Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Model Research and Development dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Halimatus Sa'diyah; Hanik Yuni Alfiyah; Zaini Tamin AR; Nasaruddin Nasaruddin
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.371 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.42-73

Abstract

Selama ini, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sering menggunakan model, metode atau strategi yang bersifat konvensional, terutama pada materi yang bersifat metafisik dan transendental. Penelitian ini berupaya mengkaji model-model penelitian dan pengembangan (research and development) pembelajaran PAI dalam beberapa aspeknya. Penelitian pustaka ini menyimpulkan bahwa Research and Development (R&D ) dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan melalui penelitian untuk menghasilkan produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Objek R&D dalam pembelajaran PAI berupa: materi, metode, media, dan teknik evaluasi. R&D dapat membantu guru untuk melakukan kreasi dan inovasi yang melahirkan produk yang terus menerus disempurnakan. Tujuannya adalah menjamin kemudahan dan kenyamanan dalam mata pelajaran PAI. Penulis perlu menegaskan bahwa R&D dalam pembelajaran PAI harus dipandang sebagai peningkatan pendidikan (minimal di kelas atau lembaga pendidikan). Oleh sebab itu, penulis merekomendasikan beberapa hal berikut: Pertama, mematangkan perencanaan R&D; Kedua, lebih memperhatikan ketelitian, khususnya dalam analisis dan evaluasi; Ketiga, peningkatan perhatian pada upaya pengembangan materi, metode, media, dan teknik evaluasi yang lebih baik dalam proses pembelajaran.
ETIKA BELAJAR DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM Hanik Yuni Alfiyah
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.005 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2013.1.1.78-100

Abstract

BAHASA INDONESIA:Tulisan ini bermaksud mengulas tentang teori belajar dalam kitab Ta’lim al-Mut’allim yang dikarang oleh Imam Zarnuji. Kitab Ta’lim al-Mut’allim sangat mengedepankan aspek moral dalam proses belajar mengajar. Moralitas harus dimiliki pendidik dan peserta didik. Dalm Ta’lim al-Muta’allim sangat diagagungkan ilmu agama yang berorientasi untuk kepentingan kehidupan di akhirat. Kitab ini juga menyatakan bahwa setiap peserta didik harus memiliki sikap yang terpuji, antara lain: 1. Memuliakan pendidik, 2. Mengagungkan ilmu, 3. Menghormati Teman dan Bersikap Asih, 4. Bersikap Wira’i, 5. Penuh dengan Sikap Tawakkal, 6. Menghadap Kiblat ketika Belajar. Corak pemikiran pembelajaran dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim bersifat mistik-sufistik. Artinya, sangat mengedepankan aspek spiritual atau moral kepada Allah SWT. ENGLISH:This research discusses about learning theory on Ta’lim Al-Muta’allim book written by Imam Zarnuji. Ta’lim Al-Muta’allim book prioritizes moral aspect in teaching and learning process. The morality should be implemented by both educators and learners. Ta’lim Al-Muta’allim book has the focus on theology that orientates to the importance of life in hereafter. This book also explains that the learners should implement admirable attitude, they are: 1. Honoring the educators, 2. Honoring the science, 3. Respecting and loving the mates, 4. Implementing Wira’i, 5. Implementing Tawakkal, 6. Facing the west (direction)  if the learners study. The complexity of learning thought on Ta’lim Al-Muta’allim book has mystical-sufistical characteristic that means prioritizing spiritual or moral aspect to Allah.
APLIKASI PARADIGMA KONSTRUKTIVISTIK MODEL KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PAI DI KELAS IV SD TARUNA SURABAYA Hanik Yuni Alfiyah
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.288 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.2.233-272

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI siswa kelas IV SD Taruna Surabaya melalui aplikasi paradigm pembelajaran konstruktivis model kooperatif STAD. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVB yang terdiri dari 42 siswa. Tahap-tahap penelitian meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tes, catatan lapangan dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tentang pendapat guru dan siswa mengenai proses pembelajaran; observasi dilakukan untuk memperoleh data tentang aktivitas siswa dalam kerja kelompok; tes dilakukan untuk mengukur pemahaman konsep siswa terhadap materi yang yang telah dipelajari; catatan lapangan dilakukan untuk memberikan gambaran proses pembelajaran yang terjadi; dan dokumentsi digunakan untuk mengetahui data tentang pemahaman konsep siswa pada pra tindakan. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan koleksi data, reduksi data, display dan konklusi. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan penyajian tabel dan dideskripsikan serta diambil kesimpulan berdasarkan kriteria yang mengacu pada rumus yang dikembangkan oleh Saifuddin Azwar. Untuk menghindari subjektivitas dari observer, maka dilakukan trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran PAI siswa kelas IV SD Taruna Surabaya meningkat melalui aplikasi paradigma pembelajaran konstruktivistik berupa pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan langkah-langkah pembelajaran antara lain: 1) menyampaikan tujuan pembelajaran, 2) menyajikan informasi seputar skenario pembelajaran, 3) mengelompokkan siswa secara heterogen 4-5 siswa dalam kelompok, 4) membimbing siswa dalam kelompok, 5) melakukan evaluasi, dan 6) memberikan penghargaan kelompok.
PENGEMBANGAN KAPASITAS GURU MELALUI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI MINU WARU SIDOARJO Hanik Yuni Alfiyah; Asma’ Naily Fauziyah; Masfufah Masfufah
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.335 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2016.4.1.157-178

Abstract

Bahasa Indonesia:Artikel ini merupakan hasil penelitian jenis ParticipatoryActionResearch (PAR) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru di komunitas madrasah, yakni MINU Waru Sidoarjo dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Subjek penelitian terdiri dari 19 orang. Tahap-tahap penelitian meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam empat siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapastias guru MINU Waru Sidoarjo dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi meningkat melalui penerapan pelatihan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Ms. Power Point yang meliputi: 1) Pembuatan teks, tabel, grafik, flowchart, input gambar dan clipart; 2) Pembuatan animasi  pada slide, gambar, smart art; 3) Desain media pembelajaran yang meliputi pembuatan template,content/isi, hyperlink, dan slide master, serta 4) Pembuatan presentasi efektif dengan Ms. Power Point.English:This article is a report of Participatory Action Research (PAR), which aims to improve teacher capacity at Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU), Waru, Sidoarjo in developing technology-based learning media. Subject of the study consists of 19 people. The stages of research include planning, action, observation, and reflection in four cycles. The results showed that teachers’ capacity in developing media-based learning through the application of information technology increased through interactive learning media development of Ms. Power Point which includes the following activities: 1) creating text, tables, charts, flowcharts, input images and clipart; 2) Making an animation on a slide, picture, smart art; 3) Designing instructional media covering the manufacture of templates, content / content, hyperlinks, and slide master, as well as 4) Making an effective presentation by Ms. Power point.
Perbandingan Pendekatan Saintifik antara Kurikulum 2013 dan Pendekatan Burhani dalam Peningkatan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Mata Pelajaran Fiqih Nadlir Nadlir; Hanik Yuni Alfiyah
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.167 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2018.6.2.203-224

Abstract

This article focuses upon the comparison between the Burhani and the 2013 Curriculum scientific approaches in improving high order thinking skills in Fiqh subjects. Two different group of 18 five-grade students of MI Haji Hasyim Babat Jerawat Pakal Surabaya are involved for each approaches within the 2016/2017 academic year. The result shows that both Burhani’s and 2013 Curriculum’s scientific approaches are able to increase high-order thinking skills in terms of collecting information, finding links, rearranging, and developing it to answer questions. Based upon thinking-skill mean, group with 2013 Curriculum scientific approach treatment gains higher achievement that that of with Burhani’s, with 82.66:72.13. This result heightens the theory of 2013 Curriculum’s relevance for all school subjects, including Islamic Education.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN “ KOTAK BERHITUNG “ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI SOAL CERITA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN KELAS III MI/SD Agustin Arianti Uswa; Hanik Yuni Alfiyah
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 6 No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v6i1.3969

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to develop learning media for counting squares for math story problems in class III MI/SD to make it easier for teachers to deliver learning material. This research method uses development research with the ADDIE development model. This research was conducted in three stages, namely 1) the analysis stage which consisted of media analysis and student analysis. 2) The design stage, namely the design of counting box learning media using makeshift materials, namely cardboard and several bamboo sticks. 2) the development stage, namely producing learning media that has been designed at the design stage. In addition to media production, the researchers also compiled a research instrument, namely a validation sheet. The results of this study indicate that the counting box learning media meets the criteria of being very feasible to be used as a supporting tool in the learning process. It can be interpreted that the counting box learning media can be appropriate to use with a total value of 98.80% as a learning media for class III MI / SD material about story problems in mathematics.Keyword: Learning Media, Counting Box AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran kotak berhitung materi soal cerita Matematika pada kelas III MI/SD agar mempermudah guru dalam menyampaiakan materi pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu 1) tahap analisys yang terdiri dari analisys media dan analisys siswa. 2) Tahap desain, yaitu rancangan media pembelajaran kotak berhitung dengan menggunakan bahan seadanya yaitu kardus dan beberapa stik bambu. 3) tahap pengembangan yaitu memproduksi media pembelajaran yang telah dirancang pada tahap desain. Selain produksi media peneliti juga menyusun instrument penelitian yaitu lembar validasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran kotak berhitung memenuhi kriteria sangat layak untuk digunakan sebagai sarana pendukung dalam proses pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran kotak berhitung dapat layak digunakan dengan total nilai 98,80% sebagai media pembelajaran kelas III MI/SD materi soal cerita pada mata pelajaran matematika.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Kotak Berhitung
Pengembangan Media Papan Sistem Peredaran Darah Manusia (Pasperdam) untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Siti Muallifah; Hanik Yuni Alfiyah; She Fira Azka Arifin
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8352

Abstract

This study aims to develop an innovative learning media called Pasperdam (Human Circulatory System Board) to improve student learning outcomes on the topic of the Human Circulatory System in fifth-grade Madrasah Ibtidaiyah. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Feasibility testing was conducted through validation by material and media experts, as well as limited trials in the classroom, resulting in an average score of 94.76%, indicating that this media is highly suitable for use. Effectiveness testing was carried out by comparing pretest and posttest results, showing an increase in the average score from 52.57 to 82.57. Statistical analysis using a t-test proved that this improvement was significant with a p-value < 0.05. Practicality testing through questionnaires given to teachers and students revealed that 88.45% of respondents stated that this media is practical and easy to use. The conclusion of this study is that Pasperdam is effective, feasible, and practical for improving student learning outcomes on the topic of the Human Circulatory System, and it has a significant impact on enhancing learning outcomes in Madrasah Ibtidaiyah.
Pembelajaran Demonstrasi Berbantuan Miniatur Haji Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Fikih Madrasah Ibtidaiyah Hanik Yuni Alfiyah; Maulida Nur Fadhilah; Dewi A’issyatur Rohmah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1483

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mengetahui seberapa baik hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di jenjang Madrasah Ibtidaiyah dapat ditingkatkan dengan mengombinasikan media haji mini dengan model pembelajaran demonstratif. Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi haji yang diakibatkan oleh dominannya metode ceramah yang abstrak dan minimnya praktik visual yang nyata menjadi dasar penelitian ini. Dengan desain one-group pretest-posttest dan metodologi pra-eksperimental, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas V MINU Waru I Sidoarjo. Alat pengumpul data adalah tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah terapi. Untuk menghitung besarnya pengaruh digunakan uji t berpasangan dan rumus Cohen's d. Berdasarkan hasil analisis, nilai rata-rata meningkat dari 55,14 pada pretest menjadi 83,62 pada posttest. Perbedaan yang bermakna secara statistik ditunjukkan oleh nilai signifikansi uji t sebesar 0,000 (p < 0,05). Selain itu, perlakuan tersebut memiliki pengaruh praktis yang sangat tinggi, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai effect size sebesar 2,838. Temuan ini membuktikan bahwa penggabungan antara model demonstrasi dan media miniatur Haji mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret, visual, dan bermakna, selaras dengan pendekatan teori konstruktivisme dan multiple intelligences. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini direkomendasikan sebagai alternatif yang efektif untuk diterapkan pada materi-materi Fikih yang memiliki karakteristik simbolik dan prosedural.
Multicultural Islamic Education as Strategy for Strengthening Social Cohesion in Islamic School Muhammad Fahmi; Muhammad Adib Nuruzzaman; Masdar Hilmy; Hanik Yuni Alfiyah; Nadlir Nadlir; Nor Azni Abdul Aziz; Lilik Huriyah
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2025): Transformative Islamic Education in Pesantren and Madrasah
Publisher : Universitas Pesantren Kh abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v8i1.67

Abstract

Issues of social cohesion and interfaith tolerance are crucial in the context of diverse societies, including Bali, Indonesia, and Southern Thailand, which have experienced conflicts related to religious and cultural differences. This study aims to explore the role of multicultural Islamic education in strengthening social cohesion at Bali Bina Insani Islamic School (SI-BBI) and Phatnawitya School (PS). Utilizing a qualitative case study approach, this research employs in-depth interviews, participant observation, and documentation with school principals and teachers at both schools as primary data sources, which are then analyzed using descriptive-qualitative methods. The findings reveal that multicultural Islamic education at SI-BBI is implemented through the integration of local cultural values into the curriculum, such as the use of the Balinese language and the recruitment of Hindu teachers, as a form of acculturation that fosters social cohesion among the Muslim minority and Hindu majority in Bali. Meanwhile, at PS, multicultural Islamic education is applied with the inclusive principle of rahmatan lil alamin, incorporating cross-cultural learning and reinforcing tolerance values for students in the Muslim-majority but locally cultural region of Southern Thailand. These findings expand the understanding of Social Identity Theory from Henri Tajfel and John Turner, by demonstrating that multicultural education can reduce identity conflicts and strengthen social integration through learning that respects diversity. The implications of this research emphasize the need for educational policies that are friendly to religious and cultural diversity, which support the integration of multicultural values ​​in the education system in areas with potential for conflict. The multicultural Islamic education models in these two schools offer strategic frameworks for application in contexts of cultural and religious diversity, aiming to create sustainable social cohesion.
Building Harmony through a Local Wisdom-Based Curriculum at a Madrasah in a Muslim Minority Setting Nadlir Nadlir; Muhammad Fahmi; Hanik Yuni Alfiyah; Syaifuddin Syaifuddin; Ali Mas&#039;ud; Sudirman Sudirman; Abdullah Malik Ibrahim
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Transformative Islamic Education in Pesantren and Madrasah
Publisher : Universitas Pesantren Kh abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v9i2.322

Abstract

Interfaith harmony is an important foundation for social cohesion in a pluralistic society, but it does not always occur naturally and requires a planned educational strategy. This study aims to analyze the construction of harmony through a local wisdom-based curriculum at Madrasah Aliyah Bali Bina Insani (MA BBI), a madrasah located in a Muslim minority context in Tabanan Regency, Bali. The research focuses on how local wisdom values ​​are systematically integrated into the curriculum and educational practices to build interfaith harmony. This study used a qualitative case study design. Data were collected through in-depth interviews with eight key informants, including madrasah principals, Muslim and non-Muslim teachers, and community leaders; participant observation of the learning process and socio-religious activities; and documentation of curriculum documents and institutional policies. Data were analyzed using an inductive-interactive analysis model. The results show that MA BBI actively integrates Balinese local wisdom into its learning materials, inclusive pedagogical approaches, and institutional policies, thus creating an educational climate that supports tolerance, mutual respect, and social harmony. The curriculum serves not only as an academic tool but also as a social instrument in building harmony amidst religious diversity. The novelty of this research lies in its emphasis on the madrasah curriculum as a medium for fostering harmony among minority communities. This study confirms that developing a curriculum grounded in local wisdom is a powerful educational strategy for building social harmony in pluralistic societies and recommends further research across diverse socio-cultural contexts.