Jurnal Teknik Mesin
Jurnal Teknik Mesin (JTM) adalah Peer-reviewed Jurnal tentang hasil Penelitian, Karsa Cipta, Penerapan dan Kebijakan Teknologi. JTM tersedia dalam dua versi yaitu cetak (p-ISSN: 2089-7235) dan online (e-ISSN: 2549-2888), diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Focus and Scope: Acoustical engineering concerns the manipulation and control of vibration, especially vibration isolation and the reduction of unwanted sounds; Aerospace engineering, the application of engineering principles to aerospace systems such as aircraft and spacecraft; Automotive engineering, the design, manufacture, and operation of motorcycles, automobiles, buses, and trucks; Energy Engineering is a broad field of engineering dealing with energy efficiency, energy services, facility management, plant engineering, environmental compliance, and alternative energy technologies. Energy engineering is one of the more recent engineering disciplines to emerge. Energy engineering combines knowledge from the fields of physics, math, and chemistry with economic and environmental engineering practices; Manufacturing engineering concerns dealing with different manufacturing practices and the research and development of systems, processes, machines, tools, and equipment; Materials Science and Engineering, relate with biomaterials, computational materials, environment, and green materials, science and technology of polymers, sensors and bioelectronics materials, constructional and engineering materials, nanomaterials and nanotechnology, composite and ceramic materials, energy materials and harvesting, optical, electronic and magnetic materials, structure materials; Microscopy: applications of an electron, neutron, light, and scanning probe microscopy in biomedicine, biology, image analysis system, physics, the chemistry of materials, and Instrumentation. The conference will also present feature recent methodological developments in microscopy by scientists and equipment manufacturers; Power plant engineering, the field of engineering that designs, construct, and maintains different types of power plants. Serves as the prime mover to produce electricity, such as Geothermal power plants, Coal-fired power plants, Hydroelectric power plants, Diesel engine (ICE) power plants, Tidal power plants, Wind Turbine Power Plants, Solar power plants, Thermal engineering concerns heating or cooling of processes, equipment, or enclosed environments: Air Conditioning; Refrigeration; Heating, Ventilating, Air-Conditioning (HVAC) and Refrigerating; Vehicle engineering, the design, manufacture, and operation of the systems and equipment that propel and control vehicles.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11, No 3 (2022)"
:
10 Documents
clear
ANALISIS PERPINDAHAN PANAS ALAT PENUKAR KALOR SHELL DAN TUBE DENGAN FLUIDA KERJA AIR DAN HIDROKARBON MENGGUNAKAN METODE EFEKTIVITAS-NTU
Lutfiansyah, Anggi;
Sudarma, Andi Firdaus
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/jtm.v11i3.16257
Perkembangan teknologi pada bidang proses sangat dibutuhkan dengan adanya alat penukar kalor menjadi salah satu teknologi yang paling banyak digunakan untuk proses perpindahan panas. Alat penukar kalor shell dan tube (HE-101) memiliki peranan yang sangat penting terhadap keberhasilan rangkaian proses produksi pada unit penghasil kondensat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui parameter perpindahan panas yang optimum dari alat penukar kalor shell dan tube secara aktual, membandingkan efektivitas aktual alat penukar kalor shell dan tube dengan hasil perhitungan dan menganalisis kemungkinan terjadinya penurunan kinerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode observasi, studi pustaka dan wawancara. Fluida panas yang berada pada shell yaitu hidrokarbon (C4+) sedangkan fluida dingin yang mengalir pada tube yaitu air. Dari analisis pada alat penukar kalor shell dan tube (HE-101) diperoleh hasil perhitungan untuk nilai koefisien perpindahan panas menyeluruh (U) 113,75 W/m2.oC, perpindahan panas di dalam shell (ho) 304,76 W/m2.oC, perpindahan panas di dalam tube (hi) 354,80 W/m2.oC, penurunan tekanan pada sisi shell (ΔPs) 1638,62 Pa, penurunan tekanan pada sisi tube (ΔPt) 21539,06 Pa, dan nilai efektivitas (ε) dengan menggunakan metode Number of Transfer Units (NTU) sebesar 36,96%. Dapat disimpulkan bahwa alat penukar kalor shell dan tube (HE-101) telah mengalami penurunan kinerja, sehingga perlu adanya pembersihan yang dilakukan pada alat penukar kalor shell dan tube HE-101.
ANALISIS KADAR GAS EMISI CO-FIRING PADA BOILER PLTU INDRAMAYU MENGUNAKAN CAMPURAN SAWDUST
Setyoko, Premadi;
Luthfie, Alief Avicenna
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/jtm.v11i3.16214
Abstrak--Kadar NOx dan CO2 pada PLTU Eksisting di Pulau jawa tidak sesuai dengan aturan pemerintah tentang baku mutu emisi gas buang industri dan efek gas rumah kaca yang ada di Indonesia dan dunia. Kadar gas emisi buang juga harus ditekan sesuai dengan adanya kesepakatan Paris agreement tahun 2021 tentang penurunan nilai ambang batas carbon yang dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengevaluasi komposisi campuran sawdust yang optimal agar dapat dilakukan evaluasi hasil emisi gas buang menggunakan alat Ukur CEMS pada laboratorium lingkungan PLTU Indramayu setelah menggunakan campuran sawdust yang dibakar untuk mengurangi emisi gas buang sesuai standart baku mutu baik nasional dan internasional. Pengujian dilakukan dengan cara eksperimental di PLTU eksisting tipe pulverized coal boiler di PLTU indramayu. Adapun tipe pembakarannya direct firing coal pulverizing system dengan primary cold air pada kecepatan medium dan metode yang digunakan dalam uji co-firing adalah direct co-firing bahan bakar batu bara dan sawdust dicampur di coal yard kemudian ditransfer ke bunker untuk di bakar. Pengujian co-firing dengan persentase campuran sawdust 5% di PLTU Indramayu 3x330 MW unit 2 mendapatkan hasil evaluasi pengujian teknik mixing bahan bakar batubara dan biomassa bisa tercampur dengan baik, Kandungan volatile matter pada biomassa yang lebih tinggi dari batubara juga terpantau aman pada mill outlet temperature FEGT co-firing biomass rata rata cenderung turun 2,80C dibanding kondisi eksisting 100%. Besarnya emisi gas buang baik SO2 maupun NOx pada pengujian Co-firing 5% sawdust di PLTU Indramayu Emisi SO2 turun dari 120,84 mg/Nm3 menjadi 106,3 mg/Nm³, Emisi NOx turun dari 365,41 mg/Nm3 menjadi 360,46 mg/Nm³ memenuhi batas baku mutu emisi KLHK (550 mg/Nm³) Kata kunci: Co-firing, Boiler Pulverizer Coal, Sawdust, Emisi gas buang
Penerapan FFT dan STFT dalam Mendiagnosis Getaran ID Fan Berjenis Sambungan Kopel
Romahadi, Dedik;
Maris, Iman
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/jtm.v11i3.16499
Masalah yang sering terjadi pada ID Fan merupakan masalah mesin berupa adanya getaran berlebih yang tidak diinginkan dan dapat merusak komponen mesin tersebut. Tujuan penelitian ini melakukan analisis vibrasi untuk mengetahui frekuensi dominan pada induced draft fan dengan mengolah data luaran alat ukur yang kemudian akan disimpulkan apakah masalah vibrasi yang terjadi sudah sesuai dengan ketentuan berdasarkan standar vibrasi suatu mesin atau ISO 10816-3. Metode yang akan digunakan untuk analisis adalah metode Fast Fourier Transform (FFT) dan Short Time Fourier Transform (STFT). Metode FFT memiliki kekurangan tidak efisien dalam menggambarkan sinyal non stasioner. Terbatasnya jangkauan dalam bentuk data gelombang yang dapat ditransformasikan sehingga metode STFT diperlukan dengan menggunakan jendela atau windowing signal untuk mengolah sinyal data dari waktu ke waktu. Pengukuran dilakukan menggunakan alat ukur transduser tipe accelerometer karena mempunyai daerah frekuensi yang luas sehingga cocok digunakan untuk berbagai kerusakan, berdasarkan standar ISO 18016-3 dengan kondisi operasi putaran poros 1485 RPM, daya 131 kW, dan 4 titik pengukuran. Nilai vibrasi tertinggi terdapat pada posisi DE Fan dengan arah horizontal sebesar 4,06 mm/s. Kondisi mesin yang diteliti masuk kategori grup 2 yaitu medium sized machine mengacu pada standar ISO 10816-3, didapatkan hasil dengan kriteria warna jingga (C) yang dapat diartikan bahwa pada motor dan fan pada mesin ID Fan dalam kondisi masih diizinkan beroperasi untuk waktu yang terbatas. Hasil analisis spektrum yang didapat pada penelitian diketahui jenis gangguan yang terjadi berupa indikasi kerusakan misalignment pada titik pengukuran DE Fan.
Analisis Energi Kipas Aksial untuk Menghasilkan Kecepatan Angin 50 m/s pada Low Speed Wind Tunnel
Sayekti, Mega Esti Suci;
Luthfie, Alief Avicenna
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/jtm.v11i3.16258
Terowongan angin (wind tunnel) adalah peralatan yang digunakan untuk melakukan pengujian aerodinamika terhadap sebuah model, seperti pesawat atau mobil. Pada perancangan wind tunnel ini menggunakan tipe open-circuit low speed wind tunnel yang memiliki kelemahan yaitu aliran udara pada test section yang dapat berubah dari laminar ke turbulen. Pada perancangan ini diperlukan analisis kipas hisap agar didapatkan daya motor yang efisien pada test section yang berdimensi 0,42m x 0,42m x 0,84m dengan kecepatan aliran udara maksimal sebesar 50 m/s. Analisis ini bertujuan untuk mendapatkan daya minimal motor untuk menggerakan kipas aksial, kapasitas udara (CHM) di test section, dan mendapatkan nilai koefisien loss yang diperlukan untuk perhitungan daya motor. Perhitungan tersebut diperoleh dari desain wind tunnel yang sudah ada. Pada analisis energi yang dilakukan pada desain wind tunnel Universitas Mercu Buana didapatkan CHM pada test section sebesar 31752 m3/s. Pada seriap bagian wind tunnel terjadi kerugian energi yaitu koefisien loss pada test section =0,0306; contraction cone =0,0157; diffuser =0,0533; settling chamber =0,0109; honeycomb =0,154 sehingga didapatkan = 0,2645; dan total pressure loss = 100,78 Pa. Dari total koefisien loss di wind tunnel didapatkan daya motor minimal untuk menggerakkan kipas aksial adalah 16233 watt atau setara dengan 22 HP.
TINJAUAN PENELITIAN TENTANG SIMULASI PENURUNAN TEKANAN AKIBAT RUGI – RUGI ALIRAN PADA INSTALASI PIPA
Wibowo, Agus Setiawan;
Mahendra, Tito Syahril Sobarudin Izha;
Fitri, Muhamad;
Romahadi, Dedik
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/jtm.v11i3.16957
Abstrak-- Pipa merupakan komponen yang banyak digunakan untuk pendistribusian fluida dan relatif murah digunakan karena banyak jenis, bentuk serta ukurannya. Fluida yang dialirkan menentukan jenis dan bentuk dari instalasi pipa yang dibutuhkan dan pendistribusian jaringan pipa sering menggunakan sambungan pipa (fittings), pipa lengkung (elbow), maupun flange. Pengunaan sambungan akan menimbulkan permasalahan kompleks pada instalasi pipa yaitu rugi-rugi aliran dalam pipa yang berupa rugi-rugi mayor maupun minor. Penelitian dilakukan dengan tinjauan literatur rugi-rugi aliran pipa dengan merekapitulasi metode–metode yang digunakan untuk mendeteksi terjadinya penurunan tekanan maupun rugi mayor dan minor, serta merekapitulasi faktor-faktor yang menjadi penyebab penurunan tekanan pada instalasi pipa. Setelah dikumpulkan jurnal terkait kemudian dipelajari lebih lanjut sehingga dihasilkan sebuah peluang pengembangan dan inovasi yang berkaitan dengan simulasi penurunan tekanan pada uji rugi-rugi aliran dalam instalasi pipa. Pengembangan dan inovasi ini dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan penelitian lebih lanjut untuk diwujudkan menjadi rancangan alat uji rugi-rugi aliran.Kata kunci: Penurunan tekanan, mayor losses, minor losses, pipa
Analisis Service Life Baterai Pada Kendaraan E-Niaga Roda Tiga Geni Biru
Muntir, Ubaydillah
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/jtm.v11i3.16093
Salah satu pembahasan dalam penelitian mobil listrik adalah sumber tenaga atau baterai. Baterai mobil listrik memiliki kapasitas yang terbatas, sehingga harus diisi ulang agar mobil tetap berjalan dalam waktu dan jarak yang diinginkan. Situasi ini, jika tidak segera diketahui, dapat menyebabkan baterai terkuras secara tiba-tiba di tengah perjalanan. Tentu saja hal ini membuat pengguna kendaraan listrik resah dan tidak nyaman. Oleh karena itu diperlukan analisis service life baterai, agar diketahui berapa lama dan kapan waktunya untuk mengisi ulang baterai atau bahkan menggantinya. Dengan analisis service life, maka akan berdampak pada lifetime dari baterai, mengingat harga baterai kendaraan listrik hampir separuh dari harga kendaraan listrik. Penelitian ini membahas service life baterai pada kendaraan listrik E Niaga tiga roda Geni Biru berdasarkan analisis saat pemakaian dan penambahan daya dengan data daya dan waktu yang dibutuhkan. Pengujian pemakaian daya menggunakan tiga kondisi yaitu kecepatan konstan 30 Km/jam di jalan datar, kecepatan berhenti hingga 30 Km/jam di jalan datar, dan kecepatan konstan 30 Km/jam di jalan miring 15º. Untuk penambahan daya menggunakan catu daya 5A, 10A, dan 15A. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Jarak tempuh terjauh didapatkan oleh kondisi kecepatan konstan 30 Km/jam di jalan datar, yaitu sejauh 38,61 Km dan pengisian daya dengan waktu tercepat adalah catu daya 15A dengan waktu 4,5 jam.
Tinjauan Penelitian Tentang Rancang Bangun Alat Uji Rugi-Rugi Aliran Pada Instalasi Pipa
Ardian, Rifky Dwi;
Wermasaubun, Hendrikus;
Fitri, Muhamad
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/jtm.v11i3.16959
Pipa merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan fluida. Di dalam proses penggunaanya terdapat rugi-rugi aliran yang terjadi. Kerugian tersebut dapat diakibatkan oleh berbagai variasi desain yang berkaitan dengan ukuran dan jalur alirannya. Rugi-rugi yang terdapat pada aliran pipa dikenal dengan rugi mayor dan rugi minor. Rugi mayor terjadi karena terdapat gesekan aliran fluida dengan dinding pipa, sedangkan rugi minor terjadi karena adanya belokan ataupun percabangan aliran. Bukan hanya pada desain aliran saja, Kerugian yang telah disebutkan diatas tentunya mempengaruhi kinerja pompa sebagai pemasok aliran fluida. Apabila gesekan terlalu besar kemungkinan besar pompa tidak akan maksimal dalam menjalankan tugasnya. Permasalahan terebut menyebabkan kasus rugi-rugi aliran dalam instalasi pipa terus dipelajari dan dilakukan pembaharuan. Dalam penelitian ini dilakukan peninjauan penelitian terdahulu mengenai rancang bangun alat uji rugi-rugi aliran pada instalasi pipa. Dalam tinjauan ini metode, desain, dan aspek lainnya yang mempengaruhi rugi-rugi dalam aliran dipelajari dan disatukan menjadi rangkuman penelitian. Setelah dikumpulkan materi-materi tersebut kemudian dipelajari lebih lanjut sehingga didapatkan hasil yang berupa peluang pengembangan dan inovasi yang berkaitan dengan rancang bangun alat uji rugi-rugi aliran dalam instalasi pipa. Pengembangan dan inovasi terbaru kemudian dituangkan dalam bentuk jurnal tinjauan tentang rancang bangun alat uji rugi-rugi aliran pada instalasi pipa
ANALISIS EFISIENSI KONSUMSI ENERGI LISTRIK PANEL SURYA UNTUK WARUNG UMKM DENGAN METODE INSTALASI ATAP LANGSUNG
Saputra, Agung;
Sudarma, Andi Firdaus
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/jtm.v11i3.16248
Energi listrik sangat penting untuk kebutuhan sehari-hari. Pemakaian peralatan elektronik pada saat ini terus meningkat, maka sangat berpengaruh terhadap konsumsi daya listrik yang besar. Dibutuhkan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, bersih, dan tidak terbatas, salah satunya yaitu energi surya. Pada penelitian ini akan menerapkan pembangkit listrik tenaga surya sebagai atap langsung pada warung UMKM, kemudian dilakukan tahapan perhitungan komponen PLTS, terlebih dahulu mengetahui beban yang digunakan pada warung UMKM. Selanjutnya melakukan analisis efisiensi dari masing-masing komponen PLTS termasuk efisiensi beban, dan analisis ekonominya. Parameter yang digunakan dalam pengambilan data yaitu input dan output tegangan, arus dari produksi PLTS, konsumsi beban, kemudian menghitung biaya Life Cycle Cost (LCC), biaya tarif listrik sistem Levelized Cost of Energy (LCOE), Pay Back Period (PBP), dan kriteria kelayakan investasi Net Present Value (NPV). Hasil dari perhitungan didapatkan total beban pada warung UMKM sebesar 1710 Wh, maka dibutuhkan panel surya sebanyak 6 buah dengan kapasitas 100 Wp jenis Polycrystalline, SCC tipe PWM dengan kapasitas 60 A, baterai dengan jenis VLRA 12V 200 Ah, dan Inverter jenis pure sine wave 1000 W. Pengujian selama 7 hari didaptakan efisiensi dari panel surya sebesar 7,92 %, SCC sebesar 69,99 %, baterai 72,35 %, inverter 95,92 %, dan produksi total energi listrik yang dihasilkan PLTS selama 7 hari didapatkan rata-rata sebesar 1,362 kWh dengan konsumsi beban harian rata-rata sebesar 1,392 kWh. Analisis ekonomi didapatkan biaya investasi (LCC) untuk lifetime sistem selama 20 tahun sebesar Rp.27.645.000, tarif LCOE harga listrik sebesar Rp. 2.781,14/kWh, dengan (PBP) selama 20 tahun, dan nilai dari NPV positif maka investasi yang dilakukan dapat dikatakan layak.
ANALISIS JUMLAH BEBAN PENDINGIN PADA RUANGAN TEST STAND MENGGUNAKAN METODE CLTD (COOLING LOAD TEMPERATURE DIFFERENCE)
Fadilla, Muhammad Riza;
Biantoro, Agung Wahyudi
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/jtm.v11i3.15939
PT GMF Aeroasia adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang perawatan pesawat terbang atau MRO (Maintenance Repair Overhaul) terbesar di Asia dan salah satu jasa yang disediakan adalah jasa perawatan untuk komponen pesawat terbang. Salah satu komponen yang dikerjakan di PT GMF Aeroasia adalah IDG (Integrated Drive Generator) dan APU (Auxiliary Power Unit) Generator. Untuk menjamin IDG dan APU Generator dapat berfungsi dengan aman dalam beroperasi, maka diperlukan pengetesan secara berkala menggunakna test stand di workshop component. Permasalahan yang ditemukan yaitu pada saat pengetesan dilakukan, meningkatnya suhu pada ruangan test stand mencapai 45°C, sehingga beban pendingin pada ruangan tidak optimal, dan dapat mengganggu sistem elektronik pada test stand tersebut. Maka dilakukan perhitungan beban pendingin yang sudah ada menggunakan metode CLTD (Cooling Load Temperature Difference). Hasil perhitungan yang dilakukan, di dapatkan beban pendingin total yang dibutuhkan untuk ruangan test stan IDG dan APU Generator sebesar 42225,37 Btu/h, dan ditemukan selisih beban pendingin yang sudah ada dengan perhitungan ulang yang dilakukan sebesar 15225,37 Btu/h, dimana beban pendingin yang sudah ada tidak dapat memenuhi suhu rancangan yang ideal pada ruangan. Maka dibutuhkan penambahan mesin beban pendingin sebesar 1.69 PK atau 2 PK agar suhu rancangan ideal yang diinginkan tercapai.
ANALISIS AIR MODE PADA EXHAUST GAS TEMPERATURE MARGIN TERHADAP HIGH PRESSURE COMPRESSOR CLEARANCE CONTROL MESIN TURBOFAN CFM 56-3C PESAWAT BOEING 737 CLASSIC DENGAN METODE FMEA
Fauzi, Ahmad
Jurnal Teknik Mesin (Journal Of Mechanical Engineering) Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/jtm.v11i3.15980
Mesin pesawat merupakan bagian dimana sistem mesin turbin gas akan bekerja untuk mendapatkan gaya dorong pesawat. Agar tidak terjadi kegagalan mesin pada saat take-off perlu diperhatikan salah satu parameter kualitas mesin yakni exhaust gas temperature (EGT). High EGT dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada part mesin pesawat serta mengancam keselamatan penerbangan. EGT sangat mempengaruhi nilai Exhaust gas temperature margin (EGTM) dalam menentukan kelaikan mesin tersebut untuk dapat beroperasi. Selain itu uji kelaikan mesin pesawat merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan nilai EGTM. Mesin yang baru selesai dilakukan perbaikan overhaul, dengan keadaan semua part diganti baru tetapi pada saat uji kelaikan mengalami penurunan nilai EGTM sebesar -29,6 dan turunnya pressure pada saat kompresi sebesar 290 psig. FMEA dilakukan untuk melihat hipotesis yang mungkin terjadi pada saat terjadinya kegagalan sehingga didapatkan kerusakan pada High pressure turbine clearance control air tubing (HPTCC air tubing), High pressure turbin, High pressure compressor rear stator case (HPCnrear stator case), High pressure compressor front stator case (HPC front stator case), dan High pressure compressor rotor blade (HPC rotor blade). Analis air mode untuk mengetahui penyebab terjadinya penurunan nilai EGTM. Pada air mode, perhitungan ini memiliki 3 mode yaitu tested mode, nominal mode standard day dan nominal mode hot day, ketiga mode ini akan diperhitungkan, hasil kalkulasi dari air mode akan mengetahui nilai EGTM yang diperbolehkan. Komputer LX 2000 digunakan untuk memperoleh data perhitungan air mode. Hasil penelitian ini memberikan instruksi uji penerimaan dan kelaikan mesin dengan proses perhitungan air mode untuk mengetahui nilai EGTM terhadap standarisasi original equipment manufacturer (OEM) serta mengetahui penyebab kerusakan part pada mesin turbofan berdasarkan hasil FMEA akibat tingginya EGT 937,6 yang dihitung dengan air mode.