cover
Contact Name
Isnen Fitri
Contact Email
isnen@usu.ac.id
Phone
+62911-323382
Journal Mail Official
kapata.arkeologi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Namalatu-Latuhalat, Kec. Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku 97118, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Kapata Arkeologi
Published by Balai Arkeologi Maluku
Kapata Arkeologi is aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. All papers are peer-reviewed by at least two referees. Kapata Arkeologi is managed to be issued twice in every volume. Kapata Arkeologi publish original research papers, review articles, case studies and conceptual ideas or theories focused on archaeological research and other disciplines related to humans and culture. The Scope of Kapata Arkeologi is: Archaeology Anthropology History Cultural Studies
Articles 316 Documents
Kejayaan Kesultanan Buton Abad Ke-17 & 18 dalam Tinjauan Arkeologi Ekologi Muhammad Al Mujabuddawat
Kapata Arkeologi Vol. 11 No. 1, Juli 2015
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v11i1.279

Abstract

Buton Sultanate is a prosperous maritime sultanate in its heyday. Buton Sultanate land is not very fertile and does not produce a lot of commodities, but it is quite well known because of its location in the commercial lines, so that it becomes a stopover place for passing ships. This paper provides an overview of ecological archaeology towards the triumph case of Buton Sultanate in the 17th-18th century. The research method used in this paper is literature study and review of a theory through an observation of cultural ecology and environmental determinism. The results show that the ecological aspects affect the heyday of the Buton Sultanate. Buton Sultanate does not produce a lot of major commodities, but it is successfully adapt to environmental conditions and maximize the benefits derived from the ecological aspects by applying it to the structure of Sultanate society, a commercial network, and material culture. The profits are also applied to maintain its legitimacy in the great power of hegemony in the region. Success in 'conquering' the environment makes the Buton Sultanate victorious, even the identity of 'kebutonan' still embedded in Buton society until this day.Kesultanan Buton merupakan kesultanan bercorak maritim yang cukup besar pada masa jayanya. Daratan Kesultanan Buton tidak begitu subur dan tidak banyak menghasilkan komoditi namun cukup terkenal karena lokasinya terletak di jalur niaga, sehingga menjadi lokasi singgah bagi kapal-kapal yang melintas. Penelitian ini berisi tinjauan arkeologi ekologi terhadap kasus kejayaan kesultanan Buton abad ke-17-18. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dan tinjauan teori melalui tinjauan model cultural ecology dan environmental determinism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek ekologi berpengaruh terhadap kejayaan Kesultanan Buton. Kesultanan Buton tidak banyak menghasilkan komoditi utama, namun berhasil menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya dan sukses memaksimalkan keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari aspek ekologis. Dengan menerapkannya pada struktur masyarakat Kesultanan, jaringan perniagaan, budaya material, Kesultanan Buton mempertahankan legitimasi dalam hegemoni kekuatan besar di wilayahnya. Kesuksesan dalam ‘menaklukan’ lingkungan menjadikan Kesultanan Buton berjaya, bahkan hingga saat ini identitas ‘kebutonan’ masih melekat di dalam masyarakat Buton.
Benteng Amsterdam di Pesisir Utara Pulau Ambon: Tinjauan atas Aspek Kronologi dan Fungsi Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Vol. 11 No. 1, Juli 2015
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v11i1.280

Abstract

Fort Amsterdam is one of the fort in the fortifications system that was built by the VOC since the 17th century in the Maluku Islands. This research examines the micro aspects in the fortification system  by focusing on the  aspects of the chronology as well as the functions and roles of Fort Amsterdam. The bibliographical studies and the use of  historical records also adopted in this study.  The reslut of this research shows the chronology of the first fort built in 1629 as a trading post by VOC in the North Coast region of the island of Ambon. This fort then undergoes renovations both aimed to strengthen the defense function as well as trade and government functions in this fort. Amsterdam role both during and future VOC Dutch East Indies governement policies related to the clove monopoly on the Colonial period. Period of receding role of the fort was then happended along with the moment of the abolition of the clove monopoly by the Dutch in 1865.Benteng Amsterdam adalah salah satu benteng dalam sistem perbentengan yang dibangun oleh VOC sejak abad ke-17 di wilayah Kepulauan Maluku. Penelitian ini mengkaji aspek mikro dalam sistem perbentengan tersebut yaitu aspek kronologi serta aspek fungsi dan peran Benteng Amsterdam. Melalui kajian kepustakaan yang bersumber dari catatan-catatan historis, serta hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini berhasil mengungkap kronologi benteng yang pertamakali dibangun pada tahun 1629 sebagai pos perdagangan VOC di wilayah Pesisir Utara Pulau Ambon. Benteng ini kemudian mengalami beberapakali renovasi yang bertujuan untuk memperkuat fungsi pertahanan serta fungsi perdagangan dan pemerintahan pada benteng ini. Peran Benteng Amsterdam pada masa VOC dan masa Pemerintah Hindia Belanda berhubungan dengan kebijakan monopoli cengkih pada masa Kolonial. Periode surut peran benteng ini kemudian mulai terjadi pada periode penghapusan monopoli cengkih oleh Belanda pada tahun 1865.
Peneliti Arkeologi di Indonesia: Antara Idealisme dan Kenyataan Marlon NR Ririmasse
Kapata Arkeologi Vol. 11 No. 1, Juli 2015
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v11i1.281

Abstract

The archaeological research in Indonesia is in positive progress in the last years. This situation is reflected by the increasing of public and media interest  in the archaeological and cultural historical research activity. A main factor which is determine the quality of research result and the performance of the archaeological institution is the human capital. The quality and competence of researcher serve as the main factors in  developing archaeological research institution in Indonesia. This paper will discuss the performance of archaeology researchers in Indonesia with the main focus on the researcher in Balai Arkeologi Ambon. Analysis on the perfomance was conducted based on the synopsis of National Research Result Evaluation 2013. We hope that this paper might serves as the discussion medium to evaluate the performance of archaeological research and develop solution for the better perfomance in the future.Penelitian arkeologi di Indonesia semakin berkembang selama tahun-tahun belakangan. Hal mana tercermin dari meluasnya perhatian masyarakat dan media atas aktifitas riset arkeologi dan sejarah budaya. Hal mana juga berimplikasi pada meningkatnya ekspektasi publik atas hasil penelitian. Salah satu faktor kunci yang menentukan kualitas hasil penelitian dan kinerja lembaga riset termasuk bidang arkeologi adalah sumber daya manusia. Kualitas kemampuan dan kompetensi peneliti merupakan penentu kinerja dan capaian institusi penelitian arkeologi di Indonesia. Makalah ini membahas mengenai tinjauan atas kinerja peneliti arkeologi di Indonesia dengan fokus pada kinerja peneliti di Balai Arkeologi Ambon. Telaah atas kinerja dilakukan dengan mengacu pada tujuh parameter kinerja yang disampaikan dalam sinopsis kegiatan Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi Nasional 2013. Diharapkan makalah sederhana ini bisa menjadi ruang diskusi untuk melakukan evaluasi kinerja peneliti arkeologi dan membangun solusi bagi kinerja yang lebih baik ke depan.
Wisata Kampung Adat Huaulu di Pulau Seram, Maluku Lucas Wattimena
Kapata Arkeologi Vol. 11 No. 1, Juli 2015
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v11i1.282

Abstract

Traditional tourist village research of Huaulu on the Seram Island Central Mollucas, Mollucas Province. Is an early overview of their potential cultural resources and their supporters can be developed as a tourist destination. The purpose of this research is to know and understand the aspects of what can be developed from the cultural resources and support as a tourism destination.A qualitative approach as a method of research using data collection techniques; interviews, surveys or observation, and literature study. The results showed that the traditional tourist village of Huaulu is potential as a tourism village with emphasis on material cultural resources as a major capital management, conservation and development. Cultural resource material in question is among other things: 1) The potential for tourism and residential architecture; People of Huaulu building houses about the shape and type technique. Settlement pattern based on the rule monodualisme (good and bad, up and down, and taboos or no taboos). Aspects of technology and knowledge; is a key element in the understanding and knowledge of architecture and settlements and life cycle People of Huaulu on the environment and natural surroundings as well as human society outside their own group. 2) Potential tourism traditional arts and crafts; variety of decorative patterns and motifs People of Huaulu, and gender in the management and execution of traditional crafts.Penelitian wisata kampung adat Orang Huaulu di Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah Propinsi Maluku adalah merupakan pandangan awal tentang potensi-potensi sumberdaya budaya yang ada beserta pendukungnya dapat dikembangkan sebagai tujuan pariwisata. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan memahami aspek-aspek apa saja yang dapat dikembangkan dari sumberdaya budaya dan pendukung tersebut sebagai destinasi pariwisata. Pendekatan kualitatif sebagai metode penelitian dengan menggunakan teknik pengumpulan data; wawancara, survei atau observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kampung adat Orang Huaulu berpotensi sebagai Desa Wisata dengan mengutamakan sumberdaya budaya bendawi sebagai modal utama pengelolaan, pelesatrian dan pengembangan. Sumberdaya budaya bendawi yang dimaksud adalah antara lain :1) Potensi pariwisata arsitektur dan permukiman; bangunan rumah Orang Huaulu bentuk dan jenis peruntukannya. Pola permukiman berdasarkan kaidah monodualisme (baik buruk, atas bawah, pamali dan tidak pamali). Aspek teknologi dan pengetahuan; adalah unsur utama dalam pemahaman dan pengetahuan tentang arsitektur dan permukiman dan siklus hidup Orang Huaulu terhadap lingkungan dan alam sekitar serta manusia masyarakat diluar kelompok mereka sendiri. 2) Potensi pariwisata Seni dan kerajinan tradisional; ragam pola hias dan motif Orang Huaulu, serta gender dalam pengelolaan dan pengerjaan kerajinan tradisional.
Appendix Vol. 11 No. 1 (2015) Kapata Arkeologi
Kapata Arkeologi Vol. 11 No. 1, Juli 2015
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v11i1.283

Abstract

Cover Vol. 11 No. 1 (2015) Kapata Arkeologi
Kapata Arkeologi Vol. 11 No. 1, Juli 2015
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v11i1.284

Abstract

Back Cover Vol. 11 No. 1 (2015) Kapata Arkeologi
Kapata Arkeologi Vol. 11 No. 1, Juli 2015
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v11i1.285

Abstract

Cover Vol. 11 No. 2 (2015) Kapata Arkeologi
Kapata Arkeologi Vol. 11 No. 2, November 2015
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v11i2.286

Abstract

Preface Vol. 11 No. 2 (2015) Kapata Arkeologi
Kapata Arkeologi Vol. 11 No. 2, November 2015
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v11i2.287

Abstract

Abad Baru Purbakala: Memilih Arah Menentukan Peran Penelitian Arkeologi di Maluku Marlon NR Ririmasse
Kapata Arkeologi Vol. 11 No. 2, November 2015
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v11i2.288

Abstract

A year has passed since the celebration of 100th years of Indonesian archaeology. On June 14th 2013, this golden moment was commemorated by institutions and individuals. The nostalgic euphoria has been transformed into the festive spirit of various events. Ranging from seminars to exhibitions. From small gatherings to the colosal stages. There is a pride that rised from the establishment of this 100th anniversary. This article tries to discuss the current situation in the Indonesian archaeology by dissect the anatomy of archaeological research in the Moluccas Archipleago. The ideas disscussed will cover the review of archaeological research in the Moluccas historically; followed by observing the recent activities  to understand the impacts of archaeological research for the region and its communities; and finally initiate the discussion on choosing the direction and the role of archaeological research for the academic and social purpose in the near future.Tak terasa hampir setahun telah dilewati sejak perayaan satu abad purbakala Nusantara. Tepat tanggal 14 Juni 2013 silam, momentum emas ini diperingati segenap insan arkeologi Indonesia. Gempita nostalgia dikemas menjadi semangat perayaan dalam berbagai kegiatan. Mulai dari seminar sampai pameran. Sekedar sukuran hingga pentas kolosal. Ada kebanggaan yang membuncah dari angka mapan usia ke-100. Kini pesta telah usai. Segalanya kembali senyap.  Rasanya tepat untuk mulai merenung. Tentang makna menjadi lembaga dengan umur yang bahkan lebih sepuh dari negara. Memikirkan kembali kiprah pun capaian. Menemukenali kekurangan dan kendala. Adakah arkeologi akan terus mengalir dengan wawasan klasik business as usual? Ataukah memilih bercermin pada jernih kondisi kekinian dan bergegas membenahi diri? Makalah ini mencoba mengamati kondisi terkini arkeologi nasional dengan membedah anatomi penelitian arkeologi di Kepulauan Maluku dalam kerangka kronologis. Alur gagasan yang dibahas mencakup tinjauan atas rekam historis penelitian yang membentuk wajah arkeologi Maluku; dilanjutkan dengan mengamati aktivitas masa kini guna melihat aktualisasi studi arkeologi bagi kemajuan wilayah dan masyarakat; serta membuka ruang diskusi tentang memilih arah dan menentukan peran penelitian arkeologi bagi tujuan akademis dan sosial di masa mendatang.