cover
Contact Name
Khomarudin
Contact Email
oemarbakrie0231@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
oemarbakrie0231@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : -
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. It investigates the dynamics of teaching and learning of social education, social and economic problems in the society context of the primary, senior, and high education level. Besides focusing on the development of studies issues of basic education, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 9 Documents clear
MENILAI METODE PENGAJARAN IPS DI SEKOLAH nuryana nuryana
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.993 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.619

Abstract

Upaya pelaksanaan pendidikan atau pengarajan IPS di sekolah kita, sampai hari ini dinilai masih belum berjalan secara efektif dan efisien. Hal ini, boleh jadi diebabkan karena belum didukung dengan adanya pemilihan dan penggunaan metode pengajaran yang tepat dan memadai. Para guru dalam memilih dan menggunakan metode pengajaran cenderung masih kurang memeperhatikan aspek-aspek relevansi dengan substansi meteri yang seharusnya diajarkan. Dalam pemilihan dan penggunaan metode pengajaran, para guru cenderung masih disulitkan dengan aspek-aspek tertentu yang mempengaruhinya, seperti; tujuan pada kurikulum yang sulit dipahami, sehingga berdampak pada sulitnya guru dalam merumuskan tujuan khusus dan melakukan pemilihan dan penggunaan metode pengajaran, faktor kompetensi guru yang masih rendah, kondisi siswa, situasi dan juga fasilitas yang belum kondusif sehingga semuanya menjadi kendala dalam pemilihan dan penggunaan metode pengajaran. Oleh karena itu, ke depan, agar dalam pengajaran atau pendidikan IPS didukung dengan adanya upaya pemilihan dan penggunaan metode pengajaran yang tepat dan memadai, maka perlu dilakukan upaya perbaikan-perbaikan, seperti; rekonstruksi kurikulum, peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru, melakukan pengawasan dan pembinaan secara sinergis antara guru, sekolah, orang tua dan masyarakat terhadap siswa, optimalisasi pemilihan dan penggunaan berbagai metode secara tepat dan memadai dalam pembelajaran, penciptaan situasi pengajaran atau pendidikan IPS yang kondusif dan humanis serta pemenuhan fasilitas yang lengkap dan memadai.Kata Kunci:  Menilai, Metode, Pengajaran IPS
KONTRIBUSI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Sodiq Anshori
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.774 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.363

Abstract

Abstrak Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah program pendidikan yang memiliki bahan pendidikan dari berbagai disiplin ilmu sosial dan  humanity (ilmu pendidikan dan sejarah) yang diorganisir dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan yang berlandaskan Pancasila dan Kebudayaan Indonesia. IPS juga dapat dikatakan sebagai suatu fusi atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran sosial sehingga dalam mata pelajaran IPS tersebut menggunakan bagian-bagian tertentu dari ilmu-ilmu sosial. Pada prinsipnya pendidikan IPS di sekolah dasar tidak mengajarkan ilmu-ilmu sosial sebagai disiplin ilmu, melainkan konsep-konsep esensi ilmu-ilmu social untuk membentuk siswa menjadi warga negara yang baik (good citizen). Karena itu sebagai upaya dalam pembentukan karakter, maka perlu adanya kesesuaian dengan budaya bangsa ini. Pelaksanannya tidak semata-mata hanya dilakukan di sekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar , tetapi dapat diadakan serangkaian kegiatan pengembangan diri yang dilakukan luar sekolah. Pembiasaan-pembiasan (habituasi) dalam kehidupan, seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta damai, tanggung-jawab, kerjasama, adil dan peduli, perlu dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga sampai dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. Nilai-nilai tersebut tentunya perlu ditumbuh kembangkan yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi karakter peserta didik yang selanjutnya merupakan pencerminan hidup suatu bangsa. Kata kunci: Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan Karakter
PENDEKATAN PENDIDIKAN KARAKTER Euis Puspitasari
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.461 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.355

Abstract

AbstrakPendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bergotong rayong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Pendidikan berfungsi mengenalkan, memahamkan dan menjadikan nilai-nilai karakter sehingga melekat dalam kehidupan peserta didik atau siapapun yang terlibat di dalamnya. Melalui keteladanan nilai-nilai karakter bahkan akan lebih mudah untuk dijadikan model perilaku (role model) dalam bersikap dan bertindak. Pendidikan agama atau pendidikan berbasis agama sangatlah penting, khususnya untuk pendidian karakter. Pendidikan agama merupakan proses transmisi pengetahuan yang diarahkan pada tumbuhnya penghayatan keagamaan yang akan memupuk kondisi ruhaniah yang mengandung keyakinan akan memupuk keberadaan Allah SWT dengan segala ajaran yang diturunkan melalui wahyu kepada Rosulnya dan keyakinan tersebut akan menjadi daya dorong bagi pengamalan ajaran agama dalam perilaku dan tindakan sehari-hari. Kata Kunci: Berahlak mulia, Berjiwa patriotik, Dinamis
POWER POINT SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN MASA KINI Isnin Agustin Amalia
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.022 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.376

Abstract

AbstrakKegiatan belajar mengajar di kelas sangat bergantung pada kemampuan dan kemauan keras seorang guru saat memberikan materi. Penyampaian materi ajar sangat berpengaruh terhadap pemahaman anak didik. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat membantu meningkatkan pemahaman anak didik terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Salah satunya adalah media Power point, yang akan membantu siswa memahami materi yang disampaikan oleh guru. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Power Point
ANALISIS KEHIDUPAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN Nasehudin Nasehudin
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.844 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.356

Abstract

Abstrak Sosiologi pendidikan adalah studi tentang interaksi individu dan lingkungan kulturalnya yang terkandung di dalamnya individu-individu lain, kelompok sosial dan pola-pola tingkah laku, dimana seorang individu yang lain selalu dipengaruhi oleh orang dan kebudayaan di sekelilingnya. Sosiologi pendidikan tidak hanya berhubungan dengan tujuan-tujuan pendidikan, kurikulum, metode dan pengukuran, tetapi juga berhubungan dengan sekolah dan seluruh masyarakat. Lingkungan sekolah itu seperti lingkungan sosial individu, lingkungan sosial yang bersifat intern dari sekolah dan lingkungan sosial yang bersifat ekstern. Ada tiga pendekatan dalam menganalisis kehidupan masyarakat yaitu melalui pendekatan individu, sosial dan interaksi. Dalam pendekatan individual menitikberatkan kepada faktor-faktor biologis dari psikologis yang mendeterminir tingkah laku seseorang, kedua faktor itulah yang primair sedangkan faktor lingkungan sekitar fisik dan milieu sosial merupakan faktor sekunder, karena pendekatanindividual berpendapat bahwa individual yang primair, sedangkan masyarakat adalah sekunder. Pendekatan sosial ini adalah masyarakat dengan berbagai lembaganya, kelompok-kelompok dengan berbagai aktivitasnya. Secara konkret aspek sosial ini membahas aspek-aspek atau komponen dari pada kebudayaan manusia, misalnya keluarga, tradisi-tradisi, adat istiadatnya, moralitasnya, norma-norma sosialnya. Maka dalam pendekataninteraksional ini ingin mengetahui dalam konteks sosialnya dengan membahas interaksi antara masyarakat dengan negara. Pendekatan sosio-paedagogik itu ialah pendekatan interaksional itu. Persatupaduan antara pendekatan individual dan pendekatan sosial. Atau dengan perkataan lain sosio-paedagogik lingkungan sekitarnya, yang mencakup individu-individu lain, kelompok-kelompok sosial, pola-pola tingkah laku atau kebudayaannya. Kata Kunci : Kehidupan, Masyarakat, Sosiologi Pendidikan
VARIASI BAHASA SEBAGAI BENTUK KERAGAMAN SOSIAL Itaristanti Itaristanti
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.621

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan hubungan antara variasi bahasa dengan keragaman sosial. Jika melihat kondisi masyarakat dan wilayah Indonesia, tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan pasti muncul dan terlihat dengan jelas. Perbedaan kehidupan sosial masyarakat Indonesia tampak dari latar belakang daerah, pekerjaan atau profesi, status sosial, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya. Keberagaman itu kemudian akan mempengaruhi bentuk penggunaan bahasanya. Di sinilah kemudian variasi bahasa muncul sebagai refleksi keragaman sosial itu sendiri.Kata kunci: variasi bahasa, keragaman sosial
DEMOKRATISASI MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT masdudi masdudi
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.46 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.357

Abstract

AbstrakPendidikan berbasis masyarakat sebagai proses pendidikan di mana individu-individu atau orang dewasa menjadi lebih berkompeten menangani ketrampilan, sikap, dan konsep mereka dalam hidup di dalam dan mengontrol aspek-aspek lokal dari masyarakatnya melalui partisipasi demokrasi. Pendidikan oleh masyarakat artinya masyarakat ditempatkan sebagai subyek atau pelaku pendidikan, bukan obyek pendidikan. Pada konteks ini, masyarakat dituntut peran dan partisipasi aktifnya dalam setiap program pendidikan. Pendidikan untuk masyarakat artinya masyarakat diikutsertakan dalam semua program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mereka. Dengan kata lain, masyarakat harus diberdayakan, diberi peluang dan kebebasan untuk mendesain, merencanakan, membiayai, mengelola dan menilai sendiri apa yang diperlukan secara spisifik di dalam, untuk dan oleh masyarakat sendiri. Kata Kunci: Demokratisasi, Manajemen, Pendidikan
MENELAAH TEORI KRITIS JÜRGEN HABERMAS Iwan Iwan
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.651 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.360

Abstract

Abstrak Banyak pemikir menyalahkan bahwa usaha-usaha yang didasarkan pada semangat Pencerahan untuk mencari kebenaran dan rasio universal atas nama kebebasan dapat membawa pada penyingkiran dan penekanan terhadap paradigma pikir yang lain. Efek negatif semangat pencerahan yang mendorong eksploitasi alam dan penindasan manusia memang dapat dibaca sebagai ‘bencana’, namun ‘jiwa murni’ dari pencerahan, sebagaimana dibaca dengan jernih oleh Habermas, adalah emansipasi. Teori besar Habermas berbicara tentang kolonisasi dunia-hidup oleh sistem, dan halangan komunikasi yang bebas dan terbuka. Dunia hidup adalah kenyataan komunikasi keseharian. Sistem bersumber pada dunia hidup, namun kemudian mengembangkan strukturnya sendiri yang tumbuh semakin berjarak dan terpisah dari dunia hidup. Sekalipun terdapat persoalan ‘ontoepistemis’ yakni terkait dengan ‘ketidakmungkinan’ bahwa partisipan dalam argumen dapat secara lengkap menghilangkan kepentingan pribadi, pemikiran kritis tetaplah produktif dalam usaha mereka untuk membawa unsur-unsur tak terkatakan dari pemikiran ke dalam realitas pertimbangan dan diskursus. Terdapat beberapa masalah yang masih terbuka, termasuk tuduhan ‘inkonsistensi’ Habermas terhadap ‘semangat emansipatoris’ yang muncul dalam Between Facts and Norms. Juga beberapa isu tentang globalisme dan identitas budaya.Kata Kunci : Teori Kritis, Jürgen Habermas, Emansipasi
KURIKULUM PENDIDIKAN BERBASIS MULTIKULTURAL Suniti Suniti
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.848 KB) | DOI: 10.24235/edueksos.v3i2.354

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan media yang tepat untuk mengenalkan multicultural. Inti dari keberhasilan multicultural adalah keinginan untuk menerima budaya kelompok lain, etnik, gender, bahasa dan keberanekaan agama sebagai suatu bentuk keseimbangan dan  membentuk satu kesatuan. Pendidikan multicultural harus didekati dengan strategi pembelajaran dan kurikulum yang mengarahkan kepada proses pembelajarannya. Hal penting yang dibutuhkan adalah  mendesain beberapa isi materi  kurikulum pendidikan bagi para siswa agar dapat menerima orang lain secara sama dan menghormati agama mereka, budaya, dan perbedaan etnik. Oleh karenanya model kurikulum dengan beraneka ragam tema adalah suatu model kurikulum yang sangat dianjurkan.  Kata Kunci: Pendidikan, Multikultural, Model Kurikulum Multikultural

Page 1 of 1 | Total Record : 9