cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Magister Ilmu Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 23020172     DOI : -
Core Subject : Economy,
Magister ilmu Ekonomi merupakan suatu bidang ilmu yang terus berkembang melalui proses pengkajian, pengujian dan perbaikan. Salah satu tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya terutama di bidang ilmu ekonomi adalah publikasi hasil penelitian dan penerapannya. Oleh karena itu, Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala (PPs-Unsyiah) menyediakan wadah publikasi segala bentuk hasil penelitian di bidang Ilmu Ekonomi melalui Jurnal Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Unsyiah. Jurnal ini dilahirkan untuk meningkatkan kompetensi para pelaku pendidikan. Untuk menambah meningkatkan mutu dan kwantitas informasi yang hendak disampaikan, jurnal ini terbuka untuk seluruh pelaku pendidikan. Jurnal ini diharapkan akan menyajikan perkembangan penelitian dan aplikasi dari ilmu Ekonomi yang up to date. Jurnal ini dikelola oleh Program Pascasarjana Unsyiah bagian (SJM) dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
EFEKTIFITAS ANTARA KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA : PENDEKATAN MODEL IS – LM Safriadi, Raja Masbar, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.159 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to see the effective policy was implemented between monetary policy and fiscal policy for the Indonesian economy. The data used are secondary data from the annual time series from 1984 to 2012. The research variables are estimated by the IS-LM model using Simultaneous Equation method and solved by Two Stage Least Square (TSLS). The policy will be more effective if it will be able to influence Gross Domestic Product or National Income bigger than other policy. The ability of the policy influence Gross Domestic Product shows by its multiplier. The research results show that monetary multiplier is 3.21, fiscal multiplier is 5.99 and the equilibrium occurs in a national income at 2,021,379.65 billions and an interest rate at 14.74 percent. The conclusion of this research states that, fiscal policy is more effective on influencing Indonesia National Income rather than monetary policy. Based on the IS-LM equilibrium value is obtained, it is seen that there is considerable scope for the government to increase national income, which the government must consistently maintain a stable interest rates and encouraging policies that can improve the real sector to offset the loose monetary policy, so that the economy can continue to grow and stability is maintained. Keywords : fiscal policy, monetary policy, IS-LM model, fiscal policy multiplier, monetary policy multiplier, simultaneous equation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat kebijakan mana yang efektif dilaksanakan antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal bagi perekonomian Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder time series tahunan dari tahun 1984-2012. Variabel penelitian diestimasi dengan Model IS–LM dengan menggunakan Metode Persamaan Simultan dan diselesaikan dengan Two Stage Least Square (TSLS). Kebijakan dikatakan lebih efektif jika kebijakan tersebut mampu mempengaruhi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) lebih tinggi dibandingkan kebijakan yang lain. Kemampuan kebijakan tersebut dalam mempengaruhi peningkatan PDB ditunjukkan oleh besaran multiplier dari kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multiplier kebijakan moneter sebesar 3,21 dan multiplier kebijakan fiskal sebesar 5,99, sedangkan keseimbangan perekonomian Indonesia terjadi pada Pendapatan Nasional sebesar 2.021.379,65 miliar Rupiah dan tingkat bunga sebesar 14,74 persen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebijakan fiskal akan lebih efektif dalam mempengaruhi Produk Domestik Bruto dibandingkan dengan kebijakan moneter. Berdasarkan nilai keseimbangan IS–LM yang diperoleh, terlihat bahwa masih terdapat ruang bagi pemerintah untuk meningkatkan Pendapatan Nasional, dimana pemerintah harus konsisten menjaga tingkat bunga yang stabil dan mendorong kebijakan yang dapat meningkatkan sektor riil dengan diimbangi kebijakan moneter yang longgar, sehingga perekonomian dapat terus tumbuh dan stabilitas tetap terjaga. Kata Kunci : kebijakan fiskal, kebijakan moneter, model IS-LM, multiplier kebijakan fiskal, multiplier kebijakan moneter, persamaan simultan.
OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) TERHADAP PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS DALAM KABUPATEN ACEH BESAR Ema Mawarni, Abubakar Hamzah, Indra.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.686 KB)

Abstract

Abstract : The research aimed to determine the effect of government policy through operational funds to the health of the Public Health Development efforts at health centers in Aceh Besar district. The research used secondary data from Panel Data obtained at 8 public health centers in Aceh Besar district. The analysis methods used were Paired t test and Regression test .The result of analysis using Paired t-test showed a significant difference level of achievement of program coverage that covers the Maternal and Child Health, immunization, nutrition, and environmental health before and after the BOK. Based on the results of regression analysis showed that the positive influence of the independent variables that include Maternal and Child Health coverage 0,825, immunization coverage 0,244 , nutrition 0,659 coverage of nutrition and health coverage environments 0f 0,863 which funded by the grant BOK with the dependent variable (health development ). Partially showed that every 1% increase in coverage of each of the independent variables (MCH, Immunization, Nutrition and Environmental health) then it will be positive and significant impact on health development at health centers in Aceh Besar district. For that is expected to healthcare institutions and health centers to perform innovative activities that have a high leverage so that the MDGs targets in reducing the Infant Mortality Rate (IMR), Maternal Mortality Rate (MMR), cases of infants with malnutrition and improving access to clean water can be achieved . Keywords : The Government policy, funding BOK, public health development. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kebijakan pemerintah melalui dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) terhadap upaya Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas dalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel yang diperoleh dari 8 puskesmas di Kabupaten Aceh Besar. Metode Analisis yang digunakan adalah uji t Paired dan uji Regresi. Hasil analisis data menggunakan uji T Paired menunjukkan perbedaan yang signifikan tingkat ketercapaiaan program yang meliputi bidang Kesehatan Ibu dan Anak , Imunisasi, perbaikan gizi masyarakat, dan kesehatan lingkungan sebelum dan sesudah adanya BOK. Berdasarkan hasil analisis Regresi menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan dari variabel independen yang meliputi cakupan kesehatan ibu dan anak sebesar 0,825, cakupan imunisasi sebesar 0,244, cakupan perbaikan gizi masyarakat gizi sebesar 0,659 dan cakupan kesehatan lingkungan sebesar 0,863 yang dibiayai oleh dana BOK dengan variabel dependen (pembangunan Kesehatan). Secara parsial menunjukkan bahwa setiap peningkatan cakupan sebesar 1% dari masing-masing variabel independen (KIA, Imunisasi, Gizi dan Kesling) maka akan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan kesehatan di Puskesmas dalam Kabupaten Aceh Besar. Untuk itu diharapkan kepada instansi kesehatan dan puskesmas untuk dapat melakukan kegiatan-kegiatan inovatif yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap MDGs sehingga target dalam menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI), kasus balita dengan gizi buruk dan peningkatan akses air bersih segera dapat tercapai. Kata Kunci : Kebijakan pemerintah, dana BOK, pembanguan kesehatan masyarakatan.
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR PEREKONOMIAN KABUPATEN ACEH BARAT. Herman Syahputra, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.554 KB)

Abstract

Abstract : The purpose of this study was to find out the leading sectors, determine the potential sectors to be developed, and analyze the structural changes and their effect on the economic growth in Aceh Barat Regency. This study used Esteban-Marquillas Shift-Share Analysis dan Location Quotient (LQ) approach. The data in this study were secondary data in time series data from Gross Regional Domestic Product (GRDP) and Economic Growth in Aceh Barat Regency and Aceh Province obtained from Central Statistical Agency, and related journals and articles. The study with Shift-Share method and Location Quotient showed that mining sector was leading, advanced, and rapidly growing sector and was a specialized competitive-based sector that significantly contributed to GRDP. It is expected to the government of Aceh Barat regency to be able to pay attention and develop economic sectors by implementing potential policies in economic sector development that giving impact to the increase of people’s income. Keywords : Leading Sector, Structural Change, Location Quotient. Abstrak : Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor unggulan dan menentukan sektor potensial untuk dikembangkan, menganalisa perubahan struktur ekonomi dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi dalam perencanaan pembangunan ekonomi Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Esteban-Marquillas Shift-Share Analysis danLocation Quotient (LQ). Data dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data time series dari Produk Domestik regional Bruto (PDRB) dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Aceh Barat dan Provinsi Aceh yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, jurnal dan artikel yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian dengan metode Shift share dan Location quention menunjukkan bahwa sektor pertambangan dan penggalian dan sektor industri pengolahan Merupakan sektor unggulan maju dan tumbuh pesat dan merupakan sektor basis kompetitif terspesialisasi dengan kontibusi yang besar terhadap PDRB. Pemerintah daerah kabupaten aceh barat untuk dapat memperhatikan dan mengembangkan sektor-sektor ekonomi, dengan menggunakan kebijakan yang potensial dalam pengembangan sektor ekonomi dan memberi dampak untuk peningkatan pendapatan masyarakat. Kata Kunci: Sektor unggulan, Perubahan Struktur Ekonomi, location quotient.
ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA SEKTOR KESEHATAN DAN PENDIDIKAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI ACEH Sugiarto A. Santoso, Abubakar Hamzah, Mohd. Nur Syechalad.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 1, No 4: November 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.584 KB)

Abstract

Abstract: This studyaims to examinethe impact ofgovernment expenditure inhealth and education sectorsonHuman DevelopmentIndex(HDI) in Aceh. Source ofdata in this study usedpanel datathatcombine dataof government expenditure in health and educationsectors as independent variables, and HDI as dependent variable in local government in Aceh. Fivedistricts/municipalities did not participatein this study such as Aceh Jaya, Pidie Jaya,Langsa, Sabang, and Subulussalam. This isdue to thepurposiveselectiontobalancethe datafor 6years. This studyusesmultiple regression analysisaretestedthroughfour modelsestimatedby looking at theslopeandthe coefficient of variables ofboth individual andthe time series.At the end of the study found that local government expenditure on the health and education sectors in the province of Aceh affect the Human Development Index on each districts/municipalities.This is reflectedin theR2valueof 0.93, which means thatthe two independent variables(government expenditurein health and education) cansimultaneouslyexplain theeffect onthe HDIby 93percent, oronly7percentcould be explainedbyothervariables. In addition, the resulting value is 2.024 DW indicating that this model does not seem the autocorrelation, and this model is considered good models as a model equation. The findings have implications for the process of planning and management of government expenditure. Local Government needs to give special attention to both health and education sectors because itwillhave an impact onthe value ofthe HDIas anindicator ofthe welfare ofcitizens.House of RepresentativesDistricts/Municipalitiesandlocal governmentsneed towork togetherto determineprioritiesthat emphasizing a better quality of education rather than focusing the physical development. Involvement of communities and community organizations is also important to the achieve the quality of public services. Keywords:Government Expenditures, Government Expenditures for Health, Government Expenditures for Education, Human Development Index Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pengeluaran pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Aceh. Sumber data yang digunakan adalah data panel yaitu menggabungkan data pengeluaran pemerintah sektor kesehatan, pendidikan sebagai variabel bebas dan IPM sebagai variabel terikat. Lima kabupaten/kota tidak termasuk dalam penelitian yaitu Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Pidie Jaya, Kota Langsa, Kota Sabang dan Kota Subulussalam. Hal ini dikarenakan adanya seleksi secara purposif terhadap keseimbangan data selama 6 tahun. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda yang diuji melalui empat model estimasi dengan melihat slope dan koefisien variabel baik individu maupun waktu. Pada akhir penelitian ditemukan bahwa pengeluaran pemerintah kabupaten/kota pada sektor kesehatan dan pendidikan di Provinsi Aceh berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia di masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Hal ini tercermin pada nilai R2 sebesar 0,93 yang berarti bahwa kedua variabel bebas (pengeluaran pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan) secara serempak dapat menjelaskan pengaruhnya terhadap IPM sebesar 93 persen, atau hanya 7 persen dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lainnya. Selain itu, nilai DW yang dihasilkan sebesar 2,024 yang menunjukkan bahwa model ini tidak terjadi autokorelasi dan model ini dinilai baik untuk dijadikan model persamaan. Temuan di atas berimplikasi pada proses penyusunan perencanaan dan pengelolaan keuangan di pemerintahan kabupaten/kota. Pemerintah kabupaten/kota perlu memberi perhatian khusus pada pengeluaran sektor kesehatan dan pemerintah karena akan berdampak pada nilai IPM sebagai indikator kesejahteraan warga. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota dan pemerintah kabupaten/kota perlu bekerja sama menentukan skala prioritas dengan mengedepankan mutu dan kualitas pelayanan publik baik kesehatan maupun pendidikan daripada pengeluaran pemerintah yang bersifat pembangunan fisik. Keterlibatan masyarakat dan organisasi masyarakat penting juga dilakukan agar pencapaian pelayanan publik yang bermutu dapat tercapai. Kata Kunci: Pengeluaran Pemerintah, Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan, Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan, Indeks Pembangunan Manusia
ANALISIS KEBUTUHAN INVESTASI SEKTOR PERTANIAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH Nurul Faizun, Mohd Nur Syechalad, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.049 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to how much invesment is needed to improve economic growth in agriculture sectors, to construct development priorities of agriculture commodities having potential to improve economic growth in Aceh, and agriculture commodities in which sector a large impact on the welfare of the community with their investment in the plant. The data used in this study were secondary data obtained from Central Statistics Agency (BPS), Investment and Promotion Agency of Aceh and other required institutions. This study uses Incremental Capital Output Ratio (ICOR), the results showed that ICOR values of crops, plantation, livestock, forestry, and fishery were 2.926, 0, 0.108, and 0.298 respectively. It means that to increase 1 percent of GDP in those four commodities, the investment is expected to increase up to 2.926, 0, 0.108, and 0.298 percent respectively. At 4 percent of the average growth, in the next five years, the investment growth is expected to improve to 58, 51, 0, 2.16, and 5.95 percent from the current GDP values. At 4 percent growth, in order to achieve an effective commodity growth on social welfare, a five-year investment amounted to 682 billion (equal to 58.51 percent from GDP value) is required. Keywords: Investment, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), Agriculture Development. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar investasi yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian, prioritas pengembangan komoditi pertanian yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh, dan komoditi pertanian di sektor mana yang memberi dampak besar pada kesejahteraan masyarakat dengan adanya investasi yang ditanamkan. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Investasi dan Promosi Aceh maupun instansi lain yang diperlukan. Penelitian ini menggunakan metode Incremental Capital Output Ratio ICOR, hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai ICOR dalam kelompok tanaman pangan dan perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan masing-masing sebesar 2,926, 0, 0,108, 0,298. Hal ini bermakna bahwa untuk menghasilkan pertumbuhan PDRB sebesar 1 persen, pada keempat komoditi tersebut diperlukan pertumbuhan investasi sebesar 2,926, 0, 0,108, 0,298 persen. Pada pertumbuhan rata-rata 4 persen per tahun, kebutuhan investasi lima tahun kedepan untuk komoditi tanaman pangan dan perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan masing-masing adalah sebesar 58,51, 0, 2,16, 5,95 persen dari nilai PDRB saat ini. Pada tingkat pertumbuhan 4 persen pengembangan komoditi yang berdampak bagi kesejahteraan yakni tanaman pangan dan perkebunan membutuhkan investasi lima tahunan sebesar 682 miliar setara dengan 58,51 persen dari PDRB. Kata Kunci: Investasi, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), Pembangunan Pertanian.
ANALISIS KONVERGENSI PERTUMBUHAN EKONOMI ANTAR PROVINSI DI PULAU SUMATERA Yuslinaini, Raja Masbar, Moch. Nur Syechalad.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.928 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to analyze the convergence of economic growth in the island of Sumatra in 2002-2014. The data used is secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS), Bank Indonesia (BI) and the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia as well as other relevant sources. The analysis used in this research is the analysis of the panel data estimation method using a fixed effect and random effect to determine the existence of sigma convergence and beta convergence. The results showed that the result of beta convergence calculation method and random effect model was found divergences in the island of Sumatra in 2002-2014. Sigma convergence analysis of the GDP in Sumatra showed divergence. This means that if left without intervention the systematic development and economic growth in Sumatra will be crippled in the future.Keywords: convergence, divergence, economic growth ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konvergensi pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera tahun 2002-2014. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) dan Kementrian Keuangan Republik Indonesia serta sumber lain yang terkait. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data panel dengan metode estimasi menggunakan random effect untuk mengetahui adanya sigma convergence dan beta convergence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil perhitungan dengan metode beta convergence dan random effect model ditemukan terjadinya divergensi di Pulau Sumatera tahun 2002-2014 dimana secara statistik dengan signifikansi pada tingkat keyakinan 95 persen. Analisis sigma convergence PDRB di Pulau Sumatera menunjukkan gejala divergensi. Hal ini berarti bila dibiarkan tanpa intervensi yang sistematis maka pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera akan semakin timpang di masa yang akan datang.Kata kunci: konvergensi, divergensi, pertumbuhan ekonomi