cover
Contact Name
Radyana
Contact Email
rasdyana@gmail.com
Phone
+628529995952
Journal Mail Official
journal@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University of Makassar, Indonesia Jl.H.M.Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan.
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Nature: National Academic Journal of Architecture
ISSN : 23026073     EISSN : 25794809     DOI : -
NATURE: National Academic Journal of Architecture (P-ISSN: 2302-6073, E-ISSN:2579-4809) adalah publikasi ilmiah untuk topik penelitian dan kritik yang tersebar luas dalam studi Desain Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2018): Nature" : 9 Documents clear
KARAKTERISTIK HUNIAN PERMUKIMAN KUMUH KAMPUNG SAPIRIA KELURAHAN LEMBO KOTA MAKASSAR Amalia, Andi Annisa
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a2

Abstract

Abstrak_ Pemenuhan kebutuhan tempat tinggal bagi kaum migran yang seringkali menyewa rumah di bagian pusat kota karena dekat dengan lokasi mata pencaharian berdampak pada terjadinya proses perkembangan bangunan yang tidak terkendali dan menciptakan permukiman kumuh. Kampung Sapiria  merupakan salah satu permukiman di Kota Makassar yang didominasi oleh kaum migran. Hal ini karena nilai strategis lokasinya pada tepian air Bantaran Kanal Pannampu ,dekat dengan simpul-simpul jasa distribusi kota, terdapat fasilitas pendidikan, dan kemudahan akses menuju Pelabuhan Paotere serta Tol Reformasi. Kampung Sapiria yang terletak di Kelurahan Lembo merupakan salah satu dari 103 titik kumuh di Kota Makassar dengan luas kumuh 4,53 ha. Lokasi kumuh Kampung Sapiria Kelurahan Lembo berada di RW 002 dan RW 005 berkategori kumuh sedang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kumuh Kampung Sapiria dari aspek bangunan hunian meliputi ketidakteraturan bangunan, kepadatan bangunan hunian,  ketidaksesuaian dengan persyaratan teknis bangunan, dan legalitas bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Hasil identifikasi karakteristik hunian permukiman kumuh Kampung Sapiria diketahui bahwa 28 % bangunan yang memiliki ketidakteraturan, 85 % bangunan hunian yang memiliki luas lantai tidak sesuai standar, 22 % bangunan hunian tidak sesuai persyaratan teknis, 10 % bangunan hunian memiliki IMB dan 5 % dengan status lahan milik. Kata kunci : Migran ; Kekumuhan ; Ketidakteraturan ; Kepadatan ; Legalitas.  Abstract­_ Fulfilling residential needs for migrants who often rent houses in the downtown area as close to livelihood locations has an impact on uncontrolled development of buildings and creating slums. Kampung Sapiria is one of the settlements in Makassar City which is dominated by migrants. This is because of the strategic value of its location on the waterfront of Pannampu  Canal, close to the nodes of the city's distribution services, educational facilities, and easy access to Paotere Port and Reform Toll. Kampung Sapiria located in Lembo Village is one of 103 slum point in Makassar City with slum area of 4.53 ha. The slum location of Kampung Sapiria Kelurahan Lembo is located at RW 002 and RW 005 is categorized as slum. This study aims to identify the slum characteristics of Kampung Sapiria from the aspects of residential buildings including building irregularity, density of residential buildings, nonconformities with the technical requirements of the building, and the legality of the building. The research method used is quantitative descriptive. The result of identification of residential characteristics of Kampung Sapiria slums is known that 28% of buildings have irregularities, 85% of residential buildings with non-standard floor area, 22% of residential buildings are not in accordance with technical requirements, 10% of residential buildings have IMB and 5% property. Keywords :  Migrants; The slums; Irregularities; Density; Legality.
RUMAH PANGGUNG SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN TERHADAP BENCANA BANJIR, LAHAN PARKIR, AREA BERMAIN DAN BERSOSIALISASI Alfiah, Alfiah; Said, Ratriana
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a9

Abstract

Abstrak_ Perumahan di perkotaan hakekatnya mewujudkan kondisi yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejahtera, berbudaya, berkeadilan sosial dan berkelanjutan. Permasalahan perumahan adalah perbaikan kualitas lingkungan tidak diimbangi dengan perbaikan kualitas unit rumah. Perbaikan jalan lingkungan tiap tahun menyebabkan tinggi permukaan jalan lebih tinggi dari lantai unit perumahan tersebut. Pertambahan tinggi permukaan jalan menyebabkan terjadinya genangan air pada tiap unit rumah pada musim hujan. Pertumbahan ekonomi penghuni menyebabkan bertambahnya kebutuhan akan fasilitas kendaraan atau garasi. Perencanaan garasi atau carport yang tidak terencana menyebabkan penguhi perumahan memarkir kendaraan di jalan lingkungan depan rumahnya. Perilaku tersebut sangat merugikan penghuni dan pelaku kegiatan dalam perumahan tersebut. Area bermain dan bersosialisasi pada perumahan yang jarang tersedia menyebabkan para penghuni dan anak-anak kerang peka terhadap lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dimana pendekatan pada kedua metode ini berbeda. Pada metode kualitatif digunakan dengan cara mempelajari beberapa literatur berupa teori-teori penanggulangan banjir pada area perumahan serta standar-standar luas untuk parkir. Kuantitif untuk menghitung dan mengukur standar ketinggian bangunan terhadap banjir dan luas yang diperlukan untuk parkir pada tiap unit rumah. Perencanaan desain rumah panggung area perumahan menjadi salah satu alternative solusi dalam memecahkan bencana banjir, perparkiran, area bermain dan area soliasilsasi pada perumahan di perkotaan yang dapat mewujudkan kondisi yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejahtera, berbudaya, berkeadilan sosial dan berkelanjutanKata-kunci : Rumah Panggung; Bencana Banjir; Lahan Parkir. Abstrac_Urban housing in nature embodies conditions that are habitable, safe, comfortable, peaceful, prosperous, cultured, socially just and sustainable. The problem of housing is the improvement of environmental quality is not balanced with the improvement of the quality of housing units. Environmental road improvement each year causes the road surface height is higher than the floor of the housing unit. The increase in the height of the road surface causes the occurrence of water puddles in each unit of the house during the rainy season. The economic spill of the occupants caused an increase in the need for a vehicle or garage facility. Planning an unplanned garage or carport causes the housing to park in the street environment of his house. Such behavior is very detrimental to residents and actors in the housing. The area of play and socializing on rarely available housing causes residents and clam children to be sensitive to the environment. This research uses descriptive method with quantitative and qualitative approach where the approach in both methods is different. In qualitative methods used by studying some literature in the form of flood prevention theories on residential areas as well as wide standards for parking. Quantitative to calculate and measure the standard height of the building against the flood and area required for parking on each unit of the house. Housing stage design of residential area becomes an alternative solution in solving flood, parking, play area and soliasilsasi area in urban housing that can realize the condition of habitable, safe, comfortable, peaceful, prosperous, cultured, social justice and sustainableKeywords: Stage House; Floods; Parking lot.
DESAIN PERMUKIMAN NELAYAN PANTAI MERPATI DI KABUPATEN BULUKUMBA Marwati, Marwati; Wasilah, Wasilah; Hamja, Ulfa Idin
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a3

Abstract

Abstrak_ Pantai Merpati berada di kabupaten Bulukumba yang memiliki Potensi Wisata Kuliner, industri perikanan dan tempat pertunjukan musik.  Kondisi Perumahan Permukiman yang kurang layak. Kurangnya sarana fasilitas kesehatan dan prasarana jalan di area permukiman nelayan tersebut, Tujuan desain ini untuk memperbaiki permukiman nelayan ini yang masih belum memenuhi kebutuhan penduduk yang ada di permukiman nelayan tersebut. Kondisi yang di desain mencakup model rumah tinggal, fasilitas sarana dan prasarana penunjang  serta penataan permukimannya.  Metode pembahasan diawali dengan pengumpulan data yang diolah melalui analisis dan sintesis data yang kemudian diproses menjadi sebuah konsep perancangan  lalu ditransformasikan ke dalam bentuk grafis dengan menggunakan metode ekplorasi desain. Hasil Desain berupa Site Plan dan bentuk unit hunian serta fasilitas penunjangnya.Kata kunci : Permukiman nelayan; Pantai. Abstract­_ Merpati Beach is located in Bulukumba district which has Potential of Culinary Tourism, fishery industry and music venue. Condition of Housing Settlements that are less feasible. Lack of health facility facilities and road infrastructure in the fisherman's settlement area, the purpose of this Design is to improve the fisherman's settlement which is still not meet the needs of the population in the fisherman's settlement. Conditions that are designed include residential model, facilities and supporting facilities and settlement arrangement. The method of discussion begins with data collection processed through analysis and synthesis of data which is then processed into a design concept and then transformed into a graphical form using the method of design exploration. Design Results in the form of Site Plan and the form of residential units and supporting facilities.Keywords :  Fisherman's Settlements; Beache.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA GEDUNG KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA DIMAKASSAR Rahayu, Irma; Rahman, St. Aisyah; Chandra Gunawan, Mahesha Tifany
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a8

Abstract

Abstrak_ Pelestarian lingkungan hendaknya merupakan salah satu pertimbangan utama dalam merancang suatu bangunan. Konsep arsitektur hijau merupakan salah satu cara pendekatan dalam merancang aktifitas atau kegiatan pada gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia atau yang biasa disingkat menjadi KONI. KONI sebagai suatu organisasi memiliki struktur organisasi yang mengatur berbagai kegiatan olahraga yang ada di Indonesia, selain itu juga KONI bertugas untuk mengembangkan minat dan bakat olahraga yang ada pada masyarakat Indonesia . Gedung baru KONI  nantinya diharapkan menjadi  suatu wadah untuk berbagai persatuan olahraga yang ada di Indonesia sekaligus mendukung aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh KONI, baik itu kegiatan organisasi maupun kegiatan pembinaan sekaligus pelatihan olahraga.Kata Kunci: Arsitektur Hijau; KONI; Olahraga; Organisasi; Pembinaan dan Pelatihan. Abstract_  Environmental preservation should be one of the main considerations in designing a building. The concept of green architecture is one way approach in designing activities or activities in the National Sports Committee building Indonesia or commonly abbreviated as KONI. KONI as an organization has an organizational structure that regulates various sports activities in Indonesia, in addition KONI is also tasked to develop the interest and talent of sports that exist in Indonesian society. KONI new building will be expected to be a container for various sports unity in Indonesia as well as support activities undertaken by KONI, whether it's organizational activities and coaching activities as well as sports training.Keywords:  Green Architecture; INSC; Sports; Organization; Training and Development
PENERAPAN KONSEP FUTURISTIK PADA PUSAT PACUAN KUDA DI JENEPONTO Wasilah, Wasilah; Burhanuddin, Burhanuddin; Ulmia, Nahda
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a4

Abstract

Abstrak_  Pusat Pacuan Kuda di Jeneponto merupakan kompleks kegiatan olahraga berkuda dimana didalamnya terdapat tiga kegiatan berkuda yaitu olahraga, pelatihan dan rekreasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini memaparkan fakta fenomena  dan keadaan kondisi eksisting tapak, kemudian disesuikan dengan data   dengan   studi   pustaka   dan  studi preseden yang berkaitan dengan arena berkuda serta Arsitektur Futuristik. Konsep ini mengahsilkan perancangan bentuk bangunan yang dibuat berdasarkan pengolahan tapak yang diolah dengan bentuk dinamis dan material yang maju di dukung oleh sistem teknologi masa depan.Kata kunci : Pusat Pacuan Kuda; Jeneponto; Arsitektur Fututristik.Abstract_ The Equestrian Center at Jeneponto is a complex of horse-riding activities where there are three riding activities that are sports, training and recreation.. The method used is qualitative descriptive method. This method describes the facts of the phenomenon and the condition of the existing site conditions, then adjusted to the data by literature study and study of precedents related to equestrian arena and Futuristic Architecture. This concept produces the design of building forms based on the processing of the treads processed with dynamic forms and advanced materials supported by future technology systems.Keywords :The Equestrian Center; Jeneponto; Futuristic Architecture. 
URBAN GREEN INFRASTRUCTURE FOR CLIMATE RESILIENCE: A REVIEW Tauhid, Fahmyddin Araaf
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a7

Abstract

Abstract: As the climate change affectingon coastal cities by increasing the intensity and frequency of climate related disasters such as flooding, sea level rise, drought etc., the need to explore other urban infrastructure strategies than conventional one is required. This alternative not only mitigate the impacts but also improve the urban climate resilience. In line with it, green infrastructure/GI can be sustainable alternative in that way combine with gray infrastructure. Therefore, this paper reviews the concept of GI to advance the urban resilience associated with climate related disasters. Some strategies based on the current literature and projects are also recommended including managing flood risk, building resiliency to drought, reducing the urban heat island effect, lowering building energy demands, improving coastal resiliency, and reducing energy needed to manage water.Key words: Green Infrastructure, Climate Resilience, Urban Resilience, Sustainability, Flood, Drought,Sea level Rise.
ANALISIS KONFLIK JALAN SEBAGAI RUANG PUBLIK PERKOTAAN (STUDI KASUS : JALAN LINGKUNGAN MENUJU DANAU MAWANG, KABUPATEN GOWA) Ersina, Sriany
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a5

Abstract

Abstrak_ Ruang publik yang ideal harus menjadi landasan bersama, terbuka dan dapat diakses untuk semua, termasuk bagi para penyandang cacat. Namun kenyataannya, di sepanjang jalan lingkungan menuju Danau Mawang tidak semua ruang publik yang dapat diakses. Idealnya, berbagai orang yang menggunakan dan melakukan interaksi di ruang publik harus diakomodasi dalam ruang. Potensi konflik ada kapan saja dan di mana pun orang-orang berinteraksi. Konflik bersifat wajar, normal, dan tidak dapat dihindari setiap kali orang berinteraksi bersama. Ketidaksepakatan dan perbedaan pada konflik nilai dapat diindikasikan oleh situasi tak terhindarkan dalam hubungan manusia. Oleh karena itu, mendefinisikan perbedaan dan strategi untuk mengelola konflik di ruang publik akan menjadi fokus dari penelitian ini. Sinergi, kompromi, tindakan akomodatif dan penggunaan kekuatan antara lain adalah strategi mengelola konflik untuk menciptakan lingkungan yang dibangun menuju tempat umum yang terbuka dan dapat diakses.Ruang publik adalah tempat bersama di mana orang melakukan kegiatan fungsional dan ritual yang mengikat komunitas, baik dalam rutinitas normal kehidupan sehari-hari atau dalam perayaan periodik (Bishop dan Krik R. 1989). Jalan Perkotaan yang berhubungan dengan sebagian besar ruang publik harus melayani masyarakat luas, masyarakat majemuk dan berbagai perilaku manusia.Dalam penelitian ini berlandaskan pada paradigma rasionalitik dengan pendekatan metode penelitian deskriptif yaitu; studi pustaka tentang teori dasar ruang publik perkotaan, observasi lapangan, dan menganalisis data dengan menggunakan ArchGIS program (program pemetaan digitalisasi).Dengan mengelola konflik di sepanjang Jalan Lingkungan menuju Danau Mawang sebagai ruang publik perkotaan sebaik mungkin akan dapat menciptakan ruang publik yang terbuka dan dapat diakses dengan baik oleh seluruh masyarakat setempat.Kata kunci : Ruang Publik; Konflik Ruang Publik; Jalan Perkotaan.
INTEGRASI KONSEP ARSITEKTUR ISLAM PADA RUMAH ADAT SAORAJA LAPINCENG KABUPATEN BARRU AS, Zulkarnain; Hildayanti, Andi
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a1

Abstract

Abstrak_ Saoraja Lapinceng merupakan salah satu rumah adat masyarakat Bugis yang terletak di Kabupaten Barru dan menjadi warisan budaya Sulawesi Selatan yang patut dijaga dan dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis serangkaian nilai tradisi atau filosofi yang terkandung pada Saoraja Lapinceng sebagai icon arsitektur tradisional Barru serta menemukan integrasi konsep arsitektur Islam pada rumah adat sebagai bagian upaya pelestarian budaya. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, maka penelitian ini mengidentifikasi dan menemukan berbagai nilai tradisi, karakteristik komponen arsitektural, dan integrasi konsep arsitektur Islam yang diaplikasikan pada bangunan rumah adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saoraja Lapinceng memiliki karakteristik bangunan yang sama dengan rumah adat bugis pada umumnya. Disamping itu, terdapat beberapa unsur kesamaan pola ruang rumah Islami dengan pola ruang rumah tradisional Saoraja Lapinceng memberikan kaidah bahwa ajaran Islami sangat menyatu dengan karaktristik suku Bugis yang memang sangat kental dengan unsur ajaran Islami dalam kehidupan masyarakatnya.Kata kunci : Komponen Arsitektural; Rumah Adat; Konsep Arsitektur Islam; Tradisi.Abstract_ Saoraja Lapinceng is one of the traditional house of Bugis society located in Barru Regency and become cultural heritage of South Sulawesi which is women dijagai and preserved. This study aims to identify and analyze the traditional values or philosophies contained in Saoraja Lapinceng as traditional Barru architectural icons and discover the concept behind traditional Islam. By using descriptive research method, hence this research look for and find various kinds of information, characteristic of architectural component, and integrate concept of Islam architecture applied to Rumah Rumah adat. The results showed that Saoraja Lapinceng has the same building properties as custom homes bugis in general. In addition, there are several types of spatial pattern of Islamic house with the pattern of traditional home space Saoraja Lapinceng gives the rule that Islamic teachings are very united with the karaktristik Bugis tribe that is very thick with no Islamic teachings in the life of the community.Keywords : Architectural Components; Custom home; Concept of Islamic Architecture; Tradition.
KUALITAS PERANCANGAN TAMAN BENTENG ROTERDAM MAKASSAR Santosa, Muhammad Ardli; Rasdyana, Rasdyana; Syauki, Ahmad; Masseleng, Lexsi Yosua
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a6

Abstract

Abstrak_ Taman kota merupakan ruang terbuka publik secara optimal digunakan sebagai area yang berfungsi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kehidupan dan kesejahteraan warga kotanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perancangan taman Benteng Roterdam. Analisis yang dilakukan meliputi analisis deskriptif dan kualitatif terhadap data yang dikumpulkan dan penilaian KPI (Key Perfomance Index). Nilai KPI  menujukkan bahwa kualitas perancangan taman sebesar 0.66 yang artinya kondisi taman Benteng Roterdam kurang sesuai dengan standar.Kata kunci : Kualitas Ruang Publik; Benteng Roterdam Makassar: Penilaian KPI. Abstract_ The urban park is an open public space optimally used as an area that works both directly and indirectly for the life and welfare of the people of the city. The purpose of this research is to know the quality of  Fort Roterdam design. The analysis includes descriptive and qualitative analysis of collected data and KPI (Key Perfomance Index). The value of KPI shows that the quality of garden design is 0.66, which means that the condition of FortRoterdam park is less in line with the standard.Keywords: Quality of Public Space; Fort Roterdam Makassar; Assessment of KPI

Page 1 of 1 | Total Record : 9