Sulesana
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8 No 2 (2013)"
:
13 Documents
clear
Fungsi-Fungsi Pendidikan Islam dalam Hidup dan Kehidupan Manusia
Hamriah Hamriah
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i2.1288
Bahwa fitrah/potensi adalah: bahwa fitrah berasal dari kata fathara yang sepadan dengan kata khalaqa dan ansyaa yang artinya mencipta. Kata fathara, khalaqa dan ansyaa digunakan dalam Al-Qur’an untuk menunjukkan pengertian mencipta sesuatu yang sebelumnya belum ada dan masih merupakan pola dasar (blue print) yang perlu penyempurnaan Secara etimologi fitrah berasal dari kata fathara yang artinya ‘menjadikan’, secara terminologi fitrah adalah mencipta/menjadikan sesuatu yang sebelumnya belum ada dan merupakan pola dasar yang perlu penyempurnaan. Hakekat fitrah/potensi manusia adalah: bahwa Allah swt menciptakan manusia di dunia kecuali untuk melaksanakan fungsinya sebagai khalifah Allah di bumi, dan Allah membekali manusia dengan seperangkat potensi.
Guru Sebagai Figur Sentral dalam Pendididkan
Abdul Wahid
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i2.1273
Pandangan tentang tipologi guru, mencakup tentang watak yakni sikap dan sifat, serta ciri-cirinya. Sebenarnya, sikap dan sifat guru sudah termasuk dalam masalah akhlak. Namun akhlak guru yang telah dirumuskan tersebut lebih mengacu pada pengertian umum, yakni seluruh tingkah laku guru baik ketika ia mengajar di sekolah maupun ketika ia berada di luar sekolah misalnya di lingkungan keluarga dan atau masyarakat. Peranan guru ditopan oleh berbagai kompetensi yaitu: kompetensi paedagogik, kompetensi personal, kompetensi sosial dan kompetensi propesiona
Negara Hukum Demokratis: Konstitusionalisme, Rule of Law dan HAM
Syamsuddin Radjab
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i2.1282
Pembaruan hukum Islam dipandang sebagai suatu keharusan yang harus diwujudkan karena persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat juga sangat kompleks. Perlu digaris bawahi bahwa pembaruan hukum Islam yang meliputi segala bentuk muamalah diizinkan oleh syariat Islam, sepanjang tidak kontra produktif dengan jiwa dan roh hukum Islam itu sendiri. Pendapat para ulama terdahulu yang dianggap tidak sesuai lagi keadaan zaman sehingga mereka melakukan ijtihad dalam rangka menemukan jawaban terhadap persoalan yang dihadapi di masa sekarang. Hukum Islam dalam bidang muamalah hanya mengatur dan menetapkan prinsip-prinsip pokoknya secara umum, sedangkan perinciannya diserahkan kepada manusia untuk memikirkannya, dengan catatan tetap berangkat dari prinsip dasar yang dikehendaki oleh hukum Islam itu sendiri. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa jiwa dan prinsip hukum Islam bersifat konstan, permanen, stabil dan tidak berubah sepanjang masa. Akan tetapi, terhadap peristiwa hukum, teknis dan cabang-cabangnya, dapat mengalami perubahan atau pembaruan sesuai dengan tuntutan zaman. Hal itu dikarenakan ayat-ayat dalam Alquran banyak bersifat zanniy, sehingga sangat besar peluang Ulama untuk melakukan ijtihad untuk menemukan hukum baru dalam Islam.
Hubungan Antara Motivasi dan Kemampuan Akademik dalam Proses Penulisan Skripsi Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Indonesia Timur
Nurhayati Nurhayati
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i2.1290
Motivasi yang dimiliki mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Indonesia Timur Makassar umumnya terdapat pada kriteria tinggi. Hal ini dapat dilihat dari sebelas indikator, ada sembilan indikator yang terdapat dalam kriteria tinggi, satu indikator terdapat dalam kriteria sangat tinggi dan satu indikator terdapat dalam kriteria cukup. Indeks Prestasi yang diperoleh mahasiswa rata-rata berada dalam kategori sangat memuaskan. Dalam variabel proses penulisan skripsi, rata-rata mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Indonesia Timur Makassar berada dalam krteria tinggi. Dari tujuh indikator yang ada, empat indikator berada dalam kriteria tinggi dan tiga indikator berada dalam kriteria cukup. Ada hubungan signifikan antara motivasi dengan proses penulisan skripsi pada mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Indonesia Timur Makassar Tahun Ajaran 2012. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis korelasi dimana diperoleh harga thitung = 3,266 m> ttabel = 1,99 pada α = 5% dengan dk = 95. Dengan demikina semakin besar motivasi mahasiswa dalam menulis skripsi akan semakin cepat menyelesaikan skripsi.
Filsafat Sejarah dalam Al-Qur’an
Muhammad Shadiq Shabry
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i2.1284
Kisah pada hakikatnya adalah berita yang diikuti yang terdapat dalam al-Qur’an. Berita yang diikuti dalam konteks ini adalah berita yang valid dan benar, seperti yang diakui sendiri oleh al-Qur’an. Kisah-kisah tersebut mempunyai skema yang sama yaitu berisi ajakan kepada satu kaum untuk beriman kepada Allah, taat pada ketentuan syari’at dan mengaplikasikan akhlak terpuji. Wujud kisah dalam al-Qur’an mengambil bentuk pada tokoh yang dikenalkannya, seperti tokoh manusia pilihan yaitu Nabi dan Rasul, tokoh dalam cerita seperti Zulkarnain, Ashab al-Kahfi, Maryam, dan sebagainya. Selain itu terdapat pula tokoh yang lain yaitu makhluk halus berupa jin dan malaikat, serta semut dan burung. Sementara wujud lain dari kisah adalah peristiwa dan dialog. Manfaat kisah dalam al-Qur’an adalah : a) meneguhkaan hati Rasulullah dan hati umat Muhammad atas agama Allah dan memperkuat kepercayaan orang mukmin, b) Merupakan daya tarik ampuh untuk menggugah perhatian dalam mengambil pelajaran dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
Mekanisme Pembayaran Melalui Letter Of Credit (L/C) dalam Transaksi Perdagangan Internasional pada PT. Semen Bosowa Maros
Maryam Maryam
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i2.1292
Masalah dalam penenilitian ini adalah apakah dengan pembayaran melalui Letter of credit (L/C) dapat memperlancar transaksi perdagangan Internasional pada PT. Semen Bosowa Maros dan Bagaimana pembayaran melalui Letter of credit (L/C) dapat memperlancar transaksi perdagangan Internasional pada PT. Semen Bosowa Maros. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mekanisme pembayaran dengan cara pembayaran Letter of credit (L/C) dalam transaksi ekspor import pada PT. Semen Bosowa Maros.Dan untuk mengetahui apakah melalui pembayaran letter of credit (L/C) lebih efektif dalam transaksi ekspor import pada PT. Semen Bosowa Maros. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif yaitu analisis yang digunakan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul tentang bagaimana Mekanisme pembayaran dengan instrument Letter of Credit dalam transaksi ekspor import pada PT. Semen Bosowa Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L/C Sebagai alat atau instrumen yang memudahkan transaksi perdagangan internasional pada PT. Semen Bosowa. L/C memiliki manfaat dan kegunaan bagi pihak eksportir dan juga bagi pihak importir. Kunci sukses penanganan Letter of Credit adalah kehati-hatian, ketelitian dan kedisiplinan semua pihak yang terlibat dalam menangani setiap proses yang dilalui. Terwujudnya keuntungan yang maksimal bagi para pihak secara timbal balik merupakan salah satu tujuan utama daripada transaksi yang mereka adakan sehingga hasil itu baru akan nyata apabila cara pembayaran yang mereka tempuh cukup baik dan terjamin. Pada umumnya cara yang baik dan terjamin dimaksud yang lazim ditempuh dalam perdagangan luar negeri adalah cara pembayaran yang tidak langsung dalam arti melalui aktifitas perbankan.
Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi
Bahrum Bahrum
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i2.1276
Menyingkap ilmu pengetahuan landasan yang digunakan adalah ontologi, epistemologi dan aksiologi, atau dengan kata lain apa, bagaimana dan kemana ilmu itu. Hakekat obyek ilmu (ontologi) terdiri dari objek materi yang terdiri dari jenis-jenis dan sifat-sifat ilmu pengetahuan dan objek forma yang terdiri dari sudut pandang dari objek itu. Epistemologi diawali dengan langkah-langkah : perumusan masalah, penyusunan kerangka pikiran, perumusan hipotesis, dan penarikan kesimpulan. Nilai kegunaan ilmu tergantung dari manusia yang memanfaatkannya. Dalam realitas manusia terdiri dari dua golongan ;pertama golongan yang mengatakan bahwa ilmu itu bebas mutlak berdiri sendiri. Golongan kedua berpendapat bahwa ilmu itu tidak bebas nilai. Adapun dalam Islam ilmu itu tidak bebas nilai ia dilandasi oleh hokum normatif transendental. Nilai yang menjadi dasar dalam penilaian baik buruknya segala sesuatu dapat dilihat dari nilai etika (agama) dan estetika.
Studi Tentang Modernisme Indonesia
Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i2.1274
Mengenai gerakan modernisasi pemikiran Islam di Indonesia telah berkembang secara evolusif sejak permulaan abad XX, ditandai oleh munculnya beberapa tokoh (KH. Ahmad Dahlan, KH. Jamil Djambek, Hamka, H. Abdullah Ahmad dan lain-lain), yang merupakan pengaruh modernisasi Ibnu Taimiyah, Muh. Bin Abdul Wahab, Jamaluddin al-Afgani, selanjutnya Muhammad Abduh di Timur Tengah.Proses modernisasi pemikiran Islam itu, telah berkembang secara dinamis dan juga mempengaruhi munculnya para modernis Islam di permukaan yang lebih brillian, yang menginginkan agar umat Islam menginterpretasikan Islam sedapat mungkin secara rasional dalam berbagai aspek kehidupan, terutama pada aspek teologi, filsafat dan tasawuf. Masalah wacana dan gerakan yang dikembangkan modernisasi pemikiran Islam Orde Baru oleh Harun dan Nurcholish adalah sebagai berikut: Wacana pemikirannya dalam melakukan modernisasi pemikiran Islam di Indonesia era Orde Baru adalah masalah rasionalisme, sekularisme, kebangsaan, pendidikan dan pluralisme dalam tinjauan Islam. Rasionalisasi Islam bagi Harun dan Nurcholish adalah suatu keharusan untuk memahami Islam secara mendalam sebagai agama rasional dan memiliki kebenaran yang absolut dan komprehensif.
Pergerakan Kelompok Terorisme dalam Perspektif Barat dan Islam
Hamzah Junaid
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i2.1285
Terorisme adalah sebuah faham yang berpendapat bahwa penggunaan cara-cara kekerasan, intimidasi dan semacamnya yang menimbulkan kecemasan dan ketakutan, bahkan tejadinya korban jiwa dan harta, untuk mencapai tujuan, baik secara individu maupu secara berkelompok atau dalam sebuah organisasi, yang mempunyai jaringan yang luas, baik berskala nasional maupun internasioanal. Secara akademisi, terorisme dikategorikan sebagai ”kejahatan luar biasa” dan dikategorikan pula sebagai ”kejahatan terhadap kemanusiaan”, yang tidak berprikemanusiaan. Mengingat kategori yang demikian itu, maka pemberantasannya tentulah tidak dapat menggunakan cara-cara yang biasa sebagaimana menangani tindak pidana biasa seperti pencurian, pembunuhan atau penganiayaan. Gerakan-gerakan terorisme selalu menggunakan ancaman atau tindak kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa dan harta tanpa memilih-milih siapa yang akan menjadi korbannya. Terorisme memiliki sejarah yang panjang dan perkembangannya mengikuti perkembangan kehidupan manusia dengan situasi yang mendukungnya, sehingga semakin canggih teknologi yang dimiliki oleh manusia, maka jaringan dan tindakan criminal teroris akan semakin mudah melakukan teror dimanapun dan kapanpun, dan terror dimasa sekarang ini fenomenanya berubah-ubah dan dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat luas. Apalagi dengan berkembangnya persaingan ekonomi, perdagangan dan industeri ditambah dengan teknologi informasi yang semakin modern, memberi banyak peluang kepada negara-negara besar dalam menancapkan pengaruhnya, yang melahirkan proses globalisasi dan modernisasi, yang pada akhirnya menjadi lahan subur bagi perkembangan terorisme. Kemudahan menciptakan ketakutan dengan teknologi tinggi dan liputan media yang luas membuat jaringan dan tindakan teror semakin dapat mencapai tujuannya.
Dinamika Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia dan Tantangannya
Muhammadong Muhammadong
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/.v8i2.1294
Pembaruan hukum Islam dipandang sebagai suatu keharusan yang harus diwujudkan karena persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat juga sangat kompleks. Perlu digaris bawahi bahwa pembaruan hukum Islam yang meliputi segala bentuk muamalah diizinkan oleh syariat Islam, sepanjang tidak kontra produktif dengan jiwa dan roh hukum Islam itu sendiri. Pendapat para ulama terdahulu yang dianggap tidak sesuai lagi keadaan zaman sehingga mereka melakukan ijtihad dalam rangka menemukan jawaban terhadap persoalan yang dihadapi di masa sekarang. Hukum Islam dalam bidang muamalah hanya mengatur dan menetapkan prinsip-prinsip pokoknya secara umum, sedangkan perinciannya diserahkan kepada manusia untuk memikirkannya, dengan catatan tetap berangkat dari prinsip dasar yang dikehendaki oleh hukum Islam itu sendiri. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa jiwa dan prinsip hukum Islam bersifat konstan, permanen, stabil dan tidak berubah sepanjang masa. Akan tetapi, terhadap peristiwa hukum, teknis dan cabang-cabangnya, dapat mengalami perubahan atau pembaruan sesuai dengan tuntutan zaman. Hal itu dikarenakan ayat-ayat dalam Alquran banyak bersifat zanniy, sehingga sangat besar peluang Ulama untuk melakukan ijtihad untuk menemukan hukum baru dalam Islam.