cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI" : 6 Documents clear
EKSISTENSI TARI RAPA’I GELENG PADA SANGGAR BAYEUN SEUTIA DI MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT Ayi Sri Nadia; Ismawan Ismawan; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian  ini  berjudul  Eksistensi  tari  Rapa’i  Geleng  pada  Sanggar  Bayeun Seutia di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, mengangkat masalah bagaimana eksistensi tari  rapa’i geleng  di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi tari rapa’i geleng di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, penyebaran angket/kuisoner dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi tari rapa’i geleng telah ada sejak tahun 2008, dimana terdapat satu sanggar yang mempertahankan tari rapa’i geleng sebagai tari utama pada sanggarnya yaitu sanggar Bayeun Seutia. Tari rapa’i geleng pada Sanggar Bayeun Seutia terlihat eksistensinya dan berkembang hingga ke tingkat nasional sampai saat ini.Tari rapa’i geleng ditampilkan dalam acara adat perkawinan, sunat rasul, penyambutan tamu, acara pemerintahan, acara daerah, dan lain sebagainya. Tari rapa’i geleng merupakan tarian etnis Aceh yang ditarikan oleh 12 orang laki-laki yang diiringin dengan tabuhan dari rapa’i. Tari rapa’i geleng masih eksis dan berkembang di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat dibuktikan dengan seringnya sanggar tersebut tampil dalam berbagai event sejak tahun 2008 sampai dengan 2019. Pada tahun 2008 tampil pada acara Pagelaran Seni dan Budaya Tanah Rencong, tahun 2009 tampil mewakili Provinsi Aceh di Istana Negara, tahun 2012 tampil pada acara pagelaran Seni Budaya Daerah Tingkat Provinsi, tahun 2014 tampil pada acara Pekan Kebudayaan Aceh Barat, tahun 2016 tampil pada Acara Jamboree Nasional di Cibubur, tahun 2018 tampil pada acara Pekan Kebudayaan Aceh-7 mewakili Kabupaten Kota, 2019 tampill pada acara Syuting Bocah Petualang Trans7 di Pesisir Pantai. Eksistensinya dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor tersebut terbagi menjadi 2 bagian yaitu, faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu dari keinginan dari Syeh Masri sendiri dan komitmen dari anggota sanggar, sedangkan faktor eksternal yaitu mencakup keluarga, masyarakat, lingkungan sosial dan pemerintah. Kata kunci: Eksistensi, Tari, Rapa’i Geleng.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 10 ACEH BARAT DAYA Zora Mahleni; Cut Zuriana; Samsuri Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMata  pelajaran  seni  budaya  merupakan  suatu  mata  pelajaran yang berbeda  dengan  mata  pelajaran lain  karena  memiliki  karakteristik yang unik dan menarik. Oleh karenanya diperlukan media yang unik dan menarik pula untuk menyampaikan materi-materi yang terdapat dalam pelajaran seni budaya. Guru SMAN 10 Aceh Barat Daya memilih menggunakan media audio visual dalam menyampaikan materi seni musik khususnya dalam mengidentifikasi ragam lagu daerah dapat lebih menarik yang pada gilirannya akan meningkatkan efektivitas pembelajaran seni budaya itu sendiri. Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang penggunaan media audio visual dalampembelajaransenibudaya di SMA Negeri 10 Aceh Barat Daya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media audio visual dalam pembelajaran seni budaya dan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan media audio visual dalampembelajaransenibudaya di SMA Negeri 10 Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, yang menjadi subjek penelitian ini adalah guru seni budaya dan siswa kelas X IPS berjumlah 24 orang siswa. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, angket dan dokumentasi, data yang terkumpul dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual diterapkan melalui tahapan-tahapan proses pembelajaran diantaranya tahap perencanaan, tahap menyiapkan materi, menyiapkan media audio visual, tahap pelaksanaan penerapan media audio visual, evaluasi dan menarik kesimpulan terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.Tanggapan siswa terhadap penggunaan media audio visual sangat positif yang ditandai dengan 83,33% merespon baik penerapan media audio visual pada pembelajaran seni budaya dan hanya 16,67% siswa yang memberikan respon tidak baik terhadap penerapan media audio visual.Kata Kunci: Pembelajaran Seni Budaya, Media Audio Visual.
PERKEMBANGAN MUSIK TERBANGAN DI DESA SERBAJADI KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Febi Mahqvira; Ahmad Syai; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Perkembangan Musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan pertunjukan musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan Mendeskripsikan, perkembangan musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anggota musik Terbangan di Desa serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Objek penelitian ini yaitu musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik obeservasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki musik Terbangan untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa grup musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya suatu komunitas musik yang menggunakan musik perkusi dengan cara ditabuh. pada tahun 1990-an musik Terbangan hanya dimainkan oleh sekumpulan orangtua saja, dari segi lirik, pemain, alat musik dan penonton mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Namun sekarang sajian musik Terbangan dimainkan oleh sekumpulan muda mudi dari segi lirik juga telah diseuaikan dengan situasi pertunjukan, tiap-tiap pemain memegang satu rebana dan penontonnya juga ikut meramaikan pertunjukan musik Terbangan. Dalam hal pertunjukannya grup musik Terbangan hanya menggunakan alat musik rebana beserta vokal oleh khalifah pada grup Terbangan itu sendiri. Grup musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya sering melakukan kegiatannya pada acara-acara pernikahan, sunah rasul dan aqikahan.Kata Kunci: Perkembangan, Musik, Terbangan
KAJIAN KOREOGRAFI TARI PEURATEP ANEUK KARYA DINIAH DI SANGGAR LAM PEUNANGKEE KABUPATEN ACEH UTARA Meli Dahlia; Tri Supadmi; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Kajian Koreografi Tari Peuratep Aneuk di Sanggar Lam Peunangkee Aceh Utara, mengangkat masalah bagaimana koreografi tari Peuratep Aneuk Karya Diniah di Sanggar Lam Peunangkee Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koreografi tari Peuratep Aneuk Karya Diniah di Sanggar Lam Peunangkee Kabupaten Aceh Utara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah koreografi tari, pendiri Sanggar atau pelaku tari di Sanggar Lam Peunangkee Aceh Utara. Objek penelitian ini yaitu koreografi tari Peuratep Aneuk. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda atau mengumpulkan gambar-gambar untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukan bahwa tari peuratep aneuk merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh Diniah, gerak dari tari Peuratep Aneuk merupakan gerak murni yang tidak mempunyai makna khusus hanya memperindah gerakan, pada awal penciptaan tari Peuratep aneuk koreografer terlebih dahulu menentukan tema dasar sebelum melakukan proses penggarapan sehingga tercipta hasil karya yang baik. Sebuah karya tari yang diciptakan harus melalui beberapa tahap yang dimulai dari tahap eksplorasi gerak adalah suatu pengalaman untuk mendapatkan rangsangan sehingga dapat memperkuat daya kreativitas, tahap improvisasi adalah tahap penemuan gerak secara kebetulan, tahap pembentukan adalah tahap terakhir dari proses koreografi. Dilihat dari gerak tari Peuratep Aneuk ini memiliki 13 ragam gerak, tari Peuratep Aneuk juga memiliki pola lantai dalam pertunjukannya, iringan musik pada tari Peuratep Aneuk sangat berperan penting sebagai musik pengiring dan penuntun gerak tariannya. Tata busana tari Peuratep Aneuk menggunakan busana Aceh sesuai dengan kewilayahan, dan tata rias tari Peuratep Aneuk adalah makeup minimalis sesuai dengan karakter keanggunan wanita Aceh.Kata Kunci: Kajian, Koreografi, Tari, Peuratep Aneuk
TARI PHO DALAM ADAT PERKAWINAN DI ACEH BAGIAN BARAT Muhammad Edi; Ismawan Ismawan; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Tari Pho dalam adat perkawinan di Aceh bagian Barat, mengangkat masalah baimanakah tari Pho dalam adat perkawinan di Aceh bagian Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tari Pho dalam adat perkawinan di Aceh bagian Barat. Sumber data dalam penelitian ini adalah Juhani selaku Ketua sanggar Cupeng Ilop Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya, Cut Asiah selaku Ketua sanggar Pocut Baren Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat dan Rohani selaku Ketua sanggar seni Cempala Kuneng Kecamatan krueng sabee Kabupaten Aceh Jaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan secara keseluruhan terlihat pada bentuk gerak, tata busana, dan tata rias. Tari Pho ditarikan oleh wanita dan diiringi dengan syair-syair yang dilantunkan oleh seorang syahi. Penarinya berjumlah genap (8-12 orang). Tari Pho ini biasanya ditampilkan pada acara perkawinan dan khitanan dengan maksud menghibur penonton dan tuan rumah. Seorang syahi berada di samping panggung sambil melantunkan syair sesuai dengan permintaan pihak penyelenggara biasanya menggunakan syair yang bernuansa sejarah dan Islami. Tari Pho pada sanggar Cupeng Ilop, Pocut Baren, dan Cempala Kuneng ditarikan sehari sebelum hari resepsi perkawinan. Tari Pho pada setiap sanggarnya memiliki perbedaan. Tari Pho di sanggar Cupeng Ilop memiliki 8 gerakan, di sanggar Pocut Baren memiliki 9 gerakan, sedangkan di sanggar Cempala Kuneng memiliki 8 gerakan. Di sanggar Cupeng Ilop menggunakan gerak seulawet sebagai pembuka, sedangkan di sanggar Pocut Baren dan sanggar Cempala Kuneng menggunakan gerak saleum sebagai pembuka. Busana yang digunakan pada sanggar Cupeng Ilop menggunakan baju gamis dan jilbab kurung, pada sanggar Pocut Baren dan sanggar Cempala Kuneng menggunakan pakaian adat Aceh yang memiliki perbedaan pada bagian aksesoris kepala. Tata rias yang digunakan pada sanggar Cupeng Ilop menggunakan rias natural, pada sanggar Pocut Baren dan sanggar Cempala Kuneng menggunakan rias cantik. Persamaan yang terlihat disetiap sanggar ialah pada bentuk pola lantai dan bentuk panggung yang digunakan. Kata kunci: Perbedaan, Bentuk Penyajian, Tari Pho.
ALAT MUSIK TRADISIONAL TAGANING DI KECAMATAN LAWE SIGALA-GALA KABUPATEN ACEH TENGGARA Riris Juliana Br. Simare-mare; Ahmad Syai; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Alat Musik Tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara” mengangkat masalah bagaimana organologi dan teknik bermain alat musik tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan organologi dan teknik bermain alat musik tradisional Taganing di Kecamatan   Lawe   Sigala-gala   Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiaan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa organologi alat musik tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara meliputi (a) bahan dasar alat musik menggunakan kulit lembu sebagai membran, kayu nangka sebagai tubuh Taganing berbentuk tabung, rak terbuat dari besi/kayu, dan palu-palu (stik) terbuat dari kayu jeruk purut, (b) bentuk Taganing yaitu tabung melengkung dan ukuran gendang tingting tinggi 52 cm diameter membran 17 cm, paidua tingting tinggi 53 cm diameter membran 18 cm, painonga tinggi 54 cm diameter membran 19 cm, paidua odap tinggi 54 cm diameter membran 20 cm, dan odap-odap tinggi 54 cm diameter membran 21 cm, (c) struktur Taganing terdiri dari badan Taganing (ruang resonator), kulit/membran (penutup resonator/sumber bunyi), pinggol-pinggol (pelindung rotan pada membran), tali rotan (penghubung membran dan laman), pakko (pengait rotan pada membran), tangan- tangan (tali penggantung Taganing pada rak), sollop (penutup resonator bagian bawah),  solang  (penyetem  suara),  dan  laman  (alas  Taganing),  (d)  memproduksi bunyi dengan cara dipukul, Taganing menghasilkan suara nang, ning, nung, neng, nong atau jika meminjam istilah musik barat yaitu tangga nada pentatonik yaitu nada do, re, mi, fa, sol. Teknik bermain alat musik tradisional Taganing di Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara meliputi, (a) Taganing dimainkan dengan posisi duduk, (b) cara memegang stik, (c) teknik memukul stik yang terdiri dari memukul stik pada bagian tengah  gendang, memukul stik pada bagian tepi gendang, serta memukul stik pada bagian tengah gendang  dan menghentikannya seketika dengan cara menekan   permukaan gendang dengan ujung stik, dan teknik memukul stik tersebut berkaitan dengan pola-pola permainan Taganing yaitu mangarapat, manganak-anaki, dan mangodap-odapi.Kata Kunci: Organologi, Teknik, Musik, Tradisional, Taganing

Page 1 of 1 | Total Record : 6