cover
Contact Name
Fuad Mustafid
Contact Email
fuad.mustafid@uin-suka.ac.id
Phone
+6281328769779
Journal Mail Official
asy.syirah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum
ISSN : 08548722     EISSN : 24430757     DOI : 10.14421/ajish
Core Subject : Religion, Social,
2nd Floor Room 205 Faculty of Sharia and Law, State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Marsda Adisucipto St., Yogyakarta 55281
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 42 No 1 (2008)" : 11 Documents clear
Reinterpreting The Concept of Shari’ah and Its Implication on Gender Issues Najib, Agus Moh.
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v42i1.247

Abstract

This paper deals with Mahmoud Mohamed Taha’sthought on shari’ah and gender. The main message conveyed byshari’ah is equality between man and woman with the aim ofachieving gender justice in society. Many Muslim scholars,however, interpret shari’ah text written in the Qur`an and theSunnah textually, partially and out of its context. Suchinterpretation then produce gender biased understandings andunequal gender rulings. This paper analyze how Mahmoudinterprets the concept of shari’ah and implements it on genderissues. Different from many Muslim scholars, Mahmoud views thatshari’ah evolves continuously in the history of human beings and itis showed by the presence of different shari’ahs from one prophetto another, from Adam until Mohamed (peace be upon them).Because of its characteristic, the last shari’ah brought by Mohamedalso must evolve, namely, evolving from the subsidiary verses ofthe Qur`an to its primary verses. In this way, shari’ah rules whichcontain gender discriminations are regarded as transitional rulessuiting the social context at the time. In the contemporary era, therelation between men and women must be based on the primaryverses of the Qur`an which emphasize the principles of genderequality.
Membaca Gelombang Fikih dalam Hukum Nasional di Indonesia Syahabuddin, Syahabuddin
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v42i1.248

Abstract

Banyaknya masalah hukum Islam belumditransformasikan karena mempunyai beberapa kendala danhambatan dari berbagai kalangan. Para ulama dalammentransformasikan hukum Islam di sekitar sebelum abad XXmemakai dua cara; pertama, membiarkan hukum berlakusepanjang tidak bertentangan dengan hukum Islam. Kedua,mengganti lembaga hukum adat yang bersangkutan denganhukum Islam dengan lembaga hukum Islam yang sejenis, ataumengganti dengan lembaga hukum Islam lain melalui tehnikhilah.Para ulama pasca abad XX mentransformasikan hukum Islamke dalam legislasi nasional dengan menggunakan tehniktakhshishu al-qadla, takhayyur atau talfiq, reinterpretasi, siyasahsyar’iyyah, dan keputusan pengadilan. Sedangkan tiga problemyang selalu menyertai eksistensi hukum Islam di Indonesiaadalah lemahnya interes intelektual, konflik politik dengankekuasaan, dan ketegangan versus adat.Di sisi lain hukum Islam mempunyai banyak peluang untukdikembangkan di Indonesia, yaitu adanya political will daripemerintah bagi dikembangkannya hukum Islam di dalammasyarakat, berdasarkan penelitian, masyarakat Indonesiamemiliki keinginan kuat untuk berhukum dengan agama(hukum Islam), dan kesadaran hukum masyarakat yangmayoritas beragama Islam tidak bisa dilepaskan dari hukumIslam. Ini berarti hukum nasional yang dikehendaki negara RIadalah hukum yang menampung dan memasukkan hukumagama dan tidak memuat norma yang bertentangan denganhukum agama.
Al-Kutub Al-Mu’tabarah: Kajian atas Sumber Rujukan dalam Beristinbat Menurut NU, Muhammadiyah, dan Persis Mz, Shofiyullah
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v42i1.249

Abstract

Perbincangan sekitar topik tulisan ini tidak bisadilepaskan dari tradisi --atau lebih tepatnya elemen penting—dalam disiplin ilmu usul al-fiqh (metodologi hukum Islam). Ada 3(tiga) elemen penting yang dikaji dalam ilmu tersebut, yaitusumber/dalil hukum Islam, metode istinbat hukum Islam, danstudi tentang hal-ihwal pelaku ijtihad. Dalam berijtihad,organisasi-organisasi sosial keagamaan di Indonesia sepertiNahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Persis masingmasingmemiliki kekhasan dalam melakukan istinbat hukum.NU melalui forum lajnah bahs al-masail mempunyai suatu tradisiuntuk menempatkan al-kutub al-mu’tabarah (khazanah kitab-kitabstandar) sebagai sumber rujukan dan pertimbangan pokokdalam beristinbat yang mendampingi al-Qur’an-Hadis sebagaisumber/dalil utamanya. Hal ini dilakukan oleh karena paraulama yang menyusun karya-karya al-kutub al-mu’tabarahtersebut di samping kredibilitas keulamaannya tidak diragukanlagi juga transmisi keilmuan antarulama relatif bersambung(ittisal al-sanad) sampai pada generasi awal keislaman.
Potensi Obligasi Syariah Sebagai Sumber Pendanaan Jangka Menengah dan Panjang bagi Perusahaan di Indonesia Sunarsih, Sunarsih
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v42i1.250

Abstract

Syariah bond is new innovation of security in islamicfinance. In this time, it has rapid growth and acceptly universal.Syariah bond is source of fund for go public firms, with theirinvestors are not for muslim investors but also for non musliminvestors. The writing main explore: what syariah bond is, itspotential source of fund for firms, threats of its developmentand solutions to eliminate the threats.
Tuan Guru dan Dinamika Hukum Islam di Pulau Lombok Tahir, Masnun
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v42i1.251

Abstract

Tulisan ini membahas masalah dinamika hukumIslam yang berkembang di Pulau Lombok dalam pemikiranpara ”tuan guru”. Fokus perbincangannya adalah fenomenakawin lari yang sudah begitu berakar di masyarakat Sasak danisu formalisasi yang terus menggelinding seiring dinamikasosial-politik tanah air. Formalisasi pernah menjadi wacanamenarik di Lombok sehingga melahirkan Perda Zakat yangmemicu kontroversi dalam perjalanannya. Pembahasan tulisanini diawali dengan melihat pola keberagamaan masyarakat Sasakyang sangat unik dan dilanjutkan dengan penuturan perananpara tuan guru di pulau Lombok.
Mekanisme Keuangan dalam Struktur Modal Perusahaan Mudawam, Safaul
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v42i1.253

Abstract

There are several Islamic modes of financing whichserve as alternatives to interest based financing. There is,however, divergence of views between theory and practiceabout the order of preference of these modes of financing. Thetheoreticians are, generally, of the view that profit-loss sharingshould be the most widely prevailing mode of financing in thefinancial system of Islam. Some theoreticians have been quitecritical of this practice. Profit-loss sharing techniques make thecapital owner share the profit according to-actually realizedproductivity. Thus, the actually realized return on profit is theprice of capital which will determine its allocation. Among PLStechniques, musyarakah may have an edge over mudarabah inthe sense that in musyarakah, capital owner has a right tointerfere in the management and hence can have some controlover the problems created by informational asymmetry andmoral hazards, mudarabah is void of any such control. Thisdivergence is a result of the fact that the capital user does nothave to bear the uncertainties that the capital owner does. Itmay also be noted that since an upper limit on their profit isfixed by the rent or the mark up which are not related to theprofitability of the enterprise, these techniques may not have asprimary a role in investment decision making as profit-losssharing techniques.
Kalender Jawa Islam: Memadukan Tradisi dan Tuntutan Syar'i Azhari, Susiknan; Ibrahim, Ibnor Azli
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v42i1.254

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang Kalender Jawa Islamyang merupakan hasil ijtihad Sultan Agung yang luar biasa dizamannya. Namun demikian sebagai produk ijtihad KalenderIslam Jawa perlu dikaji dan ditindaklanjuti agar kalendertersebut sesuai dengan semangat awal yang diinginkan SultanAgung dan sesuai pula dengan tuntutan zaman. Artinya, jikahendak menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan barusecara dinamis, maka penghargaan terhadap Kalender JawaIslam seyogyanya bukan dalam bentuk pelestarian teori itu apaadanya, tetapi mengembangkannya secara dinamis dan kreatif.
Politik Islam, Demokrasi, “Kepekaan Gender”, dan Feminisme Qamar, Subaidi
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v42i1.255

Abstract

Democratic system was estableshed in the Athena,without there is not equality of righs by womens. She is thesecond class and have not Franchise. But the Moderndemocratics system in American government was practically onequelity of righs, freedom of consience,freedom ofopinion,freedom of expression, and economic freedom. And arealistic, democratic and responseble government wasestableshed by the prophet of Islam. As many as fourteencentury before this time. Equelity of righs, independence ofopinion and freedom expreesion, werw all cultivated with aview to developping a sound nation caracter, it is nore wotheythat this way succes fully achieved and carnet out in practice inthe teeth on two adverse factors. One of them was the fact ofthe prophet receiving revelition for guidance of the people. Hecould very well play the roll of shepherd, driving the sheep inthe direction liked; but the case, he could not become a nationbuilden nor a democrat.
Metode Penemuan Hukum dalam Perspektif Filsafat Hukum Islam Munajat, Makhrus
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v42i1.256

Abstract

Penemuan hukum lazimnya diartikan sebagai proseskonkretisasi peraturan hukum yang bersifat umum terhadapperistiwa-peristiwa konkret yang terjadi di masyarakat. Kendatidemikian, dalam konteks hukum Islam, istilah penemuan hukumlebih tepat, karena diyakini bahwa hukum itu tidak dibuat tetapiditemukan. Dalam rangka menemukan hukum terhadap berbagaipersoalan yang tidak ada atau tidak jelas hukumnya, para jurismuslim telah mengembangkan metode penemuan hukum Islamyang bertolak dari sumber-sumber hukum Islam itu sendiri.Dalam Hukum Islam ada tiga metode ditemukannya hukum,pertama, metode interpretasi literal yaitu hukum yang ditemukanadalah bukan hukum hukum baru tetapi menafsirkan kembali apayang ada dalam teks, karena bunyi teks dianggap tidak atau kurangadanya kejalasan hukum. Kedua, kausasi (ta’lili), yaitu mencaridasar penetapan hukum baik dari segi alasan maupun tujuantujuanditetapkannya hukum syara’. Metode ini mecakup duatemuan hukum yang meliputi metode qiyas iyaitu menetapkanhukum berdasarkan adanya kesamaan indikasi dan metodeteleologis, yaitu menetapkan hukum karena adanya tujuan-tujuanhukum. Ketiga metode sinkronisasi, yaitu mencari solusi terhadapperlawanan antara dua dalil yang sama derajatnya, misalnya antaraayat al-Qur'an dengan ayat al-Qur'an yang lain, antara hadismutawatir dengan hadis mutawatir yang lain, dan seterusnya.Berbeda dengan ad-Dawalibi, beliau berpendapat Ada tiga model(penemuan hukum) ijtihad yang dilakukan oleh para sahabatNabi, hanya saja tidak ditegaskan istilah-istilahnya, yaitu ijtihadbayani, ijtihad qiyasi dan ijtihad istislahi.
Menggali Teks, Meninggalkan Makna: Pemikiran Singkat Muhammad Syahrur Tentang Poligami Dharnela, Lindra
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v42i1.257

Abstract

Syahrur menerapkan teori hudud untuk menjelaskanketentuan hukum. Terdapat dua pembatasan istilah dalamdiskusi tentang poligami, yaitu pembatasan pada kuantitas (al-Had al-Kamy) empat istri dan pembatasan pada kualitas (al-Hadal-Kalfy). Hal ini menunjukkan bahwa istri kedua, ketiga, dankeempat adalah janda dengan anak-anaknya, yang suaminyameninggalkannya.Syahrur membolehkan poligami dalam dua kondisi, yaitupertama, istri kedua, ketiga, dan keempat adalah janda-jandaberanak yang suaminya meninggalkannya. Kedua, suami harusmemiliki perasaan gelisah bahwa dia tak akan dapat berbuat adilkepada anak-anaknya. Jika kedua syarat di atas tidak terpenuhi,poligami akan gagal. Syahrur menerapkan dua kondisi iniberdasarkan struktur norma bahasa dalam al-Qur'an surat an-Nisa ayat 4.

Page 1 of 2 | Total Record : 11