cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS" : 6 Documents clear
PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BERBASIS ONLINE DI SMAN 1 DARUSSALAM, BANDA ACEH Rahnida Rahnida; Cut Zuriana; Rida Safuan Selian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Seni budaya salah satu pembelajaran di tingkat SMA. Akan tetapi, dikarenakan wabah corona yang sedang merebak di seluruh wilayah dunia, termasuk Indonesia dan Aceh, proses pembelajaran di sekolah dihentikan dan siswa tidak dapat belajar secara langsung (tatap muka) di sekolah.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka pihak sekolah berupaya agar proses belajar mengajar dapat berjalan, maka pembelajaran yang sebelumnya tatap muka menjadi online. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang “Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)”. Pendekatan dalam penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini guru kesenian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya pada analisis data menggunakan analisis reduksi data penyajian data, kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan menyimpulkan bahwa proses pembelajaran seni budaya di SMAN 1 Darussalam menunjukkan bahwa proses pembelajaran seni budaya tetap berjalan secara online selama masa pandemi covid 19. Guru melakukan proses mengajar dengan cara mengabsensi siswa, menyampaikan materi dan juga memberikan tugas. Bagi guru dan siswa yang terbiasa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, kondisi belajar online ini memunculkan banyak kendala seperti kurangnya kesiapan guru, kurangnya kesadaran dan motivasi siswa dalam belajar dan kurangnya pendampingan yang dilakukan orangtua dalam proses interaksi belajar mengajar. Demikian pula pada proses pembelajaran seni budaya. Motivasi dan antusias siswa menjadi semakin rendah dan siswa tidak mengikuti proses pembelajaran online. Hanya beberapa siswa yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran dan juga kurangnya pendampingan yang dilakukan oleh orang tua.Kata Kunci: Pembelajaran Seni Budaya, Berbasis Online
CANANG KAYU DALAM TARI DAMPENG Tio Zikri Alfadla; Ahmad Syai; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Peran Canang Kayu dalam Tari Dampeng” mengangkat masalah tentang peran canang kayu dalam tari Dampeng dan pola ritme Canang kayu dalam tari Dampeng di Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Canang kayu dalam tari Dampeng dan pola ritme Canang kayu dalam tari Dampeng di Kabupaten Aceh Singkil. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelaku seni yang berkecimpung sejak lama dalam permainan alat musik Canang kayu di Aceh Singkil yaitu Rafliansyah dan Isfandi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik induktif meliputi tiga langkah; reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peranan Canang kayu dalam tari Dampeng sangatlah penting karena canang kayu dan tari Dampeng pada dasarnya tidak dapat dipisahkan sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan juga Canang kayu adalah sebagai warna musik dalam tarian Dampeng. Pola ritme Canang Kayu menggunakan ritme 4/4. Pola Ritme ini kemudian, dimasukkan syair- syair pada bagian awal sampai akhir pola ritme Canang kayu agar penari dapat mengikuti ketukan dari canang kayu itu sendiri. Canang kayu sangat monoton apabila karya pola permainan Canang kayu hanya berpatokan pada dua pola saja. Tetapi permainan Canang kayu yang dimainkan harus memiliki karakter keras dan lembut pada pukulan Canang kayu agar suara yang dihasilkan menjadi lebih indah dan menarik dari dua pola, sehingga hasilnya akan menjadi indah dan dapat diikuti oleh para penari tari Dampeng.Kata kunci: Canang Kayu, Peran, Pola.
BENTUK PENYAJIAN TARI KEMEURUI PADE PADA SANGGAR LAM PEUNANGKE KABUPATEN ACEH UTARA Titin Lida Agustin; Tri Supadmi; Rida Safuan Selian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peungke Kabupaten Aceh Utara” adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah Bagaimanakah bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peunangke Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bentuk penyajian tari Kemeurui Pade di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sanggar Lam Peunangke Desa Cot Kumbang Kecamatan Baktia Kabupaten Aceh Utara dan Sanggar Lam Peunangke Desa Cot Kumbang Kecamatan Batia Kabupaten Aceh Utara. hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajiannya. Di Sanggar Lam Peunangke, mengungkapkan ciri spesifik bentuk penyajian tari Kemeurui Pade pada sanggar Lam Peunangke yang diciptakan oleh Diniah pada tahun 2008, serta nama tarian ini diciptakan oleh Diniah pada tahun 2008. Tari Kemeurui Pade ditarikan oleh 6-8 penari. Tari Kemeurui Pade memiliki 6 ragam gerak dengan pengulangan gerak yang sama. Dan diiringi dengan alat musik Rebana dan Biola dengan mengunakan tampi sebagai properti tari. Tata rias yang digunakan adalah rias cantik, serta tata busana adat Aceh. Tari ini dipentaskan di ruang terbuka dan juga di ruang tertutup.  Kata kunci: Bentuk Penyajian, tari Kemeurui Pade
PENYUTRADARAAN PERTUNJUKAN TEATER KOLABORASI “SUATU KETIKA DI BANDAR LAMURI” Anisa Fitri; Tri Supadmi; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Penyutradaraan Pertunjukan Teater Kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri” ini mengangkat masalah begaimanakah proses peyutradaraan dalam pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”.  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah sutradara pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”. Objek penelitian ini yaitu proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi “Suatu Ketika di Bandar Lamuri”. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  pertunjukan  teater  kolaborasi  “Suatu  Ketika  di Bandar Lamuri” ini disutradarai oleh Fauzan Santa, dibantu oleh asisten sutradara yaitu  Djamal  Syarif,  dan  kepala  bidang-bidang  artistik.  Fauzan Santa adalah sutradara yang memiliki tipe demokratis yaitu membebaskan para crew dalam berimajinasi dan mawujudkan imajinasinya terhadap naskah. Oleh karenanya, terdapat langkah-langkah yang dilakukan dalam penyutradaraan, yaitu sebagai berikut; 1). Pembuatan naskah yang dilakukan oleh Fauzan Santa, Thompson HS dan Azhari Aiyub dengan membaca novel dan pengadaptasian cerita, 2). Memilih aktor yang dilakukan Fauzan Santa dan melatih aktor yang dilakukan oleh sutradara dan asistennya yaitu Djamal Syarif, 3). Melakukan penataan artistik bersama kepala bidang artistik dan 4). Pertunjukan teater. Pertunjukan ini telah sukses ditayangkan di channel youtube Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh dan banyak mendapatkan apresiasi dari para penonton.Kata Kunci: Penyutradaraan, Teater Kolaborasi
NOTASI LABAN TARI HASYEM MEULANGKAH DI DESA KUTA MAKMUR KECAMATAN JEUMPA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Ziyatur Rahmi; Tri Supadmi; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul, “Notasi Laban Tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya” ini mengangkat masalah bagaimana bentuk notasi laban tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jumpa Kabupaten Aceh Barat Daya, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerak tari dalam bentuk notasi laban tari Hasyem Meulangkah di Desa Kuta Makmur Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya. Subjek penelitian adalah ketua sanggar Burak Seumama di Desa Kuta Makmur sedangkan objek penelitian adalah tari Hasyem Meulangkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dapat menjelaskan tari Hasyem Meulangkah secara mendalam. Pengumpulan data didasarkan pada observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan dengan mereduksi data terlebih dahulu selanjutnya menyajikan data tersebut berupa pendeskripsian singkat dan jelas yang kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Hasyem Meulangkah memiliki 4 ragam gerak yang berbeda dengan gerakan-gerakan sederhana dan serempak seirama dengan syair yang dinyanyikan oleh syahi serta memiliki banyak pengulangan gerakan di setiap ragamnya. Pada notasi laban Hasyem Meulangkah gerak dalam tarian ini didominasi oleh gerakan tangan dan langkah kaki penari seperti gerakan kaki berjalan ke kiri dan ke kanan diikuti dengan gerakan menepuk tangan atau mengayun tangan.Kata kunci: Tari Hasyem Meulangkah, Notasi Laban
REKONSTRUKSI TARI TULO-TULO DI KOTA SABANG Mastura Ulfa; Tri Supadmi; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul, “Rekonstruksi Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperkenalkan kembali hasil dari rekonstruksi Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seniman dan penari yang pernah menarikaan Tari Tulo-Tulo di Kota Sabang, sedangkan objek dari penelitian ini adalah Tari Tulo-Tulo dari Kota Sabang. Lokasi penelitian yang dilakukan berada di Kota Sabang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian mengungkapkan Tari Tulo-Tulo adalah tari peperangan yang merupakan salah satu kesenian daerah dari Kota Sabang dan dikenal sejak tahun 1920. Tarian ini diciptakan oleh orang Nias yang bermukim di Kota Sabang, yang rindu akan tanah kelahiran mereka di Gunung Sitoli, Kepulauan Nias. Tari  Tulo-Tulo ini dilakukan oleh kaum pria, baik yang masih muda maupun tua. Tari ini ditarikan oleh 9 penari, ataupun 11 penari, dan seterusnya dalam jumlah ganjil. Tarian ini dipimpin oleh seorang raja/syech, yang memimpin para penari. Gerakan dari Tulo-Tulo adalah gerak yang monoton dan di ulang ulang, namun terdapat banyak ragam gerak dari tarian Tulo-Tulo yaitu, Sarêu (bersatu), talifuseu (persaudaraan), haru menabaluse (perang dengan senjata pedang dengan baluse atau perisai), faliga baluse (melenggang dengan perisai atau pedang), sara bamaina (main gembira), simate mila menemali (maju pantang mundur walau mati menanti), dan yang terakhir adalah belatu terlak (persilatan dan pisau). Adapun syair yang digunakan dalam tarian ini, adalah syair yang menggunakan bahasa daerah Nias. Alat musik yang digunakan dalam tarian ini yaitu accordion dan perkusi. Busana atau kostum yang digunakan adalah rompi, dan celana panjang sebetis, dan untuk syech/raja menggunakan baju lengan panjang dengan warna seperti merah, kuning, ataupun juga hitam, pengikat kepala yang digunakan dalam tarian ini merupakan pengikat kepala yang dibuat dari kertas kilat. Properti yang digunakan dalam tarian ini adalah tombak, pedang, dan perisai. Bintang yang dilukiskan pada perisai menunjukan pangkat dari para penari, bintang tiga untuk panglima dan bintang satu untuk anggota, sedangkan untuk sang raja tidak memakai perisai.Kata Kunci: Rekonstruksi, Seni Tari, Tari Tulo-Tulo

Page 1 of 1 | Total Record : 6