cover
Contact Name
Muhammad Afief Ma'ruf
Contact Email
afief84@gmail.com
Phone
+6281803821373
Journal Mail Official
infoteknik.ftunlam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, Jl. Ahmad Yani Km. 35 Banjarbaru Kalimantan Selatan Telp. (0511)-4773868 Fax. (0511)-4773868
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Info-Teknik
ISSN : 08532508     EISSN : 24599964     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Engineering,
Jurnal Info – Teknik menerbitkan artikel – artikel karya orisinil dan signifikan pada Bidang Rekayasa Teknik.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011" : 10 Documents clear
PERBANDINGAN PENGGUNAAN DEKING BAJA DAN METODE KONVENSIONAL UNTUK PLAT LANTAI DIPERHITUNGKAN TERHADAP BIAYA, WAKTU DAN METODE PELAKSANAAN Candra Yuliana
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1802

Abstract

Salah satu jenis bahan konstruksi yang mulai dilirik oleh para penyedia jasa konstruksi adalah penggunaan sistem deking dalam pembuatan pelat lantai atau yang lebih dikenal dengan pelat lantai baja komposit. Smartdek merupakan salah satu jenis deking lantai yang digunakan dalam pembuatan pelat lantai. Smartdek dapat berfungsi sebagai bekisting dan pengganti tulangan bawah (tulangan positif). Meskipun demikian, masih belum banyak penyedia jasa konstruksi yang menggunakan sistem deking ini dalam pembuatan pelat lantai hal ini dikarenakan sebagian besar penyedia jasa konstruksi masih terpaku pada penggunaan metode konvensional. Sehingga diperlukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan smartdek pada pelat lantai, jika dibandingkan dengan penggunaan metode konvensional, ditinjau dari segi biaya, waktu dan metode pelaksanaan. Berdasarkan data RKS, laporan harian, dan gambar pekerjaan pelat lantai, dan perhitungan terhadap volume, produktivitas serta biaya pekerjaan maka dapat diketahui selisih waktu serta biaya pelaksanaan. Penggunaan smartdek dapat menghemat biaya pekerjaan pelat lantai, dan  mempercepat waktu pelaksanaan yang disebabkan oleh meningkatnya produktifitas pekerjaan pelat lantai serta mempermudah metode pelaksanaan di lapangan, hal ini dikarenakan dimensi material smartdek telah dipesan sesuai keperluan di lapangan sehingga proses pelaksanaan pekerjaan pelat lantai lebih praktis. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan smartdek pada pelat lantai lebih efisien jika dibandingkan dengan penggunaan metode konvensional baik dari segi biaya, waktu dan metode pelaksanaan.
T-PIKON-H SEBAGAI TEKNOLOGI ALTERNATIF UNTUK PERBAIKAN SANITASI DI DAERAH SPESIFIK RAWA Rijali Noor
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1808

Abstract

Daerah spesifik adalah daerah dimana kondisi geografis/iklim sedemikian rupa sehingga sistem pelayanan sanitasi baik konvensional/non konvensional sulit untuk diterapkan. T-Pikon-H sebagai septic-tank individual dipilih sebagai opsi sanitasi yang cocok diterapkan di daerah spesifik rawa air tawar.Tujuan penelitian: (1) Mengetahui kondisi air, sanitasi, dan kesehatan penduduk Desa Penggalaman; (2) Mengetahui kualitas air rawa tawar di Desa Penggalaman; (3) Bagaimana penerapan T-Pikon-H secara fungsional sebagai septic-tank individual; (4) Mengetahui keefektifan penggunaan kakus T-Pikon-H sebagai septic-tank yang diterapkan di daerah spesifik rawa air tawar Desa Penggalaman di tinjau dari parameter pH, BOD, COD dan colitinja. Penelitian ini bersifat eksperimen skala laboratorium kapasitas 27 liter yang uji cobanya diterapkan di salah satu rumah penduduk di daerah perairan rawa Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kab.Banjar. Pengambilan sampel influent dan effluent dilakukan setelah melewati waktu tinggal 3 hari pada alat hingga 4-5 kali perulangan. Selain itu, penelitian ini didukung dengan data kuesioner untuk mengetahui kondisi air, sanitasi dan kesehatan penduduk Desa Penggalaman pada RT 01,02 dan 03 serta diperkuat adanya uji kualitas air rawa dengan parameter pH, BOD,COD dan colitinja. Hasil penelitian menunjukkan, Desa Penggalaman untuk kondisi air penduduk memperoleh air bersih dari irigasi, pedagang, sungai dan air hujan berturut-turut: 51%, 27%, 9%, 13%. Untuk kondisi sanitasi, jenis kakus yang digunakan 16% kloset siram/leher angsa dan 84% jamban cemplung. Kondisi kesehatan, hampir 73% responden menjawab tidak ada penyakit yang menyerang penduduk Desa, hanya 18% menjawab penyakit kulit, 7% demam biasa, dan 2% diare. Uji kualitas air rawa Desa Penggalaman, dengan pengambilan sampel hulu, tengah, hilir. Nilai pH berturut-turut adalah 5. Nilai BOD berturut-turut 1,44 mg/l; 0,8 mg/l; 0,8 mg/l. Nilai COD berturut-turut 62,18 mg/l; 69,18 mg/l; 64,48 mg/l. Nilai colitinja yang di ukur hanya bagian tengah bernilai 33.000 MPN/100ml. Sesuai PerGub Kal-Sel No.5 Tahun 2007, untuk pH, COD dan colitinja kondisi perairan mengalami penurunan kualitas air. Secara fungsional, dari segi pemasangan, alat T-Pikon-H dapat dipasang di daerah rawa dengan memperhatikan kondisi ketinggian muka air rawa. Dari segi pemakaiannya, tidak ditemukan keluhan berupa bau-bau yang masuk ke dalam rumah.Uji keefektifan T-Pikon-H, diperoleh data untuk pH dari 5 kali pengambilan sampel berturutturut terjadi kenaikan pH yang nilainya 6, 6, 7, 8, 8. Pada data BOD, pengambilan sampel ke-1 influent 5,12 mg/l effluent 11,8 mg/l; sampel ke-2 influent 7,2 mg/l effluent 12,8 mg/l; sampel ke-3 influent 13,6 mg/l effluent 2,56 mg/l; sampel ke-4 influent 3,84 mg/l effluent 1,6 mg/l dan sampel ke-5 influent 2,4 mg/l effluent 4,4 mg/l. Pada data COD, pengambilan sampel ke-1 influent 73,69 mg/l effluent 69,08 mg/l; pengambilan sampel ke-2 influent 76,76 mg/l effluent 82,9 mg/l; pengambilan sampel ke-3 influent 84,44 mg/l effluent 46,06 mg/l; pengambilan sampel ke-4 influent 79,83 mg/l effluent 92,11 mg/l dan pengambilan sampel ke-5 influent 95,95 mg/l effluent 76,76 mg/l. Pada data colitinja, dari 4 kali pengambilan sampel hanya pada pengambilan sampel pertama yang mengalami penurunan jumlah colitinja sampel ke-1 influent > 1.600.000 MPN/100ml effluent 210.000 MPN/100ml. 3 sampel lainnya tidak mengalami penurunan jumlah colitinja. Sehingga keefektifan alat ditinjau dari parameter pH, BOD, COD dan colitinja alat T-Pikon-H belum cukup efektif dalam penurunan parameter tersebut.
STUDI EKSPERIMENTASI PERBANDINGAN KARAKTERISTIK CAMPURAN TANAH BERPASIR DAN KAOLIN DENGAN CARA DYNAMIC DAN STATIK COMPACTION Gawit Hidayat
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1803

Abstract

One of the many factors that affect the compaction is the way of its compaction, the common ways which used in laboratory are Standard and Modified Proctor. The aim of this research are to use the comparison of characteristic value of soil mixtures of Padalarang Sandy Soil and Nagrek Kaolinite in the static and dynamic compaction and find a relationship among CBR with Static and Dynamic Cone Penetrometer.This research shows that at the same condition of dry density and optimum water content the compacted soil with static way get static force 8 ton and 11 ton to close standard and modified proctor results, and also to have the characteristic values less bigger than dynamic one about 3.75% to 46.68%. This item can be shown by permeability tests and the characteristics by california bearing ratio, static and dynamic cone penetrometer. Besides the water content, the percentage of Padalarang Sandy Soil and Nagrek Kaolinite’s mixture very affect the mechanic properties such as increasing of soil against the mixture with Nagrek Kaolinite will tend decreasing  the CBR and qc  value  and   increasing N DCP value. The trend of regresion curve resulted by static and dynamic compaction is similar. The approach equations which often used are non linear equations therefore the results are in a good enough and satisfied regresion coefficient about 0.8 to 1.Based on the result of tests also show that the soil mixtures of Padalarang Sandy Soil and Nagrek Kaolinite is not stable against soaked process where can be seen with the tedency of the characteristic value can not be measured in the soaked condition.
UJI LENTUR KOMPOSIT POLYESTER - SERAT PURUN TIKUS ( ELEOCHARIS DULCIS ) Akhmad Syarief
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1801

Abstract

Material komposit khususnya komposit berbahan polimer saat ini menjadi material alternatif pengganti material logam dan sangat banyak diaplikasikan dalam dunia industri karena sifatnya yang tahan korosi dan massa jenis yang kecil dengan kekuatan yang dapat dijadikan sebagai bahan alternatif selain material logam. Dalam perkembangan penelitiannya serat alam (natural fibre) mulai dimanfaatkan untuk penguat pada komposit sebagai pengganti fiber sintetis seperti glass fiber. Hal ini dilakukan mengingat sifatnya yang ramah lingkungan dan banyak tersedia di alam, serta pemanfaatannya yang selama ini masih belum dioptimalkan. Masalah utama yang dihadapi dalam penggunaan serat alam sebagai penguat komposit polimer adalah sifatnya yang hydrophilic atau cenderung menyerap air, sedangkan polimer bersifat hydrophobic atau cenderung menolak air. Sehingga ikatan antara serat alam dan matrik polimer menjadi lemah, dan berdampak pada kekuatan yang lemah, hal ini yang menjadi alasan perlunya perlakuan pada serat sehingga memperbaiki ikatan antara serat dan matrik. Perlakuan khusus yang dapat dilakukan adalah perlakuan fisik, maupun kimia. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan komposit Polimer (Unsaturated Polyester) dengan menggunakan serat alam yaitu serat Purun Tikus (Eleocharis Dulcis). Tujuannya adalah melihat pengaruh waktu perlakuanKmnO4 sebesar 2% pada serat terhadap sifat mekanik komposit yang dihasilkan. Dimana variasi waktu yang digunakan adalah 5,10,15,30, 45 dan 60 menit. Kemudian dianyam dengan bentuk anyaman plain, satin dan mock leno sebanyak 3 layer. Selanjutnya dibuat spesimen uji lentur untuk mengetahui sifat mekaniknya. Hasil pengujian lentur menunjukkan bahwa lama waktu proses perlakuan KmnO4 mempengaruhi sifat mekanik komposit. Kekuatan lentur maksimum pada perlakuan KmnO4 selama 15 menit, yaitu kekuatan lentur sebesar 69,13 Mpa (plain) dan Modulus Elastisitas sebesar 45,17 Mpa (plain).
STUDI PERBANDINGAN BIAYA PERKERASAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR METODE ANNUAL WORTH Retna Hapsari Kartadipura
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1807

Abstract

Kerusakan jalan sering terjadi karena kondisi tanah yang kurang mendukung dan arus lalu lintas yang cukup padat. Pada proyek penelitian ini, bila dilihat pada kondisi awal jalan yang merupakan jalan lapis permukaan HRS-Wc sudah mulai rusak/kasar dan  dibeberapa tempat terlihat permukaan yang bergelombang atau berlubang. Perkerasan kaku diambil berdasarkan kondisi lingkungan sekitarnya dan umur rencana yang relatif panjang. Walaupun bila dilihat dari segi biaya awal, perkerasan ini mempunyai biaya awal yang relatif tinggi bila dibandingkan perkerasan lentur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis biaya menggunakan analisa deret seragam/ annual worth adalah semua aliran kas yang terjadi selama horizon perencanaan dikonversikan kedalam deret seragam dengan tingkat bunga sebesar MAAR. Hasil yang didapat adalah perkerasan Kaku lebih ekonomis bila dibandingkan dengan Perkerasan Lentur. Pada perkerasan kaku didapatkan biaya sebesar Rp. 142.232/ m2, sedangkan pada perkerasan lentur didapat biaya yang lebih kecil yaitu Rp.184.471,-/ m2. Perkerasan kaku lebih ekonomis karena mempunyai ongkos yang lebih kecil.
EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM PROSES PEMBANGUNAN INDUSTRI KONSTRUKSI Yuslan Irianie
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1809

Abstract

Manajemen Konstruksi merupakan alternatif pola/sistem teknik pengelolaan dalam proses pembangunan industri konstruksi yang memadukan tahap-tahap proses pembangunan menjadi satu kesatuan/keterpaduan. Efektifitas penerapan sistem manajemen konstruksi dalam proses pembangunan dapat mengoptimalisasikan pengelolaan dan pengendalian baik ditinjau dari aspek biaya, waktu maupun kualitas dalam mencapai tujuan/target yang telah ditentukan. Penulisan ini mencoba mengkaji/menelaah sejauhmana efektifitas dan efisiensi penerapan sistem manajemen konstruksi dalam proses pembangunan industri konstruksi dan memberikan gambaran-gambaran tentang manfaat dan optimasi yang didapat dalam penerapannya ditinjau terhadap aspek biaya dan waktu. Peranan manajemen konstruksi dimulai sejak tahap perancangan sampai sesudah tahap pelaksanaan sehingga tahap pelaksanaan (construction) dapat dimulai lebih awal walaupun tahap perencanaan (design) belum selesai (overlap), sehingga  waktu penyelesaian proyek konstruksi lebih pendek/cepat jika dibandingkan dengan sistem konvensional/tradisional, dimana dengan penerapan sistem manajemen konstruksi didapat penghematan waktu proses pembangunan sebesar batasan alokasi waktu tahap pelaksanaan (construction). Terhadap aspek biaya dimana penerapan sistem manajemen konstruksi jika dibandingkan dengan sistem kontraktor utama didapat penghematan biaya pembangunan ditinjau terhadap biaya pengelolaan, pajak dan profit-profit jasa konstruksi. Dimana pada sistem kontraktor utama : investasi riel = 100 % - 42,50 % = 57,50 % ; sedangkan pada sistem manajemen konstruksi : investasi riel = 100 % - 26 % =             74 % , sehingga didapat keuntungan secara teoritis dengan sistem manajemen konstruksi =  74 % - 57,50 % = 16,50 % dari biaya proyek.
ANALISA PENINGKATAN NILAI CURVE NUMBER TERHADAP DEBIT BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI PROGO Maya Amalia
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1804

Abstract

Besaran debit banjir akhir-akhir ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peristiwa ini melatarbelakangi adanya penelitian tentang peningkatan debit banjir yang terjadi dengan perubahan tata guna lahan dengan menganalisa nilai curve number tahun 2006 dan 2010. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan nilai puncak hidrograf satuan terukur di stasiun Badran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perubahan tata guna lahan DAS Progo dapat dilihat dari peningkatan nilai curve number komposit pada kondisi basah yaitu pada tahun 2006 sebesar 83,5 menjadi 86,2 pada tahun 2010. Kenaikan 2,7% ini mengakibatkan puncak hidrograf satuan terukur sebesar 16,3%.
POTENSI PENGEMBANGAN KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT KULIT WARU (HIBISCUS TILIACEUS) KONTINYU LAMINAT SEBAGAI MATERIAL PENGGANTI FIBERGLASS PADA PEMBUATAN LAMBUNG KAPAL Arif Nurudin
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1800

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar kekuatan tarik dan kekuatan bending komposit berpenguat serat kulit kayu waru (Hibiscus Tiliaceus) bermatriks polyester dengan perlakuan alkali dan variasi orientasi arah serat sehingga didapatkan pemanfaatan yang tepat terhadap properties kekuatannya. Diharapkan juga material komposit ini dapat menggantikan serat gelas (fiberglass) yang harganya mahal sebagai material penguat pada proses pembuatan lambung atau badan kapal.Metode yang dilakukan yaitu melakukan alkalisasi serat kulit waru dengan larutan NaOH 5% selama 2 jam. Dalam pembuatan spesimen uji dilakukan variasi pengujian komposit menggunakan jumlah enam layer serat dan arah orientasi sudut serat yaitu 0o/0o /45o/-45o/0o /0o ; 0o /45o/0o/0o/-45/0o; 0o /45o/0o/-45o/0o /0o. Benda uji dibuat dengan cara hand lay up  dan dengan penekanan secara manual menggunakan cetakan dan penekan. Matrik yang digunakan untuk mengikat serat kulit waru menggunakan resin  polyester tipe 157  BTQN dan katalis MEKPO dengan konsentrasi 1%. Foto patahan spesimen diamati dengan pengamatan foto makro. Sifat mekanis yang didapatkan adalah dari pengujian tarik dan pengujian bending.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perlakuan alkali NaOH 5% terhadap kekuatan tarik dan kekuatan bending. Spesimen komposit yang diperkuat serat kulit waru dengan perlakuan NaOH 5% selama 2 jam harga kekuatan tariknya hampir sama antara arah sudut  serat 0o/0o /45o/-45o/0o /0o yaitu 86,14 N/mm2  ; 0o /45o/0o/0o/-45/0o yaitu 86,46 N/mm2; dan  0o /45o/0o/-45o/0o /0o yaitu  86,78 N/mm2. harga kekuatan tarik terendah tanpa perlakuan alkali adalah 69,13 N/mm2 pada arah orientasi serat 0o/0o /45o/-45o/0o /0o. Harga kekuatan bending maksimal yang didapatkan adalah 189,78 N/mm2 pada arah orientasi sudut serat 0o/0o /45o/-45o/0o /0o dengan perlakuan alkali NaOH 5%. Hasil kekuatan bending terendah terdapat pada arah orientasi sudut serat 0o /45o/0o/0o/-45/0o tanpa perlakuan alkali sebesar 144,43 N/mm2.
USAHA PENINGKATAN KUALITAS AIR DENGAN VARIASI PENAMBAHAN TAWAS-LEMPUNG KERING “AMPO” PADA LIMBAH DOMESTIK YANG MENGANDUNG DETERJEN Nilna Amal
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1805

Abstract

Detergent is one type of pollutants that found in domestic wastewater disposal, especially produced from laundry activities. Accumulated detergent physically effected to water body causes foaming and high turbidity therefore causes bad smell. Nowadays, there are no many well known research easily and effectively to remove detergent content. This research proposes an easy and moderate process to remove detergent content from domestic effluent with cheap and available materials. It can useful as references to design some unit operation of wastewater treatment for domestic effluent with detergent contents. For this aim, it has chosen a treatment system coagulation flocculation which give alum coagulant and dry clay coagulant aid called “ampo”, thereafter rapid mixing is conducted along 5 minutes, this process continue with sedimentation. This research is conducted in laboratories scale use simulation water thereafter, tried to the real wastewater effluent. Detergent content variable vary from 20 mg/l, 60 mg/l and 100 mg/l then optimum alum dosage is determined. It is used to determine the optimum dosage alum-dry clay “ampo” combination with various detention time variables. Research finding shows linear correlation between initial detergent content with less of it. It means that if the more detergent content used the lower efficiency occur. The detention time also influence in process decreasing of detergent content, 48 hours is the best condition. Optimum condition found at optimum dosage alum 125 mg/l and ampo 25 g/l and the 48 hours detention time which reach 41%.in efficiency.
IDENTIFIKASI POTENSI ENDAPAN BIJIH BESI LATERIT DI BAGIAN TENGAH PULAU SEBUKU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Nurhakim Nurhakim; Untung Dwiatmoko; Romla NH; Adip M.
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1806

Abstract

Sebagian bahan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan baja nasional saat ini masih dipasok dari luar negeri. Dalam menunjang keperluan industri besi baja yang terus meningkat di masa mendatang, Indonesia sebenarnya memiliki potensi endapan bijih besi yang cukup besar, baik dalam bentuk bijih besi primer, sekunder maupun laterit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan endapan bijih besi laterit di bagian tengah Pulau Sebuku.Secara garis besar, pengerjaan penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu : Tahap persiapan dan kajian pustaka, tahap observasi lapangan (pemetaan geologi singkapan), dan tahap pengolahan data. Dari penelitian ini, besi laterit ditemukan ada 2 (dua) endapan, yaitu gravel ore dengan ketebalan 1m–3m dan soil ore dengan tebal antara 2m – 3m, sehingga tebal rata-rata bijih laterit mencapai 5m.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2025): INFOTEKNIK VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2025 Vol 25, No 2 (2024): INFOTEKNIK VOL. 25 NO. 2 DESEMBER 2024 Vol 25, No 1 (2024): INFOTEKNIK VOL. 25 NO. 1 JULI 2024 Vol 24, No 2 (2023): INFOTEKNIK VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2023 Vol 24, No 1 (2023): INFOTEKNIK VOL. 24 NO. 1 JULI 2023 2023: PROSIDING SEMNAS TAHUNAN X 2023 Vol 23, No 2 (2022): INFOTEKNIK VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2022 Vol 23, No 1 (2022): INFOTEKNIK VOL. 23 NO. 1 JULI 2022 Vol 22, No 2 (2021): INFOTEKNIK VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2021 Vol 22, No 1 (2021): INFOTEKNIK VOL. 22 NO. 1 JULI 2021 Vol 21, No 2 (2020): INFOTEKNIK VOL. 21 NO. 2 DESEMBER 2020 Vol 21, No 1 (2020): INFOTEKNIK VOL. 21 NO. 1 JULI 2020 Vol 20, No 2 (2019): INFOTEKNIK VOL. 20 NO. 1 DESEMBER 2019 Vol 20, No 1 (2019): INFOTEKNIK VOL. 20 NO. 1 JULI 2019 Vol 19, No 2 (2018): INFOTEKNIK VOL. 19 NO. 2 DESEMBER 2018 Vol 19, No 1 (2018): INFOTEKNIK Vol. 19 No. 1 Juli 2018 Vol 18, No 2 (2017): INFOTEKNIK VOL. 18 NO.2 2017 Vol 18, No 1 (2017): INFOTEKNIK Vol. 18 No. 1 2017 Vol 17, No 2 (2016): INFOTEKNIK VOL. 17 NO. 2 2016 Vol 17, No 1 (2016): INFOTEKNIK Vol. 17 No. 1 2016 2016: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2016 Vol 16, No 2 (2015): INFOTEKNIK VOL. 16 NO. 2 2015 Vol 16, No 1 (2015): INFOTEKNIK VOL. 16 NO. 1 2015 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015 Vol 15, No 2 (2014): INFOTEKNIK VOL. 15 NO. 2 2014 Vol 15, No 1 (2014): INFOTEKNIK VOL. 15 NO. 1 2014 Vol 14, No 2 (2013): INFOTEKNIK VOL. 14 NO. 2 2013 Vol 14, No 1 (2013): INFOTEKNIK VOL. 14 NO. 1 2013 Vol 13, No 2 (2012): INFOTEKNIK VOL. 13 NO. 2 2012 Vol 13, No 1 (2012): INFOTEKNIK VOL. 13 NO. 1 2012 Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011 Vol 12, No 1 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 1 2011 Vol 11, No 1 (2010): INFOTEKNIK VOL. 11 NO. 1 2010 Vol 10, No 1 (2009): INFOTEKNIK VOL. 10 NO. 1 2009 Vol 9, No 2 (2008): INFOTEKNIK VOL. 9 NO. 2 2008 Vol 8, No 2 (2007): INFOTEKNIK VOL. 8 NO. 2 2007 Vol 8, No 1 (2007): INFOTEKNIK VOL. 8 NO. 1 2007 Vol 7, No 2 (2006): INFOTEKNIK VOL. 7 NO. 2 2006 Vol 7, No 1 (2006): INFOTEKNIK VOL. 7 NO. 1 2006 Vol 6, No 2 (2005): INFOTEKNIK VOL. 6 NO. 2 2005 Vol 6, No 1 (2005): INFOTEKNIK VOL. 6 NO. 1 2005 Vol 5, No 2 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 2 2004 Vol 5, No 1 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 1 2004 Vol 4, No 2 (2003): INFOTEKNIK VOL. 4 NO. 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): INFOTEKNIK VOL. 4 NO. 1 2003 Vol 3, No 1 (2002): INFOTEKNIK VOL. 3 NO. 1 2002 Vol 2, No 1 (2001): INFOTEKNIK VOL. 2 NO. 1 2001 Vol 1, No 1 (2000): INFOTEKNIK VOL. 1 NO. 1 2000 More Issue