cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014)" : 8 Documents clear
PENGARUH PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPS KELAS IV MI PUI CIKASO KECAMATAN KRAMATMULYA KABUPATEN KUNINGAN Mukhlisoh Mukhlisoh; Siti Aisah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.983 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.348

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan di MI PUI Cikaso Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan, diketahui bahwa dijumpai berbagai masalah salah satunya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS masih rendah di karenakan proses pembelajarannya yang masih berpusat pada guru dan siswa hanya mendengarkan materi yang diberikannya. Hal ini disebabkan  pembelajaran IPS belum menggunakan  metode yang sesuai dengan proses pembelajaran. Sehingga dalam penelitian ini dilatarbelakangi ketertarikan peneliti untuk menggunakan metode problem solving pada proses pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Untuk mengetahui penerapan metode problem solving dalam pembelajaran IPS. 2) Untuk mengetahui motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS. 3) Untuk   mengetahui pengaruh metode problem solving terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS.Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV MI PUI Cikaso Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 31 orang siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh, yaitu seluruh poopulasi dijadikan sebagai sampel. Untuk mengetahui motivasi belajat IPS pada pokok bahasan masalah sosial yang ada di sekitar kita, sedangkan untuk mengetahui pengaruh metode problem solving yaitu dengan menyebarkan angket kepada semua siswa kelas IV.Berdasarkan hasil penelitian dari uji korelasi diketahui bahwa datanya menunjukan bahwa keadaan interpretasi dari hubungan Antara variabel X dan variaber Y mencapai 0,707 berarti memasuki kategori kuat karena terletak diantara rentan nilai 0,600 – 0,800. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tarap korelasi Antara variabel x terhadap variabel y kuat, artinya penerapan metode problem solving berpengaruh terhadap motivasi beajar siswa. Dari perhitungan analisis uji signifikansi korelasi Product Moment didapat nilai t hitung sebesar 7,612. Untuk mengetahui t tabel perlu diketahui dk = 31 – 2 = 29, maka diperoleh t tabel = 5% sebesar 2,045 dan untuk t = 1 % sebesar 2,462 Maka, berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh nilai t hitung > t tabel (7,612>2,045) Jadi, pada taraf signifikansi 5% hipotesis altenatif (Ha) diterima, sedangkan hipotesis nihil (Ho) ditolak, berarti terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pendekatan problem solving terhadap motivasi belajar siswa.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode problem solving memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas IV MI PUI cikaso Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan
PENGARUH MOTIVASI GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS DI SDN RAJAGALUH KIDUL KEC. RAJAGALUH KAB. MAJALENGKA H.S. Bunyamin; Diah Faujiah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.411 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.349

Abstract

AbstrakMotivasi guru sangat berpengaruh terhadap peningkatan prestasi siswa dalam belajar di sekolah. Hal ini merupakan salah satu ciri bahwa proses pendidikan dikatakan tercapai apabila siswa mampu membuktikannya dengan sebuah prestasi yang cukup baik. Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa salah satunya dipengaruhi oleh motivasi guru dalam belajar baik disekolah maupun dirumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik penggunaan motivasi guru pada pembelajaran IPS, untuk mengetahui seberapa besar prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi guru terhadap prestasi belajar IPS. Penelitian ini dilakukan di SDN Rajagaluh Kidul II, Jalan Cakra Ningrat Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka.Motivasi guru merupakan salah satu faktor yang menentukan prestasi belajar siswa. Karena dengan adanya motivasi dari guru maka tumbuhlah minat seorang siswa untuk terus belajar demi tercapainya cita-cita sesuai dengan apa yang diinginkannya. Motivasi jika dikombinasikan dengan proses belajar serta ditunjang oleh gaya belajar, metode, media maupun sarana dan prasarana yang lainnya yang cukup memadai tentu akan menghasilkan output yang berkualitas. Profesionalisme guru dalam mengajar dan mendidik juga menjadi faktor pendukung keberhasilan siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena hasil dari penelitian yang telah dilakukan berupa angka-angka. Penelitian kuantitaif adalah metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti pengaruh antar variabel. Variabel-variabel ini diukur (biasanya dengan instrument penelitian) sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur statistik serta prosesnya diteliti secara detail. Sumber penelitiannya yaitu siswa kelas V SDN Rajagalu Kidul II yang berjumlah 31 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi guru berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa, hal ini dibuktikan dari perhitungan uji korelasi 0,679 yang artinya terdapat hubungan antara motivasi guru terhadap prestasi belajar. Dapat disimpulkan bahwa motivasi guru mempengaruhi prestasi belajar siswa sebesar  44,1%  sementara sisanya 55,9% dipengaruhi oleh variabel lain.Kata kunci : Motivasi Guru, Prestasi Belajar Siswa
PENERAPAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD ISLAM TERPADU NUURUSSHIDDIIQ, CIREBON Indrya Mulyaningsih
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.051 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.320

Abstract

ABSTRAK Kurikulum 2013 atau ‘Kurtilas’ sudah mulai diterapkan di seluruh madrasah di Indonesia. Kurtilas meminta kepada para guru untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar lebih kreatif. Salah satunya adalah kreatif dalam menulis. Penelitian ini mengambil lokasi di SD Islam Terpadu Nuurusshiddiiq. Adapun jenisnya adalah deskripstif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah seluruh karangan siswa dengan teknik cuplikan purposive sampling, yakni 25 siswa dan 25 siswi. Teknik pengumpulan data dengan 1) observasi, 2) wawancara, 3) angket, dan 4) tes. Validitas data menggunakan tiangulasi sumber data dan triangulasi metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) para siswa belum memahami jenis atau bentuk karangan deskripsi; 2) sebagian besar siswa tidak menggunakan EYD; 3) siswa belum memahami proses pembentukan sebuah kata; 4) siswa belum dapat menulis kalimat dengan baik dan efektif; dan 5) siswa kurang memperhatikan makna kalimat. Kata Kunci: deskripsi, Kurtilas, menulis, siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP JASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI MI WADI SOFIA DESA LEGOK KUNINGAN Akhmad Busyaeri; Imas Maesaroh
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.745 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.350

Abstract

Abstrak
PENGARUH KETELADANAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH TERHADAP PERILAKU DISIPLIN PESERTA DIDIK DI MI NEGERI MANIS KIDUL KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN Latifah Latifah; Ida Nuraida
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.053 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.346

Abstract

Abstrak
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA GURU Moh Masnun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.267 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.351

Abstract

ABSTRAKSetiap professional ingin menunjukkan bahwa kinerjanya dapat dipertanggung-jawabkan. Guru sebagai seorang professional mempertaruhkan profesi pada kualitas kerjanya. Kinerja yang berkualitas menggambarkan kualitas profesionalnya, dan sebaliknya kinerja yang dibawah standar kerja menggambarkan ketidakberhasilannya menghormati profesinya sendiri.Semua pihak menyadari bahwa kinerja guru berbanding lurus dengan peningkatan mutu pendidikan. Sayangnya, tidak sedikit para guru bekerja di bawah standar kerja yang telah ditetapkan, bukan karena tidak mampu tetapi karena belum terbangun budaya kerja yang baik. Kondisi seperti itu disebabkan oleh rendahnya gairah kerja yang berdampak pada penurunan kinerja. Apabila diamati gairah kerja berbentuk seperti grafik sinus yang suatu saat akan menemui titik jenuh jika tidak ada upaya preventif dan kuratif baik dari dirinya sendiri maupun bimbingan dari atasannya. Oleh karena itu, penanganan yang paling tepat ialah melalui peningkatan motivasi kinerja. Motivasi kinerja memiliki empat tahap, yaitu : (1) penetapan standar kinerja; (2) audit kinerja; (3) pemberian umpan balik secara langsung; dan (4) motivasi kinerja.Mengingat pentingnya keterlibatan guru, profesi perlu dikembangkan secara terus menerus dan proporsional sesuai jabatan fungsionalnya. Maka dari itu, salah satu upaya yang ditempuh ialah memberlakukan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) untuk menjamin proses pembelajaran yang berkualitas pada semua jenjang pendidikan. Penilaian kinerja guru perlu dilakukan agar fungsi dan tugas yang ada pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan dan kode etik yang berlaku.Kinerja guru tidak terwujud dengan begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Baik faktor internal maupun eksternal sama-sama membawa dampak terhadap kinerja guru. Faktor internal kinerja guru adalah faktor yang datang dari dalam diri guru yang dapat mempengaruhi kinerjanya, contohnya ialah kemampuan, keterampilan, kepribadian, persepsi, motivasi menjadi guru, pengalaman lapangan dan latar belakang keluarga.Faktor eksternal kinerja guru adalah faktor yang datang dari luar, guru yang dapat mempengaruhi kinerjanya, contohnya ialah (1) gaji; (2) sarana dan prasarana, (3) lingkungan kerja fisik; (4) kepemimpinan.Kata Kunci : Kinerja, Profesi, Penilaian
KONTRIBUSI PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER (GEMAR MEMBACA) TERHADAP KETERAMPILAN BERBAHASA SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V MI DARUL HIKAM CIREBON Idah Faridah Laily; Mumtaz Naqiyyah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.361 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.347

Abstract

AbstrakPendidikan karakter memiliki esensi yang tujuanya adalah membentuk pribadi anak , supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat dan warga negara yang baik, Bahasa merupakan sarana yang efektif untuk menjalin komunikasi sosial. Tanpa bahasa, komunikasi tidak dapat dilakukan dengan baik dan interaksi sosial pun tidak akan pernah terjadi. Karena tanpa bahasa, siapapun tidak akan dapat mengekspresikan diri untuk menyampaikan kepada orang lain. nilai karakter yang berpengaruh terhadap keterampilan berbahasa siswa adalah gemar membaca.Keterampilan berbahasa dalam kurikulum sekolah biasanya mencangkup empat segi,yaitu:Keterampilan menyimak/mendengarkan, Keterampilan berbicara, Keterampilan membaca, Keterampilan Menulis Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan suatu kesatuan. Setiap keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan proses-proses berfikir yang mendasari bahasa, bahasa seseorang mencerminkan pikiran nya. Semakin terampil seseorang berbahasa, maka semakin cerah dan jelas jalan pikiran nya  (Dawson)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter (gemar membaca) terhadap keterampilan berbahasa siswa serta mengetahui seberapa besar kontribusi penerapaan pendidikan karakter (gemar membaca) terhadap keterampilan berbahasa pada mata pelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas V MI Darul Hikam Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ex post facto ,Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas V MI Darul Hikam Cirebon. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner (angket), tes, dan wawancara tidak struktur. analisis data menggunakan analisis regresi dengan bantuan software SPSS 21.0Pada umumnya siswa kelas V MI Darul Hikam Cirebon memiliki kegemaran membaca yang baik, berdasarkan nilai rata-rata angket peranan pendidikan karakter (gemar membaca) yaitu 2,74. keterampilan berbahasa siswa kelas V MI Darul Hikam Cirebon menunjukan hasil yang baik, berdasarkan nilai rata-rata tes keterampilan berbahasa pada bidang studi bahasa Indonesia 76,93. Pengaruh antara peranan pendidikan karakter (gemar membaca) dengan keterampilan berbahasa pada mata pelajaran bahasa Indonesia menunjukan Kontribusi yang signifikan.Hasil analisis menunjukan koefisien determinasi sebesar 0.02. ini berarti kontribusi  pendidikan karakter (gemar membaca) terhadap Keterampilan berbahasa pada mata pelajaran bahasa Indonesia sebesar 0.02%, sedangkan 99.98% di pengaruhi oleh faktor lainya. Signifikansi variabel konstanta dan variabel penerapan pendidikan karakter (gemar membaca)  masing-masing sebesar Sig = 0.000 < 0.01 dan Sig = 0.652 > 0.01. Ini menunjukan bahwa variabel tersebut mempengaruhi keterampilan berbahasa pada mata pelajaran bahasa Indonesia  secara signifikan.
KONSEP PEMBELAJARAN BERBICARA DI MI (Suatu Pendekatan dan Praktik Dalam Pembelajaran) Syiblli Maufur
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.554 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.352

Abstract

AbstrakSalah satu aspek keterampilan berbahasa yang penting adalah keterampilan berbicara. Ketrampilan berbicara merupakan keterampilan mengkomunikasikan informasi melalui bahasa lisan. Seseorang yang memiliki kemampuan bahasa lisan yang baik, maka akan memperoleh keuntungan sosial maupun profesional.Kenyataannya, masih banyak guru yang kurang menganggap perlu dan kurang serius dalam menangani kemampuan berbicara siswa. Keterampilan berbicara dianggap dapat diperlajari secara informal di luar sekolah sehingga tidak perlu memberikan penekanan pada proses pembelajaran di sekolah. Padahal kedudukan pelajaran bahasa Indonesia, termasuk di dalamnya keterampilan berbicara,  dalam kurikulum 2013 sangat fital. Kurikulum SD/MI menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.Selain itu, tematik integratif ini juga diperkaya dengan penempatan mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain. Melalui perumusan Kompetensi Inti sebagai pengikat berbagai mata pelajaran dalam satu kelas dan tema sebagai pokok bahasannya, penempatan mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain menjadi sangat memungkinkan. Penguatan peran mata pelajaran Bahasa Indonesia seperti ini dilakukan secara utuh melalui penggabungan sebagian kompetensi dasar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan Alam ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kedua ilmu pengetahuan ini menyebabkan pelajaran Bahasa Indonesia menjadi kontekstual sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih menarik baik untuk siswa maupun untuk guru

Page 1 of 1 | Total Record : 8