cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
ISSN : 24425133     EISSN : 25277227     DOI : -
Core Subject : Education,
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. Investigated the dynamics of learning of children at the primary level / Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary school). Besides focusing on the development of studies issues of basic education.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2025): June 2025" : 15 Documents clear
Development of a Supplementary Geometry Book Integrating Realistic Mathematics Education and Reog Ponorogo Ethnomathematics to Improve Elementary Students’ Numeracy Literacy Fatmahanik, Ulum; Afifah, Anis; Fauziah, Hanin Niswatul; David, Martinez
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.20103

Abstract

AbstractThis study presents the development of a supplementary geometry book for elementary students by integrating Reog Ponorogo ethnomathematics into the Realistic Mathematics Education (RME) approach to enhance numeracy literacy. The research employed a Research and Development (R&D) methodology using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validation instruments involved expert evaluations in content, pedagogy, media, and language, alongside practicality questionnaires and numeracy literacy assessments. The developed book achieved high validity across expert domains: 89.8% (content), 91% (media), 94% (learning), and 90% (language). Student response also indicated high practicality (82.3%). A one-sample t-test and N-gain analysis showed a significant improvement in numeracy literacy, with an N-gain score of 0.6461 (categorized as moderate), reflecting a “quite effective” level. These findings suggest that incorporating ethnomathematical elements from local culture within an RME framework can provide meaningful, contextual learning experiences and foster mathematical understanding in early-grade students.Keywords: supplementary books, realistic mathematics education, ethnomathematics, numeracy literacy.AbstrakPenelitian ini menyajikan pengembangan buku suplemen geometri untuk siswa sekolah dasar dengan mengintegrasikan etnomatematika Reog Ponorogo ke dalam pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (RME) untuk meningkatkan literasi numerasi. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Instrumen validasi melibatkan evaluasi ahli dalam konten, pedagogi, media, dan bahasa, di samping kuesioner praktikalitas dan penilaian literasi numerasi. Buku yang dikembangkan mencapai validitas tinggi di seluruh domain ahli: 89,8% (konten), 91% (media), 94% (pembelajaran), dan 90% (bahasa). Respon siswa juga menunjukkan kepraktisan tinggi (82,3%). Uji-t satu sampel dan analisis N-gain menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam literasi numerasi, dengan skor N-gain sebesar 0,6461 (dikategorikan sebagai sedang), yang mencerminkan tingkat "cukup efektif". Temuan ini menunjukkan bahwa menggabungkan unsur-unsur etnomatematika dari budaya lokal dalam kerangka RME dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual serta menumbuhkan pemahaman matematika pada siswa kelas awal.Kata kunci: buku suplemen, realistic mathematics education, etnomatematika, literasi numerasi.
It’s Not a Miscalculation - It’s a Misconception! Uncovering Epistemological Obstacles in Preservice Teachers’ Mathematical Literacy Tasks Murni, Sukma; Widianto, Febri Restu; Sutinah, Cucun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.20410

Abstract

AbstractThis study identified and analyzed epistemological obstacles experienced by prospective elementary school teachers in solving mathematical literacy tasks on plane geometry material. This study employed a case study method, involving 24 students from a university, which was located in Cimahi City, West Java. The diagnostic test served as the research instrument and the data were analyzed using a thematic analysis approach to uncover various epistemological obstacles encountered by undergraduate students, including misconceptions regarding the properties of plane figures and difficulties in applying geometric concepts to mathematical literacy tasks. Epistemological obstacles arise due to the students' inability to connect abstract concepts with practical contexts, as well as their limited understanding of basic geometric concepts. These obstacles primarily stem from misconceptions about fundamental concepts of plane figures, difficulties in applying geometric concepts in contextual situations, and procedural learning approaches that lack conceptual depth. This research contributes to developing geometry learning strategies at the elementary school level, which can ultimately improve the overall quality of mathematics education.Keywords: epistemological obstacle, mathematical literacy, plane geometry. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan epistemologis yang dialami oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam menyelesaikan tugas literasi matematis pada materi geometri bidang datar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan melibatkan 24 mahasiswa dari sebuah universitas yang berlokasi di Kota Cimahi, Jawa Barat. Test diagnostik digunakan sebagai instrument penelitian, dan data dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mengungkap berbagai hambatan epistemologis yang dialami oleh mahasiswa, termasuk miskonsepsi terhadap sifat-sifat bangun datar dan kesulitan dalam menerapkan konsep geometri pada tugas literasi matematika. Hambatan epistemologis muncul karena ketidakmampuan mahasiswa dalam menghubungkan konsep-konsep abstrak dengan konteks praktis, serta keterbatasan pemahaman terhadap konsep dasar geometri. Hambatan-hambatan ini terutama berasal dari miskonsepsi mengenai konsep dasar bangun datar, kesulitan dalam menerapkan konsep geometri dalam situasi kontekstual, dan pendekatan pembelajaran prosedural yang kurang mendalam secara konseptual. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran geometri di tingkat sekolah dasar, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan matematika secara keseluruhan.Keywords: hambatan epistemis, literasi matematis, bangun datar.
Digital Literacy Profile of Prospective Elementary School Teachers in Indonesian Language Learning: a Case Study at Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Latifah, Nur; Meilin, Septi Fitri; Mil, Silvie; Sa'odah, Sa'odah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19875

Abstract

AbstractDigital literacy is essential for Prospective Elementary School Teachers to foster the development of technology-based teaching skills. Therefore, understanding the digital literacy profile of prospective is essential as a foundation for developing informed learning policies. This study aims to describe the digital literacy profiles of prospective elementary school teachers by analyzing their digital literacy skills through a quantitative survey-based research approach. The study population consisted of 1,400 students, from which a sample of 210 was selected using stratified random sampling. The research instrument consisted of a Likert-scale questionnaire encompassing indicators such as functional and technical skills in operating digital devices, creativity in producing digital learning content, collaboration abilities using digital platforms, communication skills within digital spaces, information literacy in locating and selecting learning resources, critical thinking in evaluating digital content, socio-cultural awareness related to digital ethics, electronic security in safeguarding personal data, and technical problem-solving competencies. The study’s findings indicated that prospective of elementary school strong proficiency in information literacy, with an average score of 4.57, and digital communication, scoring 4.42. However, certain areas require further development, particularly electronic security (3.50) and digital socio-cultural understanding (3.65), which received comparatively lower scores. In light of these findings, measures should be taken to enhance the digital literacy of prospective primary school teachers, particularly through language skills courses aimed at strengthening their understanding and effective use of digital technology and information.Keywords: digital literacy, Indonesian language learning, prospective elementary school.AbstrakLiterasi digital sangat penting bagi Calon Guru Sekolah Dasar untuk mendorong pengembangan keterampilan mengajar berbasis teknologi. Oleh karena itu, memahami profil literasi digital calon guru sangat penting sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan pembelajaran yang terinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil literasi digital calon guru sekolah dasar dengan menganalisis keterampilan literasi digital mereka melalui pendekatan penelitian berbasis survei kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 1.400 siswa, dengan sampel sebanyak 210 siswa dipilih secara acak. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner skala Likert yang mencakup indikator-indikator seperti keterampilan fungsional dan teknis dalam mengoperasikan perangkat digital, kreativitas dalam menghasilkan konten pembelajaran digital, kemampuan berkolaborasi menggunakan platform digital, keterampilan komunikasi dalam ruang digital, literasi informasi dalam menemukan dan memilih sumber belajar, berpikir kritis dalam mengevaluasi konten digital, kesadaran sosial budaya terkait etika digital, keamanan elektronik dalam menjaga data pribadi, dan kompetensi pemecahan masalah teknis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa calon guru sekolah dasar memiliki kecakapan yang kuat dalam literasi informasi, dengan skor rata-rata 4,57, dan komunikasi digital, dengan skor 4,42. Namun, beberapa area perlu dikembangkan lebih lanjut, terutama keamanan elektronik (3,50) dan pemahaman sosial budaya digital (3,65), yang mendapatkan skor relatif lebih rendah. Berdasarkan temuan ini, langkah-langkah perlu diambil untuk meningkatkan literasi digital calon guru sekolah dasar, terutama melalui kursus keterampilan berbahasa yang bertujuan memperkuat pemahaman dan penggunaan teknologi dan informasi digital secara efektif.Kata kunci: literasi digital, pembelajaran bahasa indonesia, calon guru sekolah dasar.
The Effectiveness of Problem Based Learning assisted by Educaplay on Pancasila Education Learning Outcomes of Elementary School Students Dayanti, Aulli Qzara Ainun Nisa Mufi; Aeni, Kurotul; Khan, Daniyal Manzoor
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19723

Abstract

AbstractLearning models that do not actively involve students in the learning process are one of the factors causing low learning outcomes. This research aims to test and analyze how effective the problem-based learning model, which utilizes Educaplay media, is on student learning outcomes. The method used by researchers is a quasi-experimental design with a nonequivalent control group. The subjects of this study were 85 fifth-grade students of Jatisari state elementary School, Semarang City, Indonesia i.e. 28 students of class VB as the experimental class, and 28 students of class VC as the control class. Learning outcomes data were obtained from test techniques and non-test techniques. Data analysis used SPSS 25, consisting of normality, homogeneity, t-test, and N-Gain tests. The results indicated that the significant value in the independent t-test was 0.000 < 0.05, so Ha was accepted and H0 was rejected. This data indicates a significant difference in the learning outcomes between the students in the experimental and control classes. N-Gain percent was 66% (moderately effective) in the experimental class and 39% (ineffective) in the control class. This study indicates that the application of the PBL model based on Educaplay media is effective in improving student learning outcomes.Keywords: educaplay, effectiveness, learning outcomes, PBL, pancasila education. AbstrakModel pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis seberapa efektif model pembelajaran berbasis masalah yang memanfaatkan media Educaplay terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan peneliti adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Jatisari sebanyak 85 orang, yaitu kelas VB sebanyak 28 orang sebagai kelas eksperimen, dan kelas VC sebanyak 28 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar diperoleh dari teknik tes dan teknik non tes. Analisis data menggunakan SPSS 25 yang terdiri dari uji normalitas, homogenitas, uji t, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada uji t independen sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Data ini menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Persentase N-Gain adalah 66% (cukup efektif) di kelas eksperimen dan 39% (tidak efektif) di kelas kontrol. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis media Educaplay efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: educaplay, keefektivan, hasil belajar, PBL, pendidikan pancasila.
The Role of Instructional Leadership in Enhancing Teacher Performance in Primary Schools Adeoye, Moses Adeleke; Mohammed, Abdulrazak; Onikoyi, Olawale Abayomi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.21775

Abstract

AbstractThe pursuit of quality education, as highlighted in Sustainable Development Goal 4, underscores the importance of instructional leadership in enhancing teacher performance in primary schools. Despite the literature's affirmation of its significance, context-specific practices in socioeconomically diverse settings have received limited attention. This research explores how instructional leadership influences teacher effectiveness and student outcomes in primary education. A quantitative approach was adopted, using secondary data from peer-reviewed journals, government reports, and educational databases. Correlational analysis supported by descriptive statistics revealed that key practices—vision setting, instructional support, professional development, collaborative culture, data-driven decision-making, and fostering a positive school climate—significantly improve teacher performance. These practices enhance classroom management, teaching methodologies, and student achievement. Findings suggest that instructional leadership tailored to local contexts is essential for teacher growth and equitable learning outcomes. By identifying actionable strategies and aligning them with measurable performance indicators, the research contributes to a deeper appreciation for leadership in resource-constrained environments. The research offers insights for policymakers, school leaders, and practitioners seeking evidence-based approaches to strengthen teacher effectiveness and promote excellence in primary education.Keywords: instructional leadership, teacher performance, student outcomes, primary education, collaborative practices. AbstrakUpaya mencapai pendidikan berkualitas, sebagaimana disoroti dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4, menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan instruksional dalam meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar. Meskipun literatur menegaskan signifikansinya, praktik-praktik spesifik konteks dalam lingkungan sosial ekonomi yang beragam masih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan instruksional memengaruhi efektivitas guru dan hasil belajar siswa di pendidikan dasar. Pendekatan kuantitatif diadopsi, menggunakan data sekunder dari jurnal peer-review, laporan pemerintah, dan basis data pendidikan. Analisis korelasional yang didukung oleh statistik deskriptif mengungkapkan bahwa praktik-praktik utama—penetapan visi, dukungan instruksional, pengembangan profesional, budaya kolaboratif, pengambilan keputusan berbasis data, dan pembinaan iklim sekolah yang positif—secara signifikan meningkatkan kinerja guru. Praktik-praktik ini meningkatkan manajemen kelas, metodologi pengajaran, dan prestasi siswa. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional yang disesuaikan dengan konteks lokal sangat penting bagi pertumbuhan guru dan hasil belajar yang merata. Dengan mengidentifikasi strategi yang dapat ditindaklanjuti dan menyelaraskannya dengan indikator kinerja yang terukur, penelitian ini berkontribusi pada apresiasi yang lebih mendalam terhadap kepemimpinan di lingkungan dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menawarkan wawasan bagi para pembuat kebijakan, pemimpin sekolah, dan praktisi yang mencari pendekatan berbasis bukti untuk memperkuat efektivitas guru dan meningkatkan keunggulan dalam pendidikan dasar.Kata kunci: kepemimpinan pembelajaran, kinerja guru, hasil belajar siswa, pendidikan dasar, praktik kolaboratif.

Page 2 of 2 | Total Record : 15