cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Materi Anuitas dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD pada Kelas XI Akutansi 1 SMK Negeri 1 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Rukiyanto Rukiyanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i1.625

Abstract

Rendahnya kemampuan  siswa kelas  XI Akutansi 1 SMK Negeri  Pelaihari pada materi Anuitas terutama disebabkan model pembelajaran yang terpusat pada guru, sehingga siswa tidak terlibat secara aktif. Untuk mengatasi masalah itu diperlukan suatu model pembelajaran yang memungkinkan siswa terlibat secara aktif. Salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  peningkatan hasil belajar  siswa kelas XI Akutansi 1 dan untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam mempelajari materi Anuitas melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD di SMK Negeri 1 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.  Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakkan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Akutansi 1 SMK Negeri 1 Pelaihari. Faktor yang diteliti adalah aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar.  Data tentang aktivitas guru dikumpulkan melalui lembar observasi dianalisis dengan mengunakan skala ordinal sedangkan  data tentang aktivitas siswa dan hasil belajar dengan  teknik persentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran kooperatif  tipe STAD  dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Akutansi 1 SMKN 1 Pelaihari pada materi anuitas ditandai dengan adanya peningkatan pencapaian rata-rata nilai ketuntasan siswa secara klasikal dari 54,63% pada siklus I menjadi 85,52% pada siklus II, dan (2) aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran kooperatif tipe STAD mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 2,89 atau dengan kategori baik pada siklus I  menjadi nilai  rata-rata 3,59 atau dengan kategori sangat baik  pada siklus II. Demikian juga aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran meningkat dari 74,73% atau  dengan kategori baik pada siklus I   menjadi 94,89% atau dengan kategori sangat baik pada siklus II Kata Kunci : Pemebelajaran Kooperatif, STAD, Hasil Belajar Siswa
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pemahaman Konsep Matematis Siswa Melalui Pemahaman Konsep Matematis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share di Kelas VIII SMP Erina Sri Wahyuningtyas
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i1.2286

Abstract

Salah satu tujuan mata pelajaran matematika adalah agar siswa mempunyai kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.  Rendahnya hasil belajar siswa kelas VIIIE salah satunya dipengaruhi oleh pemahaman konsep siswa, karena pemahaman konsep merupakan aspek yang penting dalam hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa dan mengetahui aktivitas siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel melalui model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share di kelas VIIIE SMP Negeri 19 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2015-2016.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIE SMP Negeri 19 Banjarmasin tahun pelajaran 2015-2016 yang berjumlah 36 orang. Objek penelitian ini adalah pemahaman konsep matematis siswa per indikator pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik tes dan observasi. Datayang diperoleh dianalisis menggunakan teknik persentase dan rata-rata.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman konsep matematis siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel melalui model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share di kelas VIIIE SMP Negeri 19 Banjarmasin tahun pelajaran 2015-2016 meningkat, dan (2) aktivitas belajar siswa selama siklus I dan siklus II untuk berdiskusi dengan kelompok dan memberikan tanggapan termasuk dalam kriteria tinggi, maju ke depan kelas menyampaikan hasil diskusi kelompok atau menjawab soal termasuk dalam kriteria rendah, mengajukan pertanyaan dan membuat kesimpulan termasuk dalam kriteria sangat rendah.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII-F SMPN 14 Banjarmasin Melalui Model Pembelajaran Means End Analysis (MEA) Chairil Faif Pasani; Yuda Rama Al Fajar
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i2.2576

Abstract

Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang menyatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu dari lima tujuan utama pada pembelajaran matematika. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan upaya meningkatkan mutu proses pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru matematika kelas VIII di SMPN 14 Banjarmasin bahwa siswa sangat jarang disajikan soal berbentuk masalah. Sehingga kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kurang terlatih dan perlu ditingkatkan.  Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa salah satunya menggunakan model pembelajaran Means End Analysis (MEA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa, hambatan-hambatan, serta peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada penerapan model pembelajaran Means End Analysis (MEA). Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berkolaborasi dengan Bapak Muhammad Azhari, M.Pd. selaku guru mata pelajaran matematika kelas VIII di SMPN 14 Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-F yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas siswa pada siklus I berada pada kualifikasi cukup baik dan pada siklus II berada pada kualifikasi sangat baik. (2) Hambatan-hambatan pada penerapan model pembelajaran MEA adalah (a) sulitnya memberikan bimbingan secara merata kepada setiap kelompok siswa, (b) siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan masalah sehingga menyebabkan alokasi waktu pembelajaran kurang efisien; (c) tidak mudah menyajikan masalah yang relevan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa. (3) Terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada penerapan model pembelajaran Means End Analysis (MEA).
ANALISIS KESALAHAN PENERJEMAHAN TEKS BAHASA INGGRIS-BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA SEMESTER VI TAHUN 2016/2017 Elli Kusumawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v5i1.3826

Abstract

Penerjemahan merupakan proses pengalihan pesan penulisan bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Kesalahan penerjemahan teks bahasa inggris seringkali dijumpai dalam hasil terjemahan mahasiswa Pendidikan matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dalam kurikulum Pendidikan Matematika FKIP ULM terdapat dua mata kuliah yang mendukung atau memberi bekal untuk mahasiswa dalam berbahasa inggris. Pada mata kuliah ini mahasiswa belajar kosakata matematika dan pembelajaran, membuat rencana pembelajaran matematika SMP dalam bahasa inggris dan menerapkannya dalam simulasi pembelajaran di kelas. Selain itu mahasiswa juga menerjemahkan teks berbahasa Inggris berupa buku teks matematika maupun artikel pembelajaran matematika. Mengingat pentingnya kemampuan mahasiswa dalam menerjemahkan teks artikel berbahasa inggris maka perlu penelitian untuk mengetahui analisa kesalahan penerjemahan sehingga dapat mengetahui kemampuan menerjemahkan teks pada mahasiswa.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menjelaskan analisis kesalahan penerjemahan teks bahasa inggris yang dilakukan oleh mahasiswa.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa matematika yang mengikuti mata kuliah bahasa inggris matematika tahun ajaran 2016/2017 kelas B yang berjumlah 41 orang. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan sampel total. Artikel ini menggambarkan kesalahan siswa dalam menerjemahkan kosakata matematika dan pembelajaran pada artikel berbahasa Inggris.Kata Kunci: analisis, kesalahan, terrjemahan
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEER TUTOR PADA MATERI KOMPOSISI FUNGSI KELAS X IIS 1 MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Siti Masliani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5131

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) peningkatan aktivitas guru, (2) peningkatan aktivitas siswa, (3) peningkatan hasil belajar siswa dan (4) respon siswa terhadap pembelajaran setelah mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran peer tutor. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 3 siklus pembelajaran. Masing-masing siklus terdiri dari fase perencanaan, pelaksanaan, observasi (pengamatan) dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IIS 1 dengan jumlah siswa sebanyak 38 orang. Data dikumpulkan melalui teknik tes dan nontes. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran peer tutor pada proses pembelajaran komposisi fungsi dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar serta siswa memberikan respon yang positif terhadap penerapan strategi peer tutor yang diterapkan. Kata Kunci: Strategi, pembelajaran, peer tutor, aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar siswa, komposisi fungsi
Pengaruh Metode Improve terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Konsep Bangun Ruang di Kelas VIII SMP Ansori Hidayah; Sri Lisdawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i2.623

Abstract

Matematika merupakan cabang ilmu eksak yang berperan penting untuk cabang ilmu lain maupun dalam kehidupan sehari-hari. Siswa seringkali merasa kurang memiliki minat yang tinggi bila menjumpai masalah-masalah matematika yang sulit dan bahkan cenderung untuk menghindarinya. Hal ini berdampak pada rendahnya minat siswa untuk mempelajari matematika, kemudian juga berakibat kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Oleh karena itu hendaknya guru dalam melaksanakan pembelajaran dapat memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang dapat membuat siswa tertarik belajar matematika. Salah satu metode tersebut adalah metode IMPROVE (Introducing New Concepts, Metacognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulties, Obtaining mastery, Verification, Enrichment). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan metode IMPROVE dan metode ekspositori dan mengetahui pengaruh metode IMPROVE terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling yang bertujuan untuk mengambil dua kelas sebagai kelas penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian yaitu teknik analisis data deskriptif dan teknik analisis data inferensial. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode IMPROVE berada pada kualifikasi baik sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan metode ekspositori berada pada kualifikasi cukup baik. Terdapat pengaruh metode IMPROVE terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 21 Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014. kata kunci :             metode IMPROVE, metode ekspositori, kemampuan pemecahan masalah. 
Analisis Soal Ujian Nasional Matematika SMA Tahun Ajaran 2017/2018 Ditinjau dari Aspek Berpikir Tingkat Tinggi Uswatun Hasanah; Agni Danaryanti; Yuni Suryaningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i1.6350

Abstract

Abstrak: Ujian nasional merupakan salah satu evaluasi hasil belajar peserta didik. Salah satu tujuan ujian nasional yaitu pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Pada tahun 2017/2018 terjadi penurunan hasil ujian nasional salah satunya mata pelajaran matematika. Penurunan tersebut disebabkan adanya soal berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Oleh karena itu, tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan komposisi soal berpikir tingkat tinggi pada ujian nasional matematika tahun pelajaran 2017/2018 jurusan IPA dan jurusan IPS serta mendekripsikan soal yang memenuhi aspek telaah HOTS menurut WIdana. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan berdasarkan aspek telaah HOTS menurut Widana. Aspek telaah HOTS terdiri dari stimulus menarik, stimulus kontekstual, level kognitif HOTS dan jawaban tersirat pada stimulus. Sampel pada penelitian diambil masing-masing 3 paket pada jurusan IPA dan IPS. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh banyaknya soal yang termasuk berpikir tingkat tinggi pada ujian nasional matematika tahun pelajaran 2017/2018 jurusan IPA sebanyak 16 soal (13,33%) dari 120 soal, sedangkan jurusan IPS sebanyak 13 soal (10,83%) dari 120 soal. Aspek telaah menurut Widana yang sering terjadi adalah stimulus menarik yaitu soal yang berben­tuk cerita, stimulus kontekstual yaitu soal yang disajikan berbentuk teks sesuai dunia nyata, level kognitif yaitu melalui proses berpikir menelaah dan menerapkan informasi serta jawaban tersirat yang mana memerlukan pemahaman informasi. Kata kunci: Berpikir tingkat tinggi, ujian nasional, aspek telaah HOTS Abstract: National exam is one of the student learning outcomes evaluations. One of the natioal exam goals is mapping the program quality and/or educational units. In 2017/2018, there was a decline in outcomes of the national exam, one of them was mathematics. The decline was caused by the existence of high-level thinking pro-blems or Higher Order Thinking Skills (HOTS). Therefore, the purpose of this study is to describe the composition of high-level thingking questions in 2017/2018 academic year national exam in science and social majors, and to describe the questions that comply the aspects of HOTS analysis according to Widana. The method of this research is descriptive based on the aspects of HOTS analysis according to Widana. The aspects of HOTS analysis are interesting stimulus, contextual stimulus, HOTS cognitive level, and implicit answer on stimulus. The samples in the research were three packages of mathematical questions for each in science and social majors. Data were analyzed by using percentage. Based on the result of this study, it was obtained the number of questions that included high-level thinking on the national exam in 2017/2018 academic year, those were 16 out of 120 questions (13,33%) in science major and 13 out of 120 questions (10,83%) in social major. The aspects of analysis according to Widana that often occur were interesting stimulus that is word problem, contextual stimulus that is a question presented in the form of text accord­ing to real world, cognitive level that is through the thought process in analysing and applying information and implicit answer which require understanding information. Keywords: Higher Order thinking Skill (HOTS), national exam, aspect of HOTS analysis
Keterampilan Bertanya Siswa SMP Melalui Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Team Quiz pada Materi Segi Empat Muhammad Royani; Bukhari Muslim
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i1.586

Abstract

Pengetahuan yang dimiliki seseorang itu selalu diawali dengan bertanya. Bagi guru bertanya dipandang sebagai kegiatan untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa. Bagi siswa bertanya merupakan bagian penting dalam inquiri, yaitu menggali informasi, menginformasikan apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan pada aspek yang belum diketahuinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  keterampilan bertanya siswa dan hasil belajar melalui strategi pembelajaran aktif tipe Team Quiz. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Anjir Pasar yang berjumlah 19 orang, yang terdiri 7 orang siswa laki-laki dan 12 orang siswa perempuan. Objek penelitian adalah keterampilan bertanya siswa dan hasil belajar. Teknik penggumpulan data dengan menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data dengan menggunakan  rumus persentase, rata-rata dan modus. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Team Quiz keterampilan bertanya siswa berada pada kualifikasi “sangat terampil” dan hasil belajar termasuk dalam kualifikasi “baik”. Kata kunci : Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Team Quiz, keterampilan bertanya, materi segi empat.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Ngesti Handayani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i2.618

Abstract

Masih banyak siswa yang tidak mencapai hasil belajar sebagaimana diharapkan, khususnya pada materi Fungsi, meskipun KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan masih di bawah KKM ideal yang diharapkan.Dalam pembelajaran sehari-hari sebagian besar siswa tidak terlibat secara aktif, ada yang tidak bersemangat dan guru masih mendominasi pembelajaran. Masalah di atas dicoba diatasi melalui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) ketercapaian pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together), 2) aktivitas siswa, 3) hasil belajar siswa, dan 4) respon siswa terhadap pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus dengan langkah-langkah: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Akuntansi 1 SMK Negeri 1 Pelaihari Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, pemberian tes, dan penyebaran angket. Data kualitatif yang diperoleh dianalisa dengan teknik deskriptif secara naratif, sedangkan data kualitatif dianalisa dengan teknik persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ketercapaian pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) pada siklus I mencapai 98,25%, pada siklus II dan III masing-masing 100%; (2) aktivitas positif siswa pada siklus I berkisar antara 67,78% sampai 100% dan aktivitas negatif mencapai 5,56%; pada siklus II aktivitas positif siswa berkisar antara 80% sampai 100% tanpa ada aktivitas negatif, dan pada siklus III aktivitas positif siswa berkisar antara 85% sampai 100% juga tanpa aktivitas negatif; (3) hasil belajar siswa pada materi Fungsi di siklus I rata-rata kelasnya 42,07 dan secara klasikal tuntas 23,33%. Pada siklus II rata-rata kelas mencapai 63,33 dan secara klasikal tuntas  56,67%. Sedangkan di siklus III rata-rata kelas 81 dengan ketuntasan klasikal mencapai 86,67%. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan di tiap siklus, baik nilai rata-rata kelas maupun ketuntasan klasikalnya; (4) respon siswa positif terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa aktvitas dan hasil belajar matematika siswa kelas XI Akuntansi 1 SMK Negeri 1 Pelaihari pada materi Fungsi dapat meningkat melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat diterima. Kata Kunci: Aktivitas, Hasil Belajar, Fungsi, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together)
Penerapan Strategi Relating Experiencing Applying Cooperating Transffering (REACT) dalam Pembelajaran Geometri di Kelas X SMA Aisjah Juliani Noor; Raisah Raisah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i2.647

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting di sekolah, di setiap jenjang pendidikan. Penekanan pembelajaran matematika ini pada proses dengan tidak melupakan hasil. Dalam pelaksanaan pembelajaran matematika sering berpusat pada guru, sehingga siswa merasa pembelajaran matematika terasa membosankan, waktu berjalan lambat dan kurang bersemangat. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu diterapkan strategi pembelajaran yang sesuai, salah satunya strategi REACT. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pada materi geometri di kelas X SMA Negeri 1 Jorong yang bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar siswa dengan strategi REACT dan model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa menggunakan strategi REACT dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh kelas X SMA Negeri 1 Jorong. Pengambilan sampel mengunakan teknik purposive random sampling, yaitu bertujuan mengambil 2 kelas secara acak yang tidak mempunyai perbedaan yang signifikan, yaitu kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan rata-rata, persentase, uji pendahuluan dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan strategi REACT berada pada kualifikasi baik dan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional juga berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa menggunakan strategi REACT dengan siswa menggunakan model pembelajaran konvensional. Kata kunci : strategi REACT, model pembelajaran konvensional, hasil belajar.