cover
Contact Name
Muhammad Afief Ma'ruf
Contact Email
afief84@gmail.com
Phone
+6281803821373
Journal Mail Official
infoteknik.ftunlam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, Jl. Ahmad Yani Km. 35 Banjarbaru Kalimantan Selatan Telp. (0511)-4773868 Fax. (0511)-4773868
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Info-Teknik
ISSN : 08532508     EISSN : 24599964     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Engineering,
Jurnal Info – Teknik menerbitkan artikel – artikel karya orisinil dan signifikan pada Bidang Rekayasa Teknik.
Articles 420 Documents
Studi Abu Dasar Batubara Sebagai Bahan Konstruksi Campuran Beton Henry Wardhana; Ninis Hadi Haryanti
INFO-TEKNIK Vol 2, No 1 (2001): INFOTEKNIK VOL. 2 NO. 1 2001
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v2i1.450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan abu dasar batubara sebagai bahan konstruksi campuran beton. Penelitian dilakukan dengan metode pengujian yang berdasarkan DOE dengan pembuatan job mix dengan komposisi semen, kerikil, pasir, air dan abu dasar batubara, dimana tambahan abu dasar batubara diambil dari komposisi pasir. Adapun komposisi abu dasar batubara terhadap pasir adalah 0%, 7,5%,10%, 15%,17,5%,20% dan 22,5%. Disamping itu untuk setiap percobaan dibuat empat buah benda uji kubus denga ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm.Hasil penelitian diperoleh bahwa pemakaian abu dasar batubara dapat mengurangi berat beton itu sendiri, sehingga beban yang hrus dipikul oleh fondasi menajdi lebih ringan. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kekuatan tekan beton dengan menggunakan abu dasar batubara pada komposisi 17,5% dari berat normal pasir.
SISTEM INFORMASI PENILAIAN PROPOSAL SKRIPSI BERBASIS WEB DI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMMAD ARSYAD AL BANJARI BANJARMASIN Silvia Ratna
INFO-TEKNIK Vol 21, No 1 (2020): INFOTEKNIK VOL. 21 NO. 1 JULI 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v21i1.8962

Abstract

Implementation of the final project or thesis for students is a tiered process and bound to one another. Starting from the stage of proposal submission, proposal presentation, research implementation, report making up to thesis examination students. At present, the implementation of the thesis trial evaluation at the Information Technology Faculty of the Islamic University of Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin is still manual, where when the presentation of proposals and panelists thesis examinations or examiners are given an assessment form using paper media. This assessment form is then recapitulated into a spreadsheet form the results are announced to students. This is less effective, especially when many students take thesis courses. For this reason, in this study, a thesis evaluation information system was created, to help all stages of the thesis evaluation process. To facilitate the accessibility of the system made web-based and integrated with existing academic systems. From the test results concluded, the system can run by the design and reports produced by the system following the processes that are running now.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN DEKING BAJA DAN METODE KONVENSIONAL UNTUK PLAT LANTAI DIPERHITUNGKAN TERHADAP BIAYA, WAKTU DAN METODE PELAKSANAAN Candra Yuliana
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1802

Abstract

Salah satu jenis bahan konstruksi yang mulai dilirik oleh para penyedia jasa konstruksi adalah penggunaan sistem deking dalam pembuatan pelat lantai atau yang lebih dikenal dengan pelat lantai baja komposit. Smartdek merupakan salah satu jenis deking lantai yang digunakan dalam pembuatan pelat lantai. Smartdek dapat berfungsi sebagai bekisting dan pengganti tulangan bawah (tulangan positif). Meskipun demikian, masih belum banyak penyedia jasa konstruksi yang menggunakan sistem deking ini dalam pembuatan pelat lantai hal ini dikarenakan sebagian besar penyedia jasa konstruksi masih terpaku pada penggunaan metode konvensional. Sehingga diperlukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan smartdek pada pelat lantai, jika dibandingkan dengan penggunaan metode konvensional, ditinjau dari segi biaya, waktu dan metode pelaksanaan. Berdasarkan data RKS, laporan harian, dan gambar pekerjaan pelat lantai, dan perhitungan terhadap volume, produktivitas serta biaya pekerjaan maka dapat diketahui selisih waktu serta biaya pelaksanaan. Penggunaan smartdek dapat menghemat biaya pekerjaan pelat lantai, dan  mempercepat waktu pelaksanaan yang disebabkan oleh meningkatnya produktifitas pekerjaan pelat lantai serta mempermudah metode pelaksanaan di lapangan, hal ini dikarenakan dimensi material smartdek telah dipesan sesuai keperluan di lapangan sehingga proses pelaksanaan pekerjaan pelat lantai lebih praktis. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan smartdek pada pelat lantai lebih efisien jika dibandingkan dengan penggunaan metode konvensional baik dari segi biaya, waktu dan metode pelaksanaan.
Faktor-faktor Potensial Terjadinya Perselisihan Kontrak pada Proyek Gedung Yuliana, Candra
INFO-TEKNIK Vol 5, No 1 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 1 2004
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v5i1.650

Abstract

Perselisihan terjadi akibat interpretasi terhadap suatu masalah yang berbeda diantara pihak pemilik proyek dan kontraktor. Identifikasi berbagai faktor penyebab perselisihan diperlukan untuk pertimbangan-pertimbangan dalam membuat suatu kontrak perjanjian, sehingga selama perjalanan pekerjaan konstruksi dapat mengurangi timbulnya perselisihan antara pihak yang terlibat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor potensial perselisihan antara pemilik/konsultan pengawas dengan kontraktor dan mengetahui apakah ada perbedaan faktor-faktor potensial dominan diantara kedua pihak, serta mengetahui bagaimana penyelesaian perselisihan kontrak yang sudah terjadi dan berapa lama waktu penyelesaiannya. Penelitian dilakukan dengan meyebarkan kuesioner kepada para manager proyek dari pihak kontraktor dan pemilik/konsultan di Banjarmasin, Martapura, Kandangan dan Pelaihari. Data dianalisa secara statistik deskriptif dan dilanjutkan analisis uji beda rerata/uji-t.Faktor-faktor potensial penyebab perselisihan menurut kontraktor adalah: tongkat kemampuan manajemen, tingkat pengalaman proyek, kompleksitas proyek, kesesuaian jenis kontrak, persiapan desain, tingkat variasi kualitas pekerjaan, kelengkapan dokumen dan skop pekerjaan, ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan. Sedangkan menurut pemilik/konsultan pengawas adalah: tanggung jawab dan efektifitas sistem organisasi, tingkat kemampuan manajemen, kompleksitas proyek, kesesuaian jenis kontrak, persiapan desain, tingkat variasi kualitas pekerjaan, kelengkapan dokumen dan skop pekerjaan. Faktor-faktor potensi tinggi yang sama sebagai penyebab perselisihan menurut kontraktor dan pemilik tidak berbeda. Penyelesaian permasalahan perselisihan kontrak proyek gedung pada umumnya dengan cara negoisasi atau rapat dan tenggang waktu penyelesaian antara 1 sampai 2 minggu.
PEMANFAATAN LIMBAH SLUDGE IPAL PT BSKP SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PEMBUATAN BATA BETON Rusliansyah Rusliansyah; Fauzi Rahman; Zakhroful Maimun
INFO-TEKNIK Vol 13, No 1 (2012): INFOTEKNIK VOL. 13 NO. 1 2012
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v13i1.1818

Abstract

PT Bridgestone Kalimantan Plantation (PT BSKP) merupakan agroindustri yang bergerak dalam bidang pengolahan karet berupa RSS (Ribbed Smoked Sheet), menghasilkan limbah terutama limbah sludge dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).Potensi limbah sludge IPAL PT BSKP sebesar 0,1 m3/hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik limbah sludge serta fisik-mekanik bata beton, sehingga diperoleh komposisi campuran terbaik limbah sludge IPAL PT BSKP sebagai bahan substitusi pembuatan bata beton. Penelitian pemanfaatan limbah sludge IPAL PT BSKP yang mengandung 1,58% CaCO3 dan 3,21% SiO2, dilakukan sebagai bahan substitusi pembuatan bata beton dengan memvariasikan komposisi agregat (limbah sludge : pasir). Komposisi limbah sludge terhadap pasir adalah 100 : 0, 80 : 20, 60 : 40, 40 : 60, 20 : 80, dan 0 : 100 (% volume), dengan waktu: 7, 14, 21 dan 28 hari.  Hasil penelitian menunjukkan bata beton dengan campuran 1 PC : 4 Agregat  tidak memenuhi bata beton sesuai SNI 03-0349-1989 tentang bata beton untuk pasangan dinding. Setelah dilakukan penelitian terukur dengan analisa grafik didapatkan perkiraan yang memenuhi standar SNI, dengan range komposisi antara 5% - 16% limbah sludge. Sehingga diasumsikan dapat mencapai standar kuat tekan bata beton minimal 25 kg/cm2 . Penelitian terhadap aspek lingkungan menunjukkan limbah sludge aman dimanfaatkan ditinjau dari uji TCLP dan LD50.
IMPLEMENTASI SISTEM PENGAWASAN TATA TERTIB SISWA MENGGUNAKAN METODE POINT SISTEM (MPS) PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 1 PELAIHARI Dwi Retnosari; Akhmad Herdian
INFO-TEKNIK Vol 17, No 1 (2016): INFOTEKNIK Vol. 17 No. 1 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v17i1.1260

Abstract

Vocational High School (SMK) Negeri 1 Pelaihari It is one of the institutions of government agencies engaged in education. Besides the academic aspect is by scoring in each subject and the final value of the school as well as providing additional material for the evaluation of the students, SMK 1 Pelaihari also have non-academic aspects, namely by using the Surveillance System Evaluation Methods Students with Point System. In this case the school assign points for each violation and accumulated points will be used to determine the level of sanction given to students. Development of evaluation system monitoring students in the form of making application to the supervision of Code Students Method Using Point System (MPS) Based Desktop At SMK Negeri 1 Pelaihari is a system that provides information offline in the form of report data Oversight and Violation of the order made by the students with based meggunakan desktop applications Delphi 7 with MySQL database.Application Systems provide sanctions point automatically to students who violated school rules. From the accumulation of these points will be determined sanctions will be received by the students concerned in accordance with the level of sanctions specified school. Depth sanctions point applied in this school which is the first level between (25-50 points) parents / guardians of students get a call letter I, level II between (51-75 points) parents / guardians of students received a summons II, level III ( 76-90 point) parents / guardians of students received a summons III, level IV (91-99 points) parents / guardians of students received a summons IV, level V or deadline for 100 points and the rest of the parents / guardians of students received a notification letter dismissal of students. With this system so that the calculation point is no longer carried out by officers Rules of Procedure but rather automatically by the application used by the User. Users in this application are distinguished in two levels namely Officers preferably just as input data is a violation of the student and the administrator has full rights to access any menu in the app and Officers. Reports generated by the MPS student supervision system is in the form of letter to be given to students or parents informing them of the information accumulated disciplinary violations committed by students as well as the follow-up will be done to the students are.  Aplication also generate reports contains information on student enrollment, student attendance and information on the number of students quit because of the accumulation of points
STUDI POTENSI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM AIR TERJUN WIYONO DI TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RAHMAN, PROVINSI LAMPUNG Rusita Rusita; Rahmat Walimbo; Yunita Sari; Melda Yanti
INFO-TEKNIK Vol 17, No 2 (2016): INFOTEKNIK VOL. 17 NO. 2 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v17i2.2494

Abstract

Wan Abdul Rachman Great Forest Park (Tahura WAR) is one of conservation forests in Lampung Province which has a variety of natural tourism potential that can be offered, one of which is Wiyono Waterfall. Tahura WAR became one of the targets the development of natural resource development Local governments (LGs) as stipulated in the law No. 10 in 2011 as a natural tourist destination in Lampung Province. The study was conducted in December 2015, aims to determine the potential of potential objects and natural tourist attraction (ODTWA) Wiyono Waterfall in Tahura WAR. The research uses a method of identification of potential tourism products and landscapes with scoring. While the data of flora, fauna, and the carrying capacity of the research that has been done Walimbo 2015. The results showed that ODTWA in part on top of Wiyono Waterfall included in a high quality product while part down of Wiyono Waterfall included in the category of medium quality, diversity of flora and fauna include  category of good, quality landscaping part on top of WiyonoWaterfall included in classes A and part down of Wiyono Waterfall belonging to class B, as well as the carrying capacity of tourist area Wiyono Waterfall Top and bottom covers carrying capacity of physical activity of picnic and camping each as much as 759 people per day and 122 people per day, ecological carrying capacity for the activity of picnic and camping each as much as 248 people per day and 165 people per day, the carrying capacity of the real to the activity of a picnic as many as 51 people per day and for the activity of camping as much as 9 per day.
Desain Dinding Penahan Tanah (Retaining Walls) di Tanah Rawa Pada Proyek Jalan Safruddin Syafruddin
INFO-TEKNIK Vol 5, No 2 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 2 2004
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v5i2.1667

Abstract

Genangan Dinding penahan tanah dibuat untuk dapat menahangayatanah lateral dari tanah isian dibelakang dinding, hal yang harus diketahui adalah sifat-sifat tanah berupa berat satuan volume (gs), sudut geser dalam (f) dan kohesi (C).Adabeberapa type yang biasa dibangun yang disesuaikan dengan kebutuhan proyekAda 2 (dua) tahap dalam desain dinding penahan tanah, yaitu :Analisa perhitungan tekanan tanah lateral, selanjutnya periksa stabilitas terhadap guling (overturning stability), geser (sliding stability) dan keruntuhan daya dukung (bearing capasity failure).Periksa setiap komponen konstruksi untuk kekuatan struktur, periksa tegangan geser dan tegangan tekan yang diinginkan.Pada kondisi tanah rawa pada proyek jalan digunakan dinding penahan tanah tipe gravitasi. Desain dinding penahan tanah yang aman pada daerah rawa menggunakan desain dinding penahan yang ditambah dengan sepatu pada ujung tumitnya dan perkuatan daya dukung tanah menggunakan kayu galam.
Analisis Erosi lahan Pada Lahan Revegetasi Pasca Tambang Novitasari Novitasari
INFO-TEKNIK Vol 7, No 2 (2006): INFOTEKNIK VOL. 7 NO. 2 2006
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v7i2.1708

Abstract

Reclamation with revegetation is one of the ways to repair of environment which have been strived by some opened mining.  This revegetation with plant meant to return land condition originally or come near original condition. The objective of this research is to identify land erosion at the reclamation land after opened mining.In this research obtained by accelerated erosion in farm region of revegetation Paringin for 168.45 ha is 545.3409 ton/year which including at erosion danger classification class I that isn’t danger condition. Erosion of revegetation at Tutupan for 50.54 ha is 4418.409 ton/year that mean as danger erosion included at class II classification that is more danger condition than at Paringin, but something that had been consideration was big bank slide. 
Evaluasi Kegagalan Pondasi Pada Gedung Bertingkat (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Ruko 3 Lantai – Banua Anyar Banjarmasin) Akhmad Marzuki; Alpiannor Alpiannor
INFO-TEKNIK 2016: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v0i0.3127

Abstract

Berdasarkan  hasil  observasi  lapangan  terhadap  keadaan  bangunan  di lokasi  studi  pada  proyek pembangunan ruko 3 (tiga) lantai, telah terjadi kegagalan konstruksi sehingga menyebabkan bangunan mengalami keruntuhan. Sebagai tindak lanjut kondisi tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi kegagalan yang terjadi dan  memberikan alternatif solusinya.Metode yang digunakan  dalam penelitian  ini adalah metode observasi dengan cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung dan pengukuran elemen-elemen struktur yang telah mengalami kegagalan. Data tersebut disimulasi ulang dengan pemodelan struktur sebelum dan sesudah kegagalan untuk mengetahui penyebab kegagalannya.Hasil  evaluasi  menunjukkan  bahwa  runtuhmya  struktur  bangunan  diawali  dengan  adanya  retak- retak struktural  pada joint-joint  struktur  dan terjadinya  perubahan  elevasi  serta geometris  bangunan. Hal  tersebut  terjadi  akibat  kegagalan  pondasi  yang  ditunjukkan   dengan  adanya  penurunan   tidak seragam (differential  settlement)  karena daya dukung pondasi yang rendah, pola konfigurasi  lajur dan jumlah   tiang   yang   mempengaruhi   distribusi   gaya   pada   tiang   serta   adanya   eksentrisitas   tiang. Eksentrisitas pada pondasi mengakibatkan  terjadinya tambahan momen yang bekerja pada pondasi, hal ini sangat  berpengaruh  terhadap  pendistribusian  beban  yang  bekerja  pada  tiang  sehingga  tambahan momen yang bekerja mengakibatkan  beban yang diterima oleh tiang melebihi daya dukung batas tiang tunggal. dari perhitungan distribusi beban pada joint 178  faktor keamanan yang diperoleh sebesar 0,985 kurang dari faktor keamanan yang disyaratkan yaitu 3,00 (Hardiyatmo, 2010).

Page 2 of 42 | Total Record : 420


Filter by Year

2000 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 2 (2024): INFOTEKNIK VOL. 25 NO. 2 DESEMBER 2024 Vol 25, No 1 (2024): INFOTEKNIK VOL. 25 NO. 1 JULI 2024 Vol 24, No 2 (2023): INFOTEKNIK VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2023 Vol 24, No 1 (2023): INFOTEKNIK VOL. 24 NO. 1 JULI 2023 2023: PROSIDING SEMNAS TAHUNAN X 2023 Vol 23, No 2 (2022): INFOTEKNIK VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2022 Vol 23, No 1 (2022): INFOTEKNIK VOL. 23 NO. 1 JULI 2022 Vol 22, No 2 (2021): INFOTEKNIK VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2021 Vol 22, No 1 (2021): INFOTEKNIK VOL. 22 NO. 1 JULI 2021 Vol 21, No 2 (2020): INFOTEKNIK VOL. 21 NO. 2 DESEMBER 2020 Vol 21, No 1 (2020): INFOTEKNIK VOL. 21 NO. 1 JULI 2020 Vol 20, No 2 (2019): INFOTEKNIK VOL. 20 NO. 1 DESEMBER 2019 Vol 20, No 1 (2019): INFOTEKNIK VOL. 20 NO. 1 JULI 2019 Vol 19, No 2 (2018): INFOTEKNIK VOL. 19 NO. 2 DESEMBER 2018 Vol 19, No 1 (2018): INFOTEKNIK Vol. 19 No. 1 Juli 2018 Vol 18, No 2 (2017): INFOTEKNIK VOL. 18 NO.2 2017 Vol 18, No 1 (2017): INFOTEKNIK Vol. 18 No. 1 2017 Vol 17, No 2 (2016): INFOTEKNIK VOL. 17 NO. 2 2016 Vol 17, No 1 (2016): INFOTEKNIK Vol. 17 No. 1 2016 2016: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2016 Vol 16, No 2 (2015): INFOTEKNIK VOL. 16 NO. 2 2015 Vol 16, No 1 (2015): INFOTEKNIK VOL. 16 NO. 1 2015 2015: Prosiding Semnas Teknik Sipil 2015 Vol 15, No 2 (2014): INFOTEKNIK VOL. 15 NO. 2 2014 Vol 15, No 1 (2014): INFOTEKNIK VOL. 15 NO. 1 2014 Vol 14, No 2 (2013): INFOTEKNIK VOL. 14 NO. 2 2013 Vol 14, No 1 (2013): INFOTEKNIK VOL. 14 NO. 1 2013 Vol 13, No 2 (2012): INFOTEKNIK VOL. 13 NO. 2 2012 Vol 13, No 1 (2012): INFOTEKNIK VOL. 13 NO. 1 2012 Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011 Vol 12, No 1 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 1 2011 Vol 11, No 1 (2010): INFOTEKNIK VOL. 11 NO. 1 2010 Vol 10, No 1 (2009): INFOTEKNIK VOL. 10 NO. 1 2009 Vol 9, No 2 (2008): INFOTEKNIK VOL. 9 NO. 2 2008 Vol 8, No 2 (2007): INFOTEKNIK VOL. 8 NO. 2 2007 Vol 8, No 1 (2007): INFOTEKNIK VOL. 8 NO. 1 2007 Vol 7, No 2 (2006): INFOTEKNIK VOL. 7 NO. 2 2006 Vol 7, No 1 (2006): INFOTEKNIK VOL. 7 NO. 1 2006 Vol 6, No 2 (2005): INFOTEKNIK VOL. 6 NO. 2 2005 Vol 6, No 1 (2005): INFOTEKNIK VOL. 6 NO. 1 2005 Vol 5, No 2 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 2 2004 Vol 5, No 1 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 1 2004 Vol 4, No 2 (2003): INFOTEKNIK VOL. 4 NO. 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): INFOTEKNIK VOL. 4 NO. 1 2003 Vol 3, No 1 (2002): INFOTEKNIK VOL. 3 NO. 1 2002 Vol 2, No 1 (2001): INFOTEKNIK VOL. 2 NO. 1 2001 Vol 1, No 1 (2000): INFOTEKNIK VOL. 1 NO. 1 2000 More Issue