisting dengan Aplikasi Model Dinding Bata Maidiawati Maidiawati; Agus Agus
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.1.3

Abstract

Abstrak. Sebuah metoda dikembangkan untuk mengevaluasi kapasitas seismik gedung beton bertulang eksisting dengan mengaplikasikan sebuah model strut diagonal untuk memperhitungkan pengaruh dinding bata dalam struktur rangka. Dalam model ini lebar strut diagonal diberikan sebagai fungsi tinggi kontak antara dinding dan struktur rangka yang dapat diselesaikan dengan persamaan kesetimbangan tegangan tekan dan perpindahan lateral pada daerah kontak. Kekuatan dan kekakuan lateral dinding didapatkan berdasarkan lebar strut diagonal. Model strut diagonal telah diverifikasi dengan hasil pengujian struktur rangka dengan dinding bata. Didapatkan hasil yang sesuai antara pengujian struktur dan hasil analisis model untuk kekakuan dan kekuatan lateral serta duktilitas dinding bata. Oleh karena itu, model strut diagonal dapat diaplikasikan untuk mengevaluasi kapasitas seismik gedung beton bertulang eksisting di kota Padang. Dalam penelitian ini dievaluasi kapasitas seismik sebuah gedung beton bertulang 2 (dua) lantai untuk tanpa dan dengan memperhitungkan pengaruh dinding bata dengan mengaplikasikan model diagonal strut untuk dinding bata. Sedangkan kapasitas seismik gedung tanpa pengaruh dinding bata dihievaluasi berdasarkan standar Jepang. Sebagai hasilnya didapat bahwa dinding bata dalam struktur rangka dapat meningkatkan kapasitas seismik gedung beton bertulang secara siknifikan.Abstract. A method for evaluating the seismic capacity of existing reinforced concrete (R/C) building was developed by implementing a diagonal strut model for considering brick infill effects. In this model, the strut width is presented as a function of frame-infill contact length, which was evaluated by static equilibriums related to compression balance and lateral displacement compatibility at the frame-infill interfaces. The lateral strength and stiffness of infill were obtained based on the strut width. The strut model has been verified through comparison with  experimental results of a brick masonry infilled R/C frame. Good agreements were observed between the experimental and analytical performance on the lateral strength and ductility of the infill. Consequently, the diagonal strut model can be an effective tool for precisely screening earthquake-vulnerable existing R/C buildings in Padang city. In this study, two calculations of seismic capacity of two stories existing R/C building, without and with considering brick infill effects, were conducted by applying the diagonal strut model. However, the seismic capacity of R/C building  without infill effect was evaluated based on Japanese standard. Consequently, it reveals that the brick infill significantly affected the seismic resistances of the investigated building.
Pengaruh Komponen Kimia dan Ikatan Pembuluh terhadap Kekuatan Tarik Bambu Effendi Tri Bahtiar; Naresworo Nugroho; Surjono Suryokusumo; Dwi Premadha Lestari; Lina Karlinasari; Deded Sarip Nawawi
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.1.4

Abstract

Abstrak. Bambu merupakan salah satu contoh material komposit alami yang tersusun atas beraneka ragam sel. Sel-sel fiber yang tersusun menjadi ikatan pembuluh diyakini merupakan sel yang paling bertanggung jawab terhadap kekuatan bilah bambu. Selain jumlah ikatan pembuluh, kekuatan tarik bambu juga dipengaruhi oleh kandungan komponen kimia dan bagian ruas/buku. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah ikatan pembuluh, maka kekuatan tarik bambu semakin besar. Kandungan lignin meningkatkan kekuatan tarik pada bagian ruas secara proporsional (linier), bahkan kuadratik pada bagian buku. Peningkatan kandungan lignin dalam selang yang ditemukan dalam penelitian ini (33%) selalu meningkatkan kekuatan tarik bilah bambu sehingga titik balik maksimum tidak dapat ditemukan. Tingginya nilai korelasi kekuatan tarik dengan proporsi alpha selulosa terhadap holoselulosa pada bagian ruas memperlihatkan pentingnya peranan proporsi alpha selulosa tersebut, meskipun prosedur best subset regression tidak membacanya akibat terjadinya autokorelasi. Abstract. Bamboo is natural composite material which is built from many types of cells. Fibers cells which are bundled become vascular bundles have highest contribution toward the strength of bamboo split among others. Besides the amount of vascular bundles, the bamboo split strength is also determined by chemical component of cell walls and its position (internodes/node). This research reported that the tensile strength has positive correlation with the amount of vascular bundles. If the amount vascular bundles increase, then the tensile strength also increases. The increasing of lignin contents in cell wall proportionally and quadratically increases the tensile stress of internodes and node of bamboo split, respectively. This research did not found the maximum stationer  point of quadratic equation for lignin content effect toward bamboo split tensile strength, thus the tensile strength always increase along with the lignin content in this research range (<33%). Correlation value between tensile strength and ratio of alpha cellulose to holocellulose is high which prove that alpha cellulose highly contribute to the tensile strength even though best subset regression procedure could not identified this phenomenon because of its autocorrelation occurrence.
Analisis Return Flow antar Bendung (Studi Kasus Bendung Klampok-Plakaran dan Bendung Sekarsuli) Cut Dwi Refika; Fatchan Nurrochmad; Adam Pamudji Rahardjo; Joko Sujono
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.1.5

Abstract

Abstrak. Return flow berasal dari aliran yang disadap untuk keperluan irigasi yang sebagian alirannya tidak dimanfaatkan oleh lahan irigasi kembali ke sungai berupa limpasan dan rembesan. Bendung yang menjadi tinjauan penelitian ini adalah Bendung Klampok-Plakaran dan Bendung Sekarsuli yang berada di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis return flow dilakukan dengan Model Tangki. Bentuk Model Tangki disusun berdasarkan kondisi sawah, kebun tebu dan kolam ikan. Parameter Model Tangki yaitu koefisien keluaran dari lubang samping, koefisien keluaran dari lubang bawah dan tinggi tampungan di tangki. Keluaran dari lubang samping tangki berupa limpasan dan rembesan merupakan nilai return flow. Model Tangki dikalibrasi dan diverifikasi untuk mendapatkan Model Tangki yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Indikator ketelitian yang digunakan adalah koefisien korelasi (R) sebesar 0,97, Volume Error (VE) sebesar 5,00 % dan Root Mean Square Error (RMSE) adalah sebesar 0,03. Nilai return flow pada musim tanam I (Oktober-Januari), musim tanam II (Februari-Mei) dan musim tanam III (Juni-September) berturut-turut sebesar 67,06%; 24,05% dan 21,38%. Verifikasi ketelitian parameter Model Tangki dilakukan pada musim tanam 2009-2010. Nilai ketelitian untuk verifikasi koefisien korelasi (R), Volume Error (VE) dan Root Mean Square Error (RMSE) masing-masing adalah 0,81; 5,20 dan 0,14. Abstract. Return flow occures when the intake flow for irrigation is not utilized and return back to the river, whether by runoff or seepage. This study focused on Klampok-Plakaran and Sekarsuli weirs in Sleman Regency Special Region of Yogyakarta. The return flow analysis was carried out by using the Tank Model. The model was adjusted to the field condition, such as paddy fields, cane plantation and fish ponds. Parameters in the Tank Model were the output coefficient from the side flow and below, and the height of storage in the tank. Output from the side of the tank consisted of runoffs and seepage, which were the return flow value. The Tank Model was calibrated and verified to obtain the most proper Tank Model suitable to the condition on field. The accuracy indicators consists of correlation coefficient (R), Volume Error (VE), and Root Mean Square Error (RMSE) of 0,97; 5,00 % and 0,03, respectively. Values of return flow during the cultivation season I (October - January), cultivation season II (February - Mei) and cultivation season III (June - September) were 67,06%, 24,05% and 21,38%, respectively. Model verification parameters were carried out on cultivation season 2009-2010. Value accuracy for the correlation coefficient (R), Volume Error (VE) and root mean square error (RMSE) are 0,81; 5,20 dan 0,14 respectively.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue