cover
Contact Name
Natris Idriyani
Contact Email
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
natrisidriyani@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I)
ISSN : 20896247     EISSN : 26545713     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, dan gagasan di antara para ilmuwan psikologi Indonesia. Jurnal ini difokuskan pada Psikologi Pengukuran.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2015): JP3I" : 6 Documents clear
Uji Validitas Konstruk Pada Instrumen Health Belief Model (HBM) Dengan Metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) Ferdiansah Daulay
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9311

Abstract

AbstractThe aim of this research was to test the construct validity of Health Belief Model (HBM), a theory which generally used in health education. Current research used six dimensions to measure HBM: perceived suspectibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self efficacy. HBM is measured by questionnaire that was constructed based on Health Belief Model by Champion and Skinner (in Glanz, 2008). Data were collected from 305 married women age 15-45 years who were checking up in a Health Center in Padangsimpuan City. Confirmatory factor analysis was used as method. By first order confirmatory factor analysis method, the result showed that six dimensions of HBM are fit for one factor model. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari Health Belief Model (HBM), teori yang paling umum digunakan dalam pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan. Dalam penelitian ini digunakan enam dimensi untuk mengukur HBM, yaitu perceived suspectibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self efficacy. Pada penelitian ini HBM diukur menggunakan kuesioner yang disusun oleh peneliti sendiri berdasarkan pada komponen HBM yang dikemukakan oleh Champion dan Skinner (dalam Glanz, 2008). Data didapat dari wanita yang sudah menikah dengan rentang usia dewasa awal hingga dewasa akhir (15-45 tahun) di salah satu puskesmas di kota Padangsidimpuan sehingga banyak subjek yang kebetulan datang untuk berobat atau melakukan prosedur KB di sana. Jumlah sampel yang didapatkan berjumlah 305 orang. Metode analisis yang digunakan untuk menguji konstruk ini adalah analisis faktor konfirmatorik. Hasil pengujian melalui analisis faktor satu tingkat menunjukkan bahwa semua dimensi dari HBM mengukur model satu faktor.
Uji Validitas Internal, Validitas Eksternal, Dan Reliabilitas Traumatic Events Questionnaire (TEQ) Sjania Malik; Grace Indrawati; Dih’iyah E. Pratiwi; Feny M. Lestari; Christiany Suwartono; Magdalena S. Halim
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9301

Abstract

AbstractTraumatic event is an event that makes trauma and resulting a great pressure. Trauma can occur because of the experience of a traumatic event. Traumatic Events Questionnaire (TEQ) is a measurement tool that can be used as an early detection of the experience of the traumatic event. The purpose of this study was to adapt the TEQ in Indonesia. This study used a total of 172 respondents. The method of analysis used is the internal validity items and sub-items, external validity, and reliability by using SPSS 17.0 statistical software. In the external validity, researchers conducted a comparative measure TEQ measuring devices BDI II. From this research it is known that some items are invalid; items number 5, 9, and 12. Based on the calculation of external validity it is known that non-clinical Data have significant value, while the data on clinical results are not significant. The results of calculation of the reliability of the non-clinical data is -0.53, which means very low reliability, whereas the clinical outcome in the data is 0.950, which means very high reliability.AbstrakPeristiwa traumatik adalah peristiwa yang membuat trauma dan menghasilkan tekanan besar. Trauma bisa terjadi karena pengalaman traumatis. Traumatic Events Questionnaire (TEQ) adalah sebuah alat ukur yang bisa digunakan sebagai deteksi dini terhadap pengalaman traumatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi TEQ ke dalam bahasa Indonesia. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 172 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu validitas internal item dan sub-item, validitas eksternal, dan reliabilitas dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS 17.0. pada validitas eksternal, peneliti melakukan pengukuran komparatif TEQ dengan mengukur perangkat BDI II. Hasilnya, ada beberapa item yang tidak valid, yaitu item nomor 5, 9, dan 12. Berdasarkan perhitungan validitas eksternal, diketahui bahwa data non klinis memiliki nilai signifikan. Sementara itu, data klinis menunjukkan hasil tidak signifikan. Reliabilitas data non klinis yaitu -0.53, yang artinya rendah. Sedangkan reliabilitas dan klinis yaitu 0.950, yang bermakna tinggi.
Uji Validitas Konstruk Work-Family Conflict Aulia Anisyah Fassa
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9307

Abstract

AbstractThe aim of the study was to test the construct validity of work-family conflict scale. This research tested the construct validity of 18-items work-family conflict scale consists of three dimensions, Time-Based Conflict, Strain-Based Conflict, and Behavior-Based Conflict (Greenhaus & Beautell, 2015). 293 participants that was involved in this research consists of teachers of Al-Alzhar School in South Jakarta. Confirmatory factor analysis  was used in this research, using Lisrel 8.70 software. The result from confirmatory factor analysis showed that all dimensions of work-family conflict (Time-Based Conflict, Strain-Based Conflict, and Behavior-Based Conflict) need to be modified to get fit models of work-family conflict construct.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari work-family conflict. Penelitian ini, menggunakan tiga dimensi konflik pekerjaan-keluarga dari Greenhaus & Beautell (1985) yaitu time-based conflict, strain-based conflict, dan behavior-based conflict yang berjumlah 18 item untuk di uji validitasnya. Sampel yang digunakan adalah guru sekolah Al-Azhar wilayah Jakarta Selatan sebanyak 293 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) dengan menggunakan program lisrel 8.70. Berdasarkan perhitungan dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi model pengukuran untuk dapat memperoleh nilai fit.
Uji Validitas Konstruk Pada Alat Ukur Eating Attitudes Test (EAT-26) Asmasarih Dewi Mandiri
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9308

Abstract

AbstractEating disorder is explained as psychological disorder characterized by disruption of eating disorder. Some people suffered from unusual eating pattern. Some people restricted their hunger and choose not to eat, and some ate like usual but vomitting it, and some ate uncontrollable. Eating Attitudes test (EAT-26) is one of measurement tool and is used in many researches related to abnormal eating behavior.  The aim of th isstudy was to test the construct validity of EAT-26. Data were collected from 143 high school students in Jakarta. Analysis method of this research used Confirmatory Factor Analysis (CFA) using Lisrel 8.70 software. The result showed that there are some items which measures more than one factor (multi-dimensional). AbstrakGangguan makan diartikan sebagai gangguan psikologis yang memiliki karakteristik terganggunya perilaku makan. Pada beberapa orang terjadi pola makan yang tidak biasa, dimana mereka menahan lapar dan memilih untuk tidak makan, ada juga yang makan seperti biasa namun kemudian dimuntahkan dan beberapa lainnya makan terus menerus tanpa kendali. Eating Attitudes Test (EAT-26) merupakan salah satu alat ukur yang popular dan banyak digunakan untuk mendeteksi perilaku makan abnormal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas konstruk dari EAT-26. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari 143 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas yang berlokasi di Jakarta. Metode analisis yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan perangkat lunak Lisrel 8.7. Hasil pengujian membuktikan bahwa terdapat item dalam EAT-26 yang mengukur lebih dari satu faktor (multi-dimensional).
Dampak Dari Multidimensionalitas Butir Soal Terhadap Estimasi True Score Dengan Pendekatan Model Bifaktor Nursakinah Oktaviana Sasmita
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9300

Abstract

AbstractCurrent study is a simulation research, focused on the number of factors, items, and respondents replicated 50 times. After that, replicated data was considered as unidimensional and bifactor and then the effect was computed from theta margin. This research aims to explore the number of factors, items, and respondents, which is measured, affect the unidimensional asumption transgression on bifactor. Also, this research aims to understand bias differences of bifactor data that is considered as unidimensional. The result showed that data with bifactor model and analyzed as unidimensional will obtain the untrue theta score due to high bias differences. In addition, the R square of respondents bias is 0.69%.AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian simulasi dimana yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah banyaknya faktor, item dan responden dengan replikasi 50 kali. Selanjutnya data hasil replikasi ini dianggap sebagai unidimensi dan bifaktor dan dihitung pengaruhnya dari selisih theta tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui banyaknya faktor, item dan responden yang ikut terukur berdampak pelanggaran asumsi unidimensi pada bifaktor. Selain itu, juga untuk mengetahui perbedaan bias pada data bifaktor yang dianggap sebagai unidimensi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data dengan model bifaktor dan dianalisis sebagai unidimensi maka hasilnya akan memperoleh theta yang tidak sebenarnya, karena perbedaan bias atau deviasi yang terjadi cukup tinggi. Disamping berdasarkan hasil perhitungan didapatkan R square sebesar 0.69%, bias responden yang dapat dijelaskan oleh bervariasinya faktor, item dan responden dengan taraf signifikansi 0.000.
Uji Validitas Konstruk The Social Provisions Scale Muhammad Dwirifqi Kharisma Putra
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol 4, No 4 (2015): JP3I
Publisher : Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v4i4.9310

Abstract

AbstractThe aim of this study was to test the construct validity of Social Provision Scale. The social provision scale was developed by Cutrona and Russell (1987). 30-items of The Social Provision Scale, consists of six dimensions (attachment, social integration, reassurance of worth, reliable alliance, guidance, opportunity for nurturance) are tested. 326 high school students in Jakarta are participated in this research. By using confirmatory factor analysis and helped by Lisrel 8.70 software, the result showed that the subscales are fit to measure one factor model. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari The Social Provisions Scale.  Alat ukur dukungan sosial ini dikembangkan oleh Cutrona dan Russell (1987). Dalam penelitian ini, variabel dukungan sosial terdiri atas enam dimensi yaitu kelekatan, integrasi sosial, adanya pengakuan, ketergantungan untuk dapat diandalkan, bimbingan, dan kesempatan untuk merasadibutuhkan dengan jumlah item sebanyak 30 item. Pelaksanaan tes dilakukan pada siswa  salah satu SMA Negeri di Jakarta  berjumlah 326 orang. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah CFA (confimatory factor analysis) dengan bantuan perangkat lunak LISREL 8.70. Hasil pengujian membuktikan bahwa semua subskala sesuai mengukur model satu faktor.

Page 1 of 1 | Total Record : 6