cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2011)" : 18 Documents clear
Pemanfaatan ICT Sebagai Media Pembelajaran dan Informasi Pada UIN Alauddin Makassar Muhammad Yusuf Rahim
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1408

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT) merupakan media atau bantu untuk melakukan kegiatan seperti pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/ pemindahan informasi. ICT mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. ICT sangat diperlukan dalam pembelajaran di era sekarang ini. Dengan  prinsip penggunaan ICT yang efektif dan efisien, optimal, menarik, dan merangsang daya kreativitas, ICT menjadi salah satu media pembelajaran yang banyak digunakan di berbagai bidang pendidikan karena meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran.
Teaching English by Usi ng Code Switching in The Classroom Abd. Muin
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1399

Abstract

Pengajaran bahasa Inggris dengan menggunakan  alih kode merupakan gejala  kebahasaan yang menarik dicermati.  Oleh karena itu,  penulis mencoba melihat secara sederhana kenapa pengajar (guru atau dosen) bahasa Inggris terkadang beralih kebahasa lain ketika mengajar bahasa Inggris, misalnya mereka menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah di dalam kelas. Idealnya harus menggunakan bahasa Inggris secara total di dalam kelas. Alasan menggunakan alih kode adalah untuk memberikan percepatan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.  Alih kode bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai strategi pengajaran bahasa. Alih kode bahasa Inggris kebahasa daerah untuk membangun solidaritas dan keakraban antara guru/dosen dan siswa/mahasiswa alih kode seperti ini tidak dapat digunakan sebagai strategi pengajaran bahasa di dalam kelas.
Kapitalisme dan Pendidikan Liberal Marjuni Marjuni
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1416

Abstract

Kapitalisme muncul sebagai antitesa terhadap sekularisme dan materialisme, yang telah menjadi idologi masyarakat Barat pada saat itu. Sekularisme dan materialisme sendiri lahir dari emperisme dan individualisme. Sekularisme dan materialisme inilah menyebabkan tingginya produktifitas barang-barang dan kemewahan duniawi, lalu kemudian melahirkan mentalitas abad industri yang manipulatif. Kebiasaan dan aktivitas baru itu mengakibatkan terciptanya institusi sosial dan politik baru dan membangkitkan pengajaran akademik baru yang membuat teori tentang seperangkat aktivitas ekonomi khusus, produksi, pertukaran, distribusi, peminjaman uang yang tiba-tiba muncul menonjol dalam relief yang tajam. Inilah yang mengakibatkan lahirnya kapitalisme.
Perkembangan Kedokteran dalam Islam Maryam Maryam
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1404

Abstract

Warisan-warisan Islam dalam bidang kedokteran  tersebut tidak hnya menjadi kenanganmasa lampau. Tapi lewat karya doktr-dokter Islam, para ilmuan Timur maupun Barat  dapat menguras habis teori-teori atau metode pengobatan dan analisis berbagai penyakit beserta obatnya.  Dengan begitu literature Islam  dalam ilmu medis dapat mengilhami banyak ilmuan.Al-Razi dan Ibnu Sina  adalah salah satu dari sekian banyak dokter Islam yang paling berpengaruh dalam keilmuan ini. Dengan dasar kekhasan pemikiran kedua tokoh untuk membandingkan metode atau titik focus dalam kegiatan kedokteran.  Dan begitu keharmonisan yang saling melengkapi jika metode tersebut dikaji dan diaplikasikan dengan tetap memegang perinsip keseimbangan. Hal ini sudah terwujud dengan melihat perkembangan kedokteran sekarang, seperti cara pengobatan  yang sudah maju, penemuan penawar (obat) bagi penyakit-penyakit, adanya dokter-dokter professional dan seba
Pendidikan Islam Sebagai Ilmu (Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi) Rahmat Rahmat
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1409

Abstract

Pendidikan Islam dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan karena memenuhi persyaratan sebagai ilmu pengetahuan, baik menyangkut objek, metode maupun tujuan. Dalam terminologi filsafat, ketiga persyaratan itu disebut ontologi, epistimologi dan aksiologi.Dalam ajaran Islam realitas tidak hanya terbatas pada yang lahiriah dalam bentuk alam nyata, melainkan menyangkut realitas yang gaib. Realitas yang lahiriyah dan yang gaib itu berawal dari yang tunggal, yaitu Tuhan. Dalam pemahaman seperti ini maka dapat dikatakan obyek pendidikan Islam itu tidak hanya terbatas pada alam fisik (alam dan manusia), melainkan menyangkut Tuhan. Berbicara seputar Tuhan, alam dan manusia dalam keterkaitan  dengan  filsafat pendidikan Islam tidak telepas dengan kajian teologi, kosmologi dan antropologi. Dalam konsep epistimologi Islam yang berdemensi tauhid, tercermin pada pandangan bahwa ilmu-ilmu pada hakekatnya merupakan perpanjangan dari ayat-ayat Allah yang terkandung dalam semua ciptaan-Nya, serta ayat-ayat Allah yang tersurat dalam Al-Qur’an. Ilmu dibangun atas dasar kemampuan membaca dan mengenal ayat-ayat, baik ayat kauniyah (alam dan manusia) maupun ayat qauliyah. Ketika seseorang ingin menyingkap rahasia Tuhan lewat ayat-ayat kauniyah maka lahirlah berbagai disiplin ilmu eksakta dan ilmu sosial. Ketika seseorang ingin menyingkap rahasia Tuhan lewat ayat-ayat qauliyah maka lahirlah ilmu-ilmu agama. Tujuan pendidikan termasuk masalah sentral dalam pendidikan, sebab tanpa perumusan tujuan pendidikan yang baik, maka perbuatan mendidik bisa menjadi tidak jelas tanpa arah dan bahkan bisa tersesat atau salah langkah. Semakin jelas bahwa tujuan pendidikan Islam bukan saja diarahkan menjadi manusia dalam bentuk mengamalkan ajaran beragama dan berakhlak mulia, melainkan juga mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya terutama aspek fisik, psikis, intelektual, kepribadian dan sosial sesuai dengan tuntutan kehidupan, perkembangan masyarakat serta harapan ajaran Islam itu sendiri, terutama dalam menjadikannya mampu menunaikan tugas sebagai khalifah, dan insan yang mengabdi kepada Allah Swt.
Western and Islamic Cultures on The Use of Non-Verbal Polite Expressions (A Cross-Cultural Understanding) Muzdalifah Sahib
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1400

Abstract

Tulisan ini membahas tentang penggunaan bahasa non verbal dalam ekspresi bahasa dan budaya, khususnya budaya Barat dalam hal ini budaya Inggris dan Islam yang bertujuan agar dapat mengetahui perbedaan yang terjadi di antara penutur atau pelaku bahasa. Tulisan ini menyimpulkan adanya kesamaan antara keduanya, minimal budaya Islam dapat menerima beberapa budaya luar sebagai sebuah ungkapan sopan seperti salam, kontak pandang selama bicara, memberikan perhatian terhadap apa yang disampaikan lawan bicara. Namun di sisi lain, perbedaan juga tidak dapat dihindari, ketika terjadi interaksi sosial antara pemberi dan penerima, di mana dalam Islam baik pemberi dan penerima sebaiknya menggunakan tangan kanan bukan tangan kiri, sementara budaya Barat keduanya sama saja. Demikian pula terjadinya komunikasi, terutama persoalan jarak antara kedua pasang manusia yang sedang bercinta, bersentuhan dan segala sesuatu yang menjurus kepada sensitifitas seksual. Dalam kaitan ini, Islam memiliki aturan yang ketat menjaga manusia agar terhindar dari pola komunikasi yang tidak diijinkan oleh Allah.
Perubahan Sistem Nilai dan Budaya dalam Pembangunan wahyuni wahyuni
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1417

Abstract

Nilai-nilai di dalam masyarakat diperlukan untuk menentukan tindakan atau sikap yang dianggap baik. untuk dapat mengerti tentang sistem nilai maka diketahui tentang fungsi nilai dalam kehidupan masyarakat. berdasarkan atas nilai-nilai maka di susun norma-norma yang menyatakan mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap kurang baik. Demikian pula berdasarkan nilai-nilai timbul kepercayaan-kepercayaan. Dalam pelaksanaan pembangunan banyak terjadi perubahan-perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk perubahan sistem nilai dan budaya. Perubahan masyarakat adalah suatu proses diferensiasi dan integrasi yang berlangsung terus-menerus melalui tahap tertentu. Faktor individu sebagai penyebab perubahan sosial yakni berupa nilai-nilai yang dimiliki oleh warga masyarakat.
Pengantar Qawa`Id Al-Tafsir Syamsuri Syamsuri
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1405

Abstract

Kaidah-kaidah tafsir adalah patokan umum bagi para pengkaji al-Qur’an untuk memahami pesan-pesan kitab suci Alquran dan dapat membantunya memahami al-Qur’an lebih cepat dan tepat dari pada orang yang tidak memahami Qawaid al-Tafsir.

Page 2 of 2 | Total Record : 18