Articles
Penerapan Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa di SMP
Hidayah, Ansori;
Aulia, Irsanti
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan pembelajaran matematika menurut Permendiknas Nomor 22 (Depdiknas, 2006) salah satunya adalah agar siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah. Sejalan dengan itu menurut NCTM (2000) menyatakan bahwa salah satu standar matematika sekolah adalah pemecahan masalah. Model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) adalah salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian mengenai penerapan model pembelajaran MMP dengan tujuan untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran MMP dan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika setelah menggunakan model pembelajaran MMP. Metode penelitian adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin tahun pelajaran 2014/2015 dan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistika deskriptif yaitu rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model MMP di kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin berada pada kategori baik pada aspek siswa memperhatikan guru membahas PR, memberikan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran; siswa mengamati LKK; siswa antusias dalam kegiatan menanya dan menggali informasi; siswa mendiskusikan jawaban dengan kelompoknya masing-masing; serta siswa membuat rangkuman. Sedangkan untuk aspek siswa menjawab soal yang diberikan guru dan siswa mengerjakan soal latihan secara mandiri berada pada kategori sangat baik. Kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran matematika setelah menggunakan model pembelajaran MMP di kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin berada pada kategori baik untuk langkah memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali. Kata kunci: Model pembelajaran MMP, kemampuan pemecahan masalah.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VIII
Ansori, Hidayah;
Wiwandari, Lusyiana
EDU-MAT Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
: Pengembangan kemampuan berpikir kreatif perlu dilakukan untuk menghadapi kehidupan di era modern dengan segala tuntutannya. Berpikir kreatif adalah proses atau kegiatan mendapatkan ide baru atau menghubungkan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk mendapatkan pemahaman baru. Salah satu cara untuk mendorong kemampuan berpikir kreatif siswa adalah dengan pengajuan dan pemecahan masalah matematika. Menurut Rusman (2012:232) model pembelajaran yang menjadikan permasalahan sebagai starting point adalah model pembelajaran berbasis masalah (PBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A MTs Noor Aini Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan populasi seluruh siswa kelas VIII A MTs Noor Aini Banjarmasin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari di kelas VIII A MTs Noor Aini Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014. Kata kunci : Model pembelajaran berbasis masalah, kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar.
Pengaruh Model Pembelajaran Missori Mathematics Project terhadap Kemampuan Siswa dalam Memecahkan Masalah
Wulandari, Tatik;
Ansori, Hidayah
EDU-MAT Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keinginan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran matematika. Model pembelajaran Missori Mathematics Project (MMP)merupakan suatu program yang didesain untuk membantu guru dalam hal efektivitas penggunaan latihan agar siswa mencapai peningkatan yang luar biasa. Karakteristik model MMP adalah lembar tugas proyek yangsalah satunya dimaksudkan untuk keterampilan dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu, diterapkan model MMP yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah segi empat dengan menggunakan modelMMP dan model langsung, serta mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaranMMP terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah segi empat kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VII. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang dilanjutkan dengan random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggnakan statistik deskriptif dan inferensial yang analisisnya dilakukan dengan software statistik. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan model MMP dan model langsung berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan model MMP tidak berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah segi empat. Kata kunci : model pembelajaran MMP, model pembelajaran langsung, pemecahan masalah
Pengaruh Metode Improve terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Konsep Bangun Ruang di Kelas VIII SMP
Hidayah, Ansori;
Lisdawati, Sri
EDU-MAT Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Matematika merupakan cabang ilmu eksak yang berperan penting untuk cabang ilmu lain maupun dalam kehidupan sehari-hari. Siswa seringkali merasa kurang memiliki minat yang tinggi bila menjumpai masalah-masalah matematika yang sulit dan bahkan cenderung untuk menghindarinya. Hal ini berdampak pada rendahnya minat siswa untuk mempelajari matematika, kemudian juga berakibat kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Oleh karena itu hendaknya guru dalam melaksanakan pembelajaran dapat memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang dapat membuat siswa tertarik belajar matematika. Salah satu metode tersebut adalah metode IMPROVE (Introducing New Concepts, Metacognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulties, Obtaining mastery, Verification, Enrichment). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan metode IMPROVE dan metode ekspositori dan mengetahui pengaruh metode IMPROVE terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling yang bertujuan untuk mengambil dua kelas sebagai kelas penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian yaitu teknik analisis data deskriptif dan teknik analisis data inferensial. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode IMPROVE berada pada kualifikasi baik sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan metode ekspositori berada pada kualifikasi cukup baik. Terdapat pengaruh metode IMPROVE terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014. kata kunci :            metode IMPROVE, metode ekspositori, kemampuan pemecahan masalah.Â
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Kelas VIII SMP
Ansori, Hidayah;
Sari, Eka Maya
EDU-MAT Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu kemampuan yang ingin dicapai pada pembelajaran matematika adalah kemampuan komunikasi matematis. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan guru matematika kelas VIII B di SMP Negeri 29 Banjarmasin terlihat bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah, sehingga di perlukannya suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa yaitu dengan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII B di SMP Negeri 29 Banjarmasin setelah diterapkan model pembelajaran contextual teaching and learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Satu siklus terdiri dari 3 kali kegiatan belajar mengajar dan 1 kali evaluasi akhir pada tiap siklusnya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa meningkat dari rata-rata siklus 1 ke siklus 2, ini berarti model pembelajaran contextual teaching and learning dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis.Â
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL DI KELAS VII SMP NEGERI ALALAK TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Ansori, Hidayah;
Sutresna, W. Banu Oka
EDU-MAT Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Siswa dalam pembelajaran matematika masih berpusat pada hasil, soal-soal yang disajikan mengenai ingatan atau hapalan, siswa tidak dituntut untuk mene-mukan jawaban atau cara berbeda yang lain dalam menyelesaikan masalah. Kuriku-lum 2013 revisi 2017 menuntut kemampuan tingkat tinggi dengan istilah HOTS sehingga kemampuan berpikir kreatif sangat diperlukan dalam proses pembelajaran matematika. Cara berpikir yang berbeda berdasarkan jenis kelamin kemungkinan kemampuan berpikir kreatifnya juga terdapat perbedaan. Oleh karena itu, dilaksa-nakan penelitian kemampauan berpikir kreatif berdasarkan jenis kelamin pada kon-sep aritmatika sosial di kelas VII SMP Negeri Kecamatan Alalak tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh deskripsi kemampuan berpikir kreatif siswa laki-laki pada konsep aritmatika sosial di kelas VII SMP Negeri Alalak tahun pelajaran 2016/2017 (2) memperoleh deskripsi kemampuan berpikir kreatif siswa perempuan pada materi aritmatika sosial di kelas VII SMP Negeri Alalak tahun pelajaran 2016/2017 (3) mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara siswa laki-laki dan siswa perempuan pada konsep aritmatika sosial di kelas VII SMP Negeri Alalak tahun pelajaran 2016/2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri Alalak. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan tek-nik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata, persentase, dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan berpikir kreatif siswa laki-laki termasuk dalam kategori sangat kurang. Indikator kelancaran, keaslian dan keluwesan dikategorikan sangat kurang, indikator terperinci dikategorikan kurang, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa perempuan termasuk dalam kategori sangat kurang. Indikator kelancaran, keaslian dan keluwesan dikategorikan sangat kurang, indikator terperinci dikategorikan ku-rang, (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara skor kemampuan berpikir kreatif siswa laki-laki dengan skor kemampuan berpikir kreatif perempuan.Kata kunci: berpikir kreatif, jenis kelamin, aritmatika sosial
Pengaruh Model Quantum Teaching Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama
Ansori, Hidayah;
Amalia, Rezqy
EDU-MAT Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan hasil diskusi dengan guru matematika kelas VII SMP Anggrek Banjarmasin serta hasil pengamatan yang dilakukan pada saat Praktik Pengalaman Lapangan, diperoleh informasi bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah matematika. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan model pembelajaran quantum teaching dalam pembelajaran matematika yang diharapkan dapat mengatasi masalah yang diperoleh dari hasil diskusi dengan guru mata pelajaran matematika kelas VII SMP Anggrek Banjarmasin dan hasil pengamatan saat mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran Quantum Teaching dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah âQuasy Experimental Designâ. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive random sampling yang bertujuan untuk mengambil dua kelas dari empat kelas. Setelah dilakukan uji beda terhadap hasil UTS matematika kelas VII, dua kelas yang dipilih adalah kelas VII A dan VII B. Penentuan kelas eksperimen dan kontrol dilakukan secara acak, terpilih kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII A sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran Quantum Teaching memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis, (2) pembelajarn konvensional memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis, (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan pembelajaran Quantum Teaching dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS PADA MATERI APLIKASI TURUNAN FUNGSI KELAS XI MIPA SMAN 5 BANJARMASIN
Rasmita, Rasmita;
Ansori, Hidayah;
Suryaningsih, Yuni
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/edumat.v8i2.9854
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada Materi aplikasi turunan dengan menggunakan model pembelajaran CORE, (2) hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada Materi aplikasi turunan dengan menggunakan model pembelajaran langsung, dan (3) pengaruh model pembelajaran CORE terhadap hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi aplikasi turunan fungsi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan populasinya adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 5 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, sehingga diambil dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Adapun teknik yang digunakan untuk pengumpulan data berupa dokumentasi dan tes. Teknik analisisnya menggunakan statistika deskriptif maupun inferensial. Hasil penelitian menujukkan bahwa (1) hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi aplikasi turunan fungsi kelas XI MIPA SMAN 5 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018 dengan menerapkan model pembelajaran CORE termasuk kriteria baik, (2) hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi aplikasi turunan fungsi kelas XI MIPA SMAN 5 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018 dengan menerapkan model pembelajaran langsung termasuk kriteria kurang, dan (3) model pembelajaran CORE berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi aplikasi turunan fungsi kelas XI MIPA SMAN 5 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018. Kata kunci: model pembelajaran CORE, hasil belajar, HOTS Abstract: This study aimed to determine (1) student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material using the CORE learning model, (2) student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material using direct learning models, and (3) the effect of CORE learning model towards student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material. This study used a quasi-experimental method with the population of all students in eleventh grade of MIPA SMAN 5 Banjarmasin. The sampling technique was purposive sampling, so that two classes were taken as the experimental class and the control class. The techniques used for data collection were documentation and tests. The analysis technique uses descriptive and inferential statistics. The results of the study show that (1) student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material of eleventh grade MIPA SMAN 5 Banjarmasin in the academic year 2017/2018 by applying the CORE learning model including good criteria, (2) student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material from eleventh grade MIPA SMAN 5 Banjarmasin academic year 2017/2018 by applying the direct learning model including deficient criteria, and (3) the CORE learning model has an effect on student learning outcomes in solving HOTS questions on the derivative function application material from eleventh grade MIPA SMAN 5 Banjarmasin academic year 2017/2018. Keywords: CORE learning model, learning outcomes, HOTS
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS MASALAH HOTS PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS
Afrianti, Vivi;
Ansori, Hidayah;
Suryaningsih, Yuni
JURMADIKTA Vol 4 No 2 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i2.2145
Pembelajaran di Era abad 21 menuntut peserta didik Indonesia untuk memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi. Peserta didik diharapkan ikut serta dengan aktif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, berdasarkan hasil observasi masih didapati adanya peserta didik yang kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung disebabkan karena peserta didik masih terkendala dalam memahami konsep materi matematika. LKPD berbasis masalah HOTS merupakan salah satu media yang dapat membantu peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan melatih berpikir tingkat tinggi mereka. Penelitian pengembangan ini memiliki dua tujuan yang meliputi: (i) mendeskripsikan proses pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis masalah HOTS pada materi teorema pythagoras yang valid dan praktis; dan (ii) menghasilkan lembar kerja peserta didik berbasis masalah HOTS pada materi teorema pythagoras yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D yang terdiri atas 4 tahapan yang mencakup tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Namun, pada tahap develop dilakukan uji validitas dan uji coba produk terbatas untuk menguji produk yang dikembangkan dengan uji kepraktisan. Melalui uji validitas diperoleh rata-rata penilaian dari dua validator adalah sebesar 3,44 dengan kriteria sangat valid, sedangkan pada uji kepraktisan diperoleh rata-rata total kepraktisan dari peserta didik adalah sebesar 3,34 dengan kriteria sangat praktis. Dengan demikian, LKPD berbasis masalah HOTS yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS HOTS MATERI PERSAMAAN LINEAR UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP
Maisarah, Siti;
Ansori, Hidayah;
Budiarti, Indah
JURMADIKTA Vol 3 No 3 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i3.2172
Pendidikan di Indonesia sejak lama telah mengutamakan adanya pembelajaran yang mengedepankan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau yang dikenal sebagai HOTS (Higher Order Thinking Skills). Namun nyatanya, masih terdapat beberapa peserta didik yang kesulitan dalam hal menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta apabila diberikan masalah kontekstual atas berbasis HOTS khususnya pada pembelajaran matematika. Dengan demikian, menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid sehingga layak digunakan untuk melatih kemampuan peserta didik dalam mengatasi masalah berbasis HOTS adalah tujuan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang mencakup empat tahapan yakni pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (dissemination). Namun, penelitian pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahapan pengembangan yakni mengembangkan LKPD berbasis HOTS dan menguji kevalidannya. Penelitian ini menggunakan lembar instrumen kevalidan sebagai teknik pengumpulan data. Produk dikatakan valid jika berada pada tingkat kevalidan cukup valid atau sangat valid yang mana validasi dilakukan oleh dua orang validator ahli. Berdasarkan lembar validasi yang diisi oleh validator ahli diperoleh hasil uji kevalidan dengan rata-rata sebesar 80,36% dengan tingkat kevalidan LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria cukup valid.