cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Medicina
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 47 No 3 (2016): September 2016" : 18 Documents clear
Seorang penderita leukemia mieloid kronik dengan komplikasi efusi pleura Jauwerissa, Ria; Suega, Ketut
Medicina Vol 47 No 3 (2016): September 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.434 KB)

Abstract

Leukemia mieloid kronik (LMK) adalah kelainan mieloproliferatif yang ditandai dengan peningkatan proliferasi sel granulositik, dengan prevalens 20% dari kejadian leukemia. Efusi pleura pada LMK merupakan komplikasi yang jarang ditemukan, dengan patofisiologi yang belum jelas, dan merupakan faktor prognostik yang buruk pada LMK. Kasus adalah lelaki, 24 tahun, didiagnosis dengan LMK transformasi akut dengan komplikasi efusi pleura, diterapi dengan hidroksiurea dan evakuasi cairan pleura. Pasien mengalami komplikasi pneumonia dan meninggal. [MEDICINA.2016;50(3)71-75]
Korelasi stadiumacute kidney injurydengankadar fosfat serum Suardana, I Ketut; Kandarini, Yenny; Suwitra, Ketut
Medicina Vol 47 No 3 (2016): September 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.254 KB)

Abstract

Hiperfosfatemia telah diketahui terjadi pada penyakit ginjal kronis (PGK). Terdapat hubungan linear antaraperburukan laju filtrasi glomerolus (LFG) dan peningkatan kadar fosfat serum pada PGK. Padaacute kidney injury(AKI) hubungan tersebut belum jelas. Beberapa penelitian pendahuluan melaporkan adanya peningkatan kadar fosfatserum pada pasien AKI. Tujuanpenelitian ini adalah mencari korelasi antara stadium AKI dan kadar fosfat serum.Dilakukanpenelitianpotonglintangdi RSUP Sanglah dari bulanJuni sampai Agustus2015 denganbesarsampel 53orang dipilihsecaraconsecutive sampling. Sampel yang memenuhikriteriadimintakankesediannyaberpartisipasidenganmenandatanganiinformed consent.Stadium AKI menggunakan kriteriadariKidneyDiseaseImprovingGlobalOutcome(KDIGO) tahun 2012, yaitu berdasarkan parameter kreatinin serum dan produksi urin.Kadar fosfat serumdiperiksa dengan metodemolibdate UVdi Laboratorium Prodia Denpasar. Hubungan stadiumAKI dan kadarfosfatserum dianalisis denganmenggunakan uji korelasi Spearman.Dari 53 pasienAKIterdiri dari 33(62,3%)orang pria,rerata umur 42(SB10,8)tahun.Berdasarkan kriteria KDIGO 2012 didapatkan 25 (47,2%) pasien AKI stadium 1, 12(22,6%) pasien AKI stadium 2 serta 16 (30,2%) pasien AKI stadium 3. Rerata kadar fosfat serum sebesar 4,7(SB2,10)mg/dl. Rerata kadar fosfat serum pada AKI tadium 1 sebesar 3,7(SB1,00)mg/dl, pada AKI stadium 2 sebesar4,6(SB1,20)mg/dl serta pada AKI stadium3 sebesar 6,5(SB2,70)mg/dl. Terdapat korelasi yang bermakna antarastadium AKIdankadarfosfat serum(r= 0,52,P<0,001).[MEDICINA.2016;50(3):17-22]. Hyperphosphatemia has been recognized in chronic kidney disease (CKD). There is linear correlation betweendecreased glomerular filtration rate (GFR) and increased serum phosphate level in CKD patients. This correlationisnot clear in acute kidney injury (AKI). Previous studies report that there is increasing of serum phosphate level inpatients with AKI.This study wasaimedto assess the correlation betweenseverity of AKIandserum phosphate level.Across-sectional study was performedat Sanglah Hospital from JunetoAugust 2015. Fiftythree patients wereselected with consecutive sampling technique. Eligiblesamples were requested for participation by signed informedconsent. Severity of AKI was defined byKidneyDiseaseImprovingGlobal Outcome(KDIGO) criteria2012, basedon serum creatinin and urine output. Serum phosphate level was measured usingmolibdate UVat Prodia laboratoryDenpasar.Correlationbetween severity of AKI and serumphosphate levelwas performed using spearman correlation.Thirty tree(62.3%) out of53samplesweremale, themean of age was42(SD10.8) years. Twenty five(47.2%)sampleswere categorized AKI stage I, 12samples(22.6%)stage 2  and16samples(30.2%)stage 3. Meanphosphatelevelwas4.7(SD2.10)mg/dl. Meanphophate levelwas3.7(SD1.00)mg/dlin AKI stage 1,4.6(SD1.20)mg/dlinAKI stage 2 and6.5(SD2.70)mg/dlin AKI stage 3. There wassignificantcorrelation between severity of AKI andserum phosphate levelhad been showed by this study (r = 0.52,P<0.001).[MEDICINA.2016;50(3):17-22].
Seorangwanitadengan penyakit trofoblas gestasionaldankrisis tiroid Mayura, I Gusti Ngurah; Saraswati, Made Ratna
Medicina Vol 47 No 3 (2016): September 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.322 KB)

Abstract

Penyakit trofoblas gestasional (PTG) merupakan sebuah kondisi yang terkait dengan adanya jaringan trofoblastikplasenta setelah fertilisasi normal atau abnormal yangspektrumnya dari mola hidatidosa sampai keganasan. Krisistiroid mencerminkan status ekstrim dari spektrum tirotoksikosis. Terjadinya PTG denganhipertiroid dapat menjadikrisis tiroid pasca-operasi atau kuretase. Subunit ? padahuman chorionic gonadotropin(hCG), mirip dengan subunit?luteinising hormone(LH) dandapat mengaktifkan reseptortyrotropin stimulating hormone(TSH)ketika diproduksidalam jumlahberlebihan dan menginduksi tirotoksikosis. Kasus adalah seorang wanita berusia 24 tahun datangdengan keluhan badan lemas, sesak napas, demam, dan batuk, denganriwayat mola hidatidosa. Pada pemeriksaan fisisdidapatkan takikardi, pireksia, dispne, ronki, dan massa abdominal. Dari toraks foto didapatkan gambaran metastasisparu dan infeksi paru, pada pemeriksaan penunjang didapatkan peningkatan penanda tumor, hipertiroid, danpeningkatan skor untuk krisis tiroid. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjangmendukung diagnosis PTG dengan metastasis paru, infeksi paru, dan krisis tiroid.[MEDICINA.2016;47(3):47-51].Gestasional trophoblastic disease (GTD) is a condition associated with the trophoblastic tissue of the placentaafter normal or abnormal fertilization, which the spectrum from hydatidiform mole to malignancy. Thyroid stormreflects the extreme state of thyrotoxicosis spectrum. The GTD with hyperthyroidism can be a thyroid storm postsurgeryorcurettage.The?subunitofhumanchorionicgonadotropin(hCG),similartothe?subunitofluteinisinghormone(LH) and can activate the receptor of tyrotropin stimulating hormone(TSH) receptor when producedexcessively and induced thyrotoxicosis. The case was a 24 year old women came with complaints of weakness,shortness of breath, fever, and cough, with a history of hydatidiform mole. On physical examination foundtachycardia, pyrexia, dyspnea, crackles, and abdominal mass. Obstained from thorax photo ilustration lung metastasisand pulmonary infection, from laboratorium found increase in tumor marker, hyperthyroidism, and increase score forthyroid storm. Base on history, physical examination, and laboratorium support the diagnosis of PTG with lungmetastasis, pulmonary infection, and thyroid storm. [MEDICINA.2016;47(3):47-51].
Agranulositosis sekunder karen apropylthiouraci lpada seorang penderita penyakit graves Irianto, Petrus; Gotera, Wira
Medicina Vol 47 No 3 (2016): September 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.574 KB)

Abstract

Penyakit Graves merupakan penyakit autoimun yang spesifik mengenai organ tiroid. Hipersekresi hormontiroid dari kelenjar tiroid distimulasi oleh antibodi reseptor tirotropin. Pada terapi tirotoksikosis, penggunaanpropylthiouracil (PTU)dapat menyebabkan efek samping yang fatal yaitu agranulositosis. Dilaporkankasusseorang wanita penderita penyakit graves denganbadanlemas, hangat, sukar tidur, agak cemas, berdebardebar,dan riwayat pemakaian PTU lama. Hasil laboratorium didapatkan hitung jumlah granulosit yangrendah. Pasien dirawat inapdiruang isolasi, mendapat antibiotik propilaksis, injeksi filgastrim, serta terapiPTU diganti dengan metimasol. Perawatan hari ke-7 hitung jumlah granulosit kembali normal, pasiendipulangkan.[MEDICINA.2016;50(3):1-5] Graves disease is autoimune disease that is spesific about the thyroid organ. Hypersecretion thyroid hormonefrom the thyroid gland stimulated by thyrotropin receptor antibody. In treatment of thyrotoxicosis, the use ofpropylthiouracil (PTU) can causeagranulocytosis, afatal side effects. Wereportedacase of woman withGraves' disease with body limp, warm, difficulty sleeping, a little anxiety, palpitations,and long history of theuse of PTU. The laboratory resultsfoundlowgranulocytescount. Patients treated in isolation room, receiveantibiotics prophilaksis, injection filgastrim, danPTU therapy was replaced with methimasol. Onday-7ofcare,granulocytescountreturns to normal, the patient was discharged.[MEDICINA.2016;50(3):1-5].
kognitif, MMSE, hemoglobin, hemodialisis reguler Wiradharma, Ketut Gede; Suwitra, Ketut; Widiana, I Gede Raka
Medicina Vol 47 No 3 (2016): September 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.685 KB)

Abstract

Gangguan fungsi kognitif merupakan masalah umum pada penyandang hemodialisis (HD) reguler. Belum jelas adanya kaitan antara penurunan kadar hemoglobin (Hb) dengan terjadinya penurunan fungsi kognitif pada penyandang HD reguler. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara kadar Hb dan fungsi kognitif pada penyandang HD reguler di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar. Penelitian berupa studi potong lintang analitik. Kriteria inklusi ialah penyandang HD reguler di RSUP Sanglah hingga Juli 2013, berusia 18-80 tahun, pendidikan minimal sekolah dasar atau sederajat, mengerti bahasa indonesia, bisa membaca dan menulis, kooperatif, dan bersedia ikut dalam penelitian. Kriteria eksklusi ialah dalam kondisi penurunan kesadaran akut, gangguan penglihatan atau pendengaran, riwayat stroke, trauma kepala, epilepsi, dan penggunaan obat penenang. Dari 56 sampel, karakteristik data didapatkan pria sebanyak 37 orang (66,1%) dan wanita 19 orang (33,9%), rerata umur (simpang baku/SB) 47,8 (14,3) tahun, lama HD (lama minimum-maksimum) 19,5 (4-131) bulan, kadar Hb (SB) 9,5 (2,02) g/dl, nilai mini mental state examination (MMSE) (nilai minimum-maksimum) 27,5 (19-30). Analisis dengan korelasi Spearman, antara kadar Hb dan MMSE didapatkan nilai r=0,13 dan P=0,18. Disimpulkan bahwa terdapat korelasi lemah tidak bermakna antara kadar Hb dan fungsi kognitif pada penyandang HD reguler di RSUP Sanglah.
Seorang wanita dengan tuberkulosis genital IB Suta, Hendrata,
Medicina Vol 47 No 3 (2016): September 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.696 KB)

Abstract

Tuberkulosisgenitalhampir selalumerupakan prosessekunder lesi primerdibagiantubuhlainyangbersifat dorman. Sebagian besar infeksi mencapai saluran genital (terbanyak pada tubafallopi) melalui rute hematogen. Dapat juga terjadipenyebaran infeksi secararetrogradepadaovariumdanperitoneum.Transmisi langsungvulvadanserviksdari pasangan seksual yangterinfeksi jarang terjadi. Tuberkulosis genital dapat dicurigai dari riwayat kontak aktif denganpenderita tuberkulosis, dengan LED yang tinggi, kenaikan level CA-125 dan foto toraks yangmenunjukan lesi TB. Massa di adneksa, penebalan omentum, cairan kavum pelvik, danperlengketan dapat tampak pada USG pelvik. Pada laporan ini, kami menyampaikan kasusseorang perempuan umur 49 tahun dengan ditemukan penebalan endometrium pada USGtransvaginal. Lesi tipikal pada TB genital adalahepitheloid cell granulomasdengan atau tanpamultinucleated giants cellstipeLanghan’ syang didapatkan pada pemeriksaan histoPA darijaringan endometrium  pasien ini.Terapi pada pasien  iniobat anti tuberculosis(OAT)kategori1 dengan hasil pasien tidak lagi mengeluhkan perdarahan pervagina sejak 4 mingguterapi.[MEDICINA.2016;50(3):23-29].Genital TB is almost always the secondary process of dormant lesions in other body parts. The majority of genital tract infection reaches (most commonly in the fallopian tube) through hematogenous route. It can also spread retrograde to the ovaries and the peritoneum. Direct transmission vulva and cervix from an infected sexual partner is rare. Genital TB may be suspected in cases with active contact history with tuberculosis, high LED, the increase in CA125 levels and suspicious radiographic lesions relevant of TB. The presence of adnexal mass, thickening of the omentum, fluid in the pelvic cavity, and organ adhesions can be seen in pelvic ultrasound.In this report, we present the case of a woman 49 years old withtransvaginal ultrasound often reveals thickening of the endometrium. Genital lesions typical of TB are epithelioid cell granulomas with or without langhan’s typemultinucleated giants cellsobtained on histoPA examination of the endometrial tissue of patients.. Anti TB drugs category 1 therapy was started in this patient resulting in decreased vaginal bleeding after 4 weeks of therapy.
Hubungan antara kadar HbA1c dengan kejadian depresi pada pasien geriatri Wirawan, I Made Budi; Aryana, I G PSuka; Kuswardhani, RATuty
Medicina Vol 47 No 3 (2016): September 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.106 KB)

Abstract

Geriatric depression scale(GDS) adalah sebuah alat untuk skrining terjadinyagejaladepresi pada pasien geriatri. Adalima faktor atau variabel yangmenyusunGDS seperti dysphoric1 (dysphoricmood) dan 2 (putus asa), kecemasan,gangguan kognitif, penarikan-apatis-vigor, dan agitasi. Studi terbaru menunjukkan bahwa ada data yang tidakkonsistenantara hubungan kontrol glikemik yang buruk dan depresi. HbA1C bisa digunakan sebagai parameterkontrol glikemik pada pasien diabetes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukankorelasi antara skor GDSdengankadar HbA1C pada pasien geriatri diabetes dan untuk mengetahuivariabel GDSapa sajayang dominanberpengaruh. Penelitian ini merupakan penelitianpotong-lintanganalitik yang dilakukan di Rumah SakitUmum Pusat(RSUP)Sanglah dari bulanMei 2014sampai Juli 2014. Subjek penelitian ini adalah pasien geriatri yang dirawat dirumah sakit dan menjalani perawatan poliklinik di RSUPSanglah. Pasien dikumpulkansecaraconsecutive sampling.Uji korelasi Spearmandigunakan untuk menentukan korelasi antara skor GDS dengankadar HbA1C. Sebanyak 40sampel dilibatkan dalam penelitian ini, 25 (62,5%) adalahlelaki dan 15 (37,5%) adalah perempuan dengan medianusia 66,7 (60-86) tahun. Ada korelasi positif lemah yang signifikan antaraskorGDS dankadar HbA1C (r= 0,338;P<0,001). Persentasereratafaktor GDS atau variabel yang dominan disertai gejala depresi adalah faktor kecemasanyaitu66,6%. Disimpulkan ada korelasi antara skor GDS dengankadar HbA1C. Kecemasan merupakan faktoryangpalingdominanmenyertai gejaladepresi pada pasien geriatri dengan diabetes. [MEDICINA. 2016;50(3):52-57]The Geriatric depression scale (GDS) is an instrument for screeningdepression symptoms in geriatric patient. Thereare five factorsor variableswhich construct of GDS such as dysphoric 1 (dysphoric mood) and 2 (hopelessness),anxiety, cognitive impairment, withdrawal-apathy-vigor (WAV), and agitation.Recent study showedthat there is aninconsistencydata between relation of poor glycemic control and depression. HbA1C can use as a parameter ofglycemic control in diabetic patient. The objective of this study was to determine the correlation between the GDSscore with HbA1C levels in diabetic geriatric patients and to know whichvariableof GDS was dominantly take effectas well. This study was a cross-sectional analytic study conducted in Sanglah Hospital from May 2014 to July 2014.Subjects of this study were geriatric patients who were hospitalized and undergoingoutpatientclinic care at SanglahHospital. Patients were collected by consecutive sampling. Spearman correlation test was used to determine thecorrelation between GDS scoreandHbA1C level. A total of 40 samples were included in this study, of which 25(62.5%) was male and 15 (37.5%) was female with a median of age was 66.7 (60-86) years old. There was asignificant weakpositive correlation between the GDS score and HbA1C level (r = 0.338; p <0.001). Whereas, a meanpercentage of GDS factor or variable which dominantly accompanied of depression symptoms was anxiety factor thatis 66.6%. It wasconcluded that there wascorrelation between the GDS scoreandHbA1C levels. Anxiety was adominant factor accompanied of depressionsymptomsin geriatric diabetic patient.[MEDICINA.2016;50(3):52-57]
Dampakanemiapadafungsikognitifpasiengeriatri yangdirawatdiRumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Laksono, Baskoro Tri; Kuswardhani, RA Tuty
Medicina Vol 47 No 3 (2016): September 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.606 KB)

Abstract

Anemiamerupakanmasalahyang seringdijumpai padagolongan geriatrikdengankonsekuensi yangserius. Belumbanyak penelitian yang meneliti pengaruh anemia terhadap fungsi kognitif. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuihubungan antaraanemiadangangguan kognitif pada pasiengeriatrik yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar.Penelitianinimerupakan studianalisispotong-lintang. Penelitiandilakukanpadapasiengeriatri (usia?60tahun)yangdirawat di BagianPenyakit Dalam RSUP Sanglah Denpasar. Sebanyak121pasien terdaftar dalampenelitian ini.Status anemia dan fungsi kognitif didefinisikan dengan menggunakan kriteria WHOdan mini-mental stateexamination(MMSE). Uji Chi-square atauFisher-exact digunakanuntuk menguji signifikansi antara keduanya.Risikodiperkirakan menggunakanrasioodds (RO) dan interval kepercayaan(IK) 95%. Prevalens anemia dangangguan kognitifpada pasiengeriatrikyangdirawat diRSUPSanglahadalah62,8%dan47,2%. Gangguan kognitiflebih umumterjadi di kalangan perempuan dibanding lelaki (50,88%vs 49,12%) dan pasien usia ?70 tahundibandingkan<70 tahun(63,15%vs 36,84%). Tidakditemukanhubunganyang signifikan antara anemia dangangguan kognitifpadapasiengeriatri (P=0,32).Disimpulkan bahwa tidak adahubungan antaraanemiadangangguankognitifpada pasiengeriatriyang dirawatdiRSUP Sanglah Denpasar.[MEDICINA.2016;50(3):6-9].Anemia isa common problem with serious consequences ingeriatricpatients but the impact of anemia on cognitivefunction has not been extensivelystudied.The aimof this study wasto evaluate the association between anemia andcognitive impairment in hospitalizedgeriatric patients at Sanglah Hospital Denpasar. This was a hospital-basedanalytic cross-sectional study. The data were derived from the medical records ofgeriatricpatients (age?60 years)admitted toDepartment ofInternal Medicine SanglahHospitalDenpsar. A total of 121elderly patients were enrolled.Anemic status and cognitivefunction were defined using WHO-criteria andmini-mental state examination(MMSE)questionnaires, respectively. Chi-square or Fisher-exact test wasused to test thesignificance between 2 proportions.The risk was estimated by usingoddsratio(OR) and 95%confidence interval(CI). The overall-prevalence of anemiaand cognitive impairment among hospitalized elderly patients was 62.8% and 47.2%, respectively. Cognitiveimpairment was more prevalent infemalethan male (50.88% vs. 49.12%) and inpatientswith the age>70 vs<70years(63.15% vs. 36.84%). We found no significantassociationbetween anemia and cognitive impairment ingeriatricpatient (P=0.32). It was concluded that there is no association between anemia and cognitive impairment inhospitalizedgeriatricpatientsatSanglah hospital.[MEDICINA.2016;50(3):6-9].
Peranan melatoninpadanyeri kepalamigren, klaster,dan hipnik Kesanda, I Made Phala; Widyadharma, I Putu Eka; Adnyana, I Made Oka
Medicina Vol 47 No 3 (2016): September 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.002 KB)

Abstract

Nyeri kepala adalah keluhan yang sering dialami. Hampir 95% manusia pernah mengeluhkan nyeri kepalasetiap tahunnya. Nyeri kepala dapat merupakannyeri kepala primer yang belum diketahui penyebabnya, ataunyeri kepala sekunder akibat kelainan intrakranial ataupun ekstrakranial. Melatonin adalah hormon yangdihasilkan oleh kelenjar pineal yang sekresinya berkaitan dengan hipotalamus. Melatoninmemiliki peranandalam berbagai sistem vital didalam tubuh, salah satunya sebagai pengatur siklus sirkadian dan sebagai antinyeri.Defisiensimelatoninataugangguansekresimelatonindikaitkandenganpatogenesisbeberapanyerikepalaprimersepertinyerikepalamigren,nyerikepalaklaster,dan nyeri kepala hipnik. Saat ini melatoninsudah mulai digunakan sebagai terapi yang potensial maupunsebagai profilaksis pada nyeri kepala migren,nyeri kepala klaster,dan nyeri kepala hipnik.[MEDICINA.2016;50(3):30-37]Headache is a common complaint.Aproximately95% of people complained of headaches annually. Headachecan be as aprimary headache of unknown cause, or secondary headache as aresult of intracranial orextracranial abnormalities. Melatonin is a hormone produced by the pineal gland which is associated with thehypothalamus. Melatoninplayrole in many vital systems in the body, one of them as acircadiancycleregulator and asapainkiller.Deficiency of melatonin or melatonin secretion disorders are associated with thepathogenesis of several primary headaches such as migraine headache, cluster headache, and hypnicheadache. Currently melatonin has beenused as pain killer as well as prophylaxis inmigraine headache,cluster headache,andhypnicheadache.[MEDICINA.2016;50(3):30-37]
Seorang penderita anemia berat dengan kemungkinan talasemia-? minor kombinasi hemoglobin e Panjaitan, Andi Manaek Hatimbulan; Suega, Ketut
Medicina Vol 47 No 3 (2016): September 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.286 KB)

Abstract

Talasemia-?disebabkan olehpenurunan sintesis rantai beta dari globin. Hemoglobin E adalah salah satubentuk hemoglobinopatiyangasam amino glutamatnyadigantikan oleh asam amino lisin pada posisi 26 rantaiglobin ?. Kami melaporkan pasien lelaki 26 tahun dengan keluhan lemas badan. Pada pemeriksaan didapatkananemia berat hipokromik mikrositer, splenomegali, kardiomegali, dan peningkatan kadar HbA2 dan HbF.Dalam perawatan, pasien diberikan tranfusi PRC 1 kolf perhari sampai Hb >10 g/dl. Pembuktian hemoglobinE dengan analisis DNA metode PCR tidak dikerjakan karena biaya. Keluhan lemas badan teratasi dengantransfusi PRC. Pasien ini akan mengalami banyak tranfusi darahdengan akibat kelebihan besi padaorganorgantubuh.[MEDICINA.2016;47(3):58-62] ? Thalassemia is caused by decreasing synthesis of beta globin chains. Hemoglobin E is one ofhemoglobinopathies which glutamic amino acid was replaced by lysine amino acid at 26 ? globin chainposition. We reported a male patient 26 years old with complaintsof weakness. On physical examination wefound severe anemia, hipocromic micrositer, splenomegaly, cardiomegaly, and increasing the level of HbA2and HbF. During treatment, patient has got PRC transfusion one bag a day until Hb >10 g/dl. For provinghemoglobin E with DNA analysis and PCR has not be done due to financial problem. The weaknessimprovedby PRC transfusion. This patient will receive a lot of blood transfusion with its complication is iron overloadin the body.[MEDICINA. 2016;47(3):58-62]

Page 1 of 2 | Total Record : 18