cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2014): JP3I" : 6 Documents clear
Pengaruh Jumlah Kategori, Rentang Threshold dan Metode Estimasi terhadap Akurasi Skor Tes pada Beberapa Model Politomi Adiyo R
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10730

Abstract

Tskor tes yang akurat merupakan salah satu tujuan utama yang ingin dicapai dari sebuah pengetesan. Namun umumnya masyarakat masih menggunakan cara klasik untuk memperoleh skor tes. Misalnya menjumlahkan hasil jawaban benar dari sebuah tes. Sebagaimana diketahui, terdapat beberapa asumsi pada tes klasik yang amat sulit dijumpai pada data skor tes. Maka itu pendekatan tes tidak lagi dilakukan dengan pendekatan klasik, tetapi dilakukan dengan pendekatan teori tes modern. Salah satu aspek yang dibahas dari teori tes modern ialah cara atau prosedur penskoran terhadap tes. Terdapat beberapa hal yang memengaruhi keakurasian skor tes pada pendekatan tes modern, yaitu dalam penelitian ini model politomi, jumlah kategori, rentang threshold dan metode estimasi. Model politomi (GRM dan GPCM), jumlah kategori (3 dan 4) dan rentang threshold (equal dan unequal) dipilih karena variabel tersebut berkaitan erat dengan data khususnya data kategorik. Data dalam penelitian ini berupa kategorik seperti skala Likert (0, 1, 2, 3...dst). Pada teori tes modern, penskoran dihitung berdasarkan susunan respon peserta tes terhadap butir item pada tes. Maka itu, diperlukan metode estimasi (MLR, WLSMV, EAP dan MLE). Penelitian ini menggunakan simulasi studi dengan kondisi 25 item, 500 responden dan 25 replikasi untuk setiap satu data. Interaksi variasi dari seluruh variabel independen sejumlah 2x2x2x4 menghasilkan 32 data. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu RMSE dan standard error. Analisis data menggunakan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kriteria RMSE, model data jumlah kategori 4 dan rentang threshold equal, serta dikalibrasi dengan model politomi GRM dan metode estimasi MLR dan WLSMV menghasilkan nilai RMSE terkecil dibandingkan dengan interaksi model data dan kalibrasi yang lain. sedangkan pada kriteria standard error, model data jumlah kategori 4 dan rentang equal, serta dikalibrasi dengan model GPCM dan metode estimasi MLE menghasilkan nilai standard error terkecil. Dari kedua kriteria tersebut, perbedaan nilai yang signifikan hanya pada kriteria RMSE. Untuk penelitian simulasi, kriteria RMSE lebih sensitif dalam menghasilkan keakurasian skor tes. Untuk aplikasi pada data empiris, model politomi GRM dan metode estimasi WLSMV atau MLR diduga lebih menghasilkan skor tes yang presisi.
Studi Tentang Pengaruh Kesalahan Pengukuran Terhadap Koefesien Regresi Linear : Sebuah Perbandingan Antara Penggunaan Raw Score, Factor Score, Dan Structural Equation Modeling (SEM) Hasniar A Radde
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh kesalahan pengukuran terhadap nilai koefesien regresi linear dengan membandingkan penggunaan raw score, factor score, dan Structural Equation Modeling (SEM). Kesalahan pengukuran dilihat dari nilai koefesien reliabilitas, dimana reliabilitas tinggi mengandung kesalahan pengukuran yang rendah. Sebaliknya, reliabilitas yang rendah, mengandung kesalahan pengukuran yang tinggi. Penelitian ini merupakan studi simulasi Monte Carlo dengan memvariasikan nilai reliabilitas, yakni reliabilitas 0.5 (rendah), 0.7 (sedang), dan 0.9 (tinggi). Data yang dibangkitkan mengikuti pengukuran paralel dengan variasi nilai reliabilitas (sembilan variasi model reliabilitas), terdiri atas 40 item dan 500 responden, replikasi sebanyak 50 kali, dan nilai koefesien regresi ditetapkan sebesar 0.8. Penelitian ini menggunakan software MPlus untuk membangkitkan data sesuai karakteristik data yang diinginkan. Data yang diperoleh terdiri atas data independent variable (IV) dan data dependent variable (DV). Raw score diperoleh dengan menjumlahkan secara langsung seluruh item, baik pada IV maupun DV. Raw score IV kemudian di regresikan terhadap raw score DV. Factor score diperoleh melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), baik pada IV maupun DV. Factor score IV kemudian diregresikan terhadap factor score DV. Pada analisis SEM, data IV langsung dimodelkan sebagai variabel laten eksogen dan data DV sebagai variabel laten endogen. Koefesien regresi yang dihasilkan pada raw score, factor score, dan SEM kemudian dibandingkan, nilai mana yang paling mendekati 0.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atenuasi (hasil pengukuran nilainya dibawah dari yang seharusnya) terjadi pada seluruh model untuk raw score. Sedangkan pada factor score, atenuasi hanya terjadi pada model dengan reliabilitas IV 0.5 terhadap DV reliabilitas 0.5 ; 0.7 ; 0.9. Sedangkan pada analisis SEM, tidak terjadi atenuasi untuk keseluruhan model.
Aplikasi Model Rasch Untuk Validasi Instrumen Pengukuran Fundamentalisme Agama Bagi Responden Muslim Susilo Wibisono
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji instrumen pengukuran fundamentalisme agama yang dikembangkan bagi kelompok Muslim dengan menggunakan analisis model Rasch. Pemahaman tentang fundamentalisme yang dikembangkan mengacu pada definisi Altemeyer dan Hunsberger (1992) yang melihat fundamentalisme sebagai sikap terhadap keyakinan agama yang dianut. Sub dimensi fundamentalisme sebagaimana dijelaskan Altemeyer dan Hunsberger (1992) meliputi sikap terhadap keyakinan bahwa bahwa agama meliputi semua hal dan tidak mungkin salah, keyakinan adanya kekuatan yang bertentangan dan harus dilawan, serta keyakinan bahwa kebenaran agama bersifat mutlak dan tidak perlu kontekstualisasi. Data diambil dari responden mahasiswa Muslim yang berjumlah 113 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen memiliki nilai reliabilitas (KR-20) yang bagus (α = 0,85). Demikian juga nilai reliabilitas responden (α=0,82) dan reliabilitas item (α=0,97). Namun demikian, ditemukan satu item yang secara psikometris dapat dinyatakan misfit, karena memiliki nilai point measure correlation negatif. Secara umum, instrumen ini mampu menjelaskan 41,8% varians yang muncul pada kelompok responden. Berdasarkan hal tersebut, pengukuran fundamentalisme agama bagi kelompok Muslim secara umum dapat dilakukan dengan instrumen ini. 
Studi Tentang Dampak Dari Multidimensionalitas Butir Soal Terhadap Estimasi True Skor Dengan Pendekatan Model Bifaktor Nursakinah Oktaviana Sasmita
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10732

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian simulasi dimana yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah banyaknya faktor, item dan responden dengan replikasi 50 kali. Selanjutnya data hasil replikasi ini dianggap sebagai unidimensi dan bifaktor dan dihitung pengaruhnya dari selisih theta tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui banyaknya faktor, item dan responden yang ikut terukur berdampak pelanggaran asumsi unidimensi pada bifaktor. Serta mengetahui perbedaan bias pada data bifaktor yang dianggap sebagai unidimensi tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa data dengan model bifaktor dan dianalisis sebagai unidimensi maka hasilnya akan memperoleh theta yang tidak sebenarnya, karena perbedaan bias atau deviasi yang terjadi cukup tinggi. Disamping berdasarkan hasil perhitungan didapatkan R square sebesar 0.69%, bias responden yang dapat dijelaskan oleh bervariasinya faktor, item dan responden dengan taraf signifikansi 0.000.
Uji Validitas Konstruk Leader Member Exchange – Multi-Dimensional Measure (LMX-MDM) Jonny Pranata
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10733

Abstract

Penelitian ini menguji validitas konstruk dari LMX-MDM (leader member exchange-multi-dimensional measure). Dalam penelitian ini digunakan empat dimensi LMX (leader member exchange) yaitu affect, loyalty, contributions, dan professional respect sebanyak 24 item. Pelaksanaan tes dilakukan pada karyawan PT. Veneta Indonesia tahun 2013 berjumlah 120 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah CFA (confimatory factor analysis) dengan software lisrel 8.70. Hasil pengujian membuktikan bahwa semua subskala fit (sesuai) mengukur model satu faktor.
Pengukuran terhadap Intensi Berwirausaha Siswa SMK: Hasil Uji Validitas Konstruk Intensi Berwirausaha Niqo Ahmad
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 3 (2014): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v3i3.10734

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis kewirausahaan. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan intensi berwirausaha secara tidak langsung dengan memperbarui pengetahuan, mengolah kemampuan, dan memperkuat tekad untuk berwirausaha (Guifang, et al., 2012), namun Badan Pusat Statistik (BPS) pada Berita Resmi Statistik (2012) pada bulan Agustus tahun 2012 menyatakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan menunjukkan SMK berada pada tingkat yang paling tinggi yaitu 9,87%. Hal tersebut membuat penelitian terkait intensi berwirausaha pada siswa SMK penting untuk dilakukan. Dalam literatur psikologi, intensi telah terbukti sebagai prediktor terbaik untuk menggambarkan perilaku yang akan datang (Ajzen, 1991).

Page 1 of 1 | Total Record : 6