cover
Contact Name
Irfa Waldi
Contact Email
irfawaldinasution29@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
irfawaldinasution29@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
ISSN : 24428353     EISSN : 26852209     DOI : -
Core Subject : Education,
Ihya' al 'Arabiyah is a peer-reviewed academic journal, established in 2015 as part of the UIN Sumatera Utara Medan. Ihya' Journal is dedicated to the publication of scholarly articles in various branches of Arabic Studies, by which exchanges of ideas as research findings is facilitated. Ihya' welcomes contributions of articles on Arabic Studies
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
PROBLEMATIKA HADIS YANG DIJADIKAN HUJAH OLEH KHATIB JUMAT (Studi Analisis Hadis-Hadis Yang Dibacakan Oleh Khatib Jumat) Nurmiswari Nurmiswari
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mimbar masjid adalah salah satu sarana yang tepat untuk menyampaikan khutbah. Khutbah jumat adalah satu kewajiban dalam Islam yang berisikan nasehat dan salat berjamaah Jumat. Khatib akan menyampaikan nasehatnya disertai dengan berbagai argmentasi sebagai dalil yang dapat diamalkan oleh masyarakat, namun terkadang menyampaikan dalil dari hadi-hadis, tidak diketahui kepastian kualitasnya, baik dari segi sanad maupun matan, untuk mengetahui bagaimana kualitas tersebut, penulis menganalis hadis-hadis yang dibacakan khatib dan merangkumnya dalam sebuah karya tulis yang berjudul “HADIS YANG DIJADIKAN HUJAH OLEH KHATIB JUMAT (Studi Analisis Hadis-Hadis Yang Dibacakan Oleh Khatib Jumat di Pemerintahan Kota Langsa)"Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk membuktikan bentuk, maksud dan kualitas hadis, dengan menganalisis bagaimana kualitas hadis yang dijadikan hujah oleh khatib Jumat di Pemeritahan Kota Langsa.Metode yang digunakan untuk meneliti kualitas matan hadis-hadis adalah metode kritik matan hadis dengan pendekatan Alquran dan hadis sahih, pendekatan bahasa, pendekatan sejarah dan pendekatan logika sehat (ra’yu mahmūdah). Selanjutnya untuk menganalisis data-data dari hasil penelitian adalah digunakan metode deskriptif, analisis dan komparatif. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitan lapangan (Field Research) adalah metode mengumpulkan data-data dan bahan-bahan penulisan yang diambil dari objek penelitian dan yang terkait dengan masalah-masalah yang akan dibahas. Adapun metode pembahasan dan analisis data digunakan metode content analysis dan berdasarkan hasil temuan di lapangan, dengan cara menghimpun hasil pemikiran objek yang sedang diteliti.Hasil yang diperoleh dalam penelitian lapangan ini,yaitu hadis-hadis yang dijadikan rujukan oleh khatib masjid di Pemerintahan Kota Langsa adalah bervariasi ada yang dari riwayat al-Bukhāri, Muslim, Tirmiżī, Nasāī, AbūDawūd, al-Bahaqī, Ibn Mājah, aṭ-Ṭabrānī, aṭ-Ṭahawī dan lainnya. Hadis yang disampaikan dalam khutbah kebanyak tidak jelas perawi, baik pada awal maupun pada akhir. Demikian juga dengan matanya yang singkat-singkat.Khatib masjid di Kota Langsa menjelaskan hadis sebagai uraian dari maksud ayat-ayat dan ada juga yang menguraikan maksud hadis dengan pemikirannya sendiri disesuaikan dengan kondisi dimana masjid dia berkhutbah.Dari 42 hadis yang diteliti terdapat sebanyak 7 hadis berstatus palsu, 9 hadis berkualitas lemah (da’if), 11 hadis hasan dan hanya 15 saja yang sahih.
ESENSI KURIKULUM DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Ramadhan Saleh Lubis
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum discussion based on philosophy of Islamic education is a must to do. Because the philosophy of Islamic education is a compass and the foundation for various activities and educational activities to achieve educational goals. Islamic education curriculum is all efforts and educational activities that help learners in growing their personality in accordance with the nature of human creation, which makes it as obedient and faithful servant of God, as well as the bearer of the mandate as the khalifah of Allah who will prosper the earth.The principles of Islamic education curriculum are fundamental foundations that must be adhered to in implementing and developing the curriculum, of course, in the philosophical view of Islamic education, these principles are closely related to the source of Islamic values are the Qur'an and as-Sunnah. There are four principles of Islamic education curriculum : religious principles, principles of philosophy, psychological principles, and social principles.In the perspective of Islamic educational philosophy, the formulation of educational curriculum characteristics is a reflection of Islamic values, which are of course sourced from the Qur'an and as-Sunnah, formed in philosophy and manifested in all practices or activities and educational experiences. Finally Islamic philosophy of education asserts that the scope of Islamic education curriculum should be directed to the activities that cultivate human beings, whether as a servant to God (abd Allah), as well as human beings as khalifah
ANALISIS PENDEKATAN TEKS DAN KONTEKS PENAFSIRAN POLIGAMI IBNU ASYUR DALAM KITAB Al-TAHRIR WA Al-TANWIR Nani Haryati
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa ayat al-Qur’an diposisikan untuk melegitimasi pendapat-pendapat di antara kaum tekstualis dan kontekstualis.Al-Qur’an dituntut memiliki fleksibilitas yang memadai agar ia tidak kehilangan daya jangkaunya, baik dalam fungsinya sebagai social controlmaupun dalam batas-batas tertentu sebagai social engineering.Persoalan poligami merupakan contoh nyata betapa antara teks kitab suci, penafsiran terhadapnya, dan konteks sosial yang melingkupi, sering terjadi benturan-benturan dan ketegangan sehingga membutuhkan segala upaya intelektual dan metodologi penafsiran yang relevan. Dengan metodologi yang sesuai, al-Qur’an baru dapat diajak berdialog dalam suasana bagaimanapun dan dimanapun. Artikel ini membahas bagaimana penafsiran poligami Ibnu Asyur dalam kitab Al-Tahrir wa al-Tanwir, lahir dalam konteks sosial politik di Tunisia. Juga akan meninjau penafsiran poligaminya melalui sudut pandang historis Ibnu Asyur yang notabene nya sebagai ulama bermazhab sunni dan tokoh penggerak nasionalisme di Tunisia.
PEMBELAJARAN QAWAID BAHASA ARAB DI PESANTREN MUSTHAFAWIYAH Irfa Waldi
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstak: Tulisan ini mengkaji pola pembelajaran qawaid bahasa Arab di pesantren musthafawiyah Purbabaru. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran dan apa saja yang menjadi pendukung serta penghalangnya dan juga apa saja solusi yang dilakukan sehingga tujuan pembelajaran qawaid bahasa Arab tersebut dapat dicapai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisa model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga alur, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pembelajaran qawaid bahasa Arab di pesantren musthafawiyah menggunakan kurikulum sendiri dengan metode nazariyatul furu’ dengan arti bahwa qawaid bahasa Arab tersebut dibagi kepada beberapa mata pelajaran. Minat belajar santri yang rendah terhadap qawaid bahasa Arab menjadi salah satu kendala dalam mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
تـحليل معاني الـمجاز في سورة الرحمن Salamuddin Salamuddin
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAl-qur’an adalah kalam Allah SWT, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. sebagai mukjizat. Disampaikan dengan jalan mutawatir dari Allah SWT. sendiri dengan perantara malaikat Jibril. Membaca Al-Qur’an dinilai ibadah kepada Allah. Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi orang yang beriman dan bertaqwa. Di dalam Al-Qur’an terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang yang beriman. Al-Qur’an merupakan petunjuk yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju jalan yang terang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna majaz dalam surah Ar-Rahman. Penelitian ini penelitian analisi conten. Sumber data diambil dari salah satu surah Al-Qur’an yaitu Ar-Rahman. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara langsung dan tidak langsung. Pengumpulan data diperoleh melalui dokumentasi dan metode analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian bahwa makna majaz dalam surah Ar-Rahman yaitu: majaz isti’arah tasrihiyah ada 2, majaz isti’arah ada 1, majaz mursal i’tibar ma kana ada 1, majaz mursal i’tibar ma sayakunu ada 1
AKHLAK SISWA DI MAL UIN SU MEDAN Ramadhani Hasibuan
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana problema pembinaan akhlak siswa di tinjau dari sudut guru, siswa dan lingkungan sekolah, mengetahui pembinaan siswa melalui berbagai aktifitas belajar baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, dan mengetahui bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan akhlak siswa di MAL UIN SU Medan.          Metode Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field research) yaitu peneliti melakukan penelitian langsung ke lokasi untuk mendapatkan dan mengumpulkan data. Penelitian yang dilaksanakan di lapangan adalah meneliti masalah yang sifatnya kualitatif, yakni prosedur data penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Artinya, peneliti menganalisis dan menggambarkan penelitian secara objektif dan mendetail untuk mendapatkan hasil yang akurat.          Dalam penelitian deskriptif ini peneliti berusaha mencatat, menganalisis dan menginterpretasi kondisi yang ada. Artinya mengumpulkan informasi tentang keadaan yang ada dengan variabel yang menjadi indikasi dalam penelitian ini.Hasil yang didapat bahwa problematika pembinaan akhlak siswa di MAL UIN SU Medan ditinjau dari sudut guru berkaitan dengan pandangan guru yang masih keliru terhadap tugasnya. Perbedaan karakter siswa dan masa remaja dan kelabilan emosi, dan Suasana lingkungan pendidikan atau sekolah menjadi problem pembinaan akhlak siswa bagi guru.
تحليل قيم التربوية في سورة الحج Zulheddi Zulheddi; Irhamna Irhamna
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendiskripsikan  nilai-nilai pendidikan Islam, yaitu untuk mewujudkan manusia yang berkepribadian muslim sehingga menjadikan manusia yang sempurna (Insan Kamil). Namun pada kenyataannya nilai-nilai pendidikan yang ada hanya dapat melahirkan dan mewujudkan manusia yang cerdas intelektualnya saja, namun jarang melahirkan manusia yang menyadari dirinya sebagai hamba Allah yang semestinya patuh dan tunduk terhadap-Nya. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan surah al-Hajj menurut para mufassir, konsep nilai-nilai pendidikan Islam dan nilai-nilai pendidikan Islam dari surah al-Hajj.            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data dengan pendekatan kualitatif, yaitu dengan cara menyimpulkan, menuturkan, menganalisa dan mengklasifikasi. Metode ini digunakan untuk penelitian yang bersifat normatif. Misalnya penelitian mengenai teks Al-Qur’an dan pemikiran ulama dalam berbagai pihak.Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh data atau kesimpulan bahwa nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur’an surah Al-Hajj, yaitu: Pertama, Nilai Pendidikan Aqidah tentang perintah beriman kepada Allah, perintah beriman kepada Allah dan Rasulnya, dan perintah beriman kepada hari akhir dan hari pembalasan. Kedua, nilai pendidikan akhlak tentang konsep kepribadian manusia, dan larangan bersikap sombong dan tidak istiqomah. Ketiga, nilai pendidikan ibadah tentang perintah shalat, zakat, amar ma’ruf nahi mungkar dan berpegang teguh kepada Allah, perintah melaksanakan Haji dan perintah melaksanakan Kurban.
PERADABAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW Muhammad Yamin
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad Saw telah membawak bangsa arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak beradap dan tidak terkenal,dan di abaikan oleh bangsa lain, menjadi bangsa yang maju, ia dengan cepat bergerak mengembangkan dunia,membina suatu ke budayaan dan peradaban yang sangat penting artinya dalam sejarah manusia hingga sekarang.            Peristiwa penting yang memperlihatkan kebijaksanaan Muhammad terjadi pada usia 35 tahun, Waktu itu bangunan Ka’bah rusak berat. Perbaikan ka’bah di lakukan  secara gotong royong, para penduduk Mekkah membantu perkerjaan itu dengan sukarela. Tetapi pada saat terahir.ketika perkerjaan tinggal mengangkat dan meletakkan hajarul aswad di tembat semula, timbul perselisihan karena setiap suku merasa berhak melakukan tugas terahir dan terhormat.perselisihan semangkin memuncak maka pemimpin qurais sepakat bahwa orang yang pertama masuk ke ka’bah melalui pintu shafa, akan di jadikan hakim untuk memutuskan perkara. Ternya orang pertama masuk itu adalh nabi Muhammad Saw.Ia pun di percaya menjadi hakim, Ia lantas membentangkan kain dan meletakkan hajar aswad di tengah-tengah, lalu meminta seluruh pemimpin suku memengang tepi kain dan mengangkatnya secara bersama-sama.setelah sampai pada ketinggian tertentu, Muhammad meletakkan batu itu pada tempatnya semula. Dengan demikian, perselisihan dapat di selesaikan dengan bijaksana, dan semua kepala suku merasa puas dengan cara penyelesaian seperti itu.            Nabi Muhammad segera kembali ke Madina. Beliau mengatur organisasi masyarakat kabila yang telah memeluk agama islam. Petugas keagamaan dan para dai dikirim ke berbagai daerah dan kabila mengajarkan ajaran-ajaran islam, mengatur peradilan, dan memungut zakat. Dua bulan setelah itu, Nabi menderita sakt demam. Tenaganya dengan cepat berkurang. Pada hari senin 12 Rabi’ul Awal 11 H/8 Juni 632 M., Nabi Muhammad Saw wafat di rumah isterinya aisyah.            Dari perjalan sejarah Nabi ini, dapat di simpulkan bahwa Nabi Muhammad Saw, di samping sebagai pemimpin agama, juga seorang negarawan, pemimpin politik dan administrasi yang cakap. Hanya dalam waktu sebelas tahun menjadi pemimpin politik, beliau berhasil menundukkan jazirah Arab ke dalam kekuasaannya.
نموذج تعليم مهارة كلام العربية علي أساس مدخل التداولي Cahya Edi
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan gagasan tentang model konsep pembelajaran kemahiran berbicara bahasa Arab berbasis pendekatan pragmatik. Pendekatan pragmatik merupakan salah satu pendekatan pembelajaran bahasa arab yang bertujuan melatih siswa untuk meningkatkan kompetensi atau keterampilan berbicara. Penulis  mengimunisasikan model pendekatan pragmatik dalam pembelajaran kemahian berbicara bahasa Arab sebagai bentuk kekebalan kemampuan berbahasa siswa sehingga mampu untuk mendesain sebuah percakapan menggunakan gaya bahasa mereka sendiri tanpa terpaku dengan contoh yang ada. Adapun secara umum langkah-langkah dalam pembelajarannya adalah dengan cara guru menampilkan contoh percakapan tentang sebuah konteks dan menganalisis isi pembicaraannya. Dari contoh tersebut, siswa diberi tugas untuk mampu mendesain ungkapan percakapan dengan kemampuan bahasa mereka sendiri tanpa harus keluar dari konteks pembicaraan pada contohnya.
HUBUNGAN TASAWUF DENGAN ILMU JIWA AGAMA Apriliana Apriliana
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian hubungan tasauf dengan ilmu jiwa agama merupakan penelitian yang bertujuan untuk: (1) mengetahui maksud akhlak Tasawuf (2) mengetahui maksud ilmu jiwa agama (Transpersonal Psikologi). (3) mengetahui hakekatnya ilmu jiwa agama, dan (4) mengetahui hubungan antara tasauf dan ilmu jiwa agama.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dalam pelaksanaan penelitian penulis mengambil data Kepustakaan (Library Research) dimana penulis mengumpulkan teori-teori dari para ahli kemudian dianalisis dan diambil sebagai landasan teori dalam pembahasan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  inti tasawuf adalah terisinya jiwa dengan akhlak yang baik dan kesucian jasmani dan rohani dari akhlak yang tercela. Ilmu jiwa agama yakni ilmu yang meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku seseorang atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang yang menyangkut tata cara berpikir, bersikap, berkreasi dan bertingkah laku yang tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya, karena keyakinan itu masuk dalam konstruksi kepribadiannya. unsur jiwa dalam konsepsi tasawuf tidak berarti mengabaikan unsur jasmani manusia. Unsur ini juga penting karena rohani sangat memerlukan jasmani dalam melaksanakan kewajibannya dalam beribadah kepada Allah. Seorang tidak mungkin sampai kepada Allah dan beramal dengan baik dan sempurna selama jasmaninya tidak sehat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10