cover
Contact Name
Khomarudin
Contact Email
oemarbakrie0231@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
oemarbakrie0231@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : -
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. It investigates the dynamics of teaching and learning of social education, social and economic problems in the society context of the primary, senior, and high education level. Besides focusing on the development of studies issues of basic education, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 9 Documents clear
PEMIKIRAN AWAL TENTANG KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Ahmad Dasuki Aly
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.819 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.326

Abstract

AbstrakSalah satu sumber daya yang paling penting bagi manajemen adalah manusia yang berkedudukan sebagai manager dan atau pegawai/ pendidik/ tenaga kependidikan/ karyawan/ buruh atau pekerja. Sumber daya inilah yang diberi nama sangat populer dewasa ini dengan nama Sumber Daya Manusia atau Human Resources, yang sering disebut Man-power dan di Indonesia secara resmi diterjemahkan menjadi tenaga kerja. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi SDM adalah Human Resource Department. Manajemen sumber daya manusia  memiliki tiga prinsip dasar, yakni; Sumber daya manusia  adalah  harta  yang paling  penting (prinsipiil) yang dimiliki oleh suatu organisasi, lembaga, sedangkan manajemen yang efektif adalah kunci bagi keberhasilan organisasi/ lembaga tersebut. Keberhasilan ini sangat mungkin dicapai jika peraturan, ketentuan atau kebijaksanaan dan prosedur yang bertalian dengan manusia dari organisasi/perusahaan tersebut saling berhubungan dan memberikan sumbangan terhadap pencapaian tujuan organisasi/perusahaan dan perencanaan strategis. Kultur dan nilai perusahaan, suasana organisasi maupun prilaku manajerial yang berasal dari kultur tersebut akan memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil pencapaian yang terbaik. Karena itu, kultur ini harus ditegakan, dari uapaya terus menerus mulai dari puncak, sangat diperlukan agar kultur tersebut dapat diterima dan dipatuhi. Kata Kunci: Pemikiran, Manusia, Konsep, Manajemen, Sumber Daya
KETERTOLAKAN LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS yeti Nurizzati
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.869 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.317

Abstract

ABSTRAK Semenjak guru dituntut secara professional untuk melakukan penelitian, maka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mulai diminati oleh guru. Mereka beramai-ramai melakukan PTK di kelas-kelas masing-masing. Yang menjadi permasalahan adalah ketika hasil penelitian mereka diajukan ke dewan penilai untuk mendapatkan kum, dimana beberapa dari hasil penelitian mereka tertolak. Salah satunya adalah karena ditemukan beberapa kesalahan yang terdapat pada laporan hasil PTK.Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau “classroom action research”adalah penelitian yang bersifat reflektif, dilakukan oleh pelaku tindakan (guru) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.Kesalahan yang ada pada laporan hasil PTK yang menyebabkan tertolaknya hasil PTK oleh dewan penilai dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu kesalahan umum, kesalahan khusus, dan kesalahan lain. Oleh karena itu, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar PTK berhasil yaitu kesediaan untuk mengakui kekurangan diri, kesempatan yang memadai untuk menemukan sesuatu yang baru, dorongan untuk mengemukakan gagasan baru, waktu yang tersedia untuk melakukan percobaan, kepercayaan timbal balik antar orang-orang yang terlibat, dan pengetahuan tentang dasar-dasar proses kelompok oleh peserta penelitian. Kata Kunci : Ketertolakan, PTK, Kesalahan, Keberhasilan
EVALUASI PEMBELAJARAN: Sebuah Kajian Teori Nunung Nuriyah
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.654 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.327

Abstract

AbstrakPelaksanaan pembelajaran di kelas membawa konsekuensi kepada seorang guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya, sebab guru yang kompeten akan lebih mampu mengelola kelas dan melaksanakan evaluasi bagi siswanya baik secara individu maupun kelas. Evaluasi merupakan usaha untuk memperoleh informasi tentang perolehan belajar siswa secara menyeluruh, baik pengetahuan, konsep, sikap, nilai, maupun keterampilan proses. Hal ini dapat digunakan oleh guru sebagai balikan maupun keputusan yang sangat diperlukan dalam menentukan strategi belajar mengajar. Untuk maksud tersebut guru perlu mengadakan penilaian, baik terhadap proses maupun terhadap hasil belajar siswa.Kata Kunci: kurikulum, kompetensi, pembelajaran, evaluasi
INOVASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Euis Puspitasari
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.55 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.324

Abstract

Abstrak Rendahnya pembelajaran selama ini diantisipasi cenderung menurun, bila dihadapkan perubahan yang sangat cepat dalam masyarakat. Hal ini berkenaan dengan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai aspek yang sangat pesat. Strategi atas paradigma, bahwa terdapat dua tarikan yang mempengaruhi tuntutan dan tantangan pendidikan. Pertama, pendidikan dihadapkan pada tantangan untuk berperan memperkuat sistem nilai, dalam mempertinggi kualitas keimanan dan ketaqwaan. Kedua, pendidikan dihadapkan pada tuntutan paradigmatik untuk memerankan pendidikan dalam penguasaan ilmu dan teknologi. Tantangan ini muncul dan menuntut untuk dihadapi secara serentak, dan menuntut jawaban strategis dengan mengintegrasi kebijakan dan pembudayaan dalam kerangka peningkatan kualitas manusia Indonesia untuk menyongsong tahun 2020 melalui peningkatan mutu pendidikan. Tantangan inii kaitannya dengan inovasi proses pembelajaran, tampak jelas menuntut konseptual tentang arah inovasi dalam proses pembelajaran, agar peserta didik memiliki kemampuan untuk memberdayakan potensi keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa sebagai kekuatan spiritual dan bagaimana pembelajaran secara efektif dapat memberdayakan potensi dalam penguasaan IPTEK. Inovasi pembelajaran IPS pada hakekatnya, adalah upaya untuk memenuhi peningkatan mutu proses pendidikan yang dilakukan terus menerus, untuk memenuhi perkembangan tuntutan masyarakat terhadap pendidikan. Dengan demikian inovasi dalam pembelajaran IPS akan efektif dilakukan, manakala ditunjuk oleh hasil evaluasi dan penelitian dalam bidang pembelajaran IPS. Pembelajaran dapat dilakukan dalam kelompok belajar bersama, yang menekankan belajar pada kelompok. Selama ini dirasakan masih belum secara sengaja dikembangkan dalam proses pembelajaran, oleh karena itu merupakan tantangan dan tuntutan terhadap inovasi pembelajaran. Jika dilakukan, akan dapat mengatasi kelemahan pembelajaran yang selama ini dilakukan di lapangan. Kata Kunci: Inovasi, Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan Sosial
KOMPETENSI PROFESIONAL PENDIDIK DI TENGAH KONTROVERSI Tato Nuryanto
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.772 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.359

Abstract

AbstrakSalah satu komponen penting dalam kegiatan pendidikan  terutama proses pembelajaran  adalah guru. Betapapun kemajuan teknologi telah menyediakan berbagai ragam alat bantu untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran, namun posisi guru tidak sepenuhnya dapat tergantikan.  Guru tidak bisa datang dari mana saja tanpa melalui sistem pendidikan profesi dan seleksi yang baik.Itu artinya guru merupakan variable penting bagi keberhasilan pendidikan. Pendidik (guru dan dosen) memiliki peluang yang amat besar untuk mengubah kondisi seorang anak dari gelap gulita aksara menjadi seorang yang pintar dan lancar baca tulis alfabetikal maupun fungsional yang kemudian akhirnya ia bisa menjadi tokoh kebanggaan komunitas dan bangsanya.  Pendidik yang demikian tentu bukan sembarang pendidik, pastinya adalah orang yang memiliki profesionalisme yang tinggi sehingga bisa dijadikan suri tauladan bagi anak didiknya. Tidak menutup mata, hal ini masih menjadi sebuah kontroversi. Kenyataan dilapangan masih kita temui bahkan jumlahnya cukup banyak guru yang belum profesional. Sebagai contoh masih ada seorang guru terutama guru honorer yang tidak berasal dari lulusan LPTK , belum lagi kita mendata tentang sejumlah guru yang belum mengikuti proses PLPG (Pendidikan Latihan Profesi Guru). Berkaitan dengan hal itu, kita tidak bosan untuk selalu meningkatkan kemampuan profesional tenaga pendidik dengan berbagai cara disetiap kesempatan demi untuk memajukan anak bangsa. Kata kunci:  Profesional, Pendidik, Kode Etik 
MULTIKULTURALISME DALAM IPS: PENGENALAN RELASI SOSIAL ETNIS TIONGHOA DALAM INTEGRASI BANGSA (Studi Kritis kajian Relasi Gender antar Etnis di Indonesia) Ratna Puspitasari
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.596 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.323

Abstract

Abstrak Pendidikan multikultural sudah selayaknya diajarkan di kelas awal IPS. Salah satu keragaman itu adalah pengenalan relasi etnisitas dan gender pada siswa. Sangat jarang guru IPS mengajak siswa menganalisa bahwa sejak dahulu kaum perempuan selalu didiskriminasikan. Kebanyakan dari peradaban besar dunia di zaman kuno menganggap perempuan lebih rendah dari pada kaum pria. Kaum perempuan selalu dianggap lemah dan tidak berharga. Untungnya tidak semua perabadan menganggap bahwa kaum hawa tidak berharga. Sebelum kedatangan bangsa Arya, perempuan di India sangat dihormati. Namun seiring dengan kedatangan bangsa Arya ke India, lama-kelamaan posisi perempuan semakin direndahkan. Begitu pula yang terjadi di Tiongkok (China).  Dalam budaya asli Tionghoa kedudukan laki-laki dan wanita merupakan personifikasi dari unsur “Yang” dan “Yin”, yaitu unsur-u yang bersifat aktif dan unsure-unsur yang bersifat pasif. Dalam hal ini “Yang” (aktif) dipersepsikan laki-laki dan “Yin” (pasif) dipersepsikan wanita. Personifikasi tersebut kemudian dibingkai dalam strukturt social dengan system kekerabatan patrilineal dimana keluarga sebagai lembaga dipimpin laki-laki, sehingga laki-laki lebih memiliki  kekuasaan daripada wanita. Demikian juga dalam pemenuhan kebutuhan keluarga atau rumahtangga, kewajiban utama laki-laki dan wanita sifatnya hanya membantu. Dampaknya adalah laki-laki cenderung terlibat dalam sektor perekonomian modern skala luas, sedangkan wanita cenderung berada dalam sektor domestic atau kalaupun sektor perekonomian dalam skala kecil dan lingkungan tempat tinggal. Kata Kunci: Relasi, Etnisitas, Kesetaraan
PENGARUH KETERAMPILAN SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA Nurma Izzati
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.402 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh keterampilan sosial  terhadap kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Desain penelitian ini adalah one-shot case study. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada semester genap tahun akademik 2013/2014. Dari populasi dipilih satu kelas sebagai sampel dengan teknik Cluster Random Sampling, yaitu terpilih mahasiswa kelas A semester IV pada semester genap tahun akademik 2013/2014 sebanyak 35 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis dan angket skala keterampilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Keterampilan sosial memberikan pengaruh sebesar 68.4% terhadap kemampuan komunikasi matematis mahasiswa dan sisanya sebesar 31,6% dipengaruhi oleh faktor lain diluar keterampilan sosial. Setiap   penambahan (peningkatan) skala keterampilan sosial akan mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis mahasiswa sebesar 1.324. Kata kunci: keterampilan sosial, komunikasi matematis
IMPLEMENTASI MODEL PENDEKATAN COLLABORATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Tati Sri Uswati
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.775 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.358

Abstract

Abstrak Sebagian besar guru juga menuntut siswa untuk menyelesaikan masalah, tapi jarang mengajarkan bagaimana siswa seharusnya menyelesaikan masalah. Dengan demikian dibutuhkan suatu pendekatan dengan mengadaptasikan dan mengintegrasikan strategi-strategi terbaik dari pendekatan Pengajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Intruction) dan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) menjadi Pendekatan Collaborative Problem Solving (CPS) atau Pemecahan Masalah Secara Kolaboratif. CPS akan sangat diperlukan pada sebuah sistem pengetahuan yang kompleks yang dapat dikombinasikan dalam berbagai cara atau ketika suatu pemahaman yang dalam diperlukan. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia, salah satu pembelajaran yang tepat untuk menerapkan teori pendekatan CPS adalah pembelajaran menulis dan mempresentasikan karya ilmiah (PMMK). Kata kunci: pembelajaran, kolaborasi, problem solving
BENTUK DAN METODE TERAPI TERHADAP ANAK AUTISME AKIBAT BENTUKAN PERILAKU SOSIAL Jaja Suteja
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.925 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i1.325

Abstract

Abstrak Autis adalah gangguan perkembangan perpasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, dan interaksi sosial. Jumlah anak yang terkena autis semakin hari semakin meningkat pesat. Dengan adanya metode diagnosis yang kian berkembang hampir dipastikan jumlah anak yang terkena autisme akan semakin besar. Bahkan jumlah penderita autis semakin hari semakin menghawatirkan, baik bagi orang tua, masyarakat maupun pemerintah. Autisme adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun. Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis berat yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. Penderita autis diharapkan mendapatkan diagnosis lebih awal sehingga mendapatkan terapi lebih dini dan mampu mengobati dan menyembuhkan terhadap anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental tersebut. Upaya deteksi dini yang optimal memerlukan kerjasama dari semua pihak dari mulai orang tua, tim ahli dalam hal ini dokter maupun dari instansi pemerintah itu sendiri. Kata kunci: metode, autisme, perilaku sosial

Page 1 of 1 | Total Record : 9