cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014)" : 24 Documents clear
Penerapan Model Creative Problem Solving (CPS) dalam Pembelajaran Matematika di Kelas VIII SMP Sumartono, Sumartono; Yustari, Erik
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa, tetapi suatu kegiatan yang memungkinkan siswa merekonstruksi sendiri pengetahuannya sehingga mampu menggunakan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang dapat memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada siswa untuk dapat mengeksplorasi kemampuannya. Salah satu model yang dapat memenuhi kriteria tersebut adalah Creative Problem Solving (CPS). Menurut Karen (2004) model CPSmerupakan model pembelajaran yang berpusat pada keterampilan dalam pemecahan masalah dan diikuti dengan penguatan kreativitas, sehingga diharapkan dengan diterapkannya model Creative Problem Solving (CPS) dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan partisipasi siswa selama kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model CPS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tamban tahun pelajaran 2013-2014. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling (sampel acak) yaitu dengan mengambil satu kelas secara acak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dan evaluasi. Teknis analisis yang digunakan adalah menggunakan persentase dan rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa di tiap pertemuannya, dan hasil belajar siswa di akhir kegiatan pembelajaran dengan model Creative Problem Solving (CPS) di kelas VIII SMP Negeri 4 Tamban berkualifikasi baik. Kata Kunci:Creative Problem Solving, Random Sampling, aktivitas, hasil belajar.
Pembelajaran Matematika Melalui Strategi React untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMK Kusumawati, Elli; Dwi Rizki, Novia
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran wajib untuk diajarkan di sekolah. Hingga saat ini matematika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa. Hal ini dialami oleh siswa SMK Negeri 4 Banjarmasin terutama jika siswa menemui masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih cenderung lemah. Untuk mengatasinya, diperlukan strategi pembelajaran matematika yang mengarahkan siswa pada kemampuan pemecahan masalah matematis. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran strategi REACT, mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan menggunakan strategi REACT, dan mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar menggunakan strategi REACT dibandingkan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan populasi seluruh siswa kelas X SMK Negeri 4 Banjarmasin yang berjumlah 10 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling, sehingga diperoleh kelas X Busana 2 sebagai kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan strategi REACT dan kelas X Busana 1 sebagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah aktivitas siswa selama proses pembelajaran strategi REACT berada pada kualifikasi cukup baik hingga sangat baik, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar menggunakan strategi REACT berada pada kualifikasi baik, dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar menggunakan strategi REACT lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Kata kunci: pemecahan masalah matematis, strategi REACT.
Pemahaman Matematis Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Fajriah, Noor; Suji Santoso, Dwi
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman matematis merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang mendukung kemampuan pemecahan masalah. Menurut Wilson (Minarni, 2012) mengemukakan ternyata fakta dalam laporan hasil evaluasi TIMSS (The Trends of Mathematical and Science Studies) tahun 1999, 2003, dan 2007 menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa Indonesia termasuk ke dalam kategori rendah. Sehingga tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman matematis siswa Kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan subjek siswa kelas VIII-B SMP Negeri 23 Banjarmasin Pelajaran 2013-2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalahdokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif: rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemahaman matematis siswa kelas VIII-B SMP Negeri 23 Banjarmasin tahun pelajaran   2013-2014 pada kriteria cukup dengan rincian pemahaman instrumental pada kriteria baik dan pemahaman relasional pada kriteria kurang. Kata kunci: pemahaman matematis, siswa SMP.
Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab Siswa Melalui Pembelajaran Matematika dengan Model Kooperatif Tipe TAI di Kelas VIII SMPN Faif Pasani, Chairil; Basil, Muhammad
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menciptakan manusia yang bertanggung jawab merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Tanggung jawab belajar selalu bergantung kepada peserta didik dan ditekankan agar peserta didik mengkonstruksi pengertian atau konsepnya sendiri. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat mengembangkan karakter tanggung jawab siswa adalah model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team-Assisted Individualization). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakter tanggung jawab maupun hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI, mengetahui hubungan antara nilai karakter tanggung jawab siswa dengan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen (eksperimen semu). Jenis desain yang digunakan adalah One-Shot Case Study. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMPN 1 Banjarmasin yang berjumlah 27 siswa, sedangkan objeknya adalah nilai karakter tanggung jawab siswa dan hasil belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis persentase lalu dilanjutkan dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat mengembangkan nilai karakter tanggung jawab siswa, (2) ada terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI, (3) terdapat hubungan sebesar 0,558 antara nilai karakter tanggung jawab siswa dengan hasil belajar matematika siswa. Adapun persamaan regresinya adalah Y = 58,117 + 0,531X dengan X adalah nilai karakter tanggung jawab siswa dan Y adalah hasil belajar. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe TAI, karakter tanggung jawab, hasil belajar
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe The Power of Two dalam Pembelajaran Matematika pada Materi Bangun Ruang di Kelas VIII SMP Danaryanti, Agni; Julianti, Julianti
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan pembelajaran matematika pada pendidikan menengah adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep matematika. Namun saat ini permasalahan yang dihadapi oleh guru adalah siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa adalah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematika siswa, mengetahui hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two, dan  mengetahui hubungan antara kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dengan hasil belajar siswa pada kelompok atas, kelompok tengah dan kelompok bawah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Sungai Tabuk. Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep matematika, hasil belajar serta hubungan antara kemampuan pemahaman dan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two berada pada kualifikasi tinggi, hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two berada pada kualifikasi baik, dan terdapat hubungan yang sangat kuat dan singnifikan  antara kemampuan pemahaman konsep matematika dengan hasil belajar siswa baik secara keseluruhan di kelas maupun pada kelompok atas dan kelompok bawah, sedangkan pada kelompok tengah terdapat hubungan yang kuat dan signifikan.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange (RTE) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis pada Siswa SMP Karim, Karim; Haris Saputera, Nor
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengembangkan kemampuan matematis siswa, guru dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan unsur komunikasi matematis, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe rotating trio exchange (RTE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe RTE, yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, dan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe RTE dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh kelas VIII SMP Negeri 17 Banjarmasin. Pengambilan sampel mengunakan teknik random sampling, sehingga diperoleh kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe RTE maupun yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe RTE lebih baik dibandingkan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional, dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe RTE memberi pengaruh pada kemampuan komunikasi matematis siswa. Kata kunci: rotating trio exchange, komunikasi matematis.
Pengaruh Metode Improve terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Konsep Bangun Ruang di Kelas VIII SMP Hidayah, Ansori; Lisdawati, Sri
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan cabang ilmu eksak yang berperan penting untuk cabang ilmu lain maupun dalam kehidupan sehari-hari. Siswa seringkali merasa kurang memiliki minat yang tinggi bila menjumpai masalah-masalah matematika yang sulit dan bahkan cenderung untuk menghindarinya. Hal ini berdampak pada rendahnya minat siswa untuk mempelajari matematika, kemudian juga berakibat kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Oleh karena itu hendaknya guru dalam melaksanakan pembelajaran dapat memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang dapat membuat siswa tertarik belajar matematika. Salah satu metode tersebut adalah metode IMPROVE (Introducing New Concepts, Metacognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulties, Obtaining mastery, Verification, Enrichment). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan metode IMPROVE dan metode ekspositori dan mengetahui pengaruh metode IMPROVE terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling yang bertujuan untuk mengambil dua kelas sebagai kelas penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian yaitu teknik analisis data deskriptif dan teknik analisis data inferensial. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode IMPROVE berada pada kualifikasi baik sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan metode ekspositori berada pada kualifikasi cukup baik. Terdapat pengaruh metode IMPROVE terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014. kata kunci :             metode IMPROVE, metode ekspositori, kemampuan pemecahan masalah. 
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Handayani, Ngesti
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyak siswa yang tidak mencapai hasil belajar sebagaimana diharapkan, khususnya pada materi Fungsi, meskipun KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan masih di bawah KKM ideal yang diharapkan.Dalam pembelajaran sehari-hari sebagian besar siswa tidak terlibat secara aktif, ada yang tidak bersemangat dan guru masih mendominasi pembelajaran. Masalah di atas dicoba diatasi melalui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) ketercapaian pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together), 2) aktivitas siswa, 3) hasil belajar siswa, dan 4) respon siswa terhadap pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus dengan langkah-langkah: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Akuntansi 1 SMK Negeri 1 Pelaihari Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, pemberian tes, dan penyebaran angket. Data kualitatif yang diperoleh dianalisa dengan teknik deskriptif secara naratif, sedangkan data kualitatif dianalisa dengan teknik persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ketercapaian pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) pada siklus I mencapai 98,25%, pada siklus II dan III masing-masing 100%; (2) aktivitas positif siswa pada siklus I berkisar antara 67,78% sampai 100% dan aktivitas negatif mencapai 5,56%; pada siklus II aktivitas positif siswa berkisar antara 80% sampai 100% tanpa ada aktivitas negatif, dan pada siklus III aktivitas positif siswa berkisar antara 85% sampai 100% juga tanpa aktivitas negatif; (3) hasil belajar siswa pada materi Fungsi di siklus I rata-rata kelasnya 42,07 dan secara klasikal tuntas 23,33%. Pada siklus II rata-rata kelas mencapai 63,33 dan secara klasikal tuntas  56,67%. Sedangkan di siklus III rata-rata kelas 81 dengan ketuntasan klasikal mencapai 86,67%. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan di tiap siklus, baik nilai rata-rata kelas maupun ketuntasan klasikalnya; (4) respon siswa positif terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa aktvitas dan hasil belajar matematika siswa kelas XI Akuntansi 1 SMK Negeri 1 Pelaihari pada materi Fungsi dapat meningkat melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat diterima. Kata Kunci: Aktivitas, Hasil Belajar, Fungsi, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together)
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMK Sukmawati, Ati; Puri Sukadasih, Lilis
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penalaran siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran di Indonesia yang cenderung teacher-centered, sehingga siswa hanya tergantung dengan penjelasan guru dan tidak dapat menghasilkan kegiatan belajar aktif. Salah satu model yang melibatkan keaktifan siswa dalam mengeksplorasi dan menemukan sendiri pengetahuan mereka adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi atau gambaran tentang perbandingan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan populasi seluruh siswa kelas X SMK Negeri 4 Banjarmasin. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling, melalui teknik tersebut terpilih kelas X-Boga 1 sebagai kelas eksperimen yang pembelajaran dilakukan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas X-Boga 2 sebagai kelas kontrol yang pembelajarannya dilakukan secara konvensional. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa SMK. Kata kunci: inkuiri terbimbing, penalaran matematis
Model Penemuan Terbimbing dengan Teknik Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Amalia Sari, Noor; Zulkarnain, Iskandar
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman konsep matematika yang baik sangatlah penting bagi siswa, namun saat ini siswa masih menganggap matematika sebagai pelajaran menghafal rumus tanpa harus tahu konsep sebenarnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa adalah melalui penerapan model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang belajar menggunakan model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping maupun yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, mengetahui perbandingan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang belajar menggunakan model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, dan mengetahui respon siswa terhadap model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi, dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Banjarmasin yang terdiri dari 8 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposivesampling dan random sampling, sehingga diperoleh kelas VII C sebagai kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping dan kelas VIID sebagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes dan kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas eksperimen yang menggunakan model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP. Selain itu, siswa memberikan respon positif terhadap model penemuan terbimbing dengan teknik mind mapping. Kata kunci: model penemuan terbimbing, teknik mind mapping, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep

Page 1 of 3 | Total Record : 24