cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 974 Documents
Assesment of morphometric and hydrological properties of smalls watersheds in East Java Regions Mohamad Wawan Sujarwo; Indarto Indarto; Ega Wiratama; Bobby Teguh
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.2

Abstract

This paper presents the identification, assessment and visualization of physical, topographic, morphometric and hydrological properties of small watersheds in East Java Regions.  About 45 small watersheds were used for the analysis.  Physical propertis i.e: soil type layers, land use, etc were obtained by cropping the GIS layers with a watershed boundary. Then the ASTER G-DEM2 was used to derive morphometric properties of the watersheds. Furthermore, hydrological properties are derived statistically by analyzing available rainfall and discharge data. Parameters were selected to represent each watersheds properties. Finally, simple correlation analyses through the selected parameters were used to interpret the relation between physical, topographical, morphometric and hydrological properties of the watersheds. The resut show that some watersheds show the similtarity in certain parameters.Artikel ini menyajikan identifikasi, penilaian dan visualisasi sifat fisik, topografi, morfometrik dan hidrologi daerah aliran sungai kecil di Wilayah Jawa Timur. Empat puluh empat (44) DAS digunakan untuk analisis. Sifat fisik (yaitu, jenis tanah dan penggunaan lahan) diperoleh dengan memotong lapisan GIS dengan batas daerah aliran sungai. Kemudian ASTER G-DEM2 digunakan untuk menurunkan sifat morfometrik daerah aliran sungai. Selain itu, sifat hidrologis diperoleh dengan menganalisis data curah hujan dan debit yang tersedia. Parameter yang dipilih adalah untuk mewakili setiap properti daerah aliran sungai. Akhirnya, korelasi sederhana antara sifat-sifat fisik, topografi, morfometrik, dan hidrologi daerah aliran sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa DAS menunjukkan kesamaan dan perbedaan pada parameter morfometrik dan hidrologi.
Model Partisipasi Aktivitas oleh Pekerja Berdasarkan Durasi Aktivitas di Kota Banda Aceh Hera Miralda
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.1.10

Abstract

Basis dari pemodelan permintaan aktivitas adalah keputusan perjalanan yang merupakan bagian dari proses penjadwalan aktivitas. Permintaan perjalanan terjadi akibat adanya partisipasi aktivitas rumah tangga oleh pekerja dan non pekerja di luar rumah dan waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas tersebut hingga kembali ke rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model partisipasi aktivitas oleh pekerja berdasarkan durasi aktivitas, mengetahui hubungan antar variabel eksogen dan variabel endogen serta hubungan antar variabel endogen akibat adanya variabel eksogen. Penelitian ini terdiri dari 16 variabel eksogen dan 6 variabel endogen untuk pekerja. Daerah penelitian meliputi seluruh kecamatan di Kota Banda Aceh. Survey yang dilakukan adalah membagikan kuisioner dengan home interview, metode survey yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Untuk memperoleh hasil dipakai metode Structural Equation Modelling (SEM) model exploratory factor analysis (EFA) dengan menggunakan software statistic AMOS. Hasil dari EFA untuk pekerja pada aktivitas mandatory, aktivitas maintenance dan aktivitas discretionary, menunjukkan bahwa variabel eksogen yang dominan berpengaruh adalah tujuan perjalanan, mempengaruhi secara langsung, positif, dan signifikan terhadap variabel endogen. Hal ini berarti bahwa lamanya durasi aktivitas individu tergantung pada tujuan perjalanannya. Sedangkan hubungan antar variabel endogen pekerja untuk setiap jenis aktivitas berpengaruh secara langsung, negatif dan signifikan. The basis of activity based modeling is a travel decision that part of the activity scheduling process. Travel requests occur due to the participation of household activities by workers and non-workers outside the home and the time spent while doing these activities until returning home. The purpose of this study is to obtain a model of participatory activity by workers based on the duration of activities, knowing the relationship between exogenous variables and endogenous variables and the relationship between endogenous variables due to the presence of exogenous variables. This study consisted of 16 exogenous variables and 6 endogenous variables for workers. The research area covers all sub-districts in Banda Aceh City. The survey was conducted by distributing questionnaires with home interviews, known as Stratified Random Sampling survey method. To obtain the results, the authors use the Structural Equation Modeling (SEM) model exploratory factor analysis (EFA) using AMOS statistical software. The results of EFA for workers in mandatory, maintenance, and discretionary activities indicate that the exogenous variable that is dominantly influential is the purpose of the trip, affecting directly, positively, and significantly towards endogenous variables. This means that the duration of individual activities depends on the purpose of the trip. While the relationship between endogenous variables has a direct, negative and significant effect.
Tantangan Penerapan Alokasi Anggaran Biaya SMK3 pada Kontrak Konstruksi Proyek Berisiko Tinggi Reini D Wirahadikusumah; Felix - Adhiwira; Putra Ramadhana Catri; Rani Gayatri Kusumawardhani Pradoto; Meifrinaldi -
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.1.9

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) diamanatkan melalui PP 50/2012. Dalam konteks pekerjaan konstruksi, KemenPUPR telah menerbitkan PerMenPUPR 5/2014 yang kemudian diperbarui menjadi PerMenPUPR 2/2018. Pedoman ini mengatur pengalokasian biaya penerapan SMK3 oleh Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa. Pedoman ini telah mengatur komponen-komponen biaya SMK3 yang harus diperhitungkan dan dilaksanakan di proyek-proyek berisiko tinggi. Namun penerapannya belum berdampak pada peningkatan kinerja K3 konstruksi, dengan demikian digali potensi penerapan pangalokasian anggaran SMK3 dalam kontrak konstruksi secara terpisah dari biaya umum/overhead, yaitu sebagai suatu "line-item" yang khusus dalam kontrak konstruksi. Studi dilakukan pada lima belas proyek konstruksi gedung bertingkat tinggi di wilayah Jakarta dan Bandung. Data diambil berdasarkan wawancara, kuesioner, serta dokumen pendukung. Biaya aktual SMK3 yang dikeluarkan berkisar antara 0,3-2,0%. Sedangkan anggaran yang dihitung berdasarkan pedoman adalah 1,37-3,84% dari total nilai kontrak. Komponen biaya yang paling signifikan adalah premi untuk asuransi, perizinan, serta gaji pengawas K3. Responden sebagai pihak kontraktor juga memberi masukan dari sudut pandang penyedia jasa terkait pendetilan perhitungan komponen biaya SMK3 yang tertuang dalam pedoman. Responden setuju pemisahan perhitungan biaya SMK3 dalam kontrak, namun pedoman dapat digunakan di luar lingkungan KemenPUPR apabila disusun penajaman perhitungannya sehingga terdapat kesamaan persepsi perhitungan antara Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa. Occupational Safety and Health Management (OSHM) is compulsary stated in Government Regulation 50/2012. For construction sector, OSHM has been regulated by Ministry of Public Works and Housing Regulation 5/2014 and later updated in 2/2018. This serves as guidelines for construction projects within the ministry and includes guidelines on cost allocation for OSHM. The objective of this study was to explore the possibility of separating OSHM related costs as a "line-item" in the bill of quantity, in order to be assigned specifically for OSHM purposes, not to be compromised with other indirect costs. First the actual costs allocated for OSHM were investigated in fifteen high-rise building projects in the vicinity of Jakarta and Bandung areas. These actual allocations were then compared to the "ideal" costs simulated based on the guidelines. The actual costs were 0,3- 2,0%, while the simulated costs were 1,37-3,84% of the contract values. The most significant components of OSHM costs were for insurance, licenses, and safety supervisors/officers. Respondents agreed with the benefits of separating OSHM costs as a "line-item" in the BoQ. The existing guidelines which were developed by the government could be used in the private sector, however, more detailed estimating procedure is needed. Both contractors and owners should give inputs to the revised standard guidelines. 
Studi Eksperimental Kemampuan Biosementasi Bakteri Lokal pada Tanah Pasir Lepas Aswin Lim; Dary Aulia Muhammad; Anastasia Sri Lestari
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.5

Abstract

Makalah berikut menyajikan hasil penelitian biosementasi menggunakan bakteri lokal yang hidup di tanah pasir lepas yang diambil dari kota Padang. Biosementasi adalah suatu metode perbaikan tanah dengan memanfaatkan kemampuan bakteri yang memang hidup di dalam tanah untuk menghasilkan enzim urease. Aplikasi dari biosementasi ini dapat dimanfaatkan untuk menurunkan potensi terjadinya likuifaksi akibat gempa karena kuat geser tanah akan meningkat drastis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spesies bakteri dengan kemampuan urease yang diisolasi dari pasir Padang, menentukan kadar CaCO3 dari setiap sampel tersementasi, dan untuk menentukan kuat tekan bebas tanah setelah masa perlakuan. Bakteri urease positif dari tanah pasir Padang diisolasi dan ditumbuhkan dalam syringe 100 ml berisi tanah pasir Padang selama 4-6 hari. Hasil isolasi menunjukkan bahwa spesies bakteri teridentifikasi sebagai Sporosarcina sp.. Selama masa perlakuan, sampelsampel diberikan nutrisi setiap 12 jam sekali. Hasil pengujian menunjukan kadar CaCO3 yang terukur pada uji eksperimental adalah berkisar antara 23.4% hingga 45.8%. Sedangkan untuk nilai kuat tekan bebas (qu) tanah yang tersementasi berkisar diantara 150 kPa hingga diatas 500 kPa. Selanjutnya, keberadaan CaCO3 diobservasi menggunakan Scanning Electron Microscope dan uji X-Ray Diffraction.This paper presents the experimental results of biocementation using a local bacteria which originally live in Padang loose sand. Biocementation is a soil improvement method using the microbial ability to produce urease enzyme. Biocementation method could be applied for reducing the liquefaction susceptibility because the soil shear strength would increase significantly. The objectives of this research are to identify the species of bacteria isolated from Padang sand, to determine the amount of CaCO3 of the cemented samples, and to determine the unconfined compressive strength (qu) of the samples after the treatment period. The bacteria which is isolated from Padang sand were grown in Padang sand in a 100 ml syringe for 4 "“ 6 days. The bacterial isolate of Padang sand was identified as Sporosarcina sp.. During the experimental work, the samples were given the nutrition for every 12 hours. The results indicate that the measured CaCO3 in the samples were in the range of 23.4% to 45.8%. In addition, the unconfined compressive strength was around 150 kPa to larger than 500 kPa. Furthermore, the existence of CaCO3 was proofed by observation using Scanning Electron Microscope and X-Ray Diffraction test. 
Tinjauan Ulang Desain Bendung Pleret Terhadap Pengambilan Air Irigasi Saluran Induk Progomanggis Magelang S Sudarno; Yudhana Priambodo Rahman
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.8

Abstract

Bendung Pleret merupakan salah satu induk Saluran Progomanggis untuk keperluan irigasi Warga Magelang dan sekitarnya. Berdasarkan data dari Kantor PSDA Secang Magelang, bahwa Bendung Pleret mengalami penurunan dalam mensuplai air ke Saluran Manggis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan solusi kepada Dinas Pengairan setempat untuk dapat memperbaiki kinerja saluran Irigasi Manggis dengan cara meninggikan mercu Bendung Pleret dan menurunkan hulu sungai. Berdasarkan hasil perhitungan di lapangan yang mengacu pada data -data Balai PSDA Secang, Kabupaten Magelang, air yang mengalir hanya memiliki debit 2,91 m3 / detik dari batas minimum 3 m3 /detik. Perhitungan terhadap guling dan geser pada saat air normal dan air banjir dinyatakan aman. Akan tetapi elevasi mercu bendung hanya 1,2 dari ketinggian hulu sungai dan tinggi mercu 3 m. Ketika mencapai maksimum tinggi muka air banjir hanya 2,06 m, sehingga pintu pengambilan kurang bekerja maksimal dan air yang masuk ke pengambilan saluran manggis menjadi kurang.Pleret weir is one of the main prosthromic ducts for irrigation purposes for residents of Magelang and its surroundings. Based on data from the Secang PSDA Office in Magelang, the Pleret weir has decreased in supplying water to the Mangosteen Channel. The purpose of this study was to provide a solution to the local Irrigation Service to be able to improve the performance of the Mangosteen Irrigation channel by raising the lighthouse of Pleret Dam and lowering the river up stream. Based on the results of calculations in the field that refer to data from the Secang PSDA office, Magelang Regency, the flowing water only has a flow of 2.91 m3 / s from the minimum limit of 3 m3 / s. Calculation of rolling and sliding when normal water and flood water is declared safe. However the dam elevation is only 1.2 from the height of the river up stream and the height of the lighthouse is 3 m. When reaching the maximum the flood water level is only 2.06 m, so the door to take is not working optimally and the water entering the mangosteen canal is less. 
Model Optimasi Pemeliharaan Jalan Multi Tahun dengan Batasan Anggaran Febri Zukhruf; Russ Bona Frazila; Jzolanda Tsavalista Burhani; Rafika Almira Samantha Ag
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.6

Abstract

Pavement maintenance has longtermly been perceived as an essential factor for the road network efficiency and the driver safety. However, these activities involve the challenge issues relating to the pavement aging, the deterioration mechanism, and the available budget constraints. This paper then presents an optimization model for handling the multiyear maintenance programs in the network-level by including budget constraint. The model is developed as a mathematical programming problem, in which the Lagrange relaxation-based procedure is invoked for solving the problem. The numerical examples are also presented for providing the better insight of model application, in which the model could provide not only the multiyear maintenance programs but also the optimum budget allocation by considering the expected roughness performance of road network.Pemeliharaan perkerasan jalan telah lama dianggap sebagai faktor penting dalam menentukan efisiensi jaringan jalan. Namun, kegiatan ini selalu melibatkan tantangan yang berkaitan dengan penuaan perkerasan, mekanisme deteriorasi, dan keterbatasan anggaran yang tersedia. Artikel ini kemudian mengusulkan model optimasi matematika untuk strategi pemeliharaan jalan multi tahun pada level jaringan. Model ini bertugas untuk menentukan jenis kegiatan pemeliharaan dan waktunya dengan tujuan meminimalkan nilai International Roughness Index (IRI) melalui pengoptimalan pemanfaatan alokasi anggaran. Untuk menginvestigasi aplikabilitas dari model ini,  eksperimen numerikal dilakukan pada jaringan jalan sederhana. Hasil dari eksperimen tersebut mengindikasikan kemampuan model tidak hanya dapat digunakan untuk merencanakan kegiatan pemeliharaan multi tahun dengan batasan anggaran, akan tetapi juga dapat digunakan untuk memberikan masukan terkiat penentuan alokasi anggaran dengan mengkonsiderasikan performa yang ingin dicapai.
Desain dan Analisis Kehandalan Pipa Bawah Laut Pada Kondisi Instalasi Akibat Keacakan Tinggi Gelombang dan Kuat Leleh Baja Andika Razandi Ibrahim; Paramashanti Paramashanti
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.7

Abstract

Demi mencapai metoda distribusi migas yang efisien, pipa bawah laut harus didesain agar dapat memenuhi tujuan desain selama masa layan. Pada proses desain digunakan data deterministic berupa tinggi gelombang signifikan dan kuat leleh baja desain. Pada studi ini proses desain dilakukan sesuai dengan standar DNV OS F101 dan DNV RP E305 untuk pipa dengan diameter 32 inci. Pada kondisi aktual saat proses instalasi, pipa mengalami tegangan yang diakibatkan oleh gelombang acak. Serta nilai desain kuat leleh baja yang digunakan merupakan hasil pengolahan dari banyak data acak uji tarik sampel baja. Oleh karena itu dilakukan analisis kehandalan menggunakan simulasi Monte Carlo untuk mengetahui efek dari keacakan tinggi gelombang dan kuat leleh baja terhadap tegangan yang terjadi disepanjang pipa. Simulasi Monte Carlo dilakukan sebanyak 100 simulasi untuk 3 (tiga) arah datang gelombang. Pada proses analisis kehandalan, pipa dianggap gagal apabila nilai tegangan total maksimum yang terjadi lebih besar atau sama dengan nilai kuat leleh. Berdasarkan hasil simulasi didapat kesimpulan bahwa pipa dinyatakan tidak handal karena memiliki nilai probabilitas kehandalan kurang dari 0.998. In order to achieve an efficient oil and gas distribution method, subsea pipelines must be designed to meet design goals during service life. In term of design process, deterministic data used in form of significant wave height and steel yield strength. In this study, the design process carried out according to DNV OS F101 and DNV RP E305 standards for pipeline with 32 inches outer diameter. In actual conditions during the installation process, tensions applied along the pipeline as effect from random waves. Also the design value of design steel yield strength is a result from many random tensile test value of steel samples. Therefore, reliability analysis carried out using Monte Carlo simulation to determine the effect of random wave heights and steel yield strengths on the stress occurred along pipeline. Monte Carlo simulation are carried out as many as 100 simulations for each of three wave headings. In reliability analysis, pipeline is considered fail if the maximum total stress that occurs is greater or equal to its yield strength. Based on the simulation results, pipeline considered unreliable due to its reliability probability value which is lower than 0.998. 
Sistem Evaluasi Pengaruh Daya Rusak Air, Kinerja Lembaga Pengelola Irigasi, Tumbuhan Liar, Sampah dan Prilaku Masyarakat terhadap Kerusakan Bangunan Irigasi Hadi Utoyo Moeno
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.2.10

Abstract

AbstractNationally 52% of irrigation networks of 7.2 million hectares are in damaged condition. In West Java, 40% of irrigation networks are also damaged. The research was conducted to study the factors affecting Irrigation Structure Damage (KBI) namely: Water Damage (DRA), Irrigation Management Agency (LPI), Wild Plants (TBL), Waste Volume (SPH), Public Behavior (PLK). The research area is limited to 2 (two) Provinces, West Java and Banten; Sample/ respondent of the research consist of: Irrigation structure 224 pieces with 171 water gate, Performance of  Official of PU 101 respondent, P3A / GP3A / IP3A 109 respondent, Community Behavior 100 respondent. The analysis method uses the development of the SEM (Structural Equation Model) model path. Data processing using statistical software S-PLS version 2.0. The research variables consist of Latent Variables and Manifest Variables. Manifest variables obtained through the Field Measurement Survey and Dissemination Survey Questionnaire. The result of SEM analysis is; Simultaneously, the effect of exogenous variables on endogenous variable damage (KBI) was 48.17%. The remaining 51.83% is explained by other influences. (DRA) have no significant effect on (KBI). (LPI) is very significant effect on (KBI). (TBL) does not significantly affect on (KBI). (SPH) significantly affects on (KBI). (PLK) does not significantly affect on (KBI). Part of the irrigation structure on the wing (Y2_SYP) suffered the highest damage amount of 58.7%.AbstrakSecara Nasional 52% jaringan irigasi dari 7,2 juta hektar dalam kondisi rusak. Di Jawa Barat, 40% jaringan irigasi juga rusak. Penelitian dilakukan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi Kerusakan Bangunan Irigasi (KBI) yaitu: Daya Rusak Air (DRA), Lembaga Pengelola Irigasi (LPI), Tumbuhan Liar (TBL), Volume Sampah (SPH) dan Perilaku Masyarakat (PLK). Daerah penelitian dibatasi pada 2 (dua) Provinsi, Jawa Barat dan Banten. Sampel/ responden penelitian terdiri dari: Bangunan irigasi 224 buah dengan jumlah pintu air 171 buah, Kinerja Petugas PU 101 responden, Peran serta P3A/GP3A/IP3A 109 responden, Perilaku Masyarakat di sekitar bangunan irigasi 100 responden. Metode analisis menggunakan pengembangan jalur model SEM (Structural Equation Model). Pengolahan data menggunakan perangkat lunak statistik S-PLS versi 2.0. Variabel penelitian terdiri atas: Variabel Laten dan Variabel Manifes. Variabel manifes diperoleh melalui Survei Pengukuran Lapangan dan Survei Penyebaran Kuesioner. Hasil analisis SEM adalah ; Secara simultan diperoleh bahwa pengaruh variabel eksogen terhadap kerusakan variabel endogen (KBI) sebesar 48,17%. Selebihnya yaitu 51,83% dijelaskan oleh pengaruh lain. (DRA) tidak signifikan berpengaruh terhadap (KBI). (LPI) sangat signifikan berpengaruh terhadap (KBI). (TBL) tidak signifikan mempengaruhi (KBI). (SPH) secara signifikan berpengaruh terhadap (KBI). (PLK) tidak signifikan berpengaruh terhadap (KBI). Bagian struktur sayap (Y2_SYP) mengalami kerusakan tertinggi sebesar  58,7%. 
The Perception of Domestic Tourists Riding Motorcycle in Bali on Traffic Safety Agus Ariawan; Priyantha Wedagama
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.2.1

Abstract

This study aims to model and analyse the perceptions of domestic tourists riding motorcycle on traffic safety using Bali Province in Indonesia as the case study area. Structural Equation Model was constructed to examine the causal relationship among the motorcyclists' characteristics, perceptions and attitudes. Young domestic tourist riding motorcycle were found to be less likely to involve in cornering and speeding than the older ones. In addition, the level of education has been found insignificant to influence domestic tourists becoming more aware of motorcycle traffic safety. Meanwhile, motorcyclists scoring high on aggressive riding are considered to be more likely to interact with risky riding such as speeding and cornering. In addition, speeding has been considered as a significant contributing factor in traffic accidents and casualties. In a response this study finding, further studies and some initiatives are suggested to increase road safety particularly motorcycle traffic safety in Bali. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan menganalisis persepsi wisatawan domestik yang mengendarai sepeda motor terhadap keselamatan lalu lintas di Provinsi Bali. Structural Equation Model disusun untuk menganalisis hubungan kausal antara karakteristik, persepsi dan sikap pengendara sepeda motor. Hasil studi menunjukkan bahwa wisatawan domestik usia muda dibandingkan yang berusia lebih tua saat mengendarai sepeda motor lebih kecil kemungkinannya untuk berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan raya. Sementara itu, tingkat pendidikan wisatawan domestik tidak berpengaruh secara signifikan dalam peningkatan kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas saat mengendarai sepeda motor. Wisatawan domestik yang teridentifikasi pengendara sepeda motor yang agresif cenderung berperilaku yang beresiko seperti berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan raya. Berkendara dengan kecepatan tinggi juga berkontribusi signifikan terhadap tingkat keparahan korban luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas. Studi lanjutan terkait temuan pada penelitian ini dibahas pada artikel ini dan beberapa inisiatif untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi pengendara sepeda motor di Bali.
Analisis Geostatistik dalam Menentukan Keseragaman Nilai Kepadatan Tanah Dasar ihwan fauzi; Eri Susanto Hariyadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 25 No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2018.25.3.4

Abstract

AbstrakPrediksi nilai kepadatan tanah dasar dalam pekerjaan jalan biasanya dilakukan dengan pendekatan non-spasial sampling. Metode prediksi spasial dengan pendekatan geostatistika yang diterapkan bertujuan untuk memprediksi dan memetakan nilai kepadatan. Metode yang digunakan adalah metode kriging berdasarkan model semivariogram. Hasil prediksi diuji melalui validasi dengan menggunakan data nilai kepadatan kering hasil pengukuran sandcone. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai kepadatan memiliki korelasi spasial dengan keragaman yang dipengaruhi jarak dan tipe sebaran, serta arah sebaran data kepadatan tanah dasar. Model semivariogram dipengaruhi oleh nilai range dan sill. Nilai range pada data lapangan zona 1 (mean γD =1,1845 gr/ cm 3 ) sebesar 135,667 meter sedangkan zona 2 (mean γD =1,332 gr/cm3 ) sebesar 319,80 meter. Sehingga dapat dikatakan bahwa besarnya nilai γD akan mempengaruhi jarak pengambilan sampel. Keseragaman hasil pemadatan pada bagian jalan dapat dievaluasi dengan menggunakan pendekatan geostatistik. Nilai mean dari data kepadatan dan nilai standar deviasi menentukan tingkat keseragaman hasil pemadatan tanah dasar. Standar deviasi 0,003 memberikan nilai RMS error sebesar 0,0025 sedangkan jika standar deviasi 0,005 nilai RMS error menjadi 0,005. AbstractPrediction of the value of subgrade density in road works is usually done with a non-spatial sampling approach. The spatial prediction method with the applied geostatistical approach aims to predict and map density values. The method used is the kriging method based on the semivariogram model. Prediction results were tested through validation by using dry density value data from the measurement results of sandcone. The results of the analysis show that the density value has a spatial correlation with diversity influenced by distance and type of distribution, as well as the direction of distribution of subgrade density data. The semivariogram model is influenced by range and sill values. The range value in zone 1 field data (mean γD =1,1845 gr/cm3 ) is 135,667 meters while zona 2 (mean γD =1,332 gr/cm3 ) is 319,80 meters. So that it can be said that the magnitude of the value of γD will affect the sampling distance. Uniformity of the results of compaction on parts of the road can be evaluated using a geostatistical approach. The mean value of the density data and the standard deviation value determine the level of uniformity of subgrade compaction results. The standard deviation of 0,003 gives the value of the RMS error of 0,0025 while if the standard deviation of 0,005 the value of the RMS error becomes 0,005.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue