cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2012): JP3I" : 5 Documents clear
Value Orientation Scale: The Validation Of The Pancasila Scale Christiany Suwartono; Eko A. Meinarno
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 3 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i3.10703

Abstract

In previous research (Meinarno & Suwartono, 2011), we developed 32 items from five values of Pancasila, however the psychometric properties of the scale are yet to be explored. In this reasearch, we identfied five dimensions of the scale, namely spirituality, humanity, nationality, democracy, and social justice. Using convenience sampling, with Webropol survey software to collect the data, of 234 participants, 59% were female, with range of age 15 35 years old (M=18.42, SD = 1.74). In this research, we focused on construct validation of a measurement model using confirmatory factor analysis. We found that the Pancasila scale consists of 25 items. The Cronbach's alpha coefficients for each dimension were 0.78, 0.70, 0.79, 0.70, and 0.77 respectively. Then, we explored the underlying factor structure and found five latent value factors and these were spirituality, humanity, nationality, democracy, and social justice. The five factors,each formed a unidimensional scale. However, these five latent factors cannot be explained by the high order of the latent factor, namely Pancasila. The second order factorial structure using confirmatory factor analysis did not fit. The fit indices showed that the model did not fit the data well. The results of CFA did not confirm the presence of a second-order factorial structure of Pancasila.
Evaluasi Kepuasan Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran Berbasis Simulasi Menggunakan Importance Performance Analysis (Studi pada Kelas Psikologi Eksperimen) Susilo Wibisono
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 3 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i3.10704

Abstract

Variabel kepuasan menjadi sesuatu yang penting mengacu pada posisi pendidikan tinggi sebagai bentuk layanan kepada mahasiswa. Alat evaluasi yang digunakan dalam proses ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) yang diterapkan pada proses pembelajaran Mata Kuliah Psikologi Eksperimen (3 SKS). Kepuasan didefinisikan sebagai gap antara penilaian kinerja indikator dan tingkat harapan/kepentingan atas indikator. Pengukuran terhadap tingkat harapan diberikan sebelum proses perkuliahan dilaksanakan, sedangkan pengukuran terhadap penilaian kinerja dilakukan pasca pertemuan ketujuh dari rangkaian proses pembelajaran. Subjek penelitian adalah 66 mahasiswa peserta mata kuliah psikologi eksperimen. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa ada beberapa indikator dalam proses pembelajaran berbasis simulai yang dipersepsi penting dan memiliki kinerja tinggi oleh mahasiswa. Beberapa indikator tersebut antara lain sikap dosen dalam mengapresiasi pertanyaan mahasiswa, respon terhadap kesulitan yang dialami, transparansi sistem penilaian, dan fasilitasi dalam pengerjaan tugas. Kesimpulan lain yang diperoleh berdasarkan penelitian ini adalah bahwa IPA dapat digunakan sebagai alat evaluasi proses pembelajaran yang mampu memberikan rekomendasi konkrit terkait dengan indikator-indikator apa saja yang perlu ditingkatkan dalam proses pembelajaran selanjutnya
Pengujian Validitas Konstruk Instrumen Organization-Based Self-Esteem Scale Ferdian Satriawan
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 3 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i3.10705

Abstract

Self-esteem mencerminkan suatu keyakinan nilai diri sendiri yang didasarkan pada evaluasi diri secara keseluruhan. Sementara, organization-based self-esteem yang disingkat OBSE merupakan suatu konteks-spesifik dari konstruk self-esteem yang secara khusus dirumuskan untuk keperluan penelitian di bidang organisasi. Organization-based self-esteem scale merupakan intrumen pengukuran baku dan satu-satunya yang digunakan untuk mengukur tingkat OBSE seseorang yang dikembangkan oleh Pierce et.al. (1989). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk instrumen tersebut. Data dalam penelitian ini diperoleh dari anggota Kepolisian Resor Bogor (Polres Bogor) yang berjumlah 150 orang. Sementara itu, metode untuk mengujinya adalah confirmatory factor analysis (CFA) dan exploratory factor analysis (EFA). Penghitungannya statistik menggunakan software LISREL 8.70 dan program SPSS 16.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari sepuluh item yang ada hanya empat item saja yang bersifat unidimensional, sedangkan keenam item lainnya bersifat multidimensional atau tidak hanya mengukur satu faktor saja. Sehingga model satu faktor yang diteorikan oleh organization-based self-esteem scale tidak dapat diterima.
Struktur Factor Psychopathy Personality Inventory (PPI) Adiyo R
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 3 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i3.10706

Abstract

Pyschopathy atau psikopat merupakan gangguan kepribadian yang dicirikan oleh egocentricity, fearlessness, persistence violence of social norms dan lack of empathy, guilt dan remorse. Salah satu alat ukur yang digunakan dalam mengukur psychopathy yaitu psychopathy personality inventory (PPI). Mengingat perdebatan struktur factor dari PPI yang masih simpang siur, maka perlu dilakukan penelitian mengenai struktur factor PPI. Adapun struktur factor atau model yang diuji dalam penelitian ini adalah 1) apakah benar terdapat 2 faktor di dalam PPI (impulsive antisociality dan fearless dominance), yang kemudian terbagi menjadi 8 dimensi?. 2) apakah benar bahwa 2 faktor di dalam PPI tersebut tidak saling berkorelasi?. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidyatullah Jakarta sejumlah 309. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji struktur factor PPI yaitu confirmatory factor analysis (CFA). Hasil menunjukkan bahwa memang benar PPI terdiri dari 8 dimensi, namun 2 faktor di dalam PPI yaitu impulsive antisociality dan fearless dominance saling berkorelasi hampir mendekati satu (r = 0.93). Dengan demikian di dalam stuktur factor PPI sesungguhnya hanya ada model 1 faktor (psychopathy) dengan 8 dimensi berikut item pada tiap dimensi tersebut.
Uji Validitas Konstruk pada Alat Ukur Integritas dengan Metode Confirmatory Factor Analysis Masitah Masitah
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 3 (2012): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v1i3.10701

Abstract

Integritas merupakan kekuatan karakter yang mempengaruhi kesehatan mental, kesejahteraan psikologis dan keefektifan hubungan interpersonal. Integritas sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan terutama dalam hal promosi. Namun, alat ukur integritas lebih banyak dikembangkan di luar negeri sehingga kurang sesuai dengan konteks masyarakat Indonesia. Selain itu, umumnya alat ukur integritas dikembangkan menggunakan pendekatan klasik yang memiliki beberapa kelemahan. Penelitian ini menguji validitas konstruk dari teori integritas Carl Rogers. Peneliti mengembangkan alat ukur integritas menggunakan pendekatan polytomous Item Response Theory dengan melibatkan 1210 pekerja Indonesia. Hasil uji coba menunjukkan alat ukur terbukti valid dan memenuhi asumsi unidimensionalitas. Berdasarkan pengujian 26 item, terdapat satu item yang tidak fit, sehingga item tersebut dikeluarkan. Hasil pengujian kembali terhadap 25 item menunjukkan bahwa model fit dan seluruh item fit mengukur integritas. Analisis menggunakan differential item functioning menunjukkan 1 item memiliki bias respon jenis kelamin. Dengan demikian, item yang dipertahankan dalam alat ukur integritas ini berjumlah 24 item

Page 1 of 1 | Total Record : 5