cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Behaviors of Pipe-Soil Interaction on Unstable Slopes by Finite Element Simulation Endra Susila; Fico Agrensa
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.1

Abstract

AbstractPipe-soil interaction plays an important role to the pipe stress analysis subjected to soil movement due to slope instability and/or slope failure.  As the soils / slopes begin to fail, a single pipe or a group of pipes buried inside failure zone will bear additional loads which frequently lead to overstress or buckling.  To study this phenomena, a case study was carried out by modelling a group of pipes subjected to ground movement in lateral direction. ABAQUS, a finite element software was employed to establish a 3 D numerical model of pipe-soil interaction during landslide event. Discussions of the results of this analysis are presented by focusing on the behaviors of displacement and stress of the pipes due to slope failure.  Based on the analysis results, the length of failure zone becomes the major cause of the location of maximum stress during slope failure, it should be assessed carefully.AbstrakPada analisis pipe-stress dengan beban dari pergerakan tanah yang diakibatkan oleh longsoran, perilaku interaksi antara pipa dan tanah berperan sangat penting. Ketika tanah/lereng mulai bergerak, sebuah pipa atau beberapa pipa yang dipasang di dalam bidang kelongsoran akan menerima beban tambahan yang seringnya menyebabkan buckling/overstress pada pipa. Untuk mempelajari fenomena ini, studi kasus dilakukan dengan memodelkan grup pipa yang dikenai pergerakan tanah secara lateral. ABAQUS, sebuah program berbasis finite element digunakan untuk memodelkan interaksi antara pipa dan tanah secara tiga dimensi selama longsor terjadi. Diskusi mengenai hasil dari analisis ini dilakukan dengan berfokus kepada perilaku displacement dan stress dari pipa akibat longsoran tanah. Berdasarkan hasil analisis, panjang dari bidang longsor menjadi issue utama dalam penentuan lokasi stress maksimum pipa, sehingga ke depannya perlu dilakukan pemeriksaan secara detail.  
Analisis Perkuatan Ruang Paro (Half-Space) Oleh Tiang Pancang Pendek Dengan Metode Elemen Hingga Agung Sumarno; Amrinsyah Nasution
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.2

Abstract

AbstrakKondisi jalan yang ada di Indonesia pada umumnya dan Kalimantan Timur pada khususnya masih sangat buruk terutama di daerah-daerah terpencil, hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah terpencil sangat lamban. Salah satu kerusakan jalan yang terjadi adalah amblas. Amblas disebabkan karena daya dukung tanah tidak cukup dalam menahan beban lalu lintas yang ada, oleh karena itu diperlukan perkuatan terhadap daya dukung tanah, salah satu perkuatan dengan menggunakan tiang pancang pendek. Pada penelitian ini dilakukan analisis perkuatan ruang paro oleh tiang pancang pendek dengan metode elemen hingga, dimana medium ruang paro merupakan representasi dari area disekitar tiang pancang pendek. Analisis dilakukan dengan bantuan komputer dengan membuat perangkat lunak. Verifikasi dilakukan dengan solusi Boussinesq untuk deformasi dan tegangan yang terjadi pada medium ruang paro akibat beban aksial dan  solusi Amrinsyah untuk deformasi dan tegangan yang terjadi pada medium ruang paro akibat beban aksial dengan adanya perkuatan tiang pancang pendek. Perkuatan ruang paro oleh tiang pancang pendek memberikan pengaruh terhadap deformasi yang terjadi. Deformasi yang terjadi pada ruang paruh yang diberi perkuatan tiang pendek akan lebih kecil bila dibandingkan dengan deformasi pada ruang paruh yang tidak diberi perkuatan tiang pendek. Dengan menggunakan metode elemen hingga dapat dikembangkan untuk penyelesaian masalah nonlinier yang mana dengan solusi Boussinesq dan solusi Amrinsyah hanya dapat menyelesaikan masalah linier.AbstractRoad conditions in Indonesia, particularly on rural areas in east kalimantan is uncontroled. Hence, this condition slowing down the economical growth. Road deformation is caused by soil bearing capacity which could not hold  the traffic load on it. Stiffening is needed towards soil bearing capacity by using short pile. This research analyzed half space stiffening by using short pile with finite element method. Half space is repesentation of area around the short pile. Half space striffening analization was done by making a software. We verified the software using two methods. Boussinesq Solution verified the deformation and stress in half space medium due to axial load and Amrinsyah solution verified deformation and stress in half space medium due to axial load with the stiffening by short piles . Stiffening using short pile give effect to deformation on half space. Deformation the half space with stiffening by short pile is smaller than the deformation of the half space without short pile. finite element method can be developed to solve not only linier as well as nonlinier problems, whilst Boussinesq and Amrinsyah Solution just outdo the linear problem. 
Analisis Produktivitas Hydraulic Static Pile Driver Pada Pembangunan Apartemen Victoria Square Tower B Tangerang Banten Arif Rahman Hakim; Amirul Akbar
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.3

Abstract

AbstrakDalam membangun suatu konstruksi apartemen diperlukan perhatian dalam pelaksanaan konstruksinya, terutama pada pekerjaan pemancangan. Lokasi pembangunan Apartemen Victoria Square Tower B Tangerang Banten terletak di lingkungan perumahan dan memiliki keterbatasan ruang gerak, sehingga diperlukan solusi terkait pengerjaan pemancangan tersebut agar tidak menimbulkan getaran/kebisingan terhadap lingkungan sekitar. Dalam studi kasus pembangunan Apartemen Victoria Square Tower B Tangerang Banten, metode pemancangan yang digunakan adalah menggunakan alat Hydraulic Static Pile Driver. Jenis-jenis pekerjaan pada pemancangan tersebut terdiri dari Move to The Point, Lifting Pile, Clamping & Piling, Joint Pile (Welding), Dolly, dan Cutting Pile. Hasil analisis deskriptif pada penelitian ini didapat nilai produksi alat Hydraulic Static Pile Driver terendah adalah 0.225 meter/menit atau setara 13.5 meter/jam dan nilai produksi tertinggi adalah 1.364 meter/menit atau setara 82 meter/jam.AbstractIn building an apartment construction requires attention in the construction implementation, especially in the erection work. The construction location of Victoria Square Apartment Tangerang Tower B Banten is located in a residential area and has limited mobility, so a solution related to the erection work is needed so as not to cause vibration/noise to the surrounding environment. In the case study of the construction of the Victoria Square Tower B Tangerang Banten Apartment, the erection method used was using a Hydraulic Static Pile Driver. The types of work in the erection consist of Move to The Point, Lifting Pile, Clamping & Piling, Joint Pile (Welding), Dolly, and Cutting Pile. The results of the descriptive analysis in this study obtained the lowest production value of Hydraulic Static Pile Driver is 0.225 meters/minute or equivalent to 13.5 meters/hour and the highest production value is 1.364 meters/minute or equivalent to 82 meters/hour. 
Pemodelan Penerapan Terowongan Air (Tunnel) dalam Mengatasi Banjir Akibat Luapan Sungai Deli Ivan Indrawan; Riza Inanda Siregar
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.4

Abstract

AbstrakKeterbatasan lahan untuk sistem pengendalian banjir di daerah perkotaan juga menjadi salah satu permasalahan. Berdasarkan hal tersebut, maka akan dianalisis sistem pengendalian banjir akibat meluapnya Sungai Deli dengan terowongan air (tunnel) dari bagian titik banjir Sungai Deli menuju muara Sungai di daerah Belawan. Tujuannya untuk menganalisis daerah genangan banjir dan mengurangi debit aliran dan beban Sungai Deli jika terjadi kenaikan debit air saat intensitas hujan di Kota Medan dan hulu Sungai Deli meningkat. Penerapan terowongan air (tunnel) tersebut sudah dilakukan dibeberapa negara maju untuk menanggulangi banjir perkotaan akibat  luapan sungai. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan analisis penelusuran debit banjir metode Hidrograf Satuan Sintetis kemudian dilakukan pemodelan kondisi Sungai Deli sebelum dan sesudah ada tunnel dengan bantuan software HEC-RAS. Hasil yang diharapkan mampu menjadi salah satu solusi alternatif pengendalian banjir Kota Medan. Luas genangan banjir akibat luapan Sungai Deli untuk debit banjir kala ulang 25 tahun sebesar 3.69 Ha. Daerah yang berpotensi adanya genangan banjir pada 7 Kecamatan, yaitu Kecamatan Medan Johor, Medan Selayang, Medan Kota, Medan Petisah, Medan Maimun, Medan Perjuangan, Medan Barat. Posisi tunnel yang direkomendasikan berada di koordinat 3042'02.00" LU dan 98040'55.55" BT. Alternatif pengendalian banjir yang direkomendasikan adalah alternatif II dengan diameter terowongan air 5 meter.AbstractLimited land for flood control systems in urban areas also becomes one of the problems. It will be analyzed flood control system due to overflow of Deli River with tunnel from the flood point of Deli River to the  estuary in Belawan. The objective is to analyze the flooded areas and to reduce the flow and burden flow of the Deli River if there is an increase in water flow when the intensity of rain in Medan and upstream of the Deli River increases. The implementation of tunnels (tunnel) has been done in some developed countries to cope with urban flooding due to river overflow. The method that is done by doing analysis of flood discharge search of Hydrograph Unit Synthetic method then modeled the condition of Deli River before and after there tunnel with the help of HEC-RAS software. Expected results can be one alternative solution to flood control of Medan City. The extent of flood inundation due to overflow of Deli River to flood discharge when re-25 years of 3.69 Ha. Potentially flooded areas in 7 sub-districts, namely Medan Johor District, Selayang Medan, Medan Kota, Medan Petisah, Medan Maimun, Medan Perjuangan, Medan Barat. The recommended tunnel position is in coordinates of 3042'02.00 "LU and 98040'55.55" BT. The recommended alternative flood control is alternative two with the tunnel diameter of 5 meters. 
Model Hidrodinamika Pasang Surut di Perairan Kepulauan Bangka Belitung Ivonne M. Radjawane; Bagus S.C. Saputro; Andi Egon
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.5

Abstract

AbstrakDinamika pasang surut di perairan Kepulauan Bangka Belitung dipengaruhi oleh pasang surut (pasut) dari Laut Cina Selatan dari sebelah utara dan Laut Jawa di sebelah selatan, selain itu terdapat juga pengaruh proses lokal akibat perairan dangkal dan selat sempit. Untuk mengetahui pola dan dinamika pasut yang di perairan Bangka Belitung, dilakukan simulasi model numerik delapan komponen pasut (M2, S2, K1, O1, N2, P1, K2, dan Q1) selama 14 hari (4 - 17 Januari 2009). Simulasi menggunakan model DHI MIKE21 Flow FM, yaitu model hidrodinamika dua dimensi horisontal dengan skema mesh fleksibel. Syarat batas model diperoleh dari Oregon State University Tidal Inversion Software (OTIS) yang dikenal sebagai program Tidal Model Driver (TMD. Hasil dari simulasi model divalidasi terhadap data lapangan pada enam stasiun Babel Ocean Observation and Technologies (BOOST) Center. Hasil simulasi model menunjukkan bahwa pola pasang surut di perairan Kepulauan Bangka Belitung didominasi oleh tipe harian tunggal (diurnal) dengan komponen pasang surut K1 yang terbesar kemudian diikuti oleh komponen O1. Hasil simulasi model juga menunjukkan bahwa dinamika pasang surut pada perairan Bangka Belitung dipengaruhi oleh dinamika Laut Cina Selatan yang memiliki pola pasang surut harian tunggal (diurnal), dimana komponen terbesar K1 terdispersi dari Laut Cina Selatan menuju Selat Karimata dan perairan Bangka Belitung.AbstractTidal dynamics in Bangka Belitung Archipelago waters is influenced by the tidal from South China Sea from the north, the Java Sea from the south, and local processes due to shallow water and narrow strait. To understand the tidal dynamics in Bangka Belitung waters, a numerical model has been simulated with 8 major tidal constituents (M2, S2, K1, O1, N2, P1, K2, and Q1) for a period of 14 days (4 to 17 January 2009). The simulation was carried out using DHI's MIKE 21 Flow FM software, a 2-dimension flexible mesh hydrodynamic model. The model boundary conditions were obtained from the Oregon State University Tidal Inversion Software (OTIS), also known as the Tidal Model Driver (TMD). The model has been validated against measurement in six stations of BOOST Center (Babel Ocean Observation and Technologies). The simulation results show that the tidal dynamic in Bangka Belitung waters is dominated by diurnal tidal constituent, with K1 is the largest tidal constituent then followed by O1. The result also indicates that the tidal dynamic in Bangka Belitung waters is dominated influenced by the diurnal constituents K1 coming from the South China Sea dispersed towards the Karimata Strait and Bangka Belitung water.  
Pengujian 9 Algoritma Untuk Pemisahan Aliran Dasar : Studi Di Wilayah UPT PSDA di Madiun Sri Wahyuningsih; Indarto -; Tri Galih Yudhatama
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.6

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji sembilan (9) algoritma pemisahan aliran dasar yang terdiri dari: enam (6) algoritma pemisahan berbasis filter digital (Recursive Digital Filter/RDF) dan tiga (3)  algoritma pemisahan berbasis grafis digital. Tahapan penelitian mencakup: (1) inventarisasi data,  (2) pengolahan data, (3) kalibrasi dan validasi, dan (4) evaluasi kinerja. Ke 9 metode algortima pemisahan tersebut dikalibrasi menggunakan data debit  harian dari tahun 1996  sampai tahun 2015.  Kalibrasi dilakukan per tahun pada sub-DAS Kalibrasi.  Kalibrasi dilakukan selama puncak musim kemarau (Juli sampai September) setiap tahunnya.  Pemilihan sub-DAS untuk kalibrasi mempertimbangkan kelengkapan data yang ada pada sub-DAS tersebut.  Selanjutnya parameter optimal ditentukan dari nilai rerata parameter tahunan. Kemudian, nilai RMSE, koefisien determinasi yang didapatkan dari scatter-plot, visualiasasi kurva-durasi-aliran, dan hidrograf aliran digunakan untuk mengevaluasi kinerja model.  Proses validasi pada ke 3 sub-DAS lainnya menggunakan nilai parameter yang didapat dari DAS kalibrasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada prnisipnya semua algoritma dapat  memisahkan aliran dasar dari debit total-nya. Namun demikian, algoritma  Lyne & Hollick and EWMA menghasilkan kinerja yang lebih baik dari ke tujuh algoritma lainnya.  Nilai rerata RMSE = 0,036 dan r2=0,87 untuk metode Lyne &Hollick.  Kinerja EWMA ditunjukan oleh nilai rerata RMSE = 0,041 and r2= 0,83. AbstractThis research aimed to evaluate nine (9) algorithmes for baseflow separation.  The six (6) recursive digital filter (RDF) and three (3) graphical separation algoritms were evaluated in this study. Four watersheds located at the administratuve boundary of  UPT PSDA Madiun were used. The methodology consists of (1) data inventory, (2) data processing, (3) calibration and validation, and (4) evaluating of models performance. The algorithms were calibrated using daily discharge data (from 1996 to 2015) for each year. The average values of the parameters obtained from calibration process were used to separate baseflow for the whole period record. Calibration watershed was determined by considering the completenes of recording discharge data (in this case: we use Nambangan sub-watershed). Validation process to others three (3) sub-watersheds conducted using parameter value from the calibrated watersheds. Then, RMSE, scatter plot, FDC and hydrograph were used to evaluate model performance during the dry season (July to September) both on calibrated and validated watersheds.  The result shows that pincipally all of the nine (9) algorithms can be used to separate baseflow from the total flow. Howerver, Lyne & Hollick and EWMA algortimes show the best performance compared to others algorithms. This conclusion based on the calculation of RMSE and R Squared (r2). The average value of RMSE =0,036 and R2=0,8 for Lyne &Hollick. Similarly, RMSE = 0,041 and r2= 0,83 for EWMA filter. 
Analisis Prioritas Rehabilitasi Bendung (Studi Kasus Bendung Cokrobedog, Gamping, Pendowo, dan Pijenan di Kali Bedog) Nanda Melyadi Putri
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.7

Abstract

AbstrakPemerintah melalui APBN menyediakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan rehabilitasi. Alokasi DAK yang terbatas mengakibatkan pelaksanaan rehabilitasi harus dilakukan secara bertahap tetapi berkelanjutan, sehingga diperlukan analisis prioritas rehabilitasi. Studi kasus pada penelitian ini adalah penentuan prioritas rehabilitasi pada bendung Cokrobedog, bendung Gamping, bendung Pendowo, dan bendung Pijenan. Keempat bendung tersebut berada di Kali Bedog, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam analisis prioritas dalam penelitian ini adalah metode Multi Attribute Decision Making (MADM) yaitu AHP, ELECTRE, SAW, TOPSIS, dan WP. Kriteria penilaian yang digunakan adalah kondisi prasarana, ketersediaan air, dan luas area irigasi dengan persentase bobot kriteria penilaian sebesar 57, 29, dan 14. Penilaian kondisi prasarana menunjukkan bahwa kerusakan bendung Gamping sebesar 44,66% tergolong dalam kondisi rusak berat. Kerusakan bendung Cokrobedog, Pendowo dan Pijenan masing-masing sebesar 36,11%, 33,57% dan 30,30% tergolong dalam kondisi rusak sedang. Urutan prioritas rehabilitasi bendung cenderung tidak dimulai dari luas area irigas terbesar. Metode TOPSIS merupakan metode MADM yang paling sesuai diterapkan dalam penentuan prioritas rehabilitasi karena mempunyai nilai akhir yang beda nyata.AbstractThe government provided Special Allocation Budget via APBD for rehabilitation activities in order to increase the function and physical condition of the weirs. The rehabilitation performances must be run stage by stage due to the limitation of allocation budget, however, it would be continual. Hence the analysis of rehabilitation priority was needed. The case study of this research was the determination of rehabilitation priority towards the weirs of Cokrobedog, Gamping, Pendowo, and Pijenan. These four weirs were at Kali Bedog, Daerah Istimewa Yogyakarta. The method used for priority analysis in this research was Multi Attribute Decision Making method (MADM), consisted of AHP, ELECTRE, SAW, TOPSIS, and WP. The criterias used were the infrastructure conditions, the availability of water, and the command areas by the percentage weighting of assessment criteria at 57 , 29 and 14. The damage percentage of Gamping was 44.66%, ranked as serious damage. The damage percentage of Cokrobedog, Pendowo and Pijenan for each of it was 36.11%, 33.57% and 30.30%, ranked as average damage. The order of priority rehabilitation of dams tend not begin with the largest command area . 
Kinerja Modulus Resilien dan Deformasi Permanen Dari Campuran Lataston Gradasi Senjang (HRS-WC) Dengan Bahan Aspal Modifikasi Starbit E-55 Christ Andy Vic Sinuhaji; Bambang Sugeng Subagio; Harmein Rahman
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.8

Abstract

AbstrakKriteria kerusakan dalam suatu perkerasan lentur adalah retak lelah dan deformasi permanen. Deformasi dapat terjadi pada lapisan subgrade maupun lapisan beraspal. Deformasi pada lapisan beraspal terjadi akibat beban berlebih dan temperatur perkerasan tinggi. Penambahan polimer merupakan salah satu cara dalam memodifikasi aspal guna memperbaiki sifat reologi aspal. Penggunaan aspal modifikasi diharapkan dapat menberikan kinerja perkerasan yang lebih baik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Lataston lapis aus gradasi senjang dengan menggunakan aspal modifikasi Starbit E-55, dengan metoda pengujian eksperimental di laboratorium. Nilai Modulus Resilien dan ketahanan terhadap deformasi permanen menjadi indikator kinerja dari kedua jenis campuran. Hasil pengujian laboratorium memberikan nilai Modulus Resilien yang lebih besar dibandingkan hasil perhitungan teoritis, serta menunjukkan adanya peningkatan nilai Modulus Resilien dari campuran beraspal yang menggunakan aspal modifikasi Starbit E-55 dibandingkan aspal Pen 60/70. Peningkatan ini terjadi pada seluruh temperatur pengujian, yaitu sebesar 10%, 6% dan 37,5%. Hasil pengujian Wheel Tracking menunjukkan campuran aspal modifikasi Starbit E-55 memiliki ketahanan terhadap deformasi yang lebih baik dibandingkan aspal Pen 60/70, ditinjau dari nilai total deformasi, Stabilitas Dinamis dan Laju Deformasi. Untuk hasil pengujian pada temperatur 60℃, total deformasi yang terjadi pada kedua jenis campuran Lataston lapis aus gradasi senjang menunjukkan bahwa kurva alur telah mencapai tahap ketiga, dimana campuran telah mengalami kegagalan.AbstractFailure criteria in a flexible pavement are fatigue and permanent deformation. Deformation may occur in both subgrade and asphalt layer. Generally, deformation that occurs in the asphalt layer is caused by overload and high pavement temperature. Addition of polymers is one of several solution to improve asphaltic rheological properties. Using polymer modified bitumen is expected to improve pavement performance. This aim of the study is to observe the performance of gap graded Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) by using polymer modified asphalt Starbit E-55, with experimental testing method in laboratory. Resilient modulus and resistance to permanent deformation become the performance indicators of both mixed types. The results of the laboratory test provide a greater value of resilient modulus than the results of theoretical calculations, and also showed an increase in resilient modulus value of asphalt mixture using polymer modified asphalt Starbit E-55 than asphalt Pen 60/70. This increase occurs at all temperatures, which is 10%, 6% and 37,5%. Result of Wheel Tracking Test showed that asphalt mixture using polymer modified asphalt Starbit E-55 have a greater resistance to permanent deformation than asphalt Pen 60/70, in terms of the total deformation value, dynamic stability and rate of deformation. For 60°C test temperature, total deformation occurring in both mixed types of gap graded Hot Rolled Sheet Wearing Course showed that rutting curve has reached the tertiary stage, where asphalt mixtures has failed. 
Strategi Pengelolaan Terpadu Fasilitas Pejalan Kaki Don Gaspar N. da Costa; Stephanus Ola Demon
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.9

Abstract

AbstrakKetiadaan dan/atau buruknya kualitas layanan fasilitas pejalan kaki tidak saja berdampak pada gangguan kelancaran aktivitas pejalan kaki tetapi juga dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Di lokasi studi sesungguhnya sudah terdapat sejumlah fasilitas yaitu trotoar, zebra cross, Zona Selamat Sekolah (ZoSS), halte dan jembatan penyeberangan; namun hasil observasi menunjukkan bahwa selain terjadi kemacetan akibat pola parkir kendaraan dan penyeberangan pejalan kaki yang tidak teratur, juga terindikasi adanya risiko kecelakaan akibat perilaku speeding pengendara sepeda motor. Studi ini tidak saja bertujuan untuk mengidentifikasi aspek ketersediaan (jumlah), dimensi dan tata letak, namun juga kebutuhan pengembangannya secara berkelanjutan. Penilaian kinerja dilakukan berdasarkan pertimbangan akan aspek ketersediaan dan aspek fungsionalnya yaitu dengan membandingkannya terhadap kriteria penyediaan maupun kriteria desain tiap fasilitas dimaksud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan tidak saja perbaikan fisik dan tambahan fasilitas namun juga dimensi dan tata letaknya.AbstractThe absence and/or lack of pedestrian facilities' performance is not only affect the mobility of pedestrian activities but also could trigger traffic accident. Although there are some pedestrian facilities built at the study location such as kerb, zebra cross, school safety zone, bus stop and crossing bridge, but the result of visual observation shown that there was a traffic congestion, caused by uncontrolled parking and pedestrian crossing pattern, and high level of accident risk due to speeding behaviour of motorcyclists. The aim of this study is not only to identify the presence of number, dimension and the suitable site of the existing pedestrian facilities but also and the needs of new facilities sustainably. The assessment of those facilities' performance was conducted based on the consideration about on the presence and functional aspects, i.e by comparing them to their available and design criteria. The result of the study showed that it is needed not only physical reconstruction and new additional facility but also improvement of dimension and/or lay out of those facilities. 
Tingkat Ketahanan Api Batako Ban Bekas untuk Material Dinding Bangunan Nastain Nastain; Agus Maryoto
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.2.10

Abstract

AbstrakPenggunaan batako ringan ban bekas sebagai material dinding telah menunjukan kontribusi yang cukup baik dalam usaha penghematan energi dalam bangunan, maupun untuk mengurangi berat sendiri struktur bangunan secara keseluruhan. Oleh karena itu batako ban bekas sangat potensial untuk digunakan sebagai bahan material dinding bangunan. Tetapi, tingginya kasus-kasus kebakaran yang sering terjadi terhadap bangunan di Indonesia, maka menjadi penting untuk mengetahui tingkat ketahanan api batako ringan ban bekas sebagai material dinding terhadap kebakaran. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketahanan api batako ringan ban bekas menggunakan metode uji modifikasi SNI 1741-2008. Perubahan suhu pembakaran diukur menggunakan alat thermometer infra red pada 15 titik pengukuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu kebakaran sisi terekspose api akan meningkat seiring bertambahnya waktu pembakaran dan akan menurun seiring bertambahnya kadar ban bekas dalam batako. Bertambahnya kadar ban bekas dalam batako juga akan menyebabkan suhu kebakaran pada sisi tidak terekspose api menjadi lebih rendah dan akan menurunkan laju penyebaran suhu kebakaran.AbstractThe use of lightweight brick tires as wall materials has shown a considerable contribution to energy conservation efforts in buildings, as well as to reduce the overall weight of the building structure. Therefore batako tires used very potential to be used as building material wall materials. However, the high number of fire cases that often occur in buildings in Indonesia, it becomes important to know the level of fire resistance of lightweight concrete tires as wall material against fire. Therefore, the purpose of this study is to determine the level of fire resistance of lightweight tire brick using the test method of modification of SNI 1741-2008. The change in combustion temperature was measured using an infra red thermometer at 15 point measurements. The results showed that the fire temperature of the fire exposed side will increase with the addition of burning time and will decrease with increasing the tire level in the brick. Increasing the level of tires used in bricks will also cause the fire temperature on the unexposed side of the fire to be lower and will decrease the rate of fire temperature spread. 

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue