cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2011)" : 18 Documents clear
Muhammad Sebagai Pemimpin Agama dan Kepala Negara Sutriani Sutriani
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1413

Abstract

Tulisan ini akan membahas tentang kedudukan Rasulullah Saw di Mekkah dan di Madinah dalam dua posisi yang berbeda. Di Mekkah Rasulullah Saw hanya sebagai pemimpin Agama karena loyalitas formal sebagai pemimpin dari struktur kekuasaan beliau tidak peroleh karena adanya penentangan terhadap dakwah yang dibawa beliau, sedangkan di Madinah selain sebagai pemimpin Agama beliau juga sebagai Kepala Negara dengan mempertautkan antara agama dan negara dan membangun Islam sebagai agama dan negara sebagai satu kesatuan yang harmonis.
Abû Hâmid Muhamad Bin Muhammad Al-Tûsi Al-Gazâliy dan Metode Ijtihadnya Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1401

Abstract

Ijtihad dalam fikih adalah upaya optimal seorang mujtahid dalam menggali hukum-hukum syarak yang bersifat praktis pada dalil-dalil zhanniy dengan menggunakan metode istimbath (meliputi: metode kebahasaan, metode maqashid al- syari’ah, dan metode tarjih). Upaya tersebut senantiasa lestari dan setiap mujtahid dituntut untuk melakukan ijtihad. Seandainya aktifitas itu tidak dilakukannya, niscaya ia berdosa. Akan tetapi bagi kalangan awam, cukup dengan melakukan ittiba’, yakni mengikuti mujtahid, yang disertai pengetahuan tentang  alasan-alasannya. Untuk mendapatkan solusi hukum suatu permasalahan, maka yang pertama sekali harus diperhatikan adalah nas-nas Alquran dan Sunah Nabi Muhammad saw. Kalau tidak ditemukan solusinya secara langsung dari Alquran dan Sunah Nabi harus menempuh ijtihad yang mapan seperti; ijma’, istishâb, dan aql.  Ijmak yang dapat dilakukan hanya pada ijma para sahabat Nabi, karena sehabis periode sahabat, sudah amat sulit dilakukan ijma’ karena kaum muslim sudah amat terpencar diberbagai penjuru wilayah. Kendati demikian ia menawarkan ijma’ para pakar dalam satu pengetahuan tertentu. Al-Gazali menerapkan istihsâb dan aql tetapi hanya dua bentuk, yakni (1). Istihsâb yang ditunjukkan oleh akal dan syarak tentang kebolehan kelestariannya, (2). Istihsâb al-adam al-asliy, yakni kebebasan asli yang dimiliki oleh manusia di luar taklif yang telah ditentukan oleh syarak.
Manhaj Bahsul Masail Menurut Nahdatul Ulama (Nu) Darmawati Darmawati
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1406

Abstract

Nahdlatul Ulama that abbreviated as NU, is one of the largest organizations in Indonesia today. The organization is engaged in education, preaching and welfare-social well-being. Established by KH. Muhammad Hashim Asy'ari and fully supported by the scholars boarding school caretakers, especially in Java. As background the formation of this organization is in connection with the rejection of clerical delegates Indonesia by King Saud, in a meeting held in Saudi Arabia, by reason of the clergy do not have the organization. There are four methods used Bahsul Masail, can be sorted as follows first, taking the law qaul (opinion of Imam sect) or face (opinion followers of sects) is the primary method of jurisprudence concerning the law, by referring directly to the texts of books or book-sect priest book compiled by the followers of four sects. This is then called a method qauli. Second, if it can not be referred to the books, then ditempulah ilhaq step Namely associate a new problem with which there is no law provisions. Third, if those two things can not be digunkana, then used the following methods manhaji istinbat of the four schools of law. Fourth, if the method can be performed manhaji No, it had to be done talfiq. Talfiq this as the final step for a while in the workings of Bahsul Masail.
Muhammadiyah dan Gerakan Civil Society: Bergerak Membangun Kultur Madani Syarifuddin Jurdi
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1397

Abstract

Kebangkitan kaum santri kota berjuang melawan empat seteru: formalisme kolot, kebudayaan adat dan priyayi, sikap kebarat-baratan, dan status quo penjajahan.
Menciptakan Lingkungan Belajar dengan Latar Motivasi Dalam Belajar dan Pembelajaran Menuju Terbentuknya Perkembangan Pribadi, Sosial dan Moral Pada Anak Didik Usman Usman
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1414

Abstract

Pembahasan tentang “Menciptakan Lingkungan Belajar dengan Latar Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran Menuju Terbentuknya Perkembangan Pribadi, Sosial dan Moral” dalam jurnal ini, difokuskan pada buku karangan Anita Woolfolk dengan judul Educational Psychology: Active Learning Edition, yang dikembangkan dengan melihat manfaat penting dari chapter tersebut disertai dengan implikasinya dalam pendidikan dan pengajaran di sekolah. Lingkungan belajar yang positif harus diciptakan dan dipertahankan sepanjang tahun. Salah satu caranya adalah mencegah timbulnya masalah yang dapat mengganggu pembelajaran. Dalam hal ini diperlukan respon yang tepat dari guru ketika menghadapi berbagai problem yang dialami oleh siswa.Para ahli pendidikan setuju bahwa motivasi siswa merupakan salah satu tugas kritis pengajaran. Sebagian psikolog menjelaskan motivasi dalam kaitannya dengan trait (ciri-sifat) personal atau karakteristik individu. Orang-orang tertentu menurut teori ini, memiliki kebutuhan yang kuat untuk berprestasi, takut menghadapi tes, atau minat yang tidak pernah padam pada seni (jadi mereka bekerja keras). Psikolog lain melihat motivasi sebagai state (keadaan), sebuah situasi temporer. Motivasi pada waktu tertentu biasanya merupakan kombinasi antara trait dan state.Perkembangan pribadi, sosial dan moral merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran. Setiap anak memiliki perkembangan pribadi, sosial dan moral yang berbeda-beda. Pembelajaran yang ideal tentunya mengarah kepada pembentukan pribadi setiap siswa, yang diharapkan mampu melakukan sosialisasi dengan lingkungannya berdasarkan nilai-nilai moral yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu, guru dalam hal ini dituntut untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang berorientasi pembentukan pribadi, sosial dan moral siswa.
Hassan Hanafi dan Gagasan Pembaruannya Aisyah A Aisyah A
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1402

Abstract

Dunia Islam saat ini telah terkooptasi oleh Barat, baik sistem, kepentingan, struktur maupun kultur. Hal ini sebagai dampak kolonialisme dan imperialisme. Masyarakat Islam punya ketergantungan yang sangat besar terhadap Barat. Dunia Barat berusaha meng-’hegemoni’ kultur Islam, termasuk tentang Islam itu sendiri. Barat mengupayakan pemahaman Islam versi Barat, supaya dapat diterima oleh dunia Islam. Merespon kondisi tersebut, Hasan Hanafi dengan Kiri Islamnya sangat menentang peradaban Barat, khususnya imperialisme ekonomi dan kebudayaan. Hasan Hanafi memperkuat umat Islam dengan memperkokoh tradisinya sendiri. Karena itu, tugas Kiri Islam yang merupakan salah satu gagasan progressifnya adalah: Pertama, melokalisasi Barat pada batas-batas alamiahnya dan menepis mitos dunia Barat sebagai pusat peradaban dunia serta menepis ambisi kebudayaan Barat untuk menjadi paradigma kemajuan bagi bangsa-bangsa lain. Kedua, mengembalikan peradaban Barat pada batas-batas kebaratannya. asal-usulnya, kesesuaian dengan latar belakang sejarahnya, agar Barat sadar bahwa terdapat banyak peradaban dan banyak jalan menuju jalan kemajuan. Ketiga, Hasan Hanafi menawarkan suatu ilmu untuk menjadikan Barat sebagai objek kajian, yakni sebagaimana yang dia tulis dalam Muqaddimah fî ‘Ilm al-Istighrâb (Pengantar Oksidentalisme).
Keistimewaan dalam Komunikasi Antarpersonal Sri Marlina
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1407

Abstract

Menurut sifatnya, komunikasi antar peribadi dapat dibedakan atas dua macam, yakni komunikasi diadik dan komunikasi kelompok kecil. Komunikasi diadik ialah proses komunikasi dengan situasi tatap muka. Sedangkan komunikasi kelompok kecil ialah proses komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara tatap muka.Komunikasi kelompok kecil oleh banyak kalangan dinilai sebagai tipe komunikasi antarpribadi karena: Pertama, anggota-anggotanya terlibat dalam proses komunikasi yang berlangsung secara tatap muka. Kedua, pembicaraan berlangsung secara terpotong-potong di mana semua peserta bisa berbicara dalam kedudukan yang sama, dengan kata lain tidak ada pembicara yang tunggal yang mendominasi pembicaraan. Ketiga, sumber dan penerima sulit diidentifikasi.
Demokrasi dan Problematikanya di Indonesia Nihaya Nihaya
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1398

Abstract

Indonesia setidaknya telah melalui empat masa demokrasi dengan berbagai versi. Pertama adalah demokrasi liberal dimasa kemerdekaan. Kedua adalah demokrasi terpimpin, ketika Presiden Soekarno membubarkan konstituante dan mendeklarasikan demokrasi terpimpin. Ketiga adalah demokrasi Pancasila yang dimulai sejak pemerintahan Presiden Soeharto. Keempat adalah demokrasi yang saat ini masih dalam masa transisi. Kelebihan dan kekurangan pada masing-masing masa demokrasi tersebut pada dasarnya bisa memberikan pelajaran berharga bagi kita. Demokrasi liberal ternyata pada saat itu belum bisa memberikan perubahan yang berarti bagi Indonesia. Namun demikian,berbagai kabinet yang jatuh-bangun pada masa itu telah memperlihatkan berbagai ragam pribadi beserta pemikiran mereka yang cemerlang dalam memimpin namun mudah dijatuhkan oleh parlemen dengan mosi tidak percaya. Sementara demokrasi terpimpin yang dideklarasikan oleh Soekarno (setelah melihat terlalu lamanya konstituante mengeluarkan undang-undang dasar baru) telah memperkuat posisi Soekarno secara absolut.
Memahami Fenomena Islamisme di Sulawesi Selatan Syahrir Karim
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1415

Abstract

Secara umum bahwa pola dasar yang dihadapi politik Islam dalam hubungannya dengan negara adalah adanya kesulitan untuk membangun sintesis yang memungkinkan di antara keduanya. Faktor utama yang menyebabkan kemandegan politik ini adalah keinginan para pemikir dan aktivis politik Islam untuk membangun hubungan Islam dan Negara secara legalistik dan formalistik. Kehadiran gerakan Islam di Sulawesi Selatan secara sosiologis hadir dalam konteks dan manifestasi yang kompleks, baik yang melekat dalam dinamika internal umat Islam, maupun dalam struktur kehidupan masyarakat Indonesia secara eksternal. Terdapat kondisi-kondisi tertentu yang bersifat sosiologis yang memberikan dorongan sekaligus menjadi lahan subur bagi tumbuhnya gerakan Islam yang cenderung melakukan Islamisasi yang formalistik dalam negara dengan karakternya yang legal-formal, doktriner, dan militan.
Sumber dan Media Pembelajaran Abd. Hafid
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1403

Abstract

Sumber Belajar  adalah sesuatu yang dapat mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri dapat pula merupakan sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan di dalam bahan pembelajaran yang akan dberikan.Media  pengajaran  merupakan wadah dari pesan, materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembeajaran dan tujuan yang ingin dicapai adalah proses dalam pembelajaran itu sendiri.Secara umum media mempunyai manfaat memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga  dan daya indera, menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid/siswa dengan sumber belajar

Page 1 of 2 | Total Record : 18