cover
Contact Name
Khomarudin
Contact Email
oemarbakrie0231@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
oemarbakrie0231@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : -
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. It investigates the dynamics of teaching and learning of social education, social and economic problems in the society context of the primary, senior, and high education level. Besides focusing on the development of studies issues of basic education, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2022)" : 12 Documents clear
Perilaku Bermedia Sosial Di Era Pandemi Covid 19 Theguh Saumantri
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.10116

Abstract

Abstrak: Perilaku bermedia sosial pada masa bencana kesehatan ini menjadi berkembang. Mulai dari aspek konten media sosial, khususnya selama pandemi Covid-19 informasi dan misinformasi terus menyebar dengan mudah. Dalam penggunaan media sosial masyarakat lebih sering untuk mendapatkan informasi terkini. Meskipun banyak informasi faktual dan manfaat yang diperoleh, namun dari beberapa diantaranya tidak benar atau bahkan berbahaya. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan virtual etnografi.  Etnografi virtual bertujuan suatu keadaan fenomena dalam hal ini perilaku bermedia sosial selama masa pandemi Covid-19. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perilaku bermedia sosial sebagai upaya pencarian informasi dalam menghadapi bahaya pandemi Covid-19 merupakan perilaku adaptif sekaligus menjadi perilaku panik bagi semua orang di dunia. Kebiasaan yang dilakukan ini sejatinya memang diperluas oleh media sosial.Kata kunci: Perilaku, Media Sosial, Pandemi Covid-19. Abstract: Social media behavior during this health disaster was growing. From the aspect of social media content, especially during the Covid-19 pandemic, information and misinformation continued to spread easily. People use social media more often to get the latest information. Although there was a lot of factual information and benefits, some were not true or even dangerous. This research design was qualitative with a virtual ethnographic approach. Virtual ethnography was aimed at a state of phenomena, in this case, the behavior of social media during the Covid-19 pandemic. Based on the research results, it was concluded that social media behavior to find information in dealing with the dangers of the Covid-19 pandemic became adaptive and panic behavior for everyone in the world. Social media have expanded this practice.Keywords: Behavior, Social Media, Covid-19 Pandemic.
Peran LKP Topi Bambu Foundation Tanggerang dalam Melestarikan Budaya Menganyam Topi Bambu Melalui Pendidikan Kewirausahaan Rahayu Permana; Yeni Handayani; Nur Fajar Absor
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9930

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan mengenai peran LKP Topi Bambu Foundation Tangerang dalam melestarikan budaya menganyam topi bambu melalui pendidikan kewirausahaan, yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Tangerang yang menghasilkan suatu kerajinan bambu untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan datanya menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan dengan instrumen wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa latar belakang lahirnya LKP Topi Bambu Foundation Tangerang adalah sebagai wadah untuk memberikan solusi bagi para perajin dalam melestarikan budaya menganyam topi bambu. Selain itu, dalam merealisasikan perannya dalam bidang wirausaha, LKP Topi Bambu Foundation Tangerang memberikan berbagai pendidikan kepada para perajin yang ada di Kabupaten Tangerang, mengenai kerajinan topi bambu. Hal ini dapat membantu para perajin untuk terus menganyam topi bambu berdasarkan permintaan pasar. Diharapkan LKP Topi Bambu Foundation Tangerang terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan membantu memasarkan kerajinan topi bambu secara kontinu agar dapat meningkatkan omzet pendapatan para perajin dalam wirausaha ini, sehingga topi bambu bisa lebih digandrungi oleh masyarakat luas.Kata Kunci: Topi Bambu, melstarikan budaya, pendidikan kewirausahaan Abstract: This study aims to explain the role of LKP Topi Bambu Foundation Tangerang in the culture of weaving bamboo hats through entrepreneurship education, which is an activity carried out by the people of Tangerang which produces a bamboo craft to increase people's economic income. The researcher used an qualitative approach with data collection techniques using purposive sampling techniques which were carried out with interview, observation, and documentation instruments. This research reveals that the background of the birth of LKP Topi Bambu Foundation Tangerang is as a forum to provide solutions for craftsmen in the culture of weaving bamboo hats. In addition, in utilizing it in the field of entrepreneurship, LKP Topi Bambu Foundation Tangerang provides various educations to craftsmen in Tangerang Regency regarding bamboo hat crafts. This can help the craftsmen to continue weaving bamboo hats based on market demand. Hopefully LKP Bambu Foundation Tangerang will continue to receive support from various parties, one of which is the Tangerang Regency Government by helping to develop bamboo handicrafts continuously in order to increase the income turnover of the craftsmen in this entrepreneurship, so that bamboo hats can be more loved by the wider community.Keywords: Bamboo Hat, preserving culture, entrepreneurship education

Page 2 of 2 | Total Record : 12