Buletin Udayana Mengabdi
Jurnal Udayana Mengabdi (JUM) diterbitkan sebagai media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah-masalah pembangunan, utamanya hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan hasil-hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dan penelitian, tidak saja kepada masyarakat ilmiah, tetapi juga masyarakat umum. serta meningkatkan kecerdasan penulis dan pembaca.
Articles
63 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16 No 3 (2017)"
:
63 Documents
clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PER KAPITA DAN PELESTARIAN EKOSISTEM LAUT DI DESA BONDALEM KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG
L. Paramita;
I.P. Suparthana;
N.M. Yudantin
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.73 KB)
Desa Bondalem di kecamatan Tejakula, kabupaten Buleleng – Bali, memiliki sumberdaya alam kelautan berupa terumbu karang yang sangat baik namun demikian pendapatan perkapita penduduknya masih relatif rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas penduduk yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan melalui bimbingan dan pelatihan produksi ikan pindang. Disamping itu pula agar mampu menjaga kelestarian ekosistem laut melalui penyuluhan tentang penyelamatan terumbu karang dan cara pengangkapan ikan yang baik dan benar. Peserta berasal dari kelompok UKM Mina Utama dan Mina Sari yang berjumlah 17 orang dan seluruh nelayan yang ada di Desa Bondalem. Setelah diberikan bimbingan dan pelatihan, peserta mampu mengolah ikan menjadi pindang dan dapat dijual lebih tinggi (50%) dibandingkan dengan penjualan ikan dalam bentuk segar. Nelayan yang diberikan penyuluhan dapat memahami pentingnya pelestarian terumbu karang yang ada di desanya yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarkat itu sendiri.
PENERAPAN IPTEK PADA PENGOLAHAN KULIT BUAH MANGGIS DI DESA BELIMBING
I.B.N.P. Dwija;
N.P. Ariantari
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (178.304 KB)
Desa Belimbing merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Pupuan, yang berada di lereng Gunung Batukaru, dengan jarak sekitar 80 km dari kota Denpasar. Sebagian besar penduduk di Desa Belimbing adalah petani, dengan komoditi utama padi dan buah-buahan seperti durian, wani dan manggis. Manggis merupakan komoditi buah terbanyak di Desa Belimbing, yang kebanyakan dijual di pasar lokal, dengan dijajakan secara eceran atau dijual lagi ke pengepul buah untuk dibawa ke pasar-pasar di Denpasar, Badung dan Tabanan. Namun kendala pemasaran menyebabkan sebagian besar buah manggis yang tidak laku terjual dibuang tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan pengolahan kulit buah manggis yang tidak terjual sehingga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk berupa the dari kulit buang manggis. Kegiatan ini bekerjasama dengan kelompok mitra yaitu Kelompok Usaha Buah Mekori danKelompok Tani Buah Mekori. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap mulai dari penjajakan lokasi, pemberian penyuluhan dan praktik pembuatan serbuk the kulit buah manggis. Sebanyak 25 Orang anggota PKK di berikan penyuluhan dan pelatihan mengenai pemanfaatan kulit buah manggis, pengolahan dan pengemasan produk. Dari kegiatan ini dihasilkan serbuk buah manggis yang dapat dimanfaatkan langsung untuk konsumsi masyarakat.
PENYULUHAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DAN PEMERIKSAAN IVA DI DESA SELAT KECAMATAN SELAT KABUPATEN KARANGASEM
N.L.P.E. Yanti;
D.M. Widyanthari;
F.S. Kusumaningsih;
M.R. Damayanti
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.502 KB)
Kanker serviks merupakan penyakit kanker dengan morbiditas tertinggi di Indonesia dan setiap tahun terus mengalami peningkatan kasus baru serta kematian. Upaya paling efektif untuk menurunkan kasus kanker serviks dapat dilakukan dengan deteksi dini pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA). Kesadaran masyarakat khususnya kelompok Wanita Usia Subur (WUS) untuk melakukan pemeriksaan IVA masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya penyadaran kepada masyarakat melalui penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan pemeriksaan IVA. Kegiatan penyuluhan kesehatan dengan target WUS yang ada di Desa Selat. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan 13,7% dan sikap 10,6%. Setelah penyuluhan kesehatan 50% peserta langsung melakukan pemeriksaan IVA di puskesmas. Pengamatan IVA seluruh peserta menunjukkan hasil negatif.
PELATIHAN PEMANFAATAN RUMPUT LAUT DAN GARAM MENJADI SABUN DI DESA KUTUH BADUNG SELATAN BALI
N.PA.D. Wijayanti;
N.P.L. Laksmiani;
K.W. Astuti;
I.G.N.A.D. Putra
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.585 KB)
Rumput laut atau alga laut (sea weed) dan garam merupakan salah satu komoditas perikanan yang telah dimanfaatkan sejak lama. Daerah Kutuh (Pantai Pandawa) merupakan salah satu wilayah penghasil rumput laut di Bali. Produksi rumput lautnya perbulan mencapai 130 sampai 225 per ton. Jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan adalah jenis Euchema spinosum dan Euchema cottonii. Desa Kutuh memiliki potensi serta produktivitas yang tinggi untuk pengembangan budidaya rumput laut dan garamnya, namun dalam kenyataannya masih terdapat permasalahan yaitu strategi pengembangan usaha rumput laut masih kurang terencana. Dalam 3 tahun terakhir ini mengalami penurunan drastic dikarenakan para petani banyak yang beralih profesi saat ini menjadi pedagang dan penyedia usaha wisata di sekitar Pantai Pandawa. Menyusutnya jumlah petani tersebut semakin cepat seiring dijadikannya Pantai Pandawa sebagai obyek wisata. Untuk dapat tetap membudidayakan rumput laut yang menjadi salah satu keankeragaman hayati khas yang dimiliki oleh Bali maka perlu dilakukan suatu pengembangan usaha rumput laut dan dapat dikaitkan dengan pantai pandawa dijadikan sebagai obyek wisata. Salah satunya adalah pengembangan usaha mengolah rumput laut dan garam (komoditas terbesar di Pantai Pandawa) menjadi produk yang dapat dipasarkan didaerah wisata misalkan produk spa dan produk oleh-oleh. Salah satu yang dapat dilakukan adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan untuk mengolah rumput laut dan garam menjadi produk bernilai jual tinggi yakni sabun. Sabun diproduksi dengan cara mengkombinasikan rumput laut, garam, esensial oil, pewarna dan NaOH. Para petani perlu ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilannya untuk memproduksi sabun yang berkualitas dengan cara menyelenggarakan workshop. Setelah diselenggarakan wokshop, para petani dapat mempraktekkan dengan baik cara membuat sabun dengan bahan kombinasi rumput laut dan garam.
PENGELOLAAN POTENSI DESA UNTUK TERCIPTANYA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN SWADAYA MASYARAKAT
I.G.K. Sukadana;
I.G.N.P. Tenaya
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (511.113 KB)
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan potensi desa berbasis teknologi demi terwujudnya pembangunan desa berkelanjutan, merupakan tema dari program KKN-PPM di desa Belok Sidan. Melalui berapa program seperti: program kesehatan masyarakat: penyediaan air bersih melalui penerapan teknologi kincir air penggerak pompa, Penerapan metode gravitasi, penyuluhan sanitasi, penyuluhan pola hidup bersih dan sehat. Program lingkungan: penerapan teknologi sumur resapan dan biopori di pekarangan rumah, kegiatan penghijauan. Produksi kopi bubuk dengan penerapan teknologi pengering dan mesin pemecah kopi basah. Untuk mengatasi permasalahan masyarakat digunakan beberapa metode antara lain: metode penyuluhan, metode pendampingan, metode gotong royong, metode penerapan teknologi tepat guna, dan metode percontohan. Hasil pelaksanaan program: Sistem air bersih dengan metode pompa kincir sudah terealisasi. Dari hasil evaluasi debit pemompaan 0.4 liter perdetik cukup untuk melayani 20 kepala keluarga di tempekan Puncak Sari. Sistem air bersih metode gravitasi baru terlaksana pada tahap perencanaan hasil dari kegiatan ini berupa detail engineering desain. Kegiatan pola hidup bersih sehat sudah terlaksana dengan capaian 150 siswa Sekolah Dasar 2 Belok/Sidan. Kegiatan Biopori capaiannya adalah 50 peremajaan biopori dan 50 biopori baru. Kegiatan pelayanan kesehatan ternak capaiannya sekitar 100 ternak terlayani. Kegiatan penghijauan sekitar 1000 pohon telah didistribusikan kepada masyarakat. Kegiatan pendampingan usaha kopi bubuk capaiannya mesin pemecah kopi sudah beoperasi sesuai harapan yaitu putaran mesin 60 rpm, dan sistem pengering model rumah kaca. Kegiatan kebersihan lingkungan dibuatkan 5 buah keranjang sampah anorganik. Pembuatan logo koperasi Sumber Merta Buana sudah selesai.
PENGENALAN BERETIKA KOMUNIKASI DALAM SOSIAL MEDIA DI KALANGAN REMAJA
N.M.R.A. Gelgel
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.62 KB)
Dalam perkembangan kehidupan sosial dan komunikasi, teknologi telah memegang peranan besar. Komunikasi dan berinteraksi kini banyak dilakukan melalui media online dan internet yang dikenal dengan media sosial. Namun masih disayangkan cara mengakses media sosial pun dinilai masih sangat rendah, di mana kerap kali penggunanya tidak mengerti etika bagaimana berkomunikasi di media sosial. Padahal hal ini berdampak luas dan merugikan bahkan dapat berdampak hukum. Pengabdian ini berangkat dari permasalahan rendahnya pemahaman mengenai bagaimana beretika yang baik dalam berkomunikasi melalui media sosial khususnya pada remaja. Diketahui bahwa masih banyak remaja yang menggunakan media sosial tanpa mengindahkan nilai dan norma serta asas kepatutan. Maka dari itu penting untuk dilakukan pengenalan beretika komunikasi dalam sosial media di kalangan remaja. Objek dalam pengabdian ini adalah siswa SMAN 1 Gianyar. Pengenalan dilakukan dalam bentuk tatap muka dan penyebaran brosur/flyers mengenai bagaimana bijak dalam bersosial media. Dalam prosesnya memang terbukti bahwa siswa cenderung tidak mengerti mengenai dampak hukum dan sosial dalam bersosial media, dan mereka kerap kali melakukan pelanggaran etika di sosial media.
PENGEMBANGAN POTENSI MASYARAKAT DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK DALAM PEMBUATAN KOMPOS
I.G.P.A. Suryawan;
I.P. Lokantara
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.587 KB)
Desa Buana Giri terletak di Selatan lereng Gunung Agung termasuk dalam Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem Bali. Luas wilayahnya 1.473.486 Ha sebagian besar merupakan lahan kering atau tegalan seluas 1.231.256 Ha, sedangkan sisanya diperuntukkan sebagai lahan perkarangan, persawahan dan tanah lainnya. Karangasem mempunyai dua TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) tempat pembuangan sampah yaitu di Kubu dan di Linggasana Buana Giri. TPA Linggasana melayani daerah kota Karangasem dan Bebandem. Sebagian besar sampahnya adalah sampah organik dan sampah plastik. Potensi yang dimiliki oleh desa Buana Giri belum dapat dioptimalkan dapat diidentifikasi sebagai berikut; Tempat Pengolahan Akhir (TPA) ada di lingkungan Linggasana desa Buana Giri belum optimal dimanfaatkan untuk biogas dan kompos. Plastik yang dikumpulkan pemulung belum dicacah masih dijual grosiran dalam harga per-kilogram. Desa Buana Giri ada di samping Gunung Agung perlu adanya penghijauan agar lereng hutan tidak gundul. Potensi pertaniaan masih mengandalkan padi, belum diselingi dengan palawija atau sayur-sayuran. Adanya pengerukan pasir dan batuan (galian C) sisa lentusan Gunung Agung berpotensi merusak lingkungan. Jiwa kewirausahaan masyarakat desa Buana Giri masih minim. Berdasarkan analisis situasi maka pada KKN PPM telah dibuatlah program-program yang dapat memecahkan masalah yang ada. Adapun program tersebut adalah penyuluhan peningkatan pemanfaatan sampah dan kotoran hewan ternak untuk pupuk organik, peningkatan pemanfaatan alat pencacah plastik, penyuluhan pemanfaatan sampah dan kotoran hewan ternak untuk bahan bakar biogas, penyuluhan peningkatan kualitas dan kuantitas hasil produksi, penyuluhan kebersihan diri pada siswa SD, penyuluhan tentang sanitasi yang baik di lingkungan Linggasana Bhuana Giri, usaha pemberdayaan lansia secara fisik melalui program pengobatan gratis, penyuluhan narkotika dan psikotropika pada anggota Karang Taruna, pelatihan bahasa asing bagi anak-anak SD, pengadaan tong sampah dan gotong royong di semua dusun di Buana Giri, penanaman pohon di sekitar lereng Gunung Agung, pengajaran murid – murid SD di sekitar Buana giri.
PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN ANEMIA SERTA PELAYANAN KONTRASEPSI BAGI WANITA USIA SUBUR DI MUNTIGUNUNG DESA TIANYAR BARAT KARANGASEM BALI
N.W. Septarini;
I.M. Sutarga;
L.P. Suariyani;
M.P. Kardiwinata;
I.W.G.A.E. Putra
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.394 KB)
Desa Muntigunung terletak di Kabupaten Karangsem dengan total populasi pada tahun 2013 sebanyak 5.762 yang tercakup dalam 1.393 keluarga. Jumlah wanita usia subur (usia 18-40 tahun) di daerah ini adalah 1.126 orang. Survei kesehatan dasar yang dilakukan di Muntigunung tahun 2010, mendapatkan 60% wus menderita anemia. Penelitian Muliawan dkk ditemukan bahwa lebih dari 50% keluarga memiliki anak lebih dari 3 orang. Hanya 50.5% yang menggunakan KB. Berdasarkan hal diatas, perlu untuk melaksanakan kegiatan untuk memberikan pemahaman, pemeriksaan dan pengobatan anemia pada ibu hamil menyusui dan wanita usia subur serta mengajak ibu dan suami ber-KB. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pemeriksaan dan pengobatan anemia bagi ibu hamil, menyusui dan wanita usia subur serta pentingnya ber-KB bagi pasangan usia subur. Kegiatan pengabdian ini berlangsung lancar. Sebanyak 53 orang wanita usia subur termasuk 5 wanita hamil telah diperiksa kadar hemoglobinnya dan didapatkan 13 orang menderita anemia (39,6%). Pemberian tablet besi juga sudah dilakukan bagi wanita yang anemia. Pelayanan KB dilaksanakan dengan memberikan alat KB jangka pendek (pil dan suntikan) yaitu sebanyak 18 orang. Kegiatan gebyar pengabdian kepada wus perlu rutin dilaksanakan untuk mengecek kadar haemoglobin darah para wanita, agar tidak terjadi komplikasi kehamilan dan persalinan yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi.
PENYUSUNAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN DAN AKUNTANSI PADA KOPERASI KKS
K.A. Krisnadewi;
N.M.A Erawati;
E.A. Sisdyani;
I.W.P. Wirasedana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (126.299 KB)
Untuk mendukung pertanggungjawaban pengelola koperasi pada anggota koperasi, perlu disusun suatu laporan keuangan. Laporan ini disusun berdasarkan kebijakan akuntansi yang ada. Kebijakan akuntansi dibuat berdasarkan kebijakan pengelolaan yang berlaku di koperasi. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pihak koperasi dalam mengelola koperasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Metode yang digunakan adalah pendampingan secara langsung untuk melihat proses transaksi koperasi. Hasil kegiatan ini berupa pedoman kebijakan pengelolaan koperasi mencakup pengelolaan kas/bank, persediaan, penjualan dan piutang toko, pinjaman yang diberikan, simpanan dan tabungan, serta alokasi sisa hasil usaha. Kebijakan akuntansi yang disusun disesuaikan dengan kebijakan pengelolaan ini. Kebijakan pengelolaan akan diputuskan dalam rapat anggota koperasi yang dilaksanakan tahun 2017.
PELATIHAN PEMBUATAN MIE DARI SAYUR BAYAM DI DESA TIHINGAN KECAMATAN BANJARANGKAN KABUPATEN KLUNGKUNG
P.A.S. Wipradnyadewi;
P.T. Ina;
I.A.R.P. Pudja;
L.P.T. Darmayanti
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (140.161 KB)
Tujuan dari pengabdian ini adalah (1) Memberikan informasi, pengetahuan dan ketrampilan kepada masyarakat di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung khususnya ibu-ibu PKK tentang teknologi pembuatan mie dari sayur bayam, (2) Melatih ibu-ibu PKK di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung membuat mie dari sayur bayam, (3) Mendorong pengembangan usaha home industri pengolahan mie dari sayur bayam sehingga dapat membuka kesempatan kerja, swadaya masyarakat dan pendapatan masyarakat di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Target khususnya adalah seluruh ibu-ibu PKK yang ada di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi (1) Penyuluhan dan diskusi dengan ibu-ibu PKK tentang teknologi pengolahan sayur bayam menjadi mie, (2) Praktek langsung pembuatan mie dari sayur bayam. Pengabdian ini dirasakan sangat bermanfaat sebesar 60 % dan bermanfaat sebesar 40 %.