cover
Contact Name
Deasy Arisanty
Contact Email
deasyarisanty@ulm.ac.id
Phone
+6281348260253
Journal Mail Official
jurnalpendidikangeografi@gmail.com
Editorial Address
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)
ISSN : 23565225     EISSN : 26856395     DOI : 10.20527
Core Subject : Science, Education,
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) publishes articles from research in the field of geography and geography education, which have not been published elsewhere. This journal is periodically published by Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. This journal published twice a year in September and March.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2016)" : 5 Documents clear
Pengaruh Pemanfaatan Internet Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XII IPS MAN 2 Kandangan Normi Aulia; Ellyn Normelani; Nevy Farista Aristin
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.796 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i4.1507

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh pemanfaatan Internet Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XII IPS MAN 2 Kandangan”. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh pemanfaatan Internet Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XII IPS MAN 2 Kandangan.Populasi dari penelitian ini adalah seluru siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan . Sampel yang dijadikan responden adalah sampel penuh yaitu selurus siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan. Peneelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data primer dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan metode angket (Kuesioner), sedangkan pengumpulan data sekunder menggunakan metode studi dokumen dan studi pustaka. Analisis data penelitian ini adalah analisis data dengan menggunakan teknik persentase dan teknik korelasi product Moment dan Analisis Regresi.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara pemanfaatan internet terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan, karena nilai rxy bernilai 0,552 lebi besar dari r tabel 1% tabel nilai r menghasilkan angka 0,282 dan 5% tabel nilai r menghasilkan angka 0,217 atau nilai rxy 0,552 lebih besar dari r tabel 5% dan 1% yaitu 0,217 < 0,552 > 0,282. Dan Internet mempunai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar geografi siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan semester genap Tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis regresi memperoleh harga Freg = 98,50. Harga Frag lebih besar daripada harga tabel Fbaik taraf signifikan 5% maupun 1%, yaitu 3,956 < 98,50 > 6,948. Artinya ada pengaruh yang positif dan hubungan yang rendah antara pemanfaatan internet dengan hasil belajar geografi siswa kelas XII IPS MAN 2 Kandangan. Kata kunci : Pemanfaatan Internet, Hasil Belajar Geografi
FAKTOR PENYEBAB KERENTANAN KEBAKARAN BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DI KELURAHAN MELAYU KECAMATAN BANJARMASIN TENGAH Yunita Adilla; Sidharta Adyatma; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.175 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i4.1508

Abstract

Penelitian ini berjudul “Faktor penyebab kerentanan kebakaran berdasarkan persepsi masyarakat di kelurahan melayu kecamatan banjarmasin tengah kota banjarmasin”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kerentanan kebakaran berdasarkan persepsi masyarakat di kelurahan melayu kecamatan banjarmasin tengah kota banjarmasin.Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Melayu yang tinggal di Kecamatan Banjarmasin Tengah. Besarnya sampel adalah 336 kepala keluarga yang dijadikan sebagai responden. Teknik yang digunakan adalah teknik acak sederhana (random sampling). Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari lapangan dengan menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah yang terkait dengan penelitian seperti BPBDK, Kantor Kelurahan Melayu dan BPS. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis persentase dan kelas Interval.Hasil Penelitian ini adalah  Pemasangan Instalasi Listrik termasuk kedalam kriteria tinggi dengan persentase 94,05%,  Penggunaan Kompor termasuk kedalam kriteria rendah dengan persentase 50,30%, Penggunaan Alat Penerangan termasuk kedalam kriteria rendah dengan persentase 80,95%,  Penggunaan Obat Nyamuk Bakar termasuk kedalam kriteria rendah dengan persentase 82,14%, Jarak bangunan samping kiri paling banyak sangat rapat/menempel dengan persentase 44,94%, Jarak bangunan samping kanan paling banyak rapat dengan persentase 48,51%, Jarak belakang paling banyak rapat dengan persentase 51,49%, Jenis tembok bangunan paling banyak papan/kasibut dengan persentase 95,83%, Jenis lantai bangunan paling banyak papan/kayu dengan persentase 93,45%, Jenis atap bangunan paling banyak seng/abses dengan persentase 64,29%.Kata Kunci: Faktor, Kerentanan, Kebakaran
TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI ROTAN DI DESA BABAI KECAMATAN KARAU KUALA KABUPATEN BARITO SELATAN Regina Arisandi; Ellyn Normelani; Deasy Arisanty
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.673 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i4.1509

Abstract

This study entitled the welfare level of rattan farmers in Babai village, Karau Kuala district, southern Barito regency. The purpose of this study was to analyze the level of welfare of rattan farmers in the Babai village, Barito southern regency.The population in this study amounted 1600 heads of household with 310 samples, determination of this population by proportional random sampling technique. The primary data obtained through field observation and questionnaires (questionnaire), while secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) Southern Barito regency, Bappeda Southern Barito regency, Babai Village Office. The analysis technique used by using percentage technique.The results of the study showed that the stage of pre-prosperous family there are 25%, prosperous stage 1 there are 73%, while the stages of prosperous families there are 2%. Rattan farmer's welfare is unevenly because rattan prices often fluctuated. These situation has affect to result of rattan farmer income. Rattan farmer income in a week is Rp. 280,000, so within one month of rattan farmers get pay Rp. 1,040,000. The rattan farmers income is only sufficient for basic necessary and education of children, so for other necessary have not enough yet.Keywords: Level, Welfare, Farmer, Rattan.
EVALUASI DAYA TAMPUNG SISTEM DRAINASE DI KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN Bayu Andana; Deasy Arisanty; Sidharta Adyatma
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.996 KB) | DOI: 10.20527/jpg.v3i4.1505

Abstract

Penelitian ini berjudul “Evaluasi Daya Tampung Sistem Drainase di Kecamatan Banjarmasin Selatan”. Tujuan penelitian adalah mengetahui daya tampung sistem drainase mikro; mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi daya tampung sistem drainase mikro; dan mengevaluai daya tampung sistem drainase mikro di Kecamatan Banjarmasin Selatan.Populasi dalam penelitian ini adalah sistem drainase mikro yakni saluran drainase terbuka yang ada di Kecamatan Banjarmasin Selatan yang berjumlah 39 saluran, dengan sampel yaitu sistem drainase mikro yakni saluran drainase terbuka pada sistem drainase untuk lingkungan permukiman di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan survey, sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Sumber Daya Air dan Drainase, BAPPEDA Kota Banjarmasin, dan Badan Pusat Statistik Kota Banjarmasin. Teknik Analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisis hidrologi.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 saluran atau 23.08% saluran yang mampu menampung debit banjir rancangan dan terdapat 30 saluran atau 76.92% yang tidak mencukupi untuk menampung debit banjir rancangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya tampung sistem drainase mikro di Kecamatan Banjarmasin selatan, terdapat 30 saluran atau 38.46% dipengaruhi oleh peningkatan debit; 16 saluran atau 20.51% dipengaruhi oleh sampah; 18 saluran atau 23.08% dipengaruhi oleh sedimentasi; 10 saluran atau 12.82% dipengaruhi oleh penyempitan dan pendangkalan saluran; dan 4 saluran atau 5.13% dipengaruhi oleh pasang surut. Saluran yang mengalami masalah adalah saluran yang kondisi dimensi saluran dan debit salurannya lebih kecil daripada debit banjir rencana dikarenakan oleh beberapa faktor di atas, sehingga diperlukan pemeliharaan baik secara rutin, berkala, maupun secara khusus dan rehabilitasi untuk normalisasi saluran drainase baik pengangkatan sampah, pengerukan sedimentasi, dan pembersihan dimensi saluran secara menyeluruh.Kata Kunci : Daya tampung, Sistem drainase mikro.
KEBERAGAMAN BATASAN USIA ANAK DI INDONESIA HUBUNGANNYA DENGAN PERKAWINAN PADA ANAK Norma Yuni Kartika; Muhajir Darwin; Sukamdi Sukamdi
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v3i4.1506

Abstract

Terdapat inkonsistensi batasan usia anak yang berlaku dalam Undang-Undang, Surat Keputusan, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden, maupun Peraturan Menteri yang ada di Indonesia. Tujuan dalam tulisan ini adalah mengetahui dasar hukum batasan usia anak di tingkat nasional terkait perkawinan anak. Berdasarkan Undang-Undang, Surat Keputusan, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden maupun Peraturan Menteri dapat disimpulkan bahwa mereka yang berusia dibawah 18 tahun disebut anak.Keberlangsungan praktik perkawinan anak di Indonesia dipengaruhi salah satunya oleh faktor kebijakan pemerintah atau perundang-undangan. Hak individu untuk anak dan orang dewasa berbeda. Anak mempunyai hak, konsen anak berkaitan dengan hak. Anak-anak yang belum mempunyai kedewasaan, dalam hal ini ditandai dengan adanya batasan usia minimal anak yang tercantum dalam Undang-Undang, sehingga konsen anak harus dilindungi, karena ketidakdewasaannya untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu perkawinan pada usia anak harus di cegah untuk mewujudkan anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera. Katakunci : keberagaman, batasan, usia, anak

Page 1 of 1 | Total Record : 5