cover
Contact Name
Retno Sayekti
Contact Email
retnosayekti69@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
retnosayekti69@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
ISSN : 19797737     EISSN : 24428175     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Perbedaan Yang Ada Pada Perpustakaan Konvensional Dengan Perpustakaan Pada Saat Ini Amelinda Rahma
IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi (e-Journal) Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v16i2.10961

Abstract

Transformasi perpustakaan terjadi karena kemajuan teknologi yang pesat dan perubahan karakter pengguna yang menimbulkan kebutuhan dan keinginan yang baru. Dalam kajian ini penulis melakukan perbandingan antara perpustakaan konvensional dan perpustakaan saat ini. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui transformasi apa yang terjadi di perpustakaan pada saat sekarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, dengan memaparkan perbandingan perpustakaan sebelum dan sebelum periode digitalisasi. Perpustakaan konvensional merupakan perpustakaan dimana segala kegiatannya dilakukan secara manual, perpustakaan digital segala kegiatan dilakukan secara digital dengan menggunakan jaringan internet dan perpustakaan perpustakaan adalah gabungan dari kedua perpustakaan tersebut.
Preservation Of Local Wisdom Of Kalinong Musical Instruments By Malay Traditional Institutions (Study In Rantau Panjang, Tabir District, Merangin Regency) Harpin Syah; Adriansyah Adriansyah
IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi (e-Journal) Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v16i2.11790

Abstract

The goal of this research was to determine the Tabir Malay Traditional Institute's efforts to preserve the Kalinong Musical Instrument in Rantau Panjang, Tabir District, Merangin Regency. And to learn about the Tabir Malay Traditional Institute's challenges in preserving Kalinong Musical Instruments in Rantau Panjang, Tabir District, Merangin Regency. The study takes place in Tabir District, Merangin Regency. The researchers chose this location because they noticed a cultural work in the form of kalinong music that is fading in the Rantau Panjang area, Tabir sub-district, Merangin Regency. This study was conducted from January to March of 2021. The findings revealed that the Tabir Malay Traditional Institute's efforts to preserve Kalinong Musical Instruments in Rantau Panjang, Tabir District, and Merangin Regency, among others, were registered as intangible cultural heritage by the Republic of Indonesia's Ministry of Education and Culture. The certificate was presented to Jambi Province on January 6, 2017 at the Ratu Convention Center in Jambi. Furthermore, kalinong is used as music in planting events to entertain farmers who want to farm (umo) and harvest rice, and kalinong is used to welcome officials/guests. Among the challenges faced by the Tabir Malay Traditional Institute in preserving Kalinong Musical Instruments in Rantau Panjang, Tabir District, and Merangin Regency are a lack of younger generation involvement in preserving kalinong music and a lack of kalinong music players.
PEMANFAATAN FITUR SLIMS 9 BULIAN DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK Alida Sabillah Noviyanti; Sahidi Sahidi; Amriani Amir
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v17i1.12521

Abstract

SLiMS merupakan sistem automasi berlandaskan web untuk membantu kegiatan di perpustakaan yang dikontrol oleh cross-platform dan memiliki FOSS serta izin GPLv3. Tujuan penulisan ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan fitur SLiMS 9 Bulian di perpustakaan Politeknik Negeri Pontianak serta kendala yang dihadapi dalam pemanfaatannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan teknik dokumenter. Wawancara dilakukan kepada 4 informan. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan tiga teknik dari uji kredibilitas yaitu meningkatkan ketekunan, triangulasi, mengadakan membercheck. Hasil penelitian menunjukan bahwa perpustakaan Politeknik Negeri Pontianak belum memanfaatkan fitur SLiMS 9 Bulian dengan optimal. Fitur yang sudah dimanfaatkan yaitu OPAC, bibliografi, sirkulasi, keanggotaan, sistem, dan manajemen terbitan berseri, sedangkan fitur yang belum dimanfaatkan adalah master file, inventarisasi koleksi, serta pelaporan. Kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan fitur SLiMS di perpustakaan Politeknik Negeri Pontianak  ialah data inventaris yang tidak lengkap, keterbatasan SDM dalam pemanfaatan fitur, serta sarana dan prasarana komputer yang belum memadai di perpustakaan Politeknik Negeri Pontianak.Kata Kunci: Sistem Automasi, Fitur, SLiMS 9 Bulian  SLiMS is a web-based automation system to assist library activities which are cross-platform controlled and have FOSS and GPLv3 permissions. The purpose of this paper was to determine the use of the SLiMS 9 Bulian feature in the Pontianak State Polytechnic library and the obstacles faced in its use. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The data collection method in this study used observation, interviews, and documentary techniques. Interviews were conducted with 4 informants. The data analysis technique uses data reduction, data presentation, and conclusions. The data validity technique uses three techniques from the credibility test, namely increasing persistence, triangulation, and conducting member checks. The results showed that the Pontianak State Polytechnic library had not utilized the SLiMS 9 Bulian feature optimally. The features that have been utilized are OPAC, bibliography, circulation, membership, system, and serial publication management, while the features that have not been utilized are master files, collection inventory, and reporting. Constraints faced in utilizing the SLiMS feature in the Pontianak State Polytechnic library are incomplete inventory data, limited human resources in the use of features, and inadequate computer facilities and infrastructure in the Pontianak State Polytechnic library.Keywords: Automation System, Features, SLiMS 9 Bulian
Analisis Bibliometrik Bidang Ekonomi Donni Yudha Prawira; Catur Dedek Khadijah; Tessa Simahate; Cut Lidya Mutia; Elsya Fitri Utami; Aris Hadiana
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v17i1.14554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil Penelitian mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan tahun 2017-2021, dan kesesuaiannya yang meliputi: 1) bidang Ilmu yang di teliti, 2) Kata Kunci-Subjek yang menjadi trend penelitian, 3) Topik yang diteliti. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemetaan informasi sebaran bidang ilmu penelitian yang dilakukan mahasiswa Fakultas Ekonomi berdasarkan standar Deway Decimal Classification (DDC). Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui sebaran topik penelitian skripsi mahasiswa Fakultas Ekonomi yang akan menjadi dasar untuk pengembangan roadmap dari setiap Program Studi pada Fakultas Ekonomi untuk penelitian mahasiswa berikutnya. Data yang diperoleh berasal dari Digital Repository Perpustakaan Universitas Negeri Medan berupa tabulasi data, ringkasan hasil penelitian dari skripsi tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah skripsi mahasiswa Fakultas Ekonomi lulusan tahun 2017-2021 sebanyak 2.638 judul. Pemetaan bidang ilmu berdasarkan DDC menunjukkan topik penelitian dari setiap Program Studi yang ada di Fakultas Ekonomi, topik penelitian yang diambil hanya 10 topik yang paling banyak di bahas dari setiap program studi yang ada. Dari data yang di dapat disimpulkan bahwa untuk topik yang paling banyak diminati oleh mahasiswa dalam melakukan penelitian adalah Accounting; Management, Economics-Study and Teaching; Business (Education), Entrepreneurship, Management and Auxilary Service, And Office Service.
PENTINGNYA PEMBAHARUAN TEKNOLOGI MEDIA INFORMASI TERHADAP KEBUTUHAN PERPUSTAKAAN DAN PUSTAKAWAN Fayeesha Salsabila
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v17i1.12674

Abstract

AbstrakPembaharuan teknologi media informasi adalah hal yang penting terhadap kebutuhan perpustakaan dan pustakawan karena kemajuan teknologi semakin berkembang. Di era Revolusi Industri 4.0, perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tapi juga tempat tersedianya informasi terbaru dan lainnya. Pada penelitian ini, penulis menggunakan studi literatur dengan mengumpulkan data dari bahan literatur seperti jurnal ilmiah atau artikel falid. Usaha yang dilakukan perpustakaan dalam mengembangkan kebutuan akan teknologi informasi dengan membuat kreasi baru seperti memanfaatkan layanan internet dan memperbarui fitur-fitur alat bantu kerja perpustakaan. Dan usaha yang bisa dilakukan pustakawan adalah dengan menambah, memperluas dan mengupdate ilmu teknologi agar dapat mendukung perpustakaan.Kata Kunci : teknologi informasi, revolusi industri 4.0, perpustakaan, pustakawanAbstrakPembaharuan teknologi media informasi penting untuk kebutuhan perpustakaan dan pustakawan karena tuntutan kemajuan teknologi semakin berkembang. Di era Revolusi Industri 4.0, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga menjadi tempat tersedianya informasi terkini dan lain-lain. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan studi kepustakaan dengan mengumpulkan data dari bahan kepustakaan seperti jurnal ilmiah atau artikel falid. Upaya yang dilakukan perpustakaan dalam mengembangkan kebutuhan akan teknologi informasi dengan membuat kreasi baru seperti memanfaatkan layanan internet dan pemutakhiran fitur alat bantu kerja perpustakaan. Dan upaya yang dapat dilakukan pustakawan adalah menambah, memperluas dan memperbaharui ilmu pengetahuan teknologi guna menunjang berjalannya perpustakaan.Kata kunci : teknologi informasi, revolusi industri 4.0, perpustakaan, pustakawan
Dokumentasi Informasi Upacara Adat Kenduri Sko sebagai Upaya Preservasi Pengetahuan di Kabupaten Kerinci Genta Hidayat Tullah; Desriyeni Desriyeni
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v17i1.15087

Abstract

Informasi tentang kearifan lokal menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan kegiatan pelestarian pengetahuan. Informasi yang tersebar di dunia setiap harinya mengalami penambahan jumlah informasi sehingga perlahan-lahan informasi lama tertutup oleh informasi yang lebih kekinian atau lebih modern. Berangkat dari informasi tersebut terciptanya sebuah pengetahuan, pengetahuan ini bisa dikumpulkan ke dalam bentuk apa saja, agar pengetahuan ini bisa memenuhi kebutuhan pengguna informasi tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga informasi tentang kearifan lokal terkhususnya pengetahuan adat agar selalu ada dan dapat dimanfaatkan kapanpun pengetahuan itu dibutuhkan kembali adalah dengan melakukan preservasi pengetahuan.
MANAJEMEN PENGADAAN DAN PENGOLAHAN KOLEKSI BEBAS PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BHAYANG Salsabila Ramadhity Salsabila
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v17i1.13071

Abstract

Abstrak  Pengadaan koleksi adalah tahap awal memperoleh koleksi dengan berbagai metode. Mulai dari mengidentifikasi kebutuhan koleksi dan mempertimbangkan permintaan yang diajukan oleh pemustaka, sampai ke tahap pengambil keputusan atas pengadaan koleksi tersebut. Setelah itu berlanjut ke tahap pengolahan kegiatan administrasi koleksi agar dapat dipergunakan kembali oleh pemustaka. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan : (1) Menganalisis Manajemen Pengadaan dan Pengolahan Koleksi Bebas Pustaka di Perpustakaan Ubhara jaya, (2) Mengetahui Proses Pengolahan Koleksi Bebas Pustaka di Perpustakaan Ubara Jaya (3) Mengetahui kendala dan Tantangan yang Dihadapi SDM Pengolahan Koleksi Dalam Melakukan Manajemen Koleksi di perpustakaan Ubhara Jaya. Alasan dilatarbelakanginya penelitian ini berawal dari meningkatnya jumlahnya mahasiswa yang hendak melakukan sumbangan koleksi bebas pustaka pertahunnya, dan pengaruhnya terhadap manajemen pengolahan koleksi serta peningkatan jumlah koleksi tahunan. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif, sementara pengumpulan data diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan penghimpunan data. Hasil dan kesimpulan yang diperoleh menunjukkan perpustakaan Ubhara Jaya telah mengimplementasikan kegiatan manajemen perpustakaan dalam kegiatan pengadaan koleksi sampai dengan pengolahan koleksi, perpustakaan Ubhara Jaya juga memiliki tahapan pengolahan yang baik dan tersistematis. 
Perencanaan Dasar Dalam Mengukur Kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Dan Indeks Literasi Masyarakat (ILM) Endang Fatmawati
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v17i1.15137

Abstract

Artikel membahas contoh rencana bagaimana mengukur Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Indeks Literasi Masyarakat (ILM) sehingga tidak ada hasil penelitian. Perkembangan literasi masyarakat di Indonesia sangat bergantung dari berbagai aspek yang mempengaruhi kemampuan membaca masyarakat. Dalam menentukan kebijakan penyusunan program dan indikator keberhasilan dibutuhkan kajian ilmiah yang dilakukan secara berkala. Formulasi pengukuran IPLM dan ILM perlu dilakukan di seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia. Penelitian IPLM bertujuan untuk mengetahui kondisi semua jenis perpustakaan, baik dari aspek sebaran perpustakaan, koleksi, sarana dan prasarana, tenaga perpustakaan, hingga pemustaka. Sementara itu, penelitian ILM disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi indeks literasi masyarakatnya. Pengukuran IPLM dapat dilakukan dengan pendekatan sensus, sedangkan penelitian ILM dengan teknik sampling menggunakan instrumen penelitian yang sudah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional RI dan sudah menjadi standar nasional. Kriteria responden yang menjadi sumber data penelitian ILM adalah penduduk berusia berkisar 15 - 64 tahun. Pengukuran variabel ILM diukur dari kemampuan membaca, kemampuan berbicara, kemampuan menulis, pemahaman bacaan, eksplorasi pengetahuan, transformasi menjadi pengetahuan, serta transformasi menjadi produk/jasa. Hasil kajian IPLM dan ILM sebagai acuan atau panduan bersama dalam pengambilan kebijakan untuk pengembangan perpustakaan dan program peningkatan IPLM dan ILM. Semoga artikel ini dapat memberikan gambaran awal bagi praktisi penelitian sensus dan penelitian survei dalam implikasi penelitian IPLM dan ILM selanjutnya.
PENTINGNYA PENGELOLAAN PRESERVASI ARSIP BERBAHAN KERTAS DI MUSEUM BENTENG VREDEBURG YOGYAKARTA Dewi Fitriyanti Fitriyanti
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v17i1.11475

Abstract

Museum merupakan lembaga non-profit yang menyimpan benda bersejarah yang kemudian dilestarikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta merupakan museum khusus yang menyimpan benda bersejarah. Koleksinya perlu untuk dilestarikan atau di preservasi dan perlu dirawat. Tujuan penelitian ini adalah utuk mnengetahui bagaimana kegiatan preservasi koleksi di Museum Benteng Vredeburg dengan banyaknya jenis koleksi yang ada di museum. Metode yang digunakan dalam penelitian dengan Museum Benteng Vredeburg adalah menggunakan metode kualitatif dan analisis deskriptif dengan di mana penulis menganalisis serta mendeskripsikan segala fenomena yang ditemui. Hasil penelitian menyatakan bahwa preservasi yang dilakukan di Museum Benteng Vredeburg dibagi menjadi dua jenis, yaitu preservasi preventif dan kuratif. Preservasi preventif dilakukan di Museum Benteng Vredeburg adalah good housekeeping, pengawasan secara berkala terhadap suhu dan kelembaban koleksi, pengamanan koleksi, pencegahan kerusakan oleh faktor biologi, fisika, dan dari faktor manusia. Preservasi kuratif yang dilakukan di Museum Benteng Vredeburg adalah dengan melakukan perbaikan dengan bahan kimia pada koleksi lukisan dan berbahan logam, sedangkan pada koleksi kertas melakukan tindakan fumigasi oleh bahan alami dan bahan kimia. Kendala preservasi di museum Benteng Vredeburg diantaranya adalah prosedural untuk mengadakan peralatan koleksi memerlukan jangka waktu panjang.Kata Kunci : Museum; Koleksi; Preservasi; Konservasi; Museum Benteng Vredeburg.
ANALISIS TEMU BALIK INFORMASI PADA AUTOCOMPLETE SUGGESTION MESIN PENCARI GOOGLE Eksel Syauqi Hadyan
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v17i1.13155

Abstract

Manusia selalu membutuhkan informasi. Alih-alih harus pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan informasi. Manusia mengembangkan cara-cara tersendiri untuk memenuhi kebutuhan informasi dengan cara yang praktis dan memudahkan. Hal ini diwujudkan dengan adanya tempat-tempat khusus pustaka tercetak di ruang publik ataupun fasilitas umum yang sering dikunjungi sembari menunggu aktivitas. Seiring dengan perkembangan teknologi. Manusia dituntut semakin cepat dan prima dalam segala hal. Baik itu dalam bidang pelayanan, baik benefit maupun profit. Kebutuhan informasi juga menjadi salah satu yang dikembangkan untuk dipercepat dalam era informasi, sehingga terciptalah mesin pencari pada internet. Mengikuti perkembangan kebutuhan manusia di era digital, informasi bukanlah sesuatu yang dianggap tersier sebagaimana zaman sebelumnya. Dengan adanya mesin pencari di internet, benarkah  manusia dapat efisien dalam mengambil informasi yang dibutuhkan? Sebagaimana seluruh dunia setuju bahwa era informasi merupakan era percepatan dalam segala hal.