cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017" : 7 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MENYONTEK PADA SISWA SMA NEGERI DALAM WILAYAH KOTA TAKENGON Maulida Fitri; Dahliana Dahliana; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.161 KB)

Abstract

ABSTRAK Fitri, Maulida. 2016. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Menyontek pada Siswa SMA Negeri dalam Wilayah Kota Takengon. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1) Dra. Dahliana Abd., M.Pd., Kons., (2) Drs. Said Nurdin, M.Si.  Kata kunci: Faktor yang Mempengaruhi- Perilaku-Menyontek-SiswaMenyontek adalah perilaku berbuat curang yang disebabkan karena kurangnya kesadaran pada diri siswa tentang pentingnya belajar dan menyelesaikan tugas serta tidak mau bekerja keras mempertahankan harga diri demi keberhasilan belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku menyontek pada siswa SMA Negeri dalam Wilayah Kota Takengon. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri sebanyak 15 orang yang pernah menyontek lebih dari satu kali. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif serta teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil analisis deskriptif data menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku menyontek pada siswa SMA Negeri dalam Wilayah Kota Takengon yaitu karena malas belajar, takut mengalami kegagalan serta tuntutan orang tua untuk memperoleh nilai atau peringkat kelas yang baik. Faktor malas belajar yaitu pengalaman, motivasi, kurang mood/semangat, tidak ada fasilitas belajar dan karena membantu orang tua sehingga siswa terpengaruh untuk berperilaku menyontek. Faktor takut mengalami kegagalan hingga siswa melakukan perbuatan menyontek terdiri dari konsep diri negatif, cemas dan pengalaman kegagalan. Faktor tuntutan orang tua untuk memperoleh nilai atau peringkat kelas yang baik hingga siswa terpengaruh untuk menyontek yaitu harus dapat prestasi/nilai yang tinggi dan dihukum oleh orang tua jika tidak dapat nilai bagus. Oleh karena itu, diharapkan kepada guru BK untuk lebih serius mengatasi dan membimbing siswa yang berperilaku menyontek dengan menggunakan berbagai macam layanan dan pendekatan. Juga memberikan hukuman/sanksi yang lebih mendidik dan tepat pada siswa dengan tujuan untuk menunjukkan kesadaran siswa.
ANALISIS MOTIF SISWA SMA NEGERI MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI DI KABUPATEN ACEH SINGKIL Marsauri Marsauri; M. Husen M. Husen; Hetti Zuliani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.578 KB)

Abstract

ABSTRAK Marsauri. 2016. Analisis Motif siswa SMA Negeri Melanjutkan ke Perguruan Tinggi di Kabupaten Aceh Singkil. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:            (1) M. Husen M.Pd,. (2) Hetti Zuliani S.Pd,.M.PdKata Kunci: Motif Siswa, Lanjutan Studi, Perguruan TinggiMotif siswa merupakan dorongan atau kekuatan yang ada dalam diri siswa, dorongan ini dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal untuk melanjutkan studi yang menunjang keberhasilan siswa di perguruan tinggi. Masalah penelitian adalah gambaran motif siswa dan faktor yang mempengaruhi siswa SMA Negeri melanjutkan studi ke perguruan tinggi di kabupaten Aceh Singkil. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran motif siswa dan faktor yang mempengaruhi siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian 950 siswa, sampel penelitian adalah 281 siswa. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian adalah sebagian besar siswa mempunyai motif sangat tinggi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi sebesar (72.9%), dan sebagian kecilnya lagi siswa mempunyai motif melanjutkan studi adalah tinggi (0.6%), sedang (4.6%), rendah (1.1%) dan sangat rendah (0.7%) dan faktor yang mempengaruhi motif siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah faktor internal meliputi kepribadian, bakat akademik, bakat  nonakademik serta minat. Kemudian faktor eksternal meliputi faktor masyarakat, ekonomi keluarga, dan peluang pekerjaan. Faktor yang paling menonjol yang mempengaruhi motif siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah faktor internal adalah bakat akademik sebesar (65.1%) sedangkan faktor eksternal ekonomi keluarga sebesar (79.3%).
KESULITAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DI SMPN 4 TAKENGON Fauziah Fauziah; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.665 KB)

Abstract

ABSTRAKKata kunci: permasalahan siswa–kesulitan guru pembimbingPelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan guru pembimbing seharusnya dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditentukan, namun tidak dapat dihindari bahwa kenyataan di sekolah mekanisme pelayanan bimbingan dan konseling tidak dijalankan sesuai dengan prosedur yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesulitan guru pembimbing dalam mengatasi permasalahan siswa di SMPN 4 Takengon. Secara khusus, penelitian ini mendeskripsikan permasalahan yang ditemui pada siswa, kesulitan yang terjadi pada guru pembimbing dalam mengatasi permasalahan dan faktor penyebab terjadinya kesulitan pada guru pembimbing. Metode dan  pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari guru pembimbing dengan melakukan wawacara langsung. Hasil penelitian Menujukkan bahwa, masalah yang terjadi pada siswa yaitu ribut dalam kelas, menyontek, berkelahi, merokok dan membolos. Kesulitan yang dialami guru pembimbing tidak ada jam khusus untuk guru BK, guru tidak dapat memahami siswa dengan baik, kurangnya minat siswa dalam mengikuti layanan, siswa kurang mau mendengarkan bimbingan yang diberikan oleh guru pembimbing dan siswa sulit untuk dipanggil ke ruang BK, adapun faktor penyebab kesulitan yaitu pihak sekolah tidak menyediakan jam untuk guru pembimbing, jumlah siswa yang terlalu banyak, kurangnya motivasi guru pembimbing terhadap siswa, siswa menganggap ruang BK sebagai ruang aib, serta letak ruang BK yang berada pada ruangan dewan guru.
Hubungan Kelekatan Orangtua pada Anak dengan Nilai-nilai Karakter Dasar Siswa SMP Negeri 3 Kota Banda Aceh Hasnah Ratna Sari; Said Nurdin; M. Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.581 KB)

Abstract

ABSTRAKSari, Hasnah Ratna. 2016. Hubungan Kelekatan Orangtua pada Anak dengan Nilai-nilai Karakter Dasar Siswa SMP Negeri 3 Kota Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing : (1)   Drs. Said Nurdin, M.Si, (2) Drs. M. Husen, M.PdKata Kunci: Kelekatan, KarakterPenelitian ini mengangkat mengenai masalah siswa yang menunjukkan nilai-nilai karakter dasar yang kurang baik yang dicurigai memiliki hubungan dengan kelekatan orangtua pada anak yang tidak aman. Kelekatan orangtua kepada anaknya akan memberi warna (baik/buruk) pada nilai-nilai karakter dasar yang tertanam dalam diri seorang anak. Tujuan penelitian adalah untuk melihat gambaran kelekatan orangtua pada anak dan nilai-nilai karakter dasar siswa serta hubungan kedua variabel. Populasi penelitian adalah 265 siswa. Sampel penelitian adalah 160. Metode penelitian ini adalah  deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data yaitu kuantitatif korelasional. Hasil penelitian menggambarkan bahwa sebagian besar kelekatan orangtua pada anak dalam kategori sedang dan sebagian besar nilai-nilai karakter dasar siswa dalam kategori sedang. Hasil analisis koefisien korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kelekatan orangtua pada anak dengan nilai-nilai karakter dasar siswa sebesar rxy = 0.435 dengan r tabel = 0.159 dan signifikansi 0.05 yaitu = 0.000. Artinya hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan agak rendah antara kelekatan orangtua pada anak dengan nilai-nilai karakter dasar siswa. Dengan demikian semakin tinggi (aman) kelekatan orangtua pada anak maka akan semakin baik nilai-nilai karakter dasar siswa.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU BULLYING PADA SISWA SD NEGERI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH Ayu Muspita; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.985 KB)

Abstract

ABSTRAK Kata kunci: Faktor Penyebab, Perilaku Bullying, Siswa Perilaku bullying selama ini sering sekali terjadi di kalangan siswa, baik di tingkat SLTA, SLTP maupun di SD (Sekolah Dasar). Perilaku tersebut tentu saja tidak boleh dibiarkan karena bisa menimbulkan masalah lebih besar, yang dapat menghambat keberhasilan studi bagi siswa. Oleh karena itu, perlu dicari faktor-faktor yang menimbulkan perilaku tersebut, yang selanjutnya dapat dicari alternatif penanggulangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab perilaku bullying pada siswa SD Negeri Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SD yang pernah terlibat dalam kasus bullying di sekolah sebanyak 6 orang dan guru-guru yang pernah menangani kasus bullying pada siswa di sekolah sebanyak 6 orang. Sedangkan objek penelitian adalah faktor-faktor penyebab perilaku bullying pada siswa.Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab perilaku bullying pada siswa SD Negeri Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah adalah faktor keluarga yang melakukan kekerasan kepada anak atau menampakkan praktek kekerasan di hadapan anaknya, teman sebaya (di sekolah dan luar lingkungan sekolah) yang berperilaku bullying, sekolah yang membiarkan atau tidak menerapkan sanksi yang tegas kepada siswa pelaku bullying serta media yang sering menampilkan adegan perilaku bullying. Oleh karena itu, diharapkan kepada pihak sekolah untuk mengadakan seminar edukasi atau sosialisasi mengenai bullying kepada orang tua, agar orang tua memiliki pemahaman yang baik mengenai masalah bullying ini. Selain itu, sekolah hendaknya mensosialisasikan peran guru BK dalam masalah bullying, sehingga murid menjadi tahu kemana mereka harus pergi dan bercerita mengenai masalah bullying yang sedang dihadapinya.
Pengaruh Konformitas Teman Sebaya terhadap Gaya Hidup Experiencers Rayyan Rayyan; Syaiful Bahri; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.506 KB)

Abstract

ABSTRAK Rayyan. 2016. Pengaruh Konformitas Teman Sebaya terhadap Gaya Hidup Experiencers. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Drs. Syaiful Bahri, M.Pd., (2) Drs. Abu Bakar, M.Si Kata kunci: Konformitas Teman Sebaya, Gaya Hidup Experiencers Konformitas teman sebaya merupakan perubahan dalam berperilaku remaja untuk menyesuaikan lebih dekat dengan standar kelompok. Dalam hal ini, konformitas teman sebaya sangat mempengaruhi segala aktivitas pada remaja, termasuk gaya hidup. Salah satu segmen gaya hidup berdasarkan VALS (Values and Lifestyles) 2 adalah gaya hidup experiencers. Gaya hidup experiencers identik dengan ciri remaja yang mengikuti tren dan arus mode masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan bertujuan untuk mengetahui gambaran konformitas teman sebaya dan gaya hidup experiencers pada siswa kelas XI dan XII SMA di Banda Aceh serta untuk mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya terhadap gaya hidup experiencers pada siswa kelas XI dan XII SMA di Banda Aceh yang berjumlah 1.076 siswa. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 292 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala 1-4. Hasil analisis deskriptif persentase menggambarkan bahwa hampir setengah siswa kelas XI dan XII SMA di Banda Aceh melakukan konformitas teman sebaya dan memiliki gaya hidup experiencers pada kategori sedang yaitu (34,2%) dan (41,4%). Hasil analisis regresi sederhana konformitas teman sebaya terhadap gaya hidup experiencers menghasilkan koefisien regresi (R) sebesar (0,330) dengan p 0,05 sedangkan nilai (35,337) (3,89) artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan konformitas teman sebaya terhadap gaya hidup experiencers selanjutnya indeks determinasi () sebesar (0,109) atau (10,90%) artinya konformitas teman sebaya memberikan pengaruh terhadap gaya hidup experiencers pada siswa SMA di Banda Aceh sebesar (10,90%).
STRATEGI PENCEGAHAN TINDAKAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI BANDA ACEH Fiyki Amelia; Abu Bakar; Hetti Zuliani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 1 (2017): Periode April 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.754 KB)

Abstract

ABSTRAK Fiyki Amelia, Strategi Pencegahan Tindakan Kekerasan Terhadap Anak Di Sekolah Dasar Negeri Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)   Drs.Abu bakar, M.Si (2) Hetti Zuliani M.Pd. Kata Kunci: Strategi Pencegahan, Tindakan Kekerasan Terhadap Anak Tindakan Kekerasan terhadap anak merupakan Semua bentuk perlakuan menyakitkan secara fisik maupun emosional,  kekerasan seksual, penelantaraan, eksploitasi komersial atau eksploitasi lain yang mengakibatkan cedera atau kerugian nyata ataupun potensial terhadap kesehatan anak, kelangsungan hidup anak, tumbuh kembang anak atau martabat anak yang dilakukan dalam konteks hubungan tanggung jawab, kepercayaan atau kekuasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pencegahan tindakan kekerasan terhadap anak yang dilakukan di Sekolah  dan Kendala yang ditemukan dalam proses pelaksanaan pencegahan Tindakan kekerasan di Sekolah Dasar Negeri Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Guru di Sekolah Dasar Negeri 16, 54,dan 61 Banda Aceh sebanyak 5 orang. Sedangkan Objek penelitian adalah Anak di Sekolah Dasar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara. Hasil analisis deskriptif data menunjukkan bahwa terdapat empat strategi yang dilakukan Guru untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan di Sekolah yaitu Mengidentifikasi kasus dan menindaklanjuti kasus di sekolah, mensosialisasikan bahaya kekerasan pada anak di Sekolah, kerja sama dengan pihak yang berkompeten, dan Pembentukan Tim pencegahan tindak kekerasan di Sekolah. Dalam hal ini Guru menghadapi beberapa hambatan dalam pelaksanaan keempat strategi pencegahan tindak kekerasan terhadap anak di sekolah. Salah satu permasalahan yang sering terjadi di Sekolah adalah kekerasan yang berkategori rendah. Untuk meminimalisir terjadinya kenakalan anak atau tindakan kekerasan pada anak diharapkan pihak sekolah perlu menciptakan dan melaksanakan upaya dan strategi pencegahan tindakan kekerasan secara komprehensif dan integratif di Sekolah agar siswa dapat melindungi diri dan tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan peraturan Sekolah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7