cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2017)" : 6 Documents clear
KONSEP SEKULARISASI DALAM PEMIKIRAN NURCHOLISH MADJID Budi Prayetno
Sulesana Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i2.4536

Abstract

The purpose of this research is to understand the secularization issue proposed by Nurcholish Madjid which is derived from the idea of renewing Islamic thinking. To achieve this objective, this research uses literature review method with the intention to trace how the idea of Nurcholish Madjid renewed. The approach used is by using the historical approach. The results of this research is the secularization initiated by Nurcholish Madjid in the 1970s is a response to the issue of modernization that developed especially among Indonesian Muslims. Nurcholish sees that secularization is necessary because Muslims are no longer able to distinguish between sacred and profane issues. Secularization is intended for Muslims to worldly things that are supposed to be worldly and to disengage the tendency for the sacred. One background of the idea of secularization is to respond to the idea of forming an Islamic state which according to Nurcholish Madjid is a form of failure of Muslims in responding to the problem of modernization.
KOMODIFIKASI WAKTU TARAWIH BULAN RAMADHAN DI MESJID AL-MARKAZ AL-ISLAMI MAROS Mahram Mubarak
Sulesana Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i2.4541

Abstract

Mesjid Al Markaz Al Islami merupakan salah satu mesjid agung yang berada di Sulawesi Selatan. Mesjid ini terletak di wilayah ibu kota kabupaten Maros. Selain mesjid agung lainnya: Al Markaz Al Islami Makassar dan mesjid Raya Makassar, mesjid Al Markaz Al Islami Maros juga merupakan ikon yang paling banyak dikunjungi oleh jemaah umat Islam. Besarnya jumlah jemaah di mesjid ini tentu melahirkan beraneka ragam modifikasi potret sebuah mesjid dan ritual ibadah. Salah satunya adalah membludaknya kawasan dagang terutama pada bulan Ramadhan di waktu tarawih.Penelitian ini menggunakan metode etnografis untuk mendeskripsikan suasana aktivitas dagang yang terjadi. Selain persaingan komoditas dan spiritualitas yang terjadi di lokasi dagang, persaingan juga terjadi pada aktor agama itu sendiri seperti penceramah dan imam mesjid. Adapun persaingan komoditas dan spiritualitas yang dimaksud adalah bersaingnya jemaah yang memiliki tujuan bisnis dan yang memiliki tujuan untuk beribadah.
MEMAHAMI RAHASIA HUKUM DALAM RUANG PRIVAT (HUQUQ AL-‘IBAD) Aisyah Arsyad
Sulesana Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i2.4537

Abstract

Penetapan hukum dalam ruang privat merupakan esensi dari adanya syariat yang menjadi panutan dalam berkehidupan. Sehingga pengetahuan mengenai rahasia disyariatkannya sesuatu merupakan hal yang bersifat esensial.  Huqu>qulla>h  yang terdapat dalam ruang publik dengan  huqu>q al-‘Iba>d  yang terdapat dalam ruang privat adalah dua kepentingan yang selalu ada dalam ibadah yang disyariatkan yang kesemuanya didasarkan pada kemaslahatan. Huqu>q al-‘Iba>d  dapat dilihat dalam beberapa hukum keluarga yaitu perkawinan, perceraian, kewarisan dan makanan. Memahami rahasia yang terdapat dalam hukum keluarga tersebut dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu secara ilmiah dan amaliah (praktek kehidupan sehari-hari).
PEMIKIRAN TENTANG JIWA (AL-NAFS) DALAM FILSAFAT ISLAM Sitti Rahmatiah
Sulesana Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i2.4538

Abstract

Perbincangan tentang jiwa (al-nafs) dalam dunia Islam sudah di mulai sejak munculnya pemikir-pemikir Islam  di panggung sejarah.  Diawali dengan runtuhnya peradaban Yunani Romawi dan adanya gerakan penerjemahan, komentar serta karya orisinil yang dilakukan oleh para pemikir Islam terutama pada masa Daulah Abbasiyah, esensi dari pemikiran Yunani diangkat dan diperkaya.  Di sisi lain, para filsuf muslim juga terpengaruh oleh pemikiran Yunani dalam membahas nafs (jiwa), sehingga kubu filsafat Islam diwakili oleh Ibnu Rusyd terlibat perdebatan akademik berkepanjangan dengan al-Ghazali.  Dalam kurun waktu lebih dari tujuh abad, nafs (jiwa) dibahas di dunia Islam dalam kajian yang bersifat sufistik dan falsafi.
PERAN PEMERINTAH DALAM PENGELOLAAN MANGROVE (Studi Terhadap Pengelolaan Mangrove di Lantebung) Ziaul Haq Nawawi; Anggriani Alamsyah; Inayah Hasan
Sulesana Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i2.4539

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman flora dan fauna. Salah satunya  adalah mangrove, sebuah sumber menyatakan  bahwa Indonesia mempunya lebih dari 30 jenis mangrove yang tersebar di berbagai pulaunya. Mangrove tidak hanya dapat dimanfaatkan secara ekonomis, tetapi juga dalam sosial serta budaya. Atas dasar tersebut maka pengelolaannya juga membutuhkan peran semua pihak, baik pemerintah, sawsta, terlebih masyarakat. Salah satu ciri negara modern adalah negara dan rakyat yang sama kuatnya. Hal ini bisa dicapai dengan memfokuskan segala energi dan daya upaya untuk mencapai kedaulatan dan kesejahteraan rakyat. Peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk membuat kebijakan dan mengimplementasikan kebijakan yang bermuara pada kedua hal tersebut, termasuk didalamnya pengelolaan mangrove.
AKHLAK TERHADAP ALLAH DAN RASULULLAH SAW Akilah Mahmud
Sulesana Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v11i2.4540

Abstract

Ajaran Islam yang bersifat universl harus bisa diaktualisasikan dalam kehidupan individu, masyarakat, berbangsa dan bernegara secara maksimal. Aktualisasi tersebut tentu terkait dengan pelaksanaan hak dan krwajibannya seseorang kepada Tuhan, rasul-Nya, manusia dan lingkungannya. Khusus aktualisasi akhlak ( hak dan kewajiban ) seorang hamba kepada Tuhannya terlihat dari pengetahuan, sikap, prilaku dan gaya hidup yang dipenuhi dengan kesadaran tauhid kepada Allah SWT, Hal itu bisa dibuktikan dengan berbagai perbuatan amal shaleh, ketaqwaan, ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT secara ikhlas. Untuk itulah dalam menata kehidupan, diperlukan norma dan nilai, diperlukan standard an ukuran untuk menentukan secara obyektif apakah perbuatan dan tindakan yang dipilih itu baik atau tidak, benar atau salah, sehingga yang dilihat bukan hanya kepentingan diri sendiri, melainkan juga kepentingan orang lain, kepentingan bersama, kepentingan umat anusia secara keseluruhan. Dan untuk itulah setiap individu dituntut memiliki komitmen moral, yaitu spiritual pada norma kebajikan dan kebaikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6