cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Politeknik Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : 14116863     EISSN : 25407678     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Mesin(d/h MANDEGANI) diterbitkan sejak 1997, dengan frekuensi 3 kali setahun. Misi : media komunikasi bagi dosen, praktisi, dan ilmuwan tentang karya ilmiah (scientific article) hasil-hasil penelitian, survei, studi kasus dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan teknik mesin, meliputi topik/tema seperti perancangan mesin, instalasi, perawatan & perbaikan mesin, bahan konstruksi & komponen mesin, teknik pengerjaan logam, pembuatan komponen mesi n, pengujian bahan dan komponen mesin, teknik pengukuran & kontrol kualitas proses/produk industri manufaktur, manajemen & teknik produksi industri manufaktur, pembentukan dan pengembangan desain produk, aplikasi komputer dalam sistem kendali & operasi mesin, mesin-mesin kalor & fluida, sistem pembangkitan energi, mesin pendingin & pengkondisian udara, pembangkitan energi alternatif & terbarukan.
Arjuna Subject : -
Articles 478 Documents
Analisa Pembuatan Serbuk Tembaga Hasil Proses Electrorefining Metode Laboratorium (Politeknik Negeri Semarang), Riles M. Wattimena
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.849 KB) | DOI: 10.32497/rm.v8i1.393

Abstract

Teknologi manufaktur masa depan mengunakan printer 3 dimensi (3 D) dengan Proses Sinter Deposisi Multi Material (MMD-Is) merupakan proses alternatif yang berpotensi sangat baik ,fungsi tinta diganti beragam serbuk logam seperti tembaga. Proses pembuatan serbuk logam dapat dilakukan proses deposisi elektrolisis.Ukuran distribusi ukuran serbuk optimum yang digunakan ukuran 52 – 74 µm (mesh 200) sampai dengan  46 - 63 πm (230 mesh). Makalah  ini akan membahas pembuatan tentang serbuk tembaga,dengan pertimbangan di atas,  metode yang paling tepat yaitu proses elektrolisis dengan metode elektrorefining, karena metode ini dapat menghasilkan bentuk serbuk butiran halus dengan spesifikasi serbuk berdiameter 40 µm atau ukuran  mesh berkisar 325 mesh ~ 400 mesh, serta mempunyai kemurnian yang tinggi, 99,97 % ~ 99,99 % tembaga. Tahapan pengujian serbuk dengan variasi, luas permukaan benda kerja 0,37 dm2, interval waktu pengendapan 100, 200, 300 (detik),variasi tetap temperatur 27 oC, jarak anoda katoda 4 (cm), konsentrasi larutan elektrrolit tetap Cu So4 5H2O 110 gr/500 cc aq,rapat arus 4,6 (I/dm2), kuat arus 1,5, 2,2 (Ampere) dan tegangan 2,2, 2,8 (volt), dianalisa massa serbuk basah yang menempel di katoda terbanyak 0,817 (gram) dengan variasi rapat arus 6 Ampere, kuat arus 6 (I/dm2), kuat arus 2,2 (Ampere) dan waktu 300 (detik).Kata kunci: “proses elektrolisis”,” metode elektrorefining” ,” serbuk tembaga”.
Analisa Kekentalan Biodiesel Dan Uji Unjuk Kerja Di Mesin Diesel Sarwoko, Seno Darmanto, (Universitas Diponegoro Semarang)
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.613 KB) | DOI: 10.32497/rm.v8i2.399

Abstract

Penelitian dilakukan dengan memfokuskan pada biodiesel nyamplung. Pembuatan biodiesel dengan metode transesterifikasi alkali. Selanjutnya uji karakteristik biodiesel diarahkan pada uji kekentalan untuk menentukan tingkat kestabilan. Uji unjuk kerja dilakukan di engine test yang pada prinsipnya terdiri dari mesin diesel satu silinder, generator, transmisi dan beberapa alat ukur. Hasil uji karakteristik kekentalan menunjukkan bahwa kekentalan biodiesel nyamplung cenderung berubah dan mencapai 12,06 mm2/s. Selanjutnya uji unjuk kerja menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar spesifik dengan bahan bakar biodiesel cenderung mempunyai kesamaan dengan konsumsi bahan bakar spesifik dengan bahan bakar solar. Dan pengujian bahan bakar di engine test menunjukkan bahwa bahan bakar biodiesel nyamplung B10 menghasilkan efisiensi yang baik pada beban 1.000 watt hingga 2000 watt.Kata kunci: “nyamplung”,”transesterifikasi”, “biodiesel”,”kekentalan”, “efisiensi”
Metoda Penentuan Briket Biocoal Terbaik Hasil Penelitian Guna Bahan Bakar Industri Genteng Dwi Aries Himawanto, (Universitas Sebelas Maret Surakarta)
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1221.893 KB) | DOI: 10.32497/rm.v8i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan teknologi produksi dan produk briket biocoal yang terbuat dari limbah pertanian (jerami dan sekam padi) dan batubara. Briket yang dihasilkan untuk menggantikan kayu bakar sebagai bahan bakar dalam industri genteng tradisional. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menemukan proses produksi yang tepat yang dapat menghasilkan briket biocoal yang optimum yaitu briket yang memiliki karakteristik termal dan karakteristik mekanik yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket biocoal yang optimum untuk pengganti kayu bakar dalam industri genteng tradisional memiliki komposisi 60 % limbah pertanian (50 % jerami dan 50 % sekam padi) dan 40 % batubara dengan perekat lem kanji sebesar 50 % berat briket yang dikeringkan pada suhu 100  0C selama 90 menit. Beban tekan yang mampu ditahan oleh briket yang dihasilkan adalah sebesar 80 N dengan diameter briket 30 mm, dari sisi ketahanan impak briket terbaik hasil penelitian menunjukkan bahwa briket memiliki massa tersisa sebesar 78,52 % dari massa awal dari 15 kali jatuhan.     Kata kunci: “briket biocoal ”,”limbah pertanian”,” batubara”
Teknik Pengodolan Kapuk Dari Buah Randu Dengan Metode Rotasi Rotor 14 Batang Pengodol Suryanto, Suparni Setyowati Rahayu, Roni S, Tio F, Nur A., Putut W. (Politeknik Negeri Semarang)
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.178 KB) | DOI: 10.32497/rm.v9i1.443

Abstract

Teknik pengodolan rancang bangun ini berawal dari pengamatan secara langsung mesin yang ada di Desa Karaban,perancangan mesin pengodol kapuk dengan rotasi rotor 14 batang, dan perancangan mekanisme transmisi penggerak motor listrik daya ½ HP. Hal ini dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja mesin pengodol kapuk dengan penerapan teknik pengodolan dengan desain yang dikembangkan.Hasil pengujian kinerja mesin pengodol kapuk dengan dengan variasi putaran poros utama, yaitu 700 rpm, 1050, 1400 rpm, dan 2100 rpm, menunjukkan bahwa hasil optimal kinerja mesin pada putaran poros 1400 rpm dengan kualitas kebersihan kapuk urai6 biji/kg kapuk urai hasil odolan. Kapasitas kapuk urai yang dihasilkan 10 kg/jam dengan daya listrik½ HP sesuai untuk usaha rumah tangga.Kata kunci : Pengodolan  Kapuk Buah Randu
Rancang Bangun Alat Belah Bambu Dengan Pemutar Ulir Penekan Multi Pisau Suryanto,Suharto,Sarana, VS. Tripriyo, Iwan Hermawan, Agus Suwondo Politeknik Negeri Semarang
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 9, No 2 (2014): Volume 9, Nomor 2, Agustus 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.338 KB) | DOI: 10.32497/rm.v9i2.522

Abstract

Teknik pembelahan batang bambu dengan cara manual, mudah dan cepat guna menghasilkan bambu belah dengan ukuran ± 5 × 5 cm dengan panjang 30 s.d. 50 cm banyak diperlukan kalangan usaha kecil dan menengah. Penerapan multipisau pada rancang bangun alat belah bambu dengan pemutar ulir  penekan multi pisau dengan 10 mata pisau, dan penempatan bambu secara vertikal dengan penekan ulir berhasil dibuat dan dioperasikan. Berdasarkan hasil pengujian gaya belah bambu dengan multi pisau menghasilkan gaya maksimum sebesar 424 kg atau 4240 newton tiap proses. Uji coba alat ini menghasilkan 720  batang bambu belah tiap jam, dengan gaya tangan pada tuas pemutar 19,8 kg dengan waktu 50 detik tiap proses pembelahan. Alat pembelah bambu ini sangat tepat untuk usaha kecil dan menengah karena mudah pengoperasiannya dan sederhana perawatannyaKata Kunci : “alat belah bamboo”, “multi pisau”.
Pembuatan Unit Cetakan Gula Tumbu Menjadi Gula Butiran A. Sutowo Latief, S. Beta Kuntarjo, Suharto, (Politeknik Negeri Semarang) dan F. Sri Nugraheni Setia
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 11, No 2 (2016): Volume 11, Nomor 2, Agustus 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/rm.v11i2.527

Abstract

Gula tumbu merupakan hasil industri yang berbasis pertanian, dilakukan secara tradisional setiap musim panen tebu. Hasilnya dicetak dalam tumbu sehingga disebut gula tumbu. Gula tumbu merupakan produk unggulan bagi Kabupaten Kudus. Kendalanya dalam menembus pasar ekspor adalah selain faktor mutu, juga karena gula tumbu berbentuk bongkahan besar (100 – 125) kg tidak praktis dalam pengangkutan, dan tidak tahan lama simpan, mudah lembek/meleleh karena sifatnya yang higroskopis. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan atau rancang bangun unit cetakan yang dapat menghasikan gula butiran berbentuk silindris tirus, diameter atas 20 mm, diameter bawah 18 mm x tinggi 20 mm = (20;18 x 20) mm. Setiap kali pencetakan diperoleh hasil 4 x 7 x 7 = 196 butir.  Metode pembuatan unit cetakan gula butiran meliputi langkah-langkah: (1) menentukan ukuran produk gula butiran yang akan dicetak, (2) menentukan  desain ukuran alat cetak sesuai kapasitas produksi tiap kali cetak, (3) menentukan bahan untuk masing-masing komponen dan ukuran cetakan yang digunakan, disesuaikan dengan kapasitas produksi, (4) unit cetakan di disain, dibuat gambar kerja, (5) pembuatan komponen atau bagian-utama alat cetak sesuai fungsinya, (6) merakit satu unit alat pencetak, (7) diuji coba, perbaikan dan modifikasi, hingga diperoleh gula butiran yang baik. Hasil penelitian ini diperoleh, (1) unit cetakan gula tumbu  dan (2) produk gula tumbu berbentuk butiran. Kapasitas produksi196 butir atau 1,5 kg,  produk gula butiran yang berhasil 86 % dan gagal 14%tiap kali melakukan pencetakan.Kata Kunci : “cetakan gula”, “gula tumbu”, “gula butiran”, “TTG”.
Modifikasi Mesin Penanam Bibit Padi Manual Dengan Transmisi Rantai Penggerak Motor Bensin 1.8 HP Rofarsyam (Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang)
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 11, No 2 (2016): Volume 11, Nomor 2, Agustus 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/rm.v11i2.532

Abstract

Mesin penanam bibit padi manual dengan penggerak tenaga manusia melalui transmisi engkol, dipandang masih belum menghasilkan fungsi yang diharapkan. Modifikasi dilakukan guna efisensi dan ekonomis, dengan pemberian penggerak motor bensin 1,8 HP dan setting link garpu serta pengaturan putaran motor, menghasilkan penanaman padi sesuai spesifikasi menanam padi pada jarak tanam 250 mm. Mesin hasil modifikasi ini berkapaistas 60 tancap setiap menit pada luas lahan 8 m2Kata Kunci : “modifikasi”, “mesin penanam bibit padi”.
Pemodelan Keausan Steady State : Analitik, FEA, dan Eksperimen Syafa’at, Imam; Widyanto, Susilo Adi; Jamari, Jamari; Ismail, Rifky
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 7, No 3 (2012): Volume 7, Nomor 3, Desember 2012
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/rm.v7i3.636

Abstract

Kontak permukaan antara dua benda dalam permesinan sangat lazim terjadi. Kontak ini dapat mengakibatkan keausan. Para ilmuwan membagi tahapan keausan dalam hubungannya dengan umur pakai ada tiga macam, yaitu: running-in, steady state, dan wear out. Paper ini membahas tentang pemodelan keausan steady state. Pemodelan dibangun dengan model analitik dan pemodelan berbasis FEA. Model keausan secara analitik dikembangkan dari Model Archard. Pemodelan FEA dengan bantuan software ANSYS digunakan untuk memprediksi keausan pin pada simulasi pin-on-disc. Simulasi ini berupa kontak sliding yang dilakukan untuk mengetahui besarnya keausan yang terjadi pada pin. Untuk memvalidasi kedua model, eksperimen ball-on-disc juga dilakukan. Hasil pemodelan analitik dan FEA menunjukkan keausan mengalami peningkatan sangat signifikan pada tahap awal, kemudian mencapai kestabilan seiring dengan bertambahnya jarak sliding. Laju keausan mengalami penurunan yang sangat signifikan pada tahap running-in dan stabil pada fase steady state. Hasil eksperimen memperlihatkan permukaan telah konformal pada saat steady state. Ketiga present model menunjukkan hasil yang sangat baik dalam memprediksi keausan.Kata kunci:  “keausan”, “steady state”, “FEA”, “pin-on-disc”, “ball-on-disc”.
Karakteristik Getaran Pada Backward Inclined Blade Blower Karena Perubahan Kecepatan Parno Raharjo Politeknik Negeri Bandung
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 11, No 3 (2016): Volume 11, Nomor 3, Desember 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/rm.v11i3.743

Abstract

Backward inclined blades blower digunakan secara luas khususnya di industri tekstil, semen, kimia dan kertas. Informasi mengenai karakteristik getarannya sangat minim dan perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut. Obyek yang digunakan adalah  backward inclined blades  blower dengan diameter impeller 400 mm, jumlah blade 9  buah, tenaga 1,1 kWatt,  putaran maksimum penggerak 2950 rpm dan putaran blower 1550 rpm.  Blower dilengkapi dengan frequency regulator untuk mengatur putaran. Instrumentasi yang digunakan yaitu accelerometer yang dilengkapi dengan sistem data akuisisi dan software YE 7600TM. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan 3 macam  kecepatan. Analisa yang digunakan adalah comparative, trending dan descriptive dari amplitude, time domain dan frequency domain yang terjadi dengan menggunakan MathlabTM. Hasil kajian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan sinyal dan spektrum pada perbedaan putaran. Semakin tinggi putaran semakin tinggi amplitude yang terjadi baik pada sinyal dan spektrum. Spektrum dapat mengidentifikasi FFM dan FFB dan harmoniknya. Amplitudo tinggi terjadi pada 1FFB, 2FFB dan 1FFM dan 8FFM yang disebabkan karena unbalance pada impeller.Kata Kunci : “Backward inclined blades blower”, “frequency regulator”, “frekuensi fundamental motor(FFM)”, “frekuensi fundamental blower(FFB)”.
Mesin Pembuat Pellet Untuk Kelompok Peternak Ayam Bangkok Di Banyumanik Nanang Budi Sriyanto; Daryadi Daryadi; Suyadi Suyadi; Hery Purnomo
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 12, No 1 (2017): Volume 12, Nomor 1, April 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2000.363 KB) | DOI: 10.32497/rm.v12i1.988

Abstract

Usaha kecil menengah (UKM) Kamandaka merupakan kelompok peternak ayam Bangkok di daerah Banyumanik, Semarang yang berhasrat kuat menjadi wirausahawan. Keberhasilan usaha beternak ini ditentukan oleh asupan pakan, disamping kandang yang sehat dan obat-obatan. Setiap hari mitra mengeluarkan biaya Rp.50.000,00 untuk membeli pakan pabrikan. Peningkatan kualitas pakan tidak lepas dari formula hasil pencampuran pakan yang tepat antara bekatul, jagung, gabah dan beras merah serta extra fooding yang dijadikan pellet. UKM mitra dibantu oleh seorang pemodal dengan sistem bagi hasil. Bibit ayam berasal dari pemilik modal, sedangkan UKM menyediakan lahan, kandang dan pakan. Dari usaha tersebut ayam Bangkok yang terjual dibagi dua, ketua UKM dan pemilik modal memperoleh penghasilan Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan setelah dikurangi pembelian pakan dan upah karyawan. Bantuan yang bersifat pemberian teknologi dalam pembuatan pellet pakan ternak belum pernah dilakukan dari pihak manapun. Dukungan yang diperlukan dari Perguruan Tinggi adalah bantuan peralatan pembuat pellet pakan dan peralatan penetas anak ayam. Pakan hasil olahan dari mesin ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang di hadapi, sehingga dapat menekan biaya pakan pabrikan. Inovasi mesin pembuat pellet pakan ayam diharapkan dapat lebih memberikan kontribusi pada UKM, dan masyarakat setempat termotivasi untuk mulai membuat usaha baru, sehingga akan menambah tenaga kerja. Penghibahan mesin pembuat pellet ayam dan mesin penetas anak ayam dimungkinkan untuk menumbuhkembangkan kesejahteraan masyarakat setempat untuk mulai membuat usaha baru sebagai produsen pembuat pellet pakan ternak, sehingga pertumbuhan ekonomi akan meningkat.

Page 7 of 48 | Total Record : 478


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 3 (2025): Volume 20, Nomor 3, Desember 2025 Vol. 20 No. 2 (2025): Volume 20, Nomor 2, Agustus 2025 Vol. 20 No. 1 (2025): Volume 20, Nomor 1, April 2025 Vol. 19 No. 3 (2024): Volume 19, Nomor 3, Desember 2024 Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024 Vol. 19 No. 1 (2024): Volume 19, Nomor 1, April 2024 Vol. 18 No. 3 (2023): Volume 18, Nomor 3, Desember 2023 Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023 Vol 18, No 1 (2023): Volume 18, Nomor 1, April 2023 Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022 Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022 Vol 17, No 1 (2022): Volume 17, Nomor 1, April 2022 Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021 Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021 Vol 16, No 1 (2021): Volume 16, Nomor 1, April 2021 Vol 15, No 3 (2020): Volume 15, Nomor 3, Desember 2020 Vol 15, No 2 (2020): Volume 15, Nomor 2, Agustus 2020 Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020 Vol 14, No 3 (2019): Volume 14, Nomor 3, Desember 2019 Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Nomor 2, Agustus 2019 Vol 14, No 1 (2019): Volume 14, Nomor 1, April 2019 Vol 13, No 3 (2018): Volume 13, Nomor 3, Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Volume 13, Nomor 2, Agustus 2018 Vol 13, No 1 (2018): Volume 13, Nomor 1, April 2018 Vol 12, No 3 (2017): Volume 12, Nomor 3, Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Volume 12, Nomor 2, Agustus 2017 Vol 12, No 1 (2017): Volume 12, Nomor 1, April 2017 Vol 12, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 11, No 3 (2016): Volume 11, Nomor 3, Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Volume 11, Nomor 2, Agustus 2016 Vol 11, No 1 (2016): Volume 11, Nomor 1, April 2016 Vol 10, No 3 (2015): Volume 10, Nomor 3, Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Volume 10, Nomor 2, Agustus 2015 Vol 10, No 1 (2015): Volume 10, Nomor 1, April 2015 Vol 10, No 1 (2015) Vol 9, No 3 (2014): Volume 9, Nomor 3, Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Volume 9, Nomor 2, Agustus 2014 Vol 9, No 1 (2014): Volume 9, Nomor 1, April 2014 Vol 8, No 2 (2013): Volume 8, Nomor 2, Agustus 2013 Vol 8, No 1 (2013): Volume 8, Nomor 1, April 2013 Vol 7, No 3 (2012): Volume 7, Nomor 3, Desember 2012 More Issue