cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Magister Ilmu Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 23020172     DOI : -
Core Subject : Economy,
Magister ilmu Ekonomi merupakan suatu bidang ilmu yang terus berkembang melalui proses pengkajian, pengujian dan perbaikan. Salah satu tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya terutama di bidang ilmu ekonomi adalah publikasi hasil penelitian dan penerapannya. Oleh karena itu, Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala (PPs-Unsyiah) menyediakan wadah publikasi segala bentuk hasil penelitian di bidang Ilmu Ekonomi melalui Jurnal Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Unsyiah. Jurnal ini dilahirkan untuk meningkatkan kompetensi para pelaku pendidikan. Untuk menambah meningkatkan mutu dan kwantitas informasi yang hendak disampaikan, jurnal ini terbuka untuk seluruh pelaku pendidikan. Jurnal ini diharapkan akan menyajikan perkembangan penelitian dan aplikasi dari ilmu Ekonomi yang up to date. Jurnal ini dikelola oleh Program Pascasarjana Unsyiah bagian (SJM) dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
ANALISIS KESENJANGAN PENDAPATAN ANTAR KABUPATEN/KOTA DALAM PROVINSI ACEH Mahrizal, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.03 KB)

Abstract

Abstract: Growing income gap has led to various problems such as rising unemployment, lack of health and education, housing, basic needs and security. So that the author wishes researching on the development of economic growth and development of the population that influence the income gap among districts / cities in Aceh province. Location of the research conducted in the province of Aceh, using secondary data obtained from the office of the Central Bureau of Statistics Aceh. For purposes of analysis used modeling approaches Williamson index and convergence analysis results showed that the disparity of per capita GDP among the districts / cities in Aceh province during the period 2002-2011 has the highest value of 0.839 and the lowest 0.747 Aceh province including high level of inequality criterion. Trend GDP per capita disparity continues to decline but are fluctuations from year to year. By looking at the convergence coefficient beta = 0.0637 which is positive, confirms that there has been a divergence rather than convergence occurs in GRDP per capita disparities between districts / cities in Aceh province. Based on the results of research that has been done, then the need is to reduce the gap and seek to create konvegensi through the efforts of physical development and human resources equally on each district / city in order to overcome the development gap . Keywords: GDP and Population. Abstrak: Kesenjangan pendapatan yang semakin besar telah menimbulkan berbagai masalah seperti meningkatnya pengangguran, kurangnya sarana kesehatan dan pendidikan, perumahan, kebutuhan pokok dan rasa aman. Sehingga penulis berkeinginan meneliti mengenai perkembangan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan penduduk yang mempengarui kesenjangan pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Lokasi penelitian dilakukan di Provinsi Aceh, dengan menggunakan data skunder yang diperoleh dari kantor Badan Pusat Statistik Aceh. Untuk keperluan analisis digunakan pendekatan model Indeks Williamson dan analisis konvergensi Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disparitas PDRB Per Kapita antar kabupaten/ kota di Provinsi Aceh selama kurun waktu 2002-2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 0,839 dan terendah 0,747 maka Provinsi Aceh termasuk kriteria ketimpangan taraf tinggi. Trend disparitas PDRB per kapita terus menurun namun secara fluktuasi dari tahun ke tahun. Dengan melihat koefisien konvergensi beta = 0,0637 yang bernilai positif, menegaskan bahwa telah terjadi divergensi bukannya terjadi konvergensi dalam disparitas PDRB per kapita antar kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Bedasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka yang perlu adalah memperkecil kesenjangan dan berupaya menciptakan konvegensi melalui upaya pembangunan fisik dan sumber daya manusia yang merata disetiap kabupaten/kota guna mengatasi kesenjangan pembangunan. Kata Kunci: PDRB dan Jumlah Penduduk.
ANALISIS PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI ACEH (AK MODEL) Sri Wahyuni, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.819 KB)

Abstract

Abstract:The increase in technical efficiency is the ability of the technology to produce more output with the same number of inputs or to produce quality output and high quantity with fewer inputs. The influence of the very real technology in various sector with increase capital productivity, labor productivity and total productivit . Thus, to continue to promote economic growth in the province of Aceh one of which can be done by improving technology. The purpose of this study was to analyze the influence of technology on economic growth in the province of Aceh. This study uses secondary data in the period 1984-2011 were obtained from government agencies. With the variables independent is technology are measured through capital per labor force. These data were analyzed by using the Ak models of Solow growth and estimated with Adjusted Ordinary Least Square method (OLS) with the help of software Shazam 10.0. The results showed that of technology an influence positive and significant on economic growth with the level confidence at 95 percent of significance the level α=0,05. Coefficient determinant of this model was 0,9518 this means that 95,18 percent of the independent variables namely technology (k) can explain the dependent variable, the remaining 4,82 percent can be explained by other variables outside the model. By knowing the benefits of the technology are highly influential in the economic growth, it is very important for government the province of Aceh in taking the best policy in order to maintain and continuously improve the technological advances with science we can go through to improve school duty program, education quality program, education fund and scholarsip and improving of healthy quality program. Keywords: Economic Growth, Capital, Labor Force, Technology AbstrakAdanya kenaikan dalam efisiensi teknis merupakan kemampuan teknologi untuk memproduksi lebih banyak output dengan jumlah input yang sama atau menghasilkan output yang berkualitas dan berkuantitas tinggi dengan input yang lebih sedikit. Pengaruh adanya teknologi sangat nyata kita lihat diberbagai bidang yaitu dengan meningkatnya produktivitas modal, produktivitas tenaga kerja dan produktivitas total. Dengan demikian untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh salah satunya dapat dilakukan dengan meningkatkan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari teknologi terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam kurun waktu 1984-2011 yang didapat dari lembaga pemerintahan. Dengan variabel independen yaitu teknologi yang diukur melalui modal per angkatan kerja. Data ini dianalisis dengan menggunakan Ak model dari pertumbuhan Solow dan diestimasi dengan metode Ordinary Least Square Adjusted (OLS) dengan bantuan software Shazam 10.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan taraf signifikansi α=0,05. Koefisien determinan dari model ini sebesar 0,9518 ini artinya 95,18 persen variabel independen yaitu teknologi (k) dapat menjelaskan terhadap variabel dependen, selebihnya 4,82 persen dapat dijelaskan oleh variabel lain di luar model ini. Dengan mengetahui manfaat dari teknologi yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi, maka sangat penting untuk pemerintah Provinsi Aceh dalam mengambil kebijakan yang terbaik guna mempertahankan dan meningkatkan kemajuan teknologi secara berkesinambungan melalui ilmu pengetahuan yaitu dengan terus meningkatkan program wajib sekolah dan peningkatan mutu pendidikan, memberikan dana pendidikan bagi warga yang tidak mampu membiayai sekolah dan peningkatan kesehatan. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Modal, Angkatan Kerja, Teknologi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH PADA BANK UMUM DI KOTA BANDA ACEH. Yuliana, Abubakar Hamzah, Mohd. Nur Syechalad.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.669 KB)

Abstract

Abstract: Study aims to analyse the level of demand Micro,Small and Medium Enterprises Credit (UMKM) in commercial banks in Banda Aceh consisting of Loan Interest Rate, Inflation and GDP.This study uses time series data from Bank Indonesia (BI) and the Central Bureau of Statistics (BPS) of Banda Aceh for the year 2006-2011. From this research it was found that the Interest Rate affects on demand Micro, Small and Medium Enterprises credit (UMKM) in commercial banks in the city of Banda Aceh, the inflation affects on demand Micro, Small and Medium Enterprises credit (UMKM) in commercial banks in the city of Banda Aceh and GDP affects Credit demand for Micro, Small and Medium Enterprises credit (UMKM) in Commercial banks in the city of Banda Aceh.This study applies that GDP has positive effect on demand Micro, Small and Medium Enterprises credit (UMKM) in commercial banks in the city of Banda Aceh and interest rate has a positive effect on demand Micro, Small and Medium Enterprises credit (UMKM) in commercial banks in the city of Banda Aceh, this is contrary to the theory, in which the rising and declining interest rate does not affect the credit demand of Micro, Small and Medium Enterprises credit (UMKM) in commercial banks in the city of Banda Aceh, while the rate of inflation has negative effect for increasing and decreasing inflation does not affect the demand for business Micro, Small and Medium Enterprises credit (UMKM) in commercial banks in the city of Banda Aceh.For that researchers expect the government to take a policy loan, Micro, Small and Medium Enterprises are a bit easier, lighter and with a somewhat more rapid process, so that the business community get the satisfaction. Keywords: Credit Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM), Interest Rate Loans, Inflation and GDP Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat permintaan Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Bank Umum di Kota Banda Aceh yang terdiri dari Suku Bunga Pinjaman, Inflasi dan PDRB.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series yang bersumber dari Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil estimasi data time series selama tahun 2006-2011. dari penelitian ini ditemukan bahwa Suku Bunga berpengaruh pada permintaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)pada Bank Umum di Kota Banda Aceh, Inflasi berpengaruh pada permintaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Bank Umum di Kota Banda Aceh dan PDRB berpengaruh pada permintaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Bank Umum di Kota Banda Aceh. Penelitian ini mengaplikasikan bahwa PDRB berpengaruh positif terhadap permintaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Bank Umum di Kota Banda Aceh dan Suku Bunga berpengaruh secara positif terhadap permintaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Bank Umum di Kota Banda Aceh, hal ini bertolak belakang dengan teori, dimana meningkat dan menurunnya Suku Bunga tidak mempengaruhi Permintaan Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Bank Umum di Kota Banda Aceh, sedangkan tingkat Inflasi berpengaruh negatif karena semakin meningkat dan menurunnya inflasi tidak berpengaruh kepada permintaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Bank Umum di Kota Banda Aceh. Untuk itu peneliti mengharapkan kepada pemerintah untuk dapat mengambil suatu kebijakan dalam pemberian kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang agak lebih mudah, ringan dan dengan proses yang agak lebih cepat, sehingga masyarakat atau pihak usaha mendapat kepuasan. Kata kunci: Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Suku Bunga Pinjaman, Inflasi dan PDRB.
KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI ACEH Fajri Hadi, Abubakar Hamzah, Mohd. Nur Syechalad.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.019 KB)

Abstract

Abstract: Inequality is a development problem that cannot be eliminated, especially in developing countries.This study was to analyze the growth economic and inequalities between districts or cities in Aceh province. To see this inequality Aceh GDP data was used to the model Williamson Index.The results showed that the rate coefficient of inequality of growth economic in the province of Aceh has improved. This is indicated by the high coefficient of inequality from 2000 to 2012. Government spending and the number of people positive and significant effect in increasing the index of inequality across districts or city cities in Aceh province. 51.09 percent of the variation of the index of income inequality can be explained by government spending and population, while the remaining 48.91 percent is explained by other factors outside the model. Williamson index analysis results showed in the district or city having a very high inequality in 2000 and continues to grow so that in the year 2012 fell limp below average although still at the level of inequality of growth with a high index, but were able to show better development, for example Aceh Barat Daya district in 2001 had a very high inequality with coeficien index at 0,862 and further declined in 2012 with the index of inequality for 0,761 coeficien index(IW) is below the average. To reduce the level of inequality between regions in the province of Aceh in the future, the Government of Aceh need to increase spending on capital expenditures for the Central Region and the South West and the creation of employment for encourage the growth of regional economic. Keywords: development economic, inequality, government expenditure. Abstrak: Ketimpangan merupakan masalah pembangunan yang belum dapat dihapuskan terutama pada negara sedang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembangunan ekonomi dan ketimpangannya di Provinsi Aceh. Untuk melihat pembangunan dan ketimpangan ini digunakan data PDRB Aceh dengan menggunakan model Indeks Williamson dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka koefisien ketimpangan pembangunan ekonomi di Provinsi Aceh berfluktuasi dan koefisiennya masih tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya koefisien ketimpangan pendapatan perkapita dari tahun 2000 sampai dengan 2012. Pengeluaran pemerintahdan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan indek ketimpangan pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. 51,09 persen variasi dari indek ketimpangan pendapatan dapat diterangkan oleh pengeluaran pemerintah dan jumlah penduduk, sedangkan 48,91 persen lagi dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model ini. Hasil analisis indeks williamson menunjukkan di Kabupaten/kota mengalami ketimpangan yang sangat tinggi pada tahun 2000 dan terus tumbuh sehingga pada tahun 2012 ketimpangannya turun dibawah rata-rata meskipun masih berada di tingkat yang tinggi namun mampu menunjukkan pembangunan yang lebih baik, misalnya Kabupaten Aceh Barat Daya pada tahun 2000 mengalami ketimpangan yang sangat tinggi dengan koefisien ketimpangan 0,862 dan selanjutnya menurun pada tahun 2012 dengan indeks ketimpangan (IW) dibawah rata-rata dengan koefisien ketimpangan 0,761. Untuk mengurangi tingkat ketimpangan antar wilayah di Provinsi Aceh di masa yang akan datang, pemerintah Aceh perlu meningkatkan pengeluarannya untuk kabupaten yang berada di wilayah Tengah dan Barat Selatan dan penciptaan lapangan kerja untuk mendorong pembangunan ekonomi didaerah ini. Kata kunci : Pembangunan ekonomi, ketimpangan, pengeluaran pemerintah.
ANALISIS MANFAAT DAN BIAYA SOSIAL TERHADAP PENGELOLAAN HASIL HUTAN DI PROVINSI ACEH. Finna Okta Akriana, Abubakar Hamzah, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.756 KB)

Abstract

Abstrac: Forest management aims to use forest resources benefit either directly or indirectly. The amount of using of forest resources were also issued substantial cost. Forest management, if not accompanied by preservation will cause environmental damage. As what happened in Aceh Province which has suffered damage to 23124.41 hectares of forest per year. The objective of this study is to analyze the benefits received and the social costs of managing the forest. This study includes discussion of the benefits and costs that are analyzed through Costs and Benefits Analysis. The results showed that the total benefits of forest management for 11 years is 5 billion rupiahs while the total cost incurred is 6 billion rupiahs. By using the interest rate ( BI rate) 9.69 % the NVP value is negative - 206 044 163 460 , and the value of B / C is smaller than 1 is 0.9159. Based on the results of the study it indicate that forest management does not reasonable to be continued because of the costs outweigh the benefits. Therefore continue using of the forests there must be balancing between forest management and preservation. The central and local governments should create a policy to maintain the forest sustainability in the future. Keywords: Benefit and Social Cost, Forest Management, Aceh Province. Abstrak: Pengelolaan hutan bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya hutan baik manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Besarnya pemanfaatan sumber daya hutan yang dilakukan juga mengeluarkan biaya yang besar pula. Pengelolaan hutan apabila tidak disertai pelestariannya akan menimbulkan kerusakan lingkungan. Seperti yang terjadi di Provinsi Aceh yang telah mengalami kerusakan hutan hingga 23.124,41 hektar per tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manfaat yang diterima dan biaya sosial dari pengelolaan hutan tersebut. Penelitian ini meliputi pembahasan manfaat dan biaya yang dianalisis melalui Analisis Manfaat dan Biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total manfaat yang dari pengelolaan hutan selama 11 tahun adalah sebesar 5 triliun rupiah sedangkan total biaya yang dikeluarkan selama 11 tahun adalah sebesar 6 triliun rupiah. Maka dengan menggunakan tingkat suku bunga (BI rate) 9,69 % diketahui nilai NVP negatif yaitu Rp -263.775.413.458, dan nilai B/C lebih kecil daripada 1 yaitu 0,8948. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan hutan tidak layak untuk diteruskan karena biaya yang lebih besar daripada manfaatnya. Oleh karena itu agar hutan tetap dapat dimanfaatkan pengelolaan hutan harus seimbang dengan pelestariannya. Selain itu pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Provinsi Aceh harus secara tegas membuat kebijakan agar kelestarian hutan dapat terjaga dengan baik untuk masa yang akan datang. Kata Kunci: Manfaat dan biaya sosial, Pengelolaan hutan, Provinsi Aceh.
TINGKAT KETERKAITAN ANTAR SEKTOR EKONOMI DI PROVINSI ACEH (PENDEKATAN MODEL INPUT-OUTPUT) Mira Abdullah, Abubakar Hamzah, Muhammad Nasir
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.989 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the level of inter-sectors linkage that occur in economy and to determine which economic sectors can be the leading sectors in Aceh Province. The hypothesis was tested by using data analysis which is the inverse matrix and the total degree of sensitivity models. The data used are the secondary data in the form of input-output tables of Aceh Province based on domestic transaction on the basis of producer prices in 2006. The data are obtained from the office of BPS and BAPPEDA Aceh Province. The results indicate the leading sectors in Aceh Province other than mining and oil and gas industries are coffee, paddy, livestock and it results, food, beverages and tobacco, urea fertilizer and basic chemical industries. These sectors have the highest power spread (forward linkage) and the degree of sensitivity (backward linkage) which positioned in quadrant I. Keywords : Leading Sectors, Power Spreading (forward linkage), Degree of Sensitivity (backward linkage). Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterkaitan antar sektor yang terjadi dalam perekonomian dan menentukan sektor ekonomi mana saja yang dapat dijadikan sektor unggulan di Provinsi Aceh. Hipotesis diuji dengan menggunakan analisis data yaitu model matriks kebalikan dan total derajat kepekaan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa tabel input-output Provinsi Aceh berdasarkan transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2006. Data tersebut diperoleh dari kantor BPS dan BAPPEDA Provinsi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan sektor unggulan di Provinsi Aceh selain sektor pertambangan dan industri migas adalah sektor kopi, padi, ternak dan hasilnya, industri makanan, minuman dan tembakau, industri pupuk urea dan kimia dasar. Sektor-sektor ini memiliki daya penyebaran (keterkaitan kedepan) dan derajat kepekaan (keterkaitan kebelakang) yang paling tinggi karena berada pada kuadran I. Kata kunci : Sektor Unggulan, Daya Penyebaran (Keterkaitan ke depan), Derajat Kepekaan (Keterkaitan ke belakang).
PENGARUH KESEMPATAN KERJA, PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH Vera Sisca HS, Abubakar Hamzah, Mohd. Nur Syechalad.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 1, No 4: November 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.448 KB)

Abstract

Abstract: Povertypopulation ofan areacan be affectedbyseveral factors such asemployment, educationandhealth. This studyis aimed todetermine the effect ofemployment opportunities, educationandhealthon povertyinAceh Province. The data usedaresecondary dataforthe period1991-2012. Data analysisequipmentused ismultiple linear regressionwith the method ofordinaryleast squares(OLS). The study foundthatemployment opportunities, educationandhealthare significantlynegative effecton the level ofpovertyin the province ofAceh. The greater the numberof employment opportunities, the better the qualityof educationandhealth status, the smaller thenumber of poor.The conclusion of this studyisthe level ofpovertyin the Aceh Province is significantly affectedby thejob opportunities, educationandhealth. Thereforethe Aceh provincial governmentis necessaryto openemployment opportunitiesfor the community, improvingthe qualityof educationandhealth status. Keyword: Poverty, Employment Opportunities, EducationandHealth. Abstrak: Kemiskinan penduduk suatu daerah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kesempatan kerja, pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesempatan kerja, pendidikan dan kesehatan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh. Data yang digunakan adalah data sekunder selama periode tahun 1991-2012. Peralatan analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan metode ordinary least square(OLS). Penelitian menemukan bahwa kesempatan kerja, pendidikan dan kesehatan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh. Semakin besar jumlah kesempatan kerja, semakin baik kualitas pendidikan dan derajat kesehatan, semakin kecil jumlah penduduk miskin. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh secara nyata dipengaruhi oleh kesempatan kerja, pendidikan dan kesehatan. Karena itu pemerintah Provinsi Aceh dipandang perlu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan dan derajat kesehatan. Kata Kunci: Kemiskinan, Kesempatan Kerja, Pendidikan dan Kesehatan.
ANALISIS TRANSFORMASI STRUKTURAL PEREKONOMIAN ACEH Dedi Sufriadi, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.884 KB)

Abstract

Abstract: The main aims of this observation are 1.to figure out the transformation of structural economy in Aceh; and 2. To analyze the economical sectors which are available to be developed in Aceh. This research was analyzed using Classic Shift Share Analysis, Esteban-Marquillas Shift Share Analysis and Location Quotient (LQ). The results based on the Shift Share Analysis shows that years of 2008-2012 there have been changes in the economic structure of Aceh primary sector to tertier sector and secondary sector. where as years of 2000-2004 and years of 2004-2008 haven`t been changes in the economic structure of Aceh. The economic structural transformation during analysis years in 2008-2012 happened because the contribution from primary sector which is decreasing with the low relative growth, but at the same time the constribution of the tertier sector is increasing with the high relative growth as well as secondary sector. Agriculture sector, mining and quarrying sector and services sector are the basis sectors and can be seeded to be developed on the economy Aceh. It’s expected that the governments, especially in Aceh to pay attention and to develop the economical sectors in Aceh. This can be done by issuing policies that potential for the development of economic sectors and also formulate policies to begin to develop the leading sectors with a focus on sectors which have the advantages as well as synergize with other potesial sector in order to produce a multiplier effect on the communities increased revenue and the acceleration of economic development and multiply again the sectors that potential still to be developed so that the future is expected to be a potentially valuable sector. Keywords: The economic structural transformastion, Specialization, Competitive advantage, Location quotient (LQ). Abstrak: Tujuan utama dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui transformasi struktural ekonomi di Aceh; dan (2) untuk menganalisis sektor-sektor ekonomi yang potensial untuk dikembangkan di Aceh. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Shift Share Klasik, Analisis Shift Share Esteban-Marquillas dan Location Quotient (LQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa perekonomian Aceh mulai terjadi pergeseran dari sektor primer menuju ke sektor tertier dan sektor sekunder pada tahun 2008-2012 sedangkan tahun 2000-2004 dan tahun 2004-2008 belum terjadinya transformasi. Terjadinya transformasi struktural ekonomi pada tahun analisis 2008-2012 karena kontribusi dari sektor primer yang semakin menurun dengan pertumbuhan yang relatif rendah sementara pada saat yang sama kontribusi sektor tertier semakin meningkat dengan pertumbuhan yang relatif tinggi yang diikuti dengan peningkatan dari sektor sekunder juga. Dan sektor pertanian, sektor pertambangan dan pengalian serta sektor jasa-jasa merupakan sektor unggulan (sektor basis) yang potensial untuk dikembangkan di Aceh. Diharapkan kepada pengambil kebijakan terutama di Provinsi Aceh, untuk dapat lebih memperhatikan dan mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang ada di Aceh dapat dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro potensial untuk pengembangan sektor ekonomi dan juga merumuskan kebijakan untuk mulai mengembangkan sektor-sektor unggulan dengan memfokuskan pada sektor-sektor yang memiliki keunggulan serta mensinergikan dengan sektor potesial lainnya agar menghasilkan multiplier effect terhadap peningkatan pendapatan masyarakan dan percepatan pembangunan ekonomi serta mengali lagi sektor-sektor yang masih belum potensial untuk dikembangkan sehingga kedepannya diharapkan akan menjadi sektor yang bernilai potensial. Kata Kunci: Transformasi struktur ekonomi, Spesialisasi, Keunggulan kompetitif, Location quotient (LQ).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN DAERAH SEKTOR PARIWISATA KOTA BANDA ACEH Zelvian Shella, Said Muhammad, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.014 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze the influence of the variable number of tourist arrivals, tourist attraction, hotels, and length of stay against local revenue of tourism sector in Banda Aceh. The data of this study is secondary data in the from of chronological order in 1997-2012. Analysis method that used in this study is multiple linear regression with local revenue of tourism sector as dependent variable and four independent variables are the number of tourists, the number of attractions, the number of hotels, and length of stay.The result suggest that simultaneously the number of tourist, number of attraction, number of hotels, and length of stay has a significant affect on local revenue of tourism sector at Banda Aceh with a value of R2 and R respectively 0,984 and 0,992. Partially, the number of tourist, number of hotels, and length of stay has a significant affect on local revenue of tourism sector at Banda Aceh, while the number of attraction did not affect against local revenue of tourism sector at Banda Aceh. And from the fourth variable is the most dominant influence on local revenue of tourism sector in Banda Aceh is the number of tourist arrivals with probability of significance of 0,000. Keywords: Local revenue of tourism sector, the number of tourists, the number of attractions, the number of hotels, length of stay Abstrak: Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel jumlah wisatawan, jumlah objek wisata, jumlah hotel, dan lama tinggal wisatawan terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata di Kota Banda Aceh. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dalam bentuk data berkala tahun 1997-2012. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan penerimaan daerah sektor pariwisata sebagai variabel dependen dan empat variabel independen yaitu jumlah wisatawan, jumlah objek wisata, jumlah hotel, dan lama tinggal wisatawan. Hasil penelitian mengungkapkan secara simultan variabel jumlah wisatawan, objek wisata, jumlah hotel, dan lama tinggal wisatawan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata Kota Banda Aceh dengan nilai R2 dan R masing-masing sebesar 0,984 dan 0,992. Secara parsial jumlah wisatawan, jumlah hotel, dan lama tinggal wisatawan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata Kota Banda Aceh, sedangkan variabel objek wisata berpengaruh tidak signifikan terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata Kota Banda Aceh. dan dari keempat variabel tersebut yang paling dominan pengaruhnya terhadap penerimaan daerah sektor pariwisata di Kota Banda Aceh adalah variabel jumlah wisatawan dengan nilai signifikasi sebesar 0,000. Kata kunci: PAD Sektor Pariwisata, Jumlah Wisatawan, Objek Wisata, Jumlah Hotel, Lama Tinggal Wisatawan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH. Basyir, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.917 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to assess the influence of the General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK) and the government spending on poverty rate in Aceh province. The data used is secondary data obtained from the Directorate General of Fiscal Balance, Ministry of Finance of the Republic of Indonesia, the Statistics Central Agency (BPS) and development planning agencies of Aceh Province. The data in the form of data pooling the combination of time series data during the period of 2009-2013 with the data crosection 23 districts in Aceh province. Furthermore, the data were analyzed by the method of ordinary least squares (OLS). The study found that simultaneous General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK) and government spending are significantly effect on poverty reduction in Aceh province. Partially, only the General Allocation Fund (DAU) and Special Allocation Fund (DAK) which have a significant effect on reducing poverty. Instead government spending partially no significant effect on the reduction of poverty in Aceh Province.. Keyword : Poverty rate, General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK) and Government Expenditure. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan pengeluaran pemerintah Aceh terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappeda Aceh. Data tersebut berbentuk pooling data yakni gabungan antara time series data selama periode tahun 2009-2013 dengan crosection data 23 kabupaten kota di Provinsi Aceh. Selanjutnya data dianalisis dengan metode ordinary least square (OLS). Penelitian menemukan bahwa secara simultan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan pengeluaran pemerintah Aceh berpengaruh signifikan terhadap penurunan kemiskinan di Provinsi Aceh. Secara parsial hanya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kemiskinan. Sebaliknya pengeluaran pemerintah secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh. Kata Kunci : Tingkat Kemiskinan, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pengeluaran Pemerintah.