cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): April 2017" : 13 Documents clear
Pengayaan Daphnia magna Dengan Dosis Azolla microphylla Fermentasi Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Fitriani Sri Wahyuny; Irma Dewiyanti; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.032 KB)

Abstract

The objective of this research was to find out the effectivity of Daphnia magna enriched Azolla microphylla fermentation with different dosages on the growth and survival rate of  tilapialarvae (Oreochromis niloticus). The research was conducted with experimental method using Completely Randomized Design with five treatments and three replication. The treatments with different dosages A. microphylla fermentation were A (control), B (1ml/L), C (2ml/L), D (3ml/L), and E (4ml/L). The result of ANOVA test showed that Daphnia magna enriched with Azolla microphylla has significant effect on the growth and survival rate of larvae tilapia (P0,05). The results shown that the highest growth was achieved by feeding with doses 4 ml/L A. microphylla fermentation (treatments E) in absolute length 0,22 cm, absolute weight 0,0201 gr, and specific growth rate 7,9161 %/day, while the lowest value was in treatment A without giving Azolla microphylla fermentation on Daphnia magna.The survival rate highest in treatment D (87.33%).The growth and survival rate of tilapia larvae (O. niloticus) were given A. microphylla fermentation was higher compared with control.              Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Daphnia magna  yang dipekaya Azolla microphylla fermentasi dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial, dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan perbedaan dosis A. microphylla fermentasi yaitu perlakuan A (kontrol), B (1ml/L), C (2ml/L), D (3ml/L), dan E (4ml/L). Hasil uji ANOVA menunjukan bahwa pemberian Daphnia magna yang diperkaya dengan A. microphylla berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hisup larva ikan nila (P0,05). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai tertinggi berada pada pemberian dosis 4 ml/L A.microphylla fermentasi (perlakuan E)  untuk parameter pertumbuhan, dimana nilai panjang mutlak 0,22 cm, bobot mutlak 0,0201 gr, dan specific growth rate7,9161 %/hari. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan D yaitu 87,33 %.Pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nila (O. niloticus) yang diberikan A. microphylla fermentasi lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol
Pengaruh Pemberian Ikan Tongkol Dengan Penambahan Ragi Roti Terhadap Laju Pertumbuhan Populasi Rotifer (Brachionus plicatilis) Erayanti Erayanti; Abdullah A. Muhammadar; Siska Melissa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.709 KB)

Abstract

The aim of this study was  to determine the effect of mackerel tuna (Euthynnus affinis) and bread yeast on the growth rate of Brachionus plicatilis. Research was conducted at Laboratory of Brackish water Aquaculture Development Center, Ujung Batee on August 2016. This study was carried out experimentally using a completely randomized design (CRD) with five treatments and four replications. The treatments were A (Nannochloropsis sp.), B (Nannochloropsis sp. + Euthynnus affinis 3 g + 0.15 g bread yeast), C (Nannochloropsis sp. + Euthynnus affinis 3 g + 0.30 g bread yeast), D (Nannochloropsis sp. + Euthynnus affinis 3 g + 0.45 g bread yeast), and E (Nannochloropsis sp. + Euthynnus affinis 3 g + 0.60 g bread yeast). The result of  ANOVA showed that the addition  of Euthynnus affinis and bread yeast enrichment gave the significant effect (P 0.05) on the growth rate of Brachionus plicatilis. The highest growth rate of Brachionus plicatilis was obtained at treatment E which is 5,33 ± 0,55 ind.ml-1.day-1, while the lowest growth rate of Brachionus plicatilis obtained at treatment A which is 4.40 ± 0.24 ind.ml-1.day-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ikan tongkol dengan penambahan ragi roti  terhadap laju pertumbuhan populasi Brachionus plicatilis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung batee. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan dan empat kali pengulangan. Perlakuan A  (Nannochloropsis sp.), B (Nannochloropsis sp. + ikan tongkol 3 g + ragi roti 0,15 g), C (Nannochloropsis sp. + ikan tongkol 3 g + ragi roti 0,30 g), D (Nannochloropsis sp. + ikan tongkol 3 g + ragi roti 0,45 g), dan E (Nannochloropsis sp. + ikan tongkol 3 g + ragi roti 0,60 g). Hasil ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ikan tongkol dan ragi roti berpengaruh nyata (P0,05) terhadap laju pertumbuhan populasi Brachionus plicatilis. Nilai laju pertumbuhan Brachionus plicatilis tertinggi diperoleh pada perlakuan E yaitu 5,33 15 ± " 0,55 ind.ml-1.hari-1, sedangkan laju pertumbuhan populasi Brachionus plicatilis terendah diperleh pada perlakuan A yaitu 4,40 15 ± " 0,24 ind.ml-1.hari-1. 
Pengaruh Pemberian Minyak Cengkeh (Syzygium aromaticum) Sebagai Bahan Anaestesi dengan Konsentrasi yang Berbeda pada Proses Transportasi Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos) Mikhsalmina Mikhsalmina; Zainal A. Muchlisin; Irma Dewiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.389 KB)

Abstract

The objectives of the study were to assess the effect of clove oil (Syzygium aromaticum) as an anesthetic and to determine optimum dose of the clove oil on survival rate of milk fish (Chanos chanos) post larvae in wet media for 7 hours transportation. The study was conducted in June 2016. Non factorial completely randomized design was used with 7 treatments and three replications. The tested treatments were the dosage of clove oil, 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, 25 ppm and 30 ppm. The fish density was 300 post larvae per 1 liter. The ANOVA test showed that clove oil gave a significant  affect on the survival rate of fish (P0.05). The highest survival rate of fish was obtained at control after 6 hours transportation reaching 67.33% and but the survival rate was declined to 0,67% after 7 hours, this value was lower then 25 ppm. The anesthesia was not necessary when transportation less than 6 hours. The anaetesia was needed when transportation higher than 6 hours, is the best result was found at dosage of 25 ppm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efek dari minyak cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai obat bius dan untuk menentukan dosis optimum dari minyak cengkeh pada tingkat kelangsungan hidup ikan bandeng (Chanos chanos) pada tahap post larva media basah untuk transportasi 7 jam. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2016. Non faktorial rancangan acak lengkap digunakan dengan 7 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji adalah dosis minyak cengkeh, 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, 25 ppm dan 30 ppm. Kepadatan ikan adalah 300 post larva per 1 liter air. Uji ANOVA menunjukkan bahwa minyak cengkeh memberikan dampak yang signifikan pada tingkat kelangsungan hidup ikan (P 0,05). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi ikan diperoleh pada kontrol setelah transportasi 6 jam mencapai 67,33% dan namun tingkat kelangsungan hidup ditolak untuk 0,67% setelah 7 jam, nilai ini lebih rendah dari 25 ppm. anestesi tidak diperlukan apabila transportasi kurang dari 6 jam. anaetesia itu dibutuhkan ketika transportasi lebih tinggi dari 6 jam,  hasil terbaik pada penelitian ini ditemukan pada dosis 25 ppm.
Pengaruh Pemberian Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan Tetraselmis sp. Agus Sri Muliadi; Irma Dewiyanti; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.195 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of tofu liquid waste on the growth of Tetraselmis sp. This study was conducted for two weeks in October to November 2016 at BPBAP Ujung Batee. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) consisted of 5 treatments and four replications. The factor examined different dosage of tofu liquid waste on the growth of Tetraselmis sp. The dosage were A= 0 ml/l tofu liquid waste, B= 20 ml/l tofu liquid waste, C= 40 ml/l tofu liquid waste, D= 60 ml/l tofu liquid waste and E= 80 ml/l tofu liquid waste.  The result of ANOVA test showed that the addition of tofu liquid gave significant effect (P0,05) on Tetraselmis sp growth. The highest growth was 623.240,38 ind/ml at the sixth day.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah cair tahu dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Tetraselmis sp. Penelitian ini berlangsung selama 14 hari pada bulan Oktober sampai November 2016 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee (BPBAP). Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat kali ulangan. Faktor yang diuji adalah pengaruh pemberian limbah cair tahu dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Tetraselmis sp. Perlakuan yang diberikan adalah berupa perlakuan A= limbah cair tahu 0 ml /l, B= limbah cair tahu 20 ml/l, C= limbah cair tahu 40 ml/l, D= limbah cair tahu 60 ml/l dan E= limbah cair tahu 80 ml/l.  Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian limbah cair tahu dengan dosis berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan Tetraselmis sp. Nilai tertinggi pertumbuhan Tetraselmis sp. terdapat pada perlakuan C (limbah cair tahu 40 ml/l) dengan nilai 623.240,38 ind/ml yaitu pada hari ke enam.
Persentase Tutupan Karang di Pantai Ulee Kareung Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen Iman Zewanto; Muhammad Nasir; Viqqi Kurnianda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.634 KB)

Abstract

Research on percentage of the coral cover in ulee kareung coastal waters of  subdistrict of simpang mamplam district of bireuen has been done on August, 2016 with the purpose to find out the percentage of coral cover in Ulee Kareung coastal areas. Determinationof location of research using Sistematic Sampling Methods and monitoring the data of coral reef using LIT (Line Intersect Transect) Methods. The results showed that The coral reef condition in ulee kareung beach subdistrict of simpang mamplam district of bireuenhas average value 28,55% in shallow areas and 23,92% in deep areas and there were 19 genus of coral with the highest coral percentage arePorites13.40%.Based on the coral cover percentages in Ulee Kareng beach indicated as medium category.The result of this study are expected to be used as supporting data and used as a reference in consideration of maintainaceulee kareung beach subdistrict of simpang mamplam district of bireuenPenelitian tentang persentase tutupan karang di pantai Ulee Kareng Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen telah selesai dilakukan pada bulan agustus 2016 yang bertujuan mengetahui persentase tutupan karang di kawasan Pantai Ulee Kareung. Penentuan lokasi penelitian menggunakan Metode Sistematic Sampling dan memonitoring data terumbu karang menggunakan Metode LIT (Line Intersect Transect). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kondisi rata - rata terumbu karang pada Pantai Ulee Kareung Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen dikedalaman dangkal (shallow) sebanyak 28,55% dan kedalaman dalam (deep) sebanyak 23,92% serta terdapat 19 genus karang dengan persentase karang tertinggi yaitu genus Porites (13,40%). Berdasarkan hasil rata – rata persentase tutupan di pantai Ulee Kareung sebanyak 26,23% mengindikasikan bahwa persentase tutupan karang termasuk kategori sedang.Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan data pendukung serta digunakan sebagai acuan dalam pertimbangan menjaga kawasan pantai Ulee Kareung, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen.
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Peres (Osteochilus vittatus) Pada Beberapa Konsentrasi Vitamin C L-Ascorbyl-2-Phosphate-Magnesium (L-Ap-Mg) Cut Uliza; Irma Dewiyanti; Iwan Hasri; Zainal A. Muchlisin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.928 KB)

Abstract

This research aim was to determine the optimum dose of vitamin C L-Ascorbyl-2-Phosphate Magnesium in the feed of peres fish (Osteochilus vittatus). The completely randomized design (CRD) with 7 treatments and three replicates were used in this study. The tested treatment is the differences dosage of vitamin C L-Ascorbyl-2-Phosphate-Magnesium (L-AP-Mg) supplemented in experimented diet containing 30% protein, the tested dosages of vitamin C were 0 (control), 50, 100, 150, 200 250, 300 mg/kg of feed. The fish were fed three times a day on 08:00, 12:00, and 17:00 pm for 60 days. The result showed the weight gain ranged between 0.28 g - 0.57 g, the specific growth rate ranged from 1.12% - 2.19% per day, daily growth rate ranged from 0.31 g / day –to 1.15 g / day,  and the survival rate ranged from 76% - 97.33%. The highest values for all parameters were found at the dosage of 300 mg / kg of feed.  The ANOVA test showed that the differences of vitamin C gave a significant effect on weight gain, specific growth rate, daily growth rate, feed conversion ratio, feed efficiency, and survival rate of the peres fish (P0.05). Based on the Duncan test showed that the highest weight gain, specific growth rate, daily growth rate, feed efficiency, feed conversion ratio and survival rate were found at the dosage of 300 mg / kg feed. In general, the growth of peres fish seed (O. vittatus) which were given vitamin C in their feed was higher than those that were not contained vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum vitamin C L-Ascorbyl-2-Phosphate Magnesium dalam pakan untuk benih ikan peres (Osteochilus vittatus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, dengan 7 taraf perlakuan dan masing-masing 3 kali ulangan. Faktor yang di uji adalah perbedaan dosis vitamin C jenis L-Ascorbyl-2-Phosphate-Magnesium (L-AP-Mg) dalam pakan ekperimen yang mengandung 30% protein.  Perlakuan yang diuji adalah perlakuan dosis vitamin C 0, 50, 100, 150, 200 250, 300 mg/kg pakan. Pakan diberikan 3 kali sehari (08.00, 12.00, dan 17.00 WIB) selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot berkisar antara 0,28 g – 0,57 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar 1,12 % perhari – 2,19 % perhari, laju pertumbuhan harian berkisar 0,31 g/hari – 1,15 g/hari, dan tingkat kelangsungan hidup berkisar 76% - 97,33%. Nilai tertinggi untuk semua parameter yang di ukur dijumpai pada perlakuan 300 mg/kg pakan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian dosis vitamin C yang berbeda dalam pakan berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot, laju pertambahan spesifik, laju pertumbuhan harian, dan kelangsungan hidup  benih ikan peres (P0,05). Berdasarkan hasil uji lanjut Duncan menunjukkan pertambahan bobot, laju pertambahan spesifik, laju pertumbuhan harian tertinggi dijumpai pada perlakuan dosis vitamin C 300 mg/kg pakan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pemberian dosis vitamin C dalam pakan memberikan hasil lebih baik berbanding tanpa vitamin C. Dosis vitamin C terbaik adalah 300 mg/kg pakan.
Pengaruh Pemberian Dedak Padi Hasil Fermentasi Ragi (Saccharomyces cerevisiae) Terhadap Pertumbuhan Rotifera (Brachionus plicatilis) Novita Novita; Sofyatuddin Karina; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.503 KB)

Abstract

The objective of this study was to determine the effect of fermented rice bran using Saccharomyces cerevisiae, mixed with Nannocloropsis sp. fed to rotifera on the growth of rotifera. This research was conducted at Brachishwater Aquaculture Development Center (BPBAP) Ujung Batee, Aceh Besar on October 2016. This study used the non factorial Completely Randomized Design with six treatments and four repetitions. The treatments were namely ;A (Nannochloropsis sp), B (Nannochloropsis sp + fermented rice bran 25 mg/L), C (Nannochloropsis sp + fermented rice bran 50 mg/L), D (Nannochloropsis sp + fermented rice bran 75 mg/L), E (Nannochloropsis sp + fermented rice bran 100 mg/L), F (Nannochloropsis sp + fermented rice bran 125 mg/L), the result of ANOVA showed the fermented rice bran mixed with Nannocloropsis sp. fed to rotifera gave the significant effect on the growth of rotifera (P0,05). The highest growth of rotifera was obtained at treatment B with the density value was 558 ind/ml. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dedak padi hasil fermentasi ragi (Saccharomyces cerevisiae) yang dicampur dengan Nannochloropsis sp. sebagai pakan rotifera terhadap pertumbuhan rotifera (Brachionus plicatilis). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 6 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan. Dengan masing-masing perlakuan yaitu, A (Nannochloropsis sp), B (Nannochloropsis sp + dedak padi hasil fermentasi 25 mg/L), C (Nannochloropsis sp + dedak padi hasil fermentasi 50 mg/L), D (Nannochloropsis sp + dedak padi hasil fermentasi 75 mg/L), E (Nannochloropsis sp + dedak padi hasil fermentasi 100 mg/L), F (Nannochloropsis sp + dedak padi hasil fermentasi 125 mg/L). Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian dedak padi hasil fermentasi ragi dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah populasi rotifera. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan B dengan kepadatan rotifera sebesar 558 ind/ml.
Pengaruh Padat Tebar Yang Berbeda Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus-lanceolatus) Pada Teknologi KJA HDPE Syandy Folnuari; Sayyid Afdhal El-Rahimi; Ichsan Rusydi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.563 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of different stocking densities and to know the best stocking density on the survival and growth of Cantang grouper. Five stocking densities tested were 25, 50, 75, 100 and 125 fish/m3 with 4 replications. HDPE net cages (Prime Grade High Density Polyethylene) used consist of five plots in which the net cages measured of 3x3 meters/plots. Each of plot fitted 4 pieces of net with 1x1x1 meters size. This study was conducted over 35 days. Fish feeding was conducted for 2 times a day as much as 10% of body weight. The results showed that different stocking densities considerably affected the survival, absolute length, absolute weight, and specific growth of Cantang grouper (P 0,05). Duncan Test towards the survival, absolute length, absolute weight, and specific growth showed that the stocking density (A) 25 fish/m3, (B) 50 fish/m3, and (C) 75 fish/m3 treatment was not significantly different, but it was drastically different to the treatment (D) 100 fish/m3 and (E) 125 fish/m3. The highest value of the survival and growth of the absolute length was on the treatment of stocking density (A) 25 fish/m3, while the growth of absolute weight and the highest specific growth obtained in the treatment of stocking density (B) 50 fish/m3. Stocking densities (B) 50 fish/m3 was the best stocking density on the survival and growth of Cantang grouper. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh padat penebaran yang berbeda dan menentukan padat penebaran terbaik terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan kerapu Cantang. Padat penebaran yang diuji adalah 25, 50, 75, 100 dan 125 ekor/m3 dengan 4 kali pengulangan. Keramba jaring apung HDPE (Prime Grade High Density Polyethylene) yang digunakan sebanyak 5 petak dengan ukuran 3x3 meter/petak, disetiap petakan dipasang 4 buah hapa yang berukuran 1x1x1 meter. Penelitian ini dilakukan selama 35 hari. Pemberian pakan ikan rucah dilakukan selama 2 kali sehari sebanyak 10% dari bobot tubuhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat penebaran yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak dan pertumbuhan spesifik (P0,05). Uji lanjut Duncan terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak dan pertumbuhan spesifik menunjukkan bahwa perlakuan padat penebaran (A) 25 ekor/m3, (B) 50ekor/m3 dan (C) 75 ekor/m3 tidak berbeda nyata, akan tetapi berbeda nyata terhadap perlakuan (D) 100ekor/m3 dan (E) 125 ekor/m3. Nilai tertinggi dari kelangsungan hidup dan pertumbuhan panjang mutlak didapatkan pada perlakuan padat penebaran (A) 25 ekor/m3, sedangkan untuk pertumbuhan bobot mutlak dan pertumbuhan spesifik tertinggi didapatkan pada perlakuan padat penebaran (B) 50 ekor/m3. Padat penebaran (B) 50 ekor/m3 merupakan padat penebaran terbaik terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan kerapu Cantang.
Ukuran Butir dan Sortasi Sedimen Pada Sungai Gampong Leungah Kabupaten Aceh Besar Harry Handoko; Zulkarnain Jalil; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.114 KB)

Abstract

Sediment distribution in the river of Gampong Leungah was conducted to describe the sediment condition in the river bottom. Samples were taken at 10 stations which were divided into river stream and estuary area. Coring method was applied to collect sediment samples using modified 2.5 inch of PVC tube. Approximately of 10 cm of sediment thickness from surface were used for further processed using sieving analysis. We found that river stream area has a coarser sediment particle with better sorted sediment compared to estuary area. The input sediment materials from shore area resulting mixed sediment condition as generated to the poorer sortation condition in estuary. Distribusi sedimen sungai di Gampong Leungah dilakukan untuk menggambarkan pola sebaran sedimen yang terjadi di daerah tersebut. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 10 stasiun yang terbagi pada daerah aliran sungai dan daerah muara Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan metode coring yang menggunakan pipa paralon berdiameter 2,5 inch dengan panjang 40 cm. Sampel yang digunakan dalam identifikasi adalah lapisan sedimen dengan ketebalan 10 cm dari permukaan. Karakteristik sedimen pada daerah aliran sungai lebih kasar dan sortasi yang lebih baik di bandingkan dengan sedimen yang berada di daerah muara. Adanya percampuran dengan sedimen pantai membuat daerah muara memiliki kondisi sortasi yang lebih buruk.
Pengaruh Penggunaan Kantong Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Eucheuma cottoni) di Perairan Kabupaten Simeulue Muhammad Syarqawi; Sayyid Afdhal El-Rahimi; Ichsan Rusydi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.406 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the influence of seaweed bag on the growth of seaweed (Eucheuma cottoni) in Simeulue waters and to know the waters parameters of the seaweed E. cottoni growth. This research was conducted for 35 days started in February 4 to March 09, 2016. The method used was seaweed seedlings with a weight of 100 grams with a spacing of 40 cm each clump. This study used a completely randomized design (RAL) consisting of two treatments with 10 repetition stages. Each repetition was experimental unit consisting of 5 clumps. The treatment was done by using a seaweed bag (KRL) and without a KRL. Water quality parameters in the study site were still in the optimal range. The research data about the growth of the object of study were obtained by conducting analyses by using T-test and then processed by means of SPSS. The results showed that seaweed production in which is in the KRL reached 611.70 ± 123.17 g / m2. The results also showed that the treatment using KRL and without KRL were significantly different with values (P 0.05), if the value (P 0.05) then there was no significant influence. Seaweed growth by KRL is worth to be applied in order to assist seaweed cultivators in the district of Simeulue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kantong rumput laut terhadap pertumbuhan rumput laut (Eucheuma cottoni) di perairan kabupaten Simeulue dan Untuk dapat mengetahui parameter perairan pada pertumbuhan rumput laut E. cottoni. Penelitian ini dilakukan selama 35 hari dari 04 Februari – 09 maret 2016 untuk melihat pertumbuhan rumput laut E. cottoni di kawasan perairan kabupaten simeulue. Metode penelitian yang digunakan adalah bibit rumput laut dengan berat 100 gram perkantong dengan jarak tanam setiap rumpun 40 cm. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 perlakuan dengan 10 taraf pengulangan. Tiap ulangan merupakan unit percobaan yang masing-masing terdiri dari 5 rumpun. Perlakuan yang dilakukan adalah dengan menggunakan kantong rumput laut (KRL) dan tanpa KRL. Parameter kualitas air di lokasi penelitian masih dalam kisaran yang optimal. Data penelitian yang didapatkan dari hasil pertumbuhan rumput laut dianalisis menggunakan UJI T dan untuk mempermudah pengujian terhadap UJI T selanjutnya dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukan produksi rumput laut yang menggunakan KRL mencapai 611,70 ± 123,17 g/m2. hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan menggunkan KRL dan tanpa KRL berpengaruh nyata dengan nilai (P0,05) apabila nilai (P0,05) maka tidak berpengaruh nyata. Pertumbuhan rumput laut dengan menggunakan kantong rumput laut layak diaplikasikan untuk membantu pembudidaya rumput laut di kabupaten Simeulue

Page 1 of 2 | Total Record : 13