Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Temporal of reef fish communities in the coastal water of Krueng Raya, Aceh Besar Regency, Indonesia Maria Ulfah; Siti N. Fajri; Muhammad Nasir; Sri Agustina; Syahrul Purnawan
Aceh Journal of Animal Science Vol 5, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/ajas.5.1.14359

Abstract

Krueng Raya waters have a big potency on coral reef fish; However, there was no study was conducted to document this biodiversity. This data are crucial for the conservation plan. Therefore, the objective of the study was to examine the community structure of reef fish in the Krueng Raya coastal waters, Mesjid Raya Subdistrict, Aceh Besar, Indonesia. The sampling was conducted from January 2014 to December  2016. The data were collected at three stations by the Visual Census method with a depth of 3-4 meters. The research found the average amount of reef fish was 1743 individuals that were consisted of 93 species and comprised of 26 families. The Families dominating were Pomacentridae, Acanthuridae, Chaetodontidae, and Labridae. The distribution level of reef fish individually was influenced by the environmental conditions of the coral reef ecosystem. The severe condition of the coral ecosystem in the Krueng Raya coastal waters was caused by two factors. Firstly, fishing activities of the locals and tourists who deliberately stepping on the coral colonies and using unfriendly tools to catch the fish (speargun). Another factor was the occurrence of coral bleaching in 2016, of which almost 80% of the coral ecosystem in the Krueng Raya coastal waters was exposed to this phenomenon (bleaching).Keywords: Reef Fish, Acanthurida,  Communities Structure, Krueng Raya
PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN UTARA ACEH Kurnia Kurnia; Syahrul Purnawan; Thaib Rizwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.409 KB)

Abstract

The objective of this study was to evaluate the distribution of small pelagic fish in northern Aceh water. The study was conducted on March, 2016 by using the systemtic questionnaire method. The correspondent were collected from the native fisherman along fisheries post of Lampulo, Krueng Raya, and Lhok Seudu. The collected data was then processed to obtrain the thematic maps. The result showed that the caught here categorized into six species, and predominantly by Decapterus ruselli. The waters among Sumatera and Weh Island have the highest amount of caught fish, ini which correlated to the lower temperature in those areas.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran daerah penangkapan ikan pelagis kecil di Perairan Utara Aceh.Penelitian dilakukan pada Maret 2016 dengan menggunakan metode kuesioner.Koresponden dari penelitian ini dikumpulkan dari nelayan yang berasal Pelabuhan Perikanan (PP) Lampulo, Krueng Raya, dan Lhok Seudu.Data yang terkumpulakan di olah kembali dengan peta tematik. Dari hasil penelitian ini menujukkan di Perairan Utara Aceh memiliki enam jenis spesies yang berbeda dan ikan layang deles (Decapterus ruselli) memiliki hasil tangkapan terbanyak di Perairan Utara Aceh. Batas perairan Sumatra dan Pulau Weh memiliki hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap.Ikan pelagis kecil sanggat menyukai suhu yang lebih rendah. 
KELIMPAHAN KEPITING BAKAU (Scylla) DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PULO SAROK KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL Desriansyah Putra; Muhammad Ali Sarong; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

The aim of this study was to determine the abundance of mud crab (Scylla) in the area of rehabilitation of mangrove Pulo Sarok Singkil District of Aceh Singkil. This research was conducted in January and February 2016 using purposive sampling method, while the placement of crab traps was random. Regions ware divided into three stations with an area of 10 m x 10 m and each station placed five rattan traps. Each trap was installed in the afternoon at low tide and the collection were made in the morning at low tide. Mangrove crabs abundance data were analyzed using abundance formula. We found 56 individuals of the four species in which Scylla serrata 7 ind/m2, Scylla olivacea 25 ind/m2, Scylla tranquebarica 12 ind/m2, and Scylla paramamosain 12 ind/m2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan kepiting bakau (Scylla) di kawasan rehabilitasi mangrove Pulo Sarok Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Januari-Februari 2016, metode yang digunakan untuk penentuan stasiun adalah metode purposive sampling, sedangkan penempatan bubu adalah secara acak. Kawasan penelitian dibagi kepada tiga stasiun dengan luas 10 m x10 m dan setiap stasiun diletakkan lima bubu. Pemasangan bubu dilakukan sore hari pada saat air surut dan diangkat pagi hari pada saat air surut, bahan baku bubu terbuat dari rotan. Data kelimpahan kepiting bakau dianalisis menggunakan rumus kelimpahan. Berdasarkan Hasil penelitian ditemukan 56 individu dari empat spesies yaitu Scylla serrata 7 ind/m2, Scylla olivacea 25 ind/m2, Scylla tranquebarica 12 ind/m2, dan Scylla paramamosain 12 ind/m2. Kesimpulan yang diperoleh adalah kelimpahan kepiting bakau di kawasan rehabilitasi mangrove Pulo Sarok Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil berkisar antara 7 ind/m2- 25 ind/m2.
Analisis Kadar Cu dan Cd Pada Sedimen di Sungai Singkil Kabupaten Aceh Singkil Saidin I. A. Ampun; Sri Agustina; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.649 KB)

Abstract

    Singkil River is one of the longest rivers in Aceh whose ± 130.3 km length, empties into Kilangan Village, Singkil District, Aceh Singkil Regency. This river comes from two upstream, which is from Southeast Aceh Regency (Lawe Alas) and from North Sumatera Province (Lae Sinendang). The objective of the study was to evaluate water quality on Singkil River through the concentration of Cu and Cd , and to know the distribution of Cu and Cd in sediments at Singkil River waters, Aceh Singkil regency. The research was conducted on February 2017 in Singkil River, Singkil District, Aceh Singkil Regency. Sampling was conducted at three stations using a 2.5-inch paralon pipe with a length of 10 cm. The results showed the average amount of Cu metal concentration of 0.0043 mg/kg, and 0.0001 mg/kg of Cu. The result of the analysis based on the sediment layer, showed the average concentration of Cu in bottom sediments (0,0047 mg/kg), is higher than upper layer of sediment (0.0040 mg/kg).       Sungai Singkil merupakan salah satu sungai terpanjang di Aceh yakni ± 130,3 km, yang bermuara di Desa Kilangan, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Sungai ini berasal dari dua hulu, yakni dari Kabupaten Aceh Tenggara (Lawe Alas) dan dari Provinsi Sumatera Utara (Lae Sinendang). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam Cu dan logam Cd, serta untuk mengetahui distribusi logam Cu dan logam Cd pada sedimen di Perairan Sungai Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2017 di Sungai Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun pengamatan dengan menggunakan pipa paralon 2,5 inch dengan panjang 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rata-rata konsentrasi logam Cu sebesar 0,0043 mg/kg, dan Cd sebesar 0,0001 mg/kg. Hasil analisis berdasarkan lapisan sedimen, diketahui rata-rata kadar logam berat Cu pada sedimen lapisan bawah lebih tinggi yakni 0,0047 mg/kg, dibandingkan sedimen lapisan atas dengan kadar Cu yang rendah sebesar 0,0040 mg/kg.
ANALISIS KESESUAIAN PARAMETER PERAIRAN TERHADAP KOMODITAS TAMBAK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN PIDIE JAYA Farhan Ramadhani; Syahrul Purnawan; Teuku Khairuman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.606 KB)

Abstract

The study aimed to determine the suitability of fishponds in Pidie Jaya, the research was done using GIS spatial analysis method, where the water parameter samples were collected from 20 sampling points, the samples were taken within the river or flow water beside the fishpond. There were 5 parameters measured included salinity, pH, dissolved oxygen, water visibility, and nitrate contents. The analysis was done using kriging interpolation, reclassification, and overlay analysis using weighted overlay. Analysis based on 4 suitability criteria, very suitable, suitable, less suitable, and not suitable. The results of this analysis are that the fishponds fall into very suitable and suitable criteria. Of the total of ±1842 Ha fishponds, 2.37% covering ±43.76 Ha is classified as very suitable, and 97.63% covering ±1798.23 Ha classified as suitable. Results show that Pidie Jaya is good choice for low cost aquaculture ponds with a little treatment for nitrates. Key words: Pidie Jaya; fishpond; GIS; suitability analysis; weighted overlay.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan tambak berdasarkan kualitas perairan di pesisir Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG), sampel parameter perairan dikumpulkan dari 20 titik sampling pada saluran tambak. Parameter perairan yang diukur meliputi 5 parameter kunci yang sangat berpengaruh terhadap komoditas tambak, meliputi salinitas, pH, oksigen terlarut, kecerahan air dan kandungan nitrat. Langkah analisis dilakukan menggunakan ordinary kriging, reclassify, dan weighted overlay. Tingkat kesesuaian lahan dibagi kedalam 4 kelas, yaitu sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai. Didapatkan 2 tingkat kesesuaian yaitu kelas sangat sesuai sebesar 2.37% (±43.76 Ha) dan kelas sesuai sebesar 97.63% (±1798.23 Ha) dari total keseluruhan luas tambak seluas ±1842 ha. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tambak di Kabupaten Pidie Jaya sesuai untuk usaha pertambakan dengan sedikit perlakuan terhadap nitrat. Kata kunci: Pidie Jaya; kesesuaian lahan; perairan tambak; SIG; weighted Overlay.
Dominansi Makrozoobenthos di Kawasan Kuala Pidie Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie Jamaliah Syukri; Muhammad A. Sarong; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

This research was about the Dominance of Macrozoobenthos related to factor of physics-chemical in Kuala Pidie Subdistrict, Sigli city. The research was conducted during Mei 2016, based on purposive sampling method. Data collection was done on three stations with three repetitions in each location. The result of research showed 7 macrozoobenthos species which was classified into 2 classes, namely Gastropoda and Malacostraca. The highest density was found at station 2 behind in village with value of 18 ind/m2. The dominance index was classified as low category.Penelitian tentang  Dominansi Makrozoobenthos Di Kuala Pidie Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makrozoobenthos yang mendominansi di kawasan Kuala Pidie Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2016 di Kawasan Kuala Pidie Kecamatan Kota Sigli Kabupaten Pidie. Terdapat 3 lokasi  stasiun penelitian yaitu di stasiun 1 di belakang pasar ikan kota sigli, stasiun 2 di kawasan perumahan warga, dan stasiun 3 di  kawasan pesisir pantai. Pengambilan sampling ini dilakukan dengan metode purposive random sampling dan didasarkan pada tujuan yang diinginkan dan pemanfaatan di sekitar Pantai Alun-alun Kecamatan Kota Sigli, pada setiap stasiun dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali secara acak. Hasil penelitian ditemukan 7 spesies makrozoobenthos yang tergolong dalam 2 kelas yaitu Gastropoda, Malacostraca. Nilai  kepadatan tertinggi pada  stasiun  2 dengan jumlah 18 ind/m2 dipadati oleh Nerita linnaeus sedangkan terendah pada stasiun 1dan 3. Nilai indek dominansi pada ketiga stasiun penelitian tergolong dalam kategori rendah.
TINGKAT KESAMAAN PLANKTON PADA EKOSISTEM MANGROVE PULO SAROK KECAMATAN SINGKIL, KABUPATEN ACEH SINGKIL Muhammad Aidil; Muhammad Ali Sarong; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.953 KB)

Abstract

This study aimsto determine the degree of similarity of plankton in the waters of the mangrove ecosystem Gampong Pulo Sarok District of Singkil, Aceh Singkil. This research was conducted in January 2016. The method used is purposive sampling with mementukan 3 stations by mangrove species at each location. Sampling plankton based at a different time in the morning, afternoon and evening using plankton planktonet No. 25. Data were analyzed by using the similarity index formula to get the value of similarity at each station. In supporting parameters measured were temperature, salinity, brightness, depth, pH, and DO. The results showed that the plankton found in every station in the waters of the mangrove ecosystem Gampong Pulo Sarok District of Singkil, Aceh Singkil as many as 36 species. Level Parallelism (IS) in pulo Sarok was ranged from 66.66% to 94,74%.In which is meant the degree of similarity of plankton in the high category. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesamaan plankton pada perairan ekosistem mangrove Gampong Pulo Sarok Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil.Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2016.Metode yang digunakan adalah purposivesampling yaitu dengan mementukan 3 stasiun berdasarkan jenis mangrove pada tiap lokasi. Pengambilan sampel plankton berdasarkan waktu yang berbeda yaitu pagi, siang dan sore dengan menggunakan planktonet no 25.Data plankton dianalisadenganmenggunakanrumusindekskesamaanuntuk mendapatkan nilai kesamaan pada setiap stasiun.Pada parameter pendukung yang diamati adalah suhu, salinitas, kecerahan, kedalaman, pH, dan DO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plankton yang ditemukan pada setiap stasiun di perairan ekosistem mangrove  Gampong Pulo Sarok Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil sebanyak 36 spesies. Tingkat Kesamaan (IS) menunjukkan tingkat kesamaan berkisar antara 66,66%-94,74%. Kesimpulan yang diperoleh adalah tingkat kesamaan plankton pada ekosistem mangrove Pulo Sarok Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil plankton dalam kategori tinggi. 
Ukuran Butir dan Sortasi Sedimen Pada Sungai Gampong Leungah Kabupaten Aceh Besar Harry Handoko; Zulkarnain Jalil; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.114 KB)

Abstract

Sediment distribution in the river of Gampong Leungah was conducted to describe the sediment condition in the river bottom. Samples were taken at 10 stations which were divided into river stream and estuary area. Coring method was applied to collect sediment samples using modified 2.5 inch of PVC tube. Approximately of 10 cm of sediment thickness from surface were used for further processed using sieving analysis. We found that river stream area has a coarser sediment particle with better sorted sediment compared to estuary area. The input sediment materials from shore area resulting mixed sediment condition as generated to the poorer sortation condition in estuary. Distribusi sedimen sungai di Gampong Leungah dilakukan untuk menggambarkan pola sebaran sedimen yang terjadi di daerah tersebut. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 10 stasiun yang terbagi pada daerah aliran sungai dan daerah muara Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan metode coring yang menggunakan pipa paralon berdiameter 2,5 inch dengan panjang 40 cm. Sampel yang digunakan dalam identifikasi adalah lapisan sedimen dengan ketebalan 10 cm dari permukaan. Karakteristik sedimen pada daerah aliran sungai lebih kasar dan sortasi yang lebih baik di bandingkan dengan sedimen yang berada di daerah muara. Adanya percampuran dengan sedimen pantai membuat daerah muara memiliki kondisi sortasi yang lebih buruk.
HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN YANG TERTANGKAP DI KRUENG SIMPOE, KABUPATEN BIREUN, ACEH Zahrul Fuadi; Irma Dewiyanti; Syahrul Purnawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.175 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang hubungan panjang berat dan factor kondisi ikan yang ditemukan di Krueng Simpoe, Kabupaten Bireun, Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui distribusi ukuran ikan dan menganalisis hubungan panjang berat ikan yang didapat di Krueng Simpoe. Ikan yang didapat yaitu ikan Rasbora sp dan Puntius brevis. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November 2015, dengan menggunakan jarring dan jala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan Rasbora sp dan Puntius brevis memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Selain itu, factor kondisi berat relative menunjukkan angka diatas 100. Faktor kondisi fulton perairan Krueng Simpoe mengindikasikan secara relatif dalam keadaan baik.  Kata kunci : hubungan panjang berat, factor kondisi, allometrik  The research is about the length weight relationships and condition factor of the freshwater fishes which were found in Simpoe River, Bireun, Aceh. The research purpose is to know the distribution of sizes fishes and to analyze length weight relationships fishes found in Simpoe River. The fishes are Rasbora sp and Puntius brevis. The sampling was conducted on November, 2015 by using net and castnet. The results revealed that Rasbora sp and Puntius brevis have allometric negative growth pattern. In addition, the relative weight condition factor’s was over 100. And the Fulton’s condition factor were not different significantly among fishes. It means that the Fulton’s condition at Krueng Simpoe indicating good condition and well growth.Keywords : length weight relationships, condition factor, allometric
Keanekaragaman Plankton di Estuari Sungai Gapui Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar Muhammad Iqzan; Syahrul Purnawan; Sri Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

Gapui River is an area that has economic potential for local community in Gapui Village. This study aims to determine the composition and abundance, diversity and dominance of plankton. This research was conducted in January 2017 in three stations. Sampling of plankton was conducted at morning and noon in every station. Samples of plankton were taken by using a plankton net size of 25. Phytoplanktons found in this study were Bacillariophyceae (34%), Dinophyceae (21%) and Euglenophyceae (2%), while zooplanktons were crustaceans (25%), Rotifera (8%), and Protozoa (8%). The highest abundance at morning time (11508.9 ind/L) and noon time (9507.3 ind /L) were at station 1 and the lowest abundance at morning time (8506.6 ind/L) and noon time (6004.6 ind/L) were at station 3. Diversity at morning time ranged from 2.17-2.43 as the medium category, at noon time ranged from 1.56-1.99 with as medium category. Dominance at morning time ranged from 0.10-0.15 and noon time ranged from 0.17-0.30, both are categorized as low dominance.Kawasan Sungai Gapui merupakan daerah yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan plankton serta keanekaragaman dan dominansi plankton yang ada di estuari Sungai Gapui. Penelitian ini telah dilakukan pada Januari 2017 menggunakan metode purposive sampling pada 3 stasiun pengamatan. Pengambilan sampel plankton dilakukan pada saat pagi dan siang hari di tiap-tiap stasiun. Pengambilan sampel plankton dengan menggunakan plankton net nomor 25. Fitoplankton yang ditemukan berasal dari kelas Bacillariophyceae (34%), Dinophyceae (21%) dan Euglenophyceae (2%) dan zooplankton dari kelas Crustacea (25%), Rotifera (8%), dan Protozoa (8%). Kelimpahan tertinggi pada saat pagi hari (11508,9 ind/L) dan siang hari (9507,3 ind/L) terdapat pada stasiun 1 dan kelimpahan terendah pada saat pagi (8506,6 ind/L) dan siang (6004,6 ind/L) terdapat pada stasiun 3. Keanekaragaman pada saat pagi berkisar antara 2,17-2,43 dengan kategori sedang, pada saat siang 1,56-1,99 dengan kategori sedang. Dominansi pada saat pagi berkisar antara 0,10-0,15 dengan kategori rendah dan pada saat siang berkisar antara 0,17-0,30 dengan kategori rendah.