cover
Contact Name
Syafii
Contact Email
jnte@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Syafii@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23022949     EISSN : 24077267     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Nasional Teknik Elektro (JNTE) adalah jurnal ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas dengan versi cetak (p-ISSN:2302-2949) dan versi elektronik (e-ISSN:2407-7267). JNTE terbit dua kali dalam setahun untuk naskah hasil/bagian penelitian yang berkaitan dengan elektrik, elektronik, telekomunikasi dan informatika.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3: November 2019" : 14 Documents clear
Penentuan Posisi Sudut Matahari Menggunakan ANFIS dalam Aplikasi Tracker Panel Surya Muhammad Irfan; Ilham Pakaya; Amrul Faruq
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 3: November 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.884 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v8n3.671.2019

Abstract

Solar panels have constraints on output power that are not large enough and they are highly depend on natural conditions. Solar panel power depends on the intensity of sunlight received and the temperature of the surrounding environment. In order to get the maximum output power of the solar panel, an additional device called the solar tracker is needed. This research has contributed to increasing the output power of solar panels by directing solar panels perpendicular to sunlight. The use of this research is very useful in the application of the multi-axis tracker application from the sun. By knowing the rising angle of the sun every morning and the circulation angle to sunset, the tracker will work quickly so that the energy used for movement is very small. The reference angle generated by the ANFIS training algorithm is more accurate because the calculated data will be confirmed again by the sensor. And this system can work offline, without being connected to a data center, so it can be used in remote or isolated areas.Keywords : Sun Tracking System, MPPT, ANFIS, Solar Panels AbstrakPanel surya memiliki kendala pada daya keluaran yang tidak cukup besar dan sangat tergantung oleh kondisi alam. Daya panel surya sangat tergantung dari intensitas cahaya matahari yang diterima dan suhu lingkungan sekitar. Agar mendapatkan daya keluaran panel surya yang maksimal dibutuhkan perangkat tambahan yang disebut tracker matahari. Penelitian ini memiliki kontribusi dalam meningkatkan daya keluaran panel surya dengan mengarahkan panel surya tegak lurus dengan cahaya matahari. Penggunaan penelitian ini sangat bermanfaat dalam penerapan aplikasi tracker multiaxis dari matahari. Dengan mengetahui sudut terbitnya matahari pada setiap pagi hari dan sudut edar sampai dengan terbenam, tracker akan bekerja dengan cepat sehingga energi yang digunakan untuk pergerakan sangat kecil. Sudut referensi yang dihasilkan oleh algoritma pelatihan ANFIS, lebih akurat karena data hasil perhitungan akan dikonfirmasi kembali oleh sensor. Serta sistem ini dapat bekerja secara offline, tanpa terhubung dengan pusat data, sehingga dapat digunakan pada area terpencil atau terisolasi.Kata Kunci : Posisi Sudut Matahari, MPPT, ANFIS, Panel Surya  
Analisa Potensi Embung Itera Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Pico Hydro (PLTPH) Dean Corio; Kiki Kananda; Khansa Salsabila S
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 3: November 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.773 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v8n3.691.2019

Abstract

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) has 5 reservoirs with lip embankment construction higher than the normal water level and have steep elevations with different catchment areas (DTA). By using the Google Earth Pro software, it is known that DTA reservoirs A, B, C, D, and E are respectively 1.728 ha; 1,146 ha; 1,052 ha; 0.844 ha; and 9.562 ha. This study aims to determine the potential energy that might be generated from the 5 reservoirs while still considering the integrity of the ecosystem. The power plant is in the form of a Pico hydro power plant that can be used as a power plant practicum media by Itera students, especially electrical engineering study program students. The power plant's rapid pipe is designed to be installed 1 meter below the normal water level and the operating time is based on the rain discharge that is accommodated by the reservoir in one month. The method used is field observation, rainfall data collection, calculations using practical rational methods and hydropower hydraulics. The results of data processing of five reservoirs owned by ITERA show that the greatest potential that can be used as a source of electricity generation is reservoirs E. The analysis shows that the discharge capacity of 0.216 m3 / s and an effective head of 5.46 m can produce an electric power generated of 7,071 kW with operational time at April.Keywords : Discharge, Rain Intensity,  Pico Hydro.AbstrakInstitut Teknologi Sumatera (ITERA) memiliki 5 embung dengan konstruksi bibir embung  lebih tinggi dari batas muka air normalnya serta memiliki elevasi curam dengan luasan Daerah Tangkapan Air (DTA) masing masing-nya berbeda. Melalui software Google Earth Pro diketahui luas DTA embung A, B, C, D, dan E secara berturut-turut yaitu 1,728 ha; 1,146 ha; 1,052 ha; 0,844 ha; dan 9,562 ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi energi yang mungkin dibangkitkan dari 5 embung tersebut dengan tetap mempertimbangkan keutuhan ekosistemnya. Pembangkit berupa pembangkit listrik tenaga pico hydro yang dapat  digunakan sebagai media praktikum pembangkit tenaga listrik oleh mahasiswa Itera, khususnya mahasiswa program studi teknik elektro. Pipa pesat pembangkit listrik didesain terpasang 1 meter dibawah muka air normal dan waktu pengoperasian berdasarkan debit hujan yang tertampung oleh embung dalam satu bulan. Metoda yang dilakukan adalah observasi lapangan, pengumpulan data curah hujan, perhitungan menggunakan metode rasional praktis dan persamaan daya hidraulik tenaga air. Hasil pengolahan data lima embung yang dimiliki Itera didapatkan potensi terbesar yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik adalah embung E. Hasil analisa menunjukkan debit tampungan 0,216 m3/s dan head efektif 5,46 m dapat menghasilkan daya listrik terbangkitkan sebesar 7,071 kW dengan waktu operasional pada bulan April.Kata Kunci : Debit, Intensitas Hujan, Pico Hydro.
Kinerja Panel Surya Apung Pada Kulong Pasca Tambang Timah Rika Favoria Gusa; M. Yonggi Puriza; Yuant Tiandho; Wahri Sunanda
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 3: November 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.614 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v8n3.704.2019

Abstract

Tin mining in the Bangka Belitung Islands Province, leaving a basin called the kulong. Kulong has an irregular landscape and contains very small amount of nutrients. Basically, kulong can be a storage place for water reserves to support the fisheries sector. But often, kulong water has poor dissolved oxygen concentration so that it is not suitable for fish growth. Therefore it needs an aeration system that can supply oxygen. The development of integrated aeration technology with floating solar panels in the kulong area is an interesting alternative solution to be developed. The floating solar panel system consists of a 50 Wp solar panel which is floated on a rectangular 4” PVC pipe and connected to a solar charge controller (MPPT), sealed lead-acid battery 12V 12 Ah and a 12V DC aerator as a source of aeration. An aluminum heatsink is installed at the bottom of the solar panel to transfer heat from solar panel to the kulong water so that temperature gets drop and the solar panel can produce higher voltage than solar panel placed on land. The voltage of the floating solar panel with the heatsink is higher on average 0.41V so that the average power generated by the floating solar panel is also about 2% higher than the power generated by solar panel on land.Key Words: Floating Solar Panel, Tin Kulong and AerationAbstrakPenambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyisakan cekungan yang disebut dengan kulong. Kulong memiliki lanskap yang tidak beraturan serta hanya mengandung unsur hara dalam jumlah yang sangat kecil. Pada dasarnya kulong dapat menjadi tempat penyimpanan cadangan air untuk mendukung sektor perikanan. Tetapi seringkali air kulong memiliki kadar konsentrasi oksigen terlarut yang buruk sehingga tidak baik bagi pertumbuhan ikan. Oleh karena itu dibutuhkan sistem aerasi yang dapat menyuplai oksigen. Pengembangan teknologi aerasi yang terintegrasi dengan panel surya apung di area kulong adalah solusi alternatif yang menarik untuk dikembangkan. Sistem panel surya apung terdiri dari panel surya 50 Wp yang diapungkan di atas pipa PVC 4” berbentuk persegi panjang dan dihubungkan dengan solar charge controller (MPPT), sealed lead-acid battery 12V 12 Ah dan aerator 12V DC sebagai sumber aerasi. Heatsink berbahan aluminium dipasang di bawah panel surya untuk mengalirkan panas dari panel surya ke air kulong sehingga suhu turun dan dapat menghasilkan tegangan lebih tinggi daripada panel yang diletakkan di darat. Tegangan panel surya apung dengan heatsink lebih tinggi rata-rata 0,41V sehingga rata-rata daya yang dibangkitkan oleh panel surya apung juga lebih tinggi sekitar 2% dibandingkan dengan daya yang dihasilkan oleh panel surya di darat.Kata Kunci : Panel Surya Apung, Kulong Timah dan Aerasi
Cover Vol. 8, No. 3, November 2019 Jurnal Nasional Teknik Elektro
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 3: November 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.117 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v8n3.732.2019

Abstract

JNTE Cover can be download here.

Page 2 of 2 | Total Record : 14