cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik
ISSN : 26202964     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa program studi pendidikan Sendratasik FKIP Unsyiah terbit 4 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan Novembe.
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
MEUREUKON DI KABUPATEN PIDIE JAYA Fitria Fitria; Ramdiana Ramdiana; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Mereukon di Kabupaten Pidie Jaya” ini mengangkat masalah nilai-nilai pendidikan apa sajakah yang terkandung dalam Meureukon di Kabupaten Pidie Jaya, apakah fungsi Meureukon di dalam kehidupan bermasyarakat Kabupaten Pidie Jaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dan fungsi terkandung dalam Meureukon di Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah pendekaan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang Mereukon di kabupaten Pidie Jaya. Subjek Penelitian ini adalah komunitas Jamaatul Fata Kabupaten Pidie Jaya, sedangkan objek yang akan diteliti mengenai nilai-nilai pendidikan yang terkadung Meurukon di Kabupaten Pidie Jaya dan fungsi Meureukon di dalam kehidupan bermasyarakat Kabupaten Pidie Jaya. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Meureukon adalah salah satu tradisi masyarakat Pidie Jaya, Meureukon merupakan sebuah media pembelajaran agama atau media dakwah karena syair-syairnya membahas tentang pengetahuan agama. Meureukon bukan hanya kegiatan berkumpul atau tempat belajar agama, namun di dalam Meureukon terkandung nilai-nilai pendidikan yang bersifat religius, kebersamaan, sosial dan estetis serta memiliki fungsi antara lain sebagai sarana upacara adat istiadat, sebagai sarana komunikasi, sebagai sarana hiburan, sebagai sarana pendidikan, sebagai sarana ekspresi dan pengembangan diri.Kata Kunci: nilai-nilai pendidikan, Meureukon
BENTUK PENYAJIAN PERTUNJUKAN MUSIK KOMUNITAS PERKUSI BARANG BEKAS (KOPER B'KAS) FAKULTAS TEKNIK UNSYIAH Cut Anzar Syarif; Ismawan Ismawan; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Bentuk Penyajian Pertunjukan Musik Perkusi Barang Bekas (Koper B’kas) Fakultas Teknik Unsyiah”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian pertunjukan musik Koper B’kas Fakultas Teknik Unsyiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian pertunjukan musik Koper B’kas Fakultas Teknik Unsyiah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penedekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah ketua Koper B’kas, objek penelitian ini yaitu Bascamp Koper B’kas Fakultas Teknik Unsyiah. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gamabaran yang jelas mengenai hal yang di teliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa Koper B’kas merupakan suatu komunitas musik perkusi yang menggunakan alat musik perkusi dari barang bekas. Dalam hal pertunjukannya, Koper B’kas tidak hanya menampilkan pertunjukan musik perkusi saja, namun ada penambahan aksi-aksi gerakan seperti gerakan melingkar, gerakan perubahan formasi dan ada juga ditambah dengan aksi seperti pantonim yang sudah disesuaikan dengan tema pertunjukannya. Koper B’kas sering juga berkolaborasi dengan group band yang menggunakan alat musik modern dan selain itu Koper B’kas juga pernah menjadi musik pengiring dari sebuah pertunjukan tari.Kata Kunci: bentuk penyajian, Komunitas Perkusi Barang Bekas (Koper B’kas)
RITUAL ADAT ALAS PEMAMANEN DI DESA BAMBEL KUTACANE KABUPATEN ACEH TENGGARA Enggi Raseha; Ramdiana Ramdiana; Tri Supadmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Ritual Adat Pemamanen di Desa Bambel Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara, mengangkat masalah bagaimana prosesi ritual tradisi Pemamanen dan apa saja yang menyebabkan perubahan di ritual Pemamanen suku Alas  di Aceh Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ritual adat Pemamanen dan apa saja faktor penyebab perubahan di tradisi Pemamanen di Kute Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengerti tentang  ritual adat Pemamanen dan objek dalam penelitian ini adalah ritual adat alas Pemamanen di desa Bambel Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan ritual adat alas Pemamanen yaitu Ngelumbe, Tebekhas, Titah Pekhintah, Mebhagah, Jagai, persiapan meyambut Pemamanen, Sabhungen Silime-lime, persiapan bagi Pemamanen yang datang, Ngerana, Senat. Ritual adat Pemamanen ini mengalami perubahan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: karena adanya penemuan baru, adanya pengaruh budaya lain, adanya perkembangan teknologi, sehingga menyebabkan ritual tersebut mengalami perubahan. Ritual adat Pemamanen ini masih dilaksanakan secara adat.Kata Kunci: ritual, adat Alas, Pemamanen
PROSES PEMBELAJARAN GITAR AKUSTIK PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 1 BANDA ACEH Faralita Lestari; Ahmad Syai; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah proses kegiatan ekstrakurikuler Gitar di Sekolah SMP Negeri 1 Banda Aceh. Rumusan permasalahannya terkait tentang bagaimana pembelajaran gitar akustik pada kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Banda Aceh dan apa saja kendala yang dialami guru pada kegiatan ekstrakurikuler gitar di sekolah tersebut. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler gitar yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Banda Aceh dan untuk mendeskripsikan kendala apa saja yang dialami guru pada ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis pendekatannya adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 1 Banda Aceh, sedangkan objek penelitiannya adalah proses pembelajaran   ekstrakurikuler gitar disekolah tersebut. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengembangan kepribadian siswa termasuk dalam katagori baik dalam proses pembelajaran gitar yang dilaksanakan selama 2-3 bulan dari bulan Agustus sampai November.  Tahapan-tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah mula-mula siswa dan siswi mengenal tali/senar pada senar gitar 1 sampai 6 dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Bungong Jeumpa”, sampai mereka hafal terhadap irama lagu tersebut, kemudian guru mulai memberikan akord lagu “bungong jeumpa”. Sambil siswi belajar akord tersebut guru ikut membimbing pada saat proses latihan. Tahap selanjutnya yang dilakukan guru adalah dengan mengajar satu perasatu. Untuk latihan pada lagu “Bungoeng Jeumpa” dibutuhkan latihan dan pengulangan terus menerus sampai mereka bisa bermain gitar dengan baik dan benar, diantaranya dengan menggunakan teknik penjarian. Untuk latihan selanjutnya proses latihan yang dilakukan selanjutnya proses latihan yang dilakukan masih sama ketercapaiannya terkait dengan teknik serta menstabilkan tempo agar tempo lagu yang dimainkan tidak lari.Kata kunci: Proses, Latihan, Ekstrakurikuler, Gitar
PEMBELAJARAN TARI RATOH JAROE DAN TARI LIKOK PULO DI SANGGAR POCUT BAREN BANDA ACEH Rizka Arifani; Tengku Hartati; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Proses Pembelajaran Tari Ratoh Jaroe dan Tari Likok Pulo di Sanggar Pocut Baren Banda Aceh, bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan tari Likok Pulo di sanggar Pocut Baren Banda Aceh, dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan Likok Pulo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini bertempat di sanggar Pocut Baren MAN Model Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan Likok Pulo dilaksanakan dalam beberapa tahapan kegiatan yaitu, kegiatan pra instruksional meliputi kegiatan awal dan kegiatan inti. Kegiatan instruksional meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan evaluasi tindak lanjut. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, dan metode latihan atau latihan praktik. Faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam mempelajari tari Ratoh Jaroe dan tari Likok Pulo yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang terdapat dalam diri individu yang sedang belajar, meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologis. Sedangkan faktor ekstrern adalah faktor yang terdapat di luar diri individu yang sedang belajar, meliputi keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat.Kata Kunci : Pembelajaran, Tari Ratoh Jaroe, Likok Pulo
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH PADA MATERI TARI KREASI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION Phuja Tawilla Septina; Cut Zuriana; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 11 Banda Aceh pada Materi Tari Kreasi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Direct Instruction”. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction dan yang tidak menggunakan model pembelajaran Direct Instruction di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IA 3 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IA 4 sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IA 3 dan XI IA 4 dengan tingkat kemampuan siswa yang hampir sama. Menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi dan tes praktik. Metode analisis data uji-t dan uji dua pihak. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh di mana pada taraf signifikan              dengan derajat kebebasan                                maka sesuai dengan hipotesis yang diajukan dengan ketentuan. “kriteria pengujian yang berlaku adalah terima H0 jika  dan dalam hal ini H0 ditolak”. Berarti tolak H0 dengan demikian perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Direct Instruction lebih baik dengan hasil belajar tanpa menggunakan model pembelajaran Direct Instruction.Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, tari kreasi, Direct Instruction
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PADA SENTRA SENI TARI KREASI MEUKONDROE DI TK ANGKASA KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR Armaya Pristia; Tri Supadmi; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Pembelajaran pada Sentra Tari Kreasi Meukondroe di TK Angkasa Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar” mengangkat masalah bagaimanakah proses pelaksanaan pembelajaran sentra seni tari kreasi Meukondroe TK Angkasa Blang Bintang Aceh Besar, dan kendala apa saja yang dialami guru pada proses pelaksanaan pembelajaran sentra seni tari kreasi Meukondroe di TK Angkasa Blang Bintang Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran yang diterapkan pada pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Angkasa dan mendeskripsikan kendala-kendala apa saja yang dialami guru dalam pelaksanaan pembelajaran tari di Taman Kanak-kanak Angkasa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa pada TK Angkasa, objek penelitian ini adalah sentra seni tari kreasi Meukondroe di TK Angkasa Blang Bintang Aceh Besar. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran seni tari kreasi Meukondroe pada TK Angkasa dilalukan dalam empat pertemuan. Metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran seni tari kreasi Meukondroe adalah metode demonstrasi yaitu guru lebih mengarahkan siswa pada kegiatan praktek dibandingkan dengan teori. Kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran seni tari kreasi Meukondroe pada TK Angkasa yaitu siswa tidak fokus pada saat latihan, guru tidak bisa mengajar secara maksimal dikarenakan guru yang mengajarkan tari bukan guru lulusan di bidang seni tari, selanjutnya kehadiran peserta didik yang tidak tepat waktu dan terdapat anak yang mudah bosan dalam latihan. Namun demikian, dengan adanya pembelajaran seni tari siswa dapat menyalurkan dan mengembangkan bakat yang dimilikinya.Kata Kunci: pembelajaran, sentra seni, taman Kanak-kanak
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 2 DARUL IMARAH Putri Maurina Sari; Cut Zuriana; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 2 Darul Imarah mengangkat masalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya dan apa saja kendala dalam proses pelaksanaan pembelajaran Pantomim pada Siswa Kelas VIII-B di SMP Negeri 2 Darul Imarah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 2 Darul Imarah khusunya pada materi konsep rancangan pementasan pantomim. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya pada materi konsep rancangan pementasan pantomim sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu dimulai dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kendala-kendala yang dihadapi guru Seni Budaya yaitu berasal dari siswa, kurangnya sarana dan prasarana, reverensi yang kurang, dan kemampuan guru yang terbatas. Sedangkan kendala yang dihadapi siswa yaitu kurangnya minat belajar, sarana dan prasarana yang tidak mendukung dan tidak adanya dukungan dari orang tua siswa.Kata Kunci: Pembelajaran, Pantomim.
TATA TEKNIK SUARA MUSIK GARAPAN ETNIK DALAM SEREMONIAL PEMBUKAAN PKA 7 Dahri Oskandar; Ari Palawi; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Tata Suara Musik Garapan Etnik dalam Seremonial Pembukaan PKA 7” mengangkat masalah “Bagaimanakah teknik tata suara musik garapan teknik dalam seremonial pembukaan PKA 7” . Penelitian ini bertujuan “untuk mendeskripsikan teknik tata suara musik garapan teknik dalam seremonial pembukaan PKA 7”. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah penata musik pekan kebudayaan Aceh ke 7 2018, sound enginer/sound man fam studio, orang yang dituakan di Aceh. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) adalah sebuah acara yang dilakukan 4 tahun sekali. Pekan kebudayaan Aceh ini dilakukan untuk memperkenalkan ke anekaragaman budaya dan tradisi Aceh ke seluruh masyarakat Aceh. Di dalam pembukaan PKA ke 7 2018 terdapat sebuah penampilan yaitu gabungan musik tradisi Aceh yang dikolaborasikan dengan musik kreasi dan menjadi sebuah penampilan yang ditampilkan pada saat seremonial pembukaan PKA yang ke 7. Untuk menyukseskan acara dan agar informasi suara bisa terdengar oleh banyak orang, maka dibutuhkan pengeras suara berupa sound system begitu juga dalam musik garapan etnik PKA. Dalam beberapa perangkat yang harus diperhatikan guna menghasilkan suara dan kualitas maksimal.Kata Kunci: tata suara, musik garapan etnik, PKA 7
BASIC STICKING SNARE DRUM PADA BATTERY LINE DRUM CORPS UNIVERSITAS SYIAH KUALA Rahmayana Rahmayana; Ahmad Syai; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala”. Adapun  yang  menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Basic sticking  Snare  Drum pada Battery  Line Drum  Corps  Universitas  Syiah  Kuala  dan   apa   saja  kendala  yang  dialami pelatih  selama proses latihan Basic sticking Snare Drum. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala dan mendeskripsikan kendala yang dialami pelatih   selama proses latihan berlangsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pelatih dan alumni pemain snare drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh. Sedangkan teknik  pengumpulan data yang  digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk  menggali  keterangan yang  lebih  mendalam,  dan dokumentasi yang dilakukan  dengan cara  menyelidiki benda-benda untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala meliputi pengenalan alat, cara memegang stick, basic sticking, dan rudiment. Kendalanya adalah sulit menyamakan posisi tangan kanan  dan  kiri sesuai dengan teknik tradisional grip, sulit menyatukan ketukan  ketika melakukan  rudiment   pada  setiap  pemain,  sulit  mengontrol tangan kanan   dan   kiri,  serta  kurangnya kedisiplinan  pemain  saat proses latihan  berlangsung.Kata kunci: basic sticking, snare drum, Battery Line Drum Corps