Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK ARSITEKTUR RUMAH ADAT WAJO DI KOMPLEKS MINIATUR BUDAYA SULAWESI SELATAN BENTENG SOMBAOPU MAKASSAR -, Andi Annisa Amalia
Teknosains Vol 8, No 2 (2014): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN ALauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Characteristics Wajo custom homes in South Sulawesi Cultural Complex Miniature Somba Opu Makassar is a characteristic which has a typical value for custom home Wajo considered quite representative as one typology miniature traditional houses in South Sulawesi. There are several aspects that were analyzed from architectural aspects, namely: cosmology, layout, mass, layout, shape, material, structure and construction and ornament/decoration. The method used in traditional house miniature architectural characteristics Wajo is using the survey method (direct observation), where the data were analyzed by means of descriptive qualitative method.Keywords: Characteristics, architectural, traditional house Wajo.
PELATIHAN PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI PRODUK INTERIOR DAN ARSITEKTUR DI KELURAHAN SINRIJALA KOTA MAKASSAR Amalia, Andi Annisa; Amal, Citra Amalia; Syahriyunita, Andi
Jurnal Balireso: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Balireso: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.144 KB) | DOI: 10.33096/balireso.v4i2.120

Abstract

Recycle goods that are generally regarded as household waste that is no longer useful so thrownaway. whereas with the development of science, especially the field of interior architecture anddesign demands of human needs in their house, these used items can be processed into morevaluable goods. Used goods such as plastic, wood waste, newsprint, sewing machines fashioned,wall clocks scars, cutting boards, kitchen appliances and so on can be recycled and diremodellingby design decopage into interior products more attractive and aesthetically pleasing high aslanterns, ornaments, picture frames , where newspapers, baskets, wall hangings, could even belounge chairs and partitions. But to do that, it takes a creative idea and the ability to process them.To that end, it is expected that this training can develop the capacity of communities using thriftinto interior and architectural products that can boost household economies in Sub Sinrijala.
DETERMINASI RUANG PSIKOLOGIS DI KOTA MAKASSAR DENGAN PENDEKATAN NEURO-ARCHITECTURE Paddiyatu, Nurhikmah; Umar, Fitrawan; Amalia, Andi Annisa; Wahyuni, Sri
Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) Vol 3, No 1 (2020): Februari (Jurnal Arsitektur dan Perencanaan)
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/juara.v3i1.1322

Abstract

Berbagai masalah perkotaan seperti kebisingan, kepadatan kota, ruang publik, tingginya kriminalitas, kemacetan serta masalah kota lainnya tentu sangat mempengaruhi pula psikologis penghuni kota. Dalam hal ini peran arsitek yang memiliki urgensi dalam perancangan khususnya tata desain arsitektur ruang, sangatlah berimplikasi pula terhadap pembentukkan karakter atau perilaku individu. Neuro-arsitektur salah satu pendekatan kolaborasi neurosains dan arsitektur yang mendasarkan konsep arsitektur dalam ilmu saraf, sehingga aspek spasial atau ruang dapat dilihat melalui korelasi saraf dan persepsi ruang. Studi ilmu ini sering terkait dan membahas mengenai suatu lingkungan yang dapat memodifikasi reaksi kimia otak dan pikiran, emosi, serta perilaku.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan atau menetapkan lokasi ruang publik yang sesuai dengan psikologis masyarakat dengan pendekatan neuro-arsitektur di kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis yang digunakan yakni teknik analisis spasial dengan metode overlay/tumpang susun untuk mengetahui sebaran ruang publik yang sesuai dengan psikologis masyarakat. Sedangkan analisis IPA (Importance Performa Analysis) mengetahui variabel mana yang menjadi tingkatan tertinggi dalam preferensi masyarakat pada determinasi ruang.
Penataan Visual Signage Koridor Jalan Bunga Ejaya Kelurahan Bontoala Tua Kecamatan Bontoala Kota Makassar Amal, Citra Amalia; Amalia, Andi Annisa
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2852.749 KB) | DOI: 10.23917/warta.v24i1.10903

Abstract

Kelurahan Bontoala Tua merupakan kawasan Kota lama Makassar yang menandai masa perkembangan agama Islam di Kota Makassar. Salah satu bukti sejarah perkembangan Islam di tempat ini, adanya Kompleks Pemakaman Sayye (Arab) yaitu Makam Lajangiru dan Makam Bunga Ejaya yang terletak di Jalan Bunga Ejaya. Namun koridor linkage menuju tempat tersebut belum tertata dengan baik, pada node koridor penghubung menuju lokasi tidak terdapat papan informasi atau signage sehingga menyulitkan pengunjung atau peziarah karena belum ada identitas lokasi sebagai penanda menuju ke lokasi pemakaman tersebut. Padahal node dan simpul-simpul jalur menuju tempat tersebut merupakan linkage penghubung koridor utama Kota seperti Jalan Veteran dan Jalan Masjid Raya Makassar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah mendesain dan membuat signage Pemakaman Arab di Jalan Bunga Ejaya yang memenuhi unsur visibilitas (terlihat), legibilitas (terbaca), dan aspek visual (estetika). Metode yang digunakan dalam kegiatan penataan visual signage ini adalah metode participatory approach (pendekatan semi partisipatif). Tahapan kegiatan yang dilakukan terdiri dari sosialisasi, survei lapangan, diskusi konsep, persiapan alat dan bahan serta perakitan, dan pemasangan signage Pemakaman Arab Bontoala. Signage yang diimplementasikan pada Koridor Jalan Bunga Ejaya adalah jenis free standing sign merupakan elemen penunjuk arah ke lokasi Pemakaman Arab Bontoala. Signage ini berkonsep Islami dengan tampilan visual warna hijau, simpel, ringan, sederhana, dan bentuk tiang menyatu dengan papan informasinya yang ditempatkan pada node Jalan Bunga Ejaya dengan Jalan Lamuru.
PERSEPSI DIFABEL PENGLIHATAN TERHADAP ARSITEKTUR KOTA (STUDI KASUS KOTA MAKASSAR) Umar, Fitrawan; Nur, Khilda Wildana; Paddiyatu, Nurhikmah; Amalia, Andi Annisa
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 Ni. 1 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i1.30962

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki hambatan tertentu dalam memanfaatkan infrastruktur kota dibanding dengan masyarakat tanpa disabilitas. Hal ini terutama berlaku pada difabel penglihatan yang secara fisik tak dapat menggunakan indera penglihatan secara sempurna untuk menjangkau infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji persepsi lingkungan difabel penglihatan terhadap arsitektur kota, khususnya jalur pedestrian dan ruang terbuka publik di Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ‘content analysis’, yaitu menganalisis kata-kata kunci dari informasi yang disampaikan responden. Hasil menunjukkan bahwa persepsi difabel penglihatan terhadap jalur pedestrian cenderung negatif, dan persepsi terhadap ruang terbuka publik masih lebih baik dibanding jalur pedestrian.
Urban Resilience Strategy in The Climate Change Governance in Makassar City, Indonesia Ihyani Malik; Andi Luhur Prianto; Abdillah Abdillah; Zaldi Rusnaedy; Andi Annisa Amalia
Journal of Government and Civil Society Vol 5, No 1 (2021): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v5i1.3884

Abstract

Urban resilience strategies need to be encouraged to support a broader, planned and integrated development process. Therefore, this article aims to look at the actualization conditions of urban policies in climate change governance in Makassar City, Indonesia. strategy is an effort to find and build a model for implementing strategies for developing urban resilience in climate change governance in Makassar City. The research method used is an explorative-qualitative method with a narrative-phenomenological approach where the data sources are primary and secondary data. Data collection through field studies and document studies. The data analysis used is an interactive model. City strategy resilience development model in climate change governance in Makassar City. The results showed that for the first time, the actual condition of Makassar City was under threat of climate change, both biophysically and socio-economically. Second, multilevel governance (MLG) as an ideal model in developing urban resilience, where the principle used is collaborative impact governance, namely building collaboration in policy making to tackle climate change. Third, decentralization as a strategy for implementing resilience, such as national conservation, which begins with the reservation of parks and protected areas. The dominant natural character is controlled under the control of the local government. The number and extent of protected areas are indicators of conservation-based programs implemented by the Makassar City Government.Strategi ketahanan perkotaan perlu di dorong untuk mendukung proses pembangunan yang lebih luas, terencana dan terintegrasi. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual strategi ketahanan perkotaan dalam tata kelola perubahan iklim di kota Makassar, Indonesia. strategi adalah upaya untuk menemukan dan membangun model strategi implementasi pengembangan kapasitas ketahanan kota dalam tata kelola perubahan iklim di Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksploratif-kualitatif dengan pendekatan naratif-fenomenologi dimana sumber datanya adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data melalui studi lapangan dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Model pengembangan kapasitas strategi ketahanan kota dalam tata kelola perubahan iklim di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, kondisi aktual Kota Makassar dalam ancaman perubahan iklim baik secara biofisik maupun sosial ekonomi. Kedua, multilevel governance (MLG) sebagai model ideal dalam pengembangan kapasitas ketahanan kota, dimana prinsip yang digunakan adalah tata kelola kolaboratif yaitu membangun kolaborasi dalam pembuatan kebijakan untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Ketiga, desentralisasi sebagai strategi penerapan kapasitas ketahanan, seperti adanya gerakan konservasi modern yang dimulai dengan pembentukan taman nasional dan kawasan lindung. Karakter alami yang dominan ditempatkan di bawah kendali pemerintah daerah. Jumlah dan luas kawasan lindung merupakan indikator keberhasilan program berbasis konservasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar.
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR RUMAH ADAT WAJO DI KOMPLEKS MINIATUR BUDAYA SULAWESI SELATAN BENTENG SOMBAOPU MAKASSAR Andi Annisa Amalia Annisa Amalia
Teknosains Vol 8 No 2 (2014): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v8i2.1911

Abstract

Characteristics Wajo custom homes in South Sulawesi Cultural Complex Miniature Somba Opu Makassar is a characteristic which has a typical value for custom home Wajo considered quite representative as one typology miniature traditional houses in South Sulawesi. There are several aspects that were analyzed from architectural aspects, namely: cosmology, layout, mass, layout, shape, material, structure and construction and ornament/decoration. The method used in traditional house miniature architectural characteristics Wajo is using the survey method (direct observation), where the data were analyzed by means of descriptive qualitative method.
Penataan Visual Signage Koridor Jalan Bunga Ejaya Kelurahan Bontoala Tua Kecamatan Bontoala Kota Makassar Citra Amalia Amal; Andi Annisa Amalia
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i1.10903

Abstract

Kelurahan Bontoala Tua merupakan kawasan Kota lama Makassar yang menandai masa perkembangan agama Islam di Kota Makassar. Salah satu bukti sejarah perkembangan Islam di tempat ini, adanya Kompleks Pemakaman Sayye (Arab) yaitu Makam Lajangiru dan Makam Bunga Ejaya yang terletak di Jalan Bunga Ejaya. Namun koridor linkage menuju tempat tersebut belum tertata dengan baik, pada node koridor penghubung menuju lokasi tidak terdapat papan informasi atau signage sehingga menyulitkan pengunjung atau peziarah karena belum ada identitas lokasi sebagai penanda menuju ke lokasi pemakaman tersebut. Padahal node dan simpul-simpul jalur menuju tempat tersebut merupakan linkage penghubung koridor utama Kota seperti Jalan Veteran dan Jalan Masjid Raya Makassar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah mendesain dan membuat signage Pemakaman Arab di Jalan Bunga Ejaya yang memenuhi unsur visibilitas (terlihat), legibilitas (terbaca), dan aspek visual (estetika). Metode yang digunakan dalam kegiatan penataan visual signage ini adalah metode participatory approach (pendekatan semi partisipatif). Tahapan kegiatan yang dilakukan terdiri dari sosialisasi, survei lapangan, diskusi konsep, persiapan alat dan bahan serta perakitan, dan pemasangan signage Pemakaman Arab Bontoala. Signage yang diimplementasikan pada Koridor Jalan Bunga Ejaya adalah jenis free standing sign merupakan elemen penunjuk arah ke lokasi Pemakaman Arab Bontoala. Signage ini berkonsep Islami dengan tampilan visual warna hijau, simpel, ringan, sederhana, dan bentuk tiang menyatu dengan papan informasinya yang ditempatkan pada node Jalan Bunga Ejaya dengan Jalan Lamuru.
TERITORIALITAS RUANG PADA PERMUKIMAN KAMPUNG MELAYU KOTA MAKASSAR Andi Annisa Amalia; Citra Amalia Amal
Jurnal Linears Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Linears
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v1i1.1319

Abstract

Pemanfaatan ruang permukiman di Kampung Melayu Kota Makassar khususnya pada hunian dengan tingkat kepadatan tinggi, secara tidak sadar mengarahkan penghuni mensetting ruang luar sebagai area yang dimilikinya (teritori). Latar belakang utama pembentuk teritori tersebut diantaranya legalitas, lama menghuni, aktivitas dan persepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas teritori yang diterapkan dan karakteristiknya pada Kampung Melayu Kota Makassar. Metode  penelitian yang digunakan adalah rasionalistik. hasil penelitian membahas batas teritori fisik dan non fisik. Sedangkan karakteristik teritorialitas ruang adalah berbentuk persegi (square), memanjang (linear), berdasarkan waktu, aktivitas, dan latar belakang budaya masyarakat.
POTOMETRIUM (POT TANAMAN GEOMETRIS DAN TERARIUM) SERTA PEMASARAN DIGITAL BAGI KELOMPOK PENJUAL TANAMAN HIAS DI KELURAHAN MACCINI SOMBALA KOTA MAKASSAR Citra Amalia Amal; Andi Annisa Amalia; Sri Andayaningsih
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.641 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i1.7698

Abstract

POTOMETRIUM (Geometric and Terraium Pot Plants) and Digital Marketing for The Ornamental Plant Traders Group in Maccini Sombala Village, Makassar CityAbstract. The world of architecture is currently colored by the development of farming methods for urbanites in limited land by arranging plants into special containers of high artistic value such as terrariums and pots in the style of industrial geometry. Some of the problems faced by ornamental plant sellers are the high competition in selling similar types of potted plants because the types of pots sold are generally the same as those on the market, not yet skilled in assembling cactus and succulent plants into terrarium containers, and the sales system is still conventional in nature. To overcome these problems, community service was carried out in the form of developing productive partners with the theme POTOMETRIUM (Geometry and Terrarium Plant Pots). POTMETRIUM PPM activities consist of preparatory activities, identification and classification of ornamental plant sales groups, dissemination of POTOMETRIUM product knowledge and socialization of PKM implementation activities, implementation of geometric pot making workshops, implementation of technical terrarium arranging workshops, implementation of digital marketing technical workshops, making video tutorials POTOMETRIUM, publications implementation of activities, preparation of activity reports, and implementation of monitoring and evaluation of the results of PKM activities.Keywords: Geometric, terrarium, product, digital, ornamental plant.Abstrak. Dunia arsitektur saat ini diwarnai perkembangan metode bercocok tanam bagi kaum urban di lahan terbatas  dengan merangkai tanaman ke dalam wadah khusus yang bernilai seni tinggi diantaranya Terarium dan Pot bergaya industrial geometri. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kelompok penjual tanaman hias yaitu tingginya persaingan penjualan jenis pot tanaman sejenis karena jenis pot yang dijual umumnya sama dengan yang ada di pasaran, belum terampil dalam merangkai tanaman kaktus dan sukulen ke dalam wadah terarium, dan sistem penjualan masih bersifat konvensional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pengembangan mitra produktif ber-tema POTOMETRIUM (Pot Tanaman Geometri dan Terarium). Kegiatan PPM POTOMETRIUM terdiri atas kegiatan persiapan, identifikasi dan klasifikasi kelompok penjual tanaman hias, sosialisasi pengetahuan produk POTOMETRIUM dan sosialisasi pelaksanaan kegiatan PKM, pelaksanaan workshop pembuatan pot geometris, pelaksanaan workshop teknis merangkai terarium, pelaksanaan workshop teknis pemasaran digital, pembuatan video tutorial POTOMETRIUM, publikasi pelaksanaan kegiatan, penyusunan laporan kegiatan, dan pelaksanaan monitoring serta evaluasi hasil kegiatan PKM.Kata Kunci: Geometris, terarium, produk, digital marketing, tanaman hias. 
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah Abd Muis Ahmad Abdillah S Abdullah, Ashari Ahmad Sarwadi, Ahmad Ahmad, Abd Muis Aisyah Ayu Andira Alkatiri Aldi, Muhammad Amal, Citra Amalia Amir, Muh. Adjie Syahriansyah Andi Asmuliany Andi Asmuliany Andi Luhur Prianto Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahruyinita andi Yusri Anti, Suriyanti Ashari Abdullah Baharuddin, Hasniar Hamid, Hamzah Hamrun Heri Hermawan Rahman Ibrahim Salam Idrus, Irnawaty Ihyani Malik Ikaputra Ikaputra Intan Batari Saputri Irma Rahayu Ismail Ibrahim Izharul Haq Khilda Wildana Nur KhildaWildanaNur khilda wildana M muhajerin Muh. Arif Muh. Arif muhajerin, M Muhammad Aldi Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Sani Roychansyah Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Mustafa, Mursyid Mutmainnah Mutmainnah Mutmainnah Sudirman Nur Indah Rokhana Nur, Khilda Wildana NUR, KHILDA WILDANA Nurawal, Muhammad Alfacmy Nurhikmah Paddayatu Nurhikmah Paddiyatu Paddayatu, Nurhikmah Paddiyatu, Nurhikmah Rahman, Heri Hermawan Rahmat Sopianto Rapi, Adam Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Rifaldi Rifaldi, Rifaldi Rohana Rohana ROHANA ROHANA Rokhana, Nur Indah Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Safitri, Sulfika Sahabuddin Latif Salam, Ibrahim Salmiah Zainuddin Salsabila, Unik Hanifah Saputri, Intan Batari Sawerigading, Andi Adam Sopianto, Rahmat Sri Andayaningsih Sri Wahyuni Sulfika Safitri Suriyanti Anti Syahriyunita Syahruddin Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruddin, Syahriyunita Syahruyinita, Andi Syaiful Anwar Umar, Fitrawan Wahyu, Farhanah wildana, KhildaWildanaNur khilda Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yusri, Andi Zainuddin, Salmiah Zaldi Rusnaedy