cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Magister Ilmu Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 23020172     DOI : -
Core Subject : Economy,
Magister ilmu Ekonomi merupakan suatu bidang ilmu yang terus berkembang melalui proses pengkajian, pengujian dan perbaikan. Salah satu tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya terutama di bidang ilmu ekonomi adalah publikasi hasil penelitian dan penerapannya. Oleh karena itu, Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala (PPs-Unsyiah) menyediakan wadah publikasi segala bentuk hasil penelitian di bidang Ilmu Ekonomi melalui Jurnal Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Unsyiah. Jurnal ini dilahirkan untuk meningkatkan kompetensi para pelaku pendidikan. Untuk menambah meningkatkan mutu dan kwantitas informasi yang hendak disampaikan, jurnal ini terbuka untuk seluruh pelaku pendidikan. Jurnal ini diharapkan akan menyajikan perkembangan penelitian dan aplikasi dari ilmu Ekonomi yang up to date. Jurnal ini dikelola oleh Program Pascasarjana Unsyiah bagian (SJM) dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
ANALISIS SEKTOR BASIS KABUPATEN KOTA DAN PUSAT PENGEMBANGAN EKONOMI PROVINSI JAWA BARAT Didif Fuad Hilmi, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 2: Mei 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.062 KB)

Abstract

Abstract: the focus of this study is to analize the basic sector which has superiority of competitiveness and specialization of regncy/town.And determine the growth pole area for economic development of West Java Province. This study uses LQ, Shift-Share methods and typology analysis to captures it’s issues.The data was used in this study is secondary data during 2009-2012. The result of LQ and Shift-Share analysis conclude that sector of agricultural and sector of electric gas and clean water still represent dominant basic sector because it’s 12 regency/town have bases,competitiveness and specialization in this sector. From result of typology analysis can be determined that regency of Karawang ,town of Sukabumi, town of Bandung ad town of Bogor are potential area to be the growth pole of economic develovment in Province of West Java. Keywords : Basic Sector; Growth Pole, West Java Province. Abstrak: Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis sektor-sektor basis yang mempunyai keunggulan kompetetif dan spesialisasi di masing-masing kabupaten /kota. serta menentukan daerah pusat pertumbuhan untuk pengembangan ekonomi di Provinsi Jawa Barat.Penelitian ini metode LQ dan Shift-Share serta analisis tipologi untuk menjelaskan issu-issu tersebut. Data yang terpakai dalam penelitian ini adalah data sekunder kurun waktu tahun 2009-2012.Hasil penelitian ini,berdasarkan analisis LQ dan Shift-share menyimpulkan bahwa sektor pertanian dan sector listrik gas dan air bersih merupakan sektor basis unggulan di Propinsi Jawa Barat karena 12 Kabupaten/kotanya mempunyai basis yang sekaligus memiliki keunggulan kompetitif dan spesialisasi di sektor ini. Sedangkan dari hasil analisis tipologi daerah , dapat ditentukan Kabupaten Karawang, Kota Sukabumi,Kota Bandung dan Kota Bogor merupakan daerah potensial untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi di Provinsi Jawa Barat. Kata Kunci : Sektor Basis, Pusat Pertumbuhan, Provinsi Jawa Barat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS PEKERJA WANITA PADA INDUSTRI MAKANAN, MINUMAN DAN TEMBAKAU DI KOTA BANDA ACEH Dwijayanti Edi Sanjayani, Abubakar Hamzah, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.527 KB)

Abstract

Abstract:This research is intended to analyze of the factors that affect the productivity of women workers in the industry of food, beverages and tobacco in Banda Aceh city.This research wasusing the primer data there are: the age, formal education, work experience, allocation of working time, wage and motivation. The number of samples are 80 workers, selected randomly from 384 population. Technique of data collection using observation, interview and questionnaire.The analysis uses the Ordinary Least Square(OLS)method. The result of this research represent thatformal education, work experience, allocation of working time and wagehas the positive and significant effect towardthe increase to the women workers productivity. Finally, the user of women worker should be care of social welfare through increasing labour wage. Further more, the local government should conduct training programs which involving the women. Keywords: Productivity, women worker, industry of food, beverage and tobacco. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas pekerja wanita pada industri, makanan, minuman dan tembakau di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu umur, pendidikan formal, pengalaman kerja, alokasi waktu kerja, upah dan motivasi. Sampel penelitian berjumlah 80 orang yang ditetapkan secara acak dari 384 populasi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan kuisioner. Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square(OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendidikan formal, pengalaman kerja, alokasi waktu kerja dan upah mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap produktifitas pekerja wanita. Saran yang dapat disampaikan dari penelitian ini adalah bahwa untuk meningkatkan produktifitas pekerja wanita perlu adanya peningkatan standar upah dan perbaikan sistem pengupahan, yang tidak membedakan antara pekerjawanita dan pekerja pria. Demikian juga perlu adanya pembinaan secara teknis dengan pelatihan ketrampilan sehingga dapat meningkatakan produktifitas pekerja wanita pada industri makanan,minuman dan tembakau di kota Banda Aceh. Kata kunci : Produktifitas, pekerja wanita, industri, makanan, minuman dan tembakau.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FUNGSI INTERMEDIASI BANK UMUM DI KOTA BANDA ACEH. Ratna Mutia, Raja Masbar, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.137 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the factors that influence the intermediary of commercial banks in Banda Aceh . The data used are secondary data from the monthly time series of 2010-2013 and were analyzed by multiple regression method. Based on the research results of the analysis of the effect of interest rates (SB) and Non Performing Loans (NPLs) in the conventional bank acquired 56.01 percent of the dependent variable intermediary (LDR) can be explained by the independent variables and the remaining 43.99 percent of the variation is explained by other variables LDR. SB variables simultaneously and NPL significant effect (real) against the intermediary of commercial banks in the city of Banda Aceh and partially change the conventional banks SB significantly influence the intermediary of commercial banks in the city of Banda Aceh. While the results of research analyzes the effect of revenue sharing (BS) and Non Performing Financing (NPF) in Islamic banks acquired 16.76 percent of variation in the dependent variable Financing Deposit Ratio (FDR) was not able to be explained by the independent variables in the model, while the remaining 83.24 percent is explained by other variables outside the model. BS simultaneously and significant effect NPF and NPF partial effect on the FDR while BS no significant effect on commercial bank in Banda Aceh. The higher the percentage ratio of NPL and NPF indicate progressively worse and the credit quality of financing provided. Will ultimately affect the performance degradation intermediary function of banks is concerned because the bank will be very strict in considering credit financing and banks have to perform the recovery of funds for funds not returned from financing and credit default. Keywords: Interest Rate, Loan to Deposit Ratio (LDR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Loan (NPL) and Non Performing Financing (NPF). Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi intermediasi bank umum di kota Banda Aceh. Data yang digunakan adalah data sekunder time series bulanan dari tahun 2010-2013 dan dianalisis menggunakan regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian analisis pengaruh suku bunga (SB) dan Non Performing Loan (NPL) pada bank konvensional diperoleh 56,01 persen variable dependen fungsi intermediasi (LDR) dapat dijelaskan oleh variabel independen dan sisanya 43,99 persen variasi LDR diterangkan oleh variabel lain. Secara simultan variabel SB dan NPL berpengaruh signifikan (nyata) terhadap fungsi intermediasi bank umum di kota Banda Aceh dan secara parsial perubahan SB pada bank konvensional berpengaruh signifikan terhadap fungsi intermediasi bank umum di kota Banda Aceh. Sedangkan hasil penelitian analisis pengaruh Bagi Hasil (BS) dan Non Performing Financing (NPF) pada bank syariah diperoleh 16,76 persen variasi variabel dependen Financing Deposit Ratio (FDR) tidak mampu dijelaskan oleh variabel independen dalam model sedangkan 83,24 persen sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar model. Secara simultan BS dan NPF berpengaruh signifikan dan secara parsial NPF berpengaruh terhadap FDR sedangkan BS tidak berpengaruh signifikan terhadap bank umum di Kota Banda Aceh. Semakin tinggi persentase rasio NPL dan NPF mengindikasikan semakin buruk kualitas kredit dan pembiayaan yang disalurkan. Pada akhirnya akan berpengaruh terhadap penurunan kinerja fungsi intermediasi bank yang bersangkutan karena bank akan semakin ketat dalam penyaluran pembiayaan dan kredit mengingat bank harus melakukan recovery dana atas dana yang tidak kembali dari pembiayaan dan kredit yang gagal bayar. Kata Kunci: Suku Bunga, Loan to Deposit Ratio (LDR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Loan (NPL) dan Non Performing Financing (NPF).
ANALISIS KESEDIAAN PENGUNJUNG UNTUK MEMBAYAR RETRIBUSI OBJEK WISATA DI KOTA BANDA ACEH Hisan, Mohd Nur Syechalad, Sofyan Syahnur.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.052 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to analyze the willingness to pay retribution of the tourism destinations in Banda Aceh. The hypothesis was tested by using the Contingent Valuation Method, logistic regression binary and multiple regression. The data used in this study are the primary data collected through the interview using a questionnaire and the secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics in Banda Aceh, the Aceh Culture and Tourism office and the Department of Culture and Tourism of Banda Aceh. The results showed that 80 percent respondents are willing to pay the retribution of tourism destinations meanwhile 20 percent are not willing to pay. The variables gender, occupation and income are significantly influence the willingness to pay retribution of the tourism destinations. While the variables of age and education did not significantly affect the willingness to pay. The value of willingness to pay retribution of the tourism destinations in Banda Aceh is Rp.32.967,5, with the value of total willingness to pay is Rp. 825.922.249,9. Its significantly affected by the variables of gender, age and education. Variables that do not significantly affect the willingness to pay are occupation and income because these variables have degrees of significant more than 5 percent. The value of the average willingness to pay can be used as a reference in determining the price of the tourism destinantion’s retribution in Banda Aceh. Keyword : Willingness to Pay retribution, CVM, Logistic regression binary, Multiple regression, Tourism destination in Banda Aceh Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesediaan pengunjung untuk membayar retribusi objek wisata di Kota Banda Aceh. Hipotesis diuji dengan menggunakan regresi logistik biner, Contingent Valuation Method (CVM), dan regresi linear berganda. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara menggunakan questioner dan data sekunder yang diperoleh dari kantor BPS, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan responden yang menyatakan bersedia membayar retribusi objek wisata di Banda Aceh adalah sebanyak 80 persen sedangkan yang tidak bersedia membayar sebanyak 20 persen. Nilai kesediaan responden untuk retribusi objek wisata adalah sebesar Rp.32.967,5, dengan nilai total kesediaan membayar responden sebesar Rp 825.922.249,9. Dengan taraf signifikansi sebesar α = 0,05 variabel jenis kelamin (Gend), pekerjaan (Opp)dan Variabel rata-rata pendapatan (Inc) berpengaruh signifikan terhadap kesediaan responden untuk membayar retribusi objek wisata. Sedangkan variabel pendidikan (Educ) berpengaruh signifikan pada taraf α = 0,1 terhadap kesediaan responden untuk membayar retribusi objek wisata. Sementara variabel usia (Age) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kesediaan responden dalam membayar retribusi. Secara signifikan besarnya nilai kesediaan membayar responden terhadap retribusi objek wisata dipengaruhi oleh variabel jenis kelamin (gender), umur responden (age) dan pendidikan (educ). Variabel-variabel yang tidak berpengaruh nyata terhadap kesediaan responden untuk membayar retribusi objek wisata adalah pekerjaan dan rata-rata pendapatan responden per bulan karena kedua variabel iini memiliki tingkat signifikansi lebih besar dari 5 persen. Besarnya nilai rataan kesediaan membayar responden dapat dijadikan acuan dalam penetapan harga retribusi objek wisata di Kota Banda Aceh. Kata Kunci : Kesediaan membayar retribusi, CVM, regresi logistik biner, regresi linear berganda.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHA KECIL DI KABUPATEN ACEH JAYA. Sri Teti Wardani, Abubakar Hamzah, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.523 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze the factors that affect the production of the small businesses in Aceh Jaya using OLS (Ordinary Least Square) is the method of Multiple Regression. While the type of research conducted in this study is the kind of research that assesses the impact of correlation of the relationship between variables, in this case the dependent variable / dependent and independent variables/ free. By sampling 83 samples of small businesses. The results of the analysis of the research that the three factors are considered to affect the production of small businesses that invest only significant result with a significant degree to 5 percent (p-value = 0.000). While long effort, labor has the positive coefficient, which means to have a relationship with the production line. Keyword: Investasi Production, Employment, Business Lama. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada usaha-usaha kecil di Kabupaten Aceh Jaya dengan menggunakan metode OLS (Ordinary Least Square) yaitu metode Regresi Berganda. Sedangkan jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian korelasi yang menilai akan pengaruh dari hubungan antar variabel, dalam hal ini variabel dependen/ terikat maupun variabel independen/ bebas. De-ngan pengambilan sampel 83 sampel usaha kecil. Hasil analisis yangdiperoleh dari penelitian bahwa dari ketiga faktor yang dianggap mempengaruhi produksi usaha kecil hanya investasi yang hasilnya signifikan dengan tingat signifikan 5 persen (p-value = 0,000). Sementara lama usaha, tenaga kerja memiliki nilai koefisien yang posistif, artinya memiliki hubungan yang sejalan dengan produksi. Kata Kunci: Produksi. Investasi, Tenaga Kerja, Lama Usaha.
PENGARUH INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI PROVINSI ACEH Rahmadin, Abubakar Hamzah, M. Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 1, No 4: November 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.403 KB)

Abstract

Abstract: This research concern investment and economic growth on unemployment in Aceh Province. in order to analyze the effect arising from the variable workforce, and economic growth on unemployment in the province of Aceh. The research method in this research is to use quantitative analysis. The research was conducted in the period 1990-2012. The type of data in use is secondary data. Data obtained from Bank Indonesia (BI), the Office of Labor and Population (DISNAKER) and BPS. The data collected has been analyzed by the method of data analysis done first before testing the assumptions of classical hypothesis testing, statistical analysis in this study includes a T-test, F-test to test the hypothesis, and R squer adj to see the level of influence that caused. which will eventually form the multiple linear regression. The conclusion of this study is partially Investment (I) has a significant influence on the level of unemployment that is characterized by the t-value is greater than t-table 2.63> 1.72. economic growth (Y) also have a significant effect on unemployment (U). And variable Investment (I) and economic growth (Y) together can explain unemployment variables (U) of 68.7 percent, the remaining 31.3 percent is explained by other variables outside of this study. Keywords: Investment, Economic Growth, unemployment. Abstrak:Penelitian ini mengenai pengaruh investasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran di Provinsi Aceh. dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh yang ditimbulkan dari variabel angkatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran di Provinsi Aceh. Metode Penelitian dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisa kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dalam periode 1990-2012. Jenis data yang di pakai adalah data sekunder. Data diperoleh dari Bank Indonesia (BI), Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan (DISNAKER)dan BPS. Data yang telah di kumpulkan dianalisis dengan metode analisis data yang terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik sebelum melakukan pengujian hipotesis,analisis statistik dalam penelitian ini mencakup uji-T, uji F untuk menguji hipotesis, dan Rsqueradjuntuk melihat besarnya pengaruh yang ditimbulkan.yang pada akhirnya akan membentuk persamaan linear regresi berganda.Kesimpulan dari penelitian ini adalah secara parsial tingkat investasi (I) mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran yaitu ditandai dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel 2,63 > 1,72. pertumbuhan ekonomi (Y) juga memiliki pengaruh signifikan terhadap pengangguran (U). Dan variabel angkatan kerja (AK) dan pertumbuhan ekonomi (Y) bersama-sama dapat menjelaskan variabel pengangguran (Ui) sebesar 68,7 persen, sisanya 31,3 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. KataKunci: Investasi, Pertumbuhan Ekonomi, pengangguran.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NELAYAN DI KABUPATEN ACEH BESAR Sulastri, Abubakar Hamzah, Samsul Rizal.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.16 KB)

Abstract

Abstract: The main objective of this study was to determine the factors that affect the income of fishermen in Great Aceh. This study uses primary data is data that is obtained from the distribution of questionnaires to 95 respondents. Data were tested and analyzed using Multiple Linear Regression Model (Model Regresi linier Berganda) technique with Ordinary Least Square (OLS). The results of the analysis indicate that the traditional fishermen Capital (M), The amount of labor (L) significantly affects the income of fishermen in Great Aceh, the results of the analysis showed the modern fisherman working capital (M) and the number of days at sea (J) a significant effect on the income of fishermen. From the analysis that has been carried out on several criteria that capital should be used with an increase in working capital, of course the results obtained should be greater using of working capital efficiency improvements can be done by calculating the operational cost needs better. Limitations of venture capital or investment can also complicate fisheries fishermen increase economic activity. Because the government can help the fishermen by enhancing the functions of microfinance institutions and cooperatives pro fisherman and build Business Group (KUB) for fishermen, such as through ownership of the means of collective arrests. Keywords : Income Fishermen, working capital, the amount of labor, number of days at sea, Technology. Abstrak : Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan data primer berupa data yang diperoleh dari pembagian kuisioner kepada 95 responden. Data diuji dan dianalisis dengan menggunakan Model Regresi linier Berganda (Multiple Linear Regressian Model) dengan teknik regresi kuadrat terkecil (Ordinary Least Square/OLS). Hasil analisis pada nelayan tradisional menunjukkan bahwa Modal (M), Jumlah Tenaga Kerja (L) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan di Kabupaten Aceh Besar, hasil analisis pada nelayan modern menunjukkan Modal kerja (M) dan Jumlah hari melaut (J) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap beberapa kriteria modal yang digunakan seharusnya dengan adanya peningkatan modal kerja, sudah tentu hasil yang diperoleh harus lebih besar, Peningkatan efisiensi penggunaan modal kerja dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan kebutuhan biaya operasional secara lebih baik. Keterbatasan modal usaha atau investasi juga dapat menyulitkan nelayan meningkatkan kegiatan ekonomi perikanannya. Karena itu pemerintah dapat membantu para nelayan dengan cara mengembangkan fungsi lembaga keuangan mikro dan koperasi yang memihak nelayan dan membangun Kelompok Usaha Bersama (KUB) bagi nelayan, seperti melalui pemilikan sarana-sarana penangkapan secara kolektif. Kata kunci : Pendapatan Nelayan, Modal kerja, Jumlah Tenaga kerja, Jumlah hari melaut, Teknologi.
DAMPAK PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PENERIMA MANFAAT DI KECAMATAN BLANGPIDIE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA. Hamdi, Raja Masbar, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 3, No 2: Mei 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.52 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to analize the impact of government’s program in poverty alleviation and the factors that influence of beneficiaries income increasing through poverty alleviation program such as women saving and leans program and agri business program Blangpidie sub district on Southwest Aceh. This research used ordinary leas square (OLS) and paired sample t-test techniques. The result shows that the adjusted R2 value is 0,8233it Means 82,33 percent variation variable factors affecting in beneficiaries income increasing can be explained by loans, hours at work, education and age variable. While the remaining 17,67 % is explained by other variable outside this research model. Paired sample correlation show that correlation between two variables is o,879 with probability value (sig) 0,000.it claims that correlation between previous income and after the program has a strong correlation and significant. T- test value is 17,324 at significance 0,000. meaning that the average earnings before and after the program is not the same or significantly different. From the results of this study concluded that the magnitude of the impact of poverty alleviation programs in Sub district Blangpidie can be seen from the level of the average income of respondents after the program is greater than before the program. The need for additional funding for programs to fund more people in need and with the supervision and assistance in distribution so that it can be used fully for the economic improvement of the community, which in turn poverty itself can be eliminated. Keywords: Income, loans, working hours, education, age. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak dari program pemerintah dalam mengentasan kemiskinan dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatan pendapatan penerima manfaat dari program pengentasan kemiskinan itu sendiri yakni program Simpan Pinjam Perempuan dan Program Usaha Agribisnis Pertanian di Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan teknik Ordinary Least Squares (OLS) dan paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Adjusted R2 sebesar 0,8233 artinya bahwa 82,33 persen variasi variabel faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pendapatan penerima manfaat dapat dijelaskan oleh variabel pinjaman, jam kerja, pendidikan dan usia, sedangkan sisanya sebesar 17,67 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar model penelitian. Paired Samples Correlations menunjukkan bahwa korelasi antara dua variabel adalah sebesar 0, 879 dengan nilai probabilitas (sig) 0,000. Hal ini menyatakan bahwa korelasi antara pendapatan sebelum dan sesudah program berhubungan secara nyata yaitu kuat dan signifikan, Nilai thitung adalah sebesar -17.324 dengan signifikansi 0.000, artinya rata-rata pendapatan sebelum dan sesudah program adalah tidak sama atau berbeda nyata. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa besaran dampak program pengentasan kemiskinan di Kecamatan Blangpidie dapat dilihat dari tingkat pendapatan rata-rata reponden setelah program lebih besar jika dibandingkan sebelum program. Perlunya tambahan dana agar program dapat mendanai lebih banyak masyarakat yang membutuhkan dan disertai pengawasan dan pendampingan dalam penyalurannya sehingga dapat dipergunakan sepenuhnya untuk perbaikan ekonomi masyarakat yang pada akhirnya kemiskinan itu sendiri dapat dihilangkan. Kata Kunci : Pendapatan, pinjaman, jam kerja, pendidikan, usia.
EFISIENSI ANALISIS DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DI KABUPATEN BARAT ACEH PADA MASA OTONOMI Alisman, Abubakar Hamzah, Muhammad Nasir.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.954 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the efficiency and effectiveness of Financial Management in West Aceh district autonomy, since the enactment of Law No. 22 of 1999 on District Government, the authority that has been delegated still centralized or decentralized to district or duties except task still central authority such as religion, defense, monetary and other, so that the area formerly had a budget that is a little with decentralization can manage a relatively large budgets, so that the trend of using uncontrolled budget, this causes an increase in some areas her big budgets but not in line with the increase in the welfare of its inhabitants. Therefore this research wants to know whether the West Aceh district budget has been managed efficiently and effectively. This study analyzes the structure of Government Financial relationships and West Aceh regency administration of the revenue expenditure of funds, besides that analyze growth revenue (PAD) and the relationship with public investment sector, PDRB and the cost of tax collection area. The data used are secondary data with time series (time series) in the period Fiscal Year 2003 through 2012 These results indicate that PAD West Aceh district is heavily influenced by public investment sector, PDRB and the cost of tax collection area amounted to 89,7 per cent, this means the ability to multiply the sources of revenue are still up, the future is expected to be held intensification and extension of PAD. The growth of the budget of 2003 was very high from Rp.160.188.855.484,00 in 2012 to Rp 591,654,620,478.09. Budget management efficiency levels ranging from 24.76 percent the lowest and highest at 85.53 local fiscal management means efficiency in the West Aceh district is quite efficient and very efficient, while the level of effectiveness ranged between 96.32 per cent of the lowest up to 117, 78 percent is the highest, the value effectiveness is quite effective and very effective. Keywords: Analysis, Efficiency, Effectiveness, Finance and District Autonomy. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi dan efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Aceh Barat Pada Era Otonomi Daerah, sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah maka kewenangan yang selama ini masih terpusat atau dekonstrasi dilimpahkan ke daerah atau desentralisasi kecuali tugas-tugas yang masih kewenangan pusat seperti agama, pertahanan, moneter dan lainnya, sehingga daerah yang dahulunya memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja yang sedikit dengan berlakunya otonomi daerah dapat mengelola APBD yang relatif lebih besar, sehingga kecenderungan penggunaan anggaran tidak terkontrol, ini menyebabkan di beberapa daerah peningkatan APBD nya besar tetapi tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan penduduknya. Untuk itu penelitian ini ingin mengetahui apakah APBD Kabupaten Aceh Barat telah dikelola secara efesien dan efektif. Penelitian ini menganalisis struktur hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat dari sisi penerimaan dana pengeluaran, disamping itu menganalisis pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan keeratan hubungan dengan investasi sector public, upah pungut pajak daerah dan PDRB. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan runtut waktu (time series) dalam kurun waktu Tahun Anggaran 2003 sampai dengan 2012. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PAD Kabupaten Aceh Barat sangat dipengaruhi oleh invesatsi sector publik, PDRB dan upah pungut pajak sebesar 89,7 persen, ini berarti kemampuan daerah untuk mengali sumber-sumber pendapatan asli daerah sudah agak baik, ke depan diharapkan dapat lebih mengadakan intensifikasi dan ekstensifikasi PAD. Pertumbuhan APBD dari tahun 2003 meningkat sangat tinggi dari Rp.160.188.855.484,00 pada tahun 2012 menjadi Rp 591.654.620.478,09. Untuk tingkat efisiensi pengelolaan APBD berkisar antara 24,76 persen terendah dan yang tertinggi sebesar 85,53 ini berarti efisiensi pengelolaan APBD di Kabupaten Aceh Barat tergolong cukup efisien dan sangat efisien, sedangkan tingkat efektivitas berkisar antara 96,32 persen yang terendah sampai dengan 117,78 persen yang tertinggi, nilai efektifitas ini tergolong pada efektif dan sangat efektif. Kata Kunci : Analisis, Efisiensi, Efektivitas, Keuangan Daerah dan Otonomi Daerah.
PENGARUH TINGKAT BUNGA AMERIKA SERIKAT, TINGKAT BUNGA INDONESIA,NILAI TUKARDAN EKSPORTERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA Ulfia, Said Muhammad, Raja Masbar.
Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Ekonomi : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.285 KB)

Abstract

Abstract:This research is intended to analyzeand see the American interest rate influence, interest rate Indonesia, exchange rate and also export to Indonesia economics. This Research use the range of time data (time series) that is data GDP, American interest rate, interest rate Indonesia, exchange rate, and export with the research time start from year 2000 -2011 using data quarterly as much 48 sample. The secondary data which used in this paper is source fromStatistic Center, Bank of Indonesia, and International Monetary Fund (IMF). The method which used in this research is regression linear equation model of Ordinary Least Square (OLS) with the method test the unit of root of approach of Augment Dickey-Fuller (ADF) to see the stationery data. The Results of this research indicate that the American interest rate variable own the influence significant to Indonesia economics although not be visible directly its influence. For the variable of interest rate its growth Indonesia which tend to see the overseas interest rate growth also significant. This matter relate at model Mundell-Fleming of where when level rate of interest go up in governmental country have to strive the fast emphasis the increase by conducting monetary policy so that mount the domestic rate of interest return to stabilize, while for the variable of exchange rate and export in this research each significant to Indonesia economics although different level. It needs the support of government can take care of the stability of economics of interest rate in affairs by doing observation of exchange rate influencing exporting utilize to see the carefully how can influence the economic growth of Indonesia Keywords:interest rate federal america, interest rate indonesia, exchange rate, export and gross domestic product(GDP) Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menglihat pengaruh tingkat bunga Amerika, tingkat bunga Indonesia, nilai tukar serta ekspor terhadap perekonomian Indonesia. Penelitian ini menggunakan data kurun waktu (time series) yaitu data PDB, tingkat bunga Amerika, tingkat bunga Indonesia, nilai tukar, dan ekspor dengan waktu penelitian mulai dari tahun 2000 -2011 yang menggunakan data kuartalan sebanyak 48 sampel. Data yang digunakan diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Laporan Tahunan Bank Indonesia, dan International Monetary Fund(IMF). Model Analisis dalam penelitian ini menggunakan model regresi linear berganda Ordinary Least Square(OLS) dengan metode uji unit rootpendekatan Augment Dickey-Fuller (ADF) untuk melihat stasioner data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tingkat bunga Amerika memiliki pengaruh signifikan terhadap perekonomian Indonesia walaupun tidak secara langsung dapat dilihat pengaruhnya. Untuk variabel tingkat bunga Indonesia perkembangannya yang cenderung melihat perkembangan tingkat bunga luar negeri juga signifikan. Hal ini mengacu pada model Mundell-Fleming dimana ketika tingkat suku bunga naik di dalam negeri pemerintah harus mengupayakan penekanan laju kenaikan tersebut dengan melakukan kebijakan-kebijakan moneter supaya tingkat suku bunga dalam negeri kembali stabil, sedangkan untuk variabel nilai tukar dan ekspor dalam penelitian ini masing-masing signifikan terhadap perekonomian Indonesia walaupun pada tingkat level yang berbeda. Maka diharapkan kepada pemerintah terus dapat menjaga kestabilan perekonomian tingkat bunga yang ada di dalam negeri dengan melakukan pengawasan pada nilai tukar yang mempengaruhi ekspor guna melihat dengan cermat bagaimana dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kata kunci:tingkat bunga amerika serikat, tingkat bunga indonesia, nilai tukar, ekspor dan produk