cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020" : 10 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN BERBANTUAN MEDIA SMART CARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS-2 SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Mera Anggrela; Thamrin Kamaruddin; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berjudul penerapan model pembelajaran discovery learning dengan berbantuan media smart card. Terkait dengan tujuannya yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, kegiatan guru dan peserta didik, keterampilan guru, dan respon terhadap pembelajaran. Subjeknya yaitu peserta didik kelas XI IPS-2 SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa post-test, lembar kegiatan guru dan peserta didik, lembar pengamatan keterampilan guru, dan angket respon peserta didik. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan individual terjadinya peningkatan yaitu pada percobaan I dari 62% menjadi 78% pada percobaan II, sedangkan 88% pada percobaan III. Secara klasikal persentase ketuntasan pada percobaan I mencapai 43%, kemudian percobaan II yaitu 71%, dan meningkat menjadi 86%  pada percobaan III; (2) Kegiatan guru dan peserta didik pada percobaan I dari 11 kegiatan secara keseluruhan yaitu 4 yang sesuai dan 7 yang tidak sesuai dengan perencanaan, percobaan II yaitu 7 sesuai dan 4 yang tidak sesuai, sedangkan pada percobaan III meningkat menjadi 9 kegiatan sesuai dan 2 kegiatan yang tidak sesuai; (3) Keterampilan guru pada percobaan I memperoleh skor 2,14 dikategorikan sedang, sedangkan percobaan II memperoleh skor 3,01 dapat dikategorikan baik, selanjutnya pada percobaan III meningkat menjadi 3,59 dengan kategori sangat baik; dan (4) Respon peserta didik dalam pembelajaran menyatakan bahwa 88% atau pada umumnya memberikan respon yang sangat baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN WEB LOG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANDAR BARU PIDIE JAYA Zakia Firnanda; . Hasmunir; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Project Based Learning dimana sebuah produk atau tugas yang dihasilkan dan dikerjakan oleh siswa dalam kelompok lalu dipresentasikan depan. Web Log adalah sebuah tulisan atau informasi ditulis perorangan di sebuah web untuk mendapatkan hala-hal yang perlu untuk dicari di web umum. Penelitian bertujuan mengetahui (1) keberhasilan belajar siswa, (2) hal-hal yang dilakukan guru dan siswa, (3) daya tampil dari guru (4) tanggapan murid selama mengikuti kegiatan belajar. Subjek dan objek penelitian ini murid kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Bandar Baru Pidie Jaya dengan jumlah 26 siswa. Pengumpulan data menggunakan (1) soal hasil belajar, (2) lembaran kegiatan guru dan siswa, (3) lembaran analisis keterampilan guru dalam melakukan pembelajaran dan (4) lembar/angket tanggapan siswa atas model. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Persentase ketuntasan secara individual percobaan I 42% percobaan II 77% dan percobaan III 92%. Persentase ketuntasan secara keseluruhan terdapat 40% percobaan pertama pada percobaan II 70% dan percobaan III 90%. Jumlah hal-hal yang dilakukan guru dan murid pada percobaan I 5 kegiatan terlaksana, percobaan II 8 keaktifan terlaksana dan percobaan III terdapat 11 kegiatan yang dilakukan. Kemudian keterampilan guru percobaan I dengan skor 1,6 yaitu kurang baik, pada percobaan II didapatkan 2,5 dengan kategori sedang, dan percobaan III dengan skor 2,9 dengan kategori baik. Pada umumnya murid menyatakan bahwa model Project Based Learning  berbantuan Web Log memudahkan mereka dalam memahami materi
IMPLEMENTASI PROGRAM KURIKULUM KEMARITIMAN DI SMK NEGERI I KOTA SABANG Rinal Khairunnas; . Hasmunir; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan maritim harus diimplementasikan sejak dini, salah satunya melalui lembaga pendidikan. Latar belakang dalam penelitian ini adalah untuk melihat proses implementasi kurikulum kemaritiman yang dilakukan guru SMK Negeri 1 Kota Sabang dalam menerapkan dan mengintegrasikan nilai-nilai kemaritiman. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program kurikulum kemaritiman di SMK Negeri 1 Kota Sabang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan kelas XI, guru, kepala sekolah dan penanggung jawab program di dinas pendidikan Provinsi Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data (display data), dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Data yang telah didapat kemudian di analisis dengan menggunakan rumus deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Kurikulum Kemaritiman di SMK Negeri 1 Kota Sabang belum terlaksana dengan baik karena program ini baru laksanakan. Beberapa kendala bukan hanya berasal dari sekolah tetapi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang bertanggung jawab terhadap program kurikulum kemaritiman. Minimnya anggaran, programnya baru dilaksanakan, misskomunikasi dengan daerah tujuan program, pelaporan kegiatan yang semakin banyak merupakan faktor kendala belum terlaksananya program kurikulum kemaritiman dengan baik seperti yang diharapkan. Tidak semua guru dan mata pelajaran sekolah yang bisa diintegrasikan sehingga terhambatnya proses implementasi program kurikulum kemaritiman di sekolah SMK Negeri 1 Kota Sabang. Dalam hal ini, sekolah sedang mengupayakan program ini berjalan baik dengan memanfaatkan kompetensi guru yang sudah mengikuti workshop kurikulum kemaritiman di Jakarta
PERBANDINGAN LITERASI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK SEKOLAH ADIWIYATA DAN NON-ADIWIYATA DI KOTA BANDA ACEH (Studi Di Mtsn 1 Dan Mts Ulumul Qur’an Banda Aceh) Indri Maulina; Syamsul Bardi; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Perbandingan Literasi Lingkungan Peserta Didik Sekolah Adiwiyata dan Non-Adiwiyata”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbandingan yang signifikan yakni literasi lingkungan antara peserta didik sekolah yang berstatus adiwiyata dan non-adiwiyata di Kota Banda Aceh. Hipotesisnya adalah literasi lingkungan peserta didik sekolah adiwiyata lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik sekolah non-adiwiyata. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian komparasi. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VII sekolah MTsN 1 yang sampelnya diambil sejumlah 35 orang dan MTs Ulumul Qur’an Banda Aceh yang sampelnya diambil sejumlah 28 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik angket dan tes.Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t, namun terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat, yakni uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil kedua uji prasayarat tersebut menunjukkan data bersifat homogen dan berdistribusi normal sehingga dapat dilanjutkan dengan uji-t. Hasil pengolahan data dengan menggunakan rumus uji-t menunjukkan bahwa thitung ttabel atau 2,30 1,67 pada taraf signifikansi 5% dengan dk 61, yang berarti Ha  diterima, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan literasi lingkungan peserta didik sekolah adiwiyata dan non-adiwiyata, Banda Aceh, yakni tingkat literasi peserta didik sekolah yang berstatus adiwiyata lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah non-adiwiyata
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) BERBANTUAN MEDIA MACROMEDIA FLASH PLAYER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMAN 4 KOTA BANDA ACEH Arfa Yulisa; Thamrin Kamaruddin; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berjudul penerapan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) berbantuan media  macromedia flash player untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi SMAN 4 Kota Banda Aceh . Percobaan  ini dikerjakan demi memahami (1) peningkat hitungan belajar siswa; (2) aktivitas pengajar dan siswa; (3) keahlian pengajar saat mengatur pembelajaran beserta (4) balasan siswa atas penerapan bentuk Rotating Trio Exchange (RTE). Poin ketika percobaan adalah siswa kelas XIIS3 SMAN 4 Banda Aceh dengan total 28 orang. Akumulasi bahan dikerjakan menggunakan (1) ujian awal dan ujian akhir; (2) lembar kontrol aktivitas pengajar serta siswa; (3) lembar kontrol keahlian pengajar beserta (4) kuisioner balasan siswa atas penerapan model. Ulasan bahan memakai rumus statistik deskriptif persentase. Akibat dari percobaan menghasilkan (1) persentase keberhasilan individual bertambah  28% dalam Tahap I naik 67% dalam Tahap II serta 93% dalam Tahap III. Bagian keberhasilan klasikal bertambah 30% dalam Tahap I naik 50% dalam Tahap II serta 90% dalam Tahap III; (2) total aktivitas pengajar serta siswa yang sinkron mengalami peningkatan, 5 pada Tahap I menjadi 8 dalam Tahap II serta menjadi 11 dalam Tahap III; (3) keahlian pengajar saat mengatur pembelajaran bertambah dari 2,21 dalam Tahap I menjadi 2,82 dalam Tahap II serta menjadi 3,63 dalam Tahap III (4) balasan siswa atas penerapan bentuk ini pada umumnya atau 96% menyatakan dapat memahami dengan mudah materi yang diajarkan. Ikhtisar percobaan ini adalah penerapan Model Rotating Trio Exchange (RTE) Berbantuan alat Macromedia Flash Player dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI-IS3
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN REACT MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 5 BANDA ACEH Shadrina Azara; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran sangat penting dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa. Dari sekian banyak model yang ada, salah satunya adalah model yang dapat melatih siswa untuk memecahkan masalah. Yang menjadi rumusan masalahnya adalah apakah hasil belajar berbasis masalah lebih baik dari hasil belajar REACT. Tujuannya untuk mengetahui hasil belajar mana yang lebih baik setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan model REACT. Pengujian yang dilakukan penelitian ini berupa uji pre-test dan post-test. Untuk pengujian pre-test menggunakan uji ANOVA.  Kemudian hasil uji ANOVA yang diperoleh didapatkan bahwa Fhitung Ftabel yaitu 0,000933 4,04 maka H0 diterima yang artinya layak untuk diuji ke tahap berikutnya. Untuk post-test diperlukan uji homogenitas. Hasilnya 1,21 1,98 maka H0 diterima yang berarti data tersebut bersifat homogen. Selanjutnya digunakan uji normalitas dan diperoleh data pada kelas eksperimen I adalah  8,27 11,07 dan pada kelas eksperimen II adalah  6,13 12,5 sehingga data kedua kelas eksperimen berdistribusi normal. Setelah data berdistribusi normal dan homogen, dilanjutkan dengan uji yang terakhir yaitu uji hipotesis. Dari uji tersebut diperoleh hasil bahwa   pada signifikan 5% yang berarti Ha di terima sehingga dapat disimpulkan model berbasis masalah lebih unggul daripada model REACT
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TEAM QUIZMATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 2 MUARA TIGA KABUPATEN PIDIE Aswatul Husna; Alamsyah Taher; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran snowball throwing dan model pembelajaran team quiz. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah hasil belajar siswa yang di ajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang di ajarkan dengan model pembelajaran team quiz pada mata pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 2 Muara Tiga Kabupaten Pidie? Tujuan penelitian untuk mengatahui perbandingan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran team quiz pada mata pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 2 Muara Tiga kabupaten Pidie. “Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dengan mengambil populasi kelas VIII di SMP Negeri 2 Muara Tiga berjumlah 139 orang”. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik purposive sampling yakni di ambil dua kelas yaitu kelas VIII-1 yang berjumlah 25 siswa dan kelas VIII-2 yang berjumlah 25 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan soal kepada murid yaitu pre-test dan post-test, selanjutnya diolah menggunakan uji-t. pada pengolahan data tersebut diperoleh thitung = 1,35 dan ttabel = 1,68 dengan taraf signifikan 5% dan dk = 48, berati thitung ttabel sehingga hipotesis Ha ditolak. Jadi, kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasile belajar murid mata pelajaran IPS Terpadu yang di ajarkan dengan model snowball throwing tidak lebih baik atau sama dengan hasil murid yang di ajarkan dengan tipe team quiz SMP Negeri 2 Muara Tiga, Kabupate Pidie
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POINT COUNTERPOINT BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS XI IPS 1 MAN 3 BANDA ACEH Siti Hasanah; Thamrin Kamaruddin; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hal- hal yang ingin dikaji dalam permasalah ini yaitu : (1) nilai yang didapat oleh anak didik setelah selesai belajar (2) aksi yang dilakukan oleh pendidik dan anak didik; (3) Daya trampil pendidik dalam mengatur proses belajar mengajar (4) persepsi anak didik setelah mengikuti kegiatan belajar. sasaran dalam eksperimen ini adalah  anak didik kelas XI IPS 1 sebanyak 28 anak didik . Keberhasilan kenaikan hasil belajar anak didik diperoleh dari nilai tes sebelum melakukan pembelajaran dan tes sesudah mengikuti pembelajaran. Aksi pendidik dan anak didik serta daya trampil pendidik dalam mengatur proses belajar mengajar diperoleh melalui hasil lembaran pengamatan, sedangkan persepsi anak didik setelah mengikuti pembelajaran diperoleh melalui angket dan wawancara. Data ini dikaji dengan menggunakan penjelasan secara rinci dan persentase. Kemudian data yang diperoleh dari lapangan menunjukkan: (1) kenaikan hasil belajar mengalami penambahan pada setiap eksperimen baik secara individual maupun klasikal; (2) Aksi pendidik dan anak didik mengalami kenaikan keselarasan yakni, 6 aksi selaras pada eksperimen I, menjadi 8 aksi yang selaras pada eksperimen II, kemudian meningkat hingga 10 aksi selaras pada siklus III; (3) daya trampil pendidik dalam mengatur proses belajar mengajar mengalami perubahan cukup baik, pada eksperimen I dengan poin 2,5 atau digolongkan sedang, meningkat mejadi baik dengan poin 3,3 pada eksperimen  II, dan pada eksperimen III mencapai perolehan poin 3,6 yang digolongkan sangat baik; dan (4) sekitar 81,4% anak didik kelas XI IPS 1 mengutarakan ya bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Point Counterpoint berbantuan media gambar sangat mempermudah anak didik memahami materi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa praktik model pembelajaran Point Counterpoint dapat menaikkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 MAN 3 Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Cut Khairul Rizqa; Alamsyah Taher; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran cooperative learning adalah model yang bertujuan untuk mencapai hasil belajar tidak hanya pada prestasi akademik tapi juga dapat membentuk sikap toleransi, menerima keberagaman, serta pengembangan pada keterampilan sosial, dengan pola belajar yang membentuk kelompok membuat siswa bisa menerapkan sifat kebersamaan serta kerja sama tim yang kompak. Untuk melatih keberanian siswa, dan mampu menciptakan kelas yang interaktif, efektif serta mampu mendorong para siswa untuk lebih aktif dan dapat membuat kelas menjadi lebih hidup  salah satu teknik yang harus digunakan adalah teknik Make a Match. Penggunaan teknik ini juga dapat  menghilangkan kebosanan siswa ketika pembelajaran berlangsung. Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui (1)Kemajuan dari hasil belajar peserta didik; (2) Kegiatan guru dan peserta didik didalam kelas; (3) Kemampuan  guru untuk  mengendalikan pembelajaran; dan (4)Tanggapan peserta didik terhadap pembelajaran. Peserta didik  ditingkat XI Sekolah Menengah Atas dijurusan  IPS SMA Negeri 12 Kota Banda Aceh yang berjumlah 29 orang merupakan tokoh utama dalam penelitian ini. Data yang telah dikumpulkan  merupakan hasil yang diperoleh dari percobaan tes kemampuan siswa, instrumen pengawasan kegiatan guru dan peserta didik, Sarana pengamatan kecakapan guru dalam mengurus  keberlangsungan prose belajar, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran.Statistik deskriptif persentase merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis data. Persentase menunjukkan (1) Pada siklus I jumlah ketuntasan individual adalah 40% pada siklus II meningkat menjadi 62% dan pada siklus III jumlah kenaikan persentase meningkat pada 90%. Dan perubahan  hasil penelitian pada ketuntasan klasikal pada siklus I berjumlah 40% ,  pada siklus II meningkat pada 60% terakhir pada siklus III meningkat ke 100%. (2) Peningkatan persentase juga terjai pada aktivitas guru dan peserta didik yang pada awalnya hanya terdapat 8 aktivitas pada siklus I dan setelahnya meningkat menjadi 9 aktivitas pada siklus II dan selanjutnyakembali meningkat mnjadi 10 aktivitas pada siklus III. (3) Kemampuan  guru mengendalikan pembelajaran juga mengalami peningkatan pada siklus I skor 2,3 (kategori sedang)  pada siklus II menjadi 3 (katagori baik) dan pada siklus III menjadi 3,7 (katagori sangat baik)
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN IPS TERPADU YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER DENGAN QUESTION STUDENT HAVE DI SMP NEGERI 3 INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Vivi Hayatun Nufus; Thamrin Kamaruddin; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran IPS Terpadu yang Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Giving Question and Getting Answer dengan Question Student Have di SMP Negeri 3 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Rumusan masalah dalam percobaan ini ialah apakah hasil belajar peserta didik yang menerapkan bentuk Giving Question And Getting Answer lebih baik dari pada hasil belajar peserta didik yang menggunakan model Question Student Have. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar peserta didik mata pelajaran IPS Terpadu yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik dari pada bentuk pengkajian Question Student Have. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Ingin Jaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, diambil hanya dua kelas yaitu kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 sebanyak 56 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pemberian test kepada peserta didik, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Sesuai hipotesis terima Ha apabila thitung ttabel. Berdasarkan Hasil pengolahan data diperoleh thitung ttabel yang artinya Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik mata pelajaran IPS Terpadu yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik dari pada hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran Question Student Have di SMP Negeri 3 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar

Page 1 of 1 | Total Record : 10