cover
Contact Name
Auliya Ridwan
Contact Email
aridwan@uinsby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpai@uinsby.ac.id
Editorial Address
Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. A. Yani 117 Surabaya Jatim 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
ISSN : -     EISSN : 25274511     DOI : https://doi.org/10.15642/jpai.xxxx.xx.x.xx-xx
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) (print-ISSN: 2089-1946 & Electronic-ISSN: 2527-4511) is a peer-reviewed journal published by Islamic Education Teacher Training Program of UIN Sunan Ampel Surabaya. The journal issues academic manuscripts on Islamic Education Teaching and Islamic Education Studies in either Indonesian or international contexts with multidisciplinary perspective: particularly within scholarly tradition of classical Islam, Educational Studies, and other social sciences. The manuscripts are published in Bahasa Indonesia, English, and Arabic with abstract in both Bahasa Indonesia and in English. This is an open-access journal so that all parties are allowed to read, to download, to copy, to distribute, to print, or to link some or all parts of articles without any charge and without prior permission from either authors or journal editorial team. All articles in this journal have Document Object Identifier (DOI) number.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2014)" : 7 Documents clear
URGENSI PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL M. Nadlir
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.93 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.2.299-330

Abstract

Tulisan ini mengurai pentingnya pembelajaran berbasis kearifan lokal di dalam dunia pendidikan. Pembelajaran di lembaga pendidikan terdiri atas berbagai materi ajar (subject matter), dimana setiap materi tersebut sudah ditentukan target-target pembelajarannya. Tanpa mengganggu sama sekali setiap materi ajar tersebut, bahkan memperkuatnya, muatan kearifan lokal perlu dimasukkan. Apapun yang diterima peserta didik merupakan sebuah materi ajar, baik berupa teori, praktik, contoh-contoh soal maupun sikap pendidik itu sendiri. Menggambarkan secara jelas kekhasan materi ajar, ruang kelas, lingkungan pendidikan maupun buku-buku/ media pendidikan menjadi sebuah kebutuhan lembaga pendidikan agar dapat diterima efektif oleh peserta didik. Pengintegrasian akan efektif jika muatan kearifan lokal dapat masuk menjadi materi ajar pokok yang tidak sekedar asal dapat ditempelkan. Dalam Pendidikan Agama, misalnya, perlu dapat menjelaskan hukumnya berwirausaha, berbisnis, belajar, bercocok tanam, memanfaatkan lahan kosong di bawah tegakan tanaman, mengolah makanan secara alami tanpa pewarna maupun pengawet buatan, mensyukuri kekayaan hayati, dan lain-lain. Di dalam PKn perlu untuk menjelaskan posisi negara yang penuh hutang, perlunya membangun kemandirian ekonomi, perlunya mencintai hasil produksi dalam negeri maupun praduk lokal dan lain-lain. Materi ajar Bahasa Indonesia dapat mengarahkan kesadaran anak tentang kearifan lokal melalui pelajaran mengarang, membuat puisi ataupun membuat peribahasa dengan tema-tema lokal. Demikian pula pada IPA, IPS, Seni Budaya dan Ketrampilan, Pendidikan kesehatan, berbagai materi ajar dasar maupun pengembangan diri.
TEKNOLOGI KLONING DALAM PERSPEKTIF PAI MATERI FIQH Al-Quddus Nofiandri Eko Sucipto Dwijo
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.35 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.2.331-356

Abstract

Tulisan ini berusaha memotret teknologi kloning dalam perspektif PAI materi Fiqh. Ketika ditinjau dari sisi hifzh al-din (memelihara agama), kloning manusia tidak membawa dampak negatif terhadap keberadaan agama. Ditinjau dari sisi hifzh al-nafs (memelihara jiwa), kloning tidak menghilangkan jiwa bahkan justru melahirkan jiwa yang baru. Dilihat dari sisi hifzh al-‘aql (memelihara akal), kloning juga tidak mengancam eksistensi akal, bahkan keberhasilan Kloning yang sempurna dapat membuat manusia mempunyai akal cerdas. Jika dilihat dari sisi hifzh al-nasl (memelihara keturunan), kloning manusia dipertanyakan. Dalam pandangan Islam, masalah keturunan merupakan sesuatu yang sangat essensial, karena keturunan mempunyai hubungan erat dengan hukum yang lain seperti pernikahan, warisan, muhrim, dan sebagainya. Apabila ditinjau dari sisi hifzh al-mal (memelihara harta), akan terkait dengan mashlahat dan mafsadat yang diperoleh dari usaha pengkloningan. Andaikata Kloning terhadap manusia hanya akan menghambur-hamburkan harta, tanpa adanya keseimbangan dengan manfaat yang diperoleh, maka kloning menjadi terlarang. Dengan penerapan kloning, kemapanan dan keluhuran cita-cita sebuah perkawinan dalam Islam akan terusik. Boleh jadi, di masa yang akan datang manusia tidak membutuhkan perkawinan untuk mendapatkan keturunan. Seks hanya diperlukan untuk melampiaskan hawa nafsu birahi terhadap lawan jenis tanpa mempertimbangkan akibat dan tanggung jawab dari hubungan seksualitas tersebut. Dengan demikian, kemafsadatan yang ditimbulkan akibat kloning manusia lebih besar daripada kemanfataannya. Oleh karena itu, kloning manusia diharamkan dalam ajaran Islam.
POLA PENDIDIKAN NABI YA’QUB A.S. DALAM MENDIDIK NABI YUSUF A.S. PERSPEKTIF AL-QUR’AN Ahmad Yusam Thobroni
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.476 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.2.219-232

Abstract

Metode pengajaran yang tergambar dalam kisah Nabi Ya’qub dan Nabi Yusuf berupa dialog interaktif yang memberikan panduan akan aksi pendidik dan reaksi anak didik. Sedangkan kompetensi pendidik dan etika anak didik dapat dijelaskan sebagai sikap-sikap yang mesti dimiliki oleh komunitas pendidikan; seperti kesabaran, menjaga rahasia, mengembangan bakat secara individual, melihat kondisi sosial terlebih dahulu jika akan menyampaikan sesuatu, mentakwilan mimpi, kasih sayang, mampu memanfaatkan situasi, mudah memaafkan, mendoakan pihak lain, serta bersikap pasrah dan tunduk. Sebagai pendidik dan anak didik, jika  mampu menerapkan pola pendidikan seperti digambarkan di atas, maka insyaallah akan terlahirkan generasi yang baik, unggul dan kompetitif karena terlahir dari pola pendidikan Qur’ani.
AYAT-AYAT TENTANG ALAM Ghafiki Faroek Abadi
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.575 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.2.357-387

Abstract

Penciptaan alam semesta dalam al-Qur’an dilengkapi dengan hukum-hukum Allah (sunnatullah) yang tidak akan mengalami perubahan dan penyimpangan. Oleh karena itu setiap manusia yang melaksanakan anjuran al-Qur’an agar memahami alam semesta dengan cara mengamatinya dengan alat indera atau dengan peralatan observasi, akal dan wahyu maupun ilham sehingga menyadari bahwa dibalik karya besar yang maha luas ini ada dzat yang harus diyakini dan disembah yakni Allah swt. Berbagai teori tentang terbentuknya alam semesta pada dasarnya tidak bertentangan dengan al-Qur’an, namun hasil yang ditemukan dari observasi ilmuwan yang kealaman yang dibidangi sains dan teknologi lebih akurat dan lebih dapat diterima daripada hasil pemikiran-pemikiran yang lain yang bersifat spekulatif. Karena alam semesta termasuk masalah alam fisik tidak dapat dilakukan dengan berpikir spekulatif, sebab memang bukan bidangnya. Menempatkan porsi ilmu yang tidak sesuai dengan bidangnya akan melahirkan kerancuan dan kebenarannya akan diragukan. Alam tunduk mutlak pada hukum-hukum Allah swt. Semua alam yang berjalan sesuai dengan hukumnya menjadi subyek sekaligus obyek pendidikan dan pembelajaran. Al-Qur’an memandang pengamatan indera sebagai saluran utama dalam memahami alam semesta. Namun dalam ayat-ayat lain, ditegaskan pula bahwa saluran ini belumlah cukup dan dibutuhkan saluran lain, yakni penalaran atau akal. Berbagai strategi pembelajaran dapat digunakan untuk menyampaikan ayat al-Qur’an, sehingga dapat diterima dan dicerna oleh para peserta didik.
APLIKASI PARADIGMA KONSTRUKTIVISTIK MODEL KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PAI DI KELAS IV SD TARUNA SURABAYA Hanik Yuni Alfiyah
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.288 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.2.233-272

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI siswa kelas IV SD Taruna Surabaya melalui aplikasi paradigm pembelajaran konstruktivis model kooperatif STAD. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVB yang terdiri dari 42 siswa. Tahap-tahap penelitian meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tes, catatan lapangan dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tentang pendapat guru dan siswa mengenai proses pembelajaran; observasi dilakukan untuk memperoleh data tentang aktivitas siswa dalam kerja kelompok; tes dilakukan untuk mengukur pemahaman konsep siswa terhadap materi yang yang telah dipelajari; catatan lapangan dilakukan untuk memberikan gambaran proses pembelajaran yang terjadi; dan dokumentsi digunakan untuk mengetahui data tentang pemahaman konsep siswa pada pra tindakan. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan koleksi data, reduksi data, display dan konklusi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan penyajian tabel dan dideskripsikan serta diambil kesimpulan berdasarkan kriteria yang mengacu pada rumus yang dikembangkan oleh Saifuddin Azwar. Untuk menghindari subjektivitas dari observer, maka dilakukan trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran PAI siswa kelas IV SD Taruna Surabaya meningkat melalui aplikasi paradigma pembelajaran konstruktivistik berupa pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan langkah-langkah pembelajaran antara lain: 1) menyampaikan tujuan pembelajaran, 2) menyajikan informasi seputar skenario pembelajaran, 3) mengelompokkan siswa secara heterogen 4-5 siswa dalam kelompok, 4) membimbing siswa dalam kelompok, 5) melakukan evaluasi, dan 6) memberikan penghargaan kelompok.
PENDIDIKAN KARAKTER: UPAYA MEMBENTUK GENERASI BERKESADARAN MORAL Much. Arif Saiful Anam
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.25 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.2.388-426

Abstract

The post-reform moral crisis shows that the achievement of moral competence processed at school has not been able to result the optimal output to the moral awareness generation development of nation. This condition such that begun from verbalistic growth culture from the learning process which inclines to only teach moral education as the textual limitation. That phenomenon and fact cause many sides conclude that the importance of character education implementation intensively as the essence of moral awareness generation development. This perspective places moral as the main environment aspect which decides generation characterization. Therefore, moral awareness should be learned intently and progressed or developed by character education applicatively. When the first time of implementation of character education in the school environment, it needs to do by the moral conditioning then continue to the moral training. The Design Character education like this has a function as systemic moral ideas in progressing the generation moral awareness which is able to supply young generation with moral intelligence competence and character.
PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN Muhammad Fahmi
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.733 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.2.273-298

Abstract

Fazlur Rahman terkenal sebagai tokoh neo-modernisme karena berusaha melakukan modernisasi pendidikan Islam dengan tidak melupakan warisan klasik umat Islam. Dia mengusulkan bahwa orientasi pendidikan Islam harus mengarah kepada kebutuhan di dunia dan akhirat. Dia juga tidak setuju dengan adanya dikotomi ilmu agama dan umum. Harus ada upaya integrasi antara ilmu agama dan umum, karena pada dasarnya ilmu itu utuh dan bersumber dari Allah SWT. Dia juga menyarankan agar ada upaya peningkatan kualitas pendidik Muslim, perhatian khusus terhadap peserta didik yang berbakat, dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang memadai. Ide-ide Rahman mengenai pendidikan Islam termasuk dalam kategori kontekstual. Ini menunjukkan bahwa dalam mengemukakan ide-idenya, Rahman mendasarkannya pada pengalaman empirik dan pengamatan yang realistis. Oleh karena itu, tidaklah basi jika menerapkan ide-ide Rahman dalam konteks pendidikan Islam dewasa ini. Pisau analisis yang dipakai Rahman dalam mengkaji pendidikan Islam pada masanya, kiranya dapat dipakai sebagai pisau analisis dalam mengkaji pendidikan Islam kontemporer. Meski begitu, karena masa hidup Rahman berbeda dengan masa hidup umat Islam sekarang -dalam konteks sosial, maka perlu diberikan nilai kritis-transformatif bagi ide-ide Rahman sebelum diterapkan dalam konteks kekinian.

Page 1 of 1 | Total Record : 7