cover
Contact Name
Isnen Fitri
Contact Email
isnen@usu.ac.id
Phone
+62911-323382
Journal Mail Official
kapata.arkeologi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Namalatu-Latuhalat, Kec. Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku 97118, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Kapata Arkeologi
Published by Balai Arkeologi Maluku
Kapata Arkeologi is aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. All papers are peer-reviewed by at least two referees. Kapata Arkeologi is managed to be issued twice in every volume. Kapata Arkeologi publish original research papers, review articles, case studies and conceptual ideas or theories focused on archaeological research and other disciplines related to humans and culture. The Scope of Kapata Arkeologi is: Archaeology Anthropology History Cultural Studies
Articles 316 Documents
Back Cover Vol. 13 No. 1 (2017) Kapata Arkeologi
Kapata Arkeologi Vol. 13 No. 1, Juli 2017
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v13i1.412

Abstract

Kerajaan Loloda: Melacak Jejak Arkeologi dan Sejarah Wuri Handoko
Kapata Arkeologi Vol. 13 No. 2, November 2017
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v13i2.423

Abstract

A few historical source mention the Kingdom of Loloda as one of the great kingdoms of North Maluku, contemporaneous with the four Islamic kingdoms that developed into sultanates, namely Ternate, Tidore, Bacan and Jailolo. However, compared to these powers, the development of Islamic rule in Loloda is not well known through historical sources, and the kingdom is even said to have collapsed in the early 20th century. In this article I discuss the results of research to trace archaeological evidence about the history of the Kingdom of Loloda. Starting with literary sources, I then describe the results of archaeological surveys in the area mentioned in historical text and public information. Archaeological surveys indicate that the center of the Loloda kingdom was located in the Loloda watershed in Loloda Sub-district, Halmahera Barat District. Archaeological research results suggest the Kingdom of Loloda grew from the 16th century and experienced collapse at the time of European colonialism.Kerajaan Loloda dalam teks sumber sejarah yang terbatas, disebut-sebut sebagai salah satu kerajaan besar di Maluku Utara, sezaman dengan empat aliansi kerajaan Islam yang berkembang menjadi kesultanan yakni, Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Namun dibanding keempat kekuasaan Islam itu, Loloda tidak diketahui perkembangannya, bahkan disebut runtuh pada awal abad 20 dan hilang dalam catatan sejarah perkembangan kekuasaan Islam. Penulisan ini berdasar pada hasil penelitian untuk melacak bukti-bukti arkeologi tentang sejarah Kerajaan Loloda. Dimulai dari pengumpulan sumber literatur, kemudian dilanjutkan dengan survei arkeologi di wilayah yang disebut dalam teks sejarah dan informasi masyarakat. Berdasarkan hasil survei arkeologi, diketahui adanya lokasi yang menjadi indikasi pusat kerajaan Loloda di DAS (daerah aliran sungai) Loloda di Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat. Hasil penelitian arkeologi menggambarkan bahwa Kerajaan Loloda  berkembang pada abad 16 dan mengalami keruntuhan sesudahnya ketika kolonialisme bangsa Eropa berkembang di wilayah itu.
Kawasan Kompleks Bangunan Megalitik di Kabupaten Lahat Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya dan Alam Ni Komang Ayu Astiti
Kapata Arkeologi Vol. 13 No. 2, November 2017
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v13i2.426

Abstract

The contribution of tourism to the global economic development continues to increase, affecting the government's policy to make tourism one of the priority sectors of national development after food and maritime. This becomes an opportunity to explore creatively the potential to fill this opportunity. The main question in this research is focus on how the complex area of megalithic building can play an important role in as a resource in national development, especially in the economic sector through tourism. The objective of the study is to restore megalithic complexes from the archaeological context to the social context of today's society as a resource in the development of contemporary times while maintaining its preservation. The method used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through direct observation and interview. The results show that this cultural heritage can be a tourism commodity produces products that provide experience in: 1) important historical value; 2) the value of information; 3) aesthetic value; and 4) symbolic value. Strategies used in the management of integrating cultural heritage and the natural environment (landscape), enhancing the role of communities and other stakeholders, maintaining the originality and authenticity of megalithic and landscape buildings, and fostering the desire to invest and community effort. This management is expected to use a conservation approach to cultural and environmental resources as well as community empowerment.Kontribusi pariwisata dalam pembangunan ekonomi secara global terus meningkat, berdampak pada kebijakan pemerintah untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan nasional setelah pangan dan maritim. Hal ini menjadi peluang mengekplorasi secara kreatif potensi yang ada. Permasalahan penelitian dalam tulisan ini adalah bagaimana kawasan kompleks bangunan megalitik dapat berperan penting sebagai sumber daya pembangunan nasional khususnya dalam sektor ekonomi melalui kepariwisataan. Tujuan penelitian tulisan ini untuk mengembalikan kompleks bangunan megalitik dari konteks arkeologi ke konteks sosial masyarakat sekarang sebagai sumber daya dalam pembangunan masa kekinian dengan tetap menjaga pelestariannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa warisan budaya ini dapat menjadi komoditas pariwisata yang menghasilkan produk yang memberikan pengalaman (experiences) dalam: 1) nilai penting sejarah; 2) nilai informasi; 3) nilai estetika; dan 4) nilai simbolik. Strategi yang digunakan dalam pengelolaan yaitu memadukan warisan budaya dan lingkungan alam, meningkatkan peran masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, mempertahankan originalitas dan otentisitas bangunan megalitik dan lansekap, serta menumbuhkan keinginan untuk berinvestasi dan usaha masyarakat. Pengelolaan ini diharapkan menggunakan pendekatan pelestarian sumber daya budaya dan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
Revitalisasi Kebinekaan melalui Kampanye Slogan Arkeologis Hasil Penelitian Situs Kota Cina Defri Elias Simatupang
Kapata Arkeologi Vol. 13 No. 2, November 2017
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v13i2.429

Abstract

This paper discusses the diversity of Indonesian people that needs to be improved following more susceptible of conflict in the communities with different ethnic, religion , race , and class. The archaeological research institution should be able to contribute for this process by using the research result of the Kota Cina in Medan North Sumatera. One of the approach which can be adopted is the use of arcaheological slogan. These slogans can be produce by using the parameter analysis of measureable mass communication with the content analysis method. The observation shows that the archaeological slogan of the Kota Cina can be produce and contribute to deliver the message in order to revitalize the diversity.Tulisan ini membahas kebinekaan masyarakat Indonesia yang semakin rentan menghadapi ujian dan tantangan seiring semakin berkembangnya teknologi informasi. Institusi penelitian arkeologi sudah sepantasnya mampu memberikan kontribusi melalui hasil penelitian dalam hal ini Situs Kota Cina di Kota Medan Sumatera Utara. Dalam upaya merevitalisasi kebinekaan, hasil penelitian Situs Kota Cina diangkat sebagai bahan kampanye slogan arkeologis. Slogan-slogan arkeologis hasil penelitian Situs Kota Cina dibuat berdasarkan kajian paramater pengamatan komunikasi massa yang terukur dengan metode analisis isi. Dari hasil pengamatan, slogan arkeologis hasil penelitian Situs Kota Cina dapat dibuat dan diyakini mampu berkontribusi menyampaikan pesan dalam usaha merevitalisasi kebinekaan, dengan catatan yang harus diperhatikan menyangkut penguasaan materi seputar hasil penelitian Situs Kota Cina.
Lubang Tambang Batu Bara Bayah: Jejak Romusha di Banten Selatan Iwan Hermawan
Kapata Arkeologi Vol. 13 No. 2, November 2017
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v13i2.435

Abstract

Romusha was a form of labor force mobilization during the Japanese occupation. They are employed to build military infrastructure and explore mining or digging foxholes. One of the center of romusha was Bayah in South Banten. Romusha were came from different parts of Java Island and employed in the Bayah Kozan coal mine. The coal mining system carried out in Bayah, is a closed mine. Mining is done by making a hole to reach ader (ore tree). The mining pits and coal mining activities were conducted with simple equipment under the pressure and torture of the Japanese soldiers who supervised romusha. This paper aims to uncover traces romusha in South Banten through the remains of Japan in the form of Coal Mine Hole. The writing method used is descriptive analysis. Data collection through the activities of literature studies, field surveys, and interviews. The suffering experienced by the romusha in Bayah reflected from the pits where coal mines are numerous in the region Gunungmadur Bayah.Romusha merupakan bentuk mobilisasi tenaga kerja pada masa Pendudukan Jepang. Mereka dipekerjakan untuk membangun sarana prasarana militer dan menggali bahan tambang atau lubang perlindungan. Salah satu daerah yang menjadi tempat pemusatan romusha adalah Bayah di Banten Selatan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan dipekerjakan di tambang batu bara Bayah Kozan. Sistem penambangan batu bara yang dilakukan di Bayah adalah tambang tertutup. Penambangan dilakukan dengan cara membuat lubang untuk mencapai ader, yaitu pohon bijih. Kegiatan penggalian lubang tambang dan penambangan batu bara dilakukan dengan peralatan sederhana di bawah tekanan dan siksaan tentara Jepang yang menjadi pengawas romusha. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap jejak romusha di Banten Selatan melalui tinggalan masa Jepang berupa lubang tambang batu bara. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif analisis. Pengumpulan data melalui kegiatan studi pustaka, survei lapangan, dan wawancara. Penderitaan yang dialami oleh para romusha di Bayah tergambar dari keberadaan lubang-lubang tambang Batu bara yang banyak terdapat di kawasan Gunungmadur, Bayah.
Seni Hias Tempel Keramik Kesultanan Cirebon: Toleransi dalam Kebinekaan Naniek Harkantiningsih
Kapata Arkeologi Vol. 13 No. 2, November 2017
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v13i2.442

Abstract

The Sultanate of Cirebon is the center of the Islamic empire that grew from the 15th century, in fact not only grew in the religious, bureaucratic, and commercial sphere, but also established cooperation with the Dutch, especially in the early 18th century, even become to region of the territory of VOC until the Dutch East Indies government. One of the proofs of the relationship, is the form of ceramic tiles from the Netherlands which until now used as decoration wall of the palace, mosque, and tombs. The pattern of ceramic tiles is biblical story. The existence of ceramic tiles of the biblical story in Cirebon as an area of the Islamic empire that was very influential at that time, certainly be uniqueness. Therefore, the purpose of this papers is to know the reasons for the preservation of the ornamental art of ceramic outboard bible stories in the center of government and sacred buildings characterized by Islam. The method used is qualitative analysis, context analysis, and literature study. The preservation of this ornamental art may also be linked to the tolerance of diversity, which is the current government policy program. The use of ceramic outboard art of Biblical story, both in profane and sacred building makes one of the typical culture of Cirebon, because the people of Cirebon and the Sultanate relatives still maintain the unity and preserve the cultural heritage.Kesultanan Cirebon sebagai pusat kerajaan Islam yang berkembang dari abad ke-15an, pada kenyataannya tidak hanya tumbuh dalam lingkup keagamaan, birokrasi, dan perniagaan, tetapi juga menjalin kerjasama dengan Belanda. Terutama pada awal abad ke-18an, bahkan menjadi wilayah kekuasaan VOC hingga pemerintahan Hindia Belanda. Salah satu bukti hubungan itu, berupa tegel keramik asal Belanda yang hingga kini dipakai sebagai hiasan tembok keraton, masjid, dan makam. Tegel keramik tersebut bermotifkan cerita Alkitab. Keberadaan tegel keramik cerita Alkitab di Cirebon sebagai wilayah kerajaan Islam yang sangat berpengaruh pada masa itu, tentu menjadi keunikan. Tujuan penulisan ini yaitu, mengetahui alasan pelestarian seni hias tempel keramik cerita Alkitab di pusat pemerintahan dan bangunan sakral bercirikan Islam. Metode yang digunakan ialah analisis kualitatif, analisis konteks, dan studi kepustakaan. Pelestarian seni hias ini mungkin dapat pula dihubungkan dengan toleransi kebinekaan, yang menjadi program kebijakan pemerintah saat ini. Penggunaan seni hias tempel keramik cerita Alkitab, baik di bangunan profan maupun sakral menjadikan salah satu budaya khas Cirebon, karena masyarakat Cirebon dan kerabat Kesultanan masih menjaga keutuhan dan melestarikan tinggalan budaya tersebut.
Cover Vol. 13 No. 2 (2017) Kapata Arkeologi
Kapata Arkeologi Vol. 13 No. 2, November 2017
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v13i2.454

Abstract

Back Cover Vol. 13 No. 2 (2017) Kapata Arkeologi
Kapata Arkeologi Vol. 13 No. 2, November 2017
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v13i2.455

Abstract

Preface Vol. 13 No. 2 (2017) Kapata Arkeologi
Kapata Arkeologi Vol. 13 No. 2, November 2017
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v13i2.456

Abstract

Appendix Vol. 13 No. 2 (2017) Kapata Arkeologi
Kapata Arkeologi Vol. 13 No. 2, November 2017
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v13i2.457

Abstract