cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Magister Ilmu Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 23020172     DOI : -
Core Subject : Economy,
Magister ilmu Ekonomi merupakan suatu bidang ilmu yang terus berkembang melalui proses pengkajian, pengujian dan perbaikan. Salah satu tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya terutama di bidang ilmu ekonomi adalah publikasi hasil penelitian dan penerapannya. Oleh karena itu, Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala (PPs-Unsyiah) menyediakan wadah publikasi segala bentuk hasil penelitian di bidang Ilmu Ekonomi melalui Jurnal Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Unsyiah. Jurnal ini dilahirkan untuk meningkatkan kompetensi para pelaku pendidikan. Untuk menambah meningkatkan mutu dan kwantitas informasi yang hendak disampaikan, jurnal ini terbuka untuk seluruh pelaku pendidikan. Jurnal ini diharapkan akan menyajikan perkembangan penelitian dan aplikasi dari ilmu Ekonomi yang up to date. Jurnal ini dikelola oleh Program Pascasarjana Unsyiah bagian (SJM) dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Mei 2014" : 10 Documents clear
ANALISIS PRODUKSI DAN EKSPOR KOMODITAS KOPI ARABIKA DI KABUPATEN BENER MERIAH DAN KABUPATEN ACEH TENGAH Hikmah, Abubakar Hamzah, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.289 KB)

Abstract

Abstract: The aim of this research is to find out the factors which influence the seed of arabica coffee production in Bener Meriah regency and Aceh Tengah regency and also to find out arabica coffee export which has a good prospect in the future. This research uses secondary data such as time series data, 1990-2012, namely data quantity of arabica coffee production, arabica coffee export volume, a rate of rupiah exchange toward American dollar and oversea annual income. Analysis method which is use in this research is Ordinary Least Square (OLS). The result of this research point out independent variabel area and farmer quantity have a significant positive effect toward arabica coffee production. Then, factors of estimation effect which influence independent variabel export production, a rate of exchange, and American GDP have significant positive effect toward arabica coffee export volume while foreign price has a positive effect nevertheless doesn’t significant toward arabica coffee arabica. An increasing number of production greatly affects the volume of arabica coffee to be exported. Therefore to increase the number of land, it’s necessary to expand the production of crops that can increase the productivity of arabica coffee in the following year. Keywords: Production, Area, Farmer Quantity, A Rate of Exchange, Foreign Price, American GDP, Bener Meriah Regency and Aceh Tengah Regency. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi biji kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah. Selanjutnya untuk mengetahui ekspor kopi arabika yang memiliki prospek yang baik di masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series, 1990-2012, yaitu data jumlah produksi kopi arabika, volume ekspor kopi arabika, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, dan pendapatan perkapita luar negeri. Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas luas lahan dan jumlah petani berpengaruh positif signifikan terhadap produksi kopi arabika. Selanjutnya pengaruh estimasi faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor variabel bebas produksi, kurs, dan GDP Amerika berpengaruh positif signifikan terhadap volume ekspor kopi arabika sedangkan harga luar negeri berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ekspor kopi arabika. Peningkatan jumlah produksi sangat mempengaruhi volume kopi arabika yang hendak di ekspor oleh sebab itu untuk meningkatkan jumlah produksi perlu dilakukan perluasan lahan tanaman menghasilkan sehingga produktivitas kopi arabika dapat meningkat di tahun berikutnya. Kata Kunci: Produksi, Luas Lahan, Jumlah Petani, Ekspor, , Kurs, Harga Luar Negeri, GDP Amerika, Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah.
ANALISIS PERMINTAAN TUNA SIRIP KUNING (YELLOWFIN) INDONESIA DI PASAR JEPANG M.Yusra, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.755 KB)

Abstract

Abstract: Indonesia is a maritime country which has a big potential marine and fisheries resources. Tuna as export fisheries commodity has given contribution to Indonesian foreign exchange in fisheries sector. Fresh Yellowfin is one of tuna commodity that many imported by Japan from other countries including Indonesia. The purpose of this paper is to empirically demand analyze of Indonesian yellowfin in Japan market. Analyze the influence of Japan's GDP per capita, Indonesian fresh yellowfin price, Thailand’s fresh yellowfin price, Indonesian production of Yellowfin exchange rate to demand volume of Indonesian tuna imported in Japan market. The period data used for analyzes from 1988 until 2012. The secondary data which used in this paper is source from UNCOMTRADE, World Bank, Bank Of Japan, FAO. The method which used in this paper is regression linier equation in double log model with Ordinary least square. The Results of this research are Exchange rates, Gross Domestic Product per capita, Production of Indonesian Yellowfin, Thailand fresh yellowfin price, Indonesian fresh yellowfin price affected significant to the demand quantity Indonesian yellowfin in Japan Market. Regession result show that Thailand yellowfin is substitutes with Indonesian fresh yellowfin. Japan is a very potential market for Indonesian yellowfin Indonesia. to increase the export of Indonesian fresh yellowfin sustainably. It needs the support of government to improve the quality standards through the development of quality standards and expand markets especially EU markets while maintaining existing markets. Keywords: Indonesian Yellowfin, Demand analysis , multiply linier equation. Abstrak: Indonesia merupakan negara bahari yang sangat kaya dengan potensi perikananan dan kelautannya. Ikan tuna sebagai komoditas ekspor perikanan merupakan penyumbang devisa terbesar kedua dalam sektor perikanan. Dipasar Jepang tuna beku jenis sirip kuning segar (yellowfin) merupakan komoditas yang banyak di impor oleh Jepang dari negara negara produsen lainnya termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa pengaruh GDP perkapita Jepang, harga yellowfin segar Indonesia, harga yellowfin segar Thailand, Produksi Yellowfin Indonesia dan nilai tukar Yen Jepang terhadap volume permintaan impor tuna Indonesia dipasar Jepang. Periode data analisis yang digunakan yaitu tahun 1988-2012. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari website UNCOMTRADE, world Bank, Bank of Japan, FAO .Model analisis dalam penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda double Log dengan metode analisis Ordinary Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar yen terhadap dollar, pendapatan perkapita Jepang, Produksi Yellowfin, Harga yellowfin Segar Thailand, harga yellowfin segar Indonesia berpengaruh secara signifikan terhadap volume permintaan yellowfin segar Indonesia di pasar Jepang. Dari tanda koefisien yang dihasilkan Yellowfin segar Thailand bersifat substisi (barang substitusi) dengan yellowfin segar Indonesia. Pasar Jepang yang sangat potensial bagi yellowfin segar asal Indonesia perlu tetap dipertahankan dengan menjaga dan meningkatkan kualitas produk dan perlu dilakukan perluasan pasar seperti ke uni Eropa dan Amerika yang memiliki pasar potensial bagi tuna asal Indonesia. Kata Kunci ; Tuna sirip kuning, analisis permintaan, model regresi linier ganda double log.
PENGARUH DAN EFEKTIFITAS BANTUAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TERHADAP PARTISIPASI PENDIDIKAN DI KECAMATAN MUARA TIGA KABUPATEN PIDIE Lidiana, Mohd Nur Syechalad, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.07 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the effect and effectiveness of the Family Assistance Program (PKH ) on Enrollment at Muara Tiga Kabupaten Pidie . The population of this study were all heads of families who receive the aid of family assistance program at Muara Tiga Kabupaten Pidie. Sampling was done by using the " stratisfield random sampling " as much as 23 percent of the 871 respondents in order to obtain a sample of 200 respondents. The result showed that the aid fund of family assistance program which give to improve education participation at Muara Tiga Kabupaten Pidie is already done effectively, where the average of the aid from 2008-2013 up to 95,58 percent. The aid of family assistant program describe or effect the children education participation of poor family at Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie up to 96,8 percent and the balance 3,2 percent was influenced by other variabel beside the others model of this research. The aid giving of family assistance program should betargeted and really aimed to increase children’s education. This is important, because that temporary and more focused to break the chain proverty. Keywords: Effectiveness, Aid Family Hope Program ( PKH ) and Enrollment. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan efektifitas Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap Partisipasi Pendidikan di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang menerima bantuan PKH di Kecamatan Murata Tiga Kabupaten Aceh Pidie. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan menggunakan metode ”stratisfield random sampling” sebanyak 23 persen dari jumlah 871 respoden sehingga diperoleh sampel sebanyak 200 responden. Hasil penelitian menunjukkan dana bantuan PKH yang diberikan untuk meningkatkan partisipasi pendidikan di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie adalah telah dilakukan dengan sangat efektif, dimana rata-rata tingkat efektifitas pemberian bantuan PKH dari tahun 2008-2013 mencapai 95,58 persen. Bantuan PKH mampu menjelaskan atau mempengaruhi partisipasi pendidikan anak – anak RTSM di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie mencapai 96,8 persen dan sisanya sebesar 3,2 persen di pengaruhi oleh variabel lainnya diluar model penelitian ini. Pemberian bantuan PKH hendaknya tepat sasaran dan benar-benar ditujukan untuk meningkatkan pendidikan anak. Hal ini penting, karena bantuan tersebut hanya bersifat sementara dan lebih terfokus untuk memutuskan mata rantai kemiskinan. Kata Kunci : Efektifitas, Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Partisipasi Pendidikan.
PENGARUH INVESTASI DAN TINGKAT UPAH TERHADAP KESEMPATAN KERJA DI PROVINSI ACEH Yusrizal, Abubakar Hamzah, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.974 KB)

Abstract

Abstract : This study aims to analyze the influence of investment and the income levels on employment in Aceh Province. In this study the demand of employee influenced by salary and investment. The analytical method use multiple linear method (OLS) and lag2 addition to the variable investment using time series from 1990 to 2012. The estimation result indicate the employee demand has positive and significant effect to income variable, whereby every increment one hundred thousand rupiahs of salary will lead to increased demand of employee 6294 people and investment variable has significant and positive effect too with each increment one million rupiahs of investment will lead to increased demand of employee 1270 people. Keywords: investment, salary, employment. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi dan tingkat upah terhadap kesempatan kerja di Provinsi Aceh. Pada penelitian ini permintaan tenaga kerja di pengaruhi oleh upah, dan investasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode linier berganda (OLS) dan penambahan lag2 pada variabel investasi dengan menggunakan data time series dari tahun 1990-2012. Dari hasil estimasi menunjukkan, pada permintaan tenaga kerja variabel upah berpengaruh positif dan signifikan dimana setiap kenaikan Rp100.000 upah akan menyebabkan meningkatnya permintaan tenaga kerja kerja sebesar 6294 Orang dan variabel Investasi berpengaruh positif dan signifikan dimana setiap kenaikan Rp1.000.000 investasi akan menyebabkan kenaikan permintaan tenaga kerja sebesar 1270 Orang. Kata kunci: Investasi, Upah, dan Kesempatan Kerja.
PELUANG MEMILIKI RUMAH SENDIRI DI KOTA BANDA ACEH Marliesna, Abubakar Hamzah, Samsul Rizal.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.933 KB)

Abstract

Abstract: As we know that the development of infrastructure, especially housing problems is really needed by everyone and had so much built by developers both inside the city and outside the city. This residential development ranging from the type, design and technical specifications are varied, it is intended to be accessible by consumers. Although developers already provide some conveniences such as the ability to repay in accordance with the selected type, there are still plenty of civil servant (PNS) as well as those working in the private sector has not been able to buy/own their own home on the grounds of various considerations interests respectively. Then the objectives to be achieved in this study were: to analyze the characteristics of the household that is income, level of education, status/position in the main job, age, gender, number of household members and marital status that affect the probability of having their own house in Banda Aceh city and estimating the magnitude of the probability of significant explanatory variables affect the probability of having their own house in Banda Aceh city. Explanatory variables used in this model consists of a variable income, number of household members, gender, education level, employment sector, age and marital status will affect the probability of households to own their own home. The data used is secondary data from the National Socio-Economic Survey 2011, which contains the results of a survey conducted by BPS. The respondent xample is 418 household. This thesis focuses on the area of Banda Aceh as well as using the logit model estimation. The result of calculations show that the proportion of households in the city of Banda Aceh who own their own home around 53.83%, with the proportion who are not self owned approximately 46.17%. The analysis showed that the variables household size and age significantly affect the chances of having their own home with a significance level of 5%. The coefficient of logistic regression was equal to 0.14004 meaning that if family members increase one more hence the probability of the ownership of the house will increase by 0.45 (45%). Keywords: Logit Model, Home Ownership, Banda Aceh. Abstrak: Seperti diketahui bahwa pembangunan sarana fisik khususnya masalah perumahan sangat diperlukan oleh semua orang dan sudah begitu banyak dibangun oleh pengembang baik di dalam kota maupun diluar kota. Pembangunan perumahan ini mulai dari type, design dan spesifikasi teknis yang bervariasi, hal ini dimaksudkan untuk dapat dijangkau oleh para konsumen. Meskipun pengembang sudah memberikan beberapa kemudahan seperti dapat mengangsur sesuai dengan kemampuan type yang dipilih, ternyata masih banyak baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun yang bekerja disektor swasta belum mampu membeli/memiliki rumah sendiri dengan alasan berbagai pertimbangan kepentingan masing-masing. Maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik rumah tangga yaitu pendapatan, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, usia, jenis kelamin, jumlah anggota rumah tangga dan status perkawinan yang mempengaruhi peluang memiliki rumah sendiri di Kota Banda Aceh dan mengestimasi besarnya probabilitas variabel penjelas yang signifikan mempengaruhi peluang memiliki rumah sendiri di Kota Banda Aceh. Variabel-variabel penjelas yang digunakan dalam model ini terdiri dari variabel pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, jenis kelamin, tingkat pendidikan, sektor pekerjaan, usia dan status perkawinan yang akan mempengaruhi probabilitas rumah tangga untuk memiliki rumah sendiri. Data yang digunakan adalah data sekunder hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional 2011 yang berisi hasil survey yang dilakukan oleh BPS. Sampel responden yang dianalisis sebanyak 418 rumah tangga. Tesis ini memfokuskan pada daerah kota Banda Aceh serta menggunakan estimasi dengan model logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi rumah tangga di Kota Banda Aceh yang memiliki rumah sendiri sekitar 53,83%, dengan proporsi yang bukan rumah milik sendiri sekitar 46,17%. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel jumlah anggota rumah tangga dan usia berpengaruh nyata terhadap peluang memiliki rumah sendiri dengan tingkat signifikansi 5%. Koefisien regresi logistik pada variabel Jumlah Anggota Rumah Tangga sebesar 0,14004 berarti apabila jumlah anggota rumah tangga bertambah 1 orang maka probabilitas kepemilikan rumah sendiri akan meningkat sebesar 0,45 (45%). Kata Kunci : Model Logit, Kepemilikan Rumah, Banda Aceh.
ANALISIS KESENJANGAN PENDAPATAN ANTAR KABUPATEN/KOTA DALAM PROVINSI ACEH Mahrizal, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.03 KB)

Abstract

Abstract: Growing income gap has led to various problems such as rising unemployment, lack of health and education, housing, basic needs and security. So that the author wishes researching on the development of economic growth and development of the population that influence the income gap among districts / cities in Aceh province. Location of the research conducted in the province of Aceh, using secondary data obtained from the office of the Central Bureau of Statistics Aceh. For purposes of analysis used modeling approaches Williamson index and convergence analysis results showed that the disparity of per capita GDP among the districts / cities in Aceh province during the period 2002-2011 has the highest value of 0.839 and the lowest 0.747 Aceh province including high level of inequality criterion. Trend GDP per capita disparity continues to decline but are fluctuations from year to year. By looking at the convergence coefficient beta = 0.0637 which is positive, confirms that there has been a divergence rather than convergence occurs in GRDP per capita disparities between districts / cities in Aceh province. Based on the results of research that has been done, then the need is to reduce the gap and seek to create konvegensi through the efforts of physical development and human resources equally on each district / city in order to overcome the development gap . Keywords: GDP and Population. Abstrak: Kesenjangan pendapatan yang semakin besar telah menimbulkan berbagai masalah seperti meningkatnya pengangguran, kurangnya sarana kesehatan dan pendidikan, perumahan, kebutuhan pokok dan rasa aman. Sehingga penulis berkeinginan meneliti mengenai perkembangan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan penduduk yang mempengarui kesenjangan pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Lokasi penelitian dilakukan di Provinsi Aceh, dengan menggunakan data skunder yang diperoleh dari kantor Badan Pusat Statistik Aceh. Untuk keperluan analisis digunakan pendekatan model Indeks Williamson dan analisis konvergensi Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disparitas PDRB Per Kapita antar kabupaten/ kota di Provinsi Aceh selama kurun waktu 2002-2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 0,839 dan terendah 0,747 maka Provinsi Aceh termasuk kriteria ketimpangan taraf tinggi. Trend disparitas PDRB per kapita terus menurun namun secara fluktuasi dari tahun ke tahun. Dengan melihat koefisien konvergensi beta = 0,0637 yang bernilai positif, menegaskan bahwa telah terjadi divergensi bukannya terjadi konvergensi dalam disparitas PDRB per kapita antar kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Bedasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka yang perlu adalah memperkecil kesenjangan dan berupaya menciptakan konvegensi melalui upaya pembangunan fisik dan sumber daya manusia yang merata disetiap kabupaten/kota guna mengatasi kesenjangan pembangunan. Kata Kunci: PDRB dan Jumlah Penduduk.
KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI ACEH Fajri Hadi, Abubakar Hamzah, Mohd. Nur Syechalad.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.019 KB)

Abstract

Abstract: Inequality is a development problem that cannot be eliminated, especially in developing countries.This study was to analyze the growth economic and inequalities between districts or cities in Aceh province. To see this inequality Aceh GDP data was used to the model Williamson Index.The results showed that the rate coefficient of inequality of growth economic in the province of Aceh has improved. This is indicated by the high coefficient of inequality from 2000 to 2012. Government spending and the number of people positive and significant effect in increasing the index of inequality across districts or city cities in Aceh province. 51.09 percent of the variation of the index of income inequality can be explained by government spending and population, while the remaining 48.91 percent is explained by other factors outside the model. Williamson index analysis results showed in the district or city having a very high inequality in 2000 and continues to grow so that in the year 2012 fell limp below average although still at the level of inequality of growth with a high index, but were able to show better development, for example Aceh Barat Daya district in 2001 had a very high inequality with coeficien index at 0,862 and further declined in 2012 with the index of inequality for 0,761 coeficien index(IW) is below the average. To reduce the level of inequality between regions in the province of Aceh in the future, the Government of Aceh need to increase spending on capital expenditures for the Central Region and the South West and the creation of employment for encourage the growth of regional economic. Keywords: development economic, inequality, government expenditure. Abstrak: Ketimpangan merupakan masalah pembangunan yang belum dapat dihapuskan terutama pada negara sedang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembangunan ekonomi dan ketimpangannya di Provinsi Aceh. Untuk melihat pembangunan dan ketimpangan ini digunakan data PDRB Aceh dengan menggunakan model Indeks Williamson dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka koefisien ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi Aceh berfluktuasi dan koefisiennya masih tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya koefisien ketimpangan pendapatan perkapita dari tahun 2000 sampai dengan 2012. Pengeluaran pemerintahdan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan indek ketimpangan pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. 51,09 persen variasi dari indek ketimpangan pendapatan dapat diterangkan oleh pengeluaran pemerintah dan jumlah penduduk, sedangkan 48,91 persen lagi dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model ini. Hasil analisis indeks williamson menunjukkan di Kabupaten/kota mengalami ketimpangan yang sangat tinggi pada tahun 2000 dan terus tumbuh sehingga pada tahun 2012 ketimpangannya turun dibawah rata-rata meskipun masih berada di tingkat yang tinggi namun mampu menunjukkan pembangunan yang lebih baik, misalnya Kabupaten Aceh Barat Daya pada tahun 2000 mengalami ketimpangan yang sangat tinggi dengan koefisien ketimpangan 0,862 dan selanjutnya menurun pada tahun 2012 dengan indeks ketimpangan (IW) dibawah rata-rata dengan koefisien ketimpangan 0,761. Untuk mengurangi tingkat ketimpangan antar wilayah di Provinsi Aceh di masa yang akan datang, pemerintah Aceh perlu meningkatkan pengeluarannya untuk kabupaten yang berada di wilayah Tengah dan Barat Selatan dan penciptaan lapangan kerja untuk mendorong pembangunan ekonomi didaerah ini. Kata kunci : Pembangunan ekonomi, ketimpangan, pengeluaran pemerintah.
ANALISIS SEKTOR BASIS KABUPATEN KOTA DAN PUSAT PENGEMBANGAN EKONOMI PROVINSI JAWA BARAT Didif Fuad Hilmi, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.062 KB)

Abstract

Abstract: the focus of this study is to analize the basic sector which has superiority of competitiveness and specialization of regncy/town.And determine the growth pole area for economic development of West Java Province. This study uses LQ, Shift-Share methods and typology analysis to captures it’s issues.The data was used in this study is secondary data during 2009-2012. The result of LQ and Shift-Share analysis conclude that sector of agricultural and sector of electric gas and clean water still represent dominant basic sector because it’s 12 regency/town have bases,competitiveness and specialization in this sector. From result of typology analysis can be determined that regency of Karawang ,town of Sukabumi, town of Bandung ad town of Bogor are potential area to be the growth pole of economic develovment in Province of West Java. Keywords : Basic Sector; Growth Pole, West Java Province. Abstrak: Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis sektor-sektor basis yang mempunyai keunggulan kompetetif dan spesialisasi di masing-masing kabupaten /kota. serta menentukan daerah pusat pertumbuhan untuk pengembangan ekonomi di Provinsi Jawa Barat.Penelitian ini metode LQ dan Shift-Share serta analisis tipologi untuk menjelaskan issu-issu tersebut. Data yang terpakai dalam penelitian ini adalah data sekunder kurun waktu tahun 2009-2012.Hasil penelitian ini,berdasarkan analisis LQ dan Shift-share menyimpulkan bahwa sektor pertanian dan sector listrik gas dan air bersih merupakan sektor basis unggulan di Propinsi Jawa Barat karena 12 Kabupaten/kotanya mempunyai basis yang sekaligus memiliki keunggulan kompetitif dan spesialisasi di sektor ini. Sedangkan dari hasil analisis tipologi daerah , dapat ditentukan Kabupaten Karawang, Kota Sukabumi,Kota Bandung dan Kota Bogor merupakan daerah potensial untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi di Provinsi Jawa Barat. Kata Kunci : Sektor Basis, Pusat Pertumbuhan, Provinsi Jawa Barat.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI PROVINSI ACEH Ferayanti, Raja Masbar, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.172 KB)

Abstract

Abstract : This research aims to know and analyze the effects of KURS, Government Expenditure (GE) and Gross Domestic Regional Product (GDRP) upon rateof inflation in the AcehProvince, from Q1.2005 to Q4.2013. Data used in this research are time series based-secondary data for 36 periods and the multiple regression model is used as the tool of regression in analyzing them.The result of this research shows that the increase of KURS as well as of GDRP positively and significantly induces to the rate of inflation, nevertheless the increase of GM negatively and significantly influences the decreased rate of inflation in the Province during the periods. In addition, a statistical result demonstrates that F-Statistics is 13.353, more than if compared with F-Table, namely 2.90, which means that the development of KURS, the growth of GM as well as GDRP effect significantly upon the rate of inflation, which is shown by the value of F, where F-Statistics > F Table. What’s more, partially KURS as well as GDRP influence significantly to the variable of inflation, however, the variable of GM partially does not influence to inflation.The conclusion of this research is that KURS and GDRP influence positively and significantly to rate of inflation. Therefore, the Government, through monetary policy, is expected to stabilize KURS Furthermore, through fiscal policy, it is also expected to overcome discrepancy of income distribution and to avoid excessively government expenditure, and inflation could be avoided accordingly. Keywords: Inflation, KURS, Government Expenditure and Gross DomesticRegional Product (GDRP). Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh nilai tukar Rupiah terhadap US$ (KURS), pengeluaran pemerintah (GM) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap inflasi di Provinsi Aceh,selama periode kuartal I.2005 – IV.2013.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk seri waktu (time series) selama 36 kuartal (I.2005-IV.2013) dengan menggunakan peralatan analisis regresi linier berganda (multiple regression).Hasil Penelitian menunjukkan Peningkatan KURS dan peningkatan PDRB secara positif dan signifikan mempengaruhi inflasi, sedangkanGM secara negatif dan signifikan menyebabkan inflasi menurun di Provinsi Aceh. HasilPengujian statistik menunjukkan nilai F hitung sebesar 13,353 lebih besar bila dibandingkan dengan nilai F tabel sebesar 2,90 dapat diartikan, secara simultan perkembangan KURS, GM dan perkembangan PDRB berpengaruh signifikan terhadap Inflasi di Provinsi Aceh yang diperlihatkan oleh F-Hitung > F-Tabel. Secara parsial, KURS dan PDRB berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Inflasi.Sedangkan GM secara parsial tidak signifikan pengaruhnya terhadap Inflasi.Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalahKURS dan PDRB berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Inflasi. Oleh karena itu pemerintah melalui kebijakan moneter diharapkan dapat menstabilkanKURS dan melalui kebijakan fiskal dapat mengatasi kesenjangan pendistribusian pendapatan kepada masyarakat serta dapat menghindari GM yang berlebih-lebihan sehingga inflasi dapat dihindari. Kata Kunci : Inflasi, KURS, Pengeluaran Pemerintah dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
ANALISIS PERMINTAAN TELUR AYAM DI PROVINSI ACEH Fittresdy Isman, Abubakar Hamzah, Raja Masbar.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.041 KB)

Abstract

Abstract : The purpose of this study was to determine the effect of chicken egg prices, the price of substitutes, income, and number of residents to the demand of chicken eggs in the province of Aceh. The analysis used is the Multiple Linear Regression Analysis (multiple regressions). The type of data used in this study is secondary data preformance form (time series) from 1980 to 2011, covering the variable per capita income, the price of chicken eggs, duck eggs price, number of population and demand for chicken eggs obtained from relevant agencies such as : Central Bureau of Statistics (BPS), the Office of Trade and Industry, and other offices as well as from a variety of sources and other literature related to this study. Based on the estimation, the variables negatively affect the price, and the price of duck eggs, income, and population positive effect on demand for chicken eggs in the province of Aceh. Variations in the demand for chicken eggs Aceh province can be explained by variations in the price of chicken eggs, duck eggs prices, population, and income of 94.0 percent, and the remaining 6.0 percent are influenced by other variables, such as: taste, style, and the distribution of income in society and others. Either simultaneously or partially, the price of chicken eggs, duck eggs prices, income, and population significantly influence the demand for chicken eggs in the Province of Aceh.The results showed that the income is the dominant factor affecting the demand for chicken eggs in the province of Aceh, therefore an increase in supply of chicken eggs in the province of Aceh to be seen by its association with the Gross Regional Domestic Product (GDRP) increasing Aceh province. Keywords : Chicken Egg Demand. Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga telur ayam, harga pengganti, pendapatan dan jumlah penduduk terhadap permintaan telur ayam di Provinsi Aceh. Analisisnya menggunakan analisis regresi linear berganda (Multiple Regressions).Jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk (Time Series) dari tahun 1980 sampai dengan tahun 2011, meliputi variabel pendapatan per kapita, harga telur ayam, harga telur bebek, kemudian jumlah penduduk dan permintaan telur ayam yang diperoleh dari instansi terkait seperti, Badan Pusat Statistik (BPS), Kantor perdagangan dan perindustrian dan kantor – kantor lainnya serta dari berbagai sumber dan literatur lain yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil estimasi variabel harga berpengaruh negatif dan harga telur itik, pendapatan dan jumlah penduduk berpengaruh positif terhadap permintaan telur ayam di Provinsi Aceh. Variasi permintaan telur ayam di Provinsi Aceh dapat dijelaskan oleh variasi harga telur ayam, harga telur itik, jumlah penduduk dan pendapatan sebesar 94,0 persen dan sisanya sebesar 6 persen dipengaruhi oleh variabel lainnya seperti selera, corak dan distribusi pendapatan dalam masyarakat dan lain-lain. Baik secara simultan maupun secara parsial harga telur ayam, telur itik, pendapatan dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap permintaan telur ayam di Provinsi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan faktor dominan yang mempengaruhi permintaan telur ayam di Provinsi Aceh, oleh karenanya peningkatan persediaan telur ayam di Provinsi Aceh harus dilihat dengan keterkaitanya dengan PDRB Provinsi Aceh yang semakin meningkat. Kata Kunci : Permintaan Telur Ayam.

Page 1 of 1 | Total Record : 10