cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JIM FKP Unsyiah terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018" : 21 Documents clear
Rekrutmen Karang Keras Pasca Pemutihan Karang di Perairan Krueng Raya, Aceh Besar Ade Siswanto; Sofyatuddin Karina; Maria Ulfah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.441 KB)

Abstract

Krueng Raya Water is a point area of coral reef ecosystem distribution. The objective of this study was to figure out the recruitment of hard coral after coral bleaching in this area. The research was conducted in April 2017 at three locations, Sampling from Three sites of observation area used the systematic sampling method using transect square of 1x1 m2. Based on the result, it was obtained 13 genus of hard coral recruitment namely: Acropora, Cetenactis, Diploastrea, Favia, Favites, Galaxea, Goniastrea, Helliopora, Leptastrea, Montastrea, Pavona, Pocillopora, and Parites, which belonged to 8 families.       Perairairan Krueng Raya merupakan kawasan yang memiliki sebaran ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekrutmen karang keras pasca pemutihan karang di perairan Krueng Raya, Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2017 di Krueng Raya, Aceh Besar. Pengambilan data dilakukan di 3 stasiun pengamatan dengan metode sistematik sampling menggunakan transek kuadrat 1x1 m2. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rekrutmen karang sebanyak 8 family dan 13 genus (Acropora, Cetenactis, Diploastrea, Favia, Favites, Galaxea, Goniastrea, Helliopora, Leptastrea, Montastrea, Pavona, Pocillopora, dan Porites). 
Isolasi Senyawa Bioaktif dari Oscillatoria sp. Sebagai Antibakteri Escherichia coli Khairunnisa Khairunnisa; Sofyatuddin Karina; Viqqi Kurnianda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

      The study of the isolation of bioactive compound from Oscillatoria sp. as antibacterial Escherichia coli has been done in December 2017. Bioactive metabolite was isolated based on bioassay-guided separation with several steps of chromatography. The maceration results showed the potency of antibacterial activity of 8.75 mm diameter, while the positive control of chloramphenicol is 8.70 mm diameter. Furthermore, isolation using the partitioning technique showed the potential activity of the K1B15 fraction with a diameter of 8.80 mm, while the positive control was 6.75 mm. The result of thin layer chromatography showed that the active metabolite compound had two different Rf values. Based on the results of photochemical tests indicate that the active metabolite is the alkaloid compound. Bioactivity to Escherichia coli bacteria showed activity at a dose of 100 μg/mL, with the result that Oscillatoria sp. has a potent activity against Mycobacterium Escherichia coli.       Penelitian mengenai isolasi senyawa bioaktif dari Oscillatoria sp. sebagai antibakteriEscherichia coli telah selesai dilakukan pada bulan Desember 2017. Metabolit bioaktif diisolasi berdasarkan bioaktivitas melalui beberapa tahapan kromatografi. Hasil maserasi menunjukkan adanya potensi aktivitas antibakteri berdiameter 8,75 mm, sedangkan kontrol positif chloramphenicol berdiameter 8,70 mm. Isolasi lebih lanjut menggunakan teknik partisi menunjukkan adanya potensi aktivitas dari fraksi K1B15 yang berdiameter 8,80 mm, sedangkan kontrol positif 6,75 mm. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan senyawa metabolit aktif memiliki dua nilai Rf yang bervariasi. Berdasarkan hasil uji fitokimia mengindikasikan bahwa metabolit aktif termasuk golongan senyawa alkaloid. Bioaktivitas terhadap bakteri Escherichia colimenunjukkan aktivitas pada dosis 100 µg/mL sehingga memiliki potensi sebagai antibakteri Escherichia coli.
Identifikasi Spesies Hiu yang Tertangkap di Perairan Utara Aceh Fredi Lesmana; Maria Ulfah; Rizwan Rizwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.778 KB)

Abstract

Sharks have been international problems since 2013 after the emergence of several species of shark in Appendix II CITES status. This is due to the high exploitation of shark fishing, both as a target catch and as a by-catch. This study entitled the identification of shark species caught in the North Aceh Waters, which aims to identify the species of the shark located in the North Aceh Waters and to determine the conservation status of the shark species. The study was conducted at Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo (PPS Lampulo) for three months, starting from February 2017 to April 2017. The method used in this research is survey method and shark identification done by Rapid Assessment (rapid estimation), refers to the methods undertaken by Fahmi and White (2006). From the results of the observation, sharks identified as many as 747 individuals consisting of 16 families, 20 genus and 32 species of shark. Of these, there are several species included in the IUCN red list, i.e. 1 species with EN category (threatened), 10 species in the VU category (vulnerable), and 13 species in the NT category (Near Threatened). In addition, 4 shark species are categorized into Appendix II CITES status.       Hiu telah menjadi permasalahan internasional sejak tahun 2013, setelah masuknya beberapa spesies hiu dalam status apendiks II CITES.Hal ini disebabkan oleh tingginya ekploitasi penangkapan hiu, baik sebagai tangkapan target maupun sebagai tangkapan sampingan.Penelitian ini berjudul identifikasi spesies hiu yang tertangkap di Perairan Utara Aceh, yang bertujuan untuk mengidentifikasi spesies hiu yang berada di Perairan Utara Aceh dan untuk mengetahui status konservasi spesies hiu tersebut.Penelitian dilakukan pada Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo (PPS Lampulo) selama tiga bulan, dimulai saat bulan Februari 2017 hingga April 2017.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan identifikasi hiu dilakukan secara Rapid Assessment (pendugaan secara cepat), mengacu pada metode yang dilakukan oleh Fahmi dan White (2006). Dari hasil pengamatan, berhasil teridentifikasi sebanyak 747 individu terdiri dari 16 family, 20 genus dan 32 spesies hiu. Dari jumlah hiu tersebut terdapat beberapa spesies yang masuk dalam IUCN red list yaitu, 1 spesies dengan kategori EN (terancam), 10 spesies dengan kategori VU (rawan), dan 13 spesies dengan kategori NT (hampir terancam). Selain itu 4 spesies hiu masuk kedalam status Appendix II CITES.
Pengaruh Pemberian Esktrak Bayam dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan dan Kepadatan Populasi Infusoria Syaulian Fitria; Cut N. Defira; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.215 KB)

Abstract

      The objective of this study was to determine the effect of giving spinach culture media with different dosage to growth rate and a population density of infusoria. This research was conducted from August 2017 at Marine Biology Laboratory of Faculty Marine and Fishery Syiah Kuala University. This research uses the Complete Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. Factors tested were the effect of spinach media giving with different doses on infusoria population growth rate. The treatment in this study was treatment A (50 g/ L), treatment B (100 g/L), treatment C (150 g/ L), and treatment D (200 g/L). The results of the analysis of variance (ANOVA) showed that the provision of spinach media with different doses significantly influenced (P 0,05) to growth rate and the population density of infusoria. The best treatment with the highest value in this study was the treatment of B with a dose of 100 g/ L with a mean population density of 277067.7 ind / ml and growth rate of 9.15. ind / ml / day.       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian media kultur bayam dengan dosis yang berbeda terhadap laju pertumbuhan dan populasi Infusoria. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2017 bertempat di Laboratorium Biologi Laut Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Faktor yang diuji adalah pengaruh pemberian media bayam dengan dosis yang berbeda terhadap laju pertumbuhan dan kepadatan  populasi infusoria. Perlakuan pada penelitian ini yaitu Perlakuan A (50 gr/L), perlakuan B (100 gr/L), perlakuan C (150 gr/L), dan perlakuan D (200 gr/L). Hasil uji analysis of varians (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian media bayam dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap laju pertumbuhan dan kepadatan populasi infusoria. Perlakuan terbaik dengan nilai tertinggi pada penelitian ini adalah perlakuan B dengan dosis 100 g/L dengan rerata kepadatan populasi 277067,7 ind/ml dan rerata laju pertumbuhan 9,15. ind/ml/hari
Inkubasi Telur Ikan Peres (Osteochilus kappeni) Menggunakan Sistem Corong Dengan Padat Tebar yang Berbeda Ulfa Ulyana; Cut N. Defira; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.693 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa inkubasi telur ikan peres (Osteochilus kappeni) meliputi lama waktu penetasan, daya tetas telur, lama waktu penyerapan kuning telur, tingkat kelangsungan hidup embrio dan abnormalitas larva pada sistem corong dengan padat tebar yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) Lukup Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah pada Juni 2017. Analisis statistik menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Sampel yang digunakan adalah telur ikan peres, setiap wadah perlakuan terdapat jumlah telur yang berbeda-beda. Perlakuan yang dilakukan meliputi perlakuan padat tebar 500 butir/liter,1000 butir/liter, 2000 butir/liter dan 4000 butir/liter. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan perbedaan padat tebar berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur, dan tingkat kelangsungan hidup ikan peres, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap waktu penetasan, waktu laju penyerapan kuning telur dan abnormalitas larva. Daya tetas telur tertinggi terdapat pada perlakuan C dan kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan A.       The objective of this research was to analyze the incubation of fish egg Osteochilus kappeni including hatching time, egg hatchability, egg yolk absorption time, embryo survival rate and larval abnormalities in the funnel system with different stocking density. The research was conducted at Balai Benih Ikan (BBI) Lukup Badak, Regency of Aceh Tengah on June 2017. The research used Completely Randomized Design as a statistical analysis method with four treatments and three replications. The sample was Osteochilus kappeni eggs, each container treatment of the dense stocking different eggs. The treatments consisted of the treatment of stocking of 500 grains/liter, 1000 grains/liter, 2000 grains/liter and 4000 grains/liter. The ANOVA test showed that use of the different dense stocking gave the significant effect on the hatching rate and survival rate. While no significant effect on hatching time, egg yolk absorption rate and larvae abnormality. The highest hatching rate was found in treatment C and the highest survival rate was at treatment A.
Keanekaragaman Jenis Ikan di Perairan Mangrove Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh Akhmal Busyairi; Irma Dewiyanti; Sri Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.593 KB)

Abstract

Mangrove ecosystem has an important role for most aquatic organisms that depend on this ecosystem as the spawning ground, feeding ground and nursery ground. The purpose of the study was to identify species and determine the fish diversity that found in mangrove area in Gampong Jawa Kuta Raja district. The study was conducted in April 2017. The samples were taken using gill net (5 m x 1 m) with the mesh size of 1.5 inches. The samples were taken at 4 different stations that were conducted by purposive sampling method. Samples were collected twice a day. It found 10 families of 11 species with a total catch of 167 fish. The highest biodiversity value was 1.64, which means that diversity in the ecosystem was moderate. The highest dominant index obtained was 0.31 (low categorized). The value of the similarity index showed that the similarity of species in the ecosystem was high.       Ekosistem mangrove berperan penting dalam kelangsungan hidup sebagian besar organisme air baik dalam proses pemijahan, pembesaran, hingga sebagai tempat mencari makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serta keanekaragaman ikan yang terdapat di perairan mangrove di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2017. Sampel yang diambil menggunakan jaring insang dengan panjang 5 m dan lebar 1 m dan ukuran mata jaring sebesar 1.5 inchi. Sampel diambil pada 4 stasiun yang berbeda.Teknik pemilihan lokasi dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari. Hasil penelitian mengindentifikai 10 famili dari 11 spesies ikan dengan total tangkapan sebanyak 167 ekor. Nilai keanekaragaman tertinggi yaitu berkisar 1.64, yang berarti bahwa keanekaragaman pada ekosistem tersebut tergolong sedang. Indeks dominansi tertinggi yang diperoleh yaitu berkisar 0.31 dan masuk ke dalam kategori rendah. Nilai indeks similaritas menunjukkan bahwa angka kesamaan jenis pada ekosistem tersebut tergolong tinggi.
Hubungan Konsentrasi Klorofil-Adengan Kadar Fosfat di Muara Sungai Panga Muhibuddin Muhibuddin; Sofyatuddin Karina; Viqqi Kurnianda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.831 KB)

Abstract

     The study of chlorophyll-a concentration and phosphate content was conducted in the estuary of Panga river, Aceh Jaya district on August 2017. The objective of this research was to figure out the correlation between these parameters in this area. Samples were collected using the purposive sampling method. The result showed that the chlorophyll-a concentration was positively related to the phosphate content with the value of the correlation coefficient, r= 0,66 and determination coefficient, R2= 0,44. It was obtained that chlorophyll-a concentrations were ranged from 0,9-1,23 mg/L and phosphate contents were ranged from 60-70 μg/L.       Kajian mengenai konsentrasi klorofil-a dan kadar fosfat dilakukan di muara sungai Panga, Kabupaten Aceh Jaya pada Bulan Agustus 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kedua parameter tersebut di daerah ini. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purpossive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a berkolerasi positif dengan kadar fosfat, dengan nilai koefisien kolerasi, r= 0,66 dan koefisien determinasi, R2= 0,44. Diperoleh konsentrasi klorofil-a di muara Sungai Panga ini berkisar antara 0,9-1,23 mg/L dan kadar fosfat berkisar antara 60-70 μg/L.
Aplikasi Probiotik dari Bahan Baku Lokal pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Benih Ikan Depik (Rasbora tawarensis) Griati Fratiwi; Irma Dewiyanti; Iwan Hasri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.845 KB)

Abstract

This study aimed to analyze the effect of the addition of probiotic from local raw materials with different doses on commercial feed to the growth and survival rate of depik juvenile (Rasbora tawarensis). This research was conducted at UPTD BBI Lukup Badak Pegasing, Central Aceh from June to August 2017. The treatment consisted of 4 treatments: treatment A (control / no probiotic), B (10 ml / kg of feed), C (20 ml / kg of feed) and D (30 ml / kg of feed). Feed was given as much as 5% of fish body weight, with frequency 2 times a day. This study used a completely Randomized Design Method with 4 treatments and 3 replications. The results showed that each treatment significantly affected the growth and survival rate of depik juvenile (P0.05). The highest results were obtained in treatment D with absolute long growth ranged from 0.29 - 0.97 cm, absolute weight growth ranged from 0.11 - 0.41 gr, specific growth ranged of 1.20 - 1.54% / day, feed efficiency ranged from 29.87 - 77.83%, long diversity coefficient of 6.73 - 11.81% and survival ranged from 60 - 100%.       Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan probiotik dari bahan baku lokal dengan dosis yang berbeda pada pakan komersial terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan depik (Rasbora tawarensis). Penelitian ini dilaksanakan di UPTD BBI Lukup Badak Pegasing, Aceh Tengah pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2017. Perlakuan yang diuji  terdiri dari 4 perlakuan yaitu perlakuan A (kontrol/tanpa probiotik), B (10 ml/kg pakan), C (20 ml/kg pakan) dan D (30 ml/kg pakan). Pakan diberikan sebanyak 5% dari bobot tubuh ikan, dengan frekuensi 2 kali sehari. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan depik (P0,05). Hasil yang tertinggi didapatkan pada perlakuan D dengan pertumbuhan panjang mutlak berkisar 0,29 - 0,97 cm, pertumbuhan berat mutlak berkisar 0,11 - 0,41 gr, laju pertumbuhan spesifik 1,20 - 1,54%/hari, efisiensi pakan berkisar 29,87 - 77,83%, koefesien keragaman panjang 6,73 - 11,81% dan kelangsungan hidup berkisar antara 60 -100%.
Pengaruh Pemberian Pakan Alami yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Komet (Carassius auratus auratus) Umiati, Umiati; El Rahimi, Sayyid A.; Mellisa, Siska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.194 KB)

Abstract

     The purpose of this study was to investigate the effect of different life feed on growth and survival rate of comet fish larvae (Carassius auratus auratus) and to find the best live feed for the growth of comet fish larvae (Carassius auratus auratus). This research was conducted at Marine Biology Laboratory, Faculty of Marine and Fisheries of Syiah Kuala University, Banda Aceh. The study was conducted from July 27 until August 24, 2017. This study used Completely Randomized Design (CRD) using 4 treatment levels with 4 repetitions  A (Tubifex sp.); B (Moina sp.); C (Daphnia sp.); and D (Artemia sp.). fish fed 4 times a day ad-libitum. The ANOVA test results showed that different life feeding affected survival rate, absolute growth rate, absolute length rate, specific growth rate and daily growth rate of comet fish larvae (Carrasius auratus auratus) (P <0,05). The results of this study showed that treatment A (Tubifex sp.) was the best treatment which resulted in a survival rate 97.50 ± 5.00 %, absolute length rate 2.45 ± 0.30 cm, absolute weight rate 0.39 ± 0.13 gram, specific growth rate  0.12 ± 0.02 %/day, daily growth rate 0.014 ± 0.0003 gram/day.       Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan komet (Carrasius auratus  auratus) dan untuk mengetahui jenis pakan alami yang terbaik untuk pertumbuhan larva ikan komet (Carrasius auratus auratus). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Laut, Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Juli hingga 24 Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 taraf perlakuan dengan 4 pengulangan yaitu A (Tubifex sp.); B (Moina sp.); C (Daphnia sp.); dan D (Artemia sp.). ikan diberi pakan 4 kali sehari secara ad-libitum. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian pakan alami yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan laju pertumbuhan harian larva ikan komet (Carrasius auratus auratus) dimana  (P<0,05). Dari hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa perlakuan A (Tubifex sp.) merupakan perlakuan yang terbaik pada perlakuan ini yang menghasilkan nilai kelangsungan hidup 97,50 ± 5,00 %, nilai pertumbuhan panjang 2,45 ± 0,30 cm, nilai pertumbuhan bobot mutlak 0,39 ± 0,13 gram, nilai laju pertumbuhan spesifik 0,12 ± 0,02 %/hari, nilai laju pertumbuhan harian 0,014 ± 0,0003 gram/hari.
Struktur Komunitas Echinodermata di Perairan Pantai Gapang, Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang Yowanda Erlangga; Sayyid A. El Rahimi; Cut N. Devira
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.299 KB)

Abstract

       Research about Community Structure of Echinoderms in Gapang Beach, Iboih Village, Sukakarya District, Sabang has been done in November 2016. The purpose of this research is to study the community structure of echinoderms in Gapang Beach, Sabang. This research was conducted by purposive sampling method by determining 3 stations based on the difference of activity. Echinoderms identification were performed on 1x1 meter transects of 15 transects at each station. The result of identification obtained 7 species of Echinoderms that belong to 5 classes. Echinodermata Abundance Value at Gapang beach ranges from 2,467 ind/m2 - 4,33 ind/m2. The diversity index (H’) of Echinoderms in Gapang beach ranges from 0,75 - 1,46. The equitability index (E) of Echinoderms ranges from 0,49 – 0,75. The dominance index (C) of Echinoderms ranges from 0,31 – 0,63.       Penelitian tentang “Struktur Komunitas Echinodermata di Perairan Pantai Gapang, Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang” telah dilakukan pada bulan November 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji struktur komunitas Echinodermata pada perairan dangkal di kawasan pantai Gapang, Sabang. Penelitian ini dilakukan dengan Metode Purposive Sampling yaitu menentukan 3 stasiun penelitian berdasarkan perbedaan aktivitas yang berlangsung di perairan tersebut. Pengamatan Echinodermata dilakukan pada transek yang berukuran 1 x 1 meter sebanyak 15 transek pada setiap stasiun. Dari hasil identifikasi diperoleh Echinodermata yang tergolong dalam 5 kelas dan 7 spesies. Nilai Kelimpahan Echinodermata di Pantai Gapang berkisar antara 2,467 ind/m2- 4,33 ind/m2. Indeks Keanekaragaman (H’) Echinodermata di Pantai Gapang berkisar antara 0,75 - 1,46. Indeks Keseragaman (E) Echinodermata di Pantai Gapang berkisar antara 0,49 – 0,75. Indeks Dominansi (C) Echinodermata di Pantai Gapang berkisar antara 0,31 – 0,63. 

Page 1 of 3 | Total Record : 21