cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Politeknik Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 14116863     EISSN : 25407678     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Arjuna Subject : -
Articles 478 Documents
Rancang Bangun Alat Pencetak Elektroda Edm (Electrical Discharge Mechine) Dengan Tenaga Hidrolik Dari Bahan Serbuk Tembaga Hartono Hartono; Abdul Syukur Alfauzi; Carli Carli; Atina Husnul Khotimah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.009 KB) | DOI: 10.32497/rm.v12i2.1051

Abstract

Electrical Discharge Machining (EDM) adalah proses pembuangan material yang dikerjakan oleh sejumlah loncatan bunga api listrik yang terjadi pada celah antara pahat (elektroda). Pembuatan elektroda EDM salah satunya dibuat  dengan proses metalurgi serbuk tembaga. Metalurgi serbuk adalah proses penekanan terhadap serbuk agar serbuk dapat menempel satu dengan lainnya sebelum ditingkatkan ikatannya dengan proses sintering. Pembuatan serbuk tembaga dapat dilakukan dengan proses pengendapan elektrolisis (electrorefining). Serbuk tembaga kemudian dilakukan proses kompaksi, sintering dan uji kekerasan untuk menghasilkan elektroda EDM yang optimal. Dengan mesin cetak menggunakan tenaga hidrolik yang berkemampuan tekan 6 ton, dapat mencetak bentuk elektroda EDM yang terbaik pada tekanan (P) sebesar 8,8 (MPa), gaya (F) sebesar 60 (kN) dilanjutkan dengan proses sintering dengan temperatur 9000C dan waktu penahanan 1 jam sehingga menghasilkan produk dengan nilai kekerasan 77 (kg/mm2).
PENGEMBANGAN BURNER BERBAHAN BAKAR OLI BEKAS UNTUK MENINGKATKAN EFESIENSI PEMBAKARAN KALSINASI KAPUR AKTIF Pratomo, Ariawan Wahyu; Haryanto, Poedji; Paryono, Paryono; Suyadi, Suyadi
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.095 KB) | DOI: 10.32497/rm.v12i3.1071

Abstract

Proses produksi batu kapur aktif di Rembang saat ini sebagian masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan membakar batu kapur pada tungku tegak (cobong), proses produksi ini biasanya 7-10 hari, dengan menggunakan bahan bakar serbuk kayu, sehingga kurang efesien dan berpotensi merusak lingkungan. Merujuk pada penelitian sebelumnya (Ariawan, 2012) telah berhasil membuat prototipe burner berbahan bakar oli bekas untuk pengecoran kuningan dengan panas diatas 10000 C, sehingga teknologi ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan pada pembakaran kalsinasi kapur aktif. Namun dimikian, tentunya ada perbedaan karakteristik pembakaran antara pengecoran kuningan dan kalsinasi. Oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuan meneliti pengembangan burner yang sesuai dengan karakteristik pembakaran kalsinasi kapur aktif. Metoda yang digunakan adalah mengembangkan  burner berbahan bakar limbah oli bekas hasil penelitian sebelumnya sehingga cocok dengan karakteristik pembakaran kalsinasi kapur aktif,  dengan tahapan kegiatan meliputi: (a) identifikasi masalah, (b) pembuatan rancangan dan modifikasi burner (c) implementasi pengembangan burner untuk pembakaran kalsinasi kapur aktif (d) uji performa burner hasil pengembangan (e) evaluasi dan update, (f) test/pengujian kinerja burner  hasil perbaikan dan modifikasi (g) pengoperasian mesin. Hasil pengujian burner dapat diketahui bahwa kinerja unit burner bisa menghasilkan nyala api kontinyu pada tekanan diatas 4 bar, ini lebih rendah dari penelitian sebelumnya yaitu 5 bar. Pengujian pembakaran kalsinasi kapur aktif dengan metode burner ditembakkan di dalam tungku dan digeser secara berkala setiap 8 jam menunjukkan hasil yang terbaik dibanding dengan metode tungku tegak dan tungku rotary dengan burner statis di ujung tungku. Pengujian produk hasil kalsinasi kapur aktif menujukkan bahwa produk kapur aktif yang dihasilkan sudah memenuhi standar.
REKAYASA MODEL MESIN PENDINGIN IKAN TANGKAPAN NELAYAN DENGAN MEMANFAATKAN KELEBIHAN DAYA MESIN DIESEL PENGGERAK PROPELER PERAHU Slamet, Agus; Putro, Wahyu Djalmono
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.331 KB) | DOI: 10.32497/rm.v12i3.1076

Abstract

Pendinginan Ikan hasil tangkapan menggunakan es blok menyebabkan produktivitas tangkapan ikan nelayan menjadi sangat terbatas karena dibatasi oleh jumlah dan waktu  es blok yang akan mencair dalam waktu 12 jam terhitung dari saat perahu nelayan berangkat melaut, sehingga nelayan harus segera pulang atau mendarat untuk mencari es blok baru agar hasil tangkapan ikannya tetap segar dan tidak rusak/busuk. Perahu nelayan yang berkapasitas tangkapan ikan > 150 kg ikan laut menggunakan mesin Diesel berdaya 16 hp untuk menggerakan propeler yang digunakan hanya setengahnya (±8 hp).  Pengembangan model mesin refrigerasi bisa dilakukan sehingga dapat memecahkan masalah nelayan penangkap ikan, berupa rancang bangun mesin freezer untuk membekukan ikan. Adapunkebutuhan daya kompresor sistem refrigerasi didapat dari sebagian daya mesin diesel penggerak propeler. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pembuatan prototipe untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tangkapan ikan nelayan, serta mengefektifkan penggunaan daya mesin diesel penggerak propeler yang terpasang di perahu nelayan. Rancang bangun alat ini komponen utama terdiri dari: palkah , evaporator, kompresor refrigeran, kondensordan coil ekspansi, serta pulley pengatur putaran. Metode penelitian dimulai data awal dari penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, meliputi desain dan prinsip kerja alat serta metode pengujian dan hasil pengujian dan dilengkapi survey lapangan untuk data perahu nelayan. Rekayasa model mesin pendingin ikan tangkapan nelayan ini dengan tahapan menentukan spesifikasi, pemilihan dan rancangan komponen utama , pembuatan dan perakitan semua komponen utama. Tahap pengujian alat dilakukan dengan parameter pengujian yaitu menggunakan sampel uji tangkapan ikan laut 5 kg dengan temperatur 290 C. Data dari pengujian ini adalah waktu pembekuan, temperatur ikan laut beku yang dihasilkan, dan temperatur kerja evaporator. Prosedur pengujian dimulai dari  mesin refrigerasi mencapai kondisi tunak dengan temperatur kerja evaporator mencapai -17,20 C, dilanjutnyasampel uji dimasukan ke palkah. Pengambilan data pengujian dengan cara pengukuran temperatur pada evaporator dan ikan laut di dalam palkah setiap waktu 5 menit. Hasil pengujian menunjukkan temperatur dan  tekaanan gauge kerja evaporator steady state berturut-turut adalah rata-rata -17,20C dan 0,4 bar dibutuhkan waktu 20 menit, sampel uji membeku pada temperatur  -4,20C dan temperatur di dalam ruang palkah -4,60C  dalam waktu 210 menit.
Analisis Teknis Stabilitas Kapal LCT 200 GT Budhi Santoso, Naufal Abdurrahman, Sarwoko, (Universitas Diponegoro Semarang)
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 11, No 1 (2016): Volume 11, Nomor 1, April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.869 KB) | DOI: 10.32497/rm.v11i1.387

Abstract

Banyak kecelakaan dilaut yang diakibatkan ketidakstabilan kapal pada saat berlayar mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, kerugian dapat berupa materi bahkan dapat berupa hilangnya nyawa orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan stabilitas secara teknis kapal LCT 200 GT yang beroperasi di daerah sungai. Sehingga kita dapat mengetahui kestabilan kapal dalam berbagai kondisi. Perhitungan stabilitas kapal menggunakan standar yang ditetapkan oleh IMO (International Maritim Organization). Dalam perhitungan stabilitasnya, LCT 200 GT pada kondisi 1 yaitu 100% fuul load air tawar total 26,15 Ton; air balas total 37,99 Ton; bahan bakar total 21,8 Ton berdasarkan kriteria dari IMO tidak memenuhi persyaratan yang telah di tentukan. Pada kondisi 2 sampai dengan kondisi 6 telah memenuhi kriteria IMO.Kata Kunci : “stabilitas”,“LCT”,“hidrostatik”,“IMO standar”
Model Mesin Hardening Sistem Induksi Untuk Mempercepat Waktu Pemanasan Agus Slamet; Wahyu Djalmono Putro
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.606 KB) | DOI: 10.32497/rm.v13i1.1105

Abstract

Proses hardening pada pemanasan baja sampai temperatur yang ditentukan menggunakan dapur pemanas dibutuhkan pasokan energi listrik yang cukup besar sehingga menambah biaya produksi. Sebagai alternatifnya akan dilakukan dengan proses pemanas induksi, yang dapat memanaskan logam akibat timbulnya arus edy atau arus pusar akibat dari induksi magnet yang menimbulkan fluks magnetik menembus logam. Energi panas yang ditimbulkan oleh pemanas induksi lebih cepat menaikan temperatur benda logam dibandingkan dengan pemanas lainnya. Batasan rancang bangun model ini adalah pemanas induksi menghasilkan temperatur 13000 C mampu memanaskan benda uji sampai temperatur 9000 C dalam waktu 5 menit, sedangkan benda uji baja mempunyai dimensi Ø 30 mm x 10 mm. Rancang bangun model mesin hardening  sistem continue terdiri dari 4 komponen utama yaitu meja mesin, unit sistem pemanas induksi, power screw dan panel kontrol. Arus AC  Metode penelitian dimulai data awal tinjauan pustaka tentang proses hardening dan sistem pemanas induksi, meliputi desain dasar , teori dan prinsip kerja. Perancangan model dengan tahapan menentukan spesifikasi, pemilihan dan rancangan komponen utama dilanjutakan dengan pembuatan dan perakitan semua komponen utama. Data dari pengujian ini adalah besarnya aliran arus listrik yang terjadi pada sistem pemanas induksi, temperatur benda uji, dan waktu pemanasan. Prosedur Pengujian dengan menggunakan benda uji dengan ukuran Ø 25 mm x 10 mm masing-masing terdiri baja jenis Amutit, Spesial K, EMS 45 dan Stainless steel, prosedur pengujian dilakukan sebanyak lima kali untuk setiap jenis benda uji.. Analisis dari data pengujian didapatkan bahwa model mesin hardening mampu berfungsi memanaskan benda uji dengan ukuran Ø 25 mm x 10 mm sampai mencapai temperatur 9000 C. Bahan uji stainless steel waktu pemanasan untuk mencapai temperatur hardening(8000C dengan waktu 166,2 detik dan pemakaian dayanya yaitu 51,8V 7A. Untuk bahan EMS 45 dan Amutit S berturut-turut temperatur 8300C dengan waktu 127 detik, . 8000C dengan waktu 166,4 detik dan pemakaian daya 51,9 V ,9A dan52,8V 6,5A.
Peningkatan Kekerasan Material Gypsum Setelah Mencapai Suhu / Temperatur Pengeringan (Politeknik Negeri Semarang), Bambang Kuswanto
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.061 KB) | DOI: 10.32497/rm.v8i1.394

Abstract

Material gypsum (Ca So4 – 2H2O) adalah salah satu material pengganti logam/ baja yang dapat dipertimbangkan untuk pembuatan cetakan plastik. Gypsum termasuk dalam kelompok jenis material keramik cements. Material cements umumnya digunakan dengan cara dicampur air (H2O). Semakin banyak air yang dimasukkan kedalam bubuk gypsum, semakin kuat daya resapnya, tetapi kekuatan maupun kekerasan cetakan gypsum semakin lemah atau rapuh. Perlakuan panas untuk mencapai kondisi kering dari material gypsum pada suhu/ temperatur 150º C, akan berdampak pula pada perubahan harga kekerasannya. Pada penelitian ini telah terjadi perubahan kekerasan sebelum dan sesudah dikeringkan, dengan  harga rata-rata kekerasan meningkat berkisar 90 %   Kata kunci : “gypsum”, “suhu pengeringan”, “harga kekerasan”
RANCANG BANGUN PRESS TOOL SISTEM COMPOUND UNTUK MEMBUAT CYLINDER HEAD GASKET SEPEDA MOTOR RX KING (Politeknik Negeri Semarang), Bambang Sumiyarso,
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.923 KB) | DOI: 10.32497/rm.v8i2.400

Abstract

Cylinder head gasket sepeda motor RX KING di daerah Tembalang sudah semakin jarang ditemukan sedangkan peminatnya masih sering dijumpai. Dengan fakta yang ada dibuat press tool sebagai alternatif membuat cylinder head gasket menggunakan metode jenis compound press tool. Proses pengerjaan meliputi blanking, piercing, dan embossing. Dimensi press tool {350 (mm) x 200 (mm) x 255 (mm)}. Menggunakan mesin Press dengan kapasitas 20 (ton). Press tool ini mampu menghasilkan produk 360 unit per jam. Biaya pembuatan press tool Rp 6.703.152,00 dan BEP tercapai dalam waktu 1,5 bulan.Kata kunci: ?Presstool?, ?Cylinder head?, ?Gasket?
KINERJA KAPAL KM. MANTIS UNTUK PUKAT UDANG GANDA KEMBAR Universitas Diponegoro Semarang, Budhi Santoso 1), Sarwoko 2) 1).Akademi Tek. Perkapalan Veteran Smg
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.916 KB) | DOI: 10.32497/rm.v9i1.439

Abstract

Studi kinerja kapal motor ini didasarkan pada penggantian penggunaan alat tangkap. Penggantian alat tangkap dari doubel rig shrimp trawl menjadi doubel rig shrimp twin trawl. Sedangkan lambung kapal dan sistem propulsi tidak berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan tahanan kapal, resistensi alat tangkap, dan engine matching propeller. Sehingga kita dapat mengetahui kinerja kapal setelah penggantian sistem alat tangkap tersebut. Identifikasi Kapal dan sistem propulsi dilakukan pada kapal ikan jenis trawl. Hasil dari penelitian ini digunakan sebagai dasar untuk membandingkan perhitungan dan analisis kemampuan dengan kebutuhan daya mesin utama yang diperlukan oleh kapal. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang telah dilakukan didapatkan bahwa kondisi mesin yang terpasang tidak mampu memenuhi kebutuhan kapal dengan adanya perubahan alat tangkap. Untuk mengatasi hal permasalahan tersebut maka penulis merekomendasikan dengan perubahan baling-baling, dengan perubahan diameter propeller dan penambahan daun baling-baling sehingga mesin utama yang ada dapat bekerja maksimal. Dengan menggunakan perhitungan dan analisis kembali dengan baling-baling dianjurkan dan daya yang dibutuhkan untuk optimal oleh mesin utama di kapal FV Mantis.Keyword :? Performance?,? Traw?l,? Resistance?, ?Engine Matching Propeller?
Rancang Bangun Pompa Air Tenaga Angin Untuk Pengairan Sawah Menggunakan Vertical Wind Turbine Tipe Savonius Sugiyanto, B. Tulung Prayoga, Andhi Akhmad Ismail, (Politeknik Negeri Semarang)
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.816 KB) | DOI: 10.32497/rm.v9i1.444

Abstract

Pompa air sangat efektif untuk  pengairan sawah terutama untuk daerah yang ketersediaan air tidak tercukupi sepanjang tahun, tetapi penggunakan pompa air juga mempunyai dampak ekonomi terhadap petani karena petani harus mengeluarkan biaya lebih untuk pembelian bahan bakar dan sewa pompa air tersebut. Sehingga diperlukan suatu alat yang dapat menjadi pompa air tanpa harus mengeluarkan biaya dalam penggunaannya. Di sisi lain, sawah sebagai salah satu lahan terbuka, memberikan perpindahan udara yang cukup untuk membantu terjadinya angin. Angin jika dimanfaatkan secara tepat bisa dijadikan sebagai energi  alternatif penggerak pompa air. Dari analisa lapangan didapatkan kondisi lahan pertanian terbuka di daerah itu mempunyai laju kecepatan angin yang termasuk kategori rendah, yaitu berkisar 2 – 3 m/detik. Dengan kondisi ini memerlukan perancangan turbin angin  yang mampu bekerja pada kondisi kecepatan angin yang rendah. Maka pemilihan turbin angin vertikal (VAWT) menjadi alternative terbaik. Tipe VAWT yang dipakai adalah tipe Savonius banyak tingkat untuk memungkinkan mendapatkan torsi yang tinggi. Pompa air tenaga angin dengan mekanisme pompa tali seal karet dapat digunakan untuk membantu sistem  pengairan  sawah.  Hasil pengujian skala laboratorium dengan bantuan blower sebagai sumber energi angin adalah pada putaran turbin 30.8 rpm dan putaran poros output 55 rpm debit yang dihasilkan 2,6 liter/menit. Pada putaran turbin 39 rpm dan putaran poros output 68 rpm debit yang dihasilkan 3,4 liter/menit. Sedangkan pada putaran turbin 39.5 rpm dan putaran poros output 71,7 rpm debit yang dihasilkan 4,2 liter/menit.Keywords : “Pompa Air Tenaga Angin”, “Vertical Axis Wind Turbine”, “Rotor Savonius”, “Pengairan Sawah”
Audit Energi Untuk Mendapatkan Peluang Penghematan Energi Sistem Pengkondisian Udara Di Salah Satu Hotel Di Semarang M Denny Surindra Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9, No 2 (2014): Volume 9, Nomor 2, Agustus 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.555 KB) | DOI: 10.32497/rm.v9i2.523

Abstract

Kegiatan audit energy merupakan kegiatan untuk mengidentifikasi jenis energi, besarnya energy yang dipakai dan kemungkinan penghematan energy yang dapat dilakukan oleh management operasi suatu bangunan perhotelan, industry atau bangunan perkantoran. Oleh sebab itu paper ini bertujuan untuk menganalisa konsumsi energi dan peluang penghematan energi pada suatu hotel di Semarang. Hasil dari PEA adalah nilai IKE sebesar 190 kWh/m².year. Walaupun dibawah IKE standar yang ditetapkan tetapi biaya konsumsi energy listrik mencapai 95% dari total biaya, atau kalau dirupiahkan mencapai Rp 2.580.570.222 dan konstribusi penggunaan energy listrik paling besar adalah untuk pengkondisian udara yaitu sebesar 40,8%..Kata Kunci : “Audit Energi”, “Penghematan Energi”, “Pengkondisian Udara”.

Page 8 of 48 | Total Record : 478


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Volume 20, Nomor 3, Desember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Volume 20, Nomor 2, Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Volume 20, Nomor 1, April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Volume 19, Nomor 3, Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Volume 19, Nomor 1, April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Volume 18, Nomor 3, Desember 2023 Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023 Vol 18, No 1 (2023): Volume 18, Nomor 1, April 2023 Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022 Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022 Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022 Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021 Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021 Vol 16, No 1 (2021): Volume 16, Nomor 1, April 2021 Vol 15, No 3 (2020): Volume 15, Nomor 3, Desember 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Nomor 2, Agustus 2020 Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020 Vol 14, No 3 (2019): Volume 14, Nomor 3, Desember 2019 Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Nomor 2, Agustus 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Nomor 1, April 2019 Vol 13, No 3 (2018): Volume 13, Nomor 3, Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Volume 13, Nomor 2, Agustus 2018 Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018 Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017 Vol 12, No 1 (2017): Volume 12, Nomor 1, April 2017 Vol 12, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 11, No 3 (2016): Volume 11, Nomor 3, Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Volume 11, Nomor 2, Agustus 2016 Vol 11, No 1 (2016): Volume 11, Nomor 1, April 2016 Vol 10, No 3 (2015): Volume 10, Nomor 3, Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Volume 10, Nomor 2, Agustus 2015 Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, April 2015 Vol 10, No 1 (2015) Vol 9, No 3 (2014): Volume 9, Nomor 3, Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Volume 9, Nomor 2, Agustus 2014 Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014 Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013 Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013 Vol 7, No 3 (2012): Volume 7, Nomor 3, Desember 2012 More Issue